JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 1206-1211 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MEMBACA SISWA DI SDN 29 RANTAU BATU PASAR Dinda Oktavia Putri1. Elvina2 1,2 Universitas Rokania. Indonesia Email: dindaoktaviaputrii@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 10 September 2025 Final Revised: 15 September 2025 Accepted: 19 September 2025 Published: 25 September 2025 Keywords: Reading Literacy Elementary School Qualitative SDN 29 Rantau Batu Pasar ABSTRACT One of the fundamental skills that significantly determines students' future learning success is reading literacy. Reading literacy is not only defined as the ability to recognize letters or words, but also encompasses understanding, interpretation, analysis, and the ability to connect information from texts with existing knowledge. This study aims to analyze the reading literacy skills of students at SDN 29 Rantau Batu Pasar, literacy development efforts, and the inhibiting factors that influence The research method used was qualitative with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation with teachers, students, the principal, and parents. The results showed that most students had literacy skills at the elementary to secondary level, with a small number still experiencing difficulties. Inhibiting factors included low reading interest, limited reading materials, and a lack of variety in learning methods. This study concluded that improving reading literacy can be achieved through the provision of reading facilities, parental involvement, and the use of innovative learning methods. ABSTRAK Salah satu keterampilan fundamental yang sangat menentukan keberhasilan belajar siswa di masa depan adalah literasi membaca. Literasi membaca tidak hanya dimaknai sebatas kemampuan mengenali huruf atau kata, tetapi lebih jauh mencakup pemahaman, penafsiran, analisis, serta kemampuan menghubungkan informasi dari teks dengan pengetahuan yang Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi membaca siswa di SDN 29 Rantau Batu Pasar, upaya pengembangan literasi, serta faktor penghambat yang Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan guru, siswa, kepala sekolah, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki kemampuan literasi pada tingkat dasar hingga menengah, dengan sebagian kecil masih mengalami kesulitan. Faktor penghambat meliputi rendahnya minat baca, keterbatasan bahan bacaan, serta kurangnya variasi metode pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi membaca dapat dilakukan melalui penyediaan fasilitas bacaan, keterlibatan orang tua, serta penggunaan metode pembelajaran inovatif. Kata kunci: Literasi Membaca. Sekolah Dasar. Kualitatif. SDN 29 Rantau Batu Pasar Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Kemampuan Literasi Membaca Siswa Di SDN 29 Rantau Batu Pasar PENDAHULUAN Pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam membentuk kualitas sumber daya manusia yang unggul. Pada jenjang sekolah dasar, siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai pengetahuan dasar seperti berhitung, menulis, dan membaca, tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, serta kemampuan memahami Salah satu keterampilan fundamental yang sangat menentukan keberhasilan belajar siswa di masa depan adalah literasi membaca. Literasi membaca tidak hanya dimaknai sebatas kemampuan mengenali huruf atau kata, tetapi lebih jauh mencakup pemahaman, penafsiran, analisis, serta kemampuan menghubungkan informasi dari teks dengan pengetahuan yang dimiliki. Dengan literasi membaca yang baik, siswa dapat menyerap pengetahuan dari berbagai sumber dan menerapkannya dalam kehidupan seharihari. Dalam konteks global, kemampuan literasi membaca menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas pendidikan suatu negara. Laporan Programme for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh OECD menunjukkan bahwa literasi membaca siswa Indonesia masih berada pada peringkat yang relatif rendah dibandingkan dengan negara Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan membaca dan memahami teks siswa Indonesia masih perlu mendapat perhatian serius. Rendahnya hasil tersebut menjadi tantangan bagi dunia pendidikan di Indonesia, khususnya pada tingkat sekolah dasar yang menjadi pijakan awal pembentukan kemampuan literasi. Pemerintah Indonesia telah mengupayakan peningkatan kemampuan literasi melalui berbagai program, salah satunya Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Program ini bertujuan untuk membiasakan siswa membaca, menulis, dan memahami informasi melalui berbagai kegiatan literasi di sekolah. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada pelaksanaan di lapangan, termasuk kesiapan sekolah, guru, serta lingkungan belajar siswa. Setiap sekolah memiliki kondisi yang berbeda, sehingga penting untuk dilakukan kajian yang lebih spesifik mengenai kemampuan literasi membaca siswa di berbagai daerah, termasuk di sekolah dasar yang berada di wilayah pedesaan maupun perkotaan. SDN 29 Rantau Batu Pasar sebagai salah satu lembaga pendidikan dasar di daerah memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan literasi membaca siswanya. Kondisi geografis, lingkungan sosial, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan dapat mempengaruhi tingkat literasi siswa di sekolah tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang dapat menganalisis sejauh mana kemampuan literasi membaca siswa di SDN 29 Rantau Batu Pasar, apa saja faktor yang mendukung maupun menghambat, serta bagaimana strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi mereka. Analisis kemampuan literasi membaca siswa di SDN 29 Rantau Batu Pasar penting dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kualitas literasi siswa pada tingkat sekolah dasar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pihak sekolah, guru, maupun orang tua dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif. Selain itu, penelitian ini juga bermanfaat sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan pemangku kebijakan pendidikan dalam meningkatkan kualitas literasi di sekolah dasar, khususnya di wilayah Rantau Batu Pasar. Dengan demikian, penelitian mengenai analisis kemampuan literasi membaca siswa di SDN 29 Rantau Batu Pasar diharapkan tidak hanya menghasilkan deskripsi mengenai kondisi kemampuan literasi siswa, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis untuk perbaikan pembelajaran membaca di sekolah dasar. Pada akhirnya, peningkatan kemampuan literasi membaca akan menjadi modal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi dan kehidupan di masa depan. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Kemampuan Literasi Membaca Siswa Di SDN 29 Rantau Batu Pasar Kemampuan literasi membaca merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh peserta didik pada jenjang sekolah dasar. Literasi tidak hanya mencakup keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga berpikir kritis, memahami informasi, serta mengolahnya menjadi pengetahuan baru. Namun, hasil survei PISA 2019 menunjukkan bahwa tingkat literasi membaca siswa Indonesia masih rendah, menempati peringkat 62 dari 70 negara. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan literasi membaca siswa di SDN 29 Rantau Batu Pasar, mengidentifikasi upaya yang dilakukan sekolah, serta menganalisis faktor-faktor penghambatnya. Kajian pustaka membahas konsep literasi, tingkat kemampuan literasi, tujuan pembelajaran literasi di sekolah dasar, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Menurut Abidin . , literasi merupakan keterampilan untuk memahami, mengevaluasi, dan mengolah informasi secara kritis. UNESCO . menegaskan bahwa literasi merupakan hak asasi manusia dan dasar pembelajaran sepanjang hayat. Faktor-faktor yang mempengaruhi literasi meliputi kondisi fisiologis, intelektual, lingkungan, dan psikologis (Riyanti, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru, siswa, kepala sekolah, dan orang tua. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Miles & Huberman dalam Samsu, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Gambaran Umum Lokasi Penelitian SDN 29 Rantau Batu Pasar merupakan sekolah dasar yang berada di wilayah pesisir dengan jumlah siswa sekitar 80 orang. Sekolah memiliki perpustakaan sederhana, namun koleksi buku bacaan masih terbatas. Kegiatan literasi dilakukan secara rutin melalui program membaca 15 menit sebelum pembelajaran. Hasil Observasi Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa sekitar 60% siswa berada pada tingkat kemampuan literasi dasar, 30% pada tingkat menengah, dan 10% masih berada pada tingkat Siswa yang berada pada tingkat rendah kesulitan memahami ide pokok bacaan dan menjawab pertanyaan berbasis teks. Hasil Wawancara Guru menyatakan bahwa metode yang digunakan masih dominan pada pembelajaran konvensional, namun mulai menerapkan teknik membaca pemahaman dan diskusi. Siswa mengaku membaca buku hanya ketika ditugaskan guru, sementara minat membaca di luar sekolah rendah. Kepala sekolah mengakui keterbatasan sarana baca, sementara orang tua menyebutkan bahwa waktu untuk mendampingi anak membaca di rumah masih minim. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara ketersediaan bahan bacaan, variasi metode pembelajaran, dan motivasi siswa dengan tingkat kemampuan literasi Temuan ini sejalan dengan pendapat Riyanti . yang menyatakan bahwa literasi dipengaruhi oleh faktor lingkungan, psikologis, dan intelektual. Penerapan strategi pembelajaran inovatif, seperti membaca interaktif dan diskusi kelompok, dapat meningkatkan kemampuan literasi siswa. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Kemampuan Literasi Membaca Siswa Di SDN 29 Rantau Batu Pasar KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa di SDN 29 Rantau Batu Pasar sebagian besar berada pada tingkat dasar hingga menengah, dengan sebagian kecil masih rendah. Faktor penghambat utama adalah rendahnya minat baca, keterbatasan bahan bacaan, serta metode pembelajaran yang belum bervariasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa di SDN 29 Rantau Batu Pasar menunjukkan variasi yang cukup signifikan Sebagian siswa sudah memiliki keterampilan membaca dengan baik, ditandai dengan kemampuan memahami isi teks, menjawab pertanyaan sesuai bacaan, serta menafsirkan makna tersirat. Namun, masih terdapat sejumlah siswa yang menghadapi kendala dalam aspek kecepatan membaca, pemahaman kosakata, dan kemampuan menarik kesimpulan dari bacaan. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca siswa belum merata pada semua tingkatan. Faktor yang memengaruhi kemampuan literasi siswa meliputi latar belakang keluarga, ketersediaan sumber bacaan, metode pembelajaran guru, serta motivasi belajar siswa sendiri. Upaya peningkatan literasi membaca perlu dilakukan secara komprehensif, baik melalui penguatan strategi pembelajaran di kelas, penyediaan bahan bacaan yang menarik dan sesuai usia, maupun dukungan orang tua di rumah. Dengan demikian, kemampuan literasi membaca siswa dapat ditingkatkan secara bertahap dan berkelanjutan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya literasi membaca sebagai fondasi utama bagi penguasaan ilmu pengetahuan lainnya. Oleh sebab itu, sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sekitar menjadi kunci dalam membentuk budaya literasi yang kuat di kalangan siswa sekolah dasar. REFERENSI