Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 3, nomor 1. Juli 2019, hal 61-70 Pengaruh Kompensasi Dan Lingkungankerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Kantor Camat Huruna Kabupaten Nias Selatan Erasma F. Zalogo1. Anskaria S. Gohae 2, dan Utama Abadi Halawa3 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pegawai pada Kantor Camat Huruna Kabupaten Nias Selatan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang pegawai. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, dimana nilai Y= 635X1 0. 411X2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompensasi secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada Kantor Camat Huruna Kabupaten Nias Selatan. Dengan nilai thitung6. 089> ttabel1,701. lingkungan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja yang ditunjukkan oleh nilai thitung3. 996>ttabel1,701. Secara simultan antara lingkungan kerja secara bersama-sama . berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada Kantor Camat Huruna. Dengan nilai Fhitung sebesar 32. 544> nilai Ftabel sebesar 3. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kompensasi dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada Kantor Camat Huruna Kabupaten Nias Selatan. Kata Kunci: Kompensasi. Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja Pegawai PENDAHULUAN Sumber Daya Manusia (SDM) mendayagunakan semua sumber daya yang ada pada organisasi. Setiap organisasi berusaha untuk bisa mencapai tujuannya. Dalam mencapai tujuannya organisasi memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki prestasi kerja yang baik. Selain itu, sumber daya manusia diharapkan mampu melaksanakan visi dan misi organisasi secara jelas, mampu membaca arah kemajuan dunia kerja dan menerjemahkannya dalam berbagai strategi untuk mempercepat pencapaian tujuan organisasi. Dalam suatu organisasi, kerjasama yang kuat antara setiap anggota merupakan suatu hal penting yang harus dimiliki agar tujuan yang telah ditetapkan dapat terwujud, oleh karena itu sumber daya manusia perlu mendapat perhatian, agar pelaksanaan aktivitas organisasi berjalan sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan. Kompensasi salah satu fungsi yang sangat penting dalam manajemen sumber daya manusia, karena kompensasi sebagai aspek yang paling sensitif di dalam hubungan kerja. Dosen Tetap STIE Nias Selatan, erasmafau@gmail. Dosen Tetap STIE Nias Selatan, asnkariasgohae@gmail. Alumni Program Studi Manajemen STIE Nias Selatan . tamaabadi@gmail. Kasus yang terjadi dalam hubungan kerja mengandung masalah kompensasi dan berbagai aspek yang terkait, seperti tunjangan, kenaikan gaji, struktur kompensasi, dan skala Sistem ini membantu dalam memberi penguatan terhadap nilai-nilai kunci organisasi serta memfasilitasi pencapaian tujuan organisasi. Pemberian kompensasi kepada pegawai dapat memotivasi dan memberikan kepuasan kerja. Memberikankompensasi yang sesuai dengan jenis pekerjaan danjabatan kerja pegawai, maka pegawai akanmerasakan kepuasan dalam bekerja. Suatuinstansi harus mengetahui faktor-faktor yang bias dalam menciptakan kepuasan kerja pegawai dan biasmemberikan kompensasi secara tepat waktu, sehingga biastercapai kepuasan kerja pegawai yang akan dapat meningkatkan kinerja. Kasus yang terjadi di Kantor Camat Huruna Kabupaten Nias Selatan,mengandungmasalah pemberian kompensasi dalam bentuk gaji dan insentif yang tidak tepat waktu . pemberiannyakepada pegawai, disebabkan oleh masalah devisitanggaran pendapatan belanja daerah (APBD) dan berbagai masalah lainnya yang menghambat pemberian kompensasi dalam bentuk gajidan insentif kepada pegawai, sehingga membuat pegawi merasa kurang puas dalam bekerja. Menurut Mangkunegara . dalam Teguh . kompensasi yang diberikan kepada pegawai sangatberpengaruh pada tingkat kepuasan kerja danmotivasi kerja, serta hasil kerja. Dalam hal ini kompensasi dapat disebut sebagai alat untuk memotivasipegawai, supaya meningkatkan kepuasan kerjanya. Kompensasi juga harus dilakukan pemberiannyasecara adil dan tepat waktu, supaya pegawai dapat merasakan kepuasan kerja dan menghasilkankinerja yang baik. Lingkungan kerja sebagai sapek yang sangat penting bagi pegawai, dimana lingkungan kerja sebagai tempat melakukan aktifitas bekerja. Lingkungan kerja bagi para pegawai akan mempunyai pengaruh yang tidak kecil terhadap jalannya operasi instansi. Lingkungan kerja akan mempengaruhi para pegawai sehingga langsung maupun tidak langsung akan dapat mempengaruhi produktifitas instansi. Lingkungan kerja yang baik dan memuaskan para pegawai tentu akan meningkatkan kinerja dari para pegawai. Sebaliknya lingkungan kerja yang tidak memuaskan akan menurunkan kinerja para pegawai dan secara tidak langsung juga menurunkan produktifitas instansi. Lingkungan kerja mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam peningkatan kerja Lingkungan kerja mengarah kepada beberapa aspek diantaranya manajemen, struktur organisasi, dan deskripsi kerja, kebebasan, lingkungan fisik yang memuaskan, seperti tersedianya ruangan yang cukup nyaman untuk bekerja, ventilasi yang baik, keamanan ditempat kerja, jam kerja yang sesuai dan tugas-tugas yang bermakna. Kondisi lingkungan kerja dalam variasi-variasi yang relative sederhana dalam suhu, kebisingan, penerangan, atau mutu daerah dapat mendorong efek-efek yang berarti terhadap sikap kepuasan pegawai. Selain itu rancangan yang memperhatikan jumlah ruang kerja, pengaturan atau tata letaknya dan tingkat kepuasaan pribadi yang diberikan, mempengaruhi tingkat kepuasan pegawai. Salah satu sarana penting pada manajemen sumber daya manusia dalam sebuah organisasi adalah terciptanya kepuasan kerja pegawai. Kepuasan kerja salah satu yang bersifat individu, dan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda. Tinggi rendahnya kepuasan terlihat dari tingkat produktifitas pegawai, tingkat kehadiran dan tingkat pengunduran diri dari Selain itu, ketidak puasan kerja banyak yang sering terjadi dalam tindakantindakan destruktif aktif dan pasif seperti suka mengeluh, tidak patut terhadap aturan menghindar dari tanggung jawabnya, tidak menjaga aset instansi dan membiarkan hal-hal buruk terjadi dalam pekerjaannya. Menurut Herzberg. dalam Dwijayanti . perilaku pekerja yang puas adalah mereka yang mempunyai motivasi yang tinggi untuk bekerja, mereka lebih senang dalam melakukan pekerjaannya, sedangkan ciri pekerja yang kurang puas adalah mereka yang malas berangkat kerja ketempat bekerja dan malas dalam melakukan pekerjaannya, seperti pekerjaan yang seharusnya diselesaikan hari ini tetapi kariyawan malas menyelesaikan pekerjaan tersebut. Setiap orang yang bekerja mengharapkan memperoleh kepuasan dari tempat bekerjanya, namu hal tersebut bisa saja terpenuhi dan bisaja tidak tepenuhi. Kepuasan kerja pada hakikatnya akan mempengaruhi produktivitas yang sangat diharapkan pimpinan Untuk itu, pimpinan instansi diperlukan memahami apa yang harus dilakukan untuk menciptakan kepuasan kerja pegawainya. Karena kepuasan kerja pada dasarnya sebagai ukuran seberapa besar instansi dapat memberi harapan kepada pegawainya yang berkaitan dalam pekerjaan dan jabatan. Semakin tinggi penilaian terhadap kegiatan yang dirasakan sesuai dengan keinginan individu, maka semakin tinggi nilai kepuasannya terhadap kegiatan Dengan demikian, kepuasan merupakan evaluasi yang menggambarkan seseorang atas perasaan sikap senang atau tidak senangnya, puas atau tidakpuas dalam bekerja. Berdasarkan hasil observasi pada Kantor Camat Huruna Kabupaten Nias Selatandiketahui bahwa,pemberian kompensasi dalam bentuk gaji dan insentif kepada pegawai tidak tepat waktu sehingga membuat pegawai tidak puas dalam bekerja, kurangnya penataan tempat kerja pegawai menyebabkan ketidaknyamanan pegawai dalam melakukan pekerjaannya, ruang kerja yangterlalu dekat antara pegawai yang satu dengan yang lain sehingga membuat parapegawai tidak konsentrasi dalam bekerja, pegawai sering meninggalkan pekerjaanya saat jam kerja berlangsung dan kembali lagi hanya untuk mengisi Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka peneliti tertarik melakukan penelitian yang berjudul "Pengaruh Kompensasi dan LingkunganKerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada Kantor Camat Huruna Kabupaten Nias Selatan". Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah pengaruh kompensasi dan lingkungankerja terhadap kepuasan kerja pegawai pada Kantor Camat Huruna Kabupaten Nias Selatan atau tidak? Dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan lingkungankerja terhadap kepuasan kerja pegawai pada Kantor Camat Huruna Kabupaten Nias Selatan. TINJAUAN LITERATUR Konsep Kompensasi Kompensasi . merupakan imbalan yang dibayarkan oleh organisasi atau instansi kepada pegawai dalam bentuk, uang atau fasitas lainnya, dan diterima oleh pegawai sebagai balas jasa atas pekerjaan mereka. Menurut Bangun . Aukompensasi adalah imbalan yang dibayarkan kepada karyawanatas jasa yang mereka sumbangkan pada pekerjaanyaAy. Sedangkan menurut Sutrisno . , kompensasi adalah merupakan salah satu fungsi yang penting dalam manajemen sumber daya manusia (MSDM). Selanjutnya. Kompensasi menurut Tohardi dalam bukunya Sutrisno . , bahwa kompensasi dihitung berdasarkan evaluasi pekerjaan, perhitungan kompensasi berdasarkan evaluasi pekerjaan tersebut dimaksudkan untuk mendapatkan pemberian kompensasi yang mendekati kelayakan dan keadilan. Sedangkan menurut Hasibuan . kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan. Berdasarkan konsep di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa kompensasi adalah imbalan yang harus dibayakan oleh organisasi atau instansi kepada pegawai atas jasa atau tenaga yang dikeluarkan oleh pegawai pada organisasi atau istansi. Konsep Lingkungan Kerja Lingkungan kerja dapat membawa dampak positif dan negatif bagi pegawai dalam rangka mencapai hasil kerjanya. Lingkungan kerja dalam suatu organisasi sangat penting diperhatikan oleh pimpinan instanasi, karena lingkungan kerja dapat membuat para pegawai termotivasi untuk melakukan pekerjaannya. Lingangan kerja yang baik dapat juga membuat parapegawai merasa nyamanan dan kepuasan dalam bekerja. Menut Mardiana . dalam Budianto dan Kartini . AuLingkungan kerja adalah lingkungan dimana pegawai melakukan pekerjaannya sehari-hariAy. Menurut Sedarmayati. dalam Thamrin . Lingkungan keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya di mana kerjanya baik perseorangan maupun sebagai kelompok. Selanjutnya menurut Juliandi . dalam Husni dan Musnadi . mengatakan lingkungan kerja adalah keseluruhan atau aspek dari gejala dan sosial kultural yang mengelilingin atau mempengaruhi individu. Menurut Sedarmayanti . dalam Citra, dkk . lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapai, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja. Berdasarkan teori di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa lingkungan kerja adalah tempat dimana para pegawai menjalankan tugas-tugas yang dibebankan oleh pimpinan instansi, sebagai proses operasional dalam instansi tersebut Konsep Kepuasan Kerja Kepuasan kerja dapat menciptakankondisi kenyamanakepada seorang pegawai dalam melakukan pekerjaannya. Walaupun kadar kemampuan kerja itu berbeda-beda untuk setiap pegawai, tetapi pada dasarnya ada hal-hal umum yang harus dipenuhi untuk tercapainya kepuasan kerja pegawai. Menurut Sulistiyani . dalam Husni dan Musnadi . menyatakan kepuasan kerja adalah didasarkan pada perbandinagan antara yang diterima pegawai diperusahaan dibandingkan dengan yang diharapkan. Sedankan menurut Hasibuan . dalam Handoko. menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Sedangkan menurut Mangkunegara . dalam Teguh . mengemukakan bahwa kepuasan kerja adalah suatu perasaan yang menyokong atau tidak menyokong diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaannya maupun dengan kondisi dirinya. Selanjutnya definisi lain kepuasan kerja adalah penilaian atas suatu pekerjaan apakah menyenangkan atau tidak menyenangkan untuk dikerjakan (Bangun,2012:. Berdasarkan teori di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa, kepuasan kerja adalah perasaan senang atau tidaknya seseorang dalam memandang pekerjaannya. Pengaruh Kompensasi Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Kompensasi kepada pegawai sangat penting diberikan dengan adil dantepat waktu,tanpa hambatan dan penundaan pemberiannyadari pihak lain, karana kompensasi sangat mempengaruhi kepuasan kerja tersendiri bagi pegawai. Hal ini juga dikuatkan oleh teori. Muljani . dalam Dwijayanti . menyatakan bahwa pemberian kompensasi secara adil akan lebih mudah dalam mempertahankan karyawan untuk memacukaryawan agar semakin giat dalam melakukan pekerjaannya. Sejalan dengan itu teori Hasibuan . menyatakan Autujuan pemberian kompensasi . alas jas. adalah sebagai ikatan kerja sama, kepuasan kerja, pengadaan efektif, motivasi, stabilitas karyawan, disiplin serta pengaruh serikat buruh dan pemerintahanAy. Sedangkan menurut Kasmir . mengatakan bahwa pemberian kompensasi yang sesui maka karyawan akan terus bertahan dan terus berusaha bekerja dengan sebaik-baiknya. Berdasarkan teori di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa, pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja adalah apabila seorang pegawaimendapatkan pemberian kompensasi yang layak dan tepat waaktu pembayariannya, maka pegawai tersebut akan mendapatkan kepuasan kerja yang lebihbaik. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Lingkungan kerja akan mempengaruhi kepuasan keraja pegawai, karena lingkungan kerja sangat perlu kepada seorang pegawai untuk melakukan pekerjaannya. Hal ini dikuatkan oleh teori Nitisemito . dalam dwijayanti . menyatakan bahwa suatu kondisi lingkungan kerja dapat dikatan baik apabila pegawai dapat melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan nyaman, sedangkan lingkungan kerja yang kurang baik menuntut tenaga kerja dan waktu yang lebih banyak dan tidak mendukung diperolehnya rancangan sistem yang efesien. Sedangkanmenurut Gomes . dalam Husni dan musnadi . menyatakan bahwa linkungan kerja adalah proses kerja dimana lingkungan saling berinterkasi menurut pola tertentu, dan masing-masing memiliki karakteristik atau nilai-nilai tertentu mengenai organisasi yang tidak akan lepas dari pada lingkungan dimana organisasi itu berada, dan manusianya yang merupakan sentrum segalanya. Sedangkan menurut mehboob . dalam Dwijayanti. Lingkungan kerja adalah suatu kondisi kerja yang baik seperti kantor menyenangkan, luas dirancang dengan baik dan didukung fasilitas lain yang memudahkan pekerjaan secara efektif. Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan agar tercipta suatu kepuasan kerja guna meningkatkan kinerja. Pada umumnya karyawan menghendaki tempat kerja menyenangkan, aman dan cukup tenang. Udara yang selalu segar dan kerja yang menyenangkan, berarti pula meninbulkan perasaan puas dikalangan pekerja. Sehingga dengan demikian dapat dikurangi atau dihindari pemborosan waktu dan biaya, merosotnya kesehatan karyawan dan banyaknya kecelakaan kerja (Nitisemito, 2006dalam Abdullah, 2. Berdasarkan teori di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa pengaruh lingkungan kerjaterhadap kepuasan kerja adalah seseorang pegawai dalam bekerja akan merasa nyaman, puas dan tinggi kesetiaannya pada instasi apabila dalam bekerjanya memperoleh lingkungan kerja yang layak, baik dan sesuai dengan apa yang diinginkannya. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dapat di peroleh melalui menyebarkan kuesioner kepada pegawai di Kantor Camat Huruna. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda. Dan selanjutnya alat yang digunakan dalam pengujian instrumen penelitian ini adalah menggunakan rumus product HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan metode ordinary last square (OLS) yang berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat. Untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan lingkungan kerjaterhadap kepuasan kerjadengan persamaan regresi yang diperoleh: Y= 9. 635 X1 0. 411 X2 Keterangan : = Variabel terikat yang diprediksikan yu0 = 9. yu1 = 0. yu2 = 0. X1. = Variabel bebas Berdasarkan hasil persamaan regresi linier diatas, maka jika nilai VIF kurang dari 10 tidak terjadi gejala atau variabel X1. X2 dan Y dikatakan data yang diperolehnya normal. Koefisien regresi untuk . )sebesar 0,635 artinya setiap kenaikan sebesar 1satuan pada kompensasidengan asumsi variabel lainnya tetap, maka kepuasan kerjaakan mengalami kenaikan sebesar 63. 5satuan dan ycEaycnycycycuyci untuk X1 sebesar 6. 089 Selanjutnya, koefisien regresi untuk . )sebesar 0,411 artinya setiap kenaikan sebesar 1satuan pada lingkungan kerjadengan asumsi variabel lainnya tetap, maka kepuasan kerjaakan mengalami kenaikan sebesar 41,1 satuandan ycEaycnycycycuyci X2 sebesar 3. Analisis regresi untuk kompensasi(X. terhadap kepuasan kerja(Y). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai thitung6. 089> ttabel 1,701(Lampiran . dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya variabel kompensasi(X. berpengaruh terhadap kepuasan kerja(Y) Analisis regresi untuk lingkungan kerja(X. terhadapkepuasan kerja(Y). Berdasarkan hasil penelitian mengatakan bahwa variabel lingkungan kerja(X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan kerja(Y), karena nilai thitung3. 996>ttabel1,701 (Lampiran . dan tingkat signifikan sebesar 0. 005< 0,05maka Ha diterima dan Ho ditolak dengan arti bahwa varibel lingkungan kerja(X. berpengaruh terhadap variabel kepuasan kerja(Y). Dalam hal ini, kompensasidapat digunakan sebagai kriteria utama untuk menentukan kepuasan kerjadalam organisasi. Analisis regresi untuk X1,X2 terhadap Y Berdasarkan hasil penelitian mengatakan bahwa variabel kompensasi(X. dan lingkungan kerja(X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kepuasan kerja, karena nilai Fhitung32. 544>Ftabel3. 34 dan tingkat signifikan sebesar 0. 000 < 0,05, maka H1diterima dan Ho ditolak dengan arti bahwa varibel kompensasi(X. dan lingkungan kerja(X. berpengaruh terhadap variabel kepuasan kerja(Y). KESIMPULAN Berdasarkan hasilpenelitian dan pembahasan yang telah diuraikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa kompensasi dan lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja pada KantorCamat Huruna Kabupaten Nias Selatan. Hal ini dapat diuraikansebagai berikut: Dari hasil estimasi yang dilakukan maka variabel kompensasi secara parsial berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada Kantor Camat Huruna Kabupaten Nias Selatan. Dengan nilai 089> ttabel1,701 (Lampiran . dan tingkat signifikansi 0,000<0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya variabel kompensasi(X. berpengaruh terhadap kepuasan kerja (Y) pada Kantor Camat Huruna. Kemudian variabel lingkungan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja yang ditunjukkan oleh nilai thitung3. 996>ttabel1,701 (Lampiran . dan tingkat signifikan sebesar 0,000< 0,05, maka keputusannya adalah Ha diterima dan Ho ditolak Variabel kompensasi dan variabel lingkungan kerja secara bersama-sama . berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada Kantor Camat Huruna. Dengan nilai Fhitung 544> nilai Ftabel sebesar 3. 34 (Lampiran . pada df numerator 2, df deminator 28 dengan tingkat signifikan 0. 000 < 0. Artinya arti bahwa varibel kompensasi(X . dan lingkungan kerja(X. berpengaruh terhadap variabel kepuasan kerja (Y). Koefisien determinasi (R. 7%) sehingga dapat ditunjukkan bahwa70. keragaman varibel terikat . epuasan kerj. dapat dijelaskan variabel-variabel bebas . ompensasi dan lingkungan kerj. sedangkan sisanya 29. 3% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model. DAFTAR PUSTAKA