Jurnal Sains Geografi, 3. , 2025. DOI: 10. 21009/jsg. Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Permukiman Di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung Menggunakan Sistem Informasi Geografis Firstamora Javanda Piscesa Markasabana1,*. Epon Ningrum2. Shafira Himayah3 Universitas Pendidikan Indonesia 1. Kota Bandung. Indonesia 2 Universitas Pendidikan Indonesia 2. Kota Bandung. Indonesia 3 Universitas Pendidikan Indonesia 3. Kota Bandung. Indonesia *) Email Korespondensi:firstamorajavanda@upi. Abstract Sitasi: Markasabana. FJP1. Ningrum. E2. Himayah. Judul. Jurnal Sains Geografi. Vol. No. Sejarah Artikel: Diterima: 23 April 2025 Disetujui: 6 Mei 2025 Publikasi: 31 Mei 2025 The high demand for residential land in Cimenyan Sub-district, triggered by rapid population growth, has led to massive land conversion, including illegal development that does not comply with land suitability parameters. This condition increases the region's vulnerability to disasters and environmental pressures. Geographic Information System (GIS)-based land suitability evaluation approach is used to analyze the level of land suitability of settlements by considering the physical aspects of the area as well as conformity to the Regional Spatial Plan (RSP). This research aims to evaluate the land suitability of settlements in Cimenyan Sub-district through the overlay method between land use data, physical data, and Regional Spatial Plan (RSP) maps. The results show that land use in this area is still dominated by plantation land covering 1,474 hectares. Based on the physical suitability analysis, there are 1,942 hectares of land classified as Aumarginally suitableAy for settlements. However, when compared with the RTRW, discrepancies were found between the existing conditions in the field and the spatial plan. This finding indicates the need for evaluation in future development control. In the future, the utilization of land suitability maps can be used as the main reference in regional planning, enforcement of spatial regulations, and improvement of development supervision in order to become an effective solution based on the principles of sustainable development and disaster risk mitigation. Keyword: Land Suitability Evaluation. Settlement Area. Regional Spatial Plan. GIS Abstrak Copyright: A 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) license . ttps://creativecommons. org/license s/by/4. 0/). Tingginya kebutuhan lahan untuk permukiman di Kecamatan Cimenyan, yang dipicu oleh pesatnya pertumbuhan penduduk, telah mendorong terjadinya alih fungsi lahan secara masif, termasuk pembangunan ilegal yang tidak sesuai dengan parameter kesesuaian lahan. Kondisi ini meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana serta tekanan terhadap Pendekatan evaluasi kesesuaian lahan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) digunakan untuk menganalisis mempertimbangkan aspek fisik wilayah serta kesesuaian terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan permukiman di Kecamatan Cimenyan melalui metode overlay antara data Jurnal Sains Geografi, 1. , 2025. DOI: 10. 21009/jsg. penggunaan lahan, data fisik, dan peta RTRW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan di wilayah ini masih didominasi oleh lahan perkebunan seluas 1. 474 hektar. Berdasarkan analisis kesesuaian fisik, terdapat 1. 942 hektar lahan yang tergolong dalam kategori AuSesuai MarginalAy untuk Adapun luas area permukiman dalam kesesuaian lahan yang telah di overlay dengan peta RTRW seluas 160,429 hektar, menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara kondisi eksisting di lapangan dengan rencana tata ruang. Ketidaksesuaian ini menunjukkan perlunya reformulasi kebijakan perencanaan di tingkat pemerintahan daerah dengan memasukkan analisis kesesuaian lahan sebagai komponen utama dalam penyusunan RTRW serta diperlukan evaluasi dalam pengendalian pembangunan ke depan. Kedepannya, pemanfaatan peta kesesuaian lahan dapat dijadikan acuan utama dalam perencanaan wilayah, penegakan regulasi tata ruang, serta peningkatan pengawasan pembangunan agar menjadi solusi yang efektif berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan mitigasi risiko bencana. Kata Kunci: Evaluasi Kesesuaian Lahan. Kawasan Permukiman. Rencana Tata Ruang Wilayah. SIG Pendahuluan Kesesuaian lahan merupakan salah satu aspek mendasar dalam perencanaan dan pembangunan wilayah yang berkelanjutan. Pemanfaatan lahan yang tidak sesuai kemampuan lahan dapat menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan, seperti degradasi lahan, banjir, tanah longsor, dan penurunan kualitas hidup masyarakat (MutaAoali, 2012. Nugroho, 2. Oleh karena itu, pemilihan lokasi pembangunan, khususnya untuk kawasan permukiman, kesesuaian lahan secara komprehensif (Sipayung et al. , 2019. Hapsary et al. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) pengendalian pemanfaatan ruang, karena mengarahkan pembangunan sesuai dengan tujuan jangka panjang wilayah. Namun, dalam praktiknya, banyak wilayah mengalami ketidaksesuaian antara rencana tata ruang dan kondisi aktual pemanfaatan Evaluasi terhadap kesesuaian antara rencana dan kenyataan menjadi penting mengidentifikasi potensi konflik ruang yang dapat menghambat pembangunan Kawasan Bandung Utara (KBU), yang Kabupaten Bandung. Kota Bandung. Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat, merupakan kawasan strategis yang memiliki nilai penting dalam konteks sosial, ekonomi, dan lingkungan. Letaknya yang berada di Cekungan Bandung menjadikan KBU sebagai wilayah penyangga ekologis yang vital, terutama dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan ketersediaan air tanah bagi wilayah di bawahnya (Octavianti, 2. Pertumbuhan populasi dan meningkatnya kebutuhan akan perubahan fungsi lahan (Purnayudhanto et , 2. Koefisien wilayah terbangun di KBU yang telah melebihi 70% menunjukkan tekanan pembangunan yang sangat tinggi, yang mengakibatkan degradasi ekologis dan Jurnal Sains Geografi, 1. , 2025. DOI: 10. 21009/jsg. penurunan kualitas lingkungan secara keseluruhan (Hernawan et. al, 2009. Samodro, 2. Kondisi ini bertentangan dengan fungsi utama KBU sebagai kawasan Permasalahan ini menunjukkan adanya tantangan dalam pengendalian pemanfaatan ruang, khususnya dalam konteks implementasi rencana tata ruang wilayah (Wijayakusuma, 2. Tingkat kerawanan perubahan penggunaan lahan di KBU sangat tinggi akibat tingkat perkembangan pusat pertumbuhan di KBU yang sangat cepat (Hernawan et al. , 2. Salah satu wilayah yang termasuk dalam kawasan KBU dan mengalami tekanan Kecamatan Cimenyan. Kecamatan ini memiliki topografi yang didominasi oleh perbukitan dengan ketinggian antara 700 hingga 1. meter di atas permukaan laut, serta luas wilayah sekitar 40,58 kmA atau 4. 057,70 Lahan di Kecamatan Cimenyan digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari lahan pertanian seperti sawah dan perkebunan, hingga lahan non-pertanian yang meliputi permukiman, fasilitas umum, dan infrastruktur lainnya (Buwana, 2. Wahyudi dalam Allo mengatakan bahwa faktor utama dari perubahan lahan yaitu pembangunan wilayah dan tingkat pertumbuhan penduduk (Wahyudi, 2018. Allo, 2. Pertumbuhan populasi dan tingginya permintaan terhadap lahan untuk pembangunan permukiman di Kecamatan Cimenyan telah memicu alih fungsi lahan secara masif. Konversi lahan terbuka hijau menjadi kawasan terbangun terjadi dengan cepat, yang berpotensi menurunkan daya dukung lingkungan dan meningkatkan risiko bencana. Perubahan tata guna lahan yang tidak memperhatikan kesesuaian biofisik wilayah berisiko menimbulkan kerusakan lingkungan serta mengganggu fungsi ekologis kawasan (Sari et al. , 2. Salah satu penelitian yang relevan adalah yang dilakukan oleh Nurfikasari dan Yuliani di tahun 2021, yang berjudul AuStudi Literatur : Analisis Kesesuaian Lahan Terhadap Lokasi PermukimanAy Penelitian ini menggunakan metode skoring dan overlay dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis kesesuaian lahan permukiman di Kota Semarang. Kabupaten Minahasa, serta Kota Padang. Parameter yang digunakan lereng, drainase, jenis tanah banjir, tekstur dan kedalaman efektif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah penelitian masuk dalam kategori lahan sesuai untuk pengembangan permukiman. Guna penggunaan lahan di Kecamatan Cimenyan masih sesuai dengan perencanaan tata ruang setempat atau belum, maka diperlukan perhitungan yang lebih akurat dengan menyandingkan hasil kondisi fisik terkini dengan ketentuan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) setempat (Dien et al. , 2. Pendekatan ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai apakah pemanfaatan lahan di kecamatan ini telah sesuai dengan peruntukan yang direncanakan atau justru menyimpang, sehingga langkah-langkah perbaikan atau penyesuaian kebijakan dapat dilakukan secara tepat (Hastri et al. Mashudi et al. , 2. Dengan rencana analisis menggunakan metode skoring dan overlay dalam Sistem Informasi Geografis (SIG), pembandingan terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW) setempat, rekomendasi kebijakan dapat diformulasikan untuk mendorong pemanfaatan lahan yang lebih bijak dan berkelanjutan di Kecamatan Cimenyan. Penelitian AuEvaluasi Kesesuaian Lahan Permukiman Di Kecamatan Cimenyan Di Kabupaten Bandung Berdasarkan Sistem Informasi GeografisAy ini diharapkan dapat menjadi perencanaan wilayah dan pengendalian pembangunan yang selaras dengan kapasitas lingkungan. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan teknologi Jurnal Sains Geografi, 1. , 2025. DOI: 10. 21009/jsg. Sistem Informasi Geografis (SIG), klasifikasi, dan uji signifikansi untuk menentukan tingkat hubungan penting antara berbagai variabel geografis. Pada tahap analisis citra digunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat membantu mengidentifikasi perubahan dalam penggunaan lahan serta mampu menganalisis fator pendukung lainnya (Andita, et al. , 2. Metode perolehan informasi yakni melalui observasi langsung serta menetapkan . penggunaan lahan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan di Kecamatan Cimenyan. Analisis SIG, khususnya tumpang susun peta, digunakan. Overlay menggabungkan beberapa peta digital dan atributnya untuk membuat peta baru (Husni, 2. Sekain menggunakan metode overlay metode lainnya yaitu skoring dan pembobotan (Alwi, 2. Permukiman, lahan Tegalan atau Ladang. Semak Belukar Perkebunan dan Tanaman Campuran Sangat Sesuai Sesuai Cukup Sesuai Tidak Sesuai Sangat Tidak Sesuai Lahan Terbangun Hutan dan Tubuh Air (Sumber: Sutikno, 1. Klasifikasi dan Skor Kemiringan Lereng, terdapat pada Tabel 2 Kemiringan Lereng Kelas Datar Landai Agak Curam i Curam Sangat Curam Besar Sudut (%) 0Ae8 8 Ae 15 15 Ae 25 Ae >45 Skor Bobot (Sumber: Permen PU, 2. Klasifikasi dan Skor Jenis Tanah Menurut Kepekaannya Terhadap Erosi, terdapat pada Tabel 3 Jenis Tanah Aluvial. Glei. Planosol. Hidromof Laterik air Latosol Brown forest soil, noncalcic Andosol. Laterit. Grumosol. Podsol,podsol Regosol. Litosol. Organosol. Renzina Kela Klasifika Sko Tidak Kurang i Agak Peka Sangat Peka Bobo (Sumber: Permen PU, 2. Klasifikasi dan Skor Curah Hujan, terdapat pada Tabel 4 Gambar 1. Diagram Alur Penelitian Berikut parameter-parameter Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Permukiman Klasifikasi dan Skor Penggunaan Lahan, terdapat pada Tabel 1 Kelas Kriteria Skor Kelas Interval . m/th. Deskripsi Skor <2. Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi i 500 Ae 500 Ae 500 Ae Bobot Bobot Jurnal Sains Geografi, 1. , 2025. DOI: 10. 21009/jsg. Sangat Tinggi >5. (Sumber: Peraturan Mentri Kehutanan Nomor 32/MENHUT-II/) Klasifikasi dan Skor Hidrogeologi, terdapat pada Tabel 5 Kondisi Akuifer Produktifitas Tinggi Akuifer Produktifitas Sedang Akuifer Produktifitas Kecil Setempat Akuifer Produktifitas Langka Kriteria Sangat Sesuai Skor Sesuai Cukup Sesuai Kurang Sesuai Bobot (Sumber: Permana, 2. Klasifikasi dan Skor Jarak dari Jalan Utama, terdapat pada Tabel 6 Kelas Kriteria Skor 0-100 m Sangat Sesuai 100 Ae 400 m Sesuai 400 Ae 1000 m Cukup Sesuai >1. Kurang Sesuai Bobot Sangat Rendah Rendah Menengah Tinggi Kriteria Skor Sangat Sesuai Sesuai Cukup Sesuai Kurang Sesuai Bobot Tabel 7. Klasifikasi Penggunaan Lahan Klasifikasi Shape Area (H. Perkebunan/Kebun 474,557 Hutan Rimba 221,557 Permukiman 142,698 Tanaman Campuran 703,851 Semak Belukar Sawah 83,551 71,430 Herba dan Rumput 59,909 Tegalan Ladang 9,436 Tanah Kosong/Gundul 5,618 Gedung/Bangunan 2,329 Danau 0,989 Empang 0,683 (Sumber: Hasil Analisis 2. (Sumber: Alwi, 2. Klasifikasi dan Skor Gerakan Tanah Kelas Berdasarkan pengolahan menggunakan Citra SPOT 6 dan 7, penggunaan lahan di Kecamatan Cimenyan dapat dilihat pada (Sumber: Alwi, 2. Dapat disimpulkan bahwa pola perubahan sering terjadi akibat alih fungsi lahan. Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kecamatan Cimenyan permintaan akan lahan untuk permukiman, hal tesebut yang mendorong konversi lahan perkebunan/pertanian terbangun atau permukiman dan membuat penggunaan lahan di wilayah ini mengalami perubahan yang cukup banyak tiap tahunnya. Peta penggunaan lahan Kecamatan Cimenyan, dapat dilihat pada Hasil dan Pembahasan Hasil 1 Kondisi Penggunaan Lahan Di Kecamatan Cimenyan Tahun 2023 Penggunaan lahan di Kecamatan Cimenyan banyak mengalami perubahan. Selama 2013-2020, permukiman mengalami kenaikan hingga 73,21%, mengindikasikan pergeseran besar dari penggunaan lahan perkebunan ke Pada tahun 2020, total penggunaan lahan di Kecamatan Cimenyan mencapai sekitar 834,21 hektar, dengan proporsi yang semakin besar dialokasikan untuk pemukiman dan area komersial. Gambar 2. Peta Penggunaan Lahan Kecamatan Cimenyan Tahun 2023 Jurnal Sains Geografi, 1. , 2025. DOI: 10. 21009/jsg. 2 Tingkat Kesesuaian Lahan Untuk Permukiman Di Kecamatan Cimenyan Berdasarkan Aspek Fisik Penggunaan Lahan Kecamatan Cimenyan memiliki berbagai macam kriteria penggunaan lahan yaitu Sangat Sesuai. Sesuai. Cukup Sesuai. Tidak Sesuai, dan Sangat Tidak Sesuai. Kecamatan Cimenyan didominasi dengan kriteria lahan yang Cukup Sesuai dengan luas area sebesar 2. 177,711 hektar. Kriteria tersebut dihitung berdasarkan pada tabel skoring yang telah dibuat seperti pada kelompok penggunaan lahan permukiman dan lahan terbuka seperti lahan kosong pada kriteria sangat sesuai, semak belukar, tegalan atau ladang, serta herba rumput pada kelas sesuai, perkebunan dan tanaman campuran pada kelas cukup sesuai, lahan terbangun seperti gedung pada kelas tidak sesuai, dan hutan rimba serta tubuh air seperti dananu dan empang masuk pada kriteria sangat tidak sesuai. Kriteria dapat dilihat pada tabel 8. Kriteria Shape Area (H. Sangat Sesuai Sesuai Cukup Sesuai Tidak Sesuai Sangat Tidak Sesuai 208,203 164,417 177,711 2,329 223,230 (Sumber: Hasil Analisis 2. Kemiringan Lereng Kemiringan Kecamatan Cimenyan cukup bervariasi, dengan Data menunjukkan bahwa kemiringan lereng di daerah ini berkisar antara 0-8%, 8-15%, 1525%, 25-45% hingga lebih dari 45%. Topografi Kecamatan Cimenyan didominasi oleh lereng yang curam, dengan beberapa area hingga 140%. Kemiringan dapat dilihat pada tabel 9. Klasifikasi Kemiringan% Datar Landai Agak Curam Curam 0 Ae 15 8 Ae 15 15 Ae 25 25 Ae 45 Shape Area (H. 210,412 613,102 376,606 017,345 Sangat Curam > 45 525,849 (Sumber: Hasil Analisis 2. Curah Hujan Kecamatan Cimenyan memiliki intensitas curah hujan mm/tahun bervariasi. Pada sebagian wilayah Desa Ciburial. Desa Mekarsaluyu, dan Kelurahan Cibeunying memiliki intensitas curah hujan kisaran 500 Ae 2. 500 mm/tahun yang berarti intensitas tersebut sangat rendah. Untuk sebagian wilayah lainnya seperti pada Desa Cimenyan. Kelurahan Padasuka. Desa Mekarmanik. Desa Cikadut. Desa Sindanglaya, sebagian Desa Ciburian, sebagian Desa Mekarsaluyu, dan sebagian dari Kelurahan Cibeunying memiliki intensitas curah hujam kisaran 2. 500 Ae 500 mm/tahun yang berarti intensitas pada wilayah tersebut tergolong rendah. Kriteria curah hujan dilihat pada tabel 10. Intensitas . m/tahu. 1500 Ae 2500 2500 Ae 3500 Deskripsi Sangat Rendah Rendah Shape Area (H. (Sumber: Hasil Analisis 2. Jarak Dari Jalan Utama Jarak dari jalan utama sangatlah berpengaruh terhadap penilaian kesesuaian lahan, semakin dekat lahan ke jalan utama maka semakin tinggi tingkat kesesuaiannya Hal dikarenakan aksesibilitas yang lebih baik memungkinkan kemudahan transportasi dan pengembangan infrastruktur. Jalan utama berfungsi sebagai arteri transportasi yang menghubungkan berbagai area. Kriteria dapat dilihat pada tabel 11. Jarak (Mete. 100 Ae 400 400 Ae 1000 > 1. Kriteria Shape Area (H. Sangat Sesuai Sesuai Cukup Sesuai Kurang Sesuai 342,95 178,80 (Sumber: Hasil Analisis 2. Jenis Tanah Kecamatan Cimenyna didominasi dengan jenis tanah Aluvial dan Latosol. Menurut kepekaannya terhadap erosi, jenis tanah aluvial diklasifikasikan sebagai tanah yang tidak peka terhaap erosi, sehingga baik Jurnal Sains Geografi, 1. , 2025. DOI: 10. 21009/jsg. untuk pembangunan permukiman. Jenis tanah aluvial yang ada di Kecamatan Cimenyan seluas 842,859 hektar. Selain aluvial. Kecamatan Cimenyan juga memiliki jenis tanah latosol, jenis tanah ini diklasifikasikan kurang peka terhadap Di Kecamatan Cimenyan, jenis tanah latosol seluas 3. 931,729 hektar. Jenis tanah dapat dilihat oada tabel 12. Jenis Tanah Aluvial Latosol Klasifikasi Tidak Peka Kurang Peka Shape Area (H. 842,859 931,729 (Sumber: Hasil Analisis 2. Gerakan Tanah Gerakan tanah merupakan fenomena geologi kompleks yang dipengaruhi oleh interaksi antara kemiringan lereng, hidrogeologi, dan penggunaan lahan. Klasifikasi dapat dilihat pada tabel 13. Klasifikasi Sangat Sesuai Sesuai Cukup Sesuai Kurang Sesuai Kelas Sangat Rendah Rendah Menengah Tinggi Shape Area (H. (Sumber: Hasil Analisis 2. Hidrogeologi Kecamatan Cimenyan hanya memiliki dua klasifikasi hidrogeologi, klasifikasi yang Kecamatan Cimenyan Akuifer Produktivitas Rendah Setempat termasuk ke dalam kriteria cukup sesuai dengan luas area seluas 708,461 hektar dan Akuifer dengan Produktivitas Sedang masuk ke dalam kriteria sesuai dengan luas area 36,0397 hektar. Klasifikasi dapat dilihat pada tabel 14. Klasifikasi Kriteria Shape Area (H. Akuifer Dengan Produktivitas Sedang Akuifer Dengan produktivitas Rendah Setempat Sesuai 36,0397 Cukup Sesuai 708,461 (Sumber: Hasil Analisis 2. Peta parameter untuk membuat tingkat kesesuaian lahan untuk permukiman dapat dilihat pada gambar 2. Gambar 2. Peta Parameter Tingkat Kesesuaian Lahan Untuk Permukiman 3 Keterkaitan Antara Kesesuaian Lahan Untuk Permukiman dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung Tahun 2023 Hasil yang telah di-overlay antara peta Kesesuaian Lahan Untuk Permukiman dan Peta RTRW menunjukkan bahwa lahan yang ada di Kecamatan Cimenyan memiliki lima kriteria yaitu sangat sesuai, sesuai, cukup sesuai, kurang sesuai dan tidak Kriteria dan luas dapat dilihat pada Kriteria Sangat Sesuai Sesuai Cukup Sesuai Tidak Sesuai Sangat Tidak Sesuai Luas (H. 220,205 954,124 975,907 160,429 0,060 (Sumber: Hasil Analisis 2. Peta Kesesuaian Lahan untuk Permukiman Berdasarkan RTRW Kabupaten Bandung Tahun 2023 dapat dilihat pada gambar 3 Jurnal Sains Geografi, 1. , 2025. DOI: 10. 21009/jsg. Gambar 3. Peta Keterkaitan antara Kesesuaian Lahan Untuk Pemrukiman dengan RTRW Kab. Bandung Tahun 2023 Penelitian Sipayung . Pembahasan AuAnalisis Perubahan Lahan Untuk Melihat Arah Kondisi Penggunaan Lahan Kecamatan Perkembangan Wilayah Menggunakan Cimenyan Tahun 2023 Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Analisis penggunaan lahan di Kecamatan Kota Meda. Ay menggunakan Citra SPOT 6 Cimenyan dilakukan guna menentukan sebagai bahan untuk menganalisis wilayah yang berpotensi untuk dijadikan penggunaan lahan yang ada di Kota Medan, kawasan permukiman di lahan tersebut. dengan menggunakan teknik yang sama. Berdasarkan hasil yang telah diolah dnegan yaitu digitasi onscreen peneliti dapat cara mendigitasi menggunakan Citra SPOT mengetahui bertambah atau berkurangnya 6 dan 7. Berdasarkan hasil digitasi dan luas penggunaan lahan di tiap wilayah analisis dari penggunaan lahan tersebut. Berbeda dengan penelitian yang kemudian pada tiap kelas penggunaan lahan sudah dilakukan sebelumnya, pada tersebut diberi skor yang didapat dari penelitian ini, peneliti menggunakan 12 sumber acuan, kemudian setelah dilakukan jenis penggunaan lahan didalamnya, skoring maka akan menghasilkan beberapa sedangkan pada penelitian Sipayung . Berdasarkan sumber acuan hanya menggunakan 4 jenis penggunaan terdapat kategori Permukiman dan Lahan lahan diantaranya yaitu Kawasan Industri. Terbuka sesuai dengan hasil digitasi yaitu Penggunaan Lain. Permukiman, dan Permukiman dan Tempat Kegiatan. Perdagangan Jasa (Sipayung, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan Namun, penelitian ini juga memiliki penelitian terdahulu yang mengkaji keterbatasan, pertama adanya keterbatasan perubahan penggunaan lahan di lokasi dalam memperoleh data SPOT 6/7 Jurnal Sains Geografi, 1. , 2025. DOI: 10. 21009/jsg. dikarenakan citra yang terlihat terkadang berawan sehingga tidak dapat terlihat dengan jelas saat melakukan digitasi dan Meskipun demikian, penelitian ini tetap dapat berkontribusi untuk untuk memberikan gambaran awal mengenai kondisi tutupan lahan dan perubahan yang terjadi di wilayah studi. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya yang menggunakan data dengan resolusi lebih tinggi atau metode pengolahan citra yang lebih canggih untuk memperoleh hasil yang lebih akurat. Dengan demikian, meskipun terdapat keterbatasan, penelitian ini tetap mendukung pengelolaan sumber daya alam dan perencanaan tata ruang yang Tingkat Kesesuaian Lahan Untuk Permukiman Berdasarkan Aspek Fisik Parameter yang memiliki bobot paling besar yaitu pada Gerakan Tanah dan Kemiringan Lereng dengan jumlah bobot Kedua parameter tersebut sangat berpengaruh terhadap wilayah yang akan dilakukan pembangunan permukiman. Parameter lainnya yaitu jenis tanah dan Hidrogeologi dan jenis tanah yang memiliki jumlah bobot yang sama Curah hujan dan jarak dari jalan Kedua parameter tersebut memiliki bobot yang paling minim yaitu masingmasing bobot 10. Pada analisis ini dilakukan metode overlay hasil dari penggunaan lahan dengan aspek fisik yang sudah disebutkan di atas. Masing-masing aspek diberikan skor kemudian dikali dengan bobot yang sudah ditentukan kemudian ditotalkan dan hasil dari total menghasilkan lima klasifikasi. Berdasarkan peta hasil, diketahui Kecamatan Cimenyan didominasi Sesuai Marginal (S. untuk permukiman dengan luas area 1. 942 hektar. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yaitu Luhukay . AuAnalisis Kesesuaian Penggunaan Lahan Permukiman Berbasis (SIG) Sistem Informasi Geografis Di Kecamatan Mapanget Kota ManadoAy. Penelitian tersebut menggunakan metode overlay. Penelitian tersebut juga parameter kesesuaian lahan, diantaranya yaitu kemiringan lereng, intensitas curah kerawanan bencana longsor, serta jenis Pada penelitian lainnya oleh Kadriansari . dalam menganalisis menggunakan metode serupa yaitu overlay Penelitian menggunakan parameter kelerengan, jenis tanah, curah hujan, jarak terhadap jalan utama, dan gerakan tanah dalam menganalisis kesesuaian lahan untuk permukiman, diketahui dari kedua penelitian tersebut memiliki perbedaan dengan penelitian ini yaitu pada bagian aspek fisik sebagai parameter, karena penelitian ini menggunakan tujuh aspek fisik sebagai parameter yaitu penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, gerakan tanah, curah hujan, hidrogeologi, serta jarak dari jalan utama. Keterkaitan Antara Kesesuaian Lahan Untuk Permukiman dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kab. Bandung Tahun 2023 Analisis ini bertujuan untuk mengetahui seberapa sesuai, kesesuaian lahan untuk permukiman di Kecamatan Cimenyan dengan Peta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bandung 2023. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk memenuhi hak masyarakat Kecamatan Cimenyan atas tempat tinggal yang layak permukiman yang sesuai dengan RTRW. Hasil analisis kesesuaian lahan untuk permukiman yang di overlay menunjukkan bahwa terdapat lima kategori yaitu sangat sesuai, sesuai, cukup sesuai, tidak sesuai, hingga sangat tidak sesuai. Kemudian untuk melihat seberapa sesuainya dengan Jurnal Sains Geografi, 1. , 2025. DOI: 10. 21009/jsg. peta RTRW perlu dilakukan overlay pada kedua peta hasil tersebut. Hasil akhir menunjukkan bahwa Kecamatan Cimenyan didominasikan dengan kategori Cukup Sesuai dengan luas area 975,907 hektar, untuk kriteria Sesuai memiliki luas 954,124 hektar, kriteria Sangat Sesuai seluas 220,205 hektar, kriteria Tidak Sesuai seluas 160,429 hektar, dan pada kriteria Sangat Tidak Sesuai seluas 0,60 hektar. Penelitian yang sejalan yaitu oleh Kresnajaya . , dengan lokasi kajian Kecamatan Dau. Peneliti melakukan analisis kesesuaian lahan untuk kawasan permukiman berdasarkan arahan RTRW Kabupaten Malang. Penelitian tersebut menghasilkan kelas kesesuaian lahan permukiman berdasarkan RTRW yang sangat sesuai dengan luas wilayah 299,25 hektar (Kresnajaya. Pada penilitian ini. Kecamatan Cimenyan didominasi dengan kelas cukup sesuai dengan luas area 975,907 hektar. Meskipun demikian, penelitian ini dapat memberikan manfaat dalam pengambilan kebijakan pemerintah daerah khususnya wilayah Kabupaten Bandung. Kesimpulan Berdasarkan disimpulkan bahwa permukiman di Kecamatan Cimenyan masih banyak dibangun pada lahan dengan klasifikasi atau kriteria lahan yang tidak sesuai sehingga tidak layak untuk dijadikan kawasan permukiman. Tingkat kesesuaian lahan untuk permukiman berdasarkan aspek fisik di Kecamatan Cimenyan menunjukan bahwa Kecamatan Cimenyan didominasi dengan Kemiringan Lereng kriteria Curam atau dengan kemiringan 25% - 45% dengan luas area 2. 017,345 Ha. Hidrogeologi dengan klasifikasi akuifer dengan produktivitas rendah setempat seluas 708,461 Ha di sebagian wilayah selatan Kecamatan Cimenyan. Curah Hujan dengan intensitas 2. 500 Ae 3. 500 dengan kriteria rendah seluas 3. 964 Ha. Gerakan Tanah menempati kriteria cukup sesuai pada kelas menengah seluas 3. 006 Ha, serta Jarak dari Jalan Utama didominasi dengan kriteria sangat sesuai yaitu berjarak 100 meter dari jalan utama. Hasil akhir dari pengolahan data dengan proses overlay disimpulkan bahwa Kecamatan Cimenyan didominasi lahan dengan klasifikasi S3 (Sesuai Margina. untuk permukiman dengan luas 1. 942 Ha yang berarti memiliki potensi lebih rendah dibandingkan dengan S1 (Sangat Sesua. atau S2 (Cukup Sesua. Hasil yang diperoleh dari overlay antara peta Kesesuaian Lahan untuk Permukiman di Kecamatan Cimenyan dengan peta RTRW Kabupaten Bandung Tahun 2023, dapat diketahui bahwa masih banyak lahan yang tidak sesuai diantara banyaknya lahan yang sesuai untuk dijadikan permukiman berdasarkan peta RTRW. Kecamatan Cimenyan didominasi dengan kriteria Cukup Sesuai dengan luas area 975,907 Ha Daftar Pustaka