Monalisa. Yuli. Christiani M. Romayana G. Elvi S. S :Pendapat Mahasiswa Inbound Pendapat Mahasiswa Inbound Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Terhadap Kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 Monalisa Martha Siahaan Universitas HKBP Nommensen. Email : monalisasiahaan2810@gmail. Yuli Pambreni Br. Sipayung Pendidikan Matematika. Universitas HKBP Nommensen. E-mail: yulipambreni. sipayung@student. Christiani Mariana Simanullang Pendidikan Matematika. Universitas HKBP Nommensen. E-mail: christianimariana. simanullang@student. Romayana Gloria Silitonga Pendidikan Matematika. Universitas HKBP Nommensen. E-mail: romayanagloria. silitonga@student. Elvi S Siburian Pendidikan Matematika. Universitas HKBP Nommensen. E-mail: elvi. siburian@student. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pendapat mahasiswa inbound di Untirta terhadap kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah survei online dengan mengirimkan kuesioner kepada 100 mahasiswa inbound di Untirta yang terlibat dalam program PMM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa program PMM memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang budaya, bahasa, dan sistem pendidikan Indonesia. Selain itu, kebanyakan mahasiswa inbound juga menyatakan bahwa mereka merasa diterima dan diintegrasikan dengan baik dalam lingkungan akademik dan sosial di Untirta. Namun, sejumlah responden mengungkapkan kebutuhan untuk memperbaiki fasilitas dan layanan di kampus, seperti perbaikan sarana dan prasarana, serta dukungan yang lebih aktif dari pihak kampus dan pemerintah. Kesimpulannya, program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Untirta memberikan manfaat yang positif bagi mahasiswa inbound, terutama dalam hal meningkatkan pemahaman tentang budaya dan sistem pendidikan Indonesia serta integrasi sosial di lingkungan kampus. Namun, perlu adanya perbaikan fasilitas dan dukungan yang lebih aktif dari pihak kampus dan pemerintah untuk membuat program ini lebih efektif dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi mahasiswa inbound PMM 2. Kata kunci: Pendapat. Mahasiswa Inbound. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka menciptakan hubungan antarpulau yang lebih baik. Di Indonesia, program pertukaran mahasiswa telah lama ada, namun sejak peluncuran program PMM oleh Kemendikbudristek, program ini semakin diminati oleh mahasiswa Indonesia. Program PMM bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa Indonesia dalam mengikuti program pertukaran di universitasuniversitas di Indonesia. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman antara budaya dan sistem pendidikan pulau lain. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirt. merupakan salah satu universitas di Indonesia yang turut serta dalam program ini dan menjadi tuan PENDAHULUAN Pertukaran mahasiswa merupakan salah satu cara untuk memperluas wawasan dan meningkatkan pengalaman mahasiswa dalam hal budaya dan pendidikan di luar pulau. Program pertukaran mahasiswa menjadi salah satu program yang sangat diidamkan oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Program ini menawarkan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengalami pengalaman baru dan beradaptasi dengan budaya yang berbeda. Selain itu, program ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas jaringan dan Jurnal Pendidikan Modern. Volume 08 Nomor 03 Tahun 2023, 135 - 140 rumah bagi mahasiswa inbound dari berbagai Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat mahasiswa inbound di Untirta terhadap kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan masukan yang berguna bagi universitas dan pemerintah dalam meningkatkan efektivitas program PMM di masa mendatang serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi mahasiswa Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan informasi yang berguna bagi universitas lain yang berencana untuk bergabung dalam program PMM untuk memperbaiki program mereka dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi mahasiswa inbound. Penelitian ini menggunakan metode survei online dengan mengirimkan kuesioner kepada 100 mahasiswa inbound di Untirta yang terlibat dalam program PMM. Kuesioner terdiri dari 20 pertanyaan dengan beberapa pilihan jawaban dan satu pertanyaan terbuka untuk memberikan pendapat secara bebas mengenai program PMM. Pertanyaan dalam kuesioner mencakup topik seperti manfaat program PMM, pengalaman mahasiswa inbound di Untirta, dan kekurangan yang perlu diperbaiki. Penelitian ini, akan membahas mengenai profil mahasiswa inbound di Untirta, manfaat program PMM, pengalaman mahasiswa inbound di Untirta, serta kekurangan yang perlu diperbaiki dalam program PMM di Untirta. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi meningkatkan kualitas program PMM di masa mendatang serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi mahasiswa inbound. Dalam membahas profil mahasiswa inbound di Untirta, akan dibahas mengenai asal pulau, lama program pertukaran, tingkat pendidikan, dan apakah program PMM ini merupakan program pertukaran pertama bagi mahasiswa inbound. Sedangkan dalam pembahasan mengenai manfaat program PMM, akan dibahas mengenai manfaat yang diperoleh mahasiswa inbound dalam hal akademik dan nonakademik. Dalam hal akademik, manfaat yang diperoleh meliputi peningkatan kualitas pendidikan dan penguasaan bahasa Indonesia. Sedangkan dalam hal non-akademik, manfaat yang diperoleh meliputi pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia, mengenal budaya Indonesia, serta memperluas jaringan. Selain itu, dalam pembahasan pengalaman mahasiswa inbound di Untirta, akan dibahas mengenai pengalaman mereka dalam hal akademik dan non-akademik selama program pertukaran. Dalam hal akademik, pengalaman yang diperoleh meliputi kualitas pengajaran, kemudahan akses ke fasilitas dan sumber daya, serta adanya bantuan dan dukungan dari universitas. Sedangkan dalam hal non-akademik, pengalaman yang diperoleh meliputi kehidupan sosial di kampus dan di luar kampus, kegiatan-kegiatan diselenggarakan oleh universitas. Dalam pembahasan mengenai kekurangan program PMM di Untirta, akan dibahas mengenai masalah yang dihadapi oleh mahasiswa inbound selama program pertukaran. Beberapa masalah yang dihadapi meliputi bahasa, transportasi, serta Selain itu, kekurangan lainnya yang perlu diperbaiki adalah kurangnya informasi mengenai program PMM di Untirta dan kurangnya bantuan dan dukungan dari universitas dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh mahasiswa Dalam keseluruhan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai pendapat mahasiswa inbound di Untirta terhadap program PMM. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi universitas dan pemerintah dalam meningkatkan efektivitas program PMM di masa mendatang serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi mahasiswa inbound. Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan informasi yang berguna bagi universitas lain yang berencana untuk bergabung dalam program PMM untuk memperbaiki program mereka dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi mahasiswa inbound. Dalam penelitian ini, terdapat beberapa batasan. Pertama, penelitian ini hanya melibatkan mahasiswa inbound di Untirta dan tidak melibatkan mahasiswa Kedua, penelitian ini hanya dilakukan pada satu universitas di Indonesia, sehingga hasil penelitian mungkin tidak dapat diterapkan pada universitas lain. Ketiga, penelitian ini hanya menggunakan metode survei online dan tidak Monalisa. Yuli. Christiani M. Romayana G. Elvi S. S :Pendapat Mahasiswa Inbound melibatkan wawancara langsung dengan mahasiswa Meskipun batasan-batasan penelitian ini tetap memberikan kontribusi yang berguna bagi universitas dan pemerintah dalam meningkatkan efektivitas program PMM di masa mendatang serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi mahasiswa inbound. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan inspirasi bagi penelitian selanjutnya tentang program pertukaran mahasiswa di Indonesia. antara variabel-variabel yang terkait dengan program PMM di Untirta. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan analisis konten pada data kualitatif dari pertanyaan terbuka dalam kuesioner. Analisis konten dilakukan untuk mengidentifikasi tema-tema utama dan subtema dari data kualitatif yang diperoleh dari mahasiswa Dalam melakukan analisis data, peneliti juga memperhatikan validitas dan reliabilitas data. Validitas data diperiksa melalui teknik triangulasi data, yaitu membandingkan hasil kuesioner dengan data sekunder dan wawancara dengan pihak terkait. Reliabilitas data diperiksa melalui uji reliabilitas yang dilakukan pada pertanyaan-pertanyaan yang sama dalam kuesioner yang dikirimkan kepada responden yang berbeda. Dalam keseluruhan, metode penelitian ini dirancang untuk memperoleh data yang dapat diandalkan dan valid mengenai pendapat mahasiswa inbound terhadap program PMM di Untirta. Metode survei online yang digunakan memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data dari responden yang tersebar di berbagai wilayah dan meminimalkan biaya dan waktu dalam proses pengumpulan data. Analisis data yang dilakukan juga dirancang untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai pendapat mahasiswa inbound terhadap program PMM di Untirta. Dari penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa mayoritas mahasiswa inbound di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirt. yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) merasa puas dengan program tersebut. Sebanyak 88% responden menyatakan bahwa mereka merasa puas dengan program PMM di Untirta, sementara 12% menyatakan tidak puas. Selain itu, sebagian besar responden juga menganggap bahwa program PMM di Untirta memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan akademik, sosial, dan budaya Sebanyak 89% responden menyatakan bahwa program PMM di Untirta membantu meningkatkan pemahaman mereka terhadap budaya Indonesia dan sekitarnya, sedangkan 97% menyatakan bahwa program PMM di Untirta membantu meningkatkan kemampuan akademik METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei online. Survei online dilakukan melalui pengisian kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa inbound di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirt. yang mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM). Kuesioner berisi pertanyaan terbuka dan tertutup yang mengarah pada pengalaman dan pendapat mahasiswa inbound mengenai program PMM di Untirta. Pengumpulan data dilakukan secara online melalui platform Google Forms dan diikuti dengan pengiriman link kuesioner melalui email kepada mahasiswa inbound di Untirta yang sedang menjalani program PMM. Kuesioner yang telah diisi kemudian dikumpulkan dan dianalisis menggunakan program pengolah data statistik seperti Microsoft Excel dan SPSS. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 mahasiswa inbound yang sedang menjalani program PMM di Untirta. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan kriteria mahasiswa inbound yang sedang menjalani program PMM di Untirta pada semester yang bersangkutan dan bersedia untuk berpartisipasi dalam penelitian Data yang diperoleh dari kuesioner kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden dan memberikan gambaran umum mengenai pendapat mahasiswa inbound terhadap program PMM di Untirta. Sedangkan analisis inferensial digunakan untuk mengetahui hubungan Jurnal Pendidikan Modern. Volume 08 Nomor 03 Tahun 2023, 135 - 140 Namun demikian, terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan program PMM di Untirta. Beberapa responden menganggap bahwa proses pendaftaran dan persiapan program PMM di Untirta masih perlu diperbaiki, terutama dalam hal komunikasi dan informasi yang diberikan kepada mahasiswa inbound. Selain itu, beberapa responden juga menganggap bahwa kurikulum dan metode pembelajaran di program PMM di Untirta masih perlu diperbaiki agar lebih sesuai dengan kebutuhan mahasiswa inbound. sehingga mereka kesulitan dalam mengikuti program Selain itu, terdapat beberapa mahasiswa inbound yang mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan dan budaya di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa program PMM di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan akademik, sosial, dan budaya mahasiswa inbound. Program PMM di Untirta interpersonal, dan interkultural mereka serta keanekaragaman budaya dan kehidupan sosial di Indonesia. Namun, terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi dalam pelaksanaan program PMM di Untirta. Salah satu kendala tersebut adalah kurangnya komunikasi dan informasi yang diberikan kepada mahasiswa inbound mengenai program PMM. Kurangnya informasi mengenai program PMM dapat menyebabkan mahasiswa inbound mengalami kesulitan dalam mengikuti program tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya yang lebih efektif dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa untuk meningkatkan komunikasi dan informasi yang diberikan kepada mahasiswa inbound mengenai program PMM. Selain itu, penyesuaian kurikulum dan metode pembelajaran program PMM juga perlu dilakukan agar dapat lebih memenuhi kebutuhan dan harapan mahasiswa inbound. Sebagian mahasiswa inbound mengeluhkan bahwa kurikulum dan metode pembelajaran di program PMM di Untirta lalu berat dan tidak fleksibel, sehingga sulit untuk diikuti. Oleh karena itu. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa perlu mempertimbangkan untuk melakukan penyesuaian kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih fleksibel sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan harapan mahasiswa inbound. Selain itu. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa juga perlu memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai bagi mahasiswa inbound. Dukungan dan fasilitas yang memadai seperti akomodasi, transportasi, dan pengalaman belajar yang lebih beragam dapat membantu mahasiswa inbound untuk lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dan HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa inbound di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa merasa puas dengan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) yang diadakan di universitas tersebut. Dari 100 responden yang diwawancarai, sebanyak 88 responden atau 88% menyatakan bahwa mereka merasa sangat puas atau puas dengan program PMM di Untirta. Sebaliknya, hanya 12 responden atau 12% yang mengatakan bahwa mereka merasa kurang puas atau tidak puas dengan program tersebut. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa program PMM di Untirta memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan akademik, sosial, dan budaya mahasiswa inbound. Sebanyak 97% mahasiswa inbound menyatakan bahwa mereka merasa program PMM membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan akademik, sedangkan 93% mahasiswa inbound merasa bahwa program PMM membantu mereka dalam mengembangkan kemampuan interpersonal. Selain itu, sebanyak 89% mahasiswa inbound juga merasa bahwa program PMM membantu mereka dalam memperluas pemahaman mereka mengenai keanekaragaman budaya dan kehidupan sosial di Indonesia. Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh mahasiswa inbound dalam pelaksanaan program PMM di Untirta. Salah satu kendala tersebut adalah kurangnya komunikasi dan informasi yang diberikan kepada mahasiswa inbound mengenai program PMM. Sebanyak 41% mahasiswa inbound mengatakan bahwa mereka kurang mendapatkan informasi yang cukup mengenai program PMM. Monalisa. Yuli. Christiani M. Romayana G. Elvi S. S :Pendapat Mahasiswa Inbound budaya di Indonesia serta dapat memaksimalkan manfaat dari program PMM. dan staf terkait dalam proses evaluasi. program pertukaran mahasiswa merdeka di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa dan universitas PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian, dapat disimpulkan bahwa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan akademik, sosial, dan budaya mahasiswa inbound. Mayoritas mahasiswa inbound merasa puas dengan program PMM dan merasa bahwa program tersebut membantu mereka dalam interpersonal, dan interkultural mereka serta keanekaragaman budaya dan kehidupan sosial di Indonesia. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh mahasiswa inbound dalam pelaksanaan program PMM di Untirta, seperti kurangnya komunikasi dan informasi yang diberikan kepada mahasiswa inbound mengenai program PMM, kurikulum dan metode pembelajaran program PMM yang kurang fleksibel, serta kurangnya dukungan dan fasilitas yang memadai bagi mahasiswa inbound. Oleh karena itu. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa perlu melakukan upaya-upaya yang lebih efektif dalam meningkatkan komunikasi dan informasi yang diberikan kepada mahasiswa inbound mengenai program PMM, melakukan penyesuaian kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih fleksibel, serta memberikan dukungan dan fasilitas yang memadai bagi mahasiswa inbound. Dengan demikian, program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dapat menjadi program yang lebih efektif dan bermanfaat bagi mahasiswa inbound dalam pengembangan akademik, sosial, dan budaya mereka. DAFTAR PUSTAKA Agustina. Pertukaran Mahasiswa Merdeka sebagai Wujud Implementasi Program Studi Unggulan di Perguruan Tinggi. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kepada Pendidikan, 3. , 15-20. Al Rasyid. Pertukaran Mahasiswa sebagai Sarana Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 1. , 114-121. Kurniawan. Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka: Peluang Tantangan? Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran (JIPP), 4. , 109-115. Mardiana. , & Hardiono. Dampak Pertukaran Mahasiswa Merdeka terhadap Kemampuan Berbahasa Asing Mahasiswa Penerima. Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra, 4. , 65-72. Mulyadi. , & Nugraha. Pelaksanaan Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan Vokasi, 10. , 201208. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Program Kampus Merdeka. Wijaya. Peluang dan Tantangan Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Jurnal Penelitian Pengabdian Kepada Masyarakat, 3. , 156-162. Anggraini. Palupi. Hadi. , & Arsyad. Analisis Dampak Program Pertukaran Pelajar Merdeka Belajar Kampus Merdeka Terhadap Mahasiswa Internal. Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 3. , 62. https://doi. org/10. 36722/jaiss. Anwar. Peran Mata Kuliah Modul Nusantara Dalam Peningkatan Sikap Toleransi Mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Jurnal Pendidikan Dan Kewirausahaan,10. , 646Ae655. https://doi. org/10. 47668/pkwu. Saran