NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 DOI: https://doi. org/10. 55681/nusra. Homepage: ejournal. id/index. php/nusra p-ISSN: 2715-114X e-ISSN: 2723-4649 MANAJEMEN INOVASI PEMBELARAN UNTUK MENCAPAI MUTU LULUSAN DI SMA BHAKTI PUTRA CIBODAS Nendah Siti Faridah1*. Sigit Djalu Purwoko1 Program Studi Manajemen. Universitas Teknologi Digital. Indonesia *Corresponding author email: nendahsf96@gmail. Article History ABSTRACT Received: 19 April 2024 Revised: 1 May 2024 Published: 15 May 2024 The aim of this research is to find out and analyze the main forms of innovation that must be implemented as well as identifying inhibiting factors in innovating learning to achieve quality graduates at SMA Bhakti Putra Cibodas. This research method uses descriptive analysis. to analyze the data objectively and describe the Management of Learning Innovations to Achieve Quality Graduates at Sma Bhakti Putra Cibodas. Data collection was carried out by means of short interviews with management staff at SMA Bhakti Putra Cibodas in order to obtain an overview of the extent to which Innovation Management has been implemented and provide evaluations and suggestions regarding the implementation of innovation management at SMA Bhakti Putra Cibodas. The research results show that at Bhakti Putra Cibodas High School, efforts continue to be made to increase learning innovation even though limited internet access is still a major challenge. The main form of innovation that must be implemented is the optimal use of internet media, even though access is not yet optimal, by providing online resources and online learning platforms. Peer tutoring is also introduced as an innovative element, strengthening collaboration in the learning environment. The application of storytelling techniques and a case study approach helps create memorable learning experiences. However, a number of inhibiting factors, including limited human resources, stakeholder resistance, and limited funding, require further attention to ensure the sustainability and effectiveness of these innovations in achieving the desired quality of graduates. Keywords: Learning Innovation Management. Graduate Quality. Senior High School Copyright A 2024. The Author. How to cite: Faridah. , & Purwoko. Manajemen Inovasi Pembelaran untuk Mencapai Mutu Lulusan di SMA Bhakti Putra Cibodas. NUSRA: Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 5. , 553Ae560. https://doi. org/10. 55681/nusra. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 LATAR BELAKANG Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam peningkatan kwalitas sumber daya manusia dan sebagai wadah menyiapkan generasi yang berkualitas, yang dimulai sejak kecil sampai dewasa. Pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran dibedakan pada tiap-tiap jenjang dan tahapan, dilihat dari usia, perkembangan mental dan intelektual. Porsi masing-masing harus dibedakan secara bijaksana. Perkembangan dunia pendidikan tidak lepas dari perkembangan dunia secara Kemajuan teknologi dan informasi yang begitu pesat disadari atau tidak perkembangan pendidikan. Negara yang maju dapat diukur dengan kemajuannya dalam bidang penguasaan teknologi dan Saat ini dunia pendidikan sedang diguncang oleh berbagai perubahan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan masyarakat, serta ditantang untuk dapat menjawab berbagai permasalahan global yang terjadi begitu pesat. Satuan pendidikan dapat dikatakan berkualitas jika dapat menghantarkan peserta didik untuk dapat mengembangkan potensi dirinya, sehingga dapat menjadi keterampilan dalam teknologi, etos kerja yang tinggi, mempunyai kesadaran hidup sosial, berakhlakul karimah, sehat jasmani dan rohani. Diantara indikator keberhasilan dalam pendidikan adalah menghasilkan kesejahteraan ekonominya, mampu bersaing dengan masyarakat lokal dan global, dan berdedikasi dengan moral yang tinggi. (Istanto dan Pertiwi, 2. Dijelaskan dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pendidikan di Indonesia terdiri dari tiga jalur yaitu jalur pendidikan formal, jalur pendidikan non formal dan jalur pendidikan informal. Jalur pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan disekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang berjenjang dan berkesinambungan. Sedangkan jalur pendidikan yang diselenggarakan diluar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak harus berjenjang dan Adapun pendidikan informal merupakan pendidikan yang diperoleh seseorang pengalaman sehari-hari baik yang dilakukan secara sadar maupun tidak, sejak anak lahir sampai mati yang berlangsung dalam keluarga, pekerjaan atau pengalaman sehari-hari. Sekolah sebagai pelaksana pendidikan formal dengan berbagai keragaman potensi anak didik, background keluarga yang bermacam-macam, dan kondisi lingkungan yang berbeda dengan yang lainnya, sehingga memerlukan layanan pendidikan yang beragam, sehingga sekolah harus lebih kreatif dalam melaksanakan perannya untuk mengupayakan peningkatan kualitas mutu Kehidupan yang penuh kompetisi tuntutan masyarakat terhadap kualitas sekolah semakin tinggi. Hal tersebut dikarenakan keyakinan masyarakat bahwa mengantisipasi berbagai tantangan di Beberapa sekolah berupaya menerapkan sistem penjaminan mutu untuk memberikan kualitas layanan pendidikan yang terbaik. Dalam pelaksanaan proses pembelajaran membutuhkan suatu standar untuk pengelolaan secara berkelanjutan sehingga konsumen, produsen, dan pihak lain yang berkepentingan memperoleh Penjaminan mutu pada proses pembelajaran dilaksanakan sebagai upaya Manajemen Inovasi Pembelaran Untuk Mencapai Mutu Lulusan di SMA Bhakti Putra Cibodas. Oe Faridah et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan untuk memastikan bahwa proses yang dilakukan oleh pendidik telah memenuhi standar yang telah ditentukan. Sekolah menengah atas perlu meningkatkan diri agar mampu melahirkan generasi yang memiliki keunggulan komparatif tinggi sehingga mampu bersaing ditingkat nasional maupun Diberlakukannya kurikulum merdeka mulai pendidikan dasar sampai pendidikan menengah. Penerapan kurikulum merdeka pada pendidikan dasar sampai pendidikan menengah ini akan merubah mindset guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Pendekatan saintifik ilmiah dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran diharapkan untuk mendorong siswa dalam mencari tahu dari berbagai sumber. Meskipun sebagian besar sekolah menengah telah melaksanakan kurikulum merdeka, tetapi masih ada sebagian besar guru-guru di sekolah menegah yang menerapkan kurikulu 2013 dan belum sepenuhnya mengaplikasikan pembelajaran yang sesuai dengan harapandari kurikulum Permasalahan pembelajaran saat ini yang dilakukan oleh sebagian guru-guru di sekolah menengah masih didominasi oleh penggunaan metode klasikal dan ceramah, dimana guru sebagai pusat dan sumber belajar . eacher centere. yang sering Aktivitas siswa dapat dikatakan hanya mendengarkan penjelasan guru dan mencatat hal-hal yang dianggap penting. Guru menjelaskan materi pembelajaran yang hanya sebatas produk dan sedikit proses. Salah satu penyebabnya adalah padatnya materi yang harus dibahas dan diselesaikan berdasarkan kurikulum yang berlaku. Volume 5. Issue 2. Mei 2024 Padahal dalam pembelajaran apapun tidak cukup hanya menekankan pada produk, tetapi yang lebih penting adalah proses untuk membuktikan atau mendapatkan suatu teori atau hukum. (Siregar, 2. Permasalahan tersebut disebabkan oleh sebagian besar guru-guru di sekolah menengah yang belum menggunakan strategi pembelajaran yang inovatif berlandaskan paradigma konstruktivisme, yang mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada siswa . tudent centere. Permasalahan tersebut mendesak untuk diatasi apabila ingin didapatkan proses pembelajaran yang efektif dan hasil yang Apabila masalah ini tidak segera diatasi maka proses pembelajaran tidak akan berhasil mencapai tujuan dan akhirnya berakibat rendahnya prestasi belajar siswa. Dengan demikian, diperlukan suatu strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran baik dari segi peningkatan aktivitas hingga peningkatan kompetensi yang ditunjukkan dengan peningkatan prestasibelajarnya. Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan adalah masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berfikir. Proses pembelajaran di dalam kelas diarahkan kepada kemampuan anak untuk menghafal informasi. otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya itu untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang merupakan salah satu inti dari pendidikan, oleh karenanya pemecahan masalah pendidikan diantaranya harus terfokus pada kualitas pembelajaran. Kualitas Manajemen Inovasi Pembelaran Untuk Mencapai Mutu Lulusan di SMA Bhakti Putra Cibodas. Oe Faridah et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan pembelajaran harus baik dan terintegrasi dalam suatu sistem. Pencarian pendekatan atau strategi baru inilah yang menimbulkan terwujudnya berbagai macam inovasi dalam Wujud, bentuk, dan upaya inovasi ini bermacam-macam namun semua memiliki tujuan umum yang sama yaitu terwujudnya suatu proses pembelajaran meningkatkan kompetensi, kemampuan, ketrampilan, serta daya saing lulusan. Peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Atas merupakan tuntutan logis dari perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (Iptek. yang sangat pesat serta tuntutan untuk Perkembangan Iptek penyesuaian dan peningkatan proses secara terus menerus. samping itu, perlu adanya inovasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas Salah satu standar yang harus dikembangkan dalam standar kompetensi lulusan adalah standar proses, standar proses yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran pada suatu pendidikan untuk mencapai kompetensi lulusan. Standar proses berisi kriteria minimal proses pembelajaran pada suatu pendidikan dasar dan menengah di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Repeblik Indonesia. Standar proses meliputi perencanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Pada proses pembelajaran penjaminan mutu bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan mutu pembelajaran secara Volume 5. Issue 2. Mei 2024 berkelanjutan yang dijalankan oleh sekolah/madrasah secara internal untuk mewujudkan visi dan misinya serta untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan pembelajaran. Proses pembelajaran yang tidak bermutu dan tidak sesuai dengan standar proses merupakan salah satu faktor yang berkontribusi terhadap diantaranya kondisi peserta didik, kualitas pendidik, kurikulum, sarana dan prasarana, anggran, dan sebagainya yang mempunyai kontribusi terhadap menurunnya mutu pendidikan di sekolah. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, banyak upaya telah dilakukan oleh pemerintah di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat dirasakan secara nasional adalah perubahan kurikulum. Namun, patut diakui bahwa hasil- hasil pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan. Lulusan sekolah di Indonesia masih sangat rendah tingkat kompetisi dan relevansinya. Satuan lembaga pendidikan dapat menghantarkan peserta didik agar dapat mengembangkan potensi dirinya sehingga dapat menjadi manusia yang mempunyai wawasan keilmuan yang luas, keterampilan dalam teknologi, etos kerja yang tinggi, mempunyai kesadaran hidup sosial, berakhlakul karimah serta sehat jasmani dan Diantara inidikator keberhasilan pendidikan adalah menghasilkan output lulusan yang meningkat kesejahteraan ekonominya, mampu bersaing dengan masyarakat lokal maupun global dan berdedikasi terhadap moral yang tinggi. Dengan kata lain mampu melahirkan generasi yang unggul dalam IMTAQ (Iman dan Taqw. dan IPTEK (Ilmu pengetahuan dan Teknolog. Manajemen Inovasi Pembelaran Untuk Mencapai Mutu Lulusan di SMA Bhakti Putra Cibodas. Oe Faridah et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan SMA Bhakti Putra terletak di Jl. Cibodas. Solokan Jeruk. Kabupaten Bandung. SMA Bhakti Putra Cibodas berada di lingkungan pedesaan yang mayoritas. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan memaparkan data-data dan menganalisis data secara objektif serta menggambarkan terkait Manajemen Inovasi Pembelaran Untuk Mencapai Mutu Lulusan Di Sma Bhakti Putra Cibodas. Pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara singkat kepada Staf manajemen yang ada di SMA Bhakti Putra Cibodas guna memperoleh gambaran tentang sejauh mana Manajemen Inovasi telah diterapkan dan memberikan evaluasi serta saran terkait penerapan manajemen inovasi yang ada di SMA Bhakti Putra Cibodas. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Perusahaan SMA Bhakti Putra adalah sebuah sekolah SMA swasta yang beralamat di Jl. Cibodas Solokanjeruk. Kab. Bandung. SMA swasta ini memulai kegiatan pendidikan belajar mengajarnya pada tahun Saat sekarang SMA Bhakti Putra mengimplementasikan panduan kurikulum belajar SMA 2013 IPS. SMA Bhakti Putra dibawah kepemimpinan seorang kepala sekolah yang bernama Ade Setiawan Jodi ditangani oleh seorang operator yang bernama Unang Winaryo. SMA Bhakti Putra terakreditasi grade B dengan nilai 82 . kreditasi tahun 2. dari BAN-S/M (Badan Akreditasi Nasiona. Sekolah/Madrasah. Volume 5. Issue 2. Mei 2024 Bentuk inovasi pembelajaran yang dilaksanakan di SMA Bhakti Putra Cibodas. Di SMA Bhakti Putra, terdapat usaha yang terus menerus untuk meningkatkan inovasi dalam pembelajaran, meskipun keterbatasan penggunaan internet sebagai media pembelajaran masih menjadi Salah satu bentuk inovasi yang diterapkan adalah penggunaan media internet secara optimal untuk mendukung proses pembelajaran. Meskipun akses internet mungkin belum maksimal, upaya telah dilakukan untuk memanfaatkannya sebaik mungkin, termasuk menyediakan sumber daya daring, diskusi daring, dan platform pembelajaran online yang dapat diakses oleh siswa. Selain itu, pembelajaran di SMA Bhakti Putra juga melibatkan tutor teman sebaya sebagai bentuk inovasi dalam mendukung pemahaman materi. Siswa diuntungkan dengan adanya pendampingan dari teman sebaya yang memiliki kemampuan akademis yang lebih baik, memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang kolaboratif. Tutor teman sebaya tidak hanya membantu dalam pemahaman materi, tetapi juga mendorong solidaritas dan saling bantu antar siswa. Bentuk inovasi lainnya adalah penggunaan teknik storytelling dalam Dengan menyajikan materi secara naratif, guru di SMA Bhakti Putra menciptakan keterlibatan yang lebih besar dan memfasilitasi pemahaman siswa terhadap konten pelajaran. Cerita-cerita yang relevan dan menarik membantu menciptakan pengalaman belajar yang berkesan, meningkatkan daya ingat siswa, dan merangsang minat mereka terhadap materi pelajaran. Manajemen Inovasi Pembelaran Untuk Mencapai Mutu Lulusan di SMA Bhakti Putra Cibodas. Oe Faridah et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Terakhir, pendekatan inovatif dalam pembelajaran di SMA Bhakti Putra melibatkan implementasi kasus dan pemecahan masalah. Siswa diajak untuk memecahkan masalah, dan mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam konteks praktis. Hal ini tidak hanya meningkatkan keterampilan analisis dan pemecahan masalah, tetapi juga membantu siswa untuk mengenali relevansi dan aplikasi praktis dari konsep yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai bentuk inovasi ini. SMA Bhakti Putra berusaha untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang dinamis, responsif, dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan siswa di era Faktor penghambat dalam menginovasi pembelajaran dalam Upaya untuk mencapai mutu lulusan di SMA Bhakti Putra Cibodas. Keterbatasan Akses dan Infrastruktur: Kurangnya akses internet yang stabil dan cepat dapat menjadi penghambat dalam menerapkan inovasi yang memerlukan dukungan teknologi. Infrastruktur yang kurang mendukung, seperti ketersediaan ruang kelas dan perangkat pembelajaran, dapat membatasi pelaksanaan inovasi yang memerlukan sumber daya tersebut. Keterbatasan Sumber Daya Manusia: Kurangnya pengetahuan guru terkait teknologi dan inovasi pembelajaran dapat menjadi penghambat utama. Ketidakmampuan guru untuk beradaptasi dengan metode mengintegrasikannya dalam kurikulum. Ketidakpastian Dukungan Institusional. Tidak adanya dukungan penuh dari pihak kepala sekolah dan pengelola sekolah dalam menerapkan inovasi Volume 5. Issue 2. Mei 2024 Kurangnya koordinasi dan integrasi inovasi dalam kebijakan inisiatif pembelajaran baru. Resistensi dari Pihak Stakeholder: Resistensi dari guru, siswa, atau orang pembelajaran dapat menjadi hambatan. Keyakinan yang kuat pada metode terhadap nilai tambah inovasi dapat keberlanjutan inisiatif tersebut. Keterbatasan Waktu dan Kurikulum: Kurangnya waktu yang diizinkan dalam Kesulitan untuk menyelaraskan inovasi dengan kurikulum yang telah ditetapkan, terutama jika inovasi memerlukan perubahan substansial. Keterbatasan Dana: Keterbatasan anggaran untuk pelatihan guru, pengadaan perangkat, dan pengembangan program inovatif. Biaya yang terkait dengan perangkat atau teknologi pembelajaran dapat menjadi Kekurangan Evaluasi dan Umpan Balik: Kurangnya evaluasi secara berkala pembelajaran. Tidak adanya mekanisme yang memfasilitasi umpan balik dari guru, siswa, dan orang tua dapat menghambat perbaikan dan penyesuaian Penghambat yang menonjol adalah keterbatasan SDM, resistensi stakeholder, dan keterbatasan dana. Mengidentifikasi dan mengatasi faktor-faktor penghambat ini akan membantu SMA Bhakti Putra Cibodas mengimplementasikan inovasi pembelajara Manajemen Inovasi Pembelaran Untuk Mencapai Mutu Lulusan di SMA Bhakti Putra Cibodas. Oe Faridah et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan n secara lebih efektif untuk mencapai mutu lulusan yang diinginkan. KESIMPULAN Kesimpulan penelitian ini, yaitu: . Bentuk inovasi yang diterapkan adalah penggunaan optimal media internet, meskipun akses belum maksimal, dengan menyediakan sumber daya daring dan platform pembelajaran online. Tutor teman sebaya juga diperkenalkan sebagai elemen inovatif, memperkuat kolaborasi dalam lingkungan belajar. Penerapan teknik storytelling dan pendekatan studi kasus turut menciptakan pengalaman pembelajaran yang berkesan. Sejumlah faktor penghambat, termasuk keterbatasan sumber daya manusia, resistensi stakeholder, dan keterbatasan dana, memerlukan perhatian lebih lanjut untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas inovasi tersebut dalam mencapai mutu lulusan yang diinginkan. DAFTAR PUSTAKA