PENGARUH PENDAMPINGAN USAHATANI SAYURAN TERHADAP PRODUKSI PETANI DI DESA PANGKUL KECAMATAN CAMBAI KOTA PRABUMULIH The Influence Of Vegetable Farming Assistance On Farmers Production In Pangkul Village. Cambai District. Prabumulih City Dzul Hidayat1. Yudhi Zuriah Wirya Purba2 Dinas Ketahanan Pangan Kota Prabumulih Fakultas Pertanian Universitas Sjakhyakirti Email: dzulhidayat430@gmail. com1, yudhi. wardi@yahoo. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan sistem usahatani, faktor yang mempengaruhi produksi, dan menganalisis perbedaan pendapatan sayuran petani yang mendapat pendampingan dan mandiri. Penelitian dilaksanakan di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa sebagian besar petani sayur di lokasi tersebut menanam sayuran secara tumpangsari cabe dan tomat. Jumlah sampel sebanyak 30 petani sayuran dengan pendampingan dan 30 petani sayuran mandiri . anpa pendampinga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang berarti dalam kegiatan budidaya tanaman tumpang sari Cabe-Tomat antara petani yang dibina dan tidak dibina. Pendapatan rata-rata petani usahatani sayuran dengan pendampingan lebih besar dari pada petani tanpa pendampingan. Kata Kunci : Pembinaan. Pendapatan. Produksi. Sayuran Abstract This study aims to identify differences in farming systems, factors that influenced production, and analyzed differences in vegetable income for monitor and independent The research was conducted in Pangkul Village. Cambai Sub-district. Prabumulih City. The research location was determined deliberately with the consideration that most vegetable farmers in that location grow chili and tomato The number of samples is 30 vegetable farmers with assistance and 30 independent vegetable farmers . ithout monitorin. The results of the study showed that there was no significant difference in the chilli-tomato intercropping cultivation activities between the trained and non-supervised farmers. The average income of vegetable farming farmers with monitoring was greater than farmers without monitoring. Keywords: Guidance. Income. Production. Vegetable Pengaruh Pendampingan Usahatani Sayuran Terhadap Produksi Petani Di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih Dzul Hidayat. Yudhi Zuriah Wirya Purba PENDAHULUAN Menurut Data PDRB Sumsel . menyebutkan bahwa pertumbuhan dan kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB di Indonesia menempati urutan ketiga yaitu. ,86%) dibawa sektor industri pengolahan dan sektor pertambangan dan masih lebih tinggi dibandingkan sektor perdagangan, hotel dan restoran. Kondisi ini memberikan gambaran bahwa pembangunan pertanian di Sumsel mengalami pertumbuhan yang signifikan, merupakan kontribusi pembangunan pertanian Sumsel di Indonesia sebagai Negara agraris (Badan Pusat Statistik, 2. Kota Prabumulih sebagai salah satu dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan mempunyai potensi yang strategis untuk pengembangan agribisnis. Kota Prabumulih tahun 2018 mata pencaharian penduduk Kota Prabumulih yang berpropesi sebagian petani, yaitu sebanyak 23. 424 jiwa . ,11%) dari 182. jiwa jumlah penduduk Kota Prabumulih. Salah satu inovasi teknologi yang saat ini berkembang di Kota Prabumulih adalah agribisnis sayuran yang diusahakan dengan sistem diversifikasi tanaman terdiri dari sayuran yang mempunyai nilai ekonomis tinggi . acang panjang, timun, tomat, cabe merah, kangkung, baya. Kebutuhan konsumsi sayuran di Kota Prabumulih dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk sementara produksi sayuran petani lokal belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk, maka produksi tersebut diatas baru mampu menyediakan sekitar 28,16 kg/kapita/tahun dari target konsumsi sayuran sebesar 63,7 kg/kapita/tahun pada tahun 2018 (Dinas Ketahanan Pangan. Hal ini berarti bahwa produksi sayuran di Kota Prabumulih masih perlu ditingkatkan, terutama untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan industri rumah makan yang banyak membutuhkan bahan baku Berkaitan dengan komoditi sayuran yang diusahakan, berikut jenis-jenis sayuran berdasarkan luas panen dan produksi sayuran tahun 2016 sampai 2018. Tabel 1. Distribusi Luas Areal Panen dan Produksi Komoditi Sayuran di Kota Prabumulih Tahun . 6 - 2. Komoditi Sayuran Kacang panjang Cabe Mera/Rawit Tomat Terong Timun Kangkung Bayem Petsai/Sawi Jumlah Luas Panen (H. Produksi (To. Tahun Luas Panen Produksi (H. (To. Luas Panen Produksi (H. (To. Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Prabumulih, 2019. Secara realitas berkembangnya agribisnis di Kota Prabumulih tersebut, adalah karena adanya pembinaan dari pemerintah melalui tenaga ahli dari penyuluh, yang sekaligus sebagai pendamping bagi para petani. Bahkan pada saat ini pendampingan agribisnis sayuran tersebut berkembang di Kota Prabumulih yaitu Kecamatan Cambai dan Prabumulih Timur. Sasaran utama sistem pendampingan ini adalah bagaimana membuka wawasan kelompok tani yang semula dengan orientasi sistem usaha tani produksi menjadi usaha tani agribisnis yang berorientasi keuntungan. Pendamping harus melakukan pembinaan dan peningkatan kemampuan serta ketrampilan yang Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Pengaruh Pendampingan Usahatani Sayuran Terhadap Produksi Petani Di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih Dzul Hidayat. Yudhi Zuriah Wirya Purba berkelanjutan agar petani dapat mengakses sarana produksi, teknologi, pasca panen, pasar dan permodalan sehingga petani mampu mandiri mengembangkan usaha agribisnisnya. Berdasarkan uraian diatas, yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh penerapan sistem usahatani petani sayuran yang mendapat pembinaan dan tanpa pembinaan dan berapa besar perbedaan pendapatan usahatani sayuran yang mendapat pembinaan dan tanpa pembinaan di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilakukan pada petani sayuran Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan pertimbangan bahwa sebagian besar petani sayur di lokasi tersebut menanam sayuran secara tumpangsari . abe dan toma. Penelitian lapangan telah dilaksanakan bulan Januari 2021. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei, yaitu Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling. Jumlah sampel yang di pilih sebagai responden ditentukan secara disproporsional, yaitu sebanyak 30 petani sayuran pada strata sistem pendampingan dan 30 petani sayuran pada strata mandiri . anpa pendampinga. Jadi jumlah sampel secara keseluruhan adalah 60 responden. Jumlah populasi petani sayuran di lokasi penelitian berjumlah 96 orang. Metode analisis yang digunakan pada penerapan sistem agribisnis sayuran pada tingkat petani . rogram pendampingan maupun tanpa pendampinga. , digunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan penelitian survai. Komponen atau variabel dianalisa meliputi bagaimana penerapan aspek praproduksi, aspek usahatani atau budidaya, aspek pasca panen dan pengolahan serta pemasaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Usahatani Sayuran (Cabai dan Toma. Input Produksi Jenis lahan dalam usahatani tumpangsari cabe dan tomat baik petani dengan pendamping maupun tanpa pendamping menggunakan lahan bekas usahatani Cara petani mendapatkan input produksi baik petani dengan pendamping maupun petani tanpa pendamping mendapatkan faktor produksi berupa pupuk, benih cabai dan tomat, herbisida, dan pestisida yang bersubsidi. Seluruh sampel dalam penelitian ini mendapatkan input produksi pertanian dengan cara subsidi. Penanaman Tabel 2. Tahapan Penanaman Tumpangsari Cabai dan Tomat di Desa Pangkul Kecamatan Mumbai Kota Prabumulih Tahapan penanaman Pengolahan lahan Pembersihan lahan . and clearin. Pencangkulan Pembuatan Hari Kerja (HK) Pria Wanita Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Estimasi penggunaan tenaga kerka Jumlah Orang (JO) Pria Wanita Hari Kerja (HK) Pria Wanita Pengaruh Pendampingan Usahatani Sayuran Terhadap Produksi Petani Di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih Dzul Hidayat. Yudhi Zuriah Wirya Purba bedengan kasar Pemupukan awal : Pupuk Pengapur Pupuk Insektisid a dan Fungisida Pembuatan bedengan jadi Pemasangan Mulsa Pembuatan lubang Pembibitan dan Penanaman Penyemaian benih Cabe Merah Keriting Tomat Penanaman Cabe Merah Keriting Tomat Teknis pemberian pupuk pada bedengan dilakukan dengan cara mencampur pupuk yang sudah disediakan . upuk tungga. ditambah dengan insektisida dan fungisida Furadan 3G dan Antracol. Lahan tumpang sari cabe dan tomat seluas satu hektar dengan populasi 16. 000 tanaman dengan jarak tanam . cm membutuhkan sekitar 10 rol mulsa plastik selebar 120 cm. Penyemaian cabe dilakukan pada minggu ke tiga bulan Agustus 2020. Penyemaian tomat dilakukan pada minggu ke empat bulan September 2020. Untuk memperoleh waktu panen cabe dan tomat yang sama, penanaman cabe dilakukan terlebih dahulu sebulan sebelum penanaman bibit tomat. Lama panen bibit cabe kurang lebih 90 hari, sedangkan lama panen tomat lebih cepat sekitar 60 Dengan mendahulukan penanaman cabe selama kurang lebih 30 hari, jadwal panen bisa berbarengan. Penanaman bibit cabe dan tomat dilakun pada waktu sore atau pagi hari, hal ini bertujuan untuk mencegah terkena sengatan panas matahari pada siang hari yang menyebabkan bibit tersebut layu. Pemeliharaan Tabel 3. Esimasi Penggunaan Tenaga Kerja Tahapan Penanaman di Desa Pangkul Kecamatan Mumbai Kota Prabumulih Tahapan penanaman Pemeliharaan (Perawata. Tanaman Penyulaman Pemangkasan tunas Pemasangan ajir/turus Pemupukan susulan Penyemprotan Penyiangan Estimasi penggunaan tenaga kerja Hari Kerja (HK) Jumlah Orang (JO) Hari Kerja (HK) Pria Wanita Pria Wanita Pria Wanita Pada perkembangan selanjutnya, bibit cabe dan tomat yang telah ditanam Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Pengaruh Pendampingan Usahatani Sayuran Terhadap Produksi Petani Di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih Dzul Hidayat. Yudhi Zuriah Wirya Purba tidaksemuanya bisa hidup sempurna bahkan ada yang mati. Untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan melakukan penyulaman. Pada saat tanaman cabe dan tomat berumur . - . hari setelah tanam . , dilakukan penggantian bibit yang mati dengan bibit yang baru. bibit yang digunakan untuk menyulam bisa diambil dari bibit terdahulu atau bibit yang ditanam dengan selang waktu . - . hari dari awal penyemaian. Perlakuan pemangkasan tanaman cabe dan tomat dilakukan terhadap tunas air. daun tua. daun yang terserang penyakit. buah yang yang cacat, rusak, atau terserang hama dan penyakit. Sistem pemasangan ajir yang umum dilakukan oleh perani di desa pangkul adalah sistem tunggal, yang hanya menggunakan satu buah ajir yang dihubungkan satu sama lain dengan bambu supaya tidak gampang roboh. Sistem ini dianggap lebih baik karena sinar matahari yang diterima oleh tanaman tomat lebih optimal sehingga mampu mengurangi resiko menularnya hama ban penyakit. Kebutuhan pupuk tanaman cabe dan tomat sistem tumpang sari dengan mulsa plastik sudah bisa tercukupi oleh pupuk dasar yang sudah diberikan pada waktu pemupukan awal. Hanya saja, tanaman cabe dan tomat masih memerlukan nutrisi yang cukup untuk awal pembentukan bunga, awal pembentukan buah, dan proses pemasakan buah. Pelaksanaan penyemprotan pestisida, herbisida atau fungisida disesuaikan dengan kebutuhan dilapangan atau melihat jenis dan intensitas serangan hama dan penyakit atau seberapa tinggi tingkat pertumbuhan Pengendalian gulma yang efektif yaitu dengan melaksanakan penyiangan dan mencabut gulma beserta akarnya-akarnya secara rutin. Penyiangan dilakukan paling tidak 2 kali satu bulan selama masa budidaya cabe dan tomat secara tumpang sari dengan menggunakan mulsa plastik. Pengaplikasian pupuk mikro (Greentoni. pada petani dengan pendampingan dengan cara lanjutan dengan cara mencampur 20 ml greentonik dengan 15 liter air didalam hand sprayer atau dengan 3,33 liter pupuk dapat dicampur dengan air sebanyak 2. 497,5 liter . 500 m. Dihasilkan pupuk kurang lebih 167 Hand sprayer yang siap disemprotkan ke seluruh bagian Kebutuhan pupuk per tanaman adalah A 156 ml. Sementara petani tanpa pendampingan tidak menggunakan pupuk mikro greentonik. Pengaplikasian pupuk mikro (Greentoni. pada petani dengan pendampingan dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Dosis dan waktu pemberian pupuk susulan pada kelompok petani dengan pendampingan di Desa Pangkul Kecamatan Cambai kota Prabumulih, 2020 Dengan Pendampingan Jenis Pupuk Kimia Tanpa Pendampingan Dosis Per hehtar (K. Dosis Per hehtar (K. Pemupukan I . Pemupukan II . Pemupukan i Pemupukan I . Pemupukan II . Pemupukan i . Pupuk makro . SP-36 KCl Jenis Pupuk Kimia Pemupukan I Pemupukan II Pemupukan i Pemupukan I Pemupukan II Pemupukan i . ada saat tana. minggu hs. minggu hs. ada saat tana. minggu hs. Dosis Per hehtar (Kg/L) Dosis Per hehtar (Kg/L) Pupuk majemuk NPK Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Pengaruh Pendampingan Usahatani Sayuran Terhadap Produksi Petani Di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih Dzul Hidayat. Yudhi Zuriah Wirya Purba Pupuk mikro (Pupuk cair untuk daun, kembang dan bua. Greentonik 3,33 3,33 Panen Buah tomat sudah bisa dipanen pada umur . hari sejak pindah tanam. Panen selanjutnya dilaksanakan . - . hari sekali sampai buah habis atau lebih kurang 2 bulan masa panen (A 15 kali pane. Karena petani Desa Pangkul menjual hasil panenya ke pedagang pengepul . yang datang langsung ke kebun, jadi buah tomat dipanen pada tingkat kemasakan 90% yakni ketika buah tomat berwarna kuning kemerahan. Tehnik pemanenan buah tomat yang benar yaitu dengan memetik buah sambil menyertakan tangkainya. alat yang digunakan bisa gunting, pisau atau dengan tangan. Untuk wadah menampung hasil panen digunakan ember atau keranjang. Benih tomat hibrida keturunan F1 hibrida yang dibudidayakan oleh kelompok tani dengan pendampingan mampu menghasilkan . kg buah per tanaman atau sekitar . ton buah per hektar dengan populasi sekitar 8. 000 pohon dengan tingkat mortalitas 10%. Untuk waktu panen cabe merah keriting hibrida keturunan F1 adalah pada umur A 90 hari sejak pindah tanam. Tehnik pemanenan cabe yang benar yaitu dengan memetik buah cabe bersamaan dengan tangkai buahnya. Buah cabe yang dipetik beserta tangkainya ini akan lebih tahan lama dari pada buah yang dipetik tanpa tangkai. Dari segi kuantitas pun, cabe yang dipetik beserta tangkainya memiliki bobot yang lebih berat. Pemanenan dilakukan pada buah cabe yang sudah berwarna merah atau sudah masak penuh dan terhadap buah cabe yang masak 90% atau yang berwarna merah dengan semburat hitam sedikit hijau. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari ketika bobot cabe masih optimal. Hasil panen biasanya dikumpulkan dalam keranjang, pada saat melakukan pemanenan, lakukan juga seleksi buah cabe yang terkena hama atau penyakit. Tabel 5. Estimasi Penggunaan Tenaga Kerja Tahapan Pemanenan di Desa Pangkul Kecamatan Cambai kota Prabumulih, 2020 Tahapan pemanenan Panen Pemanenan Tomat Cabe Hari Kerja (HK) Pria Wanita Estimasi penggunaan tenaga kerja Jumlah Orang (JO) Pria Wanita Pria Hari Kerja (HK) Wanita Pasca Panen Pada proses pemasaran hasil usahatani baik kelompok tani dengan pendampingan maupun yang tanpa pendampingan sama. Pada saat panen berlangsung, buah tomat yang dijumpai cacat atau terkena hama dan penyakit langsung disortir, selanjutnya dimusnahkan. Hal ini penting dilakukan, jika tidak disortir ada kemungkinan buah yang sehat bisa tertular oleh buah yang terserang hama dan penyakit. Buah tomat yang sudah selesai dipanen bisa langsung dilakukan seleksi sesuai grade-nya. Petani di Desa Pangkul biasanya membedakan grade buah tomat menjadi dua, yaitu jenis besar dengan berat lebih dari 100 gram, dan yang kecil dengan berat kurang dari 100 gram. Kemudian buah-buah tersebut dipacking/dikemas kedalam keranjang/ kotak kayu berkapasitas . Tabel 6. Estimasi Penggunaan Tenaga Kerja Tahapan Pasca Panen di Desa Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Pengaruh Pendampingan Usahatani Sayuran Terhadap Produksi Petani Di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih Dzul Hidayat. Yudhi Zuriah Wirya Purba Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih, 2020 Estimasi penggunaan tenaga kerka Tahapan Pasca Panen Pasca panen Tomat Cabe Hari Kerja (HK) Pria Wanita Jumlah Orang (JO) Pria Wanita Hari Kerja (HK) Pria Wanita Pemasaran Untuk pemasaran buah cabe dan tomat di Desa Pangkul dilakukan secara langsung dikebun. Hasil panen petani dibeli oleh pedagang pengepul atau sering disebut toke yang datang langsung dikebun petani untuk melakukan transaksi jual beli hasil tani. Harga yang disepakati biasanya mengacu pada harga jual komodi yang berlaku di Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota prabumulih atau sesuai dengan satuan harga saat itu. Perbedaan Pendapatan Petani Usahatani Sayuran di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih Tabel 7. Analisis Usahatani Sayuran Sistem Tumpangsari Cabe dan Tomat Di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih Tahun 2020 Petani Sayuran Pendapatan (Rp/h. Analisis Usahatani ROI (B/C) Dengan Pendampingan Tanpa Pendampingan Dari hasil perhitungan benefit cost ratio (B/C rati. petani pendampingan sebesar 3,68, artinya penambahan biaya sebesar 1 persen pendapatan akan meningkat sebesar 3,68 persen. B/C ratio petani tanpa pendampingan sebesar 2,64, artinya penambahan biaya sebesar satu persen pendapatan akan meningkat sebesar 2,64 persen. Return On Invesment yang merupakan rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen. Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan mengabaikan sumber pendanaan, rasio ini biasanya diukur dengan persentase. Petani sayuran dengan pendampingan memiliki nilai ROI sebesar 2,68%, dimana lebih besar daripada petani sayuran tanpa pendampingan yang memiliki nilai ROI sebesar 1,64. Perbedaan pendapatan petani dengan pendampingan dan petani tanpa pendampingan dianalisis menggunakan uji t . ndependent t tes. Hasil analisis menunjukkan perbedaan pendapatan usahatani sayuran dengan pendampingan dan tanpa pendampingan didapat nilai t hitung sebesar 11,216, signifikan pada taraf kepercayaan 0,01 . ,000 < 0,. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani sayuran dengan pendampingan lebih besar dari pada usahatani sayuran tanpa pendampingan. Analisis perbedaan pendapatan dengan menggunakan independent t test dapat dilihat pada Tabel 7. Tabel 8. Analisis Perbedaan Pendapatan Usahatani Sayuran di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih Menggunakan Independent t Test Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Pengaruh Pendampingan Usahatani Sayuran Terhadap Produksi Petani Di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih Dzul Hidayat. Yudhi Zuriah Wirya Purba Perbedaan Pendapatan Usahatani Sayuran Pendampingan Tanpa Pendampingan t hitung 7,926** 52,311** Sig . -taile. Keterangan : ** significant at the 0,01 level . -taile. Sumber : Hasil Pengolahan SPSS, 2021 Pendampingan petani di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih merupakan salah satu cara yang digunakan agar informasi inovasi sampai ke Dimana dalam melaksanakan pendampingan pertanian dapat dipergunakan berbagai metoda sesuai dengan tujuan dan sasaran yang akan dicapai. Pendamping harus selalu memberikan informasi dan mendampingi petani dalam menerapkan teknologi tersebut mulai dari praktek langsung hingga tahap hasil yang baik. Dengan harapan petani mau mengadopsi inovasi teknologi baru yang nantinya diharapkan bukan hanya untuk meningkatkan produktivitas padi sehingga kebutuhan terhadap sayuran terpenuhi tetapi juga dapat mensejahterakan petani itu SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap usahatani sayuran dengan pendampingan dan tanpa pendampingan di Desa Pangkul Kecamatan Mumbai Kota Prabumulih, didapatkan kesimpulan sebagai berikut: Tidak terdapat perbedaan yang berarti dalam kegiatan budidaya tanaman tumpang sari Cabe-Tomat antara petani pendampingan dan tanpa Pendapatan rata-rata usahatani sayuran dengan pendampingan lebih besar dari pada tanpa pendampingan. SARAN Perlunya perhatian dari berbagai pihak seperti instansi terkait, para penyuluh pertanian, dan petani sayuran yang berkaitan dengan budidaya usahatani sayuran, sehingga sesuai dengan kebutuhan sayuran . abai dan toma. Jimanggis. Vol. No. Juni 2023 Pengaruh Pendampingan Usahatani Sayuran Terhadap Produksi Petani Di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih Dzul Hidayat. Yudhi Zuriah Wirya Purba DAFTAR PUSTAKA