PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Peningkatan Motivasi Belajar dalam Pembentukan Karakter Wirausaha Muda Melalui Mata Kuliah Kewirausahaan Rahma Gusmawati Tammu. Resky Sirupang Kanuna. Armin. Sahrul Pora. Ongen Rumaryo Lekirupy. Katarina Domatila Rahalus Politeknik Perikanan Negeri Tual. Jl. Raya Langgur Sathean Km. Langgur. Kec. Kei Kecil. Kabupaten Maluku Tenggara. Maluku 97611. Indonesia Email: rahma. tammu@gmail. com, resky. kanuan@polikant. id, armin@polikant. sahrulpora28@gmail. com, ongenhooyawa@gmail. rahalus@polikant. ABSTRAK Pendidikan kewirausahaan berperan penting dalam membentuk karakter dan mentalitas wirausaha pada generasi muda, khususnya mahasiswa. Pendidikan kewirausahaan tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan bisnis, tetapi juga pada pembentukan mental dan keterampilan praktis dalam menciptakan peluang usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi belajar mahasiswa dalam Pembentukan Karakter Wirausaha Muda Melalui Mata Kuliah Kewirausahaan pada Program Studi Agrowisata Bahari. Metode penelitian yang digunakan yakni metode campuran . ixed method. dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh tentang efektivitas peningkatan motivasi belajar dalam pembentukan karakter wirausaha muda melalui mata kuliah kewirausahaan pada Program Studi Agrowisata Bahari. Teknik pengumpulan data kualitatif meliputi wawancara semi-terstruktur dan observasi proses pembelajaran, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner post test yang berisi pertanyaan tertutup dengan skala Likert. Analisis data kualitatif dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Analisis data kuantitatif dilakukan secara deskriptif untuk melihat persentase peningkatan motivasi dan pemahaman mahasiswa. Hasil wawancara menunjukkan mahasiswa lebih termotivasi dan percaya diri dalam mengembangkan ide bisnis yang relevan dengan potensi lokal. Data kuesioner post test dari 30 responden menunjukkan bahwa 86,7% mahasiswa mendapat peningkatan pemahaman mengenai proses membangun usaha, dan 80% mahasiswa menunjukkan minat yang lebih besar untuk menjadi wirausahawan setelah mengikuti mata kuliah ini. Pelibatan praktisi memberikan inspirasi nyata yang memperkuat semangat belajar mahasiswa. Kata Kunci: Motivasi Belajar. Pembentukan Karakter Wirausaha Muda. Kewirausahaan ABSTRACT Entrepreneurship education plays a vital role in shaping the character and entrepreneurial mindset of young people, especially university students. ItAos not just about transferring business knowledge Ai itAos also about building the confidence, mindset, and practical skills needed to identify and create business This study explores how the Entrepreneurship course in the Marine Agrotourism Study Program helps motivate students and develop their entrepreneurial character. Using a mixed-methods approach that combines both qualitative and quantitative research, the study aims to provide a deeper understanding of how this course influences studentsAo motivation and mindset. Qualitative data were gathered through semi-structured interviews and classroom observations, while quantitative insights came from a post-course questionnaire using a Likert scale. The qualitative data were analyzed using the Miles and Huberman model Ai involving data reduction, display, and drawing conclusions. The quantitative results were analyzed descriptively to measure increases in motivation and understanding. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 151 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. The interviews revealed that students felt more motivated and confident in developing business ideas that reflect local potential. From the 30 post-test questionnaires collected, 86. 7% of students reported a better understanding of how to build a business, and 80% said they were more interested in becoming entrepreneurs after taking the course. The involvement of real-world practitioners also had a strong impact, providing relatable inspiration that boosted studentsAo enthusiasm for learning. Keywords: Learning Motivation. Development of Young Entrepreneurial Character. Entrepreneurship PENDAHULUAN Pendidikan kewirausahaan memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan pola pikir wirausaha di kalangan generasi muda. Di perguruan tinggi, mata kuliah kewirausahaan tidak hanya berfokus pada pemberian pengetahuan bisnis semata, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk membangun sikap positif, etos kerja yang kuat, kreativitas, dan keberanian mengambil risikoAisemua ini adalah ciri khas seorang wirausahawan sejati (Suryana, 2. Pendekatan ini menjadi sangat relevan di tengah tantangan global dan ketatnya persaingan dunia kerja saat ini, di mana kehadiran wirausaha muda menjadi kunci dalam menciptakan lapangan kerja baru. Salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran kewirausahaan adalah motivasi Sardiman . menjelaskan bahwa motivasi belajar adalah dorongan, baik dari dalam diri maupun dari luar, yang membuat seseorang terdorong untuk mencapai tujuan belajarnya. Sementara itu, menurut Uno . , motivasi belajar membantu menggerakkan, mengarahkan, dan mempertahankan semangat belajar seseorang. Di bangku kuliah, khususnya dalam mata kuliah kewirausahaan, motivasi ini menjadi bahan bakar utama bagi mahasiswa untuk Hasil penelitian Yuliana dan Wahyuni . menjelaskan bahwa mahasiswa dengan motivasi belajar yang tinggi cenderung memiliki minat berwirausaha yang lebih besar. Mereka lebih aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, tidak takut mengambil risiko, dan lebih kreatif dalam menemukan serta mengeksplorasi ide-ide usaha. Beberapa hal yang memengaruhi motivasi belajar ini antara lain metode pembelajaran yang digunakan, kualitas pengajaran dosen, suasana atau lingkungan belajar, serta sejauh mana materi kuliah dianggap relevan dengan masa depan mahasiswa (Putri & Gunawan, 2. Pembelajaran kewirausahaan tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan bisnis, tetapi juga pada pembentukan mental dan keterampilan praktis dalam menciptakan peluang usaha. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 152 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. Menurut Permatasari . , pembelajaran kewirausahaan yang efektif harus bersifat kontekstual, partisipatif, dan berbasis proyek. Dalam pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi penerima materi, tetapi juga pelaku aktif yang mengalami langsung proses kewirausahaan melalui tugas-tugas proyek usaha, simulasi bisnis, dan kolaborasi kelompok. Penelitian oleh Haryati dan Jannah . menegaskan bahwa penerapan model pembelajaran experiential learning dan project-based learning dalam mata kuliah kewirausahaan mampu meningkatkan pemahaman konseptual sekaligus membentuk karakter wirausaha. Lingkungan belajar yang interaktif dan realistis memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan problem solving, inovasi, dan kerja tim. Dalam pembelajaran kewirausahaan, motivasi belajar yang tinggi dapat mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori tetapi juga menerapkannya dalam praktik nyata. Penelitian oleh Rachmawati dan Yulianti . menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara motivasi belajar dan minat berwirausaha pada mahasiswa. Penelitian oleh Pratama dan Santosa . menyebutkan bahwa mahasiswa yang mengikuti kegiatan kewirausahaan berbasis praktik menunjukkan peningkatan signifikan dalam karakter wirausaha. Hal ini membuktikan bahwa pendidikan kewirausahaan yang terintegrasi dengan pembentukan karakter dapat menjadi solusi strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menciptakan peluang kerja, terutama di sektor-sektor berbasis potensi lokal seperti agrowisata bahari. Pendidikan Kewirausahaan pada Program Studi Agrowisata Bahari memiliki tantangan Karakteristik program studi ini yang berbasis pada potensi lokal, sumber daya laut, dan pariwisata berkelanjutan menuntut mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan teknis tetapi juga kemampuan kewirausahaan. Oleh karena itu, pembentukan karakter wirausaha muda yang tangguh melalui proses pembelajaran yang memotivasi sangat diperlukan untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjadi innovator di sektor agrowisata bahari. Pembentukan karakter wirausaha muda melalui mata kuliah kewirausahaan harus dilakukan secara terstruktur dan terukur. Karakter yang dimaksud mencakup disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kerja keras, kreativitas, dan kejujuran. Menurut Sutrisno . , pendidikan karakter dapat terintegrasi dengan pembelajaran kewirausahaan melalui metode pembelajaran aktif seperti project-based learning dan experiential learning. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Syamsuddin dan Fadli . menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dalam mata kuliah kewirausahaan dapat meningkatkan kompetensi kewirausahaan mahasiswa. Namun, efektivitas dari upaya tersebut masih menjadi pertanyaan, terutama dalam konteks program studi dengan kekhususan seperti Agrowisata Bahari. Belum banyak kajian Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 153 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. yang secara spesifik meneliti bagaimana peningkatan motivasi belajar dalam mata kuliah kewirausahaan berpengaruh terhadap pembentukan karakter wirausaha muda di bidang Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian yang mengevaluasi efektivitas proses ini, agar pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran dapat diarahkan secara tepat Penelitian oleh Rini dan Hartono . menegaskan bahwa efektivitas pembelajaran kewirausahaan sangat dipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran yang digunakan, keterlibatan dosen, serta lingkungan belajar yang mendukung. Lingkungan pembelajaran yang memberi ruang eksplorasi ide, diskusi, dan praktik nyata terbukti dapat meningkatkan motivasi mahasiswa secara signifikan. Hal ini juga diperkuat oleh temuan Wahyuni et al. yang menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan berbasis proyek mampu meningkatkan motivasi intrinsik mahasiswa serta membentuk karakter pantang menyerah. Lebih lanjut, karakter wirausaha tidak hanya terbentuk dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung dalam menyusun dan mengelola proyek usaha, baik secara individu maupun Kegiatan ini secara tidak langsung menanamkan nilai-nilai kewirausahaan yang Sebuah studi oleh Fauzi dan Ramadhani . menyatakan bahwa mahasiswa yang memiliki pengalaman langsung dalam kegiatan kewirausahaan cenderung memiliki karakter yang lebih kuat dan konsisten dalam berwirausaha. Dalam konteks pembangunan daerah pesisir, lulusan dari program studi Agrowisata Bahari diharapkan mampu menciptakan inovasi usaha berbasis sumber daya lokal. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan bahwa mata kuliah kewirausahaan tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga meningkatkan motivasi belajar mahasiswa secara efektif guna membentuk karakter wirausaha yang dibutuhkan. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai efektivitas strategi pembelajaran kewirausahaan dalam meningkatkan motivasi belajar dan membentuk karakter wirausaha muda pada mahasiswa program studi Agrowisata Bahari. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini berjudul Peningkatan Motivasi Belajar dalam Pembentukan Karakter Wirausaha Muda Melalui Mata Kuliah Kewirausahaan pada Program Studi Agrowisata Bahari. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat motivasi belajar mahasiswa dalam Pembentukan Karakter Wirausaha Muda Melalui Mata Kuliah Kewirausahaan pada Program Studi Agrowisata Bahari. Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 154 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode campuran . ixed method. dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif tentang efektivitas peningkatan motivasi belajar dalam pembentukan karakter wirausaha muda melalui mata kuliah kewirausahaan pada Program Studi Agrowisata Bahari. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tiga mahasiswa dan satu dosen pengampu mata kuliah guna menggali pengalaman dan persepsi mereka terhadap proses pembelajaran kewirausahaan, terutama terkait metode inovatif dan pelibatan praktisi sebagai dosen tamu. Sementara itu, pendekatan kuantitatif digunakan melalui pengumpulan data kuesioner post test yang disebarkan kepada 30 mahasiswa peserta mata kuliah kewirausahaan untuk mengukur peningkatan pemahaman dan motivasi berwirausaha setelah mengikuti pembelajaran. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh langsung dari informan berupa mahasiswa dan dosen, serta data kuantitatif dari kuesioner. Informan dipilih secara purposive dengan kriteria mahasiswa yang aktif mengikuti mata kuliah kewirausahaan dan dosen pengampu mata kuliah Teknik pengumpulan data kualitatif meliputi wawancara semi-terstruktur dan observasi proses pembelajaran, sedangkan data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner post test yang berisi pertanyaan tertutup dengan skala Likert. Analisis data kualitatif dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan model Miles dan Huberman. Analisis data kuantitatif dilakukan secara deskriptif untuk melihat persentase peningkatan motivasi dan pemahaman mahasiswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil wawancara dengan informan mahasiswa Program Studi Agrowisata Bahari dan dosen pengampu mata kuliah kewirausahaan, diperoleh temuan bahwa peningkatan motivasi belajar sangat dipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran yang inovatif. Salah satu teknik pembelajaran yang diaplikasikan adalah penggunaan proyek kewirausahaan berbasis potensi lokal serta pelibatan praktisi sebagai dosen tamu. Mahasiswa pertama (M. menyatakan: "Saya merasa lebih tertantang dan termotivasi karena tugas dalam mata kuliah ini bukan hanya teori, tapi juga membuat rencana usaha yang harus kami presentasikan. Ini membuat saya lebih percaya diri dan serius ingin mencoba usaha Hal ini sejalan dengan pendapat informan mahasiswa kedua (M. menambahkan:"Saya jadi lebih memahami bagaimana membangun usaha dari awal, terutama usaha yang relevan Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 155 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. dengan lingkungan pesisir. Ternyata peluangnya banyak, dan itu membuat saya semangat belajar dan menggali ide. " Mahasiswa ketiga (M. mengungkapkan hal yang menarik mengenai pelibatan praktisi: "Ketika ada dosen tamu dari pelaku usaha di bidang agrowisata datang dan cerita tentang pengalamannya, saya jadi lebih semangat. Saya merasa bahwa apa yang saya pelajari itu nyata dan bisa saya capai juga. Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah (D. menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran:"Kami sengaja menggunakan pendekatan proyek, agar mahasiswa tidak hanya paham teori tapi bisa langsung menyusun proposal usaha berdasarkan potensi lokal. Kami juga sering mengundang pelaku usaha sebagai dosen tamu agar mahasiswa mendapatkan wawasan langsung dari lapangan. Temuan di atasa sejalan dengan data kuantitatif melalui kuesioner post test terhadap 30 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah kewirausahaan. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 86,7% mahasiswa mengalami peningkatan pemahaman tentang proses membangun usaha setelah mengikuti perkuliahan. Sebanyak 80% mahasiswa menyatakan minat yang lebih besar untuk menjadi wirausahawan setelah mengalami langsung proyek kewirausahaan. Sisanya, sekitar 13,3%, menyatakan bahwa mereka masih mempertimbangkan pilihan karier, tetapi menyadari pentingnya kewirausahaan sebagai alternatif. Hasil juga menunjukkan bahwa 90% mahasiswa merasa terbantu dengan proses pembelajaran berbasis proyek kehadiran dosen tamu dari kalangan praktisi pada mata kuliah Mereka menyatakan bahwa pengalaman nyata yang dibagikan oleh para pelaku usaha memperkuat pemahaman mereka tentang realitas dunia wirausaha dan meningkatkan semangat belajar. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan konsistensi antara data kualitatif dan kuantitatif dalam hal efektivitas pembelajaran kewirausahaan terhadap peningkatan motivasi belajar dan pembentukan karakter wirausaha muda. Keterlibatan mahasiswa dalam proyek kewirausahaan memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan menumbuhkan rasa percaya diri serta Ini sejalan dengan pendapat Uno . yang menekankan bahwa motivasi belajar meningkat ketika materi pembelajaran relevan dengan kebutuhan dan pengalaman nyata Ketika mahasiswa merasakan bahwa pembelajaran memiliki manfaat praktis dalam kehidupan dan masa depan mereka, maka dorongan untuk belajar menjadi lebih kuat dan Penggunaan teknik belajar berbasis proyek . roject-based learnin. dalam mata kuliah kewirausahaan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide, menyusun strategi, dan menyajikan proposal bisnis yang aplikatif. Seperti dijelaskan oleh Permatasari . , pembelajaran yang melibatkan mahasiswa secara aktif dalam merancang dan Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 156 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. mengimplementasikan proyek bisnis mampu melatih kemandirian, tanggung jawab, dan kemampuan memecahkan masalah. Pernyataan mahasiswa M1 dan M2 mengindikasikan bahwa pengalaman langsung dalam menyusun rencana usaha mampu meningkatkan kepercayaan diri dan semangat untuk benarbenar mencoba berwirausaha. Temuan ini diperkuat oleh hasil penelitian Haryati dan Jannah . , yang menyatakan bahwa experiential learning terbukti efektif dalam mendorong keterlibatan aktif mahasiswa, serta menumbuhkan karakter wirausaha seperti keberanian mengambil risiko, ketekunan, dan kreativitas. Selain itu, pelibatan praktisi dalam pembelajaran juga memainkan peran penting dalam meningkatkan semangat belajar mahasiswa. Hal ini terlihat dari pernyataan M3 yang merasa lebih terinspirasi dan termotivasi setelah mendengarkan pengalaman nyata dari pelaku usaha. Dalam konteks ini, kehadiran dosen tamu dari kalangan profesional menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik lapangan. Seperti yang dijelaskan oleh Fauziah dan Saputra . , interaksi langsung dengan praktisi memberikan stimulus positif bagi mahasiswa dalam mengembangkan nilai-nilai karakter wirausaha dan memperluas wawasan mereka tentang realitas dunia usaha. Pembentukan karakter wirausaha melalui pendekatan ini mencakup aspek keberanian, kemandirian, inovasi, dan semangat untuk mencoba hal baru. Karakter-karakter ini adalah bagian penting dari profil wirausaha muda yang tangguh, sebagaimana dikemukakan oleh Zaini . Melalui pembelajaran kewirausahaan yang aplikatif dan inspiratif, mahasiswa tidak hanya memahami konsep kewirausahaan secara teoritis, tetapi juga mengalami proses refleksi dan transformasi diri. Lebih jauh, temuan ini juga mendukung hasil penelitian Pratama dan Santosa . yang menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas kewirausahaan, baik melalui praktik langsung maupun simulasi, berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter Karakter tersebut mencakup ketekunan, daya tahan terhadap kegagalan, serta keberanian untuk mencoba ide baru, yang semuanya merupakan kompetensi kunci dalam dunia Dalam konteks Program Studi Agrowisata Bahari, penggunaan pendekatan lokal berbasis potensi wilayah menjadi sangat relevan. Hal ini sesuai dengan pandangan Setyawan dan Lestari . , bahwa pembelajaran yang dikaitkan dengan potensi lokal seperti agrowisata, kelautan, dan pesisir, dapat menjadi media efektif untuk menanamkan semangat wirausaha yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal. Mahasiswa tidak hanya diajak berpikir kritis dan Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 157 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. inovatif, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan solusi yang sesuai dengan konteks sosial dan geografis mereka. Dengan demikian, motivasi belajar mahasiswa tidak terlepas dari strategi pembelajaran yang digunakan dosen. Ketika dosen merancang pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan melibatkan dunia nyata, maka mahasiswa lebih terdorong untuk berpartisipasi aktif dan menginternalisasi nilai-nilai kewirausahaan. Seperti dijelaskan oleh Nurhaliza dan Arifin . , motivasi belajar berkaitan erat dengan terbentuknya karakter mahasiswa, khususnya dalam aspek tanggung jawab, kerja keras, dan integritas. Temuan ini juga menunjukkan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, dosen, mahasiswa, dan pelaku usaha dalam membentuk ekosistem pembelajaran kewirausahaan yang efektif. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi dengan lingkungan, studi lapangan, dan praktik langsung. Semua ini berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar dan pembentukan karakter wirausaha muda yang siap menghadapi tantangan global dan lokal. SIMPULAN Pembelajaran mata kuliah kewirausahaan yang mengadopsi metode inovatif berbasis proyek dan pelibatan praktisi sebagai dosen tamu efektif dalam meningkatkan motivasi belajar serta pembentukan karakter wirausaha muda pada mahasiswa Program Studi Agrowisata Bahari. Hasil wawancara menunjukkan mahasiswa lebih termotivasi dan percaya diri dalam mengembangkan ide bisnis yang relevan dengan potensi lokal. Data kuesioner post test dari 30 responden mengungkapkan bahwa 86,7% mahasiswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai proses membangun usaha, dan 80% di antaranya menunjukkan minat yang lebih besar untuk menjadi wirausahawan setelah mengikuti mata kuliah ini. Pelibatan praktisi memberikan inspirasi nyata yang memperkuat semangat belajar mahasiswa. Dengan demikian, pembelajaran kewirausahaan yang aplikatif dan kontekstual tidak hanya memperkuat aspek kognitif tetapi juga membentuk karakter kewirausahaan seperti kreativitas, kemandirian, dan keberanian mengambil risiko yang sangat penting bagi pengembangan wirausaha muda di bidang agrowisata bahari. Program studi secara khusus dosen pengampu mata kuliah disarankan untuk terus mengembangkan metode pembelajaran berbasis proyek dan memperluas pelibatan praktisi sebagai dosen tamu untuk meningkatkan motivasi dan kesiapan wirausaha mahasiswa. Dosen hendaknya mengintegrasikan potensi lokal secara lebih intensif dalam materi agar pembelajaran lebih kontekstual dan aplikatif. Selain itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi Pedagogika. fip@ung. P-ISSN: 2086-4469 E-ISSN: 2716-0580 | 158 PEDAGOGIKA Volume 15 (Nomor . 2024 HaL. faktor-faktor lain yang memengaruhi pembentukan karakter wirausaha muda secara lebih REFERENSI