Jurnal Teknologika 15. Issue 2 . 868-877 Jurnal Teknologika Journal homepage: https://jurnal. id/index. php/teknologika/index ISSN: 2715-4645 E-ISSN: 1693-2978 Analisis Perawatan Mesin Aftertreatment Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (Oe. Dan Six Big Losses Untuk Meningkatkan Efektifitas Mesin Pada PT. XYZ Analysis Of Machine Aftertreatment Maintenance Using The Overall Equipment Effectiveness (Oe. And Six Big Losses Method To Improve Machine Effectiveness At PT. XYZ Dzikry Lukman1. Muhammad Ali Akbar 1,*. Bintang Nidia Kusuma1 Program Studi Teknik Industri. Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana. Purwakarta. Indonesia Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perawatan mesin AfterTreatment di PT XYZ menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Six Big Losses. Mesin AfterTreatment merupakan bagian penting dalam proses produksi serat rayon, namun memiliki tingkat downtime yang tinggi. Metode OEE digunakan untuk mengukur efektivitas mesin berdasarkan tiga komponen utama, yaitu availability, performance efficiency, dan quality. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data operasional mesin dari bulan September 2024 hingga Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata OEE sebesar 75,99%, yang masih berada di bawah standar OEE dunia sebesar 85%. Faktor utama yang mempengaruhi rendahnya OEE adalah losses akibat reduced speed, equipment failure, dan idling & minor stoppages. Dengan mengidentifikasi penyebab kerugian melalui metode Six Big Losses dan Fishbone Diagram, penelitian ini memberikan usulan perbaikan melalui perencanaan perawatan preventif dan peningkatan pelatihan operator. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa peningkatan efektivitas mesin dapat dicapai melalui pengurangan kerugian utama dan optimalisasi strategi Kata Kunci: Overall Equipment Effectiveness. Six Big Losses. Mesin AfterTreatment. Efektivitas Mesin. Pemeliharaan Abstract This study aims to analyze the effectiveness of the AfterTreatment machine maintenance at PT XYZ using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) and Six Big Losses methods. The AfterTreatment machine is a crucial part of the rayon fiber production process but has been experiencing a high level of downtime. The OEE method is used to measure machine effectiveness based on three key components: availability, performance efficiency, and quality. Data was collected from machine operations between September 2024 and February 2025. The results show that the average OEE value is 75. 99%, which is below the world-class standard of 85%. The primary causes of low OEE are losses due to reduced speed, equipment failure, and idling & minor stoppages. By identifying the loss causes through the Six Big Losses and Fishbone Diagram methods, this research proposes improvements including preventive maintenance planning and enhanced operator training. The study concludes that machine effectiveness can be improved by minimizing major losses and optimizing maintenance strategies. Keywords: Overall Equipment Effectiveness. Six Big Losses. AfterTreatment Machine. Machine Effectiveness. Maintenance Pendahuluan Latar Belakang Perkembangan industri dan teknologi di era ini sangat pesat, menimbulkan peningkatan persaingan antar perusahaan. Dalam keadaan ini perusahaan perlu adanya perhitungan atau perencanaan sebelum memulai produksi, upaya untuk kelancaran arus produksi yaitu dengan meningkatan pemeliharaan atau perbaikan pada mesin yang akan di operasikan . Pemeliharaan dan Corresponding author: maliakbar@wastukancana. https://doi. org/10. 51132/teknologika. Received : 15-08-2025 Accepted : 06-10-2025 Available online : 30-11-2025 Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 868-877 perbaikan yang konsisten akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas pada mesin . Perawatan diimplementasikan untuk mengatasi terjadinya kesalahan untuk memperbaiki kinerja sistem. Oleh karena itu tujuan utama dari kegiatan perawatan adalah untuk memastikan mesin tetap memiliki tingkat keandalan yang optimal . , yang berarti bahwa mesin tetap dapat beroperasi dengan baik. Keandalan mesin produksi yang tinggi dapat meningkatkan kelancaran produksi untuk mengurangi jumlah kecacatan produk . Probabilitas suatu sistem untuk berhasil diukur sebagai kemungkinan bahwa mesin akan berfungsi secara optimal dalam kondisi dan jangka waktu tertentu. Oleh karena itu pada saat proses produksi mesin yang ruksak akan secara otomatis menyebabkan gangguan dalam kegiatan produksi dan target produksi tidak tercapai sehingga perusahaan akan mengalami kerugian . PT. XYZ salah satu perusahaan yang berada di Kabupaten Purwakarta, yang bergerak di bidang pengolahan bahan kimia yang memproduksi produk diantaranya serat rayon, fiber viscose. Dimana dalam proses pembuatan produknya ada salah satu mesin yang terkadang mengalami kendala pada saat produksi di karenakan kurangnya perawatan. Salah satu mesin yang terdapat di PT. XYZ yaitu Mesin AfterTreatment, mesin ini terdapat di proses produksi serat rayon. Fungsi dari mesin ini ialah mengurangi kadar air dalam serat fiber dengan cara menekan dan melewati conveyor. Sistem Perawatan Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap besarnya biaya produksi serta lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan produksi adalah pemeliharaan . Persaingan ketat dalam pasar produk yang makin tidak terkendali, faktor yang paling penting adalah kelancaran proses produksi. Sistem dirawat untuk mencegah kegagalan dan mengembalikan fungsinya jika kegagalan terjadi. Oleh karena itu, tujuan pokok dari kegiatan perawatan adalah memastikan mesin tetap beroperasi dengan andal dan optimal, atau keandalan, dengan demikian, mesin dapat berfungsi secara optimal serta menjaga agar proses produksi dan operasional berlangsung dengan lancar. Perawatan secara umum bertujuan untuk fokus pada tindakan pencegahan kerusakan peralatan dengan menetapkan ketahanan, ketersediaan dan mengurangi biaya perbaikan . Oleh karena itu, untuk memastikan ketersediaan . mesin yang optimal, perawatan yang dilakukan secara tepat sangat diperlukan untuk mempertahankan keandalan peralatan atau mesin produksi agar tetap berfungsi dengan optimal . Kegagalan mesin dalam beroperasi dapat mengakibatkan downtime, yang pada akhirnya menurunkan tingkat produktivitas perusahaan. Akibatnya, sistem perencanaan perawatan atau perawatan diperlukan untuk memastikan ketersediaan mesin yang optimal. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah sebagai berikut: Mengetahui kinerja pada mesin AfterTretment berdasarkan nilai Overall Equipment Effectivennes (OEE) dan Six Big Losses. Mengetahui jenis losses yang menyebabkannya turunnya kinerja mesin AfterTreatment. Untuk membuat usulan perawatan guna meningkatkan efektivitas mesin AfterTreatment. Metodologi 1 Jenis Penelitian Diagram alir penelitian ini dapat dilihat pada gambar 1. Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 868-877 Mulai Identifikasi Masalah Perumusan Masalah Diagram Fishbone Pembahasan Usulan Perbaikan 5W 1h Kesimpulan Selesai Gambar 1. Diagaram Alir Penelitian 2 Pengukuran Nilai Overall Equipment Effectiveness Perhitungan nilai Availibility Availibility= Operation Time y100% Loading Time Perhitungan nilai Performance efficiency Performance Efifieciency= Procesed amount yideal cycle time y100% Operation Time Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 868-877 Perhitungan nilai Quality Ratio. Quality Rate= Output-Reject Piecest y100% Output Perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE) OEE = Availability X Performance efficiency X Rate Of Quality Product 3 Perhitungan Nilai Losses Equipment Failure Losses Equipment Failure Loses= Downtime y100% Loading Time Set up and adjustment losses Set up and adjustment loses= Set up Time y100% Loading Time Idling and minor stoppage losses yayccycoycnycuyci ycaycuycc ycoycnycuycuyc ycycycuycyycyycayciyce ycoycuycycyceyc = ycAycuycu ycEycycuyccycycaycycnycyce ycNycnycoyce y 100% yaycuycayccycnycuyci ycNycnycoyce . Reduced speed losses Reduced speed losses= Operation time-. deal cycle timeyTotal Produksi y100% Loading Time Defect Losses Defect Losses= Ideal cycle timeyTotal produk defect y100% Loading Time Yield/scrap Losses Yield/scrup losses= ideal cycle time y100% Loading time Hasil dan Pembahasan 1 Pengukuran Nilai Availability Operation Time Availability= Loading Time x 100% Berikut adalah Tabel dari hasil perhitungan nilai Availability pada mesin AfterTreatment pada Bulan Sept 2024 Ae Feb 2025 : Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 868-877 Tabel 1. Pengolahan Data Nilai Availability Bulan Sep-24 Okto-24 Nov-24 Des-24 Jan-25 Feb-25 Loading time . Operation time . Availibility (%) 95,56% 91,67% 92,61% 90,97% 93,18% 89,97% Rata-rata Availibility 2 Pengukuran Nilai Performance Efficiency Salah satu faktor penyebab proses produksi beroperasi di bawah kecepatan optimal saat dijalankan adalah efisiensi kinerja. Efisiensi kinerja (Performance Efficienc. terdiri atas dua faktor utama, yaitu idling and minor stoppage serta reduced speed . Dalam proses pengukuran Performance Ratio, data yang dibutuhkan meliputi jumlah hasil produksi, waktu siklus ideal . deal cycle tim. , dan waktu operasi . perating tim. Rumus yang digunakan untuk menghitung Performance Ratio dinyatakan sebagai berikut: Procesed amount x Procesed amount Performance efficiency = x 100% operation time Tabel 2. Pengolahan data nilai Performance efficiency Bulan Sep-24 Okto-24 Nov-24 Des-24 Jan-25 Feb-25 Jumlah Ideal Cyle Time (Ja. 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 Rata-rata Performance Availability Operation Time (Ja. Jumlah Produksi . Performance Efficiency 93,89% 92,53% 90,34% 89,94% 91,91% 87,84% 91,08% 3 Pengukuran Nilai Quality Ratio Quality Ratio adalah sebuah indikator yang menunjukkan efektivitas suatu peralatan atau mesin dalam memproduksi barang yang memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan . Adapun rumus yang digunakan untuk menghitung nilai Quality adalah sebagai berikut: Quality Rate = Output-Reject Piecest Output y100% ycCycycycyycyc Berikut disajikan tabel hasil pengukuran nilai Quality Ratio pada proses produksi mesin After Treatment untuk periode September 2024: Tabel 3. Pengolahan data nilai quality Bulan Jumlah Produksi (Mete. Reject (Mete. Quality Sep-24 Okto-24 Nov-24 Des-24 Jan-25 Feb-25 98,35% Rata-rata Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 868-877 4 Pengukuran Nilai Overall Equipment effectiveness Setelah perhitungan tiga faktor . etersediaan, kinerja, dan kualita. , efektivitas keseluruhan peralatan ditentukan. Tahap selanjutnya adalah mengukur nilai efektivitas peralatan secara keseluruhan dengan menerapkan hasil perhitungan yang telah diperoleh sebelumnya dan rumus yang di peroleh yaitu sebagai berikut: OEE = Availability X Performance efficiency X Rate Of Quality Product Berikut merupakan hasil perhitungan dari Tabel 4 yang menampilkan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada mesin AfterTreatment untuk periode September 2024 hingga Februari 2025: Tabel 4. Pengolahan data nilai Overall Equipment effectiveness Bulan Availability (%) Performance Effieciency (%) Quality (%) OEE (%) Sep-24 Okto-24 Nov-24 Des-24 Jan-25 Feb-25 Rata-rata 93,89% 92,53% 90,34% 89,94% 91,91% 87,84% 83,44% 77,47% 75,61% 72,84% 77,78% 68,78% 75,99% 5 Equipment Failure Losses Kerugian yang timbul akibat kerusakan peralatan merupakan hal yang perlu segera diperbaiki . Perhitungan berikut dapat digunakan untuk menentukan biaya kerugian akibat kegagalan Downtime Eycycycnycyycoyceycuyc yceycaycnycoycycyce ycoycuycycyceyc = Loading Time x 100% Berikut adalah hasil dari tabel pengukuran nilai Equipment failure losses pada mesin AfterTraetment pada Bula Sept 2024 Ae Feb 2025 : Tabel 5. Nilai Equipment failure losses Bulan Downtime (Ja. Sep-24 Okto-24 Nov-24 Des-24 Jan-25 Feb-25 Loading Time. Equipment Failure Losses Rata-rata 4,17% 8,33% 7,39% 9,03% 6,82% 10,03% 6 Set up and adjustment losses Waktu yang hilang ketika mesin disiapkan sebelum proses produksi dimulai . Rumus berikut dapat digunakan untuk menghitung nilai set up and adjusment: set up time Set up and adjusent losses = Loading Time x 100% Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 868-877 Berikut adalah Tabel dari pengukuran nilai Set up and adjustment losses pada mesin AfterTraetment pada Bulan September 2024 Ae Februari 2025 : Tabel 6. Nilai Set up and adjustment losses Bulan Set Up Time (Ja. Sep-24 Okto-24 Nov-24 Des-24 Jan-25 Feb-25 Rata-rata Set up and adjustment losses Loading Time . 15,56% 15,63% 15,46% 15,69% 16,10% 16,20% 7 Idling and minor stoppage losses Suatu mesin mengalami downtime dan kerusakan ringan jika berulang kali berhenti bekerja atau terus beroperasi tanpa menghasilkan produk . Rumus berikut dapat dipergunakan untuk menghitung nilai dari Idling and Minor Stoppage Losses: Idling and minor stoppage losses = non productive time Loading Time x 100% Non productive Time = (Target Produksi Ae Produk Bai. x Ideal Cycle Time. Berikut adalah Tabel dari pengukuran nilai Idling and minor stoppage losses pada mesin AfterTraetment pada Bulan Sept 2024 Ae Feb 2025: Tabel 7. Nilai Idling and minor stoppage losses Bulan . Target Produksi Sep-24 Okto-24 Nov-24 Des-24 Jan-25 Feb-25 Ideal cycle time (Ja. Operation Time (Ja. Jumlah Produksi (Mete. Non Productive Time 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 Rata - Rata Idling and Minor (%) 8 Reduced Speed Losses Kerugian akibat peralatan beroperasi di bawah kinerja optimal . Rumus yang dapat digunakan untuk menghitung nilai Reduced Speed Losses adalah sebagai berikut: Reduced speed losses = operation time-. deal cyclex total produks. Loading Time x 100% Berikut disajikan tabel hasil pengukuran nilai reduced speed losses pada mesin AfterTreatment untuk periode September 2024 hingga Februari 2025: Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 868-877 Tabel 8. Nilai Reduced speed losses Bulan Operation Time Sep-24 Okto-24 Nov-24 Des-24 Jan-25 Feb-25 Ideal Cyle Time (Ja. 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 Rata-rata Total Produksi Loading Time Reduced Speed Losses 9 Deffect Losess Kerugian yang disebabkan oleh kesalahan produksi produk sejak awal proses . Rumus berikut dapat digunakan untuk menghitung nilai defect losses: Defect Losses = ideal cycle time x total produk defect Loading Time x 100% Berikut disajikan tabel hasil pengukuran nilai Defect losses pada mesin AfterTraetment pada Bulan September 2024 Ae Februari 2025: Tabel 9. Nilai Defect losses Bulan Idle cycle Time . Reject Loading Time Defect Losses Sep-24 Okto-24 Nov-24 Des-24 Jan-25 Feb-25 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 1,41% Rata-rata Yield/scrap Losses Kerugian yang muncul akibat adanya kecacatan pada tahap awal proses produksi. Rumus berikut dapat digunakan untuk menghitung nilai yield/scrap losses: Yield/scrap losses = ideal cycle time x scrap x 100% Loading Time Berikut adalah hasil perhitungan dari pengukuran Yield/scrap losses pada mesin AfterTraetment pada Bulan Sept 2024 Ae Feb 2025: Tabel 10. Nilai Yield/scrap losse Bulan Ideal cycle time Loading Time Yield scrap losses Sep-24 Okto-24 Nov-24 Des-24 Jan-25 Feb-25 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 0,14 Jurnal Teknologika Volume 15. Issue 2 . 868-877 4 Kesimpulan Setelah diskusi sebelumnya tentang penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa nilai OEE (Effectiveness of Overall Equipmen. rata-rata sebesar 75,99 % untuk mesin setelah perawatan dari September 2024 hingga Februari 2025 berada dalam kategori sedang. Oleh karena itu, perbaikan harus dilakukan untuk meningkatkan nilai OEE. Jenis kerugian besar enam pada mesin setelah perawatan adalah kerugian masuk minor stoppages dan perubahan kerugian, yang mewakili persentase terhadap kerugian lainnya sebesar 10,39 persen. Sementara itu, kerugian masuk minor stoppages dan perubahan kerugian mewakili 40 persen dari total nilai kerugian yang ada. Daftar Pustaka