STUDI ANALISA PERBANDINGAN PEMAKAIAN FILLER SEMEN DAN TANPA FILLER DENGAN PENGGUNAAN AGREGAT PALU DAN PASIR PALU PADA CAMPURAN LAPISAN ASPAL BETON ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL TEST Andre Saputra1. Findia 2. Achmad Jaya Adhi Nugraha 3 Mahasiswa Prodi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Dosen Prodi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email : andresaputra@gmail. ABSTRAK Material merupakan hal penting dalam suatu pekerjaan yang mempunyai dampak langsung terhadap mobilitas penduduk, konektivitas antar wilayah, ekonomi, kesehatan, pendidikan serta pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, dan mempunyai peranan penting dalam memajukan kesejahteraan umum. Untuk penggunaan agregat dari alam sudah banyak quarry yang beroperasi di daerah-daerah Indonesia terlebih khususnya di daerah Kalimantan Timur. Setiap agregat memiliki karakteristik yang berbeda-beda dari suatu wilayah dengan wilayah lainnya, bahkan dari suatu lokasi dengan lokasi yang lain dalam wilayah yang sama. Oleh karena itu penelitian ini akan minunjau material yang ada di Palu Sulawesi Tengah. Dari hasil penelitian dari campuran LASTON AC-WC dengan presentase penggunaan material ex. Palu dengan pasir Palu adalah CA = 33%. MA = 32%. FA = 15%, dan Sand = 20% dengan kadar aspal optimum 6,2% didapat hasil uji masrhall selama 24 jam adalah stabilitas = 846,06 kg dan flow = 2,85 mm. Spesifikasi Umum Binamarga 2018. Kata Kunci : LASTON AC-WC. Material Ex. Palu dan Pasir Palu. KAO. Stabilitas. Flow ABSTRACT Material is an important thing in a job that has a direct impact on population mobility, connectivity between regions, economy, health, education and development of national and state life, in fostering national unity and integrity, and has an important role in advancing general For the use of natural aggregates, many quarry have been operating in Indonesia, especially in East Kalimantan. Each aggregate has different characteristics from one area to another, even from one location to another in the same area. Therefore, this study will review the existing materials in Palu. Central Sulawesi. From the research results of the LASTON AC-WC mixture with the percentage of material used ex. Palu with Palu sand is CA = 33%. MA = 32%. FA = 15%, and Sand = 20% with an optimum asphalt content of 6. 2%, the results of the masrhall test for 24 hours are stability = 846. 06 kg and flow = 2. General Specifications of Binamarga 2018. Keywords: LASTON AC-WC. Material Ex. Hammer and Sand Hammer. KAO. Stability. Flow PENDAHULUAN Material memiliki peran penting dalam pembangunan yang memengaruhi mobilitas penduduk, konektivitas antar wilayah, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan pembangunan nasional, sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Aksesibilitas material lokal diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sesuai dengan standar yang diatur oleh Undang-undang No. 28 tahun 2002 tentang material lokal. Di Indonesia, pembangunan infrastruktur jalan memerlukan pembangunan jaringan jalan baru dan pemeliharaan jalan yang sudah ada. Perkerasan jalan di Indonesia umumnya terbagi menjadi rigid pavement . dan flexible pavement . , dengan kebutuhan aspal yang besar. Salah satu jenis campuran aspal yang umum digunakan adalah Laston (Lapis Aspal Beton/AC/Asphalt Concret. , namun sering mengalami kerusakan seperti pelepasan butiran dan retak akibat berbagai faktor termasuk temperatur tinggi dan viskositas aspal yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, diperlukan penelitian laboratorium tentang kinerja aspal Pertamina Pen 60/70 dengan penambahan filler semen sebagai solusi potensial. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kadar Aspal Optimum (KAO) pada penggunaan AgregatPalu dan Pasir Palu terhadap campuran LASTON AC-WC serta mengetahui karakteristik campuran LASTON AC-WC dengan pemakaian filler semen 2% dan tanpa filler dengan penggunaan Agregat Palu dan Pasir Palu terhadap Marshall Test. METODE Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan untuk melakukan penelitian ini adalah data primer dan data Data primer yang digunakan adalah data laboratorium dari sampel aspal pen 60/70 dan sampel agregat yang akan digunakan dalam campuran. Data ini berupa karakteristik bahan penyusun campuran panas jenis Asphaltic Concrete dan akan menghasilkan data berupa Karatkeristik Filter. Karakteristik Aspal Pen 60/70 . spal Minyak Ex-Pertamin. Agregat ExPalu dan Metode Perencanaan Campuran Aspal Panas. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari instansi pemerintah berupa harga material di Provinsi Kalimantan Timur serta data produktivitas dan penggunaan alat yang digunakan dalam proses percampuran aspal di Laboratorium Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Desain Penelitian 3 Urutan Pengerjaan Benda Uji Tahapan penelitian laboratorium secara keseluruhan dapat dilihat dalam bentuk bagan alir seperti terlihat pada Gambar 3. 2 di bawah ini: Gambar 3. 2 Urutan Pengujian Material dan Pembuatan Benda Uji Teknis Analisis Data Teknik analisa data yang di gunakan: Metode Pengujian Berat Jenis Agregat Dan Penyerapan Air Agregat Kasar (SNI 03-1969-1990 Metode Pengujian Berat Jenis Agregat Dan Penyerapan Air Agregat Halus (SNI03-1970-1. Metode Pengujian Analisa Saringan Agregat Halus dan Kasar (SNI 03-1968-1. Metode Pengujian Campuran Aspal Dengan Alat Marshall (SNI 06-2489-1. Metode Pengujian Penetrasi Bahan-Bahan Bitumen (SNI 06-2456-1. Metode Pemeriksaan Berat Jenis Aspal Padat (SNI 06-2441-1. Metode Pengujian Kelekatan Agregat Terhadap Aspal (SNI 03-2439-1. Metode Pengujian Titik Lembek Aspal dan Ter (SNI 06-2434-1. Metode Pengujian Titik Nyala dan Titik Bakar Dengan Cleve Land Open Cup (SNI 06-2433-1. ANALISA PEMBAHASAN 14 Pemeriksaan Keausan Agregat Dengan Mesin Los Angles Mesin Los Angeles merupakan salah satu mesin untuk pengujian keausan / abrasi agregat kasar, fungsinya adalah kemampuan agregat untuk menahan gesekan, dihitung berdasarkan kehancuran agregat tersebut yaitu dengan cara mengayak agregat dalam ayakan no. Sebelum melakukan pengujian keausan / abrasi harus melakukan analisa ayak terlebih dahulu untuk mengetahui gradasi agregat yang paling banyak, apakah masuk pada tipe A. C, atau D dan dapat menentukan banyaknya bola baja yang akan digunakan dapat dilihat pada Grading of Test Sample. Tabel 4. 39 Tabel perhitungan abrasi Dari hasil diatas didapat nilai keausan dari uji Abrasi yaitu 29%. Sesuai dengan spesifikasi, yaitu maks. 15 Pengujian Marshall Kadar Aspal Optimum Pengujian ini dilakukan unutk mengetahui hasil uji Marshall dengan KAO yang telah ditentukan, serta dengan penggunaan filler semen 2%, 3%, dan 4% dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 4. 40 Tabel Hasil Perhitungan Uji Marshall Dengan FIller semen 2%, 3%, dan 4% KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Berdasarkan hasil pemeriksaan diperoleh Kadar Aspal Optimum (KAO) untuk campuran Agregat Palu dan Pasir Palu dengan presentase penggunaan agregat CA = 33% . MA = 32% . FA = 15% , dan Sand = 20% adalah = 6,2%. Berdasarkan hasil uji marshall untuk campuran Agregat Palu dan Pasir Palu dengan presentase penggunaan agregat CA =33% %. MA = 32%. FA =15 %. Sand = 20%, dan KAO = 6,2% serta serta dengan penggunaan filler semen 2%, 3%, dan 4% didapat hasil karakteristik uji Marshall adalah sebagai berikut : Agregat Palu dengan Pasir Palu dan Filler Semen 2% Perendaman 30 Menit - Stabilitas = 930,72 kg (Spek : Min 800 K. - Flow = 2,80 mm (Spek : Min 2mm. Maks 4m. Perendaman 24 Jam - Stabilitas = 867,23 kg (Spek : Min 800 K. - Flow = 2,90 mm (Spek : Min 2mm. Maks 4m. Agregat Palu dengan Pasir Palu dan Filler Semen 3% Perendaman 30 Menit - Stabilitas = 1036,55 kg (Spek : Min 800 K. - Flow = 3,35mm (Spek : Min 2mm. Maks 4m. Perendaman 24 Jam - Stabilitas = 987,16 kg (Spek : Min 800 K. - Flow = 2,90 (Spek : Min 2mm. Maks 4m. Agregat Palu dengan Pasir Palu dan Filler Semen 4% Perendaman 30 Menit - Stabilitas = 1114,16 kg (Spek : Min 800 K. - Flow = 4,00 mm (Spek : Min 2mm. Maks 4m. Perendaman 24 Jam - Stabilitas = 1064,77 kg (Spek : Min 800 K. - Flow = 4,30 mm (Spek : Min 2mm. Maks 4m. Dari hasil di atas maka didapat hasil bahwa penggunaan filler semen dengan presentase 4% untuk nialai stabilitas leih unggul dari pada filler semen dengan peresntase 2% dan 3% namun untuk nilai flow terlalu tinggi sehingga keluar dari pada spesifikasi. Dan untuk filler semen dengan peresntase 3% unutk nilai stabilitas dan flow lebih tinggi dari pada filler semen dengan peresntase 2% dan lebih rendah dari pada filler semen dengan peresntase 4% namun hasilnya sesuai dengan syarat-syarat sesuai Spesifikasi Umum Binamarga 2018. Saran Mengingat bahwa pengelitian ini berdasarkan aspal panas LASTON AC-WC, dengan penggunaan material Ex. Palu dengan pasir Palu maka dipikirkan untuk diadakan penelitian untuk jenis campuran yang lainnya dan penggunaan material yang lainnya. Penelitian ini menggunakan campuran agregat palu dengan pasir palu serta penggunaan filler semen 2%, 3%, dan 4% sehingga disarankan untuk penggunaan bahan filler yang lainya dan penggunaan Anti Striping untuk mengetahui hasil karakteristik campuran LASTON apa saja dengan tetap terpenuhinya Spesifikasi Umum Binamarga 2018. DAFTAR PUSTAKA