SARGA : JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM VOLUME 17 NO 2 JULY 2023 P-ISSN: 0853-4748 E-ISSN: 2961-7030 Journal Home Page: https://jurnal2. id/index. php/sarga KARAKTERISTIK AKTIVITAS PENGGUNA RUANG TERBUKA PUBLIK DI ALUN-ALUN PURWOREJO Characteristics of Open Space Users Activity in Alun-Alun Purworejo | Received January 7th 2023 | Accepted July 13th 2023 | Available online July 31st 2023 | | DOI 10. 56444/sarga. 342 | Page 106 - 118 | Ifalia Lutfiah1*. Astari Wulandari2. I Wayan Andhika Widiantara3 aliiayaa2797@gmail. Program Studi Arsitektur. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Indonesia astari@untagsmg. Program Studi Arsitektur. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Indonesia iwayan-andhika@untagsmg. Program Studi Arsitektur. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Indonesia ABSTRAK Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik merupakan alih fungsi sejak didirikan pada tahun 1830 digunakan sebagai kerperluan latihan militer dan kini sebagai ruang terbuka publik. Selain letaknya yang strategis, kehadirannya berfungsi sebagai pusat pemenuhan kebutuhan sarana interaksi masyarakat. Maka dari itu, dilakukan penelitian dengan metode deskriptif kualitatif dan memanfaatkan teknik observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aktivitas pengguna ruang terbuka publik di Alun-Alun Purworejo dengan melakukan pembagian zonasi menjadi empat zona. Dengan adanya keragaman aktivitas, fungsi Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik terpenuhi dengan intensitas aktivitas paling tinggi terdapat pada zona 1. Perubahan fungsi dari Alun Alun Purworejo terjadi sesuai dengan perubahan kebutuhan pengguna ruang publik kawasan perkotaan. Klasifikasi aktivitas yang terdiri dari. aktivitas proses dominan pada area kulit luar, aktivitas transisi dominan pada kulit dalam, dan aktivitas fisik pada area inti. Meskipun demikian perlu perhatian lebih terhadap aspek filosofi, makna, dan kontekstualitas dalam proses desain dan penataan Alun Ae Alun Purworejo dimasa yang akan datang. Kata kunci : Alun-Alun Purworejo, ruang terbuka publik, karakteristik, aktivitas ABSTRCT Purworejo Square as a public open space has been a conversion since its establishment in 1830 used as a military training tool and now as a public open space. In addition to its strategic location, its presence serves as a center for meeting the needs of community interaction facilities. Therefore, research was carried out with qualitative descriptive methods and utilizing observation techniques. This study aims to determine the characteristics of public open space user activities in Purworejo Square by dividing zoning into four zones. With the diversity of activities, the function of Purworejo Square as a public open space is fulfilled with the highest activity intensity in zone 1. Changes in the function of Purworejo Square occur in accordance with the changing needs of users of urban public spaces. Activity classification consisting of. Process activity is dominant in the outer skin area, transition activity is dominant in the inner skin, and physical activity in the core area. However, more attention needs to be paid to aspects of philosophy, meaning, and contextuality in the design process and arrangement of Alun Ae Alun Purworejo in the future. Keywords : Alun-Alun Purworejo, public open space, characteristics, activities SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Karakteristik Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Alun-Alun Purworejo PENDAHULUAN Sejarah Alun Ae Alun Purworejo, tidak terlepas dari peran Bupati Tjokronegoro yang menjabat selama 25 tahun sejak 1831 hingga 1856. Pada masa pemerintahannya dilakukan pengembangan pusat kota di Kabupaten Purworejo yang dilakukan dengan membangun alun-alun, pendopo, dan Masjid Agung Purworejo (Mus, 2. Alun-alun Kota Purworejo adalah ruang publik dengan luas 6 hektar yang dibentuk oleh koridor dan bangunan-bangunan di sekitarnya sebagai elemen Ae elemen pembentuk ruang yang berada di pusat kota Purworejo. Karakteristik fisiknya mengikuti tipologi pusat kota Jawa yang dibangun pada era Ini tercermin dalam fungsi dan gaya bangunan yang ada di sekitar alun-alun. Elemen Ae elemen tersebut meliputi Kantor Bupati Purworejo. Gereja GPIB dan Kantor Pos. Pendopo Kabupaten Purworejo. Masjid JamiAo Darul Muttaqien serta beringin kembar (Lestariningsih. Alun Ae Alun Purworejo dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, keagamaan, pemerintahan, rekreasi, maupun relaksasi. Berbagai jenis kegiatan tersebut menjadi salah satu penyebab munculkan kegiatan ekonomi informal yang ditandai dengan keberadaan para pedagang kaki lima dikawasan alun Ae alun. Keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas Alun Ae Alun Purworejo tampak pada upaya revitalisasi yang dilakukan pada tahun 2017 Ae 2018. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, revitalisasi dianggap efektif dan menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan dalam peningkatan kualitas ruang publik terutama pada aspek aksesibilitas, fungsi dan aktivitas, citra/identitas, serta kenyamanan (Bahtiar, 2. Alun Ae Alun menjadi titik pusat yang mewakili identitas kota. Keadaan dan suasana alun-alun dapat memberikan kesan yang kuat tentang citra kota. Jika alun-alun terawat dengan baik, nyaman, dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang menarik, ini dapat membentuk citra positif tentang kota tersebut. Sebaliknya, jika alun-alun terbengkalai atau tidak aman, ini dapat berdampak negatif pada citra kota. Identitas perkotaan adalah entitas yang bermakna untuk mengembangkan hubungan spasial dan untuk mendukung hubungan antara nilai-nilai sosio lingkungan dan hakikat ruang (Cheshmehzangi & Heat, 2. Seperti yang dijelaskan dalam ilmu sosial, identitas pada dasarnya merupakan 'konstruksi sosial' (Wendt, 1. namun para penulis mengemukakan bahwa identitas ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan apa yang terjadi di dalamnya. Oleh karena itu, identitas dalam lingkungan perkotaan sebagian besar atau sebagian kecilnya ditentukan oleh unsur-unsur lingkungan dan kegiatan atau peristiwa yang berlangsung di dalam lingkungan tersebut. Kegiatan dan peristiwa yang terjadi di Alun Ae Alun Purworejo melibatkan proses interaksi antar individu maupun interaksi individu dengan ruang. Interaksi ini dapat menguatkan rasa kebersamaan dan identitas kolektif sebagai warga kota. Hal ini menjadi salah satu justifikasi mengapa penting untuk mengetahui karakteristik aktivitas di Alun Ae Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik. Menurut Nazaruddin . suatu kota harus memiliki ruang terbuka publik sebagai suatu properti untuk kepentingan hubungan atau interaksi antara masyarakat. Ruang terbuka publik merupakan tempat yang memiliki fungsi sebagai ruang kegiatan menetap dan rutin yang menyediakan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan komunikasi, bermain dan bersantai (Carr, 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aktivitas pengguna ruang pada Alun Ae Alun Purworejo. Lebih lanjut, penelitian ini akan mengungkap kecenderungan pemanfaatan ruang terbuka publik. Dengan memahami SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Ifalia Lutfiah. Astari Wulandari. I Wayan Andhika Widiantara jenis aktivitas yang umum dilakukan, akan tercipta desain ruang publik yang lebih fungsional dan efisien untuk mendukung berbagai kegiatan yang berlangsung di Alun Ae Alun Purworejo. Mengingat desain ruang publik akan berdampak pada kehidupan sosial dan kualitas lingkungan perkotaan (Carmona et al, 2. REVIEW LITERATUR Ruang Terbuka Publik Menurut Hakim . ruang publik pada dasarnya merupakan wadah yang dapat menampung aktivitas tertentu dari masyarakatnya, baik secara individu maupun kelompok. Dari definisi tersebut, ruang terbuka publik adalah wadah bagi masyarakat yang artinya wadah tersebut merupakan elemen-elemen penunjang ruang terbuka publik yang harus mengikuti kebutuhan pengguna fasilitas yaitu masyarakat baik individu maupun kelompok. Dengan demikian, elemen-elemen penunjang ruang terbuka publik dapat digunakan sesuai dengan pola aktivitas masyarakat. Elemen Ae elemen ruang publik menurut Shirvani . seperti taman, area parkir, jalan maupun pedestrian. Namun, tidak hanya taman, area parkir, jalan maupun pedestrian. Elemen ruang terbuka publik juga erat kaitannya dengan perabot atau yang biasa disebut dengan atribut ruang. Ini bisa berupa patung, bangku taman, peralatan bermain, peralatan berolahraga, lampu taman, papan nama, tugu dan lain sebagainya. Atribut ruang terbuka publik harus mudah dimengerti dan digunakan oleh masyarakat. Secara umum, detail untuk atribut ruang haruslah sesuai dengan standar yang ada, sehingga bentuk atribut ruang memiliki dimensi yang sesuai dengan kapasitas penggunanya dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, pemilihan material juga sangat penting mengingat di negara Indonesia memiliki dua musim yaitu : musim kemarau dan musim penghujan. Sehingga material harus menyesuaikan musim agar awet dan tidak mudah rusak ketika terkena air hujan terus menerus selama musim hujan atau terpapar teriknya matahari pada musim kemarau. Pemilihan material dengan baik akan meningkatkan kualitas elemen-elemen penunjang ruang terbuka publik yang nyaman dan dapat menarik masyarakat. Faktor Kebutuhan Aktivitas Ruang Terbuka Publik Elemen-elemen penunjang ruang terbuka publik, erat kaitannya dengan pola aktivitasnya, terdapat beberapa faktor kebutuhan yang mempengaruhi pola aktivitas pemanfaatan ruang terbuka publik antara lain : ruang aktivitias itu sendiri, pelaku dan perilaku aktivitas, dan waktu aktivitas. Menurut Carmona . ada beberapa faktor yang dapat dilihat dari hubungan pengguna aktivitas dengan ruang terbuka publik itu sendiri : Comfort. Rasa nyaman dipengaruhi oleh faktor lingkungan . erhindar dari matahari, angin, dan lain-lai. , kenyamanan fisik . empat duduk yang nyaman, dan lain-lai. , dan kenyamanan sosial dan psikologis. Terakhir adalah tergantung dari karakter dan kualitas dari ruang tersebut. Carr . Dengan demikian, tolak ukur kenyamanan pengguna ruang terbuka publik dapat dilihat dari lamanya tinggal seseorang berada dan menggunakan fasilitas yang ada. SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Karakteristik Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Alun-Alun Purworejo Relaxation. Penelitian Ae penelitian tentang ruang terbuka menunjukkan bahwa tujuan utama kunjungan ke ruang Ae ruang terbuka adalah relaksasi. Perasaan nyaman secara psikologis yang diminati orang di ruang terbuka dapat diciptakan melalui keberadaan elemen air atau vegetasi yang memiliki efek menyegarkan termasuk efek psikologis keberadaan tanaman (Marcus dan Sachs, 2. Passive engagement. Aktivitas ini dipengaruhi oleh fasilitas dan pemandangan yang memungkinkan masyarakat secara pasif hanya duduk atau melihat-lihat di ruang terbuka Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kegiatan pasif ini adalah dengan tata ruang dan pengadaan pertunjukan atau kegiatan yang dapat menarik masyarakat untuk melihatnya. Active engagement. Aktivitas yang secara langsung melibatkan pengguna yaitu interaksi antar pengguna baik dalam bentuk komunikasi maupun kegiatan yang memungkinkan terdapat interaksi secara langsung seperti bersepeda atau berolahraga. Discovery. Ruang terbuka publik juga memiliki peluang untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pembelajaran dan pendidikan berbasis aktivitas discovery (Stine, 1997. Adams 1. Discovery bertujuan meningkatkan kualitas ruang terbuka publik. Kegiatannya antara lain seperti : melihat patung, tugu, dan air mancur. Klasifikasi Aktivitas Menurut (Zhang & Lawson, 2. mengatakan bahwa ia mempergunakan tiga klasifikasi aktivitas pada ruang publik, yaitu : Aktivitas proses, adalah aktivitas peralihan dari dua atau lebih aktivitas. Bentuk dari aktivitas ini biasanya merupakan pergerakan atau peralihan dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya. Aktivitas fisik, yaitu aktivitas yang terjadi ketika dua orang atau lebih melakukan interaksi satu sama lainnya secara langsung seperti komunikasi atau aktivitas sosial lainnya. Aktivitas transisi, berupa aktivitas yang dilakukan tanpa tujuan yang spesifik dan biasanya dilakukan secara individual seperti duduk dan mengamati pemandangan. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisa deskriptif untuk menjelaskan fenomena yang terjadi terkait dengan karakter aktivitas pengguna ruang. Selain ini melalui metode tersebut akan diketahui pola pemanfaatan ruangnya. Observasi terhadap aktivitas yang terjadi di dalam Alun-Alun Purworejo akan dilakukan. Observasi ini menggunakan pendekatan place-centered mapping untuk mengetahui bagaimana manusia memanfaatkan, menggunakan, dan mengakomodasikan aktivitas atau perilakunya dalam suatu waktu pada tempat tertentu. Menurut Sommer, dalam Haryadi & Setiawan . teknik place-centered mapping ini digunakan untuk mengetahui bagaimana manusia atau sekelompok manusia memanfaatkan, menggunakan, dan mengakomodasikan perilakunya dalam suatu waktu di tempat tertentu. Sehingga dapat ditentukan pola intensitas aktivitas yang ada dan dapat dijadikan pembelajaran untuk meratakan intensitas aktivitas yang masih ditemukan overlapping agar ruang terbuka publik Alun-Alun Purworejo dapat digunakan tidak hanya nyaman namun juga efisien dan merata. Tabel dibawah ini menunjukkan klasifikasi objek amatan pada penelitian yang dilakukan. SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Ifalia Lutfiah. Astari Wulandari. I Wayan Andhika Widiantara Tabel 1. Pembagian Objek Amatan Objek Amatan Sub-objek amatan Unit amatan Pengguna Ruang (Perso. Pelaku Aktivitas Jenis Kelamin Usia Jenis Aktivitas Intensitas Aktivitas Zonasi Zona 1,2,3,4 Jenis Ruang Jenis Atribut Hubungan Atribut Temporal Senin - Minggu Pukul 16. 00 Ae 17. 30 WIB (Waktu dimana jumlah pengunjung meningka. Aktivitas Sumber: Penyusun, 2023 KONDISI SPASIAL ALUN Ae ALUN PURWOREJO Lokasi observasi dalam penelitian ini adalah di Alun-Alun Purworejo. Kabupaten Purworejo. Provinsi Jawa Tengah dengan luas A62. 500 mA. Batas Ae batas spasial di sekitar Alun Ae Alun Purworejo meliputi: sebelah utara berbatasan dengan Tugu Gunungan Wayang Purworejo di Jalan Mayjen Sutoyo dan Art Center Purworejo. sebelah selatan berbatasan dengan Kodim Purworejo di Jalan Urip Sumoharjo dan Romansa Kuliner. sebelah barat berbatasan dengan Kantor Satlantas Polres di Jalan Proklamasi dan Masjid Agung Darul Muttaqin. sebelah timur berbatasan dengan Tugu Gunungan Wayang Purworejo di Jalan Urip Sumoharjo & Kantor Pos. Gambar 1 Citra Satelit Alun-Alun Purworejo Sumber: Google Earth, 2022 Lokasi alun-alun yang berada di pusat kota Purworejo, menjadikan ruang publik tersebut sebagai salah satu destinasi masyarakat untuk melepas penat, bermain, berolah raga, maupun hanya sekedar menghabiskan waktu dengan duduk dan bersantai. Selain itu pemerintah daerah memanfaatkan Alun-Alun Purworejo untuk berbagai jenis kegiatan skala lokal seperti SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Karakteristik Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Alun-Alun Purworejo konser musik, pengajian akbar, maupun upacara. Kondisi Alun Ae Alun Purworejo saat ini tidak terlepas dari penerapan kebijakan revitalisasi yang diamanatkan pada Peraturan Daerah Kabupaten \Purworejo no 10 tahun 2021 tentang rencana tata ruang wilayah. Langkah tersebut dianggap berhasil mengatasi berbagai permasalahan dan meningkatkan kualitas Alun Ae Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik bahkan dikatakan memiliki potensi sebagai tujuan wisata favorit berkat tingkat kenyamanan serta fasilitas penunjangnya (Arrojab, 2. Kenyamanan pengguna ruang publik tidak terlepas dari peran elemen keras dan elemen lunak sebagai atribut ruang. Elemen lunak pada Alun Ae Alun Purworejo meliputi tanaman perdu, pohon peneduh, pohon beringin kembar sebagai identitas, maupun tanaman penutup lantai. Sedangkan elemen keras meliputi perabot jalan, fasilitas taman dan sebagainya. Pengunjung Alun Ae Alun Purworejo memiliki banyak pilihan untuk berkegiatan di ruang publik dengan memanfaatkan fasilitas Ae fasilitas yang telah disediakan sebagai satu daya tarik. Fasilitas Ae fasilitas tersebut terletak di beberapa area yang memungkinkan terjadinya interaksi antar pengunjung berupa kegiatan aktif maupun pasif. Pada artikel ini fasilitas ruang publik akan disebut sebagai atribut ruang publik atas dasar perannya Berdasarkan hasil observasi gambar 2 dibawah ini menunjukkan sebaran atribut ruang publik pada Alun Ae Alun Purworejo. Apabila dicermati, atribut tersebut telah tersebut secara merata dan dapat menunjang berbagai kegiatan baik yang bersifat aktif maupun pasif. Kegiatan aktif pada Alun Ae Alun Purworejo berada pada area tempat bermain, fitness playground, lapangan, area sangkar burung, panggung terbuka, dan spot foto. Sedangkan kegiatan pasif biasanya dilakukan pada area pendopo, tempat duduk, gazebo, tugu, patung tematik. Kegiatan masyarakat dalam memanfaatkan ruang publik meningkat pada akhir pekan terutama pada pagi, sore hingga Gambar 2 Jenis dan Atribut Ruang Terbuka Publik di Alun-Alun Purworejo Sumber: Penyusun, 2023 SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Ifalia Lutfiah. Astari Wulandari. I Wayan Andhika Widiantara ZONING AKTIFITAS ALUN Ae ALUN PURWOREJO Dua pohon beringin (Ringin Kemba. sebagai pusat Alun Ae Alun Purworejo dikelilingi oleh ruang terbuka yang berupa lapangan rumput. Keberadaan pohon beringin tersebut merupakan simbol kehidupan. Pada peradaban Jawa tradisional, kediaman pemimpin / penguasa selalu dilengkapi dengan alun Ae alun yang melambangkan keagungan Tuhan. adanya kehidupan . ang diwakili oleh pohon beringi. pada ruang kosong (Susanti, 2. Pada masa lalu, keberadaan alun Ae alun berkaitan erat dengan keraton sebagai pusat orientasi perkembangan kota yang mempertimbangkan konsep kosmologis (Hadinoto, 1. Gambar 3. Zoning Alun Ae Alun Purworejo Sumber: Penyusun, 2023 Proses observasi terhadap aktivitas ruang publik di Alun Ae Alun Purworejo diawali dengan melakukan pembagian zonasi untuk memudahkan proses klasifikasi. Alun Ae alun dibagi dalam empat area dengan pohon beringin sebagai pusatnya, seperti yang terlihat pada gambar 3. Pembagian tersebut didasarkan atas karakter aktivitas dan jenis atribut ruang. Pada setiap sudut alun Ae alun tampak sebuah atribut ruang yang ikonik. seperti keberadaan Tugu Clorot, durian dan manggis pada zona 1. Tulisan AuPURWOREJOAy pada zona 2. Patung tematik tokoh film superhero pada zona 3. Gapura dan ceremonial zone pada zona 4. Zona 1, 2, dan 3 menunjukkan kecenderungan aktivitas yang bersifat informal seperti rekreasi, relaksasi, maupun olahraga. Aktivitas tersebut dilaksanakan baik secara individu maupun berkelompok. Sedangkan pada zona 4 aktivitas yang diselenggarakan bersifat formal dan informal. Sama seperti zona lainnya, kegiatan rekreasi, relaksasi, dan olahraga ditemukan dengan mudah. Sedangkan sifat formal pada zona 4 tampak pada aktivitas upacara maupun kegiatan protokoler yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Aktivitas tersebut didukung oleh keberadaan panggung terbuka, gapura dan ceremonial zone. SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Karakteristik Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Alun-Alun Purworejo Aktivitas Pengguna Ruang pada Zona 1 Jenis dan atribut ruang pada Zona 1 adalah tugu clorot, manggis, dan durian, taman bermain anak-anak, spot foto . erdiri dari spot foto dan juga tempat dudu. , tugu purworejo, lapangan, tangkar burung, dan pendopo. Selama observasi dari hari senin sampai minggu terlihat aktivitas yang terjadi pada zona 1 memiliki persamaan, sehingga dapat disimpulkan pola aktivitas yang signifikan pada area tersebut. Sekeliling atau sepanjang jalan Alun-Alun Purworejo atau pada outline-nya selain sebagai tempat parkir, aktivitas lainnya adalah jogging, jalan santai, dan sepeda santai dan skuter listrik. Untuk jalan raya sendiri seperti pada umumnya, penuh dengan pengendara motor, mobil, bis, dan lain sebagainya. Bagian dalam Alun-Alun Purworejo memiliki aktivitas pada setiap ruangnya dalam zona 1. Aktivitas pada lapangan adalah futsal dan atau sepak bola, beberapa lainnya hanya duduk dan berfoto. Aktivitas olahraga futsal dan atau sepak bola memiliki kuantitas paling besar di lapangan Alun-Alun Purworejo. Gambar 4. Patung tematik (A). Tugu Clorot. Durian dan Manggis (B). Taman Bermain (C) Sumber: Dokumentasi Penyusun, 2023 Tugu clorot, manggis, dan durian berada pada sudut Alun-Alun Purworejo, sehingga menjadi salah satu icon yang banyak diminati pengunjung. Selain sebagai lokasi foto-foto. Terdapat tempat duduk beton mengelilingi tugu. Selama observasi terlihat banyak yang menggunakannya sebagai tempat duduk santai dan beberapa lainnya hanya berjalan Taman bermain anak-anak ramai aktivitas anak-anak yang bermain ditemani oleh orang tua mereka dengan menggunakan permainan atau fasilitas yang tersedia pada taman bermain anak-anak, seperti : jungkat jungkit, prosotan, dan ayunan. Terdapat juga beberapa tempat duduk yang banyak diduduki orang dewasa. Spot foto dan tugu Purworejo ramai aktivitas duduk-duduk santai di tempat duduk dan pendopo. Aktivitas foto-foto juga banyak terlihat, mengingat memang jenis ruang spot foto yang memiliki banyak atribut patung-patung yang menarik. Aktivitas Pengguna Ruang pada Zona 2 Atribut ruang pada zona 2 meliputi patung tematik, spot foto, tugu Purworejo, fitness playground, dan lapangan. Atribut zona 2 antara lain adalah tempat duduk, dan pendopo. Pada zona ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan karena jenis ruangnya yang beragam. Patung tematik berada pada sudut timur laut Alun-Alun Purworejo memiliki tingkat kunjung paling sepi dibandingkan ruang lain pada zona 2 ini. Terlihat hanya beberapa duduk santai dan beberapa lainnya foto-foto di depan patung tematik. Sama halnya dengan zona 1, spot foto dan tugu Purworejo ramai aktivitas duduk-duduk santai dan foto-foto dengan beberapa patung dan atribut yang tersedia pada ruang spot foto. SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Ifalia Lutfiah. Astari Wulandari. I Wayan Andhika Widiantara Fitness playground ramai dinikmati dari mulai anak-anak hingga lansia. Dikarenakan tidak hanya terdapat peralatan fitness, atribut lainnya adalah batu koral untuk pijakan dan kursi Sehingga fitness playground merupakan ruang serbaguna yang tidak membatasi usia Aktivitasnya adalah pengguna fasilitas fitness, batu pijakan, dan duduk-duduk santai di kursi taman. Aktivitas pada lapangan pada zona 2 sama dengan zona 1 karena memiliki luas ruang yang sangat besar dan aktivitas seperti duduk duduk santai sehingga terjadi overlapping aktivitas terhadap ruang di sekitar lapangan. Namun dengan pembagian zonasi, kapasitas pengunjung yang besar dengan aktivitas yang sama tidak akan mengganggu satu sama lain. Aktivitas di lapangan adalah futsal dan atau sepak bola, beberapa lainnya hanya duduk dan foto-foto. Gambar 5. Fitness Playground (A). Patung Tematik (B). Pendopo (C) Sumber: Dokumentasi Penyusun, 2023 Aktivitas Pengguna Ruang pada Zona 3 Hasil observasi pada zona 3 yang memiliki jenis ruang, yaitu : sebagian ruang gapura dan ceremonial zone, lapangan, panggung terbuka atau amphitheater, taman bermain anak-anak. Jenis ruang paling ramai dan paling penuh dengan pengunjung adalah taman bermain anak-anak dan lapangan. Ruang gapura dan ceremonial zone sebagian besar masuk dalam Mengingat di sekitar tiang bendera ruangnya luas dan memiliki tempat duduk beton di Selain tiang bendera yang memang hanya digunakan ketika hari-hari besar, aktivitas paling ramai adalah duduk-duduk santai. Pada ruang tengah atau lapangan dari Alun-Alun Purworejo memiliki intensitas pengunjung tinggi dibandingkan zona lain. Jumlah pengunjung pada zona 3 memiliki kuantitas tertinggi kedua setelah zona 1. Aktivitasnya adalah futsal dan atau sepak bola. Bahkan terdapat coach yang memberikan arahan dan pelatihan, jadi tidak hanya bermain-main saja. Gambar 6. Panggung Terbuka (A). Lapangan Alun Ae Alun (B). Gapura (C) Sumber: Dokumentasi Penyusun, 2023 SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Karakteristik Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Alun-Alun Purworejo Panggung terbuka atau amphitheater selama observasi digunakan atau dimanfaatkan sebagai aktivitas duduk-duduk santai dan olahraga ringan. Mengingat panggung terbuka hanya dapat dilakukan pertunjukan dengan dan atas izin dari UPT PKA (Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Kawasan Alun-Alu. Sehingga akan ramai pengunjung melihat pertunjukan hanya ketika sudah ada izin dilakukannya pertunjukan seni seperti konser musik dan pertunjukan Tari Dolalak. Tempat bermain anak-anak sebagian besar masuk dalam zona 1. Sehingga bagian lainnya yang masuk zona 3 adalah atribut kursi duduk. Aktivitas paling ramai adalah dudu-duduk santai. Terdapat juga Gong Perdamaian Nusantara Purworejo yang ramai sebagai tempat foto dan tempat duduk di sekitarnya yang banyak diduduki oleh orang dewasa. Aktivitas Pengguna Ruang pada Zona 4 Pada zona 4 terdiri dari area dengan atribut ruang tulisan AuPURWOREJOAy, fitness playground, gapura dan ceremonial zone, dan lapangan. Atribut lainnya adalah tempat duduk, gazebo, tempat cuci tangan portable, dan patung seperti spiderman dan batman. Tulisan AuPURWOREJOAy sendiri berada di sudut tenggara Alun-Alun Purworejo. Sebenarnya, dalam area ini terdapat air mancur yang tidak setiap hari menyala. Dikarenakan selama observasi fasilitas air mancur sedang tidak dinyalakan, maka aktivitas yang terjadi adalah duduk santai di taman dan beberapa orang foto-foto juga ada yang melakukan olahraga ringan. Sebagaimana pada zona 2, fitness playground memiliki luas ruang yang cukup besar, sehingga sebagian darinya walaupun tidak sepenuhnya, masih masuk dalam zona 4. Sebagian besar yang masuk zona 4 adalah ruang tempat duduk-duduk dan gazebo disekitar fitness playground. Sehingga aktivitas paling ramai adalah duduk-duduk santai pada tempat duduk dan gazebo. Gambar 7. Fitness Playgournd (A). Tiang Bendera dan Lapangan (B). Tulisan Purworejo (C) Sumber: Dokumentasi Penyusun, 2023 Gapura memiliki icon yang berperan besar dalam estetika Alun-Alun Purworejo. Ukurannya yang besar dan bentuknya yang iconic. Aktivitas utama hanya duduk-duduk santai. Sementara pada ceremonial zone terdapat tiang bendera yang digunakan hanya ketika ada upacara-upacara besar seperti Hari Memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia. Lapangan yang berada di sekitar gapura cenderung sepi dikarenakan aktivitas di lapangan paling ramai terdapat pada bagian barat dari Alun-Alun Purworejo. Hanya ada kegiatan futsal dan atau sepak bola, beberapa lainnya duduk santai di sekitar gapura. SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Ifalia Lutfiah. Astari Wulandari. I Wayan Andhika Widiantara Klasifikasi Karakteristik Aktivitas Pengguna Alun-Alun Purworejo Karakteristik aktivitas pengguna ruang publik Alun Ae Alun Purworejo di klasifikasikan berdasarkan jenisnya yaitu aktivitas proses, fisik, dan transisi seperti yang diuraikan pada tabel 2 berikut. Sedangkan secara visual, gambaran kepadatan aktivitas pengguna ruang publik di Alun Ae Alun Purworejo tampak pada gambar 8. Tabel 2. Klasifikasi Aktivitas Berdasarkan Zoning Zona Zona 1 Zona 2 Zona 3 Zona 4 Klasifikasi Aktivitas Keterangan a Aktivitas proses: aktivitasnya terjadi pada sekitar jalan raya Alun-Alun Purworejo, yaitu : pengendara motor, mobil yang parkir kendaraan di outline Alun-Alun Purworejo. a Aktivitas fisik: lari, pengguna fasilitas bermain anak-anak, sepak bola, dan futsal. a Aktivitas transisi: duduk santai, jalan-jalan santai . i dalam dan di jalur pejalan kaki atau outline Alun-Alun Purworej. dan foto-foto. a Aktivitas proses : aktivitasnya terjadi pada sekitar sekitar jalan raya Alun-Alun Purworejo, yaitu : pengendara motor, mobil yang parkir kendaraan di outline Alun-Alun Purworejo. a Aktivitas fisik : lari, pengguna fasilitas di ruang fitness playground, sepak bola, dan a Aktivitas transisi : duduk santai, jalan-jalan santai dan foto-foto. a Aktivitas proses : aktivitasnya terjadi pada sekitar jalan raya Alun-Alun Purworejo, yaitu : pengendara motor, mobil yang parkir kendaraan di outline Alun-Alun Purworejo. a Aktivitas fisik : lari, futsal, sepak bola, olahraga atau pemanasan ringan dan pengguna fasilitas ceremonial zone yang hanya terjadi pada hari-hari besar. a Aktivitas transisi : duduk santai, jalan-jalan santai . i dalam dan di jalur pejalan kaki atau outline Alun-Alun Purworej. dan foto-foto. a Aktivitas proses : aktivitasnya terjadi pada sekitar jalan raya Alun-Alun Purworejo, yaitu : pengendara motor, mobil yang parkir kendaraan di outline Alun-Alun Purworejo. a Aktivitas fisik : lari, futsal, sepak bola, olahraga ring`an, dan kegiatan di panggung terbuka ketika ada kegiatan yang diizinkan oleh UPT PKA seperti yang pernah dilakukan adalah konser musik dan pertunjukan tarian a Aktivitas transisi : duduk santai, jalan-jalan santai . i dalam dan di jalur pejalan kaki atau outline Alun-Alun Purworej. dan foto-foto. Aktivitas dominan terjadi pada taman bermain anak-anak, tugu clorot, manggis, dan durian. Overlapping aktivitasnya adalah duduk-duduk foto-foto. Aktivitas dominan terjadi pada Overlapping aktivitasnya adalah duduk-duduk santai dan foto-foto. Aktivitas dominan terjadi pada AuPURWOREJOAy, gapura, dan Overlapping aktivitasnya adalah duduk-duduk santai dan foto-foto. Aktivitas dominan terjadi pada bermain, gapura, dan lapangan. Overlapping aktivitasnya adalah duduk-duduk foto-foto. Sumber: Penulis, 2022 SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Karakteristik Aktivitas Pengguna Ruang Terbuka Publik di Alun-Alun Purworejo Gambar 8. Sebaran Aktivitas Pengguna Ruang Berdasarkan Klasifikasinya Sumber: Analisa, 2023 Aktivitas fisik dan transisi terdapat pada seluruh zona. Aktivitas fisik sebagian besar berlangsung pada area inti yaitu area terbuka seperti lapangan, playground dan area fitness dimana disediakan fasilitas olah raga. Aktivitas transisi sebagian besar berlangsung pada area kulit dalam yang berupa jalur pejalan kaki yang mengelilingi alun Ae alun. Sedangkan aktivitas proses berlangsung area kulit luar pada seluruh zona yang berupa area parkir di sekeliling Alun Ae Alun Purworejo. Aktivitas proses, fisik, dan transisi berlangsung secara merata dan tidak nampak adanya permasalahan yang berarti. Setiap area pada masing Ae masing zonasi menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam mengelola ruang terbuka publik melalui kelengkapan atribut ruang yang cukup beragam dan terletak secara merata pada seluruh area alun Ae alun. Dengan demikian seluruh area alun Ae alun dimanfaatkan dengan baik oleh pengguna. Jenis aktivitas pengguna ruang ditentukan oleh jenis atribut ruangnya serta kebutuhan pengguna ruang. Disisi lain, apabila melihat peran, filosofi, dan sejarah Alun Ae Alun Purworejo di masa lalu, beberapa atribut ruang pada Alun Ae Alun Purworejo seperti patung tokoh film superhero yang tampak kurang kontekstual. Keberadaannya memang menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk berswafoto dan menambah Auwarna baruAy akan tetapi tidak relevan dengan konsep kosmologi alun Ae alun di Jawa. Wilayah alun-alun bukan sekadar sebuah lapangan terbuka di pusat kota, melainkan juga mempunyai makna yang terhubung dengan kosmologi Jawa. Dalam hubungan ini, alun-alun dianggap sebagai pusat mikrokosmos dan makrokosmos (Hasim, 2. Tata letak alun-alun memperhatikan persilangan garis sumbu utara-selatan dan timur-barat, dengan titik pertemuan di tengah dianggap sebagai titik inti (Wiryomartono. SARGA - VOLUME 17 NO. 2 JULY 2023 Ifalia Lutfiah. Astari Wulandari. I Wayan Andhika Widiantara KESIMPULAN Dengan adanya keragaman aktivitas, fungsi Alun-Alun Purworejo sebagai ruang terbuka publik terpenuhi dengan intensitas aktivitas paling tinggi terdapat pada zona 1. Perubahan fungsi dari Alun Alun Purworejo terjadi sesuai dengan perubahan kebutuhan pengguna ruang publik kawasan perkotaan. Klasifikasi aktivitas yang terdiri dari. aktivitas proses dominan pada area kulit luar, aktivitas transisi dominan pada kulit dalam, dan aktivitas fisik pada area inti. Meskipun demikian perlu perhatian lebih terhadap aspek filosofi, makna, dan kontekstualitas dalam proses desain dan penataan Alun Ae Alun Purworejo di masa yang akan datang. Dengan demikian, akan tercipta ruang publik yang mencerminkan identitas dan nilai Ae nilai lokalitas. DAFTAR PUSTAKA Barker. Ecological Psychology: Concepts and Methods for Studying the Environment of Human Behavior. Stanford. California: Stanford University Press. Carmona. Heath. Tiesdell. , & Oc. Public places, urban spaces: the dimensions of urban design. Routledge. Carr. Stephen, et all. Public Space. USA: Cambridge University Press Cheshmehzangi. , & Heat. Urban identities: influences on socio-environmental values and spatial inter-relations. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 36, 253-264. Hakim. Rustam. Unsur Perancangan Dalam Arsitektur Lanskap. Jakarta: PT. Bina Aksara. Haryadi B Setiawan, . Arsitektur Lingkungan Dan Perilaku. Yogyakarta. Direktorat Jendral Pendidikan Hasyim. Makna Arsitektur Masjid Pakualaman dalam Tinjauan Kosmologi Jawa. Analisa: Journal of Social Science and Religion, 18. , 211-227. Jogiyanto. Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Kelima. BPFE. Yogyakarta. John Wiley & Sons. Memarovic. Langheinrich. Alt. Elhart. Hosio. , & Rubegni. Novembe. Using public displays to stimulate passive engagement, active engagement, and discovery in public spaces. In Proceedings of the 4th Media Architecture Biennale Conference: Participation . Lestariningsih. Kajian Alun-alun Kota Purworejo: Dari Aspek Fungsi Ruang Publik. Teodolita: Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik, 17. Marcus. , & Sachs. Therapeutic landscapes: An evidence-based approach to designing healing gardens and restorative outdoor spaces. Mus. Peran Raden Adipati Aryo Tjokronegoro dalam membangun Kabupaten Purworejo tahun 1831-1856. Rasyid Shani. 5 Tarian Dolalak. Kesenian Khas Purworejo Bentuk Akulturasi Budaya Jawa-Belanda. Merdeka. 1 Juni 2020. Shirvani. Hamid. The Urban Design Process. Van Nostrand Reinhold: New York Stine. Landscapes for learning: Creating outdoor environments for children and youth. Susanti. Identifikasi pemanfaatan alun-alun malang. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 7. , 124-28. Wulandari. Taman Indonesia Kaya sebagai Ruang Terbuka Publik di Semarang Berdasarkan Kebutuhan Pengguna. RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal Of The Built Environmen. , 7. , 171-186. doi:10. 24843/JRS. UCAPAN TERIMA KASIH