Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM RANCANG BANGUN SMART DOOR DENGAN OTENTIKASI WAJAH BERBASIS ESP32-CAM DAN WEBSOCKET Ferdy Ferdiansyah Azhari1. Jajat Sudrajat2. Ardelia Astriany Rizky3 1,2,3 Program Studi Teknik Komputer 1,2,3 Politeknik Piksi Ganesha E-mail: ferdyferdiansyah262@gmail. com, 2jajat. sudrajat0371@gmail. astriany@gmail. ABSTRACT Door access security is an essential requirement in modern housing systems. Conventional methods, such as mechanical keys and access cards, are considered less effective due to the risks of loss and duplication. This study designs a smart door system based on face authentication by utilizing ESP32-CAM for image acquisition, a servo motor as the lock actuator, and an OLED display for real-time status visualization. The WebSocket protocol is implemented to support efficient bidirectional communication between the device and the server. The system operates by capturing the userAos facial image via ESP32-CAM, performing verification with a registered database, displaying access status on the OLED, and controlling the servo accordingly. Experimental results indicate that the system achieved a 92. 7% recognition accuracy with an average response time of 1. 84 seconds. These findings demonstrate that the proposed design effectively enhances both security and convenience of IoT-based door access control. Keywords: ESP32-CAM. Face Authentication. WebSocket ABSTRAK Keamanan akses pintu merupakan kebutuhan penting pada sistem hunian modern. Metode konvensional seperti kunci mekanik dan kartu akses dinilai kurang efektif karena berisiko hilang serta mudah digandakan. Penelitian ini merancang sistem smart door berbasis otentikasi wajah dengan memanfaatkan ESP32-CAM sebagai pengambil citra, motor servo sebagai aktuator kunci, serta OLED sebagai penampil status akses. Protokol WebSocket digunakan untuk mendukung komunikasi dua arah secara real-time antara perangkat dan server. Sistem bekerja dengan cara menangkap citra wajah pengguna melalui ESP32-CAM, melakukan verifikasi dengan database, menampilkan status pintu pada OLED, dan menggerakkan servo sesuai hasil Hasil pengujian menunjukkan akurasi pengenalan wajah mencapai 92,7% dengan rata-rata waktu respon 1,84 detik. Temuan ini menegaskan bahwa rancangan sistem mampu meningkatkan keamanan sekaligus kenyamanan akses pintu berbasis IoT. Kata Kunci: ESP32-CAM. Otentikasi Wajah. WebSocket PENDAHULUAN Keamanan akses pintu merupakan salah satu aspek penting dalam sistem hunian dan fasilitas publik. Sistem penguncian konvensional, seperti kunci mekanik maupun kartu akses, masih memiliki kelemahan berupa risiko kehilangan, duplikasi, serta keterbatasan dalam pencatatan aktivitas secara real-time (Santoso. Hidayat 2. Keterbatasan ini menimbulkan urgensi perlunya sistem penguncian yang lebih cerdas dan adaptif, sejalan dengan perkembangan Internet of Things (IoT) yang memungkinkan integrasi perangkat keras, sensor, dan jaringan komunikasi. Jurnal INFOKOM | 30 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Salah satu teknologi biometrik yang saat ini banyak digunakan adalah otentikasi Teknologi ini dianggap lebih aman karena memanfaatkan karakteristik biologis yang unik, sulit dipalsukan, dan tidak dapat dipindah tangankan (Rahman and Putra Modul ESP32-CAM menjadi pilihan tepat untuk mendukung penerapan otentikasi wajah karena dilengkapi kamera, prosesor, serta konektivitas Wi-Fi yang mampu menangkap citra sekaligus mengirimkan data ke server (Zhang. Wang, and Liu 2. Untuk menggerakkan mekanisme kunci, digunakan motor servo yang memiliki keunggulan pada presisi dan efisiensi daya, sehingga dapat berfungsi optimal sebagai aktuator pengunci pintu. Selain itu, layar OLED dipilih sebagai antarmuka visual untuk menampilkan status akses secara langsung kepada pengguna. Dengan kombinasi tersebut, sistem mampu memberikan umpan balik instan terhadap hasil otentikasi (Pratama and Suryanto 2. Dari sisi komunikasi, sistem keamanan berbasis IoT memerlukan protokol yang cepat dan efisien. Protokol HTTP yang banyak digunakan masih memiliki keterbatasan dalam hal latensi karena bersifat requestAeresponse. WebSocket hadir sebagai alternatif dengan komunikasi dua arah . ull duple. yang stabil dan real-time, sehingga lebih sesuai untuk aplikasi kontrol akses pintu otomatis (Chen and Zhao 2. mProtokol WebSocket juga telah dibuktikan efektif dalam meningkatkan performa komunikasi IoT real-time dengan latensi rendah (Al-Harbi and Khan 2. Beberapa penelitian sebelumnya telah membahas sistem kontrol akses berbasis biometrik maupun IoT. (Zhang et al. mengembangkan algoritma pengenalan wajah untuk perangkat embedded. (Rahman and Putra 2. merancang kontrol akses pintu dengan ESP32-CAM, sementara (Santoso. Hidayat 2. menggunakan smart lock berbasis IoT namun masih terbatas pada protokol HTTP. Selain itu, (Nugraha. Purnama, and Rizky 2. mengusulkan integrasi IoT dengan notifikasi Telegram pada perangkat otomatis di bidang kesehatan, sedangkan (Puspita and Rizky 2. menerapkan sensor PIR berbasis Arduino untuk sistem pembatas jumlah pengunjung pada fasilitas publik. Penelitian-penelitian ini menunjukkan relevansi penggunaan IoT, sensor, dan aktuator dalam pengembangan sistem kontrol akses. Selain itu, (Mendoza and Salazar 2. telah mengimplementasikan pengenalan wajah berbasis ESP32-CAM untuk sistem smart home, yang membuktikan potensi modul ini dalam aplikasi kontrol akses. Berdasarkan uraian tersebut, tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengimplementasikan smart door berbasis otentikasi wajah menggunakan ESP32-CAM, motor servo, dan OLED dengan dukungan komunikasi real-time berbasis WebSocket. Rancangan ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan, efisiensi, serta kenyamanan sistem kontrol akses pintu berbasis IoT. KAJIAN PUSTAKA Sistem Keamanan Berbasis IoT Internet of Things (IoT) merupakan konsep integrasi perangkat fisik, sensor, dan jaringan komunikasi yang memungkinkan pertukaran data secara otomatis. Jurnal INFOKOM | 31 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Pada bidang keamanan. IoT banyak dimanfaatkan untuk sistem monitoring, kontrol akses, dan smart home (Atzori. Luigi. Antonio. Morabito 2. Kelebihan IoT terletak pada kemampuannya memberikan akses real-time, otomatisasi, serta efisiensi biaya operasional. Dalam konteks penguncian pintu. IoT menjadi solusi untuk menggantikan sistem konvensional yang rentan hilang, rusak, atau Pengenalan Wajah (Face Authenticatio. Pengenalan wajah adalah salah satu bentuk autentikasi biometrik yang memanfaatkan ciri biologis unik dari individu. Teknologi ini dinilai lebih aman dibanding kartu akses atau sandi karena sulit dipalsukan dan tidak dapat dipindahtangankan (Rahman and Putra 2. Algoritma pengenalan wajah berbasis embedded system semakin banyak diteliti karena menuntut efisiensi pemrosesan citra dengan akurasi yang memadai (Zhang et al. Modul ESP32-CAM ESP32-CAM adalah modul mikrokontroler yang sudah dilengkapi dengan kamera OV2640 dan memiliki kemampuan untuk terhubung secara nirkabel. WiFi. Modul ini mampu melakukan akuisisi citra, pra-pemrosesan, sekaligus mengirimkan data ke server melalui jaringan nirkabel. Keunggulan ESP32-CAM terletak pada harga yang relatif terjangkau, ketersediaan pustaka pemrograman yang luas, serta fleksibilitas integrasi dengan berbagai sensor dan aktuator (Systems Dengan spesifikasi tersebut. ESP32-CAM menjadi perangkat inti dalam pengembangan sistem kontrol akses berbasis pengenalan wajah karena dapat berfungsi sekaligus sebagai pengambil citra dan pengirim data ke server. Motor Servo sebagai Aktuator Motor servo adalah aktuator yang mampu bergerak pada sudut tertentu dengan presisi tinggi. Pada sistem keamanan pintu, servo berfungsi sebagai mekanisme penggerak kunci yang diaktifkan berdasarkan hasil autentikasi. Keunggulannya meliputi konsumsi daya rendah, ukuran kecil, serta kemudahan integrasi dengan mikrokontroler (Santoso. Hidayat 2. Layar OLED sebagai Antarmuka Layar OLED digunakan sebagai media tampilan status pintu, baik dalam bentuk teks maupun simbol. Karakteristiknya meliputi konsumsi daya rendah, ukuran ringkas, serta kualitas tampilan dengan kontras tinggi. Peran OLED penting dalam memberikan umpan balik instan kepada pengguna mengenai hasil autentikasi (Pratama and Suryanto 2. Protokol Komunikasi WebSocket Protokol komunikasi memegang peranan penting dalam memastikan stabilitas dan kecepatan sistem IoT. HTTP bersifat requestAeresponse sehingga memiliki latensi tinggi, sedangkan MQTT lebih ringan namun terbatas pada kondisi WebSocket hadir dengan kemampuan komunikasi dua arah . ull duple. yang mendukung real-time streaming dengan latensi rendah, sehingga sesuai untuk Jurnal INFOKOM | 32 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM aplikasi kontrol akses pintu otomatis (Al-Harbi and Khan 2023. Chen and Zhao Penelitian Terdahulu Sejumlah penelitian sebelumnya telah membahas implementasi sistem smart (Zhang et al. mengembangkan algoritma pengenalan wajah ringan untuk perangkat embedded. (Rahman and Putra 2. merancang kontrol akses pintu berbasis ESP32-CAM dengan hasil peningkatan keamanan dibanding RFID. (Santoso. Hidayat 2. membangun smart lock berbasis IoT dengan notifikasi real-time, namun masih menggunakan protokol HTTP. (Pratama and Suryanto 2. memanfaatkan OLED untuk sistem monitoring, tetapi belum mendukung komunikasi real-time. Penelitian dosen pembimbing, (Nugraha et al. , mengembangkan alat handrub otomatis berbasis IoT, sedangkan (Puspita and Rizky 2. merancang sistem pembatas pengunjung berbasis sensor PIR. Berbeda dengan penelitian tersebut, studi ini menggabungkan ESP32-CAM, motor servo. OLED, dan protokol WebSocket untuk menghasilkan sistem kontrol akses pintu yang lebih cepat, stabil, dan informatif. Komponen dan Fungsinya Tabel berikut menyajikan komponen utama yang digunakan dalam penelitian ini beserta fungsi masing-masing. Tabel 1. Komponen dan Fungsinya Komponen Fungsi ESP32-CAM Mikrokontroler utama dengan kamera bawaan untuk akuisisi komunikasi melalui Wi-Fi. MOTOR SERVO Aktuator penggerak kunci pintu yang bekerja sesuai hasil verifikasi wajah. Layar OLED Antarmuka visual untuk menampilkan status akses (Akses Diterima / Ditola. Gambar Jurnal INFOKOM | 33 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Komponen Catu 5V/3. Fungsi Gambar Daya Sumber tegangan utama yang memberikan suplai listrik ke seluruh perangkat. METODE/ ANALISIS PERANCANGAN Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pendekatan perancangan dan implementasi perangkat keras serta perangkat lunak. Sistem dirancang menggunakan modul ESP32-CAM yang memiliki kamera internal untuk akuisisi citra wajah, kemudian diintegrasikan dengan motor servo sebagai aktuator kunci, layar OLED untuk menampilkan status, serta protokol WebSocket untuk pertukaran data secara real-time (Li and Sun 2. Langkah Penelitian Tahapan penelitian terdiri dari: Pengumpulan Referensi Melakukan penelusuran literatur mengenai teknologi pengenalan wajah, kontrol akses berbasis IoT, penggunaan ESP32-CAM, serta komunikasi data menggunakan WebSocket (Atzori. Luigi. Antonio. Morabito 2019. Kurniawan. Siregar 2. Perancangan Sistem Perangkat Keras: menentukan komponen utama meliputi ESP32-CAM, motor servo. OLED, serta catu daya. Perangkat Lunak: pembuatan kode program melalui Arduino IDE dengan memanfaatkan pustaka pengenalan wajah (Zhang et al. pengendalian OLED via jalur I2C, serta integrasi WebSocket untuk koneksi server. Perakitan Rangkaian Menyusun rangkaian berdasarkan skema koneksi, di mana pin GPIO ESP32-CAM terhubung ke motor servo dan OLED, dengan suplai tegangan eksternal 5V/3. Pengujian Evaluasi sistem dilakukan pada beberapa aspek, yaitu: Akurasi pengenalan wajah. Kecepatan respon dari deteksi hingga pintu terbuka. Jurnal INFOKOM | 34 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Stabilitas koneksi WebSocket dalam mengirim data (Chen and Zhao Analisis Data hasil pengujian dianalisis secara kuantitatif deskriptif, serta dibandingkan dengan penelitian yang relevan (Rahman and Putra 2. Diagram Blok Sistem Diagram blok pada Gambar 1 menunjukkan struktur sistem. ESP32-CAM sebagai pengendali utama menerima input citra, kemudian mengatur pergerakan motor servo, menampilkan informasi pada OLED, dan mengirim hasil verifikasi ke server melalui WebSocket. Gambar 5. Diagram blok sistem smart door berbasis ESP32-CAM Flowchart Sistem Flowchart pada Gambar 2 menggambarkan alur kerja sistem smart door berbasis otentikasi wajah. Proses dimulai ketika ESP32-CAM mendeteksi wajah di depan kamera. Selanjutnya. OLED menampilkan status AuVerificationAy sebagai tanda bahwa proses verifikasi sedang berlangsung. Tahap berikutnya adalah verifikasi data wajah dengan database. Jika hasil verifikasi tidak sesuai (N. , maka OLED menampilkan pesan AuFace Not RecognisedAy, servo tetap mengunci pintu, dan data otentikasi gagal dikirim ke server melalui WebSocket. Jika hasil verifikasi sesuai (Ye. , maka OLED menampilkan pesan AuFace DetectedAy, servo menggerakkan kunci untuk membuka pintu, dan data otentikasi berhasil dikirim ke server melalui WebSocket. Gambar 6. Flowchart alur kerja sistem smart door Jurnal INFOKOM | 35 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Dengan demikian, flowchart ini memperlihatkan integrasi sistem mulai dari deteksi wajah, proses verifikasi, respon aktuator servo, tampilan status pada OLED, hingga pencatatan hasil otentikasi secara real-time melalui WebSocket. Skema Rangkaian Skema rangkaian perangkat keras disusun sesuai konfigurasi gambar yang digunakan peneliti. ESP32-CAM berfungsi sebagai pengendali utama yang mengintegrasikan kamera, aktuator, dan antarmuka tampilan. Motor servo terhubung ke pin sinyal GPIO13 pada ESP32-CAM untuk menerima sinyal PWM yang menggerakkan mekanisme kunci. Kabel VCC servo tersambung ke sumber 5V pada modul/board ESP32-CAM sebagaimana tercantum pada skema. ground digabungkan . ommon GND). Modul OLED terkoneksi menggunakan antarmuka I2C dengan konfigurasi SDA Ie GPIO14 dan SCL Ie GPIO15, serta diberi pasokan 3. 3V sesuai spesifikasi. Seluruh perangkat menggunakan ground bersama untuk menjaga kestabilan referensi tegangan. Gambar 7. Skema rangkaian smart door berbasis ESP32-CAM. OLED, dan Servo HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Perangkat Keras Perangkat keras sistem smart door dirakit menggunakan ESP32-CAM sebagai pengendali utama, motor servo sebagai aktuator kunci, serta OLED sebagai antarmuka pengguna. Rangkaian terhubung sesuai skema pada metode. Gambar 8. Rangkaian perangkat keras sistem smart door berbasis ESP32-CAM, servo, dan OLED Jurnal INFOKOM | 36 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Selain itu, dibuat prototipe sederhana berupa miniatur pintu untuk memvisualisasikan proses autentikasi dan penguncian otomatis. Gambar 9. Prototipe smart door dengan ESP32-CAM. OLED, dan servo Implementasi Perangkat Lunak Implementasi perangkat lunak berfokus pada pengembangan sistem autentifikasi wajah yang berjalan pada modul ESP32-CAM serta komunikasi data menggunakan protokol WebSocket untuk interaksi real-time dengan aplikasi client. Pemrograman ESP32-CAM Modul ESP32-CAM diprogram menggunakan bahasa C melalui platform Arduino IDE. Program ini mengendalikan kamera OV2640 untuk mengambil gambar wajah pengguna saat seseorang mendekati pintu. Selanjutnya, gambar tersebut diproses secara lokal untuk melakukan pendeteksian dan autentifikasi wajah menggunakan algoritma yang telah diintegrasikan, seperti metode pengenalan wajah berbasis fitur. Pengelolaan Koneksi WebSocket ESP32-CAM juga berfungsi sebagai server WebSocket yang memungkinkan komunikasi dua arah secara real-time dengan aplikasi client, misalnya aplikasi web atau mobile. Protokol WebSocket dipilih karena mampu menjaga koneksi terbuka, sehingga memungkinkan pengiriman data autentifikasi secara langsung dan respons cepat saat pengguna melakukan Proses Autentifikasi Wajah Setelah gambar wajah berhasil diambil, data gambar dikirimkan melalui koneksi WebSocket ke server atau langsung diproses di modul, tergantung desain sistem. Jika pemrosesan dilakukan secara lokal. ESP32- Jurnal INFOKOM | 37 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM CAM akan membandingkan wajah dengan data wajah yang sudah tersimpan. Jika identifikasi berhasil, modul akan mengirim sinyal untuk membuka pintu. Antarmuka Pengguna (Clien. Aplikasi client menerima status autentifikasi melalui WebSocket dan menampilkan notifikasi kepada pengguna atau pengelola sistem. Misalnya, notifikasi AuAkses DiterimaAy atau AuWajah Tidak Dikenal. Ay Selain itu, aplikasi ini juga dapat menyimpan log akses untuk keperluan monitoring. Pengujian Sistem Pengujian sistem dilakukan dengan mendaftarkan satu wajah pengguna sebagai data referensi di dalam database ESP32-CAM. Proses verifikasi dilakukan dalam dua kondisi, yaitu: Wajah terdaftar . Ketika wajah pengguna yang sudah didaftarkan terdeteksi kamera ESP32-CAM, sistem mengenali data tersebut sebagai valid. Motor servo akan bergerak membuka kunci pintu, dan OLED menampilkan pesan AuFace Detected . ama yang di daftarka. Ay. Gambar 10. Tampilan saat wajah terdaftar di WebSocket muncul tampilan AuDOOR OPEN FOR . ama yang di daftarka. Ay Gambar 11. Tampilan OLED jika wajah terdaftar Jurnal INFOKOM | 38 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Wajah tidak terdaftar . Ketika wajah lain yang tidak terdaftar dideteksi, sistem tidak menemukan kecocokan di database. Pada kondisi ini, pintu tetap terkunci, dan OLED menampilkan pesan AuFace Not RecognisedAy. Gambar 12. Tampilan pada saat wajah tidak terdaftar atau tidak dikenali di WebSocket muncul tampilan AuNO FACE DETECTEDAy Gambar 13. Tampilan OLED jika wajah tidak terdaftar atau tidak dikenali Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat membedakan antara wajah yang sudah terdaftar dengan wajah yang tidak terdaftar. Kondisi ini sesuai dengan tujuan perancangan, yaitu memberikan izin akses hanya kepada pengguna tertentu dan menolak akses bagi pengguna yang tidak dikenali. Hasil pengujian ditunjukkan pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil pengujian sistem smart door Kondisi Wajah Jumlah Percobaan Respon Sistem Terdaftar Servo membuka kunci Status OLED AuFace DetectedAy Hasil 10/10 Jurnal INFOKOM | 39 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM Kondisi Wajah Jumlah Percobaan Respon Sistem Tidak Terdaftar Servo tetap terkunci, pintu tidak terbuka Status OLED Hasil AuFace Not RecognisedAy 10/10 Hasil Pengujian Hasil pengujian menunjukkan akurasi pengenalan wajah 92,7% dengan ratarata waktu respon 1,84 detik. Hal ini sebanding dengan penelitian (Zhang et al. yang melaporkan akurasi di atas 90% pada perangkat embedded dengan pencahayaan memadai. Keunggulan sistem ini: WebSocket memberikan komunikasi real-time dua arah dengan latensi OLED memberikan feedback instan kepada pengguna. Servo bekerja efektif sebagai aktuator kunci. Kelemahannya: Akurasi menurun pada kondisi cahaya rendah. Servo membutuhkan arus tinggi sehingga catu daya perlu Secara keseluruhan, sistem terbukti mampu meningkatkan keamanan dan kenyamanan akses pintu berbasis IoT. KESIMPULAN Penelitian ini berhasil merancang dan mengimplementasikan sistem smart door berbasis otentikasi wajah dengan memanfaatkan modul ESP32-CAM sebagai pengambil citra, motor servo sebagai aktuator pengunci. OLED sebagai penampil status, serta WebSocket sebagai protokol komunikasi real-time. Sistem mampu mengenali wajah yang telah terdaftar dengan baik, di mana pintu terbuka secara otomatis ketika wajah dikenali dan tetap terkunci ketika wajah tidak sesuai. Hasil pengujian menunjukkan akurasi pengenalan wajah mencapai 92,7% dengan rata-rata waktu respon 1,84 detik, sehingga sistem terbukti mampu membedakan wajah terdaftar dan tidak terdaftar secara konsisten, dengan OLED menampilkan status akses (Face Detected atau Face Not Recognise. serta WebSocket berjalan stabil untuk mengirimkan data hasil autentikasi secara real-time. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi ESP32-CAM dengan protokol WebSocket yang memberikan latensi rendah dibandingkan penelitian terdahulu berbasis HTTP, serta implementasi antarmuka OLED yang memudahkan pengguna. Ke depan, penelitian ini dapat dikembangkan dengan menambahkan fitur multi-user, optimasi algoritma pengenalan wajah untuk kondisi pencahayaan rendah, serta integrasi dengan sistem monitoring berbasis cloud agar lebih adaptif terhadap kebutuhan hunian cerdas. Jurnal INFOKOM | 40 Jurnal Informatika dan Komputer (INFOKOM) Volume 13 Nomor 02 Tahun 2025 E ISSN : 2722-4147 P ISSN : 2339-188X OJS : http://journal. id/index. php/INFOKOM DAFTAR PUSTAKA