Feedforward: Journal of Human Resource Vol. No. April 2023 Faculty of Economics and Business Pelita Harapan University PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN PENGETAHUAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP BUSINESS PERFORMANCE Albet Donova. Oey Hannes Widjaja. Herlina Budiono. Lianah The. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Tarumanagara. Jakarta. Indonesia Program Studi Pendidikan Keagaman. STAB Nalanda. Jakarta. Indonesia e-mail: hannesw@fe. (Corresponding Author indicated by an asterisk *) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan dan pengetahuan kewirausahaan terhadap business performance UMKM di sektor perdagangan di Belitung Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan waktu penelitian cross sectional. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang disebarkan kepada 60 UMKM di industri perdagangan di Belitung Timur. Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah partial least square dengan menggunakan software SMARTPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dan pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif signifikan terhadap business performance UMKM Perdagangan di Belitung Timur. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan lebih banyak variabel inpenden lain yang bisa berpengaruh terhadap kinerja bisnis atau business performance seperti literasi keuangan, locus of control, dan inovasi. Kata Kunci: Kepemimpinan. Pengetahuan Kewirausahaan. Business Performance ABSTRACT This study aims to determine the effect of leadership and entrepreneurial knowledge on the business performance of MSMEs in the trade sector in East Belitung. This research is a quantitative research with cross sectional research time. The data collection method used in this study was a questionnaire distributed to 60 MSMEs in the trading industry in East Belitung. The data processing method used in this study is partial least squares using SMARTPLS software. The results of the study show that leadership and entrepreneurial knowledge have a significant positive effect on the business performance of trading SMEs in East Belitung. Future research can use more independent variables that can affect business performance or business performance such as financial literacy, locus of control, and innovation. Keywords: Leadership. Entrepreneurial Knowledge. Business Performance Feedforward: Journal of Human Resource Vol. No. April 2023 Faculty of Economics and Business Pelita Harapan University PENDAHULUAN Pada beberapa tahun terakhir ini. UMKM memiliki peranan yang sangat penting terhadap roda perekonomian Indonesia. Hal ini terbukti dari Peran UMKM yang jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha. Kontribusi UMKM terhadap PDB juga mencapai 60,5%, dan terhadap penyerapan tenaga kerja adalah 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional (Limanseto, 2. Informasi tersebut membuktikan bahwa memang UMKM merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk perekonomian Indonesia, dan penelitian mengenai UMKM perlu terus dijalankan untuk dapat terus menjaga kinerja dari UMKM di Indonesia sendiri. Belitung Timur merupakan salah satu objek lokasi yang sangat penting untuk diteliti. Oleh karena itu, penelitian ini akan meneliti UMKM di Belitung Timur. Selanjutnya, sektor yang akan diteliti adalah sektor perdagangan. Alasan dari sektor perdagangan yang diteliti adalah karena jumlah UMKM di sektor perdagangan yang sangat tinggi mencapai 543 usaha. Tentunya perkembangan UMKM secara geografis di Indonesia pun berbeda-beda. Dalam penelitian ini. UMKM yang akan diteliti adalah UMKM di Belitung Timur. Alasan dari pemilihan Belitung Timur adalah dikarenakan jumlah UMKM di Belitung Timur terus mengalami peningkatan terutama setelah pandemi COVID-19. Menurut Nurhayati . , saat ini pelaku UMKM di Belitung Timur berjumlah 13. 000-an. Jika diakumulasikan dengan jumlah penduduk sekitar 130 ribu, maka 10 persen masyarakat bergantung pada sektor Selain itu, beberapa program pemerintah juga terus dijalankan, salah satunya adalah keputusan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, untuk terus meningkatkan kemampuan bisnis para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui pelatihan manajemen produk dan pemasaran (Ahmadi, 2. Terdapat banyak faktor yang dapat memengaruhi kinerja UMKM di Belitung Timur itu sendiri. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Paudel . , faktor kepemimpinan dapat memengaruhi kinerja UMKM. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Manampiring et al. , faktor pengetahuan terhadap kewirausahaan memengaruhi kinerja UMKM. Oleh karena itu, kedua faktor ini yang akan diteliti. Kepemimpinan telah didefinisikan sebagai keterampilan membujuk sekelompok individu untuk bertindak menuju mencapai tujuan bersama oleh Ward . Dia mengklaim bahwa kepemimpinan yang baik didasarkan pada ide-ide yang baik . aik asli atau pinjama. Namun, agar efektif, ide-ide itu harus dikomunikasikan kepada orang lain sedemikian rupa sehingga mereka akan bertindak sesuai keinginan pemimpin. Saat seorang pemilik bisnis memiliki gaya kepemimpinan yang baik, mereka akan mampu untuk mengarahkan bisnis ke arah yang benar dan mampu mengkomunikasikan visi yang diharapkan juga. Hal ini membuat kepemimpinan yang baik dari pemimpin akan meningkatkan kinerja UMKM di Belitung Timur. Faktor kedua yang memengaruhi kinerja bisnis adalah pengetahuan kewirausahaan. Pengetahuan kewirausahaan didefinisikan sebagai apresiasi individu terhadap keterampilan, mentalitas, dan konsep kewirausahaan yang diharapkan dari pencipta usaha. Pengetahuan kewirausahaan diperoleh dan ditingkatkan melalui keterlibatan wirausahawan yang dilakukan dalam kegiatan kewirausahaan. Saat sebuah perusahaan terus memberikan dukungan terhadap karyawan dan memberikan pendidikan kewirausahaan terhadap karyawan, maka karyawan akan mengetahui dan memiliki sikap yang diperlukan untuk bertindak dan mengembangkan Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan kinerja bisnis UMKM. Feedforward: Journal of Human Resource Vol. No. April 2023 Faculty of Economics and Business Pelita Harapan University TINJAUAN PUSTAKA Opportunity based Entrepreneurship Theory Teori ini menjelaskan bahwa wirausaha dan kewirausahaan, wirausahawan selalu mencari perubahan, meresponsnya, dan memanfaatkannya sebagai peluang. Apa yang tampak dalam konstruk peluang Drucker adalah bahwa wirausahawan lebih memperhatikan kemungkinan yang diciptakan oleh perubahan daripada masalah. Hal ini didasarkan pada penelitian untuk mengetahui perbedaan antara manajemen kewirausahaan dan manajemen Dia menyimpulkan bahwa pusat manajemen kewirausahaan adalah Aumengejar peluang tanpa memperhatikan sumber daya yang saat ini dikendalikanAy. Pengusaha tidak menyebabkan perubahan . eperti yang diklaim oleh sekolah Schumpeter atau Austri. tetapi memanfaatkan peluang yang diciptakan oleh perubahan . alam teknologi, preferensi konsumen, dan lain-lai. (Drucker, 1. Lebih lanjut ia mengatakan. AuIni mendefinisikan wirausaha dan kewirausahaan, wirausahawan selalu mencari perubahan, meresponsnya, dan memanfaatkannya sebagai peluangAy. Apa yang tampak dalam konstruk peluang Drucker adalah bahwa wirausahawan lebih memperhatikan kemungkinan yang diciptakan oleh perubahan daripada masalah. Stevenson . memperluas konstruksi berbasis peluang Drucker untuk memasukkan akal. Hal ini didasarkan pada penelitian untuk mengetahui perbedaan antara manajemen kewirausahaan dan administrasi manajemen. Dia menyimpulkan bahwa pusat manajemen kewirausahaan adalah Aumengejar peluang tanpa memperhatikan sumber daya yang saat ini dikendalikanAy. Kepemimpinan Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi, mengajak, mengarahkan, merencanakan dan menyusun strategi, memberikan motivasi, mengoordinasikan dan menggerakkan para staf/karyawan di bawahnya untuk saling bekerja sama dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan organisasi (Muafi et al. , 2. Pengetahuan Kewirausahaan Menurut Kurtoglu . , pengetahuan didefinisikan sebagai fakta atau gagasan yang direalisasikan yang berasal dari karya, penelitian, pendidikan, dan pengamatan atau Itu telah diproduksi atau diperoleh baik secara eksplisit dari sumber terbuka atau implisit, terutama oleh interaksi orang-orang yang bekerja satu sama lain. Istilah pengetahuan eksplisit menyatakan bentuk-bentuk absolut. itu adalah tujuan konkret, rasionalisme dan objektivitas, seperti desain teknik, spesifikasi produk dan produksi, spesifikasi kinerja, daftar pemasok, arahan pembelian, dan lain-lain. Business performance Menurut Andonov et al. , business performance adalah pencapaian tujuan organisasi yang terkait dengan profitabilitas dan pertumbuhan penjualan dan pangsa pasar, serta pencapaian tujuan strategis perusahaan secara umum. Kepemimpinan terhadap Business performance Menurut penelitian yang dilakukan oleh Khuong & Nguyen . , saat seorang pemilik bisnis memiliki gaya kepemimpinan yang baik, mereka akan mampu untuk mengarahkan bisnis ke arah yang benar dan mampu mengkomunikasikan visi yang diharapkan juga. Menurut Agustine dan Edalmen . , gaya kepemimpinan merupakan faktor utama pendukung dan pendorong dalam memimpin karyawan untuk meningkatkan Feedforward: Journal of Human Resource Vol. No. April 2023 Faculty of Economics and Business Pelita Harapan University Keberhasilan suatu organisasi sangat bergantung pada gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh organisasi itu. Hal ini membuat kepemimpinan yang baik dari pemimpin akan meningkatkan kinerja perusahaan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Paudel . , terdapat 2 jenis kepemimpinan yaitu kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan transaksional. Keduanya memiliki keterkaitan dengan business performance. Pemimpin transformasional membentuk visi yang menginspirasi dan memotivasi audiens sasaran. Pemimpin transformasional berusaha untuk meningkatkan pengikut dan pemimpin untuk tampil lebih baik dengan tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Dalam kepemimpinan transformasional, karyawan diberdayakan dan merasa terdorong dan berdedikasi untuk membantu dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi. Begitu juga dengan kepemimpinan transaksional yang dibuat berdasarkan pertukaran antara pemimpin dan pengikut. Pengikut dirangsang dengan imbalan dalam hubungan berbasis pertukaran. Para pemimpin akan menawarkan hadiah berdasarkan apa yang dibahas dalam kontrak formal karyawan. Hubungan berakhir sebagaimana dinyatakan dalam ketentuan kontrak atau akan batal jika imbalan yang dijanjikan tertunda atau tidak tercapai. Kepemimpinan diidentifikasi sebagai subjek penting dalam bidang perilaku organisasi. Kepemimpinan memiliki efek paling dinamis selama interaksi individu dan organisasi. Dengan kata lain, kemampuan manajemen untuk melaksanakan Auupaya kolaborasiAy bergantung pada kemampuan kepemimpinan. Pemimpin yang unggul tidak hanya menginspirasi potensi bawahan untuk meningkatkan efisiensi tetapi juga memenuhi persyaratan mereka dalam proses pencapaian tujuan organisasi (Ausat et al. , 2. Pengetahuan kewirausahaan terhadap Business performance Pengetahuan kewirausahaan diperoleh dan ditingkatkan melalui keterlibatan wirausahawan yang dilakukan dalam kegiatan kewirausahaan. Saat sebuah perusahaan terus memberikan dukungan terhadap karyawan dan memberikan pendidikan kewirausahaan terhadap karyawan, maka karyawan akan mengetahui dan memiliki sikap yang diperlukan untuk bertindak dan mengembangkan bisnis. Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan kinerja bisnis perusahaan. Kinerja organisasi dan perkembangannya dapat ditingkatkan jika pegawai memiliki pengetahuan yang baik, maka pegawai dapat menyelesaikan tugasnya dan bekerja secara efektif dan efisien. Hal tersebut masih belum efektif karena masih belum adanya knowledge management yang dimiliki oleh karyawan. Dengan demikian, knowledge management dalam organisasi dapat berguna sebagai keadaan yang menciptakan, memperoleh, mentransfer, dan mengarah pada penggunaan pengetahuan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Knowledge management sebagai bagian dari kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau lembaga untuk mengidentifikasi, membuat, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan yang akan digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya berkaitan dengan tujuan organisasi dan ditujukan untuk mencapai hasil tertentu dalam hal ini kinerja (Meylananda et al. , 2. Pengetahuan diakui sebagai asset penting organisasi. Paradigma terbaru adalah bahwa pengetahuan sebagai kekuatan. Dalam ekonomi modern, organisasi yang memanfaatkan pengetahuan adalah organisasi yang memiliki keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif ini diwujudkan melalui pemanfaatan penuh informasi dan data yang dipadukan dengan pemanfaatan keterampilan, ide, komitmen dan motivasi karyawan (Irawan, 2. Widjaja et al. mengemukakan pengetahuan kewirausahaan berbanding lurus dengan berhasilnya suatu usaha, dalam arti semakin tinggi seorang pemilik usaha memiliki pengetahuan kewiraushaan Feedforward: Journal of Human Resource Vol. No. April 2023 Faculty of Economics and Business Pelita Harapan University maka semakin tinggi pula peluang pemilik usaha tersebut dalam mencapai keberhasilan dalam menjalankan usahanya. PENGEMBANGAN HIPOTESIS Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi, mengajak, mengarahkan, merencanakan dan menyusun strategi, memberikan motivasi, mengkoordinasikan dan menggerakkan para staf/karyawan di bawahnya untuk saling bekerja sama dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan organisasi (Muafi et al. , 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Paudel . , terdapat 2 jenis kepemimpinan yaitu kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan transaksional. Keduanya memiliki keterkaitan dengan business performance. Pemimpin transformasional membentuk visi yang menginspirasi dan memotivasi audiens sasaran. Pemimpin transformasional berusaha untuk meningkatkan pengikut dan pemimpin untuk tampil lebih baik dengan tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Dalam kepemimpinan transformasional, karyawan diberdayakan dan merasa terdorong dan berdedikasi untuk membantu dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi. Begitu juga dengan kepemimpinan transaksional yang dibuat berdasarkan pertukaran antara pemimpin dan pengikut. Pengikut dirangsang dengan imbalan dalam hubungan berbasis pertukaran. Saat gaya kepemimpinan tersebut dijalankan dengan baik, karyawan akan merasa senang dan akan melaksanakan pekerjaan secara maksimal dan akan meningkatkan kinerja perusahaan. Untuk variabel pengetahuan, pengetahuan dapat didefinisikan sebagai proses rumit yang untuk membuat penilaian yang berharga sesuai dengan pengalaman membutuhkan Karena pengalaman dan persepsi masa lalu ini, seseorang mungkin telah menetapkan dan merumuskan aturan, yang dapat digunakan untuk situasi yang sama dengan keandalan yang tinggi (Fallatah, 2. Kinerja organisasi dan perkembangannya dapat ditingkatkan jika pegawai memiliki pengetahuan yang baik, maka pegawai dapat menyelesaikan tugasnya dan bekerja secara efektif dan efisien. Hal tersebut masih belum efektif karena masih belum adanya knowledge management yang dimiliki oleh karyawan. Dengan demikian, knowledge management dalam organisasi dapat berguna sebagai keadaan yang menciptakan, memperoleh, mentransfer, dan mengarah pada penggunaan pengetahuan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Knowledge management sebagai bagian dari kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau lembaga untuk mengidentifikasi, membuat, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan yang akan digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya berkaitan dengan tujuan organisasi dan ditujukan untuk mencapai hasil tertentu dalam hal ini kinerja (Meylananda et al. , 2. Pengetahuan diakui sebagai aset penting organisasi. Paradigma terbaru adalah bahwa pengetahuan sebagai kekuatan. Dalam ekonomi modern, organisasi yang memanfaatkan pengetahuan adalah organisasi yang memiliki keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif ini diwujudkan melalui pemanfaatan penuh informasi dan data yang dipadukan dengan pemanfaatan keterampilan, ide, komitmen dan motivasi karyawan. Dari penjelasan di atas, maka hipotesis untuk penelitian ini adalah: H1: Kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap business performance UMKM Perdagangan di Belitung Timur. H2: Pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif signifikan terhadap business performance UMKM Perdagangan di Belitung Timur. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini seperti digambarkan di bawah ini: Feedforward: Journal of Human Resource Vol. No. April 2023 Faculty of Economics and Business Pelita Harapan University Gambar 1. Kerangka Pemikiran METODE PENELITIAN Jenis riset yang digunakan adalah pengujian hipotesis atau testing hypothesis. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengujian hipotesis . ypothesis testin. Hypotesis testing adalah penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis dan umumnya merupakan penelitian yang menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan antar variabel (Kothari & Garg, 2. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Jenis penelitian kuantitatif adalah suatu metode discovery dikarenakan dalam penggunaan metode kuantitatif kita dapat menghasilkan dan pengembangan berbagai ilmu pengetahuan dan Dimensi waktu penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Menurut Kothari dan Garg . , penelitian cross-sectional merupakan salah satu desain penelitian atau bisa pula dilihat sebagai salah satu metodologi penelitian sosial dengan melibatkan lebih dari satu kasus dalam sekali olah dan juga melibatkan beberapa variabel untuk melihat pola hubungannya. Untuk menghitung jumlah sampel, dalam penelitian ini akan menggunakan rumus Hair . dengan rumus: Jumlah sampel minimal = 5 x jumlah Dengan jumlah indikator dalam penelitian ini berjumlah 12 item, maka jumlah minimal sampel yang harus didapatkan adalah 5 x 12 = 60. Sehingga jumlah sampel minimal dalam penelitian ini adalah 60 UMKM di industri perdagangan di Belitung Timur. Variabel Operasional dan pengukuran yang digunakan adalah: Variabel Indikator Kepemimpinan Membentuk tantangan (Paudel, 2. Menghindari ketidakpastian Tujuan yang jelas Membentuk komitmen Menentukan batas Pengetahuan Kewirausahaan 1. Pengaturan pengetahuan (Puryantini, 2. Pemanfaatan pengetahuan Pembagian pengetahuan Kinerja bisnis Perspektif non-finansial (Puryantini, 2. Perspektif konsumen Perspektif kegiatan operasional Kode KP1 KP2 KP3 KP4 KP5 PK1 PK2 PK3 BP1 BP2 BP3 BP4 Skala Interval Interval Interval Feedforward: Journal of Human Resource Vol. No. April 2023 Faculty of Economics and Business Pelita Harapan University Perspektif HASIL DAN PEMBAHASAN R-Square Uji koefisien determinasi digunakan untuk mengukur tingkat perubahan variabel independen (X) yaitu kepemimpinan dan pengetahuan terhadap variabel terikat (Y) business Berikut ini hasil dari pengujian koefisien determinasi. Tabel 1. Hasil Uji Koefisien Determinasi Variabel R Square Business performance Sumber: Data diolah SmartPLS 3. Adjusted R-Square Berdasarkan dari hasil pengujian koefisien determinasi (R. pada tabel 1, maka nilai R-square variabel yaitu kepemimpinan dan pengetahuan kewirausahaan terhadap business performance = 0. 657 yang berarti besar kontribusi kepemimpinan dan pengetahuan kewirausahaan dalam mengubah nilai business performance = 65. 7% sedangkan terdapat 3% sisanya dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji hubungan pengaruh variabel bebas terhadap variabel yang lainnya dengan menggunakan metode bootstrapping pada SmartPLS 2 bagian original sample, t statistic serta p values. Berikut ini adalah hasil dari uji hipotesis . ath coefficien. Tabel 2. Hasil Uji Hipotesis Konstruk Jalur Original Sampel Kepemimpinan -> Performance Pengetahuan -> Performance Sumber: Data diolah SmartPLS 3. T Statistics P Values Hasil uji hipotesis dapat dikatakan signifikan apabila nilai T Statistic lebih besar dari 1,96 dan nilai P Values lebih kecil dari 0,05. Berdasarkan hasil uji hipotesis pada tabel 2 di atas maka disimpulkan bahwa variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Berdasarkan hasil pengujian variabel kepemimpinan terhadap variabel business performance bahwa H1 didukung dan berpengaruh karena kepemimpinan memiliki nilai t statistic sebesar 5. 911 di mana lebih tinggi dari 1,96 dan nilai p values lebih kecil dari 0. yaitu sebesar 0. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa kepemimpinan berpengaruh terhadap business performance. Berdasarkan hasil pengujian variabel pengetahuan kewirausahaan terhadap variabel business performance bahwa H2 didukung dan berpengaruh karena pengetahuan kewirausahaan memiliki nilai t statistic sebesar 2. 546 di mana lebih tinggi dari 1,96 dan nilai p values lebih kecil dari 0. 05 yaitu sebesar 0. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pengetahuan kewirausahaan berpengaruh terhadap business performance. Feedforward: Journal of Human Resource Vol. No. April 2023 Faculty of Economics and Business Pelita Harapan University Gambar 2. Hasil Bootstrapping Sumber: Data diolah SmartPLS 3. Diskusi Diskusi hasil uji hipotesis menggunakan metode bootstrapping dapat dijabarkan sebagai berikut: H1: Kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap business performance UMKM Perdagangan di Belitung Timur. Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk memengaruhi, mengajak, mengarahkan, merencanakan dan menyusun strategi, memberikan motivasi, mengoordinasikan dan menggerakkan para staf/karyawan di bawahnya untuk saling bekerja sama dalam mewujudkan visi, misi dan tujuan organisasi (Muafi et al. , 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Paudel . , terdapat 2 jenis kepemimpinan yaitu kepemimpinan transformasional dan kepemimpinan transaksional. Keduanya memiliki keterkaitan dengan business performance. Pemimpin transformasional membentuk visi yang menginspirasi dan memotivasi audiens sasaran. Pemimpin transformasional berusaha untuk meningkatkan pengikut dan pemimpin untuk tampil lebih baik dengan tingkat kesadaran yang lebih tinggi. Dalam kepemimpinan transformasional, karyawan diberdayakan dan merasa terdorong dan berdedikasi untuk membantu dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi. Begitu juga dengan kepemimpinan transaksional yang dibuat berdasarkan pertukaran antara pemimpin dan pengikut. Pengikut dirangsang dengan imbalan dalam hubungan berbasis Para pemimpin akan menawarkan hadiah berdasarkan apa yang dibahas dalam kontrak formal karyawan. Hubungan berakhir sebagaimana dinyatakan dalam ketentuan kontrak atau akan batal jika imbalan yang dijanjikan tertunda atau tidak tercapai. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Khuong & Nguyen . , saat seorang pemilik bisnis memiliki gaya kepemimpinan yang baik, mereka akan mampu untuk mengarahkan bisnis ke arah yang benar dan mampu mengkomunikasikan visi yang Feedforward: Journal of Human Resource Vol. No. April 2023 Faculty of Economics and Business Pelita Harapan University diharapkan juga. Hal ini membuat kepemimpinan yang baik dari pemimpin akan meningkatkan kinerja perusahaan. H2: Pengetahuan kewirausahaan berpengaruh positif signifikan terhadap business performance UMKM Perdagangan di Belitung Timur. Pengetahuan dapat didefinisikan sebagai proses rumit yang untuk membuat penilaian yang berharga sesuai dengan pengalaman membutuhkan manusia. Karena pengalaman dan persepsi masa lalu ini, seseorang mungkin telah menetapkan dan merumuskan aturan, yang dapat digunakan untuk situasi yang sama dengan keandalan yang tinggi (Fallatah, 2. Pengetahuan kewirausahaan diperoleh dan ditingkatkan melalui keterlibatan wirausahawan yang dilakukan dalam kegiatan kewirausahaan. Saat sebuah perusahaan terus memberikan dukungan terhadap karyawan dan memberikan pendidikan kewirausahaan terhadap karyawan, maka karyawan akan mengetahui dan memiliki sikap yang diperlukan untuk bertindak dan mengembangkan bisnis. Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan kinerja bisnis perusahaan. Kinerja organisasi dan perkembangannya dapat ditingkatkan jika pegawai memiliki pengetahuan yang baik, maka pegawai dapat menyelesaikan tugasnya dan bekerja secara efektif dan efisien. Hal tersebut masih belum efektif karena masih belum adanya knowledge management yang dimiliki oleh karyawan. Dengan demikian, knowledge management dalam organisasi dapat berguna sebagai keadaan yang menciptakan, memperoleh, mentransfer, dan mengarah pada penggunaan pengetahuan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Knowledge management sebagai bagian dari kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau lembaga untuk mengidentifikasi, membuat, menjelaskan, dan mendistribusikan pengetahuan yang akan digunakan kembali, diketahui, dan dipelajari di dalam organisasi. Kegiatan ini biasanya berkaitan dengan tujuan organisasi dan ditujukan untuk mencapai hasil tertentu dalam hal ini kinerja (Meylananda et al. , 2. Pengetahuan diakui sebagai aset penting organisasi. Paradigma terbaru adalah bahwa pengetahuan sebagai Dalam ekonomi modern, organisasi yang memanfaatkan pengetahuan adalah organisasi yang memiliki keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif ini diwujudkan melalui pemanfaatan penuh informasi dan data yang dipadukan dengan pemanfaatan keterampilan, ide, komitmen dan motivasi karyawan (Irawan, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan uraian maka implikasi manajerial pada penelitian ini adalah kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap business performance serta pengetahuan kewirausahaan juga berpengaruh positif signifikan terhadap business performance UMKM Perdagangan di Belitung Timur. Implikasi teoritis dalam penelitian ini adalah adanya keterkaitan antara Opportunity based Entrepreneurship theory dengan penelitian hasil ini adalah di mana perusahaan akan selalu mau melakukan perubahan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dengan dua variabel yang diteliti yaitu kepemimpinan dan pengetahuan sebagai modal untuk melakukan perubahan agar kinerja bisa terus maksimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sisi akademis maupun praktis yang berkaitan secara langsung dengan topik penelitian, namun penelitian ini tidak lepas dari keterbatasan yang ada. Keterbatasan yang dilakukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Penelitian ini hanya difokuskan pada industri perdagangan sehingga belum mampu merepresentasikan UMKM secara keseluruhan di Belitung Timur. Feedforward: Journal of Human Resource Vol. No. April 2023 Faculty of Economics and Business Pelita Harapan University Penelitian ini menggunakan dua variabel bebas untuk menjelaskan variabel terikat yaitu kinerja bisnis . usiness performanc. , namun masih banyak variabel bebas lain yang mungkin berkontribusi terhada kinerja bisnis . usiness performanc. seperti literasi keuangan, locus of control, dan inovasi. Penelitian ini hanya menggunakan 74 responden dari Belitung Timur sehingga tidak cukup untuk merepresentasikan kinerja bisnis di industry perdagangan dari seluruh industri di Indonesia. REFERENSI