Vol. No. 2, 2024, pp. DOI: https://doi. org/10. 29210/1202424739 Contents lists available at Journal IICET Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. ISSN: 2476-9886 (Prin. ISSN: 2477-0302 (Electroni. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/jppi Peranan guru dalam implementasi asesmen proyek untuk menilai kreativitas anak Ernawidiastuti Ernawidiastuti*). Lilis Suryani Universitas Panca Sakti Bekasi. Indonesia Article Info ABSTRAK Article history: Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas sistem asesmennya. Kualitas pembelajaran sehingga dapat dilihat dari hasil asesmennya. Selanjutnya sistem asesmen yang baik akan mendorong pendidik untuk menentukan strategi mengajar yang baik dalam memotivasi peserta didik untuk belajar yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan guru dalam implementasi asesmen proyek untuk menilai kreativitas anak di Taman Kanak-Kanak Tadika Puri Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui penggunaan panduan observasi dan wawancara serta catatan lapangan dan dokumentasi, serta strategi komunikasi langsung. Sumber data Penelitian ini diperoleh dengan menggunakan data primer yaitu dari empat guru dan tujuh belas siswa kelompok B TK Tadika Puri Jakarta Selatan. Penelitian ini di mulai dari bulan oktober sampai bulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru mempunyai peranan dalam implementasi asesmen proyek untuk menilai kreativitas anak, terbukti guru menggunakan asesmen proyek,guru dapat mengetahui kemampuan kreativias setiap anak secara holistik. Received Aug 24th, 2024 Revised Sept 25th, 2024 Accepted Oct 02nd, 2024 Keywords: Asesmen proyek Pendidikan anak usia dini Kreativitas Peran guru Penilaian holistik. A 2024 The Authors. Published by IICET. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Ernawidiastuti Ernawidiastuti. Universitas Panca Sakti Bekasi Email: ernawidiastuti1512@gmail. Pendahuluan Kegiatan pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, sebagai guru untuk mengetahui perkembangan setiap peserta didik harus dapat melaksanakan asesmen dengan berbagai jenis asesmen. Asesmen merupakan komponen yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas sistem asesmennya. Kualitas pembelajaran ini dapat dilihat dari hasil asesmennya. Selanjutnya sistem asesmen yang baik akan mendorong pendidik untuk menentukan strategi mengajar yang baik dalam memotivasi peserta didik untuk belajar yang lebih baik. Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan diperlukan perbaikan sistem asesmen yang diterapkan. Istilah asesmen berasal dari bahasa Inggris yaitu assessment yang berarti penilaian suatu Menurut Mulliken & Buckely, 1983 . alam Moh. Amin, 1. asesmen merupakan usaha untuk Peranan guru dalam implementasi asesmenA menghimpun informasi yang relevan guna memahami atau menentukan keadaan individu. Dalam bidang pendidikan, asesmen merupakan berbagai proses yang rumit untuk lebih melengkapi hasil tes. Sedangkan (Endang Rochayadi, 2. menyatakan bahwa asesmen adalah proses sistematis dalam mengumpulkan data seorang anak. Dalam konteks pendidikan, asesmen berfungsi untuk melihat kemampuan dan kesulitan yang dihadapi anak saat itu sebagai bahan untuk menentukan apa yang sesungguhnya dibutuhkan. Menurut Terry Overtun . AuAssessment is a process of gathering information to monitor progress and make educational decisions if Dari beberapa pengertian asesmen di atas dapat disimpulkan bahwa asesmen adalah proses sistematis dalam menghimpun informasi yang relevan guna memahami keadaan individu atau melihat kemampuan serta kesulitan yang dihadapi anak sebagai bahan untuk menentukan layanan pendidikan yang dibutuhkan anak. Sebagian besar tanggung jawab dalam menerapkan standar asesmen terletak pada tangan guru yang menjadi pelaksana digaris depan. Oleh karena itu, guru perlu memahami dengan baik standar yang ada, memahami pentingnya asesmen yang berkelanjutan, dan perlu mengetahui posisi strategis mereka, sehingga guru mampu meningkatkan praktik asesmen dalam kelas, merencanakan kurikulum, mengembangkan potensi diri siswa, laporan kemajuan dan perkembangan siswa, dan memahami cara pengajaran mereka sendiri. Peranan guru dalam asesmen lebih efektif jika mampu memanfaatkan informasi hasil asesmen melalui umpan balik. Umpan balik merupakan sarana bagi guru dan siswa untuk mengetahui sejauh mana kemajuan pembelajaran yang telah dilakukan. Dengan demikian asesmen proyek dapat dilakukan oleh guru dengan tujuan supaya mengetahui kemampuan siswa untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan membagi tanggung jawab dalam mencapai tujuan, berpikir kreatif dan imajinatif, memecahkan masalah dunia nyata, memiliki keyakinan pada kemampuan sendiri, mengutarakan pendapat, dan memunculkan ide-ide baru. Dimungkinkan untuk guru memperoleh dan mengembangkan kemampuan yang lebih kreatif dalam memberikan asesmen kepada muridmurid. Guru dapat melihat kemajuan mereka dalam keterampilan motorik halus atau psikomotorik. Untuk hal tersebut peneliti akan mengkaji peranan guru dalam implementasi asesmen proyek untuk menilai kreativitas anak di Taman Kanak AeKanak Tadika Puri ,dengan harapan guru-guru lebih bervariasi dalam memberikan asesmen terhadap murid-murid tidak hanya menggunakan asesmen hasil karya atau asesmen yang Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengetahui peranan guru dalam implementasi asesmen proyek untuk menilai kreativitas anak di Taman Kanak -kanak Tadika Puri. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah yang bermaksud menafsirkan sebuah fenomena yang terjadi dengan melibatkan berbagai metode yang ada. Menurut Lexy J. Moleong yang mengutip Bogdan dan Taylor, penelitian kualitatif diartikan sebagai suatu metode pengumpulan data deskriptif, yaitu dari ungkapan lisan dan tulisan seseorang serta tindakannya. Konsisten dengan pemahaman ini. Strauss dan Corbin mencirikan penelitian kualitatif sebagai suatu pendekatan studi yang mengandalkan representasi data secara visual atau verbal daripada representasi numerik, dibandingkan dengan metode statistik atau numerik lainnya. Menurut Sugiyono. Istilah Aumetode penelitian naturalistikAy biasanya digunakan untuk menggambarkan penelitian kualitatif. Hal ini karena penelitian kualitatif sering kali dilakukan dalam lingkungan organik, dengan peneliti berfungsi sebagai alat utama. Sumber data dipilih dengan cara purposive sampling, dan metode pengumpulan datanya meliputi triangulasi dan penggabungan. Hasil penelitian kualitatif lebih menekankan pada makna daripada kesimpulan luas yang diambil dari analisis data induktif atau kualitatif. isebutkan oleh Sugiyon. Model yang dirintis oleh Miles dan Huberman ini dikenal sebagai model analisis data interaktif karena sifatnya yang bolak-balik. Gambar berikut menggambarkan secara skematis model penelitian interaktif: Gambar 1 Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Ernawidiastuti. & Suryani. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. Keabsahan data penelitian menggunakan teknik triangulasi dengan tujuan untuk mendapatkan validitas,kehandalan,validasi silang,kompleksitas fenomena,dan pengurangan bias,sehingga penelitian menjadi lebih kuat,valid dan dapat dihandalkan (Arikunto,2017 ). Tiga aliran aktivitas yang saling terkait digunakan untuk melakukan analisis dalam penelitian ini. Ketiga proses tersebut, yaitu: . pengumpulan data: tahap ini merupakan proses pengumpulan informasi sesuai dengan pedoman wawancara kepada keseluruhan subyek penelitian yang telah ditetapkan. reduksi data: pada titik ini, informasi yang dikumpulkan dari wawancara, observasi, dan sumber lain diorganisasikan dan Transkrip wawancara, makalah, dan gambar adalah bagian dari proses reduksi data. Reduksi data merupakan langkah selanjutnya setelah pengumpulan data. Sederhananya, reduksi data berarti mempersempit data mentah yang dikumpulkan, membuatnya lebih mudah untuk dipahami, dan pada akhirnya. Proses minimalisasi data akan berlangsung dan dimulai segera setelah pengumpulan data. Reduksi data dapat dilakukan dengan mengkategorikan tugas, mencari tema, mengkode, atau merangkum . data: setelah reduksi data, data yang disediakan disusun secara metodis, dimulai dari jenis informasi yang lebih rumit dan berlanjut ke informasi yang lebih sederhana, dengan tujuan menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan. Menggabungkan data menjadi satu kesatuan, terorganisir, dan dapat dipahami adalah proses penyajian data. Penyajian data berarti memilahnya ke dalam kategori-kategori sesuai dengan tema yang mendasarinya dan kemudian menarik kesimpulan. langkah terakhir dari penyelidikan ini adalah menarik kesimpulan: Peneliti menulis laporan untuk menyimpulkan penyelidikan. Data akan disusun secara sistematis, logis, dan mudah dipahami sehingga dapat digunakan secara lebih efektif dalam laporan. Menjaga data sesedikit mungkin adalah tujuan penyelidikan yang konstan. Kami meninjau dan memahami semua catatan lapangan setelah pengumpulan data selesai. Kemudian, ringkasan kontak dibuat. Rangkuman ini menguraikan hasil penelitian dari catatan lapangan, memusatkan perhatian pada permasalahan yang diteliti, dan menjawab permasalahan tersebut. Topik yang dibahas mencakup instrumen yang digunakan untuk penilaian proyek anak usia dini dan penggunaan kreatif instrumen ini oleh guru untuk pembelajaran. Peneliti sekarang menarik hubungan antara kesimpulan data yang muncul dan hipotesis yang berlaku atau kerangka konseptual yang sudah ada sebelumnya. Hasil dari penelitian ini juga menunjukkan bahwa instruktur menggunakan kata-kata, frasa, atau paragraf untuk menggambarkan alat yang mereka gunakan untuk mengevaluasi kemampuan kreatif siswa di kelas awal sebagai bagian dari tanggung jawab penilaian proyek Semua temuan harus didukung oleh bukti-bukti dari data yang diperoleh. Hasil dan Pembahasan Peranan guru dalam implementasi asesmen proyek yang digunakan untuk menilai kreativitas anak di Tk TadikaPuri Cabang di Jakarta Selatan. Dari hasil wawancara dengan empat guru ditemui latar peranan guru dalam implementasi asesmen proyek mempunyai peranan yang baik dalam membantu guru menilai kreativitas diantaranya, asesmen proyek lebih mudah digunakan untuk melihat langsung proses kemampuan dari kreativitas anak. (CW. Untuk melihat secara holistik kemampuan dari setiap peserta didik (CW2,CW,CL1 ) Lebih memudahkan guru dalam melihat kemampuan anak dalam psikomotoriknya. (CW. Dan asesmen proyek untuk menilai kreativitas kegiatan sebelumnya di temui hasil wawancara dari empat guru menilai dengan menggunakan asesmen proyek dapat membantu dalam kegiatan hasil karya. (CW1,CW2,CW3,CW. Berdasarkan data di atas, maka dapat disimpulkan peranan guru dalam implementasi Asesmen proyek di gunakan untuk menilai kreativitas diantaranya adalah: . Untuk melihat langsung kemampuan kreativitas yang di miliki peserta didik secara holistik. Memudahkan dan membantu guru dalam melihat perkembangan psikomorik peserta didik secara holistik Tujuan penggunaan asesmen proyek untuk menilai kreativitas Asesmen proyek mempunyai Tujuan diantaranya, untuk membantu dan memudahkan guru dalam melihat kreativitas anak. (CW. , untuk melihat kemampuan dari setiap individu dalam kegiatan pengembangan sosial,motorik halus dan sejauh mana kemampuan anak dalam mengembangkan fantasi dan ide- idenya (CW2. CL. , asesmen proyek dapat melihat secara utuh dari kemampuan kreativitas yang di miliki oleh setiap anak atau peserta didik (CW. , dan guru bisa langsung menilai dari karya yang di hasilkan. (CW. Berdasarkan data di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Tujuan asesmen proyek, membantu guru dalam melihat kemampuan dari setiap individu dalam kegiatan pengembangan sosial,motorik halus dan sejauh mana kemampuan anak dalam mengembangkan fantasi dan ide-idenya. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Peranan guru dalam implementasi asesmenA Hal yang harus disiapkan dalam pembuatan format perencanaan asesmen proyek Dalam pembuatan format perencanaan asesmen proyek hasil dari wawancara empat guru diantaranya adalah, dalam pembuatan format guru dapat menentukan tujuan asesmen proyek dengan merancang indikator apa saja yang akan dinilai ( CW1,CL. , apa saja yang akan menjadi kriteria asesmen proyek dari hasil kreativitas yang anak-anak kerjakan (CW. , membuat perencanaan asesmen dengan format Merencanakan,mengidentifikasi, dan mengevaluasi (CW. , dan dalam pembuatan format guru harus mengerti terlebih dahulu apa itu asesmen proyek (CW. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan yang harus disiapkan dalam format perencanaan asesmen proyek diantaranya adalah: . Guru harus merancang indikator apa saja dalam menilai kreativitas anak . Guru harus membuat kriteria apa saja dalam asesmen proyek dalam menilai kreativitas Langkah-langkah guru dalam asesmen proyek untuk menilai kreativitas anak di TK TadikaPuri Jakarta Selatan. Dalam asesmen proyek dari temuan hasil wawancara yang harus dilakukan oleh guru antara lain guru harus merencanakan saat kegiatan apa kita melakukan asesmen dan saat pelaksanaan apa kita mengobservasi langsung kemampuan dari setiap individu (CW. Langkah kedua adalah merencanakan dan membuat tujuan dan mengobservasi secara langsung dari proses pembuatan kreativitas yang anak-anak kerjakan (CW2,CL. Langkah selanjutnya menentukan tugas yang akan di berikan,menyusun kegiatan apa yang akan di lakukan,memberikan contoh dan apa saja kreterianya (CW. , dan Membuat tujuan dan perencanaannya supaya dapat membantu dari kemampuan setiap individu(CW. Kelebihan dari asesmen proyek untuk menilai kreativitas Kelebihana sesmen proyek dalam menilai kreativitas hasil yang ditemukan saat wawancara adalah, dengan asesmen proyek bisa langsung melihat kemampuan secara alami atau holistik dan dapat mengobservasi sejauh mana kemampuan siswa tersebut (CW. Dengan asesmen proyek guru bisa menilai secara langsung dari hasil observasi kemampuan yang di miliki anak (CW. Guru dapat melihat hal dalam anak- anak dapat mengekspresikan kemampuannya (CW. dan guru Bisa lansung melihat dari kemampuan dari setiap peserta didik (CW. Kekurangan dari menggunakan asesmen proyek untuk menilai kreativitas Kekurangan dalam asesmen proyek dari hasil wawancara diantaranya ,dalam asesmen proyek memerlukan banyak waktu yang harus digunakan dalam menyelesaikan masalah yang di hadapi (CW. Membutuhkan waktu tertentu (CW. Memerlukan banyak waktu (CW. dan Asesmen ini harus membuat instrumen yang cukup banyak (CW. Berdasarkan temuan kelebihan dan kekurangan asesmen proyek, guru dapat mencari solusi sehingga asesmen proyek dapat tetap membantu dalam mengembangankan kemampuan peserta didik dengan hasil yang valid dan melihat proses dari kreativitas secara alami. Hambatan asesmen proyek untuk menilai kreativitas anak Hambatan asesmen proyek dalam menilai kreativitas hasil wawancara dari empat guru diantaranya adalah,dalam menilai perlu waktu yang lama ,karena guru perlu membuat kriteria yang sesuai dengan kemampuan anak (CW. Adanya Hambatan keterbatasan waktu(CW. Hambatan lainnya anak Aeanak harus mempunyai ide dan bahan yang di gunakan lumayan banyak(CW. , dan Hambatannya karena kegiatan berkelompok ini memerlukan penggunaan bahan yang lumayan banyak (CW. Berdasarkan hasil dari wawancara dapat disimpulkan bahwa hambatan asesmen proyek yaitu dalam menilai kreativitas memerlukan waktu yang cukup banyak dan anak anak harus mempunyai ide yang kreatif. dari hasil temuan penelitian,ada ahli yang menyampaikan berdasarkan teori yang menyimpulkan Sikap sosial yang tidak menguntungkan bagi kreativitas. Pandangan negatif terhadap generasi muda yang kreatif dan kurangnya rasa hormat masyarakat terhadap kreativitas merupakan dua wujud dari faktor-faktor pembatas ini. Hal ini tidak hanya menghambat pemikiran orisinal, namun juga mendorong perilaku antisosial dan rendahnya harga diri pada anak (Hurlock, 2. Solusi asesmen proyek dalam menilai kreativitas anak Hasil yang ditemukan saat wawancara untuk solusi yang ditemukan, dengan asesmen proyek anak dapat terlihat saat mereka bekerja sama dengan kelompoknya dalam mengerjakan kreativitas (CW. Dapat membantu guru dalam melihat kemampuan dari peserta didik(CW. Dapat membantu guru dalam melihat kemampuan dari peserta didik(CW. Dapat melihat dan membantu secara langsung kemampuan anak didik(CW. Dari hasil wawancara disimpulkan hawa asesmen proyek memberikan solusi bagi guru dalam menilai kemampuan peseta Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Ernawidiastuti. & Suryani. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. Dampak asesmen Proyek terhadap siswa dalam menilai kreativitas anak Dampak dari asesmen proyek hasil wawancara dari guru di TK Tadika Puri perana antara lain dampak yang ditimbulkan adalah dapat memotivasi kemampuan dan meningkatkan semangat siswa dalam kegiatan pembelajaran(CW. ,Anak lebih kreatif karena anak di berikan kebebasan dalam mengembangkan idenya (CW2,CL. ,Sangat memotivasi anak- anak (CW. dan Dampaknya sangat baik ,karena anak-anak jadi semangat dan berkompetisi untuk mendapatkan hasil karyanya lebih baik(CW. Berdasarkan dari hasil wawancara dapat di ambil kesimpulan bahwa dampak asesmen proyek menambah kreativitas anak dan membantu guru dalam melihat kempuan peserta didik Reduksi data merupakan langkah selanjutnya setelah pengumpulan data selesai dilakukan oleh peneliti. Menyederhanakan dan mempersempit data yang diperoleh dari seluruh wawancara, observasi, dan dokumentasi adalah inti dari reduksi data dalam hal ini. Kedua, seperti terlihat pada gambar, penelitian ini memiliki tujuh poin utama: Gambar 2 Berdasarkan data penelitian tentang peranan guru dalam implementasi asesmen dalam menilai kreativitas anak di TK Tadika Puri Jakarta Selatan, lebih mudah digunakan karena dapat melihat langsung proses kemampuan dari kreativitas anak. Untuk melihat secara holistik kemampuan dari setiap peserta didik ,membantu guru dan lebih memudahkan guru dalam melihat kemampuan anak dalam psikomotoriknya. Tujuan asesmen proyek dalam menilai kreativitas di TK Tadika Puri membantu dan memudahkan guru dalam melihat kreativitas anak, untuk melihat kemampuan dari setiap individu dalam kegiatan pengembangan sosial,motorik halus dan sejauh mana kemampuan anak dalam mengembangkan fantasi dan ide-idenya, dan melihat secara utuh dari kemampuan kreativitas yang di miliki oleh setiap anak atau peserta didik, serta bisa langsung menilai dari karya yang di hasilkan. Dalam pembuatan format perencanaan asesmen proyek ,terlebih dahulu Menentukan tujuan asesmen nya dan merancang indikator yang dinilai, apa saja yang akan menjadi kriteria dari hasil kreativitas yang anak-anak kerjakan ,Merencanakan,mengidentifikas ,dan mengevaluasi. Langkah-langkah asesmen proyek dalam menilai kreativitas anak di Tk TadikaPuri Jakarta Selatan diantaranya merencanakan saat kegiatan apa kita melakukan asesmen dan saat pelaksanaan kita mengobservasi langsung kemampuan dari setiap individu ,secara langsung dari proses pembuatan kreativitas yang anak-anak kerjakan ,menentukan tugas yang akan di berikan,menyusun kegiatan apa yang akan di lakukan,memberikan contoh dan apa saja kreterianya, dan Membuat tujuan dan perencanaannya supaya dapat membantu dari kemampuan setiap individu. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Peranan guru dalam implementasi asesmenA Judging dan pencatatan dalam asesmen proyek diperlukan untuk menyusun jadwal proyek yang akan Bisa secara langsung dengan instrumen yang sudah di buat sesuai yang guru lakukan dilihat atau di observasi dari prosesnya , bisa langsung dengan instumen yang guru siapkan karena secara alami kita bisa melihat kemampuan anak dalam berkreasi. Kelebihan dari asesmen proyek dalam menilai kreativitas , asesmen proyek kita bisa langsung melihat kemampuan secara alami atau holistik dan dapat mengobservasi sejauh mana kemampuan siswa tersebut Untuk guru bisa menilai secara langsung dari hasil bservasi kemampuan yang di miliki anak Anak-anak dapat mengekspresikan kemampuannya Bisa lansung melihat dari kemampuan dari setiap peserta didik. Kekurangan dari asesmen proyek dalam menilai kreativitas . Penyelesaian permasalahan yang dihadapi memerlukan waktu yang cukup lama. Prosesnya memerlukan pembuatan instrumen dan mungkin memakan waktu. Hambatan asesmen proyek dalam menilai kreativitas anak saat menilai perlu waktu yang lama karena guru perlu membuat kriteria yang sesuai dengan kemampuan anak ,Hambatan keterbatasan waktu ,Hambatannya anak Aeanak harus mempunyai ide dan bahan yang di gunakan lumayan banyak,dan Hambatanlainya karena kegiatan berkelompok ini memerlukan waktu yang cukup lama. Solusi asesmen proyek dalam menilai kreativitas anak di TK Tadika Puri salah satunya,kemampuan anak dapat terlihat langsung oleh guru saat mereka bekerja sama dengan kelompoknya dalam mengerjakan kreativitas dan dapat membantu guru dalam melihat kemampuan dari peserta didik yang kemampuannya berbeda-beda sehingga dapat membantu anak apabila mendapat kesulitan. Dampak asesmen Proyek terhadap siswa dalam menilai kreativitas anak ,Dampak yang ditimbulkan dalam memotivasi kemampuan meningkatkan semangat siswa dalam kegiatan pembelajaran. Anak lebih kreatif karena anak di berikan kebebasan dalam mengembangkan idenya Sangat memotivasi anak- anak,karena anakanak jadi semangat dan berkompetisi untuk mendapatkan hasil karyanya lebih baik. Simpulan Kesimpulan Secara keseluruhan peranan guru dalam implementasi asesmen proyek dalam menilai kreativitas di TK Tadika Puri Jakarta Selatan dapat terlaksana dengan baik . dari hasil penelitian latar belakang dari penelitian ini di dasari Bahwa asesmen proyek dalam menilai kreativitas anak sangat baik dalam membantu guru untuk melihat secara langsung kemampuan dari setiap peserta didik secara holistik Tujuannya asesmen ini di lakukan supaya membantu guru dalam melihat kreatifitas anak dalam mengembangkan ide-ide kreatif dari setiap peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam menilai asesmen proyek perlu merancang format dari perencanaan asesmen dengan membuat indikator dan kriteria format penilaian sehingga memudahkan guru dalam megetahui kemampuan dari setiap siswa. Langkah- langkah yang diterapkan oleh guru ,untuk menunjang kreatifitas anak dengan merencanakan,mengidentifikasi dan melaporkan supaya asesmen ini membawa dampak yang baik untuk perkembangan kreativitas anak dan berperan dalam peningkatan dan kesadaran siswa mengenai kreativitas di dalam pembelajaran. Kelebihan sesmen proyek dalam menilai kreativitas hasil yang ditemukan saat wawancara adalah, dengan asesmen proyek bisa langsung melihat kemampuan secara alami atau holistik dan dapat mengobservasi sejauh mana kemampuan siswa tersebut . Dengan asesmen proyek guru bisa menilai secara langsung dari hasil observasi kemampuan yang di miliki Guru dapat melihat hal dalam anak-anak dapat mengekspresikan kemampuannya . dan guru Bisa langsung melihat dari kemampuan dari setiap peserta didik. Dan kekurangan dari asesmen proyek diantaranya adalah asesmen proyek dalam menilai kreativitas Memerlukan banyak waktu yang harus diselesaikan dalam menyelesaikan masalah yang di hadapi. Membutuhkan waktu tertentu , dan gurui harus membuat instrumen yang cukup banyak disesuaikan dari setiap individu siswa. Hambatan dalam menilai perlu waktu yang lama ,karena guru perlu membuat kriteria yang sesuai dengan kemampuan anak . Adanya Hambatan keterbatasan waktu. Hambatan lainnya anak Aeanak harus mempunyai ide dan bahan yang di gunakan lumayan banyak, dan Hambatannya karena kegiatan berkelompok ini memerlukan penggunaan bahan yang lumayan banyak . Dampak asesmen Proyek terhadap siswa dalam menilai kreativitas anak. Dengan asesmen proyek dampak yang ditimbulkan adalah dapat memotivasi kemampuan dan meningkatkan semangat siswa dalam kegiatan pembelajaran,Anak lebih kreatif karena anak di berikan kebebasan dalam mengembangkan idenya ,Sangat memotivasi anak- anak dan Dampaknya sangat baik ,karena anak-anak jadi semangat dan berkompetisi untuk mendapatkan hasil karyanya lebih baik. Saran dari penelitian ini adalah Peranan guru dalam implementasi asesmen proyek dalam menilai kreativitas di TK Tadika Puri sangat baik di lakukan oleh guru dalam melihat kemampuan kreativitas dan kemampuan anak dalam memgembangkan ide dan gagasan saat mereka bermain, akan tetapi lebih baik apabila sebaiknya direncanakan dengan lebih baik lagi sehingga saat pembelajaran berlangsung guru dapat fokus pada siswa yang Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/j-edu Ernawidiastuti. & Suryani. Jurnal EDUCATIO (Jurnal Pendidikan Indonesi. Vol. No. 2, 2024, pp. akan di observasi untuk melihat secara holistik kemampuannya. Guru harus tegas ketika menyampaikan deadline pengumpulan tugas agar umpan balik dapat segera diberikan. Sebaiknya siswa senantiasa didampingi oleh guru dalam melaksanakan kegiatan agar kemampuan siswa juga dapat langsung diobservasi oleh guru. Apabila terdapat siswa dengan kemampuan sedang ,maka guru harus segera membantu mengarahkan agar siswa senantiasa mampu melakukan apa yang akan di kerjakannya sesuai tugas yang di berikan guru dalam membuat kreativitas. Guru harus sering memberikan motivasi dan mengmbangkan kreativitas anak-anak, karena terlihat setiap anak punya kemampuan yang baik dalam mengembangkan imajinasi dan ide-idenya Referensi