Jurnal Administrasi dan Sosial Sains Volume 1. Nomor 1, 2022 PERAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN PIDIE DALAM PENANGANAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SIGLI Ricky Muliawan Hansyar, . Jasmadi Ilmu Administrasi Negara. Universitas Jabal Ghafur. Sigli e-mail: Ricky@unigha. id jasmadiyanto@gmail. ABSTRACT At this time many areas are overwhelmed in waste management and handling, this is due to the increasing amount of waste piles, types and diversity of waste characteristics. Apart from that, problems such as the lack of facilities and infrastructure, human resources, the condition of the TPA and the system applied in handling and managing waste also affect the performance of waste management. The department of the Environment is a government agency that is responsible for and plays a role in dealing with evvironmental problems in the regions, one of which is the waste problem. The method used in this study is descriptive qualitative by using direct interviews, observation and also documentation as well as taking relevant library data, namely literature, books and laws and regulations related to the research objectives. The results of this study can be concluded that the role and performance of the Pidie Regency Environmental Service in waste handling and management in Sigli City is still not good, because there are still many complains related to the waste handling prosess starting from sweeping and collecting waste, container, transporting waste to final processing in landfill. For this reason, the Department of Environment needs to make improvements in carrying out its role, starting from improving facilities and infrastructure, the quality and quantity of human resources, as well as a better and more effective system for handling anf managing waste. Keywords : Trash Problem. Waste Handling and Management. Role and Performance ABSTRAK Pada saat ini banyak daerah-daerah yang kewalahan dalam pengelolaan dan penanganan sampah, hal tersebut disebabkan karena meningkatnya jumlah timbunan sampah, jenis, dan keberagaman karakteristik sampah. Selain itu masalah-masalah seperti kurangnya sarana dan prasarana, sumber daya manusia, kondisi TPA serta sistem yang diterapkan dalam penanganan dan pengelolaan sampah juga berpengaruh terhadap kinerja pengelolaan sampah. Dinas Lingkungan Hidup merupakan lembaga pemerintahan yang bertanggungjawab dan berperan menangani masalah lingkungan di daerah, salah satunya masalah sampah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakaan wawancara langsung, observasi/pengamatan dan juga dokumentasi serta mengambil data dari kepustakaan yang relevan yaitu literatur, buku-buku serta peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran dan kinerja dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie dalam penanganan dan pengelolaan sampah di Kota Sigli masih belum bisa dikatakan baik, karena masih banyaknya keluhan terkait proses penanganan sampah mulai dari penyapuan dan pengumpulan sampah, pewadahan, pengangkutan sampai pemrosesan akhir di TPA. Oleh sebab itu perlu ada pembenahan oleh Dinas Lingkungan Hidup dalam menjalankan perannya. Jurnal Administrasi dan Sosial Sains Volume 1. Nomor 1, 2022 mulai dari peningkatan sarana dan prasarana, kualitas dan jumlah sumber daya manusia, serta sistem yang lebih baik dan efektif dalam penanganan dan pengelolaan sampah. Kata kunci: Masalah Sampah. Penanganan dan Pengelolaan Sampah. Peran dan Kinerja. Pendahuluan Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan dambaan setiap individu maupun masyarakat, karena lingkungan yang bersih dan sehat menjamin mahluk hidup yang tinggal dilingkungan tersebut tidak akan mudah terserang penyakit. Kebersihan lingkungan dan keindahan lingkungan haruslah diperhatikan oleh setiap individu, baik masyarakat maupun pemerintah demi tercapainya kualitas lingkungan hidup yang baik dan sehat dalam menunjang kelangsungan hidup Kualitas lingkungan hidup yang kelestariannya agar kesejahteraan dan mutu hidup generasi mendatang lebih Menurut Undang-Undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 BAB XI AuTentang Kesehatan LingkunganAy Lingkungan Sehat mencakup : lingkungan pemukiman, tempat kerja, tempat rekreasi serta tempat dan fasilitas umum, bebas dari unsur-unsur yang dapat menimbulkan Lingkungan merupakan salah satu variabel yang kerap mendapat perhatian khusus dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat. Banyak faktor-faktor yang menjadi penyebab suatu lingkungan dikatakan kurang sehat dan tidak bersih, salah satunya adalah sampah. Sampah adalah bagian dari kehidupan sehari-hari dan merupakan sesuatu hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan setiap orang, baik individu maupun keluarga serta Tetapi kerap kali kita mendengar banyak permasalahan yang ditimbulkan sampah mulai dari proses penanganan sampah yang berasal dari pengolahan sampah. Sehingga sampah perlu ditangani secara serius, karena bila tidak sampah dapat menimbulkan masalah seperti pencemaran lingkungan, sarang penyakit, kerusakan alam yang diakibatkan oleh sampah plastik, serta menimbulkan bencana seperti banjir. Kebersihan lingkungan haruslah diperhatikan oleh pemerintah, dan salah satu caranya adalah lingkungan, contohnya sampah. Secara umum masalah sampah masih dianggap sebagai masalah sederhana dan kurang mendapat perhatian padahal jika ditelusuri lebih dalam, masalah sampah tersebut memberikan dampak yang cukup besar bagi kehidupan manusia, dimana sampah kerusakan alam serta menimbulkan Kemajuan maupun teknologi telah merubah pola kehidupan manusia dari yang sebelumnya hidup tradisional kemudian menjadi hidup kehidupan dan aktivitas masyarakat pada akhirnya ikut merubah pula terhadap volume dan komposisi produksi sampah dewasa ini. Di waktu lalu sampah padat biasanya berasal dari sumber domestik . umah tangg. , namun hari ini berasal dari sumber industri dan pasar yang makin meningkat serta sampah dewasa ini justru lebih banyak mengandung bahan-bahan plastik, bebeda dengan pola lama yang umumnya hanya bahan-bahan organik yang mudah dimusnahkan. Banyaknya masalah-masalah yang ditimbulkan sampah seperti pencemaran lingkungan sampai kepada terjadinya bencana sehingga menjadikan sampah tersebut sebagai suatu gangguan. Kondisi tersebut memaksa pemerintah pusat maupun pemerintah daerah saat ini untuk memacu kemampuan dalam mengelola sampah dengan baik dan benar, namun sayang niat pemerintah tersebut masih jauh dari memadai bila diukur dari sistem dan metode pengelolaan sampah yang efektif, aman, sehat, ramah lingkungan, dan Evaluasi terhadap pengelolaan memberikan masukan mengenai hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pengelolaan sampah agar terlaksana pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Hal ini menjadi semakin penting untuk direalisasikan karena adanya UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah. Menurut UU No. 18/2008 Tentang Pengelolaan Sampah, pengelolaan sampah menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah (Pasal 1 ayat . Pengelolaan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya (Pasal . Pada saat ini banyak kota-kota besar yang kewalahan dalam pengelolaan dan penanganan sampah, hal ini bisa disebabkan semakin bertambahnya volume sampah yang harus dikelola daerah, sedangkan kondisi tempat atau lokasi pembuangan akhir sampah sudah over capacity, serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan masih kurang memadai, dan banyak kendala-kendala lain baik dari masyarakat maupun para pelayan publik yang mengelola kebersihan lingkungan. Perkembangan penduduk Pidie khususnya di kota Sigli yang sangat pesat tidak terlepas dari pengaruh dorongan berbagai kemajuan teknologi, transportasi dan sebagainya. Pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, dan gaya hidup masyarakat telah meningkatkan jumlah timbulan sampah, jenis, dan Meningkatnya daya beli masyarakat terhadap berbagai jenis bahan pokok dan hasil teknologi serta meningkatnya usaha atau kegiatan penunjang pertumbuhan ekonomi suatu daerah juga memberikan kontribusi yang besar terhadap kuantitas dan kualitas sampah yang dihasilkan. Dinas Lingkungan Hidup merupakan salah satu lembaga pemerintah daerah yang bertugas untuk menangani dan mengelola masalah-masalah kebersihan lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie merupakan salah satu badan yang menyediakan pelayanan publik bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan, salah satunya adalah menangani dan mengelola sampah-sampah yang berada di sekitar lingkungan masyarakat maupun yang berasal dari masyarakat sehingga tidak menyebabkan gangguan bagi masyarakat, dan masyarakat juga harus untuk membayar retribusi yang dikenakan oleh pemerintah, sebagai bentuk kewajiban dan bantuan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kebersihan lingkungan. Salah satu lembaga pemerintah daerah Pidie yang memiliki tugas dan fungsi dalam menjaga kualitas lingkungan yang bersih dan sehat yaitu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie , dengan demikian peneliti tertarik untuk melihat bagaimana Peran dan Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie dalam meningkatan kualitas kebersihan Pidie pengelolaan dan penanganan sampah, khususnya di seputaran kota Sigli Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Menurut Nawawi . bahwa bentuk deskriptif adalah bentuk penelitian yang memusatkan perhatian pada masalahmasalah atau fenomena yang bersifat aktual pada saat penelitian dilakukan dan fakta-fakta masalah yang diselidiki sebagaimana diikuti dengan interpretasi yang akurat. Dengan metode deskriptif ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas fakta-fakta yang ada dan menjelaskan keadaan dari objek penelitian dan mencoba menganalisa untuk memberikan kebenaran berdasarkan data yang ada. Hasil dan Pembahasan Sesuai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten, bahwa instansi yang memiliki kewenangan dalam mengelola kebersihan Kota Sigli adalah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie. Tugas pokok dan fungsi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie tertulis pada Qanun no. 6 / 2012 . sebagai berikut perumusan kebijakan penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang kebersihan, pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang kebersihan, serta pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Selain peran tersebut. Dinas Lingkungan Hidup juga memiliki tanggung jawab sebagai lembaga yang menetapkan langkah-langkah yang akan dilaksanakan dalam penanganan sampah serta programprogram pengelolaan sampah. Langkah-langkah yang sudah di laksanakan dalam penanganan sampah yaitu mulai dari penyapuan jalan-jalan protokol dengan 2 shift yaitu pukul 05. 00 dan pukul 00 wib, pengangkutan sampah di mulai dari pukul 04. 00 wib, selebihnya dalam pemusnahan sampah dilakukan oleh petugas TPA. Oleh sebab itu. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie dituntut untuk menjalankan perannya dalam penanganan dan pengelolaan sampah secara maksimal agar sampah-sampah yang berada di lingkungan masyarakat dapat diatasi sehingga tidak menimbulkan kerugian dalam bentuk apapun. Dinas Lingkungan Hidup mengimbangi peningkatan volume sampah yang dari waktu ke waktu semakin meningkat, agar tidak terjadi pencemaran sampah dalam jumlah besar di lingkungan Karena itu Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie wajib untuk meningkatkan kinerja, teknologi, maupun sistem yang ada saat ini agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Untuk perannya sendiri dalam penanganan dan pengelolaan sampah, perangkat Gampong hanya bisa melakukan himbauan kepada masyarakat terkait masalah sampah dan kebersihan lingkungan mulai dari himbauan agar tidak membuang sampah sembarangan sampai menjaga kebersihan lingkungan dari sampah, serta Geusyik juga berperan sebagai Monitoring dan Controlling terhadap kineja Dinas Lingkungan Hidup di daerah Gampong, dan juga bersifat Koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup apabila ada masalah persampahan di Fungsi perangkat Gampong salah satunya menghimbau masyarakat untuk tertib kepada sampah, kemudian kita monitoring dan controlling terhadap petugas kebersihan, dan apabila ada masalah tentang sampah kita langsung koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup melalui Mandor kebersihan yang ada di Gampong Penyapuan sampah merupakan kegiatan bertujuan untuk membersihkan lingkungan masyarakat dari sampah yang berserakan baik di jalan raya, pasar tradisional, serta tempat-tempat umum lainnya. Kemudian sampah tersebut dikumpulkan dalam suatu wadah yang sudah disediakan sebelum diangkut untuk pemrosesan akhir. Pewadahan merupakan suatu cara penampungan sampah sementara di sumbernya baik pola individual maupun Ada beberapa tujuan dilakukan pewadahan ini yaitu memudahkan pengumpulan dan pengangkutan sampah, mengatasi timbulnya bau busuk dan menghindari perhatian dari binatang, menghindari air hujan dan menghindari pencampuran sampah, serta membangun kesadaran membuang sampah secara sembarangan. Ada dua cara yang biasa diapakai oleh masyarakat dalam sampah, yang pertama yaitu Pola Individual, dimana proses pengumpulan sampah dalam suatu wadah berupa tong, keranjang sampah maupun plastik atau karung sampah yang ukuran wadahnya terbatas dalam menampung sampah yang berada di rumah masyarakat sendiri dan disediakan oleh masyarakat tersebut secara Kedua. Pola Komunal merupakan pewadahan sampah yang terdapat pada suatu titik dengan jumlah ukuran yang lumayan besar yang biasanya disediakan Dinas Lingkungan Hidup menampung sampah-sampah masyarakat sementara sebelum diangkut ke TPA. Cara pewadahan sampah yang biasanya terdapat di Kota Sigli adalah pola individual dan terbatas. Wadah-wadah individual ini di tempatkan di depan rumah, bangunan dan ruko di sepanjang jalan, dan bentuk wadah yang digunakan bermacam-macam, sampah, tong sampah, maupun tempat penampungan sampah lain yang bersifat Untuk TPS sendiri di Kecamatan Kota Sigli terdapat 2 yaitu TPS Benteng dan TPS Blang Paseh. Untuk TPS yang ada di Benteng menampung sampah yang berasal dari Desa Benteng. Desa Keramat Dalam. Desa Keramat Luar dan Desa Blok Sawah, sedangkan TPS yang ada di Desa Blang Paseh hanya menampung sampah yang berasal dari Desa Blang Paseh dan juga Desa Blang Asan. Sesuai dengan data yang dihimpun peneliti, bahwa pewadahan sampah di Kecamatan Kota Sigli masih terdapat masalah yaitu wadah sampah yang dimiliki menampung sampah dalam volume yang kecil, sedangkan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dalam satu keluaraga perharinya lebih banyak daripada daya tampung wadah sampah tersebut. Sehingga sampah-sampah tersebut menumpuk dan berserakan di sekitar pekarangan rumah dan menyulitkan petugas pengangkut sampah untuk mengumpulkan sampah, oleh karena itu perlu ada kesadaran oleh masyarakat untuk menyiapkan wadah sampah yang lebih besar, kemudian dari Dinas Lingkungan Hidup sendiri perlu untuk membagi atau menyediakan wadah sampah bagi masyarakat seperti tong sampah dengan merata agar masyarakat memiliki wadah untuk sampahnya sendiri yang lebih besar, dan juga pewadahan di tempat-tempat umum, khususnya di jalan besar karena masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan sehingga menyebabkan timbulan pada suatu titik. Hal tersebut dapat membantu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sembarangan, karena sudah ada wadah yang disediakan untuk tempat pembuangan Selain itu perlu di terapkan klasifikasi sampah sesuai jenisnya agar sampah-sampah tersebut dapat dipisahkan mana yang dapat diolah dan bermanfaat, dimusnahkan atau tidak dapat diolah. Oleh menyediakan tempat sampah terpisah untuk sampah yang dapat diolah dan tidak dapat diolah di lingkungan masyarakat. Pengangkutan sampah dilakukan dari setiap sumber timbulan pada jalanan protokol dengan menggunakan truk sampah, sedangkan untuk jalanan yang tidak bisa dilalui oleh truk sampa hpada pemukiman penduduk dilakukan dengan menggunakan gerobak sampah atau becak Kegiatan ini dilakukan 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan siang. Proses kegiatan pengumpulan dan pengangkutan sampah di Kecamatan Kota Sigli menggunakan dua cara. Cara pertama yaitu, dari sumber . ampah dikumpulkan dari tiap-tiap wadah sampah yang tidak bisa dijangkau truk sampah kemudian diangkut oleh gerobak/becak sampah ke TPS yang sudah disediakan setelah itu dari TPS diangkut dengan menggunakan truck ke TPA. Cara ini biasanya diterapkan pada rumah-rumah masyarakat yang tidak bisa dilalui oleh truk sampah, sehingga yang berperan untuk mengangkut sampah adalah petugas Anggrek gerobak/becak motor yang memiliki bak Cara kedua yaitu, dari sumber . ampah pertokoan, sisa pembangunan, pasa. diangkut langsung dari wadah-wadah sampah yang ada di tiap-tiap rumah atau gedung dengan menggunakan truck sampah langsung ke TPA. Sistem pengangkutan sampah di Kota Sigli pada umumnya dilaksanakan dengan cara seperti ini, dimana truk sampah berjalan menyisiri tiap-tiap perumahan masyarakat yang dapat dilalui truk sampah kemudian truk sampah tersebut berhenti dan mengangkut sampah yang berada di wadah sampah masyarakat. Cara ini kurang efektif, karena truk sampah harus berjalan menyisiri rumah-rumah masyarakat yang bisa dilalui truk sampah, hal tersebut sampah karena setiap sekali jalan truk sampah lebih banyak berhenti untuk mengangkut sampah dari wadah sampah masyarakat dan juga banyaknya jalan-jalan kecil yang harus dimasuki truk sampah terkadang membuat truk sampah tersebut berputar-putar mengelilingi daerah tersebut untuk kembali ke jalan besar. Melihat dari masalah kekurang efektifan pengangkutan sampah oleh petugas kebersihan tersebut. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie perlu menerapkan sistem pengangkutan sampah yang lebih efektif, seperti menyediakan wadah komunal yang dapat menampung sampah dalam jumlah besar yang terletak di persimpangan-persimpangan jalan kecil, mengumpulkan sampah pada wadah tersebut dibantu dengan petugas , sehingga memudahkan petugas pengangkut sampah untuk mengangkut karena sudah terkumpul pada suatu titik dan truk sampah tidak perlu untuk menysiri setiap jalan-jalan Pengangkutan sampah menggunakan truk sampah, mereka beroperasi dengan menyusuri jalan-jalan yang dapat dilalui truk, dimana truk sampah tersebut berhenti di tiap-tiap rumah masyarakat yang sampahnya sudah dikeluarkan di depan rumah, dan untuk sampah yang berada di gang-gang yang tidak bisa dilalui truk mengumpulkan di depan gang atau diangkut dan dikumpulkan oleh petugas Anggrek. Di Kota sigli sendiri sistem pengangkutan sampah dilakukan dengan menggunakan truk sampah yang beroperasi 2 shift seharinya yaitu pagi dan sore hari pengangkutan sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sigli menyediakan 1 truk sampah dan beberapa pekerja pengangkut sampah untuk setiap Desa yang ada di Kecamatan Kota Sigli, serta menyiapkan beberapa truk sampah khusus mengurusi pengangkutan sampah yang berada di TPS . Untuk pengangkutan sampah di Kecamatan Kota Sigli memang tergolong masih kurang baik, karena masih ada beberapa masalah yang terjadi dilapangan. Salah satunya, keterlamabatan kendaraan menyebabkan tertumpuknya sampah pada mempersulit petugas kebersihan dalam mengangkut sampah-sampah tersebut. Masalah lain yaitu jadwal pengangkutan sampah yang seharusnya dilakukan 2 kali sehari, tetapi yang terlaksana hanya 1 kali sehari hal tersebut dapat disebabkan karena jauhnya jarak tempuh ke TPA yang memakan waktu cukup lama dan juga sistem pembongkaran sampah di TPA harus mengantri dengan truk-truk sampah daerah lainnya, sehingga yang bisa melaksanakan pengangkutan sampah 2 kali sehari hanya daerah yang dekat dengan TPA. Dari wawancara peneliti dengan para informan, mendeskripsikan masalah-masalah seperti diatas merupakan masalah yang umum di daerah mereka. Selain masalah-masalah tersebut, ada juga masalah yang ditimbulkan oleh masyarakat terkait dengan pengangkutan sampah, dimana mengeluarkan sampah-sampah mereka dari dalam rumah setelah truk sampah sudah melintas, sehingga pengangkutan sampah kurang efektif. Hal ini mengakibatkan adanya utang atau beban sampah yang harus diangkut oleh truk sampah keesokan harinya, dan apabila jumlah volume sampah cukup banyak maka hal tersebut dapat menyulitkan petugas pengangkut Masalah-masalah merupakan suatu kondisi yang merugikan masyarakat dan juga pemerintah daerah Kota Sigli karena apabila sampah tertumpuk di suatu tempat maka dapat merusak lingkungan baik itu berakibat pada pencemaran lingkungan maupun bencana alam seperti banjir, serta dapat menimbulkan penyakit bagi masyarakat yang berdiam di lingkungan tersebut. Kegiatan pemrosesan akhir sampah adalah usaha pembuangan sampah di TPA yang bertujuan untuk pemusnahan sampah Kegiatan pemrosesan akhir sampah merupakan suatu kegiatan yang cukup penting karena dari sini dapat diketahui bagaimana baik buruknya suatu daerah dalam mengelola sampah yang sudah dikumpulkan di TPA, karena masih banyak daerah yang tidak mempedulikan bagaimana sistem yang baik dalam pemrosesan sampah di TPA sehingga masih banyak masalah terkait pencemaran lingkungan dikarenakan sampah di TPA Secara fungsional Kota Sigli telah memiliki 1 . TPA yaitu TPA Gampong Tunong Tanjong Cot Padang Lila Kecamatan Tiji dengan luas areal kurang lebih 6 Ha yang beroperasi yang menampung seluruh sampah dari seluruh desa yang ada di kecamatan Kota Sigli. masih banyak hambatan-hambatan yang dihadapi di TPA sendiri, yaitu karena hanya memiliki 1 TPA terkadang menyulitkan truk-truk sampah untuk membongkar sampah di TPA sehingga Dinas Lingkungan Hidup, masih kurangnya sarana dan prasarana yang tersedia di TPA dalam menunjang produktivitas kinerja TPA itu sendiri, masalah kurangya karyawan atau pegawai yang bekerja di TPA, kondisi jalan yang dilalui truk sampah tergolong rawan karena kadang mengakibatkan truk sampah terpuruk apalagi ketika musim hujan. Dari masalah-masalah diatas dapat dijelaskan bahwa kurang efektifnya penanganan dan pengeloaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup di TPA, sehingga Dinas Lingkungan Hidup langkah-langkah menyikapi masalah-masalah tersebut baik berupa program maupun sistem yang diterapkan di TPA serta meningkatkan jumlah pegawai, fasilitas, serta teknologi yang akan digunakan. Tujuan mengatasi masalah persampahan di lingkungan daerah agar tidak merugikan kehidupan masyarakat sekitar, karena penangan yang tidak tepat terhadap sampah dapat menyebabkan pencemaran lingkungan hingga dapat menyebabkan bencana alam. Dinas Lingkungan Hidup merupakan lembaga pemerintahan yang memiliki fungsi dan tanggung jawab dalam mengawasi dan menjaga kelestarian permasalahan sampah. Akhir-akhir ini banyak kita dengar bagaimana masalah persampahan di daerah-daerah lain yang merugikan daerah tersebut, sehingga untuk saat ini diperlukan peran serta masyarakat maupun pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dari sampah, salah satunya peran dari Dinas Lingkungan Hidup. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie merupakan salah satu lembaga pelayan publik khususnya di bidang lingkungan hidup di Kabupaten Pidie, dalam pelaksanaan tanggung jawabnya Dinas Lingkungan Hidup sudah ada pembagian tugas dan sistem kerja yang pengelolaan sampah. Dalam menjalankan perannya. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie juga tidak sepenuhnya berjalan lancar, mereka juga mendapatkan penanganan dan pengelolaan sampah itu Kendala pertama yaitu untuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie sendiri kurangnya sarana dan prasarana serta Sumber Daya Manusianya yang memadai untuk menunjang kinerja Dinas Lingkungan Hidup. Kendala lainnya berasal dari masyarakat dimana terkadang tidak mengikuti sistem yang sudah ditetapkan Dinas Lingkungan Hidup dalam penanganan dan pengelolaan sampah, contohnya masih banyak masyarakat yang mebuang sampah sembarangan, dan juga waktunya sehingga sampah tersebut tidak terangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup. Selain kendala-kendala tersebut, kondisi daya tampung TPA juga menjadi salah satu hambatan dalam penangan dan pengelolaan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie, karena hanya memiliki 1 . TPA untuk menampung seluruh sampah dari Kota Sigli yaitu TPA, sehingga pembongkaran akhir sampah oleh truck sampah memakan waktu yang lama hal itu disebabkan karena banyaknya truck sampah yang harus dibongkar, sedangkan untuk pekerja dan sarana masih kurang memadai, serta kondisi jalan yang kurang bagus. Simpulan dan Saran Berdasarkan penjelasan yang telah dipaparkan oleh peneliti, maka dapat ditarik kesimpulan tentang peran dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie dalam Penanganan Sampah (Studi kasus di Kecamatan Kota Sigl. sebagai berikut : Peran Dinas Lingkungan Hidup dalam penanganan dan pengelolaan sampah di Desa hanya terhadap kinerja petugas kebersihan, serta menghimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dari Kinerja yang masih kurang tersebut tidak lepas dari kendala-kendala yang dihadapi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie, seperti kurangnya pegawai, sarana dan prasarana serta fasilitas yang ada di Kecamatan sendiri, serta dari masyarakat sendiri masih banyak yang membuang sampah sembarangan dan tidak mengindahkan himbauan yang sudah disosialisasikan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie terkait masalah sampah. Untuk kondisi di TPA sendiri masih banyak terdapat masalah, baik itu sarana dan prasarana, pegawai yang bekerja di TPA, kondisi jalan yang sukar dilalui truk sampah, serta banayaknya truk sedangkan TPA hanya ada satu unit. Saran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie harus bisa menetapkan strategi yang tepat dalam mengatasi kendalakendala yang mereka hadapi, untuk pewadahan sampah perlu adanya wadah komunal atau wadah bersama untuk masyarakat yang menampung sampah dalam volume besar disetiap gang atau jalan-jalan yang bukan jalan protokol, agar truk sampah lebih mudah untuk Perlu menerapakan jadwal pengangkutan sampah yang tepat yaitu 2 . kali sehari pagi dan sore. Untuk pemrosesan akhir perlu disiapkan TPA baru, karena TPA yang beroperasi saat ini hanya 1 sehingga menyulitkan truk-truk sampah harusmengantri, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama dalam sekali Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie perlu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten,terkait kurangnya pegawai, sarana dan prasarana serta fasilitas yang mereka Pemerintah Kabupaten dapat menyiapkan suatu keluaran untuk membantu pemenuhan kebutuhan Dinas Lingkungan Hidup, baik berupa fasilitas, dana, maupun SDM. Perlu adanya aturan-aturan terkait pelanggaran sampah oleh masyarakat, sehingga masyarakat tidak sembarangan dalam membuang sampah dan menjaga kelestarian lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie wewenang kepada Geusyik dalam mengurusi Desa terkait masalah sampah karena yang lebih mengerti bagaimana kondisi Desa adalah Geusyik dan Untuk kedepannya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pidie harus bisa mengembangkan sistem pengolahan sampah yang berguna bagi masyarakat dan pemerintah, seperti pemanfaatan sampah menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis, menjadikan sampah sebagai suatu sumber daya seperti pemabangkit listrik. Sehingga sampahsampah masyarakat tersebut tidak hanya dimusnahkan tetapi bisa bermanfaat bagi manusia dan lingkungan. Ucapan Terimakasih Dalam kesempatan ini peneliti mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada pihak-pihak yang telah menyelesaikan penelitian ini. Amri,S. Sulap Bandung :Media tama Eddy. Karden S. Pengelolaan Lingkungan Hidup Edisi Revisi. Jakarta : Djambatan Gelbert M. Prihanto D, dan Suprihatin A. Konsep Pendidikan LingkunganHidup. Malang pGT/VEDC . Istianto. Bambang. Manajemen Pemerintahan Dalam Perspektif pelayananpublik edisi 2. Jakarta : Mitra Wacana Media. Kumorotomo. Wahyudi. Pelayanan Yang Akuntanbel Dan Bebas Dari KKN. Jakarta Nawawi. , 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia. Untuk Bisnis yangKompetitif. Yogjakarta: Gadjah Mada University Press Notoatmodjo. Soekidjo. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Riadi. Slamet. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Surabaya : Karya Anda Sastrawijaya A. Pencemaran Lingkungan. Jakarta :Rineka Cipta. Siagian. Matias. Metode Penelitian Sosial. Medan : Grasindo Monoratama Singarimbun. Masri dan Sofian Efendi. Metode Penelitian Survey. Jakarta : LP3ES Sugiyono. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : CV Alfabeta Suyanto. Bagong. Metode Penelitian Sosial. Surabaya Airlangga University Press Daftar Pustaka