p-ISSN 2580-7994 E-ISSN : 2746-3745 Universitas Nias Raya Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Vol. Nomor 2. Februari 2022 PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI SWALAYAN BERKAT KASIH TELUK DALAM Alwinda Manao Dosen Univesitas Nias Raya alwindamanao@uniraya. ABSTRAK Berdasarkan hasil studi awal di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam Tahun 2020 terkesan bahwa tingkat motivasi karyawan relatif rendah. Seharusnya, motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mengarahkan bawahan, agar mau bekerja secara produktif guna untuk mewujudkan tujuan yang telah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif bersifat asosiatif, dengan menggunakan alat instrumen penelitian angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian diperoleh thitunguntuk ariabel motivasi kerjasebesar 8,169 dan tingkat signifikan sebesar 0,000. Sedangkan nilai t tabel=1,697 karena nilai thitung. > ttabel . dan tingkat signifikan sebesar 0,000<0. 05, maka keputusannya adalah H a diterima dan H0 ditolak dengan arti bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan di Swalayan Berkat kasih Teluk Dalam. Kesimpulan penelitian ini adalah motivasi kerja mempengaruhi kinerja karyawan di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam. Peneliti menyarankan . Perlumemberikan motivasi kerja setiap saat kepada karyawan Swalayan Berkat kasih Teluk Dalam dalammeningkatkan kinerja karyawan, baik dimasa waktu sekarang maupun di masa yang akan datang. Perlu peneliti selanjutnya, jika berminat melanjutkan penelitian ini sebaiknya memperluas lebih banyak lagi mengenai faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan selain dari motivasi kerja dengan sampel yang lebih banyak Kata Kunci: Motivasi kerja. kinerja karyawan. swalayan berkat kasih ABSTRACK Based on the results of an initial study at Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam in 2020, it seems that the level of employee motivation is relatively low. Supposedly, motivation questions how to direct subordinates, so they want to work productively in order to realize the goals that have been The purpose of this study was to determine the effect of work motivation on employee performance at Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam. The type of research used is associative quantitative, using a questionnaire research instrument. The data analysis technique used is simple regression analysis. The results showed that the calculation for the work motivation variable was 169 and the significant level was 0. While the table value is 1. 697 because the value of tcount . , . > table . and a significant level of 0. 000 <0. 05, then the decision is H, accepted and Ho is rejected with the meaning that the work motivation variable has a positive and significant effect on the employee performance variable at Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam. The conclusion of this study is that work motivation affects employee performance at Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam. The researcher suggests . It is necessary to provide work motivation at all times to employees of Supermarket Berkat Kasih Teluk Dalam in improving employee performance, both now and in the future. Further research is needed, if you are interested in continuing this research, it is better to expand more on the factors that affect employee performance apart from work motivation with a larger sample https://jurnal. id/index. php/JEB Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Vol. Nomor 2. Februari 2022 p-ISSN 2580-7994 E-ISSN : 2746-3745 Universitas Nias Raya Keywords: Teacher learning strategies. learning process. PENDAHULUAN Lingkungan bisnis ini yang tumbuh dan memerlukan adanya sistem manajemen yang efektif dan efisien artinya dapat dengan mudah berubah atau menyesuaikan diri dan dapat mengakomodasi setiap perubahan baik yang sedang terjadiataupun yang telah terjadi dengan cepat, tepat, dan terarah serta biaya murah. Perkembangan modern saat ini menuntut setiap karyawan yang berada di dalam perusahaan, mampu menyesuaikan diri dan mengikuti arus perkembangannya agar tidak tertinggal dan tidak menjadi suatu kendala kepadanya dalam bidang pekerjaan. Adapun persoalan yang harus dimanfaatkan dan dilakukan oleh setiap karyawan saat ini, seperti penguasaan terhadap pengoperasian komputer. Pemberian motivasi menjadi kebutuhan penting bagi karyawan. Motivasi ini melalui serangkaian upaya tertentu yang sesuai dengan kebijakan perusahaan. Dalam memberikan motivasi kerja, perusahaan harus mengetahui karakteristik karyawan tersebut. Kegiatan tersebut harus diarahkan pada pencapaian tujuan perusahaan sehingga kinerja karyawan bisa terarah dengan baik. Motivasi kerja salah satu upaya dalam meningkatkan kinerja karyawan. Motivasi ini dapat diperoleh secara langsung maupun tidak Motivasi pengarahan, pengawasan, dan petunjuk. Sedangkan motivasi tidak langsung berupa penghargaan, insentif dan fasilitas kerja. Persoalan kinerja karyawan adalah menyangkut mengenai hasil finalnya suatu aktivitas pekerjaan karyawan di dalam organisasi tersebut dapat tercermin dari output yang dihasilkan baik yang berupa jumlah https://jurnal. id/index. php/JEB maupun kualitasnya. Manajemen perusahaan menginginkan seorang karyawan yang produktif terhadap pekerjaannya, memiliki kemampuan dalam bidang pekerjaan dan konsisten terhadap pekerjaan sehingga mengurangi kerugian atau resiko pekerjaan di dalam usaha tersebut. Faktor-faktor yang mendukung kinerja karyawan yakni mutu atau kualitas pekerjaannya, jumlah atau kuantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan, dan ketepatan waktu dalam pelaksanaan pekerjaan. Swalayan Berkat Kasih Telukdalam merupakan sebuah usaha yang bergerak dalam bidang penjualan segala jenis produk yang dibutuhkan pasar. Berdasarkan hasil observasi peneliti, keberadaan usaha ini di lingkungan pasar sangat strategis dan mencapai Namun, bagaimanapun sebuah perusahaan yang mencapai keberhasilan tanpa adanya kesejahteraan karyawan berarti perusahaan tersebut telah gagal dalam Fenomena yang terjadi di Swalayan Berkat Kasih Telukdalam dimana karyawan yang memiliki pengalaman kerja dan masa kerjanya mencapai 9 tahun, sama insentifnya dengan karyawan yang baru berbulan-bulan. Selain itu juga, gaya kepemimpinan yang baik kurang diterapkan dalam memotivasi karyawan seperti pada pengawasan langsung. Melakukan pengawasan langsung merupakan hal yang sangat bermanfaat bagi karyawan. Apabila karyawan mengalami kendala baik dalam pencarian produk, segi pelayanan, menyusun barang atau memberikan informasi kepada konsumen ketika adanya pengawasan dari pimpinan akan memudahkan karyawan untuk memperbaiki dan memecahkan masalah yang dihadapinya. Segala bentuk pengawasan di Swalayan Berkat Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Vol. Nomor 2. Februari 2022 kasih Telukdalam dimonitoring lewat CCTV (Closed Circiut Televisio. Berdasarkan hasil studi awal melalui observasi di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam Tahun 2020 terkesan bahwa kurangnya peran seorang pemimpin dalam memberikan motivasi melalui pengarahan serta pengawasan kepada karyawan. Seharusnya, motivasi mengarahkan bawahan, agar mau bekerja secara produktif guna untuk mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. Ada pun tujuan dalam penelitian ini adalah : untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan Motivasi kerja merupakan suatu gerakkan perilaku individu di dalam organisasi dalam yang dapat menguntungkan organisasi. Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrument dalam mengukur apa yang ingin diukur. Untuk penelitian ini dilakukan uji signifikan koefisien korelasi dengan kriteria menggunakan r kritis pada taraf signifikan 0. ignifikan 5% atau 0. 05 adalah ukuran standar yang digunakan dalam penelitia. Menurut Nunnaly Gozhali . suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,6 dengan rumus Cronbach Alpha. Jenis data pada penelitian ini adalah mengunakan data primer. Menurut Siagian dan Sugiarto . AuData primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama, dari https://jurnal. id/index. php/JEB p-ISSN 2580-7994 E-ISSN : 2746-3745 Universitas Nias Raya individu seperti hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh penelitiAy. Sumber data diperoleh dari karyawan melalui penyebaran angket atau koesioner kepada seluruh karyawan Berkat Kasih Telukdalam Tahun 2020. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan alat bantu pengumpulan data berupa kuesioner atau angket. Adapun dalam kuesioner dibagi dalam dua variabel yaitu motivasi kerja dan kinerja karyawan. Hasil pengumpulan data primer dari responden berupa jawaban dari kuesioner, selanjutnya dilakukan penentuan nilai atau skor dari alternatif jawaban dengan menggunakan skala Menurut Sugiyono . skala likert adalah digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Metode Analisis yang akan dipakai untuk menguji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear Regresi sederhana digunakan untuk menganalisis hubungan kausal satu variabel bebas terhadap satu variabel tergantung. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHAN Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kuantitatif yang bersifat asosiatif dengan metode penelitian deskriptif untuk mengkaji populasi yang besar maupun yang kecil dengan menyeleksi dan menggambarkan variabel Penelitian ini dilaksanakan di Swalayan Berkat Kasih Telukdalam Tanggal 10 Februari Tahun 2021. Objek dalam penelitian adalah seluruh karyawan Swalayan Berkat Kasih Telukdalam. Penelitian ini menghubungkan antara 1 . variabel terikat yaitu kinerja karyawan dengan 1 . variabel bebas yaitu motivasi kerja. Masing-masing Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Vol. Nomor 2. Februari 2022 variabel dituangkan dalam bentuk . Dari hasil yang diperoleh melalui butir pernyataan, untuk variabel motivasi kerja (X) sebanyak 15 item pernyataan dan variabel kinerja karyawan (Y) sebanyak 15 item pernyataan, dengan responden sebanyak 30 orang. Dalam mendeskripsikan setiap variabel penelitian adalah dengan membuat skala penilaian. Perhitungan mengenai skala penilaian adalah dengan mengalikan seluruh frekuensi data dengan nilai bobot. Selanjutnya dapat dibuatkan skala penilaian untuk masing-masing pernyataan dengan terlebih dahulu berdasarkan skala Pada bagian ini akan mengkaji tentang hasil pengolahan data mulai dari pengujian intrumen penelitian, pengujian hipotesis dan regresi linier sederhana. Pengujian instrumen untuk mengetahui kelayakan dan kesasihan instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data. Ada 2 . konsep yang digunakan untuk mengukur kualitas data yaitu uji validitas dan uji reabilitas data. Suatu hasil pengolahan data yang baik akan diperoleh jika data yang dikumpulkan valid dan Uji validitas dan reliabilitas data akan dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengolahan data. Perolehan hasil uji validitas untuk variabel motivasi kerja (X) kepada 10 responden dengan jumlah skor item pernyataan 15 di Alfa Midi Market Telukdalam. Validitas dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS 16. 0 dan nilai hasil pengolahan data dapat dilihat pada kolom Corrected ItemTotal Correlation. Perolehan hasil uji validitas untuk variabel kinerja karyawan (Y) kepada 10 responden dengan jumlah skor item https://jurnal. id/index. php/JEB p-ISSN 2580-7994 E-ISSN : 2746-3745 Universitas Nias Raya pernyataan 15 di Alfa Midi Market. Validitas pernyataan dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS 16. 0 dan nilai hasil pengolahan data dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation. Berdasarkan hipotesis yang diajukan maka hasil pengujian hipotesis secara parsial mengatakan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadapkinerja karyawan di Swalayan Berkat Kasih Telukdalam. Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas . otivasi kerj. terhadap variabel terikat . inerja karyawa. dengan menggunakan uji parsial . Hasil analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan metode ordinary last square (OLS) yang berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Swalayan Berkat kasih Teluk Dalam dengan persamaan regresi yang diperoleh. Kurangnya tercapai kinerja karyawan yang maksimal dalam melaksanakan pekerjaan dalam organsiasi merupakan salah satu permasalahan yang terdapat di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam. Oleh karena itu, kinerja karyawan perlu dimaksimalkan melalui motivasi kerja dalam melaksanakan pekerjaan dalam Hal ini untuk memaksimalkan kinerja karyawan dan tentu untuk Swalayan memperoleh keuntungan yang maksimal. Perhatian organisasi terhadap fasilitasfasilitas yang mendukung dapat dijadikan sebagai dorongan kepada karyawan untuk memaksimalkan kinerja dalam organisasi. Oleh karena itu, manajemen Swalayanan perlu mencatat hal-hal apa saja yang menyelesaikan pekerjaan tersebut seperti telepon, komputer, akses internet, serta Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Vol. Nomor 2. Februari 2022 fasilitas-fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan karyawan dalam menyelesaikan tugas sehingga kinerja karyawan juga di dalam melaksanakan pekerjaan relatif meningkat sehingga proses pencapaian tujuan organisasi dapat terwujud. Hasil penelitian diperoleh thitung untuk variabel motivasi kerja (X) sebesar 8,169 dan tingkat signifikan sebesar 0,000. Sedangkan nilai ttabel pada = 0. 05, df 30 adalah sebesar 1,697, karena nilai thitung . > ttabel . dan tingkat signifikan sebesar 0,000<0. 05, maka keputusannya adalah Ha diterima dan H0 ditolak dengan arti bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kinerja karyawan di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam 2020. Hal ini sesuai dengan teori Solihin . menyatakan bahwa AuSeseorang akan termotivai untuk melakukan upaya terbaiknya apabila ia memiliki ekspektansi, yaitu persepsi yang dimiliki seseorang bahwa upaya yang dilakukannya tersebut akan menghasilkan kinerja yang tinggiAy. Hasil penelitian ini, menujukkan adanya pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam telah dilakukan penelitian sebelumnya oleh Olivia Theodora AuPengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan PT. Sejahtera Motor Gemilang. Berdasarkan variabel motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Sejahtera Motor Gemilang. Penelitian sebelumnya memiliki kesamaan terhadap penelitian saat ini dimana tujuan penelitiannya untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja https://jurnal. id/index. php/JEB p-ISSN 2580-7994 E-ISSN : 2746-3745 Universitas Nias Raya terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitiannya juga menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Perbedaan yang dimiliki terletak pada tahun pelaksanaannya dan objek penelitian dimana penelitian sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2015 sedangkan pelaksanaan penelitian saat ini pada tahun 2021. Objek penelitian sebelumnya dilaksanakan di PT. Sejahtera Motor Gemilang sedangkan objek penelitian saat ini dilaksanakan di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam. Berdasarkan hal tersebut diatas, maka perlu adanya kemampuan Swalayanan meningkatkan motivasi kerja kepada karyawan seperti daya pendorong, keahlian, membentuk keterampilan, tanggung jawab, kewajiban dan tujuan. Tujuan ini untuk meningkatkan kinerja karyawan di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam, baik dimasa waktu sekarang maupun di masa yang akan Adanya kinerja karyawan yang maksimal karena didukung dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti pemberian insentif yang memadai, penghargaan, bonus, perhatian dan pengawasan. Bagian ini merupakan salah satu dari bentuk motivasi yang harus diberikan oleh pimpinan swalayan. Pemberian motivasi terhadap karyawan dapat mendorong mereka untuk organisasi sehingga memungkinkan untuk mencapai tujuan organisasi yaitu keberuntungan selama periode tertentu. Pemenuhan kebutuhan karyawan melalui pemberian insentif sesuai Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Vol. Nomor 2. Februari 2022 dengan ketercapainya kinerja karyawan berkomitmen lebih memaksimalkan kinerja kembali dio masa waktu yang akan datang, dengan tujuan untuk memperoleh insentif lebih baik lagi. Selanjutnya pengharagaan juga salah satu cara untuk memotivasi anggota untuk memberikan semangat sehingga mau melaksanakan tugas dengan baik. Pemberian bonus menjadi salah satu cara ampuh dalam menarik perhatian anggota agar adanya sikap loyal dan mau memaksimalkan pekerjaan dengan baik. selain itu, pengawasan juga menjadi cara untu memotivasi karyawan dimana karyawan begitu senang karena diperolehnya perhatian dari atasan kerja Menurut Mangkunegara . faktor-faktor kemampuan dan faktor motivasi dan ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Faktor kemampuan Kemampuan yang diperoleh dari pendidikan yang memadai untuk jabatan dan terampil dalam mengerjakan pekerjaan akan lebih mudah mencapai prestasi yang Faktor kemampuan ini meliputi kerja sama, keterampilan dan kreativitas, pengalaman dalam bekerja, tingkat ketelitian dan Faktor motivasi Motivasi terbentuk dari sikap menghadapi situasi kerja dalam tujuan yang diharapkan. Faktor pendidikan dan semangat kerja secara pribadi. https://jurnal. id/index. php/JEB p-ISSN 2580-7994 E-ISSN : 2746-3745 Universitas Nias Raya Keterbatasan Hasil Penelitian Berdasarkan pengalaman langsung peneliti dalam proses penelitian ini, ada beberapa keterbatasan yang dialami dan beberapa faktor penting untuk diperhatikan oleh penelitipeneliti di masa yang akan datang Adapun keterbatasan hasil penelitian ini, yaitu: Jumlah responden yang hanya 30 orang tentunya masih kurang untuk Proses pengambilan data dimana informasi yang diberikan responden menunjukkan pendapat responden yang sebenarnya karena terkadang perbedaan pemikiran, anggapan dan pemahaman responden yang berbeda, serta faktor lain seperti faktor kejujuran responden dalam pengisian lembar angket yang masih tidak SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel motivasi kerja berpengaruh positif karena thitung . > ttabel . dan signifikan karena taraf signifikan sebesar sebesar 0,000 < 0. terhadap variabel kinerja karyawan di Swalayan Berkat Kasih Teluk Dalam. Oleh karena itu, perlu adanya kemampuan manajemen Swalayan dalam meningkatkan motivasi kerja kepada karyawan seperti daya pendorong, kemauan, kerelaan, membentuk tanggung jawab, kewajiban dan tujuan. Tujuan ini untuk meningkatkan kinerja karyawan di Swalayan Berkat Kasih Teluk Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Vol. Nomor 2. Februari 2022 Dalam, baik dimasa waktu sekarang maupun di masa yang akan datang. Merujuk dari kesimpulan di atas, maka peneliti menyarankan beberapa hal berikut Kepada pimpinan Swalayan Berkat kasih Teluk Dalam perlu memberikan motivasi kerja setiap saat kepada karyawan dalam meningkatkan kinerja karyawan, baik dimasa waktu sekarang maupun di masa yang akan datang. Kepada peneliti selanjutnya, jika berminat melanjutkan penelitian ini sebaiknya memperluas lebih banyak lagi mengenai faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan selain dari motivasi kerja dengan sampel yang lebih banyak. Bagi guru hendaknya memperluas dan pengetahuan mengenai konsep-konsep tentang motivasi kerja pengaruhnya terhadap kinerja dan memberikan pengajaran kepada siswa di sekolah. Bagi siswa hendaknya mempelajari pengetahuan mengenai motivasi kerja pengaruhnya terhadap kinerja guna untuk pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia di masa yang akan datang. Daftar Pustaka