p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 1-10 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 Efforts to Improve Teacher Performance through Pedagogical Competence and Work Motivation at Global Insani Islamic School Anah Nurhasanah. *). Sita Ratnaningsih. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Correspondence author : annaelhisani2407@gmail. DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstract Schools are one of the educational institutions that can be considered a vehicle for achieving Indonesia's goals of The success of these goals depends on the human resources within the school, including the principal, teachers, students, and other educational staff. Teachers are one of the components that determine the implementation of the educational process. The teacher is the main actor as a facilitator in organizing the student learning process. Therefore, teacher performance is very influential in realizing national education programs. Teachers must have sufficient quality, because teachers are one of the micro components of the education system which is very strategic and plays many roles in the educational process. This research aims to determine efforts to improve teacher performance through pedagogical competence and work motivation. This research was carried out using a qualitative approach, by conducting interviews and observations to determine the extent to which pedagogical competence and work motivation can improve teacher performance. From the results of the research conducted, it can be concluded that teachers who have good pedagogical competence can provide learning to students according to their needs, so that they can improve their performance. Like wise with the teacher's work motivation, the higher the teacher's work motivation, the greater the teacher's performance. This is an effective effort to improve teacher performance. Thus increasing pedagogical competence and work motivation can improve teacher performance. Keywords: Teacher Performance. Pedagogical Competency. Work motivation ABSTRAK Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang dapat dikatakan sebagai wadah untuk mencapai tujuan kemerdekaan Indonesia. Keberhasilan tujuan ini bergantung pada sumber daya manusia yang terdapat di sekolah yaitu kepala sekolah, guru, siswa dan tenaga kependidikan lainnya. Guru merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan untuk terselenggaranya proses pendidikan. Keberadaan guru merupakan pelaku utama sebagai fasilitator penyelenggaraan proses belajar siswa. Oleh karena itu, kinerja guru sangat berpengaruh dalam mewujudkan program pendidikan nasional. Guru harus memiliki kualitas yang cukup memadai, karena guru merupakan salah satu komponen mikro sistem pendidikan yang sangat strategis dan banyak mengambil peran dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya meningkatkan kinerja guru melalui kompetensi pedagogik dan motivasi kerja. Penilitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan melakukan wawancara dan observasi untuk mengetahui sejauh mana kompetensi pedagogik dan motivasi kerja dapat meningkatkan kinerja guru. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa guru yang memiliki kompetensi pedagogik yang baik, dapat memberikan pembelajaran kepada peserta didik sesuai dengan kebutuhannya, sehingga dapat meningkatkan kinerjanya. Begitu pula dengan motivasi kerja yang dimiliki guru, semakin tinggi motivasi kerja guru maka semakin meningkat kinerja Hal ini menjadi upaya yang efektif untuk meningkatkan kinerja guru. Dengan demikian meningkatnya kompetensi pedagogik dan motivasi kerja dapat meningkatkan kinerja guru. Keywords: Kinerja Guru. Kompetensi Pedagogik. Motivasi Kerja https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3354/2790 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 1-10 PENDAHULUAN Sekolah merupakan salah satu lembaga pendidikan yang dapat dikatakan sebagai wadah untuk mencapai tujuan kemerdekaan Indonesia berdasarkan pembukaan UUD 1945. Keberhasilan tujuan ini bergantung pada sumber daya manusia yang terdapat di sekolah yaitu kepala sekolah, guru, siswa dan tenaga kependidikan lainnya. Selain itu harus didukung pula oleh sarana dan prasarana yang memadai (Hamalik, 2. Berdasarkan data UNESCO dalam Global Education Monitoring (GEM) Report pada tahun 2016, mutu pendidikan di Indonesia menempati peringkat ke-10 dari 14 negara berkembang, sedangkan kualitas guru di Indonesia menempati urutan ke-14 dari 14 negara berkembang yang ada di dunia (Sultan et al. , 2. Hasil dari UKG atau Uji Kompetensi Guru dari tahun 2015 Ae 2017 menunjukkan nilai UKG tidak mencapai nilai minimum yaitu 70. Menurut survei dari PERC (Politic and Economic Risk Consulta. , kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan terakhir yaitu urutan ke12 dari 12 negara di Asia. Dari uraian di atas, dapat dilihat bahwa mutu pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah sehingga perlu adanya upaya dalam meningkatkan kualitas guru di Indonesia. Guru berperan tidak hanya dituntut menjadi sosok pendidik, guru juga diharuskan menjadi sosok manajer yang bisa mengatur semua hal yang berkaitan dengan administrasi kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Apabila guru tidak mempunyai profesionalitas yang besar, kinerja yang dihasilkan tidak mungkin terlaksana dengan maksimal (Nuraisyah, 2. Guru profesional tentunya memiliki kualifikasi minimum namun menurut data UNESCO Jumlah guru dengan kualifikasi minimum yang disyaratkan telah menurun di seluruh dunia. Di tingkat SD, jumlah tersebut menurun dari 90% pada tahun 2010 menjadi 85% pada tahun 2023, seiring meningkatnya jumlah guru lebih dari 5 juta. Di Eropa dan Amerika Utara, jumlah guru dengan kualifikasi minimum secara bertahap menurun dari 98% pada tahun 2010 menjadi 93% pada tahun 2023 (UNESCO, 2. Berdasarkan portal data pendidikan Kementerian Pendidikan, jumlah guru di Indonesia mencapai 3,46 juta orang pada Tahun Ajaran 2024/2025 dengan perbaruan data pada 18 Februari 2025. Dari jumlah tersebut, mayoritas guru mengajar di tingkat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 1,52 juta orang. Terbanyak kedua guru yang mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 685,3 ribu Berikutnya, ada guru yang mengajar untuk Sekolah Menengah Akhir (SMA) sebanyak 347,7 ribu orang dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 326,5 ribu orang. Keduanya menyumbang sekitar 10%-an dari total guru di Indonesia. Sementara untuk guru yang mengajar di https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3354/2790 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 1-10 tingkat pendidikan yang lebih rendah, seperti Taman Kanak-kanak (TK). Kelompok Bermain (KB), serta Satuan PAUD Sejenis (SPS) memiliki jumlah yang lebih sedikit seperti terlampir pada tabel l. Tabel 1. Data Jumlah Guru di Indonesia Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Sekolah Menengah Atas (SMA) Menengah Kejuruan (SMK) Taman Kanak-kanak (TK) Kelompok Bermain (KB) DIKMAS Satuan PAUD Sejenis (SPS) SLB/Sederajat Guru Taman Pendidikan Alquran (TPA) TOTAL Jumlah Guru Global Insani Islamic School merupakan salah satu sekolah dengan jumlah guru 115 orang, mulai dari jenjang TK. SD dan SMP. Dengan banyaknya jumlahnya guru, tingkat kompetensi pedagogik dan motivasi kerja yang dimiliki guru beragam. Berdasarkan UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, terdapat 4 kompetensi utama yang wajib dimiliki guru untuk mewujudkan pendidikan berkualitas: . pedagogik, . kepribadian, . sosial, . Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008, guru sekurang-kurangnya harus memiliki 7 kompetensi pedagogik, . pemahaman wawasan atau landasan kependidikan, . pemahaman terhadap peserta didik, . pengembangan kurikulum atau silabus, . perancangan pembelajaran, . pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, . evaluasi hasil belajar, . pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi pedagogik guru penting untuk ditingkatkan, karena kompetensi pedagogik guru akan meningkatkan kompetensi profesionalisme guru dalam mengajar (Tyagita & Iriani, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kritis bagaimana upaya Global Insani Islamic School menyusun rencana program peningkatan kinerja guru melalui kompetensi pedagogik dan motivasi kerja, mengimplementasikan program yang sudah direncakan serta melakukan evaluasi kinerja guru. Penelitian ini diharapkan bukan hanya sebagai kajian teoritis namun menjadi referensi bagi sekolah lain untuk meningkatkan kinerja guru. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3354/2790 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 1-10 METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami fenomena pada subyek penelitian dengan cara mendeskripsikannya dalam bentuk kata-kata dengan uraian dan metode-metode yang alamiah. Metode penelitian kualitatif ini lebih menekankan pada pengamatan fenomena dan lebih meneliti kepada subtansi makna dari fenomena tersebut (Safarudin et al. , 2. Data dikumpulkan melalui obervasi dan melakukan wawancara dengan Kepala Sekolah, wakil kepala sekolah dan guru TK. SD dan SMP Global Insani Islamic School. Wawancara ini dilakukan sesuai dengan pedoman wawancara dengan pertanyaan terstruktur agar informasi tentang upaya meningkatkan kinerja guru Global Insani Islamic School dapat diperoleh. Analisis yang dilakukan melalui tahap, . reduksi data . ata reductio. , yakni dengan melakukan identifikasi dan seleksi data yang relevan. paparan data . ata displa. , yaitu dengan memaparkan dan menjelaskan temuan serta menghubungkannya dengan fokus penelitian. penarikan kesimpulan dan verifikasi . onclusion drawing/verifyin. HASIL DAN PEMBAHASAN Kompetensi Pedagogik Guru Global Insani Islamic School Global Insani Islamic School memiliki jenjang Pendidikan mulai dari Taman Kanak-kanak (TK). Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ketiganya merupakan sekolah Islam Terpadu. Guru di sekolah Global Insani berjumlah 115 dengan rincian pada tabel l berikut. Tabel 2. Data Jumlah Guru Global Insani Islamic School Jenjang Pendidikan Jumlah Guru Taman Kanak-kanak (TK) Sekolah Dasar (SD) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Total Dengan banyaknya jumlah guru membuat kepala sekolah di masing-masing unit jenjang Pendidikan memastikan guru memiliki kompetensi pedagogik yang baik agar kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. Semua guru dituntut untuk dapat menguasai dan mengimplementasikan kompetensi pedagogik yang dimilki. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran, sedangkan kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai pengetahuan bidang ilmu https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3354/2790 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 1-10 pengetahuan, teknologi, seni dan budaya yang diampunya (Bhakti & Maryani, 2. Kompetensi Pedagogik juga terkait dengan kemampuan yang dimiliki guru dalam mengelola dan mempersiapkan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik. Hal tersebut merupakan wujud persiapan matang yang dibutuhkan peserta didik dan wajib dimiliki setiap guru (Haz & Sugianto, 2. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik yang baik, maka akan menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran. Bagaimana guru tersebut menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran dan mampu menerapkannya di kelas serta mampu mengembangkan kurikulum. Guru juga seharusnya dapat memahami peserta didik agar membantunya dalam proses pembelajaran sehingga dapat berjalan dengan baik. Hal tersebut sejalan dengan kondisi guru di sekolah Global Insani yang memiliki kompetensi Kompetensi pedagogik guru terlihat saat kepala sekolah melakukan supervisi akademik di setiap kelas. Guru dapat mengelola kelas dengan baik, memahami kebutuhan peserta didik, merancang dan mengevaluasi pembelajaran. Untuk memahami kebutuhan peserta didik, guru melakukan asesmen diagnostik pada saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di awal ajaran baru. Setelah mampu memahami kebutuhan peserta didik, guru dapat merancang KBM sesuai dengan karakteristik peserta didiknya masing-masing sehingga guru dapat mengembangkan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didiknya. Kemampuan guru tidak sekedar menguasai pelajaran semata tetapi juga kemampuan lainnya yang bersifat psikis, strategis dan produktif dan mampu memotivasi siswa untuk belajar. Tuntutan demikian ini hanya bisa dijawab oleh guru memiliki kompetensi khususnya kompetensi pedagogik (Rusnawati, 2. Ada beberapa manfaat yang diperoleh baik guru maupun siswa dengan adanya kompetensi pedagogik. Berikut adalah manfaat kompetensi pedagogik bagi guru, . guru dapat memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif siswa, . Guru dapat memahami prinsip-prinsip perkembangan kepribadian siswa dan merefleksikannya dalam proses pembelajaran, . guru mampu menyusun rancangan dan melaksanakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi, karakteristik dan kebutuhan siswa dalam belajarnya (Arifah et al. , 2. Motivasi Kerja Guru Global Insani Islamic School Motivasi meupakan suatu kondisi atau tenaga yang menggerakkan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi perusahaan. Sikap mental pegawai yang profesional dan positif terhadap situasi https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3354/2790 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 1-10 kerja semakin memperkuat motivasinya untuk mencapai kinerja yang maksimal (Andriani et al. Motivasi kerja juga dapat diartikan dengan AuWork motivation is something that can generate the spirit or encouragement of working individuals or groups towards work in order to achieve goalsAy (Sandriyani et al. , 2. Motivasi kerja merupakan sesuatu yang menimbulkan semangat atau dorongan kerja. Motivasi kerja adalah dorongan yang membuat guru mempunyai kemauan/kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu melalui pelaksanaan suatu tugas, yang ditunjukkan dengan indikator: . tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, . prestasi yang dicapai, . pengembangan diri, . kemandirian dalam bertindak (Burnalis, 2. Merujuk pada teori tersebut motivasi kerja guru Global Insani Islamic School dapat dilihat dari tanggung jawab yang dimiliki guru. Guru bertanggung jawab dengan tugasnya baik saat mengumpulkan administrasi sekolah maupun saat menjadi penanggungjawab kegiatan sekolah. Guru juga bertanggung jawab dengan kehadirannya datang ke sekolah dengan tepat waktu. Kedisiplinan guru Global Insani menunjukkan peningkatan sejak diberlakukan aturan baru melakukan pengisian daftar hadir melalui aplikasi SIMKAR. Guru berusaha untuk datang tepat waktu dan menyiapkan segala kebutuhan untuk memulai pembelajaran. Sehingga pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik lebih maksimal. Ali menjelaskan bahwa kedisiplinan merupakan etos kerja yang esensial bagi seorang guru. Sebagai agen perubahan, guru dituntut untuk memiliki konsistensi tinggi dalam melaksanakan tugasnya yang bersifat jangka panjang dan kompleks (Ali, 2. Jika guru mempunyai motivasi kerja yang tinggi, mereka akan terdorong dan berusaha meningkatkan kemampuannya dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kurikulum yang berlaku disekolah sehingga memperoleh hasil kerja yang maksimal. Selain tanggung jawab, motivasi kerja guru terlihat dari prestasi guru yang dicapai. Guru di sekolah Global Insani memiliki capaian prestasi yang ditunjukkan dengan inovasi pembelajaran yang dilakukan menggunakan Interactive Flat Panel (IFP), selain itu guru juga dapat membuat modul pembelajaran untuk siswa serta dapat membimbing siswa mengikuti lomba akademik dan non akademik. Namun prestasi yang belum dicapai adalah membuat karya ilmiah dan publikasi https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3354/2790 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 1-10 Upaya Peningkatan Kinerja Guru melalui Kompetensi Pedagogik Menurut Robet Bacal . kinerja adalah proses komunikasi yang berlangsung terus menerus yang dilaksanakan kemitraan antara seorang guru dan siswa, dengan terjadinya proses komunikasi yang baik antar kepala sekolah dengan guru, guru dengan siswa dalam proses pembelajaran dapat mempercepat pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Ini merupakan suatu sistem kinerja yang memberi nilai tambah bagi sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas siswa dalam belajar. Untuk meningkatkan kinerja guru melalui kompetensi pedagogik perlu ada upaya dan program kegiatan yang selaras. Beberapa upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah TK. SD dan SMP Global Insani untuk mengembangkan kompetensi pedagogik guru adalah, . melaksanakan supervisi akademik secara berkala, minimal sekali dalam satu semester, . membuat program evaluasi setiap satu minggu sekali untuk merefleksikan pembelajaran yang sudah berjalan serta berbagi praktik baik dengan rekan sejawat, . Memberikan pelatihan atau workshop tentang pengembangan kompetensi pedagogik, . Mengikutsertakan guru dalam pelatihan-pelatihan yang berkaitan tentang pedagogik. Salah satu program yang dilakukan oleh kepala sekolah TKIT Global Insani sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru adalah program micro teaching for teacher. Program ini dilaksanakan setiap pekan dengan melibatkan semua guru. Guru dijadwalkan setiap pekannya untuk melakukan micro teaching dihadapan semua guru. Setelah itu guru tersebut mendapatkan umpan balik dari rekan guru lainnya. Menurut kepala sekolah program ini efektif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru terutama dalam penyajian pembelajaran kepada murid. Terlihat perkembangan guru saat melaksanakan pembelajaran di dalam kelas, pembelajaran yang diberikan terencana sesuai dengan kebutuhan murid sehingga pengkondisian kelas pun dapat diatur dengan baik serta murid dapat menerima pelajaran dengan rasa senang. Hal ini juga ditunjukkan dengan kualitas lulusan kelas 6 dan kelas 9. Lulusan SD dan SMP Global Insani yang berkualitas dan dapat melanjutkan ke jenjang Pendidikan berikutnya di sekolahsekolah unggulan. Dengan kualitas lulusan yang baik menunjukkan bahwa komptensi pedagogik guru pun berkembang dengan baik. Guru dapat memberikan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan peserta didik, menggunakan metode yang sesuai serta dapat mengidentifikasi gaya belajar peserta didik. Selain upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah, guru juga berupaya meningkatkan kompetensi https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3354/2790 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 1-10 pedagogik yang dimilikinya dengan cara: . guru aktif mengikuti kegiatan organisasi guru KKG (Kelompok Kerja Gur. , . mengikuti kegiatan dalam kelompok belajar (KOMBEL) yang disusun oleh kepala sekolah, . mengikuti pelatihan yang mendukung perkembangan kompetensi Peningkatan kinerja guru juga terlihat dengan banyaknya guru yang sudah lulus mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan memiliki sertifikat pendidik baik dari guru TK. SD dan SMP. Berikut data guru Global Insani Islamic School yang sudah memiliki sertifikat pendidik. Tabel 3. Data Guru PPG Global Insani Islamic School Jenjang Jumlah Guru SMP TOTAL Upaya Peningkatan Kinerja Guru melalui Motivasi Kerja Beberapa upaya yang dilakukan kepala sekolah untuk meningkatkan motivasi kerja guru Global Insani adalah sebagai berikut: Pertama. Memberikan reward kepada guru yang berprestasi dan disiplin. Guru yang memiliki prestasi baik dibidang akademik maupun yang lain diberikan penghargaan oleh pihak sekolah sebagai wujud penghargaan. Terbukti adanya guru penggerak di sekolah tersebut diberikan penghargaan oleh direktur Global Insani Islamic School. Selain guru yang berprestasi, reward juga diberikan kepada guru terdisiplin. Kedisiplinan dilihat dari kedatangan guru yang selalu tepat Pemberian reward dilakukan setiap akhir semester, dengan harapan motivasi kerja guru akan meningkat dan memulai awal semester dengan lebih bersemangat. David C. McClelland berpendapat bahwa ada hubungan yang positif antara motif berprestasi dengan pencapaian kinerja. Motif berprestasi adalah suatu dorongan dalam diri pegawai untuk melakukan suatu kegiatan atau tugas dengan sebaik-baiknya agar mampu mencapai prestasi kerja. Kedua. Mengadakan kegiatan kebersamaan bersama guru, staff dan kepala sekolah. Kegiatan yang dilakukan oleh sekolah Global Insani adalah Employee Gathering. Kegiatan ini melibatkan seluruh warga sekolah termasuk guru. Dengan harapan adanya kegiatan tersebut dapat memberikan pengaruh untuk meningkatkan motivasi kerja. selain itu kedekatan antar guru pun dapat terjalin dengan erat. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3354/2790 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 1-10 Ketiga. Menyelenggarakan In House Training. In house Training telah dilaksanakan di Global Insani Islamic School pada saat rapat kerja guru di awal Tahun Ajaran. Dengan menghadirkan narasumber yang sesuai dengan kebutuhan guru. IHT memberikan efek positif terhadap komptensi dan motivasi kerja guru. Berdasarkan hasil penelitian, kinerja guru Global Insani Islamic School mulai dari guru TK. SD dan SMP dinilai oleh kepala sekolah kemudian menjadi bahan evaluasi dan refleksi bersama antara guru dan pihak sekolah. Terbukti dengan meningkatnya kompetensi pedagogik dan motivasi kerja meningkat pula kinerja guru tersebut. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa Global Insani Islamic School telah melakukan upaya untuk meningkatkan kineja guru melalui kompetensi pedagogik dan motivasi kerja guru. Ada beberapa rekomendasi cara untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan motivasi kerja guru. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik yang baik dapat memahami peserta didik, memahami kebutuhannya, dapat menggali potensinya sehingga pembelajaran yang diberikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, motivasi kerja juga sangat penting dimilki oleh guru untuk menjalani segala kegiatan dan tugas di sekolah dengan penuh semangat dan memiliki tujuan. Dengan demikian jika kinerja guru meningkat maka tujuan pendidikan dapat tercapai. Hal ini merupakan upaya yang efektif bagi para kepala sekolah dan pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kompetensi pedagogik dan motivasi kerja guru di instansi masing-masing. DAFTAR REFRENSI Ali. Motivasi Peningkatan Disiplin Kerja melalui Pemberian Reward pada Guru SDN Kalaki. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2. , 1Ae9. https://doi. org/10. 53299/jppi. Andriani. Kesumawati. , & Kristiawan. The influence of the transformational leadership and work motivation on teachers performance. International Journal of Scientific and Technology Research, 7. , 19Ae29. Arifah. Almahiroh. Najwa. , & Masrury. KompeTeNsi PeDagogiK Guru Dalam MeNiNgkatkan KualiTas PeMbeLajaran SiSwa Mts-Ma Al Anwar. , 25Ae33. Bhakti. , & Maryani. Peran LPTK dalam Pengembangan Kompetensi https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3354/2790 p-ISSN: 2549-3310 e-ISSN: 2623-2901 Hal : 1-10 Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol. Maret 2026 Pedagogik Calon Guru. Jurnal Pendidikan (Teori Dan Prakti. , 1. , 98. https://doi. org/10. 26740/jp. Burnalis. The Effect Of Pedagogic Competence and Work Motivation To The Teacher Performance of SD Islam As-Shofa Pekan Baru. Jurnal JUMPED (Jurnal Manajemen Pendidika. , 7. , 9. Haz. , & Sugianto. Analisis Pentingnya Kompetensi Pedagogik dan Literasi Digital Guru Dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Guru. JSG : Jurnal Sang Guru, 1. , 207Ae214. Hamali k. Oe mar. Pe re ncanaan Pe ngajaran Be rdasarkan Pe nde katan syste m. Yogyakarta: Andi Offse t. Nuraisyah. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru di SMK IT Miftahul Huda Bungbulang-Garut. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7. , 1679Ae1689. Rusnawati. Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Memotivasi Minat Belajar Siswa Pada SMAN 1 Leupung. Intelektualita, 3. , 41. Robe rt Bacal. Pe rformance Manage me nt. Te rj. Surya Darma dan Yanuar I rawan. Jakarta : PT Grame di a Pustaka Utama. Safarudin. Kustati. , & Sepriyanti. Penelitian Kualitatif. 3, 9680Ae9694. Sandriyani. Fitria. , & Wahidy. The Influence of Teacher Competence and Motivation on The TeacherAos Performance of SMP Negeri 11 Palembang. Proceedings of the International Conference on Education Universitas PGRI Palembang (INCoEPP 2. , 565(INCoEPP), 1301Ae1304. https://doi. org/10. 2991/assehr. Sultan. Tirtayasa. Utami. Pascasarjana. Pendidikan. Harapan. Harapan. , & Village-tangerang. MeNiNgkatkan Mutu PeNdiDiKan INdoneSiA MeLalui PeNiNgkatan. Tyagita. , & Iriani. Strategi Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Untuk Meningkatkan Mutu Sekolah. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 5. , 165Ae176. https://doi. org/10. 24246/j. UNE SCO . Rangkuman Laporan Pe mantauan Pe ndi di kan Global 2024/5: Ke pe mi mpi nan dalam Pe ndi di kan: Me mi mpi n de mi Pe mbe lajaran. Pari s. UNE SCO. https://journal. id/index. php/jipmht/article/view/3354/2790