PENELITIAN ASLI HUBUNGAN ANTARA LITERASI AKUNTANSI DAN KOMPETENSI MANAJEMEN SDM DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA MAHASISWA 1Ernita Siagian, 1Eva Solita Pasaribu, 2Ida Mariani Pasaribu, 1Mesraniati Dachi, 1Rani Goyet Sinaga Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Sari Mutiara Indonesia Fakultas Komunikasi dan Perpustakaan. Universitas Sari Mutiara Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Latar Belakang: Kesiapan kerja mahasiswa merupakan indikator penting dalam menilai keberhasilan proses pendidikan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Tujuan: Penelitian ini diarahkan untuk menganalisis hubungan antara literasi akuntansi dan kompetensi manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa. Metode: Penelitian ini menerapkan desain kuantitatif berbasis pendekatan korelasional, yang memfokuskan pada analisis asosiasi dan kekuatan hubungan antar variabel menggunakan teknik statistik inferensial. Subjek penelitian adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sari Mutiara Indonesia yang berjumlah Pemilihan sampel dilakukan secara purposif dengan penentuan ukuran sampel berdasarkan rumus Slovin, menghasilkan 84 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data meliputi evaluasi validitas dan reliabilitas instrumen menggunakan metode statistik, pengujian asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, autokorelas. , serta analisis korelasi Pearson dan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil: Uji empiris mengonfirmasi bahwa literasi akuntansi dan kompetensi manajemen SDM memiliki hubungan positif terhadap kesiapan kerja mahasiswa, baik secara parsial maupun simultan. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan literasi akuntansi dan penguatan kompetensi manajemen SDM berperan penting dalam membentuk kesiapan kerja mahasiswa. Atas dasar pertimbangan tersebut, penelitian ini disusun untuk mendukung pengembangan keilmuan terkait bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang kurikulum dan strategi pembelajaran yang lebih relevan dengan tuntutan dunia Tanggal Dikirim: 11 Januari 2026 Tanggal Diterima: 03 Februari 2026 Tanggal Dipublish: 04 Februari 2026 Kata kunci: Literasi Akuntansi. Kompetensi Manajemen SDM. Kesiapan Kerja Mahasiswa Penulis Korespondensi: Ernita Siagian Email: ernita14@gmail. Jurnal Mutiara Akuntansi e-ISSN: 2579-7611 Vol. 10 No. 2 Desember 2025 (Hal 81-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/JMA DOI: https://doi. org/10. 51544/jma. How To Cite: Siagian. Ernita. Eva Solita Pasaribu. Ida Mariani Pasaribu. Mesraniati Dachi, and Rani Goyet Sinaga. AuHubungan Antara Literasi Akuntansi Dan Kompetensi Manajemen Sdm Dalam Meningkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa. Ay Jurnal Mutiara Akuntansi . 81Ae87. https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/jma. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International Licens. Pendahuluan Perubahan dunia kerja yang cepat akibat globalisasi, kemajuan teknologi, dan dinamika ekonomi telah menuntut setiap individu, terutama kelompok demografis dengan pencapaian pendidikan sarjana, dalam rangka memastikan kesiapan kerja yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Kesiapan kerja bukan hanya berkaitan dengan kemampuan teknis bidang studi, tetapi juga dengan keterampilan berpikir kritis, penguasaan kompetensi profesional, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan kerja yang kompleks (Jackson, 2. Dalam konteks ini, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis untuk memproduksi lulusan dengan indeks kesiapan kerja yang signifikan, mendukung penyerapan cepat ke dalam sektor profesional dengan kompetensi yang relevan dan aplikatif. Mahasiswa sebagai calon tenaga kerja masa depan perlu dibekali dengan berbagai kompetensi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dalam praktik organisasi maupun bisnis. Salah satu ranah kompetensi yang dianggap krusial adalah kompetensi dalam memahami laporan keuangan dan proses pengambilan keputusan berbasis data, yang dalam kajian akademik dikenal sebagai literasi akuntansi. Literasi akuntansi mencakup kemampuan untuk membaca, memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi akuntansi dalam pengambilan keputusan yang efektif (Wijaya & Kurnia, 2. Literasi ini menjadi penting karena laporan keuangan merupakan alat utama dalam mengukur kinerja organisasi, menilai peluang bisnis, serta menjadi dasar dalam berbagai keputusan strategis dalam dunia usaha. Di sisi lain, kemampuan untuk mengelola sumber daya manusia (Human Capita. semakin dipandang sebagai kompetensi inti dalam organisasi modern. Kompetensi manajemen SDM mencakup kemampuan untuk merencanakan, mengkoordinasikan, dan mengembangkan sumber daya manusia secara strategis agar tujuan organisasi dapat tercapai. Kompetensi ini mencakup wawasan tentang perencanaan tenaga kerja, pelatihan dan pengembangan, penilaian kinerja, pengembangan budaya kerja, serta pemahaman terhadap hukum ketenagakerjaan dan etika professional (Amstrong. Kompetensi manajemen SDM pada calon tenaga kerja menjadi salah satu indikator kesiapan seseorang untuk menghadapi tantangan di lingkungan kerja yang semakin kompetitif. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa literasi akuntansi dan kompetensi manajemen SDM merupakan dua variabel penting yang saling berkaitan dalam membentuk kesiapan kerja. Literasi akuntansi memberikan landasan pengetahuan finansial yang kuat, sedangkan kompetensi manajemen SDM memperkuat kemampuan interpersonal dan strategis dalam mengelola sumber daya manusia. Ketika kedua kemampuan ini dimiliki secara optimal oleh mahasiswa, maka potensi kesiapan kerja mereka semakin meningkat. Penelitian oleh (Sari & Putra, 2. mengemukakan bahwa kombinasi keterampilan finansial dan manajerial menjadi prediktor kuat terhadap kesiapan kerja di sektor Mahasiswa yang memiliki literasi akuntansi yang baik cenderung lebih memahami aspek keuangan organisasi, sementara kompetensi manajemen SDM memperkuat kemampuan mereka untuk berinteraksi dan berkontribusi dalam lingkungan organisasi secara efektif. Kesiapan kerja dalam konteks ini mencakup kesiapan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, kemampuan problem-solving, serta kesiapan psikologis menghadapi dinamika dunia profesional. Universitas sebagai entitas akademik tingkat tinggi, institusi ini berperan sebagai variabel independen kunci dalam model pengembangan mengintegrasikan literasi akuntansi dan kompetensi manajemen SDM dalam kurikulum pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dengan tujuan akhir menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang terukur baik secara konseptual maupun dalam penerapan praktis berdasarkan validasi kinerja di dunia kerja. Hal ini penting mengingat tugas utama lulusan ekonomi dan bisnis adalah memahami dan mengelola proses bisnis secara menyeluruh, termasuk dalam hal perencanaan anggaran, pengelolaan laporan keuangan, hingga strategi optimasi kapasitas SDM melalui analisis kompetensi dan evaluasi kinerja. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sari Mutiara Indonesia sebagai institusi akademik unggulan yang mengkhususkan diri dalam studi dan pengembangan ilmu ekonomi, akuntansi, dan manajemen dihadapkan pada tantangan untuk memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan ketika memasuki dunia kerja. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sari Mutiara Indonesia, ditemukan bahwa kesiapan kerja mahasiswa masih belum optimal, yang tercermin dari keterbatasan kemampuan dalam menerapkan pengetahuan akademik ke dalam konteks dunia kerja. Sebagian mahasiswa menunjukkan tingkat literasi akuntansi yang masih rendah, seperti kesulitan dalam memahami laporan keuangan, konsep dasar pencatatan, serta pengambilan keputusan berbasis informasi keuangan, sehingga berpengaruh pada kepercayaan diri dan posisi kompetitif individu berdasarkan analisis pasar kerja. sisi lain, kompetensi manajemen sumber daya manusia mahasiswa juga belum berkembang secara maksimal, khususnya dalam aspek perencanaan kerja, transmisi informasi optimal, pengelolaan sumber daya manusia melalui kepemimpinan, serta integrasi fungsi kelompok, yang merupakan keterampilan vital dalam lingkungan kerja Kondisi ini mengindikasikan adanya gap analitik antara tingkat kemampuan mahasiswa dan benchmark kualifikasi tenaga kerja, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai hubungan antara literasi akuntansi dan kompetensi manajemen SDM untuk memperbaiki tingkat kesiapan kerja mahasiswa berdasarkan evaluasi kuantitatif kompetensi profesional Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sari Mutiara Indonesia. Penelitian ini menjadi penting karena memberikan kontribusi empiris dan teoritis terhadap pemahaman tentang bagaimana literasi akuntansi dan kompetensi manajemen SDM mempengaruhi kesiapan kerja mahasiswa. Evidence penelitian diharapkan dapat bertransformasi menjadi dasar rekomendasi berkontribusi pada pengembangan kurikulum pendidikan tinggi, khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sari Mutiara Indonesia. Lebih lanjut, studi ini berpotensi menjadi sumber rujukan yang valid bagi berikutnya pembuat kebijakan pendidikan dalam merumuskan strategi peningkatan kualitas lulusan agar lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja. Metode Penelitian ini dirancang dalam kerangka pendekatan kuantitatif dengan fokus pada analisis korelasional dan regresi untuk mengevaluasi hubungan statistik antarvariabel Populasi penelitian mencakup 505 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sari Mutiara Indonesia. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling, dengan ukuran sampel sebesar 84 responden yang dihitung berdasarkan rumus Slovin dan memenuhi kriteria inklusi analitik. Proses pengolahan data melibatkan validasi instrumen melalui uji reliabilitas dan validitas, verifikasi asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelas. , analisis korelasi Pearson, serta pemodelan regresi linier berganda untuk mengestimasi parameter dan mengevaluasi signifikansi serta kekuatan hubungan antar variabel. Hasil Dan Pembahasan Assessment Validitas dan Reliabilitas Pengujian validitas instrumen dilakukan pada tingkat signifikansi 5% dengan jumlah responden sebanyak 30 orang, yang menghasilkan nilai r tabel sebesar 0,3610. Hasil uji korelasi itemAetotal mengimplikasi bahwa seluruh nilai r hitung melampaui nilai kritis r tabel, secara numerik mengonfirmasi terdapat korelasi signifikan antara setiap indikator dan konstruk yang dioperasionalisasikan. Oleh karena itu, seluruh butir kuesioner dinyatakan valid dan memiliki kemampuan representatif dalam menjelaskan variabel penelitian. Pada penelitian ini, reliabilitas diukur dengan pendekatan CronbachAos Alpha. Hasil estimasi reliabilitas instrumen, berupa nilai koefisien konsistensi, tertera dalam tabel Tabel 1 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Literasi Akuntansi (X. Kompetensi Manajemen SDM (X. Kesiapan Kerja Mahasiswa (Y) Cronbach Alpha 0,914 Koefisien Alpha 0,60 Keterangan Reliabel 0,904 0,901 0,60 0,60 Reliabel Reliabel Sumber: Hasil Olah Data Primer. November 2025 Berdasarkan analisis koefisien konsistensi instrumen yang dilaporkan dalam tabel, seluruh indikator penelitian menunjukkan koherensi statistik antar komponen yang memadai, ditunjukkan oleh nilai CronbachAos Alpha yang melampaui batas minimum 0,6 pada sampel sebanyak 30 observasi, sehingga instrumen cocok untuk digunakan sebagai dasar dalam pemodelan regresi dan analisis statistik inferensial yang Uji Asumsi Klasik Asumsi normalitas data dievaluasi melalui uji KolmogorovAeSmirnov untuk menentukan kesesuaian distribusi data terhadap distribusi normal teoritis guna mengevaluasi signifikansi distribusi data secara statistik. Kriteria normalitas terpenuhi apabila nilai probabilitas . -valu. melebihi 0,05. Selain itu, validitas model regresi secara inferensial ditentukan oleh terpenuhinya asumsi normalitas residual, yang mensyaratkan residu model berdistribusi normal secara probabilistik. Oleh karena itu, pengujian normalitas mengimplikasikan kontribusi lebih dari sekadar fungsi sebagai verifikasi distribusi data, dan sekaligus menjadi prasyarat fundamental dalam memastikan kelayakan estimasi model regresi. Hasil pengujian disajikan sebagai Tabel 2 Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Sumber: Data Primer, 2025 Uji normalitas residual menggunakan statistik KolmogorovAeSmirnov menghasilkan nilai probabilitas sebesar 0,200. Nilai p-value melampaui level signifikansi 5%, menandakan ketidakcukupan bukti untuk menolak hipotesis nol mengenai normalitas residual tidak dapat ditolak. Dengan demikian, residual regresi memenuhi asumsi normalitas yang diperlukan untuk validitas inferensi statistik. Sebagai bagian dari evaluasi asumsi klasik regresi, pengujian multikolinearitas dilakukan untuk memastikan bahwa tidak terdapat dependensi linear yang signifikan antarvariabel penjelas yang dapat mengganggu stabilitas dan interpretabilitas koefisien Berikut adalah penyajian hasil uji statistik secara komprehensif: Tabel 3 Hasil Uji Multikoliniearitas Coefficientsa Model Literasi Akuntansi Kompetensi Manajemen SDM Dependent Variable: Kesiapan Kerja Mahasiswa Collinearity Statistics Tolerance VIF Sumber: Data Primer, 2025 Evidence diagnostik multikolinearitas menunjukkan bahwa variabel literasi akuntansi dan kompetensi manajemen SDM memiliki nilai tolerance sebesar 0,259 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) sebesar 3,856. Estimasi tersebut termasuk dalam domain parameter yang memenuhi kriteria validitas statistik sesuai rekomendasi, sehingga mengindikasikan tidak adanya korelasi linear yang berlebihan antarvariabel Dengan demikian, estimasi parameter regresi tidak terdistorsi oleh multikolinearitas, dan model dinilai memenuhi asumsi klasik regresi. Uji heteroskedastisitas merupakan prosedur diagnostik yang diaplikasikan untuk mengevaluasi kestabilan varians residual dalam model regresi linier. Ketidaksamaan varians residual antar pengamatan dapat mengindikasikan adanya heteroskedastisitas, yang secara statistik berimplikasi pada bias standar error dan menurunkan reliabilitas inferensi regresi. Oleh karena itu, absennya heteroskedastisitas menjadi prasyarat penting dalam memastikan validitas model. Deteksi awal dilakukan melalui inspeksi visual terhadap Scatterplot residual yang dihasilkan oleh SPSS, dengan menilai apakah sebaran titik membentuk pola sistematis atau tersebar secara acak. Visualisasi hasil analisis ditampilkan pada ilustrasi berikut: Gambar 1 Hasil Uji Heterokedastisitas Menggunakan Grafik Scatterplot Analisis terhadap grafik residual menyiratkan bawa titik-titik observasi tersebar secara arbitrer dan tidak memperlihatkan pola sistematis. Sebaran tersebut mengindikasikan bahwa residual memiliki varians yang konstan di seluruh nilai prediktor, sehingga asumsi homoskedastisitas dalam model regresi terpenuhi. Dengan demikian, tidak terdapat indikasi pelanggaran asumsi heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linier Berganda Penelitian ini mengadopsi analisis regresi linear berganda guna mengestimasi dan mengevaluasi hubungan kausal antarvariabel penelitian secara empiris. Hasil pengujian model regresi selanjutnya menjadi dasar analisis dan pembahasan temuan Tabel 4 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Sumber: Data Primer, 2025 Berdasarkan hasil estimasi regresi linier berganda, diperoleh model regresi Y = 18,999 0,342XCA 0,235XCC e. Konstanta sebesar 18,999 mencerminkan nilai rata-rata variabel dependen ketika seluruh variabel independen berada pada kondisi konstan. Koefisien regresi literasi akuntansi bernilai positif sebesar 0,342, yang menunjukkan adanya hubungan positif antara literasi akuntansi dan kesiapan kerja mahasiswa. Demikian pula, koefisien regresi kompetensi manajemen SDM sebesar 0,235 mengindikasikan bahwa kompetensi manajemen SDM memiliki hubungan positif terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan dan kompetensi manajemen SDM secara simultan berkorelasi dengan peningkatan nilai kesiapan kerja mahasiswa. Analisis Korelasi Dalam konteks analisis kuantitatif, analisis korelasi digunakan untuk mengestimasi koefisien korelasi linear yang menggambarkan intensitas dan polaritas hubungan antar variabel penelitian. Pendekatan ini bersifat asosiatif dan tidak dimaksudkan untuk menguji hubungan kausal, karena tidak mempertimbangkan struktur ketergantungan maupun mekanisme penjelas yang mendasari hubungan antarvariabel. Tabel di bawah memuat estimasi koefisien korelasi beserta signifikansinya: Tabel 5 Hasil Analisis Korelasi Sumber: Data Primer, 2025 Berdasarkan hasil analisis korelasi, dapat dijelaskan bahwa variabel literasi akuntansi dan kompetensi manajemen SDM sama-sama menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kesiapan kinerja mahasiswa. Literasi akuntansi mengandung nilai rhitung sebesar 0,703 lebih dominan dibandingkan rtabel sebesar 0,180 serta tingkat signifikansi 0,000 yang berada di bawah batas 0,05, sehingga secara statistik dapat dinyatakan literasi akuntansi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja Sementara itu, kompetensi manajemen SDM mengandung nilai rhitung sebesar 0,701 yang lebih besar dibandingkan rtabel sebesar 0,180 serta tingkat signifikansi 0,000 yang berada di bawah batas 0,05, sehingga secara statistik dapat dinyatakan kompetensi manajemen SDM memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Mengacu pada kriteria pengambilan keputusan, temuan ini menegaskan bahwa semakin meningkatnya literasi akuntansi dan kompetensi manajemen SDM maka akan meningkat pula kesiapan kerja mahasiswa. Daftar Pustaka