Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku Keagamaan Siswa Melalui Pendidikan Agama Islam Dewi Immaniar Desrianti1 Fitra Putri Oganda2 Desy Apriani3 Lutfia Arba'ani Amanattullah Budiman4 Universitas Raharja Jl. Jendral Sudirman No. 40,RT002/RW006. Cikokol. Indonesia E-mail: dewi. immaniar@raharja. putri@raharja. desy@raharja. lutfiaarbaani@raharja. ABSTRAK Media sosial saat ini memiliki berbagai bentuk dan fungsi untuk memuaskan pengguna, namun paling banyak dikenal dan dicintai pada kalangan remaja terutama oleh pelajar dan siswa adalah Twitter. Facebook. WhatsApp. Instagram dan lainnya yang terbaru. Kemudahan akses jaringan di zaman sekarang mempermudah para siswa atau remaja dapat mengakses tanpa berfikirkan terlebih dahulu bagaimana dampak positif-negatifnya dari media sosial tersebut. Bagi para pemuda yang kehidupannya terpusat dengan materi maka akan mempengaruhi kemiskinan mental dan pada akhirnya akan mengarah pada kehidupan yang terdistorsi karena tren global yang mendesak. Dengan penggunaan metode Penelitian kualitatif yang menerapkan metode lebih detail pada objek. Berdasarkan hasil dari investigasi yang cermat dan mendalam, para peneliti memberikan kesimpulan bahwa jejaring sosial sudah menjadi suatu hal yang bisa dikatakan sebagai kebutuhan remaja atau siswa, sulit untuk memisahkannya dari remaja atau siswa, dan cara hidup di komunitas mereka. Media sosial dalam penggunaan media sosial memiliki plus minus tergantung dari etika atau aturan pengguna . ketika berinteraksi dengan media sosial, namun perlu diberikan solusi pendidikan agama Islam yang memperkuat siswa dalam penggunaan media sosial. Sebuah metode yang sistematis dan serius dan sekolah yang komprehensif adalah sebagai perlindungan untuk diri yang kuat untuk para remaja atau siswa. Tenaga pengajar harus dapat mengakses teknologi informasi dan komunikasi serta kemampuan yang prima. Selanjutnya, membangun komunikasi dan kerjasama yang harmonis dengan orang tua, dan menyelaraskan pekerjaan pengawasan dan pengawasan harus ada pemisahan agar remaja atau siswa dapat berinteraksi menggunakan Media sosial dalam pemantauan dan pengendalian. Kata kunci: Keagamaan siswa dalam berperilaku. Media Sosial. Pengaruh Pendidikan Agama Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - ABSTRACT Social media currently has various forms and functions to satisfy users, but the most widely known and loved among teenagers, especially by students and students, are Twitter. Facebook. WhatsApp. Instagram, and the latest ones. The ease of network access today makes it easier for students or teenagers to access it without thinking about the positive and negative impacts of social media. For young people whose lives are centered on material things, it will affect mental poverty and will eventually lead to a distorted life due to urgent global trends. With the use of qualitative research methods that apply more detailed methods to the object. Based on the results of a careful and in-depth investigation, the researchers concluded that social networking has become something that can be said as a need for teenagers or students, it is difficult to separate them from teenagers or students, and a way of life in their communities. Social media is the use of social media has pluses and minuses depending on the ethics of user rules when interacting with social media, but it is necessary to provide Islamic religious education solutions that strengthen students in the use of social media. A systematic and serious method and a comprehensive school are strong self-protections for teenagers or students. Teaching staff must be able to access information and communication technology as well as excellent abilities. Furthermore, building harmonious communication and cooperation with parents, and harmonizing the work of supervision and supervision there must be separated so that adolescents or students can interact using social media in monitoring and controlling. Keywords: Student's Religion in Behavior. Social Media. The Influence of Religious Education PENDAHULUAN Perkembangan pada Ilmu Pengetahuan Teknologi Komunikasi zaman yang modern sekarang begitu sangat melesat dan tak terbendung ini tidak dapat dipungkiri telah berdampak sangat besar dan berpengaruh secara disadari maupun tidak disadari oleh masyarakat sekitar, khususnya kaum muda, dan lebih utamanya terhadap remaja atau siswa yang masih menjadi pelajar. Selain jumlah sarana teknologi informasi komunikasi zaman sekarang yang memberikan kemampuan pelayanan yang dapat tidak terbatas pada sarana komunikasi khususnya komunikasi secara verbal, dimana para pengguna atau user dapat mengenali wajah dan bentuk pengguna karena dapat berkomunikasi secara langsung sebagai . atap muk. Dengan hingga individu. Anda lebih dekat dengan rekan-rekan Anda dengan akses media sosial. Jejaring sosial saat ini memiliki banyak bentuk yang berbeda, tetapi adalah yang paling dikenal dan dicintai oleh anak muda, yang lebih utama remaja atau siswa adalah Twitter. Facebook. WhatsApp. Instagram dan lainnya yang terbaru. Kemudahan dalam mengakses jaringan seperti ini memberikan kemudahan bagi para remaja atau siswa untuk dapat mengakses sosial media terlepas dari positif dan negatifnya yang akan diterima. Bagi para pemuda yang kehidupannya terpusat dengan materi maka akan mempengaruhi kemiskinan mental dan pada akhirnya akan mengarah pada kehidupan yang terdistorsi karena tren global yang mendesak. Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - Tinjauan Pustaka Perguruan Islam MathlaAoul Anwar Gerakan Ormas Perguruan Islam MathlaAoul Anwar adalah organisasi masyarakat yang terdapat fokus atau konsentrasi pada bidang dakwah, pendidikan dan sosial. Sejak 10 Juli 1916 Perguruan MathlaAoul Anwar telah berdiri. Kantor pusat Pengurus Besar terletak di Menes Prov. Banten. Perguruan MathlaAoul Anwar telah berkonsisten dengan senantiasa untuk mengabdi pada umat dalam bidang dakwah, pendidikan dan sosial. Kurang lebih hampir 6000 Madrasah telah berkembang di seluruh daerah Indonesia merupakan telah terbuktikan gerakannya dalam memfasilitasi layanan pendidikan Islam kepada masyarakat. Sosial Media Halaman web yang dapat setiap orang gunakan untuk membuat halaman web personal lalu setelah itu dapat menghubungi temannya, saudara dan lainnya untuk berkomunikasi ataupun saling berbagi dan bertukar informasi merupakan yang dimaksud Media Sosial. Twitter dan Facebook merupakan media sosial terbesar penggunanya. Dimana Media Sosial perlu menggunakan jaringan internet dan bila menggunakan media cetak dan media broadcast dapat disebut sebagai media tradisional (Rahmad, 2009, halaman. Menurut Leysa Khadzi Fi . 3, halaman. AuTata bahasa yang meliputi kata AuSosialAy memiliki arti dari sebuah interaksi sosial ataupun kemasyarakatan dan AuMediaAy merupakan yang menjadi sebuah tempat sosial dan dapat disebut sebuah wadah interaksiAy. Teknologi Komunikasi Perangkat keras yang terdapat kandungan nilai pada sosial dalam struktur organisasi, sehingga setiap orang dapat mengumpulkan, mengolah, dan bertukar informasi dengan orang lain merupakan pengertian Teknologi Komunikasi. Sebagai manusia dalam kehidupannya sehari-hari perlu adanya bersosialisasi ataupun interaksi dengan manusia lainnya. Alat interaktif kumulatif ini umumnya disebut dengan komunikasi adalah interaksi antar manusia Saling ketergantungan, baik interaksi secara individu maupun secara berkelompok. (Noegroho, 2010, halaman. Teknologi komunikasi adalah Alat interaktif kumulatif sering disebut komunikasi, yaitu saling ketergantungan antara manusia, untuk kelompok maupun individu. Komala . Berdasarkan dengan definisi tersebut dapat disimpulkan, bahwasaannya Teknologi komunikasi adalah sebuah perangkat keras yang digunakan oleh pengguna untuk mengumpulkan, mengirimkan, menerima atau bertukar informasi antara suatu pihak dan pihak lainnya, sehingga membangun interkoneksi antara kedua pihak dan pada akhirnya mengarah pada proses komunikasi. Pengaruh Media Sosial Terhadap Perilaku Remaja Salesforce Rypple menjelaskan bahwa pada hasil penelitian melalui infografis Panaboard, mengatakan dari lima hanya terdapat satu remaja dan dari dua puluh terdapat satu remaja menyatakan bahwa Facebook dan Twitter berdampak negatif untuk mereka. Dengan demikian sebagian dari para responden menyatakan bahwa media sosial membuat mereka dalam menggunakannya terasa nyaman pada diri sendiri (Rahmad, 2009, halaman. Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - Media Sosial memiliki Dampak Positif Dan Negatif dalam penggunaannya berikut Dampak Positif berdasarkan dari (Leysa Khadzi Fi 2013, hlm. Memperbanyak serta memperluas pertemanan. Dapat mengembangkan serta mempelajari keterampilan sosial dan teknis yang sangat diperlukan pada era digital saat ini. Dapat termotivasi dalam mempelajari serta dalam pengembangan diri dari teman yang ditemukan pada media sosial. Menimbulkan rasa empati, perhatian, dan lebih bersahabat dengan situs yang ada pada media sosial. Menjadikan media untuk lebih memudahkan, lebih cepat, efektif dan efisien dalam pertukaran informasi maupun data. Dapat berkomunikasi jarak jauh bahkan dapat melakukan komunikasi face to face menggunakan media sosial seperti instagram. Mempermudah pencarian informasi maupun data dengan menggunakan internet Berikut Dampak Negatif berdasarkan ( Leysa Khadzi Fi 2013, hlm. Media sosial sering kali membuat remaja dan siswa kurang peduli dengan orang lain Menjadi malas untuk melakukan interaksi langsung atau nyata. Untuk anak-anak bahkan remaja dalam media sosial belum ada aturan tata bahasa yang membuat rasa sulit untuk membedakan antara berkomunikasi langsung di dunia nyata dan media sosial hal ini tidak jarang terjadi. Tidak jarang media sosial digunakan oleh oknum tidak melakukan tanggung jawab dalam melakukan penipuan yang merugikan orang lain. Dengan kapasitas pengiriman terbuka informasi properti Internet, pornografi . Terdapat peningkatan dalam melakukan suatu kejahatan maupun aksi porno, dapat dimotivasi dari di hal tersebut. Pada jaringan Internet terdapat gambar porno dan kekerasan yang dapat menawarkan peluang bagi seseorang untuk bertindak kejahatan. Disalah gunakan untuk melakukan perjudian online yang ada pada internet. Pendidikan Islam Pendidikan Islam merupakan pengajaran rohani maupun jasmani, rohani berdasarkan syariat dalam Islam yang berorientasi pada pembentukan kepribadian utama menurut standar Islam. Pendidikan Islam adalah upaya orang dewasa muslim yang sadar dan taat untuk membimbing dan membimbing anak-anak melalui ajaran Islam. AuTujuan pendidikan Islam adalah kesempurnaan manusia di dunia ini dan akhiratAy Menurut al-Ghazali. Islam mengharapkan bahwasaannya tujuan hidup manusia merupakan untuk menciptakan Manusia sebagai Hamba Allah, bertakwa, dan mampu memperoleh kebahagiaan dalam hidup ini dan di akhirat. Islam dan Remaja Pada tahun 1974. WHO menerbitkan pengertian atau definisi konseptual Remaja. Terdapat 3 kriteria definisi tersebut, yaitu psikologis, sosial ekonomi, dan biologis. Dengan definisi lengkap seperti berikut : Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - Setiap pribadi diri individu terjadi pengembangan psikologis dan pola identifikasinya dari asal mula anak-anak menjadi remaja. Adanya perubahan dari hal ketergantungan sosial ekonomi yang secara utuh pada kondisi yang lebih mandiri dan relatif. Sarwono . 2, hlm. Seseorang telah berkembang pertama kali dia menunjukkan karakteristik seks seksualnya, sampai dia mencapai kematangan seksualnya. Demikian pula menurut ajaran Islam, masa remaja merupakan masa yang penuh tantangan untuk dialami seseorang. Remaja dapat disebut dengan baligh dalam ajaran islam, dimana saat sudah memasuki waktu baligh semua amal perbuatan baik maupun buruk ditanggung oleh diri sendiri dan dapat diperhitungkan dalam aturan Islam. Sikap Beragama Remaja Sikap beragama adalah kondisi yang terdapat dalam diri manusia yang menyebabkan mereka bertindak sesuai dengan tingkat ketaatan diri mereka terhadap agama. (Jalaluddin 2010, hlm. Sikap beragama ini didasarkan pada korespondensi antara keyakinan sebagai elemen kognitif, emosi religius sebagai elemen emosional, dan perilaku religius sebagai elemen emosional. Oleh karena itu, bisa dimengerti bahwasaannya sikap agama adalah suatu integrasi kompleks di antara perasaan agama , pengetahuan agama, dan tindakan diri. Hal tersebut menunjukkan bahwa sikap keagamaan berkaitan erat pada suatu gejala psikiatrik. METODOLOGI PENELITIAN Penulis menggunakan metode penelitian AuQualitative ResearchAy atau Penelitian AuQualitative research is best suited to address a research problem in which you do not know the variables and need to explore. The literature might yield little information about the phenomenon of study, and you need to learn more from participants through exploration. Ay (Creswell, 2012, halaman. Intinya adalah penelitian kualitatif lebih tepat digunakan untuk memecahkan sebuah masalah penelitian yang peneliti belum mengetahui variabel dan perlu mengeksplorasi. Memungkinkan bahwa literatur dapat menghasilkan adanya sebuah informasi mengenai fenomena atau suatu objek yang dianalisis, dan peneliti harus melakukan penelitian jauh lebih banyak lagi tentang objek yang dianalisis dan mengeksplorasi jauh lebih lanjut terhadap objek. Pada penelitian ini secara khusus menggunakan pendekatan case study, seperti yang dikemukakan Lincoln dan Guba mengatakan suatu penelitian kualitatif bisa juga disebut dengan studi kasus atau kualitatif, yaitu studi yang lebih dalam dan lebih detail yang mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan subjek maupun objek penelitian tersebut. Jenis penelitian yang berusaha menemukan/mendeteksi suatu peristiwa atau kejadian yang sangat langka dan memerlukan penelitian yang lebih terukur, terstruktur, empiris, rasional dan Oleh karena itu, penelitian studi kasus sangatlah relevan dengan topik penelitian media sosial dipengaruhi perilaku keagamaan siswa dan solusinya dengan melalui pendidikan agama Islam. Siswa-Siswi pada Perguruan MathlaAoul Anwar Batujaya. Karawang menjadi Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - objek dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Sosial Media kini telah menjadi suatu kebutuhan yang cukup sulit dipisahkan dari remaja dan siswa Sering dan bahkan hampir pada setiap waktu hingga telah begitu banyak waktu yang dipakai untuk melakukan komunikasi melalui media sosial, sebagai wujud eksistensi mereka dalam komunitasnya. Manfaat lainnya adalah siswa dapat menggunakan media sosial sebagai sumber informasi untuk tugas sekolahnya, bahkan ada yang dapat menggunakannya sebagai media untuk kegiatan bisnis. Hal tersebut yang membuat media sosial menjadi suatu kebutuhan yang cukup sulit dipisahkan dari remaja dan siswa. Pengaruh positif dan negatif dari media sosial Media Sosial terdapat pengaruh yang berdampak Positif dan Negatif dalam penggunaannya berdasarkan dengan cara pengguna dalam menggunakan media sosialnya, bila pengguna menggunakan media sosial dengan bijak untuk perilaku positif seperti menggunakannya untuk membangun jaringan atau sebuah komunitas yang memberikan manfaat, digunakan untuk mendapatkan bahan pembelajaran, digunakan untuk berwirausaha dan lainnya hal-hal yang positif maka pengaruh positif akan didapatkan user, tetapi apabila pengguna menggunakannya tidak bijak untuk suatu hal yang menyimpang seperti digunakan untuk mengakses konten negatif, melakukan hack, melakukan plagiarisme, melakukan penipuan dan lainnya hal-hal yang negatif maka pengaruh negatif yang didapat user. Solusi untuk menjaga serta melindungi siswa dan remaja dalam penggunaan media Berikut beberapa solusi agar siswa dan remaja dapat terjaga dan terlindungi dalam penggunaan media sosial : Menyelenggarakan Pendidikan Agama Islam di sekolah secara teratur, serius dan komprehensif, dengan Pendidikan Agama menjadi memiliki landasan yang kuat untuk setiap manusia dan dengan Pendidikan Agama manusia dapat terus berusaha dan berupaya untuk dirinya selalu melakukan semua hal baik. Proses penyampaian pembelajaran kepada para siswa, tenaga pengajar harus memiliki keterampilan dan kemampuan yang lebih baik untuk akses jaringan teknologi informasi dan komunikasi, seperti jejaring sosial, sehingga pengajar dapat memberikan pemantauan, orientasi dan pengajaran sebagai upaya untuk memberikan pemahaman siswa yang lengkap . Mengenai informasi tentang teknologi dan komunikasi sehingga Anda dapat menggunakannya yang memiliki dampak positif dalam perilaku agama Komunikasi dan pekerjaan komunikasi dan pekerjaan sama dengan orang tua sehingga distribusi hak pemantauan dan tindak lanjut hubungan baik antara orang tua dan sekolah sehingga dapat perilaku interaksi untuk siswa dengan jejaring sosial dapat dimonitor , dikendalikan dan dikendalikan sehingga penggunaan didorong untuk penggunaan Alphabet Jurnal Wawasan Agama Risalah Islamiah. Teknologi dan Sosial (Al-Waarit. Vol. 1 No. 1 Oktober 2021 p-ISSN:e-ISSN - jejaring sosial positif dalam pelatihan perilaku agama siswa. KESIMPULAN Hampir setiap saat hingga banyak waktu yang siswa dan remaja pakai dalam berkomunikasi menggunakan media sosial, sebagai wujud eksistensi mereka dalam komunitasnya untuk penggunaan media sosial. Media Sosial terdapat pengaruh dampak Positif dan dampak Negatif dalam penggunaannya berdasarkan dengan cara pengguna dalam menggunakan media sosialnya, bila pengguna menggunakan media sosial dengan bijak untuk perilaku positif seperti menggunakannya untuk membangun jaringan atau sebuah komunitas yang memberikan manfaat, digunakan untuk mendapatkan bahan pembelajaran, digunakan untuk berwirausaha dan lainnya hal-hal yang positif maka pengaruh positif akan didapatkan user, tetapi apabila pengguna menggunakannya tidak bijak untuk suatu hal yang menyimpang seperti digunakan untuk mengakses konten negatif, melakukan hack, melakukan plagiarisme, melakukan penipuan dan lainnya hal-hal yang negatif maka pengaruh negatif yang didapat Dan ada solusi untuk menjaga serta melindungi siswa dalam menggunakan media sosial ada tiga diantaranya yaitu. Menyelenggarakan Pendidikan Agama Islam di sekolah secara teratur, serius dan komprehensif. Dengan Pendidikan Agama dapat menjadi landasan yang kuat untuk setiap manusia dan dengan Pendidikan Agama manusia dapat terus berusaha dan berupaya untuk dirinya selalu melakukan semua hal baik, pendidik harus memiliki keterampilan dan kemampuan yang baik untuk mengakses teknologi informasi dan komunikasi, seperti jejaring sosial, sehingga pengajar dapat memberikan pemantauan, orientasi dan pengajaran sebagai upaya untuk memberikan pemahaman siswa yang lengkap. Komunikasi dan pekerjaan komunikasi dan pekerjaan sama dengan orang tua sehingga distribusi hak pemantauan dan tindak lanjut hubungan baik antara orang tua dan sekolah sehingga perilaku interaksi untuk siswa dengan jejaring sosial dapat dimonitor , dikendalikan dan dikendalikan sehingga penggunaan didorong untuk penggunaan jejaring sosial positif dalam pelatihan perilaku agama siswa. DAFTAR PUSTAKA