ISSN: 2597-3851 DOI: https://doi. org/10. 35747/hmj Homepage: https://journal. id/index. php/healthy Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Cuci Tangan Ibu Sebelum Kontak Bayi Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Esti Asih Mardiana1*. Diah Nur Anisa1. Yuni Purwati1 1 Program Studi Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Sleman. Indonesia *email:gavinrizky. gr@gmail. ABSTRACT Infants represent a demographic susceptible to acquiring infectious diseases. A prevalent method of transmission occurs through hands or during interpersonal interactions. Mothers are the primary caregivers who engage most often with Knowledge and appropriate handwashing techniques may reduce the likelihood of infection and disease, particularly in infants with vulnerable immune systems. To find out the relationship between the level of knowledge and the behavior of washing the mother's hands before contact with the baby at PKU Muhammadiyah Hospital Bantul. This research employed a quantitative, descriptive correlational methodology with a cross-sectional design and utilized a purposive sampling technique. A sample of 55 respondents was selected. The data was obtained utilizing a handwashing knowledge questionnaire and a handwashing behavior questionnaire for data collection. The data analysis employed univariate and bivariate Kendall's tau b analysis. The majority of mothers demonstrated excellent knowledge . 3%), and a significant proportion demonstrated good handwashing practices before interacting with their infants . 8%). The Kendall's tau correlation coefficient was 0. 800, with a significance level of 0. <0. A significant correlation existed between the level of knowledge and the handwashing practices of mothers before interacting with their infants at PKU Muhammadiyah Bantul General Hospital. Keywords: Cuci tangan. Tingkat pengetahuan. Perilaku. Perawartan bayi Received: September 2025. Accepted: Desember 2025. Published: Desember 2025 A2025. Published by Institute for Research and Innovation Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). LATAR BELAKANG mencegah penularan penyakit. Bayi baru lahir Bayi baru lahir adalah masa kehidupan . -28 har. dimana terjadi perubahan yang sangat besar dari bersamaan dengan pematangan organ hampir pada semua sistem. Bayi merupakan golongan umur yang memiliki resiko gangguan kesehatan yang paling tinggi sehingga penanganan yang kurang cepat dan tepat bisa berakibat fatal . Pada perawatan bayi baru lahir, mencuci tangan sebelum kontak dengan bayi sangat penting untuk memiliki sistem imun yang masih sangat lemah, sehingga sangat rentan terhadap infeksi. Menjaga kebersihan tangan saat merawat bayi baru lahir dapat mencegah masuknya kuman, bakteri dan virus yang bisa menyebabkan infeksi serius seperti pneumonia dan sepsis. Oleh karena itu ibu bayi sangat dianjurkan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air bersih sebelum menyentuh atau merawat bayi baru lahir. Cuci tangan bukan hanya praktik kebersihan yang sederhana, tetapi Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 167Ae 179 e-ISSN: 2598-2095 juga merupakan langkah krusial dalam mencegah pada saat lahir karena lama di jalan kelahiran, letak penyakit dan melindungi kesehatan bayi . lintang, serta panggul sempit. Selain itu, penyebab Angka kematian neonatus tahun 2022 di seluruh dunia adalah 21 kematian neonatal per 1. lain kematian bayi yang sering dijumpai di DIY antara lain kelainan bawaan. kelahiran hidup (Unicef 2. , sedangkan angka Kebersihan tangan merupakan metode yang kematian neonatal di Indonesia adalah 19 kematian murah dan hemat biaya untuk mencegah infeksi neonatal per 1. 000 kelahiran hidup (BPS, 2. pada neonatus, sehingga intervensi ini dapat Kematian pada neonatal biasanya diawali dari penyakit yang diderita anak tersebut yang sebenarnya masih bisa ditanggulangi salah satunya yaitu dengan cuci karena itu, praktik kebersihan tangan ini memiliki Oleh karena itu, ibu harus merawat dan prospek yang kuat untuk mengurangi terjadinya memperhatikan bayinya dengan benar, agar tidak infeksi dan kematian neonatal terkait infeksi. merusak kelangsungan hidup bayi secara keseluruhan. Beberapa budaya mungkin tidak menekankan Kematian bayi akibat infeksi, terutama infeksi dan dipraktikkan di negara-negara Oleh neonatus, merupakan masalah kesehatan global yang mempengaruhi perilaku ibu dalam mencuci tangan Menurut data dari (WHO 2. berbagai penelitian, infeksi menjadi salah satu Pelaksanaan cuci tangan pada ibu bayi penyebab utama kematian neonatal di seluruh dunia. Setiap tahunnya, infeksi berkontribusi terhadap sekitar 25% dari 2,8 juta kematian neonatal di seluruh dunia. Tangan dapat menjadi media penularan berbagai Lebih dari 95% neonatal terkait sepsis, kematian terjadi di negara-negara berpendapatan rendah dan menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan Di Indonesia, angka kematian neonatal Mencuci tangan dengan sabun dapat mencapai 32 per 1. 000 kelahiran hidup pada tahun 2020, dengan infeksi neonatus berkisar antara 24- menurunkan kematian bayi terkait infeksi sebesar 34% sebagai penyebab kematian infeksi ini menjadi 27% . penyebab kematian terbanyak kedua setelah asfiksia (Direktorat Kesehatan Keluarga 2. Pengetahuan dan praktik yang baik dalam mencuci tangan dapat mengurangi risiko infeksi AKB di DIY berdasarkan data Dinas Kesehatan dan penyakit, terutama pada bayi yang sistem Daerah Istimewa Yogyakarta . terdapat 216 kekebalan tubuhnya masih rentan . Cuci tangan kasus kematian bayi usia 0-28 hari pada tahun 2022. merupakan langkah Kasus kematian bayi tertinggi terletak di Kabupaten penyebaran infeksi, terutama di lingkungan rumah Bantul dengan jumlah 90 kasus dan terendah di Kota Infeksi nosokomial sering terjadi akibat Yogyakarta dengan jumlah 27 kasus. Penyebab umum kematian bayi dan neonatal di DIY adalah asfiksia krusial dalam mencegah Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 167Ae 179 e-ISSN: 2598-2095 pengetahuan dan sikap perawat terhadap praktik cuci kuman dari satu pasien ke pasien lainnya atau tangan . bahkan ke staf rumah sakit . Ruang perinatologi dan juga bangsal rawat gabung di rumah sakit harus dilengkapi dengan fasilitas yang mendukung praktik cuci tangan, seperti METODE wastafel dengan air mengalir dan sabun antiseptik. Jenis Lingkungan kuantitatif dengan deskriptif korelasi berkontribusi pada efektivitas praktik kebersihan desain penelitian cross sectional. Populasi pada tangan . penelitian ini adalah ibu bayi yang berada di ruang Mencuci tangan secara efektif dapat mengurangi perinatologi dan ruang rawat gabung RSU PKU risiko infeksi yang didapat di rumah sakit . Muhammadiyah Bantul sebanyak 87 orang per Infeksi ini sering terjadi karena kurangnya kebersihan Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak tangan, baik dari tenaga medis maupun pengunjung. 55 ibu bayi yang melahirkan baik secara normal Keluarga Pengambilan mencegah penyebaran infeksi dengan meningkatkan penelitian ini menggunakan teknik purposive pengetahuan dan sikap terhadap praktik cuci tangan. Pengetahuan yang baik akan mendorong perilaku menggunakan lembar kuesioner pengetahuan dan mencuci tangan yang benar . perilaku cuci tangan. Kriteria inklusinya adalah Ibu bayi juga perlu memahami lima momen semua ibu bayi yang bayinya dirawat diruang RSU PKU menyentuh pasien, sebelum melakukan prosedur Muhammadiyah berpendidikan minimal SD, ibu bayi yang bersedia menyentuh pasien, dan setelah menyentuh lingkungan menjadi responden. Penelitian ini telah mendapat sekitar pasien. Edukasi tentang cuci tangan harus persetujuan Ethical Clearance dari Komite Etik RS dilakukan secara rutin oleh tenaga kesehatan kepada PKU Bantul dengan No. 063/EC. KEPK/C/04. 25 yang keluarga pasien . dikeluarkan pada tanggal 22 April 2025. Ketidakpatuhan dalam mencuci tangan dapat menyebabkan peningkatan risiko infeksi nosokomial, yang merupakan infeksi didapat selama perawatan di Infeksi komplikasi serius pada pasien, terutama bagi mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Keluarga pasien yang tidak mencuci tangan dengan benar dapat berfungsi sebagai pembawa patogen, menyebarkan Bantul. Instrumen dalam penelitian ini adalah beruapa Tingkat perawatan bayi baru lahir terdiri dari 15 butir Lembar kuesioner ini berisi beberapa butir pernyataan menggunakan skala likkert. Responden mendapat nilai jika jawaban Sangat Tidak Setuju (STS) = 1. Tidak Setuju (TS) = 2. Setuju (S) = 3. Sangat Setuju (SS) = 4. Kuesioner perilaku cuci tangan yang meliputi 9 butir Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 167Ae 179 Lembar kuesioner ini berisi beberapa butir e-ISSN: 2598-2095 HASIL DAN PEMBAHASAN pertanyaan menggunakan skala likert. Responden mendapat skor penilaian jika jawaban Selalu = 3. Kadang = 2. Tidak = 1. peneliti Gita Ayuningtyas tahun 2021 dengan judul AuPengaruh Pendidikan Hand Hygiene Terhadap Perilaku Cuci Tangan Enam Tahap Pada Keluarga Pasien Di Unit Rawat Inap Rumah Sakit dr. Sitanala TangerangAy. 2025 pada 55 responden, dengan data yang diperoleh sebagai berikut : Kuesioner Tingkat Pengetahuan mengadopsi dari Hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Mei Jumlah Tabel Tentang Perilaku Cuci Tangan mengadopsi dari peneliti Nurul Huda dengan judul Karakteristik Balita Puskesmas Pahandut Prosentase (%) Usia Responden 20-30 tahun 30-40 tahun >40 tahun Pendidikan Terakhir SMP SMA Perguruan Tinggi Pekerjaan Ibu Rumah Tangga PNS/BUMN Karyawan Swasta Pengusaha Pendapatan Rp 2. 000,00 Rp 3. 000,00 Ae Rp 000,00 Rp 5. 000,00 Kota Palangkaraya Tahun 2022Ay. Jumlah pertanyaan dalam kuesioner ini sebanyak 9 butir pertanyaan yang dimodifikasi dan di ujikan dengan dua dosen penguji Pada intstrumen kuesioner perilaku cuci tangan divalidasi melalui uji expert dengan dua dosen pakar dibidang keperawatan maternitas dan dosen pakar dibidang keperawatan anak. Hasil validitas konten diukur menggunakan Content Validity index (CVI), setiap butir dinilai oleh dua pakar dengan skala 4 poin . butir = Relevan, 7 butir = Sangat releva. Hasil perhitungan menunjukan nilai CVI 1,00 yang berarti semua item dinilai relevan . kor Ou . oleh kedua Nilai ini melebihi batas minimal CVI 0,80 yang direkomendasikan (Polit & Beck, 2. Karakteristik Frekuensi . penelitian AuHubungan Perilaku Ibu Dengan Kejadian Diare Frekuensi Muhammadiyah Bantul . uji cronbach alpha sebesar 0,869. Kuesioner Distribusi Responden di Bangsal An Nur dan An Nisa RSU PKU kuesioner ini sebanyak 15 butir pernyataan, dengan angka hasil uji validitas dan reliabilitas menggunakan Penjelasan Informasi Tentang Cuci Tangan Sudah Belum Jumlah Persalinan Ke 1 Ke 2 Riwayat Penyakit Ibu Bayi Tidak Sumber : Data primer 2025 Berdasarkan dari tabel 1, diketahui bahwa berdasarkan kelompok usia responden mayoritas pada usia 20-30 tahun sebanyak 47,3% dan usia 30-40 tahun sebanyak 49,1%. Pada kelompok pendidikan mayoritas responden berpendidikan Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 167Ae 179 SMA dan perguruan tinggi sebanyak 47,3%. Pekerjaan e-ISSN: 2598-2095 Analisa bivariat pada penelitian ini untuk responden paling banyak adalah sebagai ibu rumah tangga sebanyak 56,4%. Pada kelompok pernah perilaku cuci tangan ibu sebelum kontak bayi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah tingkat responden sudah pernah mendapatkan informasi pengetahuan menggunakan skala data ordinal dan senayak 81,8%. Pada kelompok jumlah persalinan variabel terikat perilaku cuci tangan ibu sebelum didapatkan data mayoritas merupakan persalinan kontak bayi menggunakan skala data ordinal anak ke2 sebanyak 50,9%. Pada kelompok riwayat dengan besar sampel 55 sehingga digunakan uji penyakit sebanyak 52 responden atau 94,5% tidak korelasi KendallAos Tau b. mengalami penyakit yang serius. Tabel 4. Tabulasi Silang Hubungan Tingkat Tabel 2. Tingkat Pengetahuan Ibu Bayi di Bangsal An Pengetahuan Dengan Perilaku Cuci Tangan Ibu Nur dan An Nisa RSU PKU Muhammadiyah Bantul Sebelum Kontak Bayi di RS PKU Muhammadiyah pada Mei 2025 . Bantul Pada Mei 2025 . Tingkat Frekuensi Prosentase (%) Pengeahuan . Baik Cukup Kurang Total Perilaku Cuci Tangan Ibu Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang responden mengenai cuci tangan, diketahui paling banyak adalah kategori. baik yaitu sebanyak 48 responden 87,3%. Tabel 3. Gambaran Perilaku Cuci Tangan Ibu Sebelum Kontak Bayi di Bangsal An Nur dan An Nisa RSU PKU Muhammadiyah Bantul Pada Mei 2025 . Perilaku Ibu Sebelum Kontak Bayi Baik Frekuensi . Prosentase (%) Total Baik Cukup Kurang Total Sumber : Data primer 2025 Berdasarkan Tabel 2 bahwa tingkat pengetahuan Sumber : Data primer 2025 Berdasarkan table 4 dapat dilihat bahwa hasil uji yang menggunakan uji statistik KendallAos Tau dalam hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku cuci tangan ibu sebelum kontak bayi diperoleh bahwa sebanyak 45 responden . ,8%) yang memiliki tingkat pengetahuan baik tentang cuci tangan juga memiliki perilaku yang baik dalam Cukup cuci tangan sebelum kontak bayi. Hasil uji statistik Kurang Total didapatkan nilai p value = 0,000 berarti p value < Sumber : Data primer 2025 Berdasakan tabel 3 bahwa perilaku cuci tangan ibu sebelum kontak bayi, diketahui paling banyak adalah 0,05 maka hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan baik yaitu sebanyak 45 orang . ,8%). Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 167Ae 179 e-ISSN: 2598-2095 dengan perilaku cuci tangan ibu sebelum kontak bayi Nilai ini menunjukkan adanya hubungan yang kuat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul dan positif antara kedua variabel tersebut. Artinya Berdasarkan tabel tabel dengan menggnakan uji semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang KendallAos Tau antara tingkat pengetahuan dengan maka cenderung semakin baik pula perilakunya. perilaku cuci tangan ibu sebelum kontak bayi Selain itu, nilai signifikansi (Sig. 2-taile. sebesar menunjukkan nilai signifikansi/sig . -taile. antara 0,000 . -value <0,. , yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan sebesar 0,000 atau P value < hubungan ini sangat signifikan secara statistik. 0,05 maka dapat diinterpretasikan ada hubungan Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang antara antara tingkat pengetahuan dengan perilaku kuat dan signifikan antara tingkat pengetahuan cuci tangan ibu sebelum kontak bayi di RSU PKU dan perilaku dalam penelitian ini. Korelasi positif ini Muhammadiyah Bantul. Hasil nilai keeratan koefisien korelasi antara r = 0,800, yang berarti bahwa perilaku yang baik ibu bayi dalam mencuci tangan perilaku cuci tangan ibu sebelum kontak bayi adalah sebelum kontak bayi keeratan kuat. Arah hubungan variabel tingkat pengetahuan dengan perilaku cuci tangan sebelum Pembahasan kontak bayi memiliki arah hubungan yang positif ( ) Berdasarkan hasil analisis karakteristik tabel atau nyata . , maka dapat diartikan semakin baik 1, diketahui bahwa berdasarkan kelompok usia tingakt pengetahuan semakin baik perilaku cuci responden mayoritas pada usia 20-30 tahun tangan ibu sebelum kontak bayi. sebanyak 47,3% dan usia 30-40 tahun sebanyak Tabel 5. Uji Korelasi KendallAos tau b Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Cuci Tangan Ibu Sebelum Kontak bayi di Bangsal An Nur dan An Nisa RSU PKU Muhammadiyah Bantul Pada Mei 2025 . 49,1%. Perilaku Cuci Tangan Ibu Tingkat Sebelum Pengetahuan Kontak Bayi Tingkat Correlation Pengetahuan Coefficient Sig. Kendall's Perilaku Cuci Correlation Tangan Ibu Coefficient Sebelum Sig. Kontak Bayi taile. Uji Kendall's tau_b Usia kematangan alat reproduksi seorang wanita. Usia yang paling optimal untuk bereproduksi secara sehat dan aman adalah pada usia antara 20 Ae 35 Pada usia tersebut secara biologis organ tubuh dan reproduksi sudah siap untuk hamil (Astriana 2. Pada usia 20 Ae 35 tahun angka mortalitas seorang ibu saat hamil dan melahirkan lebih rendah 2 sampai 5 kali dibandingkan ibu dengan usia beresiko yaitu dibawah 20 tahun atau diatas 35 tahun (Riyani et al 2. Wanita yang mengalami kehamilan saat berusia dibawah 20 Berdasarkan tabel 5 diperoleh nilai koefisien tahun sangat beresiko terjadi gangguan kehamilan korelasi sebesar 0,800 antara tingkat pengetahuan karena alat reproduksi yang belum matang secara dengan perilaku cuci tangan ibu sebelum kontak bayi. Usia 20 Ae 35 tahun merupakan waktu Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 167Ae 179 e-ISSN: 2598-2095 yang ideal bagi seorang wanita untuk hamil dan bekerja akan lebih memilih waktu dalam merawat melahirkan, sebab pada usia tersebut wanita sudah bayinya sendiri dibandingkan ibu yang bekerja. siap secara fisik dan mental untuk menjalani Dalam penelitian Safitri . , ibu yang tidak Usia tua diatas 35 tahun memiliki resiko bekerja memiliki pengetahuan yang baik dalam terjadi komplikasi atau lebih rentan terjadi gangguan perawatan bayi baru lahir, ibu yang tidak bekerja lebih banyak meluangkan waktu nya dalam membahayakan ibu dan janin yang dikandungnya. merawat bayinya di bandingkan ibu yang bekerja. Pada Hal Berdasarkan hasil analisis karakteristik tabel 1 reproduksi, daya tahan, dan kemungkinan munculnya pada kelompok pernah mendapatkan informasi penyakit degeneratif pada ibu sehingga dapat atau belum mayoritas responden sudah pernah membuat kehamilannya lebih rentan . Berdasarkan hasil analisis karakteristik tabel 1 47,3%. 81,8%. Kegiatan edukasi kesehatan pada ibu mengenai pentingnya cuci tangan pakai sabun ketika akan Pendidikan berinteraksi dengan bayi dapat meningkatakan pengetahuan ibu. Hal ini sejalan dengan penelitian pendidikan seseorang makin mudah orang tersebut . meneliti tentang edukasi pada ibu perihal untuk menerima informasi. Hal ini sejalan dengan pentingnya cuci tangan menggunakan sabun ketika akan berinteraksi dengan bayi. SMA pengetahuan ibu dengan perawatan tali pusat pada bayi baru lahir, semakin tinggi pendidikan yang Berdasarkan hasil analisis karakteristik tabel 1 Pada kelompok jumlah persalinan didapatkan data dimiliki oleh ibu akan mudah menerima informasi yang masuk maka semakin baik dalam melakukan sebanyak 50,9%. Pada umumnya semakin banyak perawatan tali pusat . Berdasarkan hasil analisis karakteristik tabel 1 pengetahuan yang didapatkan. Dalam hal ini, pekerjaan responden paling banyak adalah sebagai ibu rumah tangga sebanyak 56,4%. Pekerjaan seharusnya lebih tinggi daripada pengetahuan ibu merupakan mata pencaharian sehari-hari seseorang untuk mencari uang dalam memenuhi kebtuhan penelitian Ervin & Umi . , bahwa ibu yang sehari-hari. Pekerjaan berperan besar dalam terhadap sudah memiliki anak mempunyai pengetahuan seseorang dalam melakukan perawatan bayi sehari- Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya dalam perawatan bayi baru lahir. diketahui bahwa sebagian besar tidak bekerja. Tingkat Pengetahuan Ibu Bayi Di RSU PKU pekerjaan merupakan salah satu faktor yang dapat Muhammadiyah Bantul Tahun 2025 Hasil Berdasarkan tabel 2 diperoleh gambaran melakukan perawatan bayi baru lahir. Ibu yang tidak sebagian besar ibu bayi mempunyai pengetahuan Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 167Ae 179 e-ISSN: 2598-2095 dalam kategori baik berjumlah 48 . ,3%) dari 55 setelah dilakukan kegiatan edukasi kesehatan Untuk kategori tingkat pengetahuan yang dengan metode konsultasi menggunakan media baik dengan jumlah nilai 20 skor dengan 20 poster dapat meningkatkan pengetahuan ibu pernyataan yang telah diberikan dengan sistem mengenai pentingnya cuci tangan pakai sabun penilaian yang ada. Pengetahuan atau kognitif saat berinteraksi dengan bayi . -value <0,. merupakan domain yang sangat penting untuk Penelitian yang dilakukan oleh Tamara dan terbentuknya tindakan seseorang . vert behavio. Ika . juga menunjukkan terdapat hubungan Pengalaman serta penelitian ternyata perilaku yang disadari oleh pengetahuan akan lebih baik daripada dengan perilaku cuci tangan pada keluarga pasien perilaku yang tidak disadari oleh pengetahuan. di Ruang Rawat Inap RS Tk. IV Guntung Payung. (Budiman & Riyanto, 2. Ada beberapa faktor Berdasarkan yang dapat mempengaruhi pengetahuan seseorang. koefisien korelasi . 0,823 dengan kategori sangat (Budiman & Riyanto, 2. berpendapat bahwa Didapatkan juga p value 0,000 < . ebih keci. faktor-faktor tersebut adalah pendidikan, media dari 0,05 yang artinya ada hubungan yang massa/informasi, bermakna antara pengetahuan dengan perilaku lingkungan, pengalaman dan usia. Hasil cuci tangan enam langkah pada keluarga pasien di . Ruang Rawat Inap RS Tk. IV Guntung Payung. mendapatkan ada hubungan yang signifikan antara Perilaku Cuci Tangan Ibu Sebelum Kontak Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Tindakan Bayi Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul Mencuci Tangan dalam Perawatan Tali Pusar Bayi Tahun 2025 Baru Lahir tahun 2020. Uji statistik yang digunakan Perilaku menggunakan chi-square dengan uji alternatif fisher seseorang dalam suatu kegiatan atau aktifitas exact test didapatkan p value lebih kecil dari 0,05 Faktor-faktor yang mempengaruhi signifikan antara pengetahuan terhadap tindakan perilaku terdiri dari factor eksternal dan faktor mencuci tangan dalam perawatan tali pusat bayi baru Faktor internal yang mempengaruhi lahir dengan tingkat pengetahuan yang terbesar perilaku yaitu jenis ras/ keturunan, jenis kelamin, adalah kategori baik, yaitu sebanyak 27 responden sifat fisik, kepribadian, intelegensia dan . ,3%). sedangkan factor eksternal yang mempengaruhi Hasil ini juga sesuai dengan penelitian yang perilaku diantaranya yaitu pendidikan, agama, dilakukan . , dengan judul AuEdukasi Pada Ibu Perihal kebudayaan, lingkungan dan sosial ekonomi . Pentingnya CuciI Tangan Menggunakan Sabun Ketika Akan Berinteraksi Dengan Bayi. Hasil analisis dari uji T-test perbedaan pengetahuan ibu sebelum edukasi dan Perilaku manusia bereaksi, berpakaian dan sebagainya. Jadi dapat Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 167Ae 179 e-ISSN: 2598-2095 . adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia baik yang diamati langsung maupun yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tidak dapat diamati oleh pihak luar. Mencuci tangan perilaku cuci tangan keluarga pasien di Ruang dalam perawatan bayi baru lahir sangat penting Anak. Didapatkan juga nilai koefisien korelasi . karena dengan mencuci tangan kuman atau bakteri di tangan akan berkurang dan menghilang serta dapat hubungan kuat. mencegah terjadinya infeksi. Tindakan mencuci Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan tangan secara signifikan dapat mengurangi infeksi Perilaku Cuci Tangan Ibu Sebelum Kontak pada bayi baru lahir, sehingga perlu meningkatkan Bayi Di RSU PKU Muhammadiyah Bantul 0,614 pengetahuan dan kesadaran ibu akan pentingnya Hasil penelitian dengan Uji Statistik Korelasi mencuci tangan sebelum merawat bayi baru lahir KendallAos tau-b diperoleh nilai signifikansi p value . sebesar 0,000 yang berarti terdapat hubungan Berdasarkan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku cuci perilaku cuci tangan ibu sebelum kontak bayi adalah tangan ibu sebelum kontak bayi. Hasil statistik kategori baik yaitu sebanyak 45 . ,8%) dari 55 menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bayi yang Untuk kategori tingkat perilaku yang baik berpengetahuan baik sebanyak 48 . ,3%) juga dengan jumlah nilai 15 skor dengan 9 pertanyaan menunjukkan perilaku yang baik dalam cuci tangan yang telah diberikan dengan sistem penilaian yang sebelum kontak bayi sebanyak 45 . ,8%). Penelitian ini didukung oleh . dengan judul Di rumah sakit umum PKU Muhammadiyah AuHubungan Pengetahuan. Sikap, dan Perilaku Cuci Bantul sudah ditetapkan dan disahkan SOP resmi Tangan Ibu Terhadap Kejadian Diare pada Balita di mengenai kebersihan tangan yang diperuntukkan RSUD dr. Fauziah BireuenAy. Hasil uji statistik chi- bagi semua petugas, pasien, keluarga pasien dan square antara perilaku cuci tangan ibu dengan pengunjung RS. SOP ini bertujuan sebagai tindakan kejadian diare pada balita dalam kategori baik utama untuk pencegahan dan pengendalian infeksi sejumlah 91,7% diperoleh nilai p value . < dan juga sebagai acuan dalam penerapan langkah- . , artinya H0 ditolak, maka dapat disimpulkan langkah kebersihan tangan. Dampak positif bahwa ada hubungan perilaku cuci tangan dengan kepatuhan perilaku cuci tangan diantaranya yaitu kejadian diare pada balita di ruang anak RSUD dr. menghilangkan mikroorganisme yang menempel di Fauziah Bireuen Tahun 2023. tangan, bayi menjadi tidak gampang sakit dan Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian dapat menghemat pengeluaran. Dampak negatif yang dilakukan oleh Irawan . dengan judul dari ketidakpatuhan perilaku cuci tangan yaitu bayi AuHubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku berisiko terinfeksi, bayi menjadi gampang sakit, cost Cuci Tangan Keluarga Pasien di Ruang AnakAy. Hasil uji pengeluaran lebih banyak untuk merawat anak sakit korelasi rank spearman didapatkan hasil bahwa nilai . p-value sebesar 0,000 < 0,05, hasil tersebut Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 167Ae 179 0,800 dilakukan oleh Syarli et al . yang menunjukkan pengetahuan ibu tentang perawatan bayi baru lahir adanya hubungan bermakna antara hubungan dan perilaku ibu cuci tangan ibu sebelum kontak bayi. antara tingkat pengetahuan dan sikap perawat Mencuci tangan dalam perawatan bayi baru lahir dengan kepatuhan melakukan cuci tangan di ruang sangat penting karena dengan mencuci tangan kuman atau bakteri di tangan akan berkurang dan menghilang Berdasarkan serta dapat mencegah terjadinya infeksi. Tindakan disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara mencuci tangan secara signifikan dapat mengurangi pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan langkah-langkah cuci tangan di Ruang meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu akan Rawat Anak dan Perinatologi RSUD Lubuk Basung pentingnya mencuci tangan sebelum merawat bayi Tahun 2023 . = 0,. Penelitian sejalan dengan penelitan yang e-ISSN: 2598-2095 RSUD Lubuk Basung. chi-square baru lahir . Hasil penelitian ini juga didukung oleh (Lestari et KESIMPULAN mendapatkan ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Tindakan Mencuci Tangan dalam Perawatan Tali Pusar Bayi Baru Lahir tahun 2020. Uji statistik yang digunakan menggunakan chi-square dengan uji alternatif fisher exact test didapatkan p value lebih kecil dari 0,05 yang artinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan tangan dalam perawatan tali pusat bayi baru lahir dengan tingkat pengetahuan yang terbesar adalah kategori baik, yaitu sebanyak 27 responden . ,3%). Penelitian (Randan Sihombing, menyatakan bahwa tingkat pengetahuan memiliki hubungan yang posistif dengan perilaku mencuci tangan pengunjung di satu rumah sakit swasta Indonesia tengah. Sebagian besar responen . ,02%) memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi dan lebih dari setengah responden . ,55%) menunjukkan perilaku cuci tangan yang baik. Hasil statistik uji chi-square didapatkan ada hubungan antara tingkat pengetahuan Berdasarkan hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku cuci tangan ibu sebelum kontak bayi di RSU PKU Muhammadiyah Bantul dapat diambil kesimpulan mayoritas ibu bayi di bangsal An Nuur dan An Nisa RSU PKU Muhammadiyah Bantul pengetahuan baik . ,3%), dan perilaku cuci tangan baik . ,8%). Terdapat hubungan positif yang sangat kuat antara keduanya dengan p value = 0,000 . < 0,. dan kefisien korelasi E = 0,800 pengetahuan dalam hal cuci tangan semakin baik perilaku cuci tangan ibu sebelum kontak bayi. Instrumen yang berupa kuesioner dalam penelitian ini memiliki beberapa kelemahan diantaranya pertanyaan kurang mendalam. Solusi kedepan yang perlu dilakukan adalah perlu ditambahkan item pertanyaan dalam kuesioner dan uji expert kuesioner terlebih dahulu. dengan perilaku mencuci tangan pengunjung. Healthy-Mu Journal. Vol. 9 No. Desember 2025. Page 167Ae 179 Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan 2. : 123Ae30. UCAPAN TERIMAKASIH Puji Syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan Rahmat, petunjuk-Nya e-ISSN: 2598-2095 terimakasih kepada RSU PKU Muhammadiyah Bantul atas ijin yang diberikan, subsidi pembiayaan dan kesempatan yang diberikan untuk dapat melanjutkan studi lanjut, terimakasih kepada dosen pembimbing dan dosen penguji atas arahan, saran konstruktif dan dukungan akademis selama proses penelitian dan penulisan manuskrip dan juga terimakasih kepada ibunda, suami dan anak-anak tercinta yang selalu mendoakan, memberi semangat, serta menemani hingga selesainya proses studi ini, tanpa dukungan kalian pencapaian ini tidak mungkin terwujud. Peneliti menyadari sepenuhnya penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu peneliti sangat mengharapkan saran masukan dari pembaca atau peneliti selanjutnya agar hasil peneliti selanjutnya bisa lebih baik lagi. doi:10. 30604/jika. BPS. Profil Kesehatan Ibu Dan Anak Volume 10. doi:4203002. Direktorat Keluarga. AuPedoman Bagi Ibu Hamil. Ibu Nifas. Dan Bayi Baru Lahir Kementrian Era Pandemi Kesehatan Covid-19. Ay RI: 9Ae12. http://w. id/images/pedo man/Pedoman bagi Ibu Hamil. Bersalin. Nifas dan BBL di Era Pandemi COVID 19. Handayani. Rini. Ramadhania Ramadhania, and Taufik Rendi Anggara. AuEdukasi Pada Ibu Perihal Pentingnya Cuci Tanggan Menggunakan Sabun Ketika Akan Berinteraksi Dengan Bayi. Ay 03. : 36Ae42. Huda. Nurul. AuHubungan Perilaku Ibu Dengan Kejadian Diare Balita Di Puskesmas EPahandut Kota Palangkaraya Tahun 2022. Ay 9: 356Ae63. Irawan. DAFTAR PUSTAKA