Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X PERANCANGAN MOTION COMIC CERITA PEWAYANGAN BIMA DAN DEWA RUCI UNTUK KRISIS IDENTITAS PADA REMAJA Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan1,Evy Poerbaningtyas2 1. Program Studi Desain Komunikasi Visual, 2 Program Studi Teknik Informatika. Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia Jl. Raya Tidar No. Karangbesuki. Kec. Sukun. Kota Malang. Jawa Timur 65146 192111031@mhs. id, rahmat@stiki. id 1, evyp@stiki. Abstrak Krisis identitas pada remaja berpotensi membuat remaja melakukan kegiatan negatif. Remaja dalam mencari jati diri ada beberapa bentuk problem perilaku yang paling umum dialam yang berakar adanya hambatan dalam proses perkembangan adalah depresi, kenakalan dan penyalahgunaan narkotika. Perancangan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses merancang motion comic sebagai media edukasi untuk remaja dalam memahami identitasnya. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah Design Thinking, kemudian Metode perolehan data yang digunakan perancang yaitu menggunakan analisis 5W 1H, wawancara,studi literasi, dokumen dan pencarian di internet, dengan pendekatan kualitatif. Hasil uji coba alfa dan beta dari perancangan motion comic cerita bima dan dewa ruci untuk krisis identitas pada remaja, dapat diambil kesimpulan bahwa, video motion comic bisa digunakan untuk penunjang media pembelajan, akan tetapi untuk perubahan psikologi dan karakter, tanyangan video motion comic dengan alur cerita yang disampaikan belum efektif. Kata Kunci : Motion comic. Cerita Pewayangan. Krisis Identitas Pada Remaja Abstract Adolescent identity crisis poses risks of leading youths toward negative behaviors such as depression, delinquency, and substance abuse. This design initiative aims to develop a motion comic as an educational tool for teenagers to navigate their self-identity. Employing Design Thinking, the process involves qualitative methods including 5W 1H analysis, interviews, literature review, document analysis, and online research. The motion comic, "Bima and Dewa Ruci," underwent alpha and beta testing for addressing adolescent identity Findings suggest that while the motion comic can aid learning, it falls short in inducing significant psychological and character changes. Further refinement is necessary for optimal This study emphasizes the potential of motion comics as supplementary educational resources in understanding and addressing adolescent identity crises. Keywords: Motion comic. Wayang Stories. Adolescent Identity Crisis. __________________________________________________________________________ PENDAHULUAN Remaja atau adolesens dapat diartikan sebagai pertumbuhan kearah kematangan fisik, sosial, dan pisikologi (Awang et al. , 2. Remaja dalam mencari jati diri ada beberapa bentuk problem perilaku yang paling umum dialam yang berakar adanya hambatan dalam proses perkembangan adalah depresi, kenakalan dan penyalahgunaan narkotika (Yuliati Nanik, 2. Seperti diketahui, dalam waktu sebulan terakhir cukup banyak aktivitas geng berusia remaja yang melakukan aktivitas yang menjurus ke kekerasan dan kenakalan Di Kota Surabaya, dua kubu geng yang hingga kini berseteru, lalu aksi kekerasan geng remaja putri di Kabupaten Magetan dengan berujung korban jiwa, kasus Terbaru, aksi 60 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X kekerasan geng motor yang menyebabkan satu orang tewas di Kabupaten Pasuruan dengan Pelaku yang berusia 18 tahun (Dinas Kominfo, 2. Dikutip dari Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah menyatakan menghimbau agar pemerintah kabupaten Ae kota melakukan langkah terpadu dengan pihak kepolisian setempat untuk menertibkan, membimbing dan pada titik tertentu mengambil tindakan tegas. Kepala sekolah dan guru konseling membentuk tim terpadu untuk menangani kasus kenakalan remaja (Dinas Kominfo, 2. Salah satu faktor kenakalan remaja disebabkan oleh krisis identitas. Pencarian identitas dapat disamakan sebagaimana proses mencari jawaban dari pertanyaan AuWho am I?Ay. Untuk krisis identitas ini Erikson tidak mengartikan negatif . erupakan peristiwa yang fatal atau kondisi patolog. , namun untuk menggambarkan suatu periode krisis . urning poin. perkembangan yang terjadi selama remaja yaitu mencapai atau menemukan identitas diri . ense of identit. (Yuliati, 2. Remaja dalam hal ini masih dalam masa perkembangan sosial-emosional. Perkembangan ini sangat penting untuk menavigasi tantangan dalam interaksi sosial dalam kehidupan mereka dan beradaptasi secara fleksibel dengan tuntutan Hal ini dapat membantu individu dalam mengontrol emosi, menjalin hubungan yang baik dan membangun rasa empati (Suralaga, 2. Melihat kondisi ini, maka perlu adanya media edukasi yang tidak hanya disukai oleh remaja, melainkan mampu memberikan pengalaman self-eduation bagi mereka. Salah satu sumber Pelajaran moral bangsa ini adalah cerita pewayangan. Cerita wayang penuh ajaran moral yang tinggi. Dilihat dari segi Teknik pertunjukan wayang disusun menurut konvensi dramatis yang tidak pernah berubah. Perubahan -perubahan yang AukecilAy memang terjadi tetapi hal tersebut hanya variasi saja, sedangkan perubahan yang AubesarAy yang benar-benar keluar dari pakem tidak pernah terjadi. manfaat wayang untuk kita, hakikatnya wayang merupakan simbol atau cermin bagi kehidupan kita sendiri, sehingga menonton pertunjukan wayang tidak beda halnya dengan melihat diri sendiri (Prayoga et al. , 2. Cerita pewayangan yang diambil perancang untuk menginspirasi remaja adalah cerita pewayangan Bima dan dewa Ruci, dimana menceritakan Bima mencari tujuan hidup manusia . angkan paraning dumad. Salah satu media yang sangat dekat dengan remaja adalah internet dan komik. Komik menjadi salah satu bahan bacaan yang menarik bagi remaja karena informasi yang disampaikan melalui gambar dan gaya narasi yang relevan. Seiring berkembangnya teknologi, komik bertransfomasi dalam bentuk digital, bahkan juga sudah hadir dalam bentuk animasi yang dikenal dengan istilah motion comic. Kehadiran motion comic mampu memberikan suguhan baru dalam membaca karena ditambah dengan efek audio visual. Kehadiran motion comic kini sangat diminati generasi muda. Motion comic menjadi salah satu upaya dalam memberikan tontonan yang menjadi penunjang edukasi. Dalam penyampaian media pembelajaran motion comic menjadi sebuah daya tarik baru. Pada usia remaja media motion comic dapat diakses dengan fasilitas yang sangat dekat dengan mereka, yaitu melalui telepon genggam . dan komputer yang bukan menjadi barang mewah saat ini (Selvia, 2. Salah satu dari jenis komik adalah motion comic, motion comic merupakan kombinasi grid komik tradisional dengan elemen-elemen animasi, transisi animasi, panning, dan zooming. Sehingga media motion comic menjadi salah satu strategi yang sesuai dalam mengedukasi remaja tentang pentingnya mengenali krisis identitas. Pesan moral dalam pewayangan Lakon Bima dan dewa Ruci yang mengajarkan dan memberi ilmu dalam kehidupan seperti kemandirian, jati diri, dan pantang menyerah, banyak petuah bijak tentang kehidupan dalam lakon Dewa Ruci tersebut (Prayoga et al. , 2. , dengan menggunakan cerita yang bisa memberikan motivasi ke pada remaja. Berdasar alasan diatas, maka tujuan perancangan ini adalah merancang motion comic cerita pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk krisis identitas pada remaja usia 15 Ae 20 tahun. Motion comic dipilih sebagai media karena melihat dari psikologi anak pada umumnya yang memiliki ketertarikan lebih pada gambar dan cerita, sehingga nantinya 61 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X dalam penyampaian pesan tidak bersifat menggurui sekaligus memberikan gambaran yang mudah dicerna oleh anak (Gunawan, 2. Pada tahun 2011 salah satu yang pertama menggunakannya yaitu motion comic yang berjudul Broken Sanit, animasi Flash dengan menggunakan program komputer untuk menggerakkan setiap scenes, dengan tidak menghilangkan gelembung teks yang identik dengan komik dan gambar karakter yang statis, kemudian di iring dengan pembacaan narasi dan di iring dengan backsound atau musik pengiring (Saptodewo, 2. Motion comic ini akan menjadi media edukasi, sehingga perancangan ini akan bekerja sama dengan beberapa organisasi masyarakat untuk mengunggah dan menyebarkan hasil perancangan ini ke akun media sosial mereka (Khamidi & Aryanto. METODE 1 Metode Perancangan Dalam perancangan ini, perancang menggunakan metode perancangan Design Thinking. Design Thinking merupakan metode yang mengumpulkan banyak ide dari disiplin ilmu untuk mendapatkan sebuah solusi. Design Thinking tidak sekedar berfokus pada apa yang dilihat dan dirasakan, tetapi juga berfokus pada pengalaman customer. Design Thinking memiliki beberapa tahapan, proses dalam Design Thinking meliputi: Empathize. Define. Ideate. Prototype. Test. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Data Empathize (Empat. Empati merupakan proses pengumpulan data terhadap masalah yang akan di angkat, bagaimana pengalamannya, emosinya, sifatnya, kesukaannya, dan fungsi kebutuhannya. Peneliti dalam proses penggumpulan informasi atau data dalam tahapan empathize menggunakan wawancara, studi literasi, dokumen, terhadap objek penelitian dan pencarian di internet. Pada tahun 2020 menurut data (WHO) ada 200. 000 kasus pembunuhan di kalangan anak muda usia 12-19 tahun . Pada tahun 2015 di Indonesia menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) kasus kenakalan remaja mencapai 7. 762 kasus . Salah satu faktor kenakalan remaja disebabkan oleh krisis identitas. Tahapan analisis menggunakan metode 5W 1H yaitu what . , where . , who . , when (Kapa. , why . dan How . Tabel 1. Hasil penggalian data menggunakan 5W 1H (Sumber : penelit. 5W 1H Pertanyaan Jawaban What . Masalah apa yang akan dipilih dalam penelitian ini? Krisis identitas, sekarang banyak kasus-kasus masalah remaja seperti depresi, kenakalan remaja, dan penyalahgunaan narkoba salah satunya disebabkan oleh krisis identitas Who . Siapa target audien krisis identitas dalam penelitian? Adapun target audien 15-20 tahun Mengapa motion comic dirancang untuk Dikarenakan motion comic merupakan media berbentuk video sehingga banyak remaja bisa mengakses video tersebut, dikarenakan banyak remaja yang menggunakan HP dan laptop. Why . 62 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 adalah remaja pada usia Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja When . Where . How . ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Kapan motion comic dipublikasikan untuk masalah krisis identitas pada remaja? Dimana motion comic akan dipublikasikan untuk masalah krisis identitas? Motion comic bisa digunakan setelah menyelesaikan perancangan motion comic. Bagaimana motion dapat memecahkan masalah krisis identitas ? Dengan menggunakan cerita -cerita yang dapat menjadi rujukan ketika remaja mengalami krisis identitas Untuk publikasi motion comic akan diterapkan pada media digital. Youtube. TikTok. Instagram dan Facebook di MA MuAoallimat Define (Identifikasi Masala. Identifikasi masalah dibutuhkan proses penggalian data. Proses penggalian data dilakukan dengan menggunakan penggalian data dengan wawancara, studi literasi, dokumen dan pencarian di internet. Hasil penyajian data Sebagian berikut: Wawancara dialakukan dengan beberapa narasumber untuk penggalian data berkaitan dengan materi terkait dengan perancangan ini. Wawancara pertama dilakukan dengan bapak Dr. Henricus Supriyanto. Hum. sebagai akademisi dan budayawan. Melalui wawancara dengan bapak Henricus Supriyanto didapatkan bahwa cerita pewayangan Bima dan Dewa Ruci merupakan cerita yang berkaitan dengan spiritual, dimana diceritakan Bima yang menjalankan tugas untuk mencari jati diri . ir kehidupa. Di beberapa daerah di Indonesia yang mengagungkan dalam arti lain cerita tersebut bisa memberikan energi positif dalam diri mereka. Sehingga bapak Henricus Supriyanto memerikan saran dan masukan untuk cerita pewayangan Bima dan Dewa Ruci yang di gunakan bisa mengadaptasi dari buku AuSERAT DEWA RUCIAy. Cerita pewayangan Bima dan Dewa Ruci dengan masalah krisis identitas memiliki benang merah, dimana benang merah tersebut merupakan proses pencarian jati diri dari seseorang untuk menemukan siapa sebenarnya saya. Wawancara kedua dilakukan pada tanggal 1 oktober 2022 kepada ibu Sri Wulandari Psi. yang menjabat menjadi guru BK pada MA Muallimat Malang. Melalui wawancara dengan ibu Sri Wulandari diketahui bahwa siswa siswi MA Muallimah untuk masalah krisis identitas masih dalam tahapan belum mengarah ke negatif. Seperti, tidak menggunakan seragam sesuai ketentuan, tidak mengerjakan PR, terlambat masuk dan tidur dikelas. Gangguan umumnya terbagi menjadi dua: gangguan diinternalisasikan . nternalized disorde. seperti rasa cemas, namun ada anak yang mengalami gangguan dieksternalisasi . xternalized disorde. seperti perkelahian. Ketika siswa mengalami gangguan dieksternalisasi maka mereka akan keluar sendiri dari MA MuAoallimat. Untuk penyebab gangguan tersebut adalah proses peralihan kebiasaan siswa dari pengawasan orang tua ke kehidupan mandiri. Cerita pewayangan Bima dan Dewa Ruci bisa digunakan dari segi cerita itu sendiri, dengan tujuan siswa dapat menggambil dari pesan yang disampaikan dalam cerita dan juga dapat wawasan baru dari cerita pewayangan maupun karakter tokoh pewayangan itu sendiri. Kemudian dari media, media audiovidual bisa menjadi pilihan untuk menarik para siswa, dikarenakan siswa banyak mengakses media Motion comic adalah jenis komik yang diubah menjadi animasi sederhana namun tetap mempertahankan unsur-unsurnya. Karena motion comic memiliki potensi untuk menyampaikan komik cerita secara padat dan jelas, komik gerak saat ini banyak digunakan sebagai media promosi oleh platform komik digital. Motion comic menjadi salah satu media yang cukup diminati untuk menyampaikan informasi kepada anak-anak dan remaja karena potensi motion comic itu sendiri. Motion comic juga sangat dekat dengan sarana pendukung untuk menontonnya, seperti melalui telepon genggam dan komputer, yang saat ini bukan lagi sesuatu yang eksklusif (Kurniati, 2. Sehingga motion comic merupakan salah satu pilihan yang digunakan untuk media pendukung pembelajaran. Pencarian data di internet 63 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Dari data WHO pada tahun 2020 tercatat jumlah kematian pada usia 15-24 tahun sebanyak 880 kasus. Banyak penyebab kematian remaja dan dewasa awal adalah cedera dibagi menjadi dua kategori, cedera itu tidak disengaja seperti kecelakaan lalu lintas dan cedera yang disengaja seperti kekerasan. Dari survei nasional kesehatan berbasis sekolah di Indonesia, ada banyak kasus kenakalan remaja seperti melakukan hubungan seksual yang dipaksa pada anak SMP dan SMA sebanyak 4,31 %, untuk anak laki-laki . ,17%) dan perempuan . ,51%) padahal tidak mau melakukannya. Pengalaman pelajar dalam perkelahian secara fisik sekitar 23% dalam 12 bulan terakhir. Sementara perkelahian secara fisik di dalam sekolah sekitar 25% untuk laki-laki dan perempuan 9% untuk 12 bulan terakhir. Melalui proses penggalian dan analisis data yang telah dilakukan, penulis penyimpulkan bahwa masalah krisis identitas membutuhkan media penyampaian informasi untuk penunjang pembelajaran dengan menggunakan cerita pewayang Bima dan Dewa Ruci. 3 Ideate (Gagasa. Dalam tahapan gagasan perancang menyampaikan solusi yang dibutuhkan dalam Merupakan tahapan mencari ide yang dapat dijadikan solusi dari masalah yang telah diidentifikasi. Perancang membuat motion comic pewayangan Bima Dan Dewa Ruci sebagai suplemen media pembelajaran untuk masalah krisis identitas pada remaja. Dengan menggunakan media motion comic sehingga diharapkan nanti banyak remaja dapat mengambil pesan moral khususnya yang berkaitan dengan krisis identitas. 4 Prototype ( Konsep Perancanga. Konsep perancangan motion comic ini mendapat inspirasi dari permasalahan yang sekarang banyak dihadapi oleh banyak remaja yaitu krisis identitas, sehingga peneliti memiliki ide untuk cerita diambil dari pewayangan Bima dan Dewa Ruci yang menceritakan perjalanan Bima mencari air kehidupan. Tujuan peneliti ialah merancang motion comic sebagai media suplemen pembelajaran untuk permasalah krisis identitas pada remaja. Dalam pembuatan motion comic ada 8 tahapan Dengan menggunakan tahapan ini menggunakan proses motion comic. Merk Diaz pendiri 2D Animation 101, pembicara TED Talk dan Pelatih bersertifikat Reallusion menjelaskan bahwa pembuatan motion comic ada 8 tahapan, yaitu tujuan dan inspirasi tahapan penting dalam proses pencarian ide. Script, storyboard, audio, animatic, produksi, animasi dan menggabungkan adegan, menggabungkan proses-proses sebelumnya dengan berpatokan pada proses animatic. Bagan 1. Proses Produksi (Sumber : Penelit. 64 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Tujuan dan Inspirasi ide cerita. Setelah melakukan tahapan emphtize, define dan ideate. Ditemukan tujuan dan inspirasi ide cerita dalam penelitian. Tujuan dalam penelitian untuk perancangan motion comic sebagai media suplemen pembelajaran untuk remaja usia 15- 20 tahun pada siswa dan siswi SMA sederajat. Inspirasi ide cerita diambil dari banyaknya masalah dan kasus krisis identitas pada remaja, dengan menggunakan cerita pewayangan Bima dan Dewa Ruci. Setelah diketahui tujuan dan inspirasi ide cerita dalam perancangan motion comic. Dalam tahapan ini perancang berpatokan pada serat dewa untuk kesesuaian isi cerita Bima dan Dewa Ruci. Adapun sinopsisnya sebagai berikut: AuCerita dimulai dimana Bima mecari air kehidupan . irta amart. yang mendapat perintah dari gurunya yaitu durna, dalam perjalaan pertama Bima diberi petunjuk untuk mencari dihutan Tibrasara . ari pati kegawata. yang dihuni oleh Ditya . ahluk yang merikan lawan dari para dew. Kemudian perjalan Bima selanjutnya menuju ke Samudra besar di selatan, dengan halangan dan rintangan. Bima diberkahi bisa bertemu dengan Dewa Ruci dan mendapatkan apa yang dia cari yaitu air kehidupan. Air yang dapat menyempurnakan hidupAy Script Dalam tahapan pembuatan motion comic tahapan kedua merupakan pembuatan script. Dalam pembuatan script merupakan gambaran awal dari tahapan sebelumnya dalam bentuk tulisan. Pembuatan script harus sesuai dengan isi cerita dari sinopsis. dengan keterangan waktu, tempat, tokoh/karakter dan dialog. Script diadaptasi dari buku serat Dewa Ruci. Storyboard Pada tahapan ketiga dalam pembuatan motion comic adalah pembuatan storyboard, dalam pembuatan storyboard dengan berpatokan pada script. Dengan pemilihan angle, sudut pandang, latar yang digunakan, posisi dan proporsi dalam pembuatan komik. Gambar 3. 1: Gambar storyboard scene 1 . Dokumen Penuli. Gambar diatas merupakan salah satu bentuk storyboard pada scene 1 yang menggambarkan Bima hendak berangkat ke kerajaan Hastinapura untuk menemui gurunya yaitu Resi Durna. Dalam perancangan storyboard adapun software yang digunakan adalah Storyboarder. Dalam tahapan storyboard ada 2 jenis yaitu, karakter dan background. 65 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Pembutan Desain Karakter. Dalam pembuatan desain karakter, perancang mengambil referensi atau gambaran dari wayang kulit dan beberapa sumber literasi yang berkaitan dengan Dalam perancangan motion comic ada 14 karakter diantaranya: Bima ( Werkudar. Dewa Ruci. Durna, pandawa (Yudistira. Arjuna. Nakula. Sadew. Khirna. Durna. Sengkuni, bangsa kuru ( Drestratarta. Drusasana dan Duryudan. , 2 ditya (Rukmuka dan Rukmukal. , dan naga Nemburnawa. Dalam pembuatan desain karakter perancang menggunakan software Clip Studio Paint (CSP), dengan ukuran canvas 1920x1080 pixel, resolusi 600 DPI . ot per inc. Dalam pembuatan desain karakter ada 3 tahapan. konsep dan ide, sketsa, lineart dan pewarnaan. Konsep dan Proses konsep dan ide merupakan tahapan awal dalam pembutan desain Adapun untuk sumber referensi diambil dari file pdf menggenal tokoh wayang jawa. Gambar 3 2: Gambar cover file PDF (Sumber : Dokumentasi Penuli. Dalam file PDF ini membahas biografis dan tokoh wayang kulit dari kisah singkat tokoh wayang, silsilah dan kematianya. Dalam file PDF ini menyertakan gambar refrensi dari tokoh wayang kulit. Sketsa. Setelah tahapan sebelumnya, sketsa merupakan gambaran kasar dalam pembutan desain karakter untuk menggurangi kesalahan dalam pembuatan desain karakter. Dengan menggunakan pen tool, dengan jenis real G-pen dengan ukuran brush 8 - 15. Lineart merupakan tahapan penegasan garis dari proses sketsa. Gambar 3 3: gambar lineart karakter . dokumen pribad. 66 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Pada gambar diatas merupakan contoh hasil dari proses lineart dengan hasil garis yang lebih tegas dan jelas. Dengan menggunakan warna normal yaitu normal. Pewarnaan. Setelah tahapan sebelumnya maka tahap pewarnaan, tahapan pewarnaan merupakan tahap finisning dalam pembutan desain karkater. Coloring bertujuan untuk memberikan warna dan detail kepada karakter. Gambar 3 4 : Gambar pewarnaan desain karakter . dokumen pribad. Pada gambar diatas merupakan salah satu hasil dari proses pewarnaan yaitu, karakter Bima. Dapat dilihat dari goresan garis menggambarkan ketegas dari karakter, dengan didukung pemilihan warna kulit sawo matang, mengambarkan jiwa petuwalang dan pekerja keras. Adapaun karakter-karakter dalam perancangan motion comic sebagai berikut: Tabel 3. 2: Desain karakter dan keterangan (Sumber : Dokumentasi Penuli. No Nama Karakter Gambar Bima (Werkudar. Bima memiliki postur tubuh ideal dan tinggi basar dengan aksesoris khas kerajaan Jawa. Dengan rambut yang Panjang. Bima memiliki senja yaitu gada , namun senjata pusakanya adalah kuku pancanaka. Dewa Ruci Dewa Ruci memiliki postur kerdil . Dengan aksesoris gelang, hiasan lengan, dan Kemudian menggunakan mahkota. Dewa Ruci menggunakan kain bermotif kotakkotak hitam putih. 67 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Durna memiliki sifat tinggi hati, sombong, congkak, dan bengis, dan dia banyak bicara. Namun, dia sangat mahir dalam olah keprajuritan dan sangat cerdas, cerdik, cerdik, dan sakti. Keris bernama Cundamanik dan panah sangkali adalah simbol kekuatan resi Durna Pembuatan Background Pembuatan latar belakang/background diperlukan untuk mendukung setting latar dalam perancangan motion comic. Dalam pembuatan background yang digunakan terdiri dari kerajan Indraprastha, kerajan Hastinapura, hutan Tibrasana dan laut. Gambar 3 6 : gambar salah satu latar belakang . Dokumen Penuli. Pada gambar diatas merukapan salah satu gambar background hutan Tibrasana dengan latar waktu malam. Background tersebut menggunakan efek cahaya berwarna biru yang dihasilkan dari cahaya bulan. Tabel 3 3 : Tabel Pembuatan Background . Dokumen Penuli. Deskripsi Refrensi Kerajaan hastinapura. Dengan bangunan kokoh, dengan 1 tower menjadi pusatnya. Kerajaan Indraprasta, dengan bangunan kokoh, dengan 2 68 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Hasil Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja Kerajaan Hastinapura. Menggunakan pilar besar, hiasan dinding menggunakan gambar batik, dengan warna dominan Kerajaan Indraprasra. Menggunakan pilar besar, hiasan dinding menggunakan gambar batik, dengan warna dominan putih Samudra Selatan, dan yang menjadi referensi Pantai Pok Tunggal ini terletak di Desa tepus. Kecamatan Tepus. Kabupaten Gunung Kidul. Hutan Tibrasana, untuk referensi yang digunkan menggunakan De Djawatan Forest Banyuwangi. Hutan yang memiliki pohon yang besar dan menggunakan suasana ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Pada tahapan keempat dalam pembuatan motion comic adalah audio, dalam tahapan audio dimana perancang memilih dan menggunakan audio untuk penunjang dalam perancangan motion comic yang terdiri dari: backsound, efek suara, pengisi suara dan narasi dalam perancang motion comic. Backsound dalam perancangan motion comic ada 2 backsound yaitu. Sahara Epic Dramatic Piano Soundaudio dan Piano. Backsound yang digunakan di download dari website pixabay. Efek suara. Efek suara salah satu aset pendukung yang sangat penting untuk menghasilkan video yang terlihat hidup. Efek suara yang digunakan diataranya, efek pukulan, efek pertarungan, efek benturan, efek terjun ke laut, dan efek teriakan. Efek suara didapat dari website pixabay. Pengisi suara Dalam tahapan ini pemilihan pengisi suara . oice talen. diperlukan, dikarenakan konsep perancangan motion comic menggunakan pengisi suara. Penerapan pengisi suara ditempatkan pada percakapan/dialog pada video motion Pada proses pengisi suara perancang membutuhkan bantun teman-teman yang terdiri dari 5 orang. Fuad. Aji. Faiqun. Nawa dan saya sebagai perancang. Fuad untuk pengisi suara karakter Kresna. Durna. Nakula. Sadewa. Sengkuni dan 2 Ditya. Aji dalam perancangan ini sebagai pengisi suara karakter Dewa ruci. Faiqun dalam hal ini mengisi suara untuk karakter Bima, kemudian Drestratarta. Kemudian Nawa berperan sebagai pengisi suara karakter Indra dan Bayu. Sedangan saya sebgai 69 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X perancang mengisi suara Yudistira. Dalam proses perekaman audio pengisi suara mengunakan smartphone kemudian dilakukan proses menghilangkan noise dari audio dengan menggunakan website Adobe Podcast. Narasi dipilah dalam perancangan motion comic bertujuan untuk membawa penonton/audience untuk merasakan segala emosi yang dialami oleh karakter. Narasi digunakan untuk mengiring cerita dalam video motion comic, sehingga pesan dan jalan cerita tersampaikan ke penonton. Sedangkan orang yang mengisi suara disebut narator. Adapun untuk narator dalam perancangan motion comic yaitu choir. Sama halnya dengan proses sebelumnya, proses narasi mengunakan alat rekam smartphone, kemudian diolah dengan website Adobe Podcast untuk noisenya. Animatic Setelah tahapan-tahapan diatas, maka akan masuk pada tahapan animatic, tahapan animatic merupakan proses menyinkronisasikan audio dan tampilan slide show dari gambar storyboard. Gambar 3 7: proses animatic scene 1 . umber : Dokumentasi Penuli. Proses ini menyinkronisasikan audio mulai dari pengisi suara, backsound,efek suara, narasi, dan gambar-gambar storyboard. seperti pada gambar 3. mengabungkan gambar per gambar maka menghasilkan video slide show sebagai referensi bagaimana gambaran hasil video motion comic nantinya dalam tahapan animatic merupakan tahapan yang menjadi acuan untuk tahapan proses selanjutnya pada proses animatic software Adobe Premiere Pro CC 2019, dengan ukuran 1980x1080 pixel. Produksi. Proses produksi merupakan proses paling banyak menghabiskan waktu. Proses ini merupakan lanjutan dari proses-proses sebelumnya, mulai dari memvisualisasikan storyboard perancang menggunakan software Clip Studio Paint (CSP). Dengan ukuran canvas 1920x1080 pixel, dengan resolusi 600 pixel, dengan posisi canvas landscape. Renders gambar bertujuan untuk mengetahui hasil gambar-pergambar dari proses sebelumnya, sehingga perancangan dapat mengetahui apakah gambar tersebut sudah sesuai dengan jalan cerita video motion Tujuan kedua dalam tahapan ini adalah menjadi patokan perancang untuk mengetahui posisi dan letak dari setiap adegan pada video motion comic nantinya. aset untuk animasi proses pengumpulan aset gambar mengunakan jenis file gambar JPEG, bertujuan agar digerakkan nanti bisa sesuai dengan perancangan di awal. Pengumpulan aset untuk animasi bertujuan mempermudah perancang pada tahapan selanjutnya. 70 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Animasi. Proses animasi merupakan proses dimana semua gambar adegan peradegan dari tahapan produksi di animasikan sesuai dengan script dan storyboard yang sudah dibuat dengan perpatokan pada visualisasi dari tahapan animatic. Pada tahapan ini perancancang menentukan animasi transisi, animasi karakter, animasi Menggabungkan adegan proses menggabungkan adegan merupakan tahapan akhir dalam perancangan motion comic dimana semua proses dari tahapan animasi digabungkan menjadi satu. Dalam proses menggabungkan adegan peradegan dengan penggabungkan antara hasil dari proses animasi dan hasil dari audio, dengan berpatokan pada animatic. Test . ji cob. Proses ini bersifat life cycle, sehingga bisa terjadi perulangan dan kembali ke tahap prototype jika terdapat kesalahan atau revisi. Setelah testing selesai, maka karya akan dipublikasikan pada platform media sosial. Dalam tahapan ini perancang menggunakan pengujian alpha dan pengujian beta. Pengujian Alpha Pengujian Alpha ini bertujuan untuk mengevalusai kuallitas produk yang telah Proses pengujian ini dilakukan oleh, ahli informasi menilai dari segi materi, yaitu masalah krisis identitas dan informasi tentang cerita pewayangan Bima dan Dewa Ruci. Pengujian Beta Pengujian beta ini bertujuan untuk meninjau dari tampilan motion comic adalah materi dan informasi dapat diterima dengan jelas dan bisa dipahami. Pengujian beta ini melihatkan remaja/siswa sebagai audien, pengujian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan melihat respon dari Youtube. 1 Hasil dan Pembahasan Media utama Dalam perancangan ini media utama yang digunakan adalah video motion comic dengan ukuran video 1920 x 1080 pixel. Hasil perancangan motion comic ditampilkan dalam bentuk audiovisual dengan hasil gambar 1080 P . , cerita dalam perancangan motion comic diadaptasi dari buku serat Dewa Ruci , berikut https://youtu. be/sdO5h9Z0LFo Gambar 3 8: Hasil karya dalam Channel Youtube . umber : Dokumentasi Penuli. 71 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Media pendukung Media pendukung yang perancang gunakan antara lain, trailer, stiker karakter, poster, baju T-shirt dan buku desain karakter. Perancang memilih video trailer bertujuan untuk media promosi untuk penunjang kemedia utama yaitu video motion Perancang memilih stiker karakter bertujuan untuk mengenalkan kepada audien karakter-karakter apa saja yang ada dalam video motion comic. digunakan karena sebagai media promosi yang dapat dicetak maupun dibagikan dijejaring media sosial. perancang membuat baju T-shirt bertujuan sebagai media pendukung dari video motion comic. Buku desain karakter dipilih oleh perancang bertujuan untuk memberikan deskripsi singkat dan informasi kepada audien yang ingin mengetahui lebih jauh tentang karakter dari video motion comic. Media pendukung berfungsi sebagai penunjang dari media utama yaitu video motion 2 Uji Coba 1 Uji Validasi Dalam pengujian alpha terdapat dua validator, validator media segi visual dan segi materi krisis identitas dalam perancangan motion comic cerita pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk krisis identitas pada remaja. Pada bagian pertama segi visual dilakukan validator dengan bapak aji prasetyo sebagai komikus. Berikut merupakan tangapan bapak aji prasetyo setelah melihat motion comic cerita pewayangan bima dan dewa ruci untuk krisis identitas pada remaja. AuUntuk keseluruhan visualisasi dari perancangan motion comic sudah baik, namun ada beberapa bagian yang harus diperhatikan, seperti dari karakter utama Bima yang memiliki mimik wajah yang lebih tua dari usia yang sebenarnya. Kemudian untuk karakter Dewa Ruci yang belum sesuai dengan seharusnyaAy. Uji coba alpha dari segi materi krisis identitas dilakukan dengan ibu Sri Wulandari S. Psi yang menjabat menjadi guru BK pada MA Muallimat Malang. Berikut merupakan tangapan ibu Wulan setelah melihat motion comic cerita pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk krisis identitas pada remaja. Bisa digunakan tetapi remaja mungkin lebih tertarik apabila menggunakan tokoh yang sedang tranding/ kekinian dikalangan anak muda. Menarik, namun bisa dikembangkan lagi dari audionya, khususnya dubbing bisa di buat lebih banyak variasi, sehingga tidak seperti nonton kartun versi laman. Bisa digunakan, ketika pesan yang digunakan mudah dipahami, dengan menggunakan bahasa dan alur cerita yang menarik bagi remaja dan terdapat pesan-pesan moral sehingga sesuai dengan kondisi remaja yang sedang menggalami masalah krisis Dampak setelah melihat video motion comic, mereka mungkin sangat antusias saat proses tanya jawab tentang video motion comic yang baru disajikan. Akan tetapi untuk perubahan psikologi dan karakter, tayangan video motion comic dengan alur cerita yang disampaikan masih belum efektif. 2 Uji Coba Target Audiens Uji coba beta dilakukan dengan mengunakan dua tahapan, dengan media internet yaitu Youtube dan kedua mengunakan Google Form. Adapun hasil dari penujian beta sebagai berikut: Media internet (Youtub. Hasil dari perancangan motion comic cerita pewayang Bima dan Dewa Ruci untuk krisis identitas pada remaja di upload pada tanggal 6 juli 2023. Dari hasil upload motion comic, pada tanggal 17 juni 2023 mendapatkan respon yang cukup baik dari audien. Adapun rinciannya sebagai berikut: 72 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Gambar 3. 6 Analisis Video Youtube (Sumber : Dokumentasi Penuli. Dari gambar diatas hasil yang didapatkan adalah pemutaran video di tonton sebanyak 126 X dengan waktu tonton . 3,6 jam dan mendapat tambahan 11 Gambar 3. 7 kolom komentar youtobe (Sumber : Dokumentasi Penuli. Dari gambar diatas hasil yang didapatkan adalah mendapatkan respon dari audien dilihat dari kolom komentar yang menunjukan respon yang positif. Dengan jumlah audien yang melakukan komentar sebanyak 21 respon. Gambar 3. 8 analisis video usia penonton youtob. (Sumber : Dokumentasi Penuli. Dari gambar diatas hasil yang didapatkan adalah usia penonton yang menyaksikan video motion comic 100% usia 18-24 tahun. 73 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X Google Form. Pengujian beta dengan menggunakan Google Form dilaksanakan pada tanggal 20 juni 2023 dengan audien yang merupakan siswa siswi MA Mualimat malang dengan jumlah audien sebanyak 29 siswa dan siswi. Sebelum melakukan pengujian perancang memberikan materi singkat terkait dengan perancangan motion comic cerita pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk masalah krisis identitas pada remaja. Kemudian sebelum mengisi Google Form audien di ajak untuk menonton video motion comic Berikut merupakan hasil dengan mengunakan uji coba beta menggunakan Google Form, sebagai berikut. Gambar 5:diagram data responden kelas (Sumber : Dokumen Penuli. Dari gambar di atas, keterangan presentasi 10 responden duduk dikelas 10, kemudian 11 responden duduk dikelas 11 dan 8 responden duduk dikelas 12 pada sekolah MA Muallimat. Dengan jumlah responden terbanyak berumur 17 tahun dengan jumlah responden sebanyak 17 responden dengan presentasi . ,6%), kemudian umur 16 tahun sebanyak 9 responden dengan presentasi . %), untuk umur 18 tahun sebanyak 2 responden dengan presentasi . ,9%) dan yang terakhir dengan umur 15 tahun dengan jumlah responden sebanyak 1 dengan presentasi . ,4%). Pada pembahasan dalam video motion comic dibagi menjadi 3 bagian, adapun pembagiannya sebagai berikut: Dari segi masalah krisis identitas. Dari 29 responden 17 responden mengetahui tentang masalah krisis identitas, kemudian 8 responden ragu-ragu mengetahui masalah krisis identitas, dan responden tidak mengetahui tentang masalah krisis identitas. Dari Segi Alur Cerita Perancangan motion comic mengunakan cerita pewayangan Bima dan Dewa Ruci. Dari 29 responden 19 responden sudah mengetahui tentang cerita tersebut dengan jumlah presntasi 65,5%, kemudian 7 responden ragu-ragu dalam mengetahui cerita dengan presntasi 2,1% dan 3 responden tidak menetahui cerita pewayangan Bima dan Dewa Ruci dengan presentasi 10,3%. Dari Segi Visual dan informasi Dari gambar di atas, dari 29 responden 19 responden mengatakan bahwa visual dari video motion comic menarik untuk ditonton dengan presentase 67,9%, kemudian 7 responden ragu-ragu bahwa visualnya menarik dengan presentase 25% dan 2 responden tidak tertarik dengan visual video motion comic dengan presentase 7,1%. Audio Dari gambar di atas, dari 29 responden 15 responden mengatakan bahwa audio dari video motion comic menarik dengan presentase 51,7%, kemudian 13 responden ragu74 | Volume 06. Nomor 01. Maret 2024 Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Riyan Ardiyansyah. Rahmat Kurniawan. Evy Poerbaningtyas Perancangan Motion Comic Cerita Pewayangan Bima dan Dewa Ruci untuk Krisis Identitas Pada Remaja ISSN 2656-9973 E-ISSN 2686-567X ragu bahwa audio-nya menarik dengan presentase 44,8% dan 1 responden tidak tertarik dengan visual video motion comic dengan presentase 3,4%. KESIMPULAN Hasil akhir dari perancangan ini adalah karya motion comic cerita Bima dan Dewa Ruci berjudul Lelaku dengan durasi 29 menit. Karya telah dipublikasi di kanal Youtube dengan pemutaran sebanyak 126 kali dan mendapat respon positif. Berdasarkan hasil uji coba yang telah dilakukan kepada audiens sebanyak 29 siswa, diperoleh presentasi keseluruhan 34% dan tergolong kategori B dengan kualifikasi cukup baik. Berdasarkan hasil presentasi tersebut maka video motion comic cukup baik digunakan sebagai media pembelajaran untuk menunjang permasalahan krisis identitas baik disekolah maupun masyarakat luas. Berikut saran untuk pengembangan media lebih lanjut sebagai berikut: Video motion comic bisa digunakan apabila menggunakan tokoh, yang sedang trending/kekinian dikalangan anak muda. Sehingga remaja lebih tertarik. Untuk keseluruhan visualisasi dari perancangan motion comic sudah baik, namun ada beberapa bagian yang harus di perhatikan, seperti dari karakter utama Bima yang memiliki mimik wajah yang lebih tua dari usia yang sebenarnya. Audio dari motion comic bisa lebih menarik, khususnya dubbing bisa di buat lebih banyak variasi, sehingga tidak seperti nonton kartun versi lama dan audio bisa dikembangkan lagi dari audionya. Cerita perwayangan Bima dan Dewa Ruci Bisa digunakan, ketika pesan yang digunakan mudah dipahami, dengan menggunakan bahasa dan alur cerita yang menarik bagi remaja dan terdapat pesan-pesan moral sehingga sesuai dengan kondisi remaja yang sedang menggalami masalah krisis identitas. Dampak setelah melihat video motion comic, mereka mungkin sangat antusias saat proses tanya jawab tentang video motion comic yang baru disajikan. Akan tetapi untuk perubahan pisikologi dan karakter, tayangan video motion comic dengan alur cerita yang disampaikan masih belum efektif. DAFTAR PUSTAKA