Jurnal Keislaman p-ISSN : 2089-7413 and e-ISSN : 2722-7804 Published by Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya Jl. Kalirungkut Mejoyo I No. Kec. Rungkut. Kota Surabaya. Jawa Timur 60293 Email: jurnalkeislaman@staitaruna. Dari Struktur Bahasa ke Makna Kontekstual: Analisis StrukturalLinguistik atas Metodologi Tafsir Abdullah Saeed Rifqatul Husna1 Universitas Nurul Jadid. Indonesia1 rifqatulhusna@unuja. Rofiqur Rahman2 Universitas Nurul Jadid. Indonesia mrofiqarrahman7@gmail. https://doi. org/10. 54298/jk. Abstract This study aims to analyze the application of linguistic structuralism principles in Abdullah SaeedAos interpretive methodology as elaborated in his seminal work Interpreting the QurAoan: Towards a Contemporary Approach. The research explores how modern linguistic theory, particularly that of Ferdinand de Saussure, influences the formulation of SaeedAos contextual interpretation of the QurAoan. Employing a qualitative descriptive approach and library research design, the data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data collection, reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal that linguistic structuralism plays a significant role in shaping Abdullah SaeedAos interpretive framework, especially in viewing the QurAoan as a system of signs whose meaning emerges from the relational interaction between linguistic elements and their socio-historical contexts. Through four systematic interpretive stagesAilinguistic analysis, historical contextualization, contemporary meaning construction, and practical application of QurAoanic valuesAiSaeed proposes an integrative model that bridges structural linguistics and QurAoanic hermeneutics. The study implies that linguistic structuralism strengthens the scientific and contextual basis of contemporary QurAoanic interpretation. However, the study remains limited to a conceptual analysis of SaeedAos single work. Future research is recommended to conduct comparative studies involving other contemporary exegetes to further test the consistency and applicability of linguistic approaches within QurAoanic exegesis. Keywords: Abdullah Saeed. Linguistic Structuralism. Contextual Interpretation. QurAoanic Hermeneutics Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip-prinsip strukturalisme linguistik dalam metodologi penafsiran Abdullah Saeed sebagaimana tergambar dalam karyanya Interpreting the QurAoan: Towards a Contemporary Approach. Pendekatan ini digunakan untuk menelusuri bagaimana teori bahasa modern, khususnya yang digagas Ferdinand de Saussure, memengaruhi formulasi teori kontekstual dalam studi tafsir Al-QurAoan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka . ibrary researc. , sedangkan analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori strukturalisme linguistik berperan signifikan dalam membentuk kerangka berpikir Abdullah Saeed, khususnya dalam memahami Al-QurAoan sebagai sistem tanda yang bermakna melalui relasi antarunsur bahasa dan konteks sosialnya. Melalui empat tahapan penafsiranAianalisis linguistik, konteks historis, makna kontemporer, dan penerapan nilai wahyuAiSaeed menawarkan pendekatan tafsir yang integratif antara struktur bahasa dan hermeneutika QurAoani. Temuan ini berimplikasi pada penguatan metodologi tafsir modern yang ilmiah dan kontekstual. Namun, penelitian ini masih terbatas pada analisis konseptual terhadap karya tunggal Saeed. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan Dari Struktur Bahasa ke Makna Kontekstual: Analisis Struktural-Linguistik atas Metodologi Tafsir Abdullah Saeed Ae Rifqatul Husna & M. Rofiqur Rahman kajian komparatif dengan pemikir tafsir kontemporer lain guna menguji konsistensi pendekatan linguistik dalam tafsir Al-QurAoan. Keywords: Abdullah Saeed. Strukturalisme Linguistik. Tafsir Kontekstual. Hermeneutika QurAoani Pendahuluan Kajian linguistik struktural yang dipelopori oleh Ferdinand de Saussure telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan analisis teks, termasuk dalam studi keislaman kontemporer. 1 Ferdinand de Saussure menawarkan kelebihan bahwa analisis karya sastra tidak lagi membutuhkan berbagai pengetahuan lain sebagai referensi, seperti referensi sosiologis, psikologis, filsafat, dan lainnya. Secara umum, analisis struktural cukup berbekal kemampuan bahasa, kepekaan sastra dan minat yang intensif. 2 Strukturalisme linguistik menempatkan bahasa sebagai sistem tanda yang memiliki hubungan internal antarunsur, sehingga makna tidak berdiri sendiri, melainkan dibentuk oleh relasi sintagmatis dan paradigmatis di dalam sistem tersebut. 3 Pendekatan ini menawarkan kelebihan: analisis terhadap teks tidak harus bergantung pada referensi eksternal seperti sosiologi, psikologi, atau filsafat, melainkan cukup dengan ketajaman analisis bahasa dan sensitivitas terhadap struktur makna yang terkandung dalam teks. Apa yang disebut pendekatan strukturalisme dalam bahasa adalah pendekatan yang melihat hanya struktur atau sistem bahasa . dengan sedikit mengabaikan konteks waktu, perubahan, dan sejarahnya . 4 Dalam konteks studi Al-QurAoan, pendekatan struktural menjadi relevan karena teks suci tersebut diturunkan dalam bahasa Arab yang memiliki sistem makna kompleks, lapisan semantik kaya, serta relasi internal yang membentuk kohesi dan koherensi pesan wahyu. Al-QurAoan sebagai kitab petunjuk yang sesuai dengan segala situasi dan kondisi, menuntut adanya kesesuaian metodologi dalam memahami makna yang terkandung di Karenanya, tidaklah berlebihan dalam merespon tantangan zaman saat ini dibutuhkan metode penafasiran yang baik dan dapat merespon perkembangan kebutuhan kontemporer yang ada di tengah masyarakat. Berdasar hal tersebut, para pemikir muslim berupaya dalam beberapa hal untuk mendekonstruksi ataupun merekonstruksi dalam menegembangkan metodologi penafsiran yang diharapakan sesuai dengan tantangan zaman yang ada. Namun dalam hal menafsirkan Al-QurAoan, sebuah keniscayaan untuk tidak memperhatikan pendekatan kebahasaan . dalam Al-QurAoan. 5 Hal ini merupakan Arsi Juliani. Putri Anggraini, and Rina Rehayati. AuIntegrasi Teori Linguistik Ferdinand de Saussure Dalam Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab Pada Pendidikan Agama Islam,Ay At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian Dan Pendidikan Agama Islam 2, no. : 358Ae64. Jasum Pramana and Waslam. AuSejarah Perkembangan Ilmu Makna (Ilmu Dalala. Dalam Linguistik Arab: Perspektif Klasik Dan Modern,Ay Siyaqiy: Jurnal Pendidikan Dan Bahasa Arab . 84Ae95, https://doi. org/10. 61341/siyaqiy/v2i2. 2 A Teeuw. Sastra Dan Ilmu Sastra: Pengantar Ilmu Sastra (Jakarta: Pustaka Jaya, 1. 3 Fadlil Munawwar Manshur. AuKajian Teori Formalisme Dan Strukturalisme,Ay SASDAYA: Gadjah Mada Journal of Humanities 3, no. : 79Ae93, https://doi. org/10. 22146/sasdayajournal. 4 Yasraf Amir Piliang. Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna (Jakarta: Jalasutra, 5 Sahiron Syamsuddin. AuPendekatan MaAona Cum Maghza: Paradigma. Prinsip. Dan Metode Penafsiran,Ay Jurnal Studi Alquran Dan Tafsir Di Nusantara 8, no. : 28Ae39, https://doi. org/10. 32495/nun. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 pendekatan lazim yang dilakukan oleh para ulamaAo salaf sholih bahkan sejak masa Nabi Muhammad saw, yang dipresenetasikan oleh sosok sahabat Ibnu Abbas sampai munculnya beberapa karya tafsir di masa modern yang juga tidak lepas dengan penggunaan pendekatan lisnguistik tersebut. 6 Dalam hal ini, pendekatan struktural linguistik merupakan pendekatan yang tidak dapat ditinggalkan dalam penafsran Al-QurAoan. Karena Al-QurAoan adalah firman Allah yang diturunkan dengan menggunakan bahasa. Menurut Farid Essack, berbicara masalah Al-QurAoan tidak bisa lepas dari ketinggian bahasanya yang melampaui ruang dan waktu. 7 Kajian kebahasaan adalah kajian tentang hakikat, konsep, dan fungsi Al-QurAoan sebagai teks bahasa. Sebuah pendekatan yang menjadikan lafe-lafe AlqurAoan sebagai objek dan memberikan perhatian lebih pada ketelitian redaksi dari bingkai lafe-nya. 8 Oleh karena itu, studi linguistik terhadap Al-QurAoan bukan sekadar analisis kebahasaan, tetapi juga usaha memahami hakikat wahyu dalam bingkai sistem tanda yang hidup. Adalah Abdullah Saeed seorang cendekiawan muslim kontemporer yang dikenal luas atas pemikirannya dalam bidang studi Al-QurAoan, khususnya teori kontekstualis dalam 10 Ia menekankan pentingnya memahami Al-QurAoan dengan mempertimbangkan konteks historis dan sosial saat wahyu diturunkan, guna menjawab tantangan zaman Namun, ia juga menekankan bahwa konteks historis dan sosial tersebut harus disandingkan dengan kriteria linguistik untuk memebrikan makna yang lebih utuh terhadap Al-QurAoan. 11 Melalui karyanya seperti Interpreting the QurAoan: Towards a Contemporary Approach. Saeed juga mengusulkan kerangka tafsir yang fleksibel namun tetap berakar pada prinsip-prinsip Islam. Namun dalam kerangka penafsirannya, ia tetap memperhatikan teori strukturalisme sebagai salah satu unsur penting dan utama dengan teori konstekstualismenya, untuk memahami atau menafsirkan Al-QurAoan. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk menelusuri lebih jauh bagaimana teori strukturalisme linguistik beroperasi dalam kerangka penafsiran kontekstual Abdullah Saeed. Sejauh ini, penelitian tentang Saeed banyak berfokus pada aspek hermeneutik, historisitas, dan tafsir maqAid, namun belum banyak yang menelaah bagaimana unsur struktural linguistik membentuk fondasi metodologinya. Padahal, jika diperhatikan. Saeed secara implisit memanfaatkan prinsip-prinsip struktural seperti langueAeparole, signifierAe signified, serta pendekatan sinkronik terhadap teks untuk memperkuat klaim kontekstualnya. Dengan demikian, penelitian ini memiliki relevansi teoretis yang tinggi, karena berusaha menelusuri jembatan konseptual antara linguistik struktural (Saussur. dan tafsir kontekstual Ahmad Zaki Mubarak. AuMenimbang Strukturalisme Linguistik Dalam Kajian Metodologi Tafsir AlQurAoan (Fiqh TaAowil Al-QurAoa. ,Ay Lembaga P3M IAI Persis Bandung 6, no. : 1Ae45, https://doi. org/https://doi. org/10. 54801/iba. 7 Farid Esack. The QurAoan: A UserAos Guide (Oxford: Oneworld Publications, 2. 8 Mia Fitriah Elkarimah. AuLinguistik Shahrour Merekonstruksi Hukum Islam,Ay Maslahah : Jurnal Hukum Islam Dan Perbankan Syariah 6, no. : 132, https://doi. org/10. 33558/maslahah. 9 Asmaul Husna and Mumtazul Fikri. AuAnalisis Linguistik Dalam Studi Tafsir Al-QurAoan Perspektif Pendidikan Islam,Ay ISLAMIC PEDAGOGY: Journal of Islamic Education 1, no. : 108Ae19, https://doi. org/10. 52029/ipjie. 10 Sun Choirol Ummah. AuMetode Tafsir Kontemporer Abdullah Saeed,Ay Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum 18, no. : 126Ae42, https://doi. org/10. 21831/hum. 11 Ahmad Asroni. AuPenafsiran Kontekstual Al-QurAoan: Telaah Atas Pemikiran Abdullah Saeed,Ay Living Islam: The Journal of Islamic Discourses 4, no. : 107Ae23, https://doi. org/10. 14421/lijid. Dari Struktur Bahasa ke Makna Kontekstual: Analisis Struktural-Linguistik atas Metodologi Tafsir Abdullah Saeed Ae Rifqatul Husna & M. Rofiqur Rahman Beberapa penelitian terdahulu turut memberikan pijakan konseptual bagi studi ini. Hilman Latief melalui artikelnya di jurnal Mukaddimah dengan judul Kontribusi Teoritik Strukturalisme linguistik dalam Wacana Hermenuetika AlqurAoan, mencoba melihat bagaimana pengaruh ilmu linguistik modern . trukturalisme linguisti. dalam studi Al-QurAoan. Hilman mencoba melihat kontribusi teoritik strukturalisme linguistik yang digagas Ferdinand de Saussure dalam studi AlqurAoan kontemporer yang dilakukan oleh Toshiko Izutsu. Mohammed Arkoun dan Nasr Hamid Abu Zayd. 12 Kuntowijoyo dalam bukunya Muslim Tanpa Masjid: Esai-Esai Agama. Budaya dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Transedental. mengembangkan Strukturalisme Transendental untuk menafsirkan teks Islam dengan mempertahankan struktur internalnya tanpa kehilangan relevansi sosial. Sementara Adang Kuswaya . dalam bukunya Metode Tafsir Kontemporer: Model Pendekatan Hermeneutika Sosio-Tematik menyoroti pentingnya pendekatan hermeneutik modern sebagai metode tafsir yang menjembatani makna teks dengan konteks sosial. Ketiga penelitian ini memperlihatkan bagaimana studi tafsir kontemporer berkembang ke arah integrasi antara struktur teks dan konteks sosial, namun belum ada yang secara langsung membedah dimensi strukturalisme dalam kerangka tafsir Abdullah Saeed. Di sinilah letak kebaruan penelitian ini. Permasalahan utama yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep strukturalisme linguistik bekerja dalam kerangka penafsiran Abdullah Saeed, khususnya dalam karyanya Interpreting the QurAoan: Toward a Contemporary Approach. Pertanyaan yang muncul adalah: . bagaimana bentuk strukturalisme linguistik dalam metodologi penafsiran Abdullah Saeed? dan . bagaimana relasi antara teori strukturalisme linguistik dan pendekatan kontekstual yang ia rumuskan? Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis sejauh mana Saeed mengintegrasikan prinsip-prinsip struktural linguistikAiseperti relasi internal bahasa, dikotomi sinkronikdiakronik, serta konsep signifiantAesignifiyAike dalam metode tafsirnya. Abdullah Saeed mencoba mendeskripsikan metode strukturalisme lingustik sebagai pendekatan dalam memahami Al-QurAoan. Satu pendekatan yang menggunakan bahasa sebagai starting view untuk mendekati, membahas, dan menganalisa Al-QurAoan sebagai scripture14 sumber ajaran Islam. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu tafsir kontemporer melalui integrasi antara linguistik struktural dan hermeneutika QurAoani. Dengan mengungkap dimensi struktural dalam metodologi Saeed, penelitian ini memberikan perspektif baru terhadap upaya memahami teks wahyu sebagai sistem tanda yang bermakna secara internal sekaligus kontekstual. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi pengembangan metode tafsir yang lebih ilmiah, sistematis, dan relevan dengan Hilman Latief. AuKontribusi Teoritik Strukturalisme Linguistik Dalam Wacana Hermenuetika AlQurAoan,Ay Mukaddimah 6, no. : 53Ae69. 13 Kuntowioyo. Muslim Tanpa Masjid: Esai-Esai Agama. Budaya Dan Politik Dalam Bingkai Strukturalisme Transedental (Bandung: Mizan, 2. 14 Atho Mudzhar menjelaskan, terdapat lima bentuk gejala agama yang perlu diperhatikan ketika hendak mempelajari suatu agama. Pertama, scripture atau naskah-naskah, sumber ajaran dan simbolsimbol agama. Kedua, para penganut, pemimpin, atau pemuka agama, yaitu yang berkenaan dengan perilaku dan penghayatan para penganutnya. Ketiga, ritus-ritus, lembaga-lembaga dan ibadatibadat, seperti shalat, haji, puasa, perkawinan dan waris. Keempat, alat-alat, seperti masjid, peci, dan Kelima, organisasi-organisasi keagamaan tempat penganut agama berkumpul dan Lihat Atho Mudzhar. Pendekatan Studi Islam (Pustaka Pelajar, 2. , 13Ae14. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 kebutuhan zaman modern, khususnya bagi studi-studi Al-QurAoan berbasis linguistik dan Metode Penelitian Metodologi kajian merupakan unsur penting dalam proses pelaksanaan penelitian. Selain menjadi pedoman yang digunakan penelitian agar penelitian yang dilakukan dapat terlaksana dengan baik dan terarah, metode kajian juga menjadi perangkat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh sebab itu, metode yang akan digunakan oleh peneliti perlu ditentukan terlebih dahulu sebelum melanjutkan penelitiannya. Adapun jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik kualitatif. Yang dimaksud dengan penulisan deskriptif analitik adalah suatu penulisan yang bertujuan menggambarkan secara tepat sifat-sifat individu, keadaan, gejala atau kelompok tertentu antara suatu gejala dan gejala lain dalam masyarakat, selanjutnya data-data tersebut dianalisis. 15 Menurut Bodgan dan Taylor, sebagaimana dikutip oleh Lexy Moleong, prosedur penulisan yang mengahasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati, metode penulisan yang digunakan adalah metode kualitatif. Penelitian ini juga merupakan penelitian pustaka . ibrary researc. Bahan utama yang akan dianalisis dalam penelitian ini adalah buku karya Abdullah Saeed AuInterpreting the QurAoan: Towards a Contemporary ApproachAy. Adapun Sumber data dalam penelitian ini dapat dipetakan menjadi dua bagian, yaitu data primer dan data sekunder. Buku AuInterpreting the QurAoan: Towards a Contemporary ApproachAy yang menjadi objek material merupakan sumber data primer, sedangkan data-data yang memberikan informasi mengenai strukturalisme linguistik serta kajian kebahasaan terhadap Al-QurAoan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Dalam penelitian ini, ada beberapa tahap yang perlu dilakukan, yang dimulai dari perumusan masalah, menelaah kajian-kajian terdahulu yang berkaitan, studi pendahuluan, kajian teori, pengumpulan dan analisis data serta kesimpulan dan rekomendasi. Setelah proses data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini terkumpul, tentu perlu dilakukan pengolahan data guna mengemas menjadi penelitian yang siap dikonsumsi dan layak untuk ditampilkan dilakangan umum. Adapun metode pengelolahan data yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode yang ditawarkan oleh Miles dan Huberman, yaitu data collection, data reduction, data display dan cunclution: drawing/verifying. Supaya data mentah yang telah diperoleh dapat diolah dengan mudah, maka dilakukan reduksi data . ata reductio. yang akhirnya akan diperoleh data dalam bentuk uraian dan laporan terperinci. Selanjutnya untuk melihat gambaran data secara utuh, maka dilakukan penyajian data . ata displa. Hal ini bertujuan untuk mengemas data tersebut dengan baik sehingga dapat memudahkan pembaca untuk memahaminya. Kemudian, penarikan kesimpulan . onclution: drawing/verifyin. dari penelitian yang dilakukan. Meningkatkan keabsahan atau validitas dari beberapa hasil penelitian dan langkah terakhir memberikan narasi hasil analisis. Koentjaraningrat. Metode-Metode Penulisan Masyarakat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1. Lexy J. Moleong. Metode Penelitian Kualitatif (Jakarta: PT. Remaja Offset Rosdakaya, 2. 17 Ambo Upe and Amsid. Asas-Asas Multiple Research (Jakarta: Tiara Wacana, 2. 18 Diah Ayu Rahmani. Sri Murhayati, and Idham Kholis. AuAnalisis Data Kualitatif,Ay Jurnal Pendidikan Tambusai 9, no. : 37Ae48, https://doi. org/10. 31004/jptam. Dari Struktur Bahasa ke Makna Kontekstual: Analisis Struktural-Linguistik atas Metodologi Tafsir Abdullah Saeed Ae Rifqatul Husna & M. Rofiqur Rahman Hasil dan Pembahasan Manifestasi Prinsip Strukturalisme Linguistik dalam Metodologi Penafsiran Abdullah Saeed Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan penafsiran Abdullah Saeed dalam Interpreting the QurAoan: Towards a Contemporary Approach secara konseptual merefleksikan pengaruh mendalam dari teori strukturalisme linguistik yang digagas oleh Ferdinand de Saussure. Saeed memahami bahasa sebagai sistem tanda yang membentuk makna melalui relasi antarunsur dalam jaringan linguistiknya. Pandangan ini selaras dengan konsep signifierAesignified dan langueAeparole yang menempatkan bahasa sebagai struktur sistemik yang menghasilkan makna secara relasional. 19 Dalam konteks tafsir. Saeed memandang Al-QurAoan sebagai teks yang bermakna melalui interaksi antarunsur kebahasaan di dalam sistem bahasa Arab yang menjadi medium pewahyuan. Keterkaitan epistemologis antara pemikiran Ferdinand de Saussure dan metodologi penafsiran Abdullah Saeed menjadi fondasi utama bagi konstruksi tafsir kontekstual yang bersifat ilmiah dan sistematis. Saeed menempatkan struktur bahasa bukan sekadar sebagai alat komunikasi wahyu, tetapi sebagai sistem tanda yang mengandung jaringan makna yang dapat ditelusuri secara metodologis. 20 Melalui kerangka ini, hubungan antara teori linguistik Barat dan tafsir QurAoani tidak bersifat subordinatif, melainkan dialogis. Untuk memperjelas posisi epistemik tersebut, hubungan konseptual antara keduanya dapat digambarkan melalui bagan berikut yang memvisualisasikan alur sintesis antara struktur bahasa Saussure dan prinsip tafsir kontekstual Saeed. n n n Ferdinand de Saussure Bahasa sebagai sistem tanda . angue-parol. Makna lahir dari relasi signifier-signified Analisis sinkronik terhadap struktur bahasa n n n Abdullah Saeed Teks wahyu sebagai sistem makna Meaning for original A A Meaning for now Tafsir kontekstual berbasis struktur linguistik Integrasi Strukturalisme Linguistik A A Hermeneutika QurAoani A Tafsir ilmiah, kontekstual, dan bernilai Gambar 1. Relasi Epistemologis Saussure-Saeed dalam Pembentukan Tafsir Kontekstual QurAoani Teeuw. Sastra Dan Ilmu Sastra: Pengantar Ilmu Sastra. Ferdinand de Saussure. Course in General Linguistics, ed. Roy Harris (London: Duckworth, 1. 20 Syarif Budiman et al. AuMetodologi Penafsiran Kontekstual Abdullah Saeed Dalam Al-QurAoan Abad 21,Ay Journal of Education Research 5, no. : 821Ae30, https://doi. org/10. 37985/jer. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 Penjelasan gambar 1 di atas menunjukkan bahwa Saeed tidak sekadar mengadopsi teori strukturalisme secara tekstual, tetapi melakukan transformasi epistemik dengan menjadikan prinsip langueAeparole dan signifierAesignified sebagai kerangka operasional dalam membaca AlQurAoan. Ia menafsirkan teks wahyu sebagai sistem tanda yang hidupAiyakni makna setiap lafaz terbentuk melalui relasinya dengan unsur kebahasaan lain serta konteks sosial yang Dengan demikian, bagan di atas memperlihatkan posisi Saeed sebagai pemikir Muslim yang mampu mengintegrasikan struktur bahasa dan horizon konteks dalam satu kesatuan tafsir yang dinamis dan relevan dengan perkembangan masyarakat modern. Penelitian ini juga menemukan bahwa Saeed mengembangkan metodologi tafsir kontekstual yang berakar kuat pada analisis linguistik. Meskipun dikenal melalui teori kontekstualismenya, ia tetap menempatkan struktur bahasa sebagai landasan epistemik untuk memahami makna Al-QurAoan. Sebagaimana dikemukakan oleh Saeed,21 tahap awal dalam proses penafsiran harus dimulai dengan penggalian linguistic meaning, karena pemahaman terhadap teks tanpa analisis kebahasaan akan menghasilkan interpretasi yang Dengan demikian. Saeed berupaya menjembatani pendekatan tekstualis yang menekankan bentuk bahasa dengan pendekatan kontekstualis yang menekankan makna sosial-historis. Melalui analisis terhadap struktur karya Saeed, ditemukan bahwa ia menggunakan empat langkah penafsiran yang sistematis: penentuan makna linguistik, pemahaman konteks historis-sosial, interpretasi makna kontemporer, dan formulasi penerapan kontekstual. Empat langkah tersebut menggambarkan hubungan hierarkis antara struktur teks dan konteks sosial. Dalam pandangan Saeed, teks suci bersifat dinamis: maknanya dapat berkembang melalui dialog antara struktur linguistik dan pengalaman manusia. Empat tahapan penafsiran yang dikemukakan Abdullah Saeed tersebut menunjukkan bahwa proses memahami Al-QurAoan baginya bukanlah kegiatan linear semata, melainkan sebuah interaksi dialektis antara struktur linguistik teks dan konteks sosial historis yang Tahapan ini menggambarkan kesinambungan logis antara analisis kebahasaan, rekonstruksi konteks, dan penerapan nilai wahyu dalam kehidupan Agar alur metodologis tersebut dapat dipahami secara lebih komprehensif, kerangka langkah-langkah penafsiran Saeed berikut dapat divisualisasikan dalam bentuk bagan konseptual, seperti di bawah ini: Abdullah Saeed. Al-QurAoan Abad 21: Tafsir Kontekstual (Bandung: Penerbit Mizan, 2. Mubarak. AuMenimbang Strukturalisme Linguistik Dalam Kajian Metodologi Tafsir Al-QurAoan (Fiqh TaAowil Al-QurAoa. Ay. Ulil Abshor. AuPendekatan Kontekstualis Dalam Penafsiran Al-QurAoan (The Study Of Abdullah SaeedAos QurAoanic Interpretatio. ,Ay Al Adabiya: Jurnal Keislaman Dan Kebudayaan 13, 02 . : 238Ae59, https://doi. org/10. 37680/adabiya. 23 Abdullah Saeed. Interpreting the QurAoan: Towards a Contemporary Approach (New York: Routledge, 24 Esack. The QurAoan: A UserAos Guide. Mohd Nazri bin Johari et al. AuPendekatan Kontekstual Dalam Penafsiran Al-QurAoan: Analisis Pemikiran Abdullah Saeed,Ay ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research 2, no. : 295Ae311. Dari Struktur Bahasa ke Makna Kontekstual: Analisis Struktural-Linguistik atas Metodologi Tafsir Abdullah Saeed Ae Rifqatul Husna & M. Rofiqur Rahman Identifikasi Makna Linguistik . nalisis struktur teks, signifierAesignifie. Pemahaman Konteks Historis-Sosial . sbAb al-nuzl, latar budaya, nilai sosia. Interpretasi Makna Kontemporer . ekontekstualisasi nilai universal dan maqAi. Formulasi Penerapan Kontekstual . ktualisasi makna dalam kehidupan moder. Gambar 2. Tahapan Analisis Penafsiran Abdullah Saeed dalam Perspektif StrukturalLinguistik Pendekatan berlapis seperti gambar 2 di atas memperlihatkan bahwa setiap tahap dalam proses penafsiran saling bergantung dan tidak dapat dipisahkan. Pemahaman linguistik menjadi fondasi awal bagi rekonstruksi konteks sosial, sementara konteks sosial memberikan horizon baru bagi aktualisasi makna teks dalam kehidupan modern. Hubungan dialektis inilah yang menjadikan metode Saeed bersifat dinamis dan terbuka terhadap perkembangan sosial tanpa meninggalkan keutuhan makna wahyu. Penerapan metode tersebut terlihat jelas dalam analisis Saeed terhadap QS. An-NisA . :34, khususnya pada istilah qawwamn. Melalui pendekatan linguistik. Saeed menelusuri bentuk verba dan struktur kalimat untuk memahami fungsi semantik dari term tersebut. menegaskan bahwa kata qawwamn tidak menunjukkan superioritas laki-laki, melainkan peran sosial yang dibangun berdasarkan sistem tanggung jawab masyarakat Arab abad ke7. 26 Pendekatan ini mengonfirmasi bahwa bahasa dalam Al-QurAoan mengandung sistem tanda yang selalu terikat pada struktur sosial dan budaya tempat ia diturunkan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Saeed menolak penafsiran literal yang terlepas dari konteks kebahasaan. Dalam hal ini, ia sejalan dengan Toshihiko Izutsu yang menyatakan bahwa makna Al-QurAoan hanya dapat dipahami melalui analisis medan Muhammad Syukron Jayadi. Dedy Wahyudin, and Erma Suriani. AuJejak Sejarah Linguistik Dalam Perkembangan Ilmu Bahasa: Studi Tokoh-Tokoh Linguistik Terkemuka Dan Temuan,Ay SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS 4, no. : 167Ae86. 26 Saeed. Interpreting the QurAoan: Towards a Contemporary Approach. Abdus Shomad. AuOtoritas Laki-Laki Dan Perempuan: Studi Penafsiran Kontekstual Abdullah Saeed Terhadap Qs. an-Nisa 4: 34,Ay Jurnal Alif Lam: Journal of Islamic Studies and Humanities 3, no. : 1Ae21, https://doi. org/10. 51700/aliflam. Mayola Andika. AuReinterpretasi Ayat Gender Dalam Memahami Relasi Laki-Laki Dan Perempuan,Ay Musawa 17, no. : 137Ae52. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 semantik . emantic field analysi. Keduanya berasumsi bahwa setiap lafaz dalam Al-QurAoan memperoleh maknanya melalui relasi dengan lafaz lain di dalam sistem bahasa Arab. Selain itu, hasil analisis menemukan adanya korelasi epistemik antara teori Saussure dan pemikiran Saeed. Jika Saussure menegaskan relasi signifierAesignified dalam struktur bahasa. Saeed menegaskan adanya perbedaan antara meaning for original dan meaning for now dalam tafsir. Keduanya sama-sama menolak konsep makna tunggal yang absolut, dan menegaskan bahwa makna terbentuk melalui proses relasional dalam sistem tanda dan konteks sosial. Temuan lain memperlihatkan bahwa Saeed tidak sekadar mengadopsi teori linguistik Barat, tetapi melakukan rekontekstualisasi dalam bingkai epistemologi Islam. mengintegrasikan analisis struktural bahasa dengan prinsip maqAid al-sharAoah untuk memastikan bahwa makna tafsir tetap selaras dengan nilai-nilai keadilan dan kemaslahatan 29 Dengan demikian, metode Saeed merepresentasikan sintesis antara pendekatan linguistik modern dan hermeneutika QurAoani. Dari sisi metodologi penelitian, penerapan analisis kualitatif deskriptif dengan model Miles dan Huberman, yakni pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, membantu mengidentifikasi tahapan rasional dalam metode tafsir Saeed. Proses ini memungkinkan verifikasi data tekstual secara sistematis dan menghindari bias interpretatif. Sebagai hasil sintesis dari keseluruhan temuan, dapat disajikan tabel berikut yang memperlihatkan relasi konseptual antara Ferdinand de Saussure dan Abdullah Saeed, yang menjadi landasan penghubung antara teori strukturalisme linguistik dan tafsir kontekstualis Tabel 1. Relasi Konseptual antara Teori Strukturalisme Ferdinand de Saussure dan Metodologi Penafsiran Abdullah Saeed No Aspek Ferdinand de Abdullah Saeed Implikasi dalam Konseptual Saussure Penafsiran Hakikat Bahasa sebagai Al-QurAoan sebagai Tafsir dimulai dari Bahasa/Teks sistem tanda sistem makna yang struktur internal . yang saling terhubung bahasa sebelum bermakna melalui antar ayat dan menuju konteks relasi antarunsur. Prinsip Makna Makna lahir dari Makna dibedakan Makna teks wahyu relasi signifierAe antara meaning for bersifat dinamis dan signified dalam original . onteks awa. sistem tanda. dan meaning for now . onteks kekinia. Toshihiko Izutsu. God and Man in the QurAoan: Semantics of the QurAoanic Weltanschauung (Tokyo: Keio University Press, 2. 28 Latief. AuKontribusi Teoritik Strukturalisme Linguistik Dalam Wacana Hermenuetika Al-QurAoanAy. Aditya Nirwana and Wawan Eko Yulianto. AuMenggugat Stabilitas Makna: Suatu Pengantar Atas Semiotika Sosial,Ay Titian: Jurnal Ilmu Humaniora . 103Ae25, https://doi. org/10. 22437/titian. 29 Atho Mudzhar. Pendekatan Studi Islam (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2. 30 Rahmani. Murhayati, and Kholis. AuAnalisis Data Kualitatif. Ay Dari Struktur Bahasa ke Makna Kontekstual: Analisis Struktural-Linguistik atas Metodologi Tafsir Abdullah Saeed Ae Rifqatul Husna & M. Rofiqur Rahman Dimensi Analisis Fokus pada struktur internal bahasa . Tujuan Analisis Menyingkap sistem makna bahasa sebagai produk budaya. Menggabungkan struktur internal teks dengan konteks historis dan sosial. Menemukan relevansi normatif dan sosial Al-QurAoan bagi masyarakat modern. Tafsir bersifat integratif antara linguistik dan Tafsir menjadi jembatan antara teks wahyu dan Tabel 1 di atas memperlihatkan bahwa baik Ferdinand de Saussure maupun Abdullah Saeed berangkat dari asumsi dasar yang sama, yakni bahwa makna terbentuk melalui relasi antarunsur dalam suatu sistem tanda. Namun. Saeed memperluas prinsip tersebut ke dalam kerangka penafsiran Al-QurAoan dengan menambahkan dimensi historis dan sosial yang tidak terdapat pada teori Saussure. Perbedaan ini menjadikan pendekatan Saeed bukan sekadar penerapan strukturalisme linguistik, tetapi bentuk integrasi antara analisis bahasa dan pemaknaan religius. Oleh karena itu, hasil temuan ini membuka ruang diskusi lebih jauh mengenai bagaimana teori strukturalisme linguistik dapat disinergikan dengan hermeneutika QurAoani untuk menghasilkan metode tafsir yang tidak hanya ilmiah dan sistematis, tetapi juga kontekstual dan bernilai spiritual. Integrasi Strukturalisme Linguistik dan Hermeneutika QurAoani dalam Pemikiran Abdullah Saeed Beberapa hasil penelitian di atas memperlihatkan bahwa pendekatan Abdullah Saeed secara paradigmatik merefleksikan sintesis antara strukturalisme linguistik dan hermeneutika QurAoani. Saeed memahami Al-QurAoan sebagai teks bahasa yang sarat makna, di mana struktur kebahasaan berperan sebagai jembatan menuju pemahaman spiritual dan Pemikiran ini sejalan dengan pandangan Saussure bahwa makna linguistik lahir dari relasi antarunsur dalam sistem bahasa, bukan dari satu kata secara terpisah. 31 Dalam konteks tafsir. Saeed menegaskan bahwa makna Al-QurAoan bersifat dinamis dan terbuka terhadap rekontekstualisasi sosial. Pendekatan Saeed juga menunjukkan kritik terhadap model tafsir klasik yang cenderung ahistoris. Ia menolak pembekuan makna pada periode awal Islam dan menegaskan pentingnya memperhatikan konteks turunnya wahyu . sbAb al-nuz. , sebagaimana dikembangkan oleh Nasr Hamid Abu Zayd33 dan Mohammed Arkoun. Dengan cara ini, tafsir tidak lagi dipahami sebagai penjelasan tunggal terhadap teks, tetapi sebagai proses dialogis antara teks dan realitas manusia yang terus berubah. Saussure. Course in General Linguistics. Mukhotob Hamzah. AuPerbandingan Konsep Linguistik Ferdinand De Saussure Dan Abdul QAhir Al-JurjAni: Kajian Konseptual Jurnal Bahasa Dan Sastra,Ay Jurnal Bahasa Dan Sastra 9, no. , https://doi. org/10. 24036//jbs. 32 Saeed. Interpreting the QurAoan: Towards a Contemporary Approach. Widodo Hami. AuKontekstualisasi Makna Pendidikan Dalam Al-QurAoan Perspektif Hermeneutika Abdullah Saeed,Ay Al-Nizam: Indonesian Journal of Research and Community Service 2, no. : 49Ae69. 33 Nasr Hamid Abu Zaid. Mafhum Al-Nash (Bairut: Al-Markaz al-Tsaqafi al-Arbi, 1. 34 Mohammed Arkoun. Lectures Du Coran (Paris: Maisonneuve, 1. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 Analisis terhadap metodologi Saeed memperlihatkan bahwa bahasa tidak hanya dipahami sebagai alat penyampai pesan, tetapi juga sebagai sistem tanda wahyu yang mengandung struktur nilai. Ia menafsirkan Al-QurAoan dengan memadukan analisis linguistik . truktur tek. dan analisis sosial . truktur masyaraka. , yang keduanya membentuk makna secara koheren. 35 Pendekatan ini memperlihatkan bahwa struktur bahasa tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial tempat ia berfungsi. Dari perspektif hermeneutika. Saeed menerapkan prinsip bahwa makna teks wahyu selalu bersifat relasionalAiberubah ketika konteks sosial berubah. Pandangan ini memiliki akar dalam teori fusion of horizons milik Hans-Georg Gadamer . , di mana makna muncul dari pertemuan antara horizon teks dan horizon pembaca. Saeed memodifikasi teori tersebut dengan menekankan bahwa horizon wahyu bersifat normatif, sedangkan horizon pembaca bersifat historis. Integrasi keduanya menghasilkan makna yang relevan namun tetap berakar pada nilai-nilai ilahiah. Lebih jauh. Saeed memandang bahwa pendekatan struktural-linguistik mampu memperkuat rasionalisasi tafsir kontemporer. Ia menolak dikotomi antara tafsir normatif dan tafsir kontekstual, dengan menempatkan keduanya dalam hubungan dialektis. Dalam kerangka ini, struktur bahasa menyediakan kerangka makna, sementara konteks sosial menyediakan horizon aktualisasi makna. Diskusi ini juga memperlihatkan bahwa pemikiran Saeed memiliki implikasi teoretis yang signifikan terhadap pengembangan ilmu tafsir modern. Ia menegaskan bahwa studi tafsir seharusnya tidak hanya berorientasi pada doktrin keagamaan, tetapi juga pada pendekatan ilmiah yang menelusuri struktur kebahasaan secara objektif. Pandangan ini sejalan dengan Yasraf Amir Piliang yang menyatakan bahwa setiap teks memiliki dimensi hipersemiotikaAiyakni jalinan makna yang terus berkembang seiring perubahan masyarakat. Analisis terhadap QS. An-NisA . :34 menunjukkan keberhasilan pendekatan ini dalam menghasilkan tafsir yang lebih kontekstual dan adil. Dengan menempatkan struktur kalimat dan bentuk verba sebagai basis makna. Saeed menghindari pembacaan patriarkal terhadap 38 Penafsiran ini menunjukkan bahwa pendekatan linguistik-struktural dapat menghasilkan makna yang lebih inklusif dan sesuai dengan semangat keadilan sosial Islam. Keterpaduan antara pendekatan linguistik dan hermeneutika dalam pemikiran Abdullah Saeed menunjukkan adanya proses dialektika epistemologis yang kompleks. Saeed tidak berhenti pada analisis struktural terhadap bahasa wahyu, tetapi berupaya mengaitkannya dengan horizon nilai dan tujuan syariat. Dengan demikian, metode tafsir yang ia kembangkan bukan hanya bersifat tekstual, tetapi juga kontekstual dan etis. Integrasi ini memperlihatkan bahwa bahasa, konteks sosial, dan nilai-nilai moral tidak berdiri sendiri. Mubarak. AuMenimbang Strukturalisme Linguistik Dalam Kajian Metodologi Tafsir Al-QurAoan (Fiqh TaAowil Al-QurAoa. Ay 36 Kuntowioyo. Muslim Tanpa Masjid: Esai-Esai Agama. Budaya Dan Politik Dalam Bingkai Strukturalisme Transedental. 37 Piliang. Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna. Noval Sufriyanto Talani. Sukarman Kamuli, and Gita Juniarti. AuThe Problems of Semiotic Interpretation in Communication and Media Studies: A Critical Review,Ay Jurnal Magister Ilmu Komunikasi 9, no. : 103Ae16, http://journal. 38 Luciana Anggraeni. AuKontekstualisasi Tafsir Perempuan (Studi Pemikiran Abdullah Saee. ,Ay Ulumuddin: Journal Islamic Legal Studies . 36Ae51, https://doi. org/10. 22219/ulumuddin. 39 Esack. The QurAoan: A UserAos Guide. Dari Struktur Bahasa ke Makna Kontekstual: Analisis Struktural-Linguistik atas Metodologi Tafsir Abdullah Saeed Ae Rifqatul Husna & M. Rofiqur Rahman melainkan saling meneguhkan dalam membentuk pemahaman makna Al-QurAoan yang Untuk memperjelas hubungan dialektis tersebut, dapat disajikan tabel berikut yang merangkum sintesis konseptual antara dimensi linguistik struktural dan hermeneutika QurAoani dalam kerangka metodologi tafsir Abdullah Saeed. Tabel 2. Sintesis Integratif antara Linguistik Struktural dan Hermeneutika QurAoani dalam Metodologi Abdullah Saeed No Dimensi Aspek Linguistik Aspek Sintesis Abdullah Analisis Struktural Hermeneutika Saeed QurAoani Ontologi Bahasa sebagai Wahyu sebagai teks Teks wahyu dipahami Teks sistem tanda ilahi dengan sebagai sistem tanda . angueAeparol. struktur nilai bermakna spiritual Epistemologi Makna bersifat Makna lahir dari Makna tafsir Makna relasional dan dialog teksAe kontekstual sebagai hasil dialog relasional Metodologi Fokus pada relasi Fokus pada konteks Analisis integratif Analisis historis dan moral antara struktur bahasa dan nilai sosial Tujuan Mengungkap Menemukan Mewujudkan tafsir Tafsir sistem makna petunjuk normatif ilmiah, kontekstual, dan maqAid Implikasi Pendekatan ilmiah Pendekatan nilai Model tafsir ilmiah-etik Akademik pada teks terhadap wahyu dalam studi kontemporer Al-QurAoan Dari tabel 2 di atas, bisa dikatakan bahwa pendekatan Saeed memperluas horizon hermeneutika QurAoani dengan menjadikan bahasa sebagai pintu masuk utama. memperlihatkan bahwa bahasa wahyu memiliki sistem yang unik, tetapi tetap dapat dianalisis secara ilmiah. Dengan cara ini, tafsir menjadi kegiatan ilmiah yang menuntut kepekaan linguistik sekaligus kesadaran spiritual. Secara metodologis, pendekatan Saeed menegaskan pentingnya prosedur analisis yang sistematis dalam studi tafsir. Dengan memanfaatkan model Miles dan Huberman dalam kerangka penelitian pustaka, tafsir dapat dianalisis secara rasional tanpa kehilangan nilainilai normatifnya. 40 Ini menunjukkan bahwa studi tafsir dapat menempati posisi sejajar dengan ilmu sosial dan humaniora lain dalam tradisi ilmiah modern. Dari sisi praktis, hasil penelitian ini memiliki relevansi terhadap pengembangan kurikulum tafsir di perguruan tinggi Islam. Model Saeed dapat dijadikan pendekatan pembelajaran yang mendorong mahasiswa berpikir kritis dan kontekstual terhadap teks suci. Pendekatan ini sejalan dengan upaya moderasi beragama yang menekankan toleransi, keadilan, dan kemanusiaan universal. Rahmani. Murhayati, and Kholis. AuAnalisis Data Kualitatif. Ay Mudzhar. Pendekatan Studi Islam. Dhea Gita Ananda. Aisyah Puspita, and Dewi Lidia. AuPendidikan Moderasi Beragama:Membangun Toleransi Dan Keberagaman,Ay Al-IKTIAR: Jurnal Studi Islam 1, no. Jurnal Keislaman. Volume 08. Nomor 02. September 2025 Diskusi ini akhirnya menegaskan bahwa integrasi antara strukturalisme linguistik dan hermeneutika QurAoani menghasilkan paradigma tafsir yang ilmiah, rasional, dan adaptif. Dengan menjadikan struktur bahasa sebagai fondasi dan konteks sosial sebagai horizon. Saeed berhasil menawarkan model tafsir yang menghubungkan teks wahyu dengan kehidupan modern tanpa mengorbankan kesakralannya. Pendekatan ini membuktikan bahwa metode linguistik, ketika disinergikan dengan prinsip-prinsip teologis Islam, dapat memperkuat relevansi Al-QurAoan sepanjang masa. Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan tafsir kontekstual Abdullah Saeed merepresentasikan sintesis yang matang antara teori strukturalisme linguistik Ferdinand de Saussure dan hermeneutika QurAoani. Saeed berhasil mengonstruksi metode penafsiran yang ilmiah, rasional, dan kontekstual melalui empat tahapan utama: analisis makna linguistik, pemahaman konteks historis-sosial, interpretasi makna kontemporer, serta formulasi penerapan nilai-nilai wahyu. Melalui kerangka ini, teks Al-QurAoan tidak lagi dipahami secara statis, tetapi sebagai sistem makna yang hidup dan dinamis. Implikasi penelitian ini memperkaya studi tafsir kontemporer dengan menunjukkan bahwa analisis linguistik dapat menjadi fondasi epistemologis yang kuat dalam hermeneutika QurAoani. Integrasi antara struktur bahasa dan konteks sosial tidak hanya memperkuat validitas metodologis tafsir, tetapi juga memperluas relevansinya terhadap persoalan kemanusiaan modern. Pendekatan Saeed ini dapat menjadi model pembelajaran dan penelitian tafsir yang menumbuhkan nalar kritis, ilmiah, dan kontekstual di lingkungan akademik Islam. Keterbatasan penelitian ini terletak pada fokus analisis yang masih bersifat konseptual dan belum disertai uji empiris terhadap berbagai karya tafsir lain yang menggunakan pendekatan serupa. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji validitas model ini melalui analisis komparatif lintas-mufasir atau penerapan pada tema-tema sosial kontemporer, seperti gender, keadilan, dan pluralisme dalam tafsir Al-QurAoan. Daftar Pustaka