Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media Vol. No. May 2022 Page: 170-174 e-ISSN: 2746-3583 p-ISSN: 2775-4537 Pengaruh Supervisi Kepala Sekolah terhadap Kompetensi Pedagogik Guru Mita Anggraini SD Negeri 104 Palembang Corresponding author e-mail: mita. qalesya@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru di SD Negeri 104 Palembang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptip dengan pendekatan kuantitatip untuk melihat pengaruh variabel supervisi kepala sekolah terhadap variabel kompetensi pedagogik guru melalui pengujian hipotesis. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang relevan dengan kedua variabel sebagai alat pengumpul data yang didistribusikan kepada 28 responden dari SD Negeri 104 Palembang. Berdasarakan hasil penelitian yang telah dilakukan terdapat pengaruh positip dan signifikan supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru di SD Negeri 104 Palembang. Kata Kunci: Supervisi. Kepala Sekolah. Kompetensi Pedagogik Abstract This study aims to determine the effect of principal supervision on the pedagogic competence of teachers at SD Negeri 104 Palembang. The type of research used is descriptive analysis with a quantitative approach to see the effect of the principal's supervision variable on the teacher's pedagogic competence variable through hypothesis testing. This study uses a questionnaire relevant to the two variables as a means of collecting data which was distributed to 28 respondents from SD Negeri 104 Palembang. Based on the results of the research that has been carried out, there is a positive and significant effect of principal supervision on the pedagogic competence of teachers at SD Negeri 104 Palembang. Keywords: Supervision. Principal. Pedagogic Competence Pendahuluan Pendidikan merupakan proses yang sangat berpengaruh terhadapan kehidupan manusia untuk mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Sekolah merupakan salah satu tempat melaksanakan pendidikan secara formal yang melibatkan kepala sekolah dalam melakukan pengawasan, guru dan peserta didik yang melaksanakan proses pembelajaran atau yang sering disebut proses belajar mengajar. Untuk mencapai tujuan Pendidikan Nasional, maka semua yang pihak yag terlibat haruslah melaksanakan tugas dan fungsinya masingmasing dengan penuh tanggung jawab. Peningkatan kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia atau pihak-pihak yang terlibat dalam proses pendidikan. Guru sebagai sumber daya yang sangat berperan dalam peningkatan mutu pendidikan, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya perlu mendapat pengawasan dari Kepala Sekolah sebagai atasannya. Disamping itu seorang guru perlu mempunyai kompetensi pedagogik dalam melakukan proses pembelajaran, agar dapat menghasilkan peserta didik yang berkualitas dan berdaya guna. Guru sebagai pelaksana proses pendidikan harus memiliki kompetensi yang memadai untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas melalui kinerjanya. Daryanto . menyatakan Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 170-174 Mita Anggraini Aukompetensi guru adalah pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dan psikomotorik dengan sebaik-baiknyaAy. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Bab IV Pasal 10 Ayat 1, ada empat kompetensi yang wajib dimiliki oleh seorang guru, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional yang semuanya itu diperoleh melalui pendidikan profesi, di mana kompetensi pedagogik sangat berperan dalam melaksanakan proses belajar mengajar bagi seorang guru. Menurut Ramayulis . , kompetensi pedagogik guru meliputi: pemahaman terhadap peserta didik, kemampuan mengelola dan melaksanakan pembelajaran, kemampuan memanfaatkan teknologi pembelajaran, kemampuan melaksanakan evaluasi terhadap hasil belajar, pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik merupakan kompetensi yang menuntut guru untuk dapat mengelola pembelajaran bagi peserta didiknya, agar tercipta pembelajaran yang menarik. Namun keberhasilan pencapaian kualitas pembelajaran tidaklah lepas dari peran serta seorang kepala sekolah. Di mana kepala sekolah sebagai pimpinan tertinggi yang sangat berpengaruh dalam lingkungan sekolah, haruslah mempunyai kemampuan akademik dan administrasi sekolah. Kepala sekolah merupakan inovator, motivator dan supervisor bagi tenaga pendidik, kependidikan dan peserta didik. Oleh karena itu kepala sekolah sangat perlu melakukan pengawasan . terutama terhadap gurudalam rangka peningkatan dan pengembangan kompetensi guru, memberikan layanan kepada guru dengan sasaran akhir pencapaian tujuan pendidikan dan pertumbuhan pribadi peserta didik. Dalam hal ini supervisi yang dilakukan kepala sekolah dapat berupa supervisi akademik dan supervisi administrasi. Menurut Wahyudi . , supervisi pendidikan berperan memberikan kemudahan dan membantu kepala sekolah dan guru mengembangkan potensi secara optimal. Melalui supervisi ini guru diberi kesempatan untuk meningkatkan kinerjanya. Supervisi merupakan usaha atau bantuan yang dilakukan oleh supervisor kepada guru-guru untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pengajaran termasuk pertumbuhan dan sosialnya. Salah satu manfaat supervisi ini adalah bisa membantu dan memberikan kemudahan kepada guru untuk belajar meningkatkan kemampuan mereka guna mewujudkan tujuan belajar peserta didik. SD Negaeri 104 Palembang adalah salah satu sekolah yang beralamat di jalan Batu Karang komp. Multi Wahana. Sako. Kec. Sako. Kota Palembang Prov. Sumatera Selatan. Hasil observasi sementara melalui wawancara dengan kepala SDN 104 Palembang dan melihat buku cacatan tentang supervisi yang sudah dilaksanakan, secara umum masih banyak kendala yang berkaitan dengan pelaksanaab supervisi kepala sekolah dan masih rendahnya pemahaman guru bagaimana mengimplementasikan kompetensi pedagogik dalam proses Rendahnya kompetensi pedagogik guru akan berpengaruh terhadap kegiatan di sekolah dan akhirnya berpengaruh pula terhadap pencapaian tujuan pendidikan. Untuk mengatasi kendala tersebut perlu di cari penyebabnya. Sebenarnya penelitian yang senada telah dilakukan oleh beberapa peneliti, dengan berbagai kajian yang tentunya berbeda dengan yang peneliti lakukan diantaranya Wibowo . Harjanto . Darmawati. Munjin, dan Seran . Sidiq . Reziki dan Dacholfany . Anggraeni . Dari penelitian terdahulu tersebut banyak mengkaji tentang kinerja guru, gaya kepemimpinana, mutu sekolah, supervisi kepala sekolah dan menganalisis tentang kompetensi pedagogik yang dimiliki guru. Untuk itu, kebaruan dari penelitian ini merujuk pada hal penting yang perlu diriset dan belum memperoleh perhatian yang memadai dari riset-riset sebelumnya yaitu mengkaji secara mendalam tentang pengaruh pelaksanaan supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik yang dimiliki guru, dengan lokasi dan sampel penelitian yang berbeda. Dengan telah dilaksanakannya penelitian Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 170-174 Mita Anggraini ini akan memberikan kontribusi pada Ilmu pengetahuan dan teknologi umumnya dan pelaksnaan akademik disekolah, terlebih khusus lagi memberikan kontribusi kepada kepala sekolah dan guru yang semuanya berhubungan langsung dengan proses pembelajaran. Metode Penelitian Pada penelitian ini metode yang gunakan peneliti adalah pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru di SD Negeri 104 Palembang. Menurut Sugiyono . metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada sifat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu yang memiliki tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan dan digeneralisasikan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sama dengan populasi dikarenakan jumlah sampel kurang dari 100 orang, yaitu 28 orang guru. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang berupa daftar pertanyaan/ pernyataan yang ada hubungannya dengan setiap variabel dengan 5 skala likert, selain itu data juga diperoleh dari dokumentasi. Dalam penelitian ini dilakukan uji coba instrument, yaitu Uji Validitas dan Uji Reliabilitas. Dalam menganalisis data peneliti menggunakan 2 macam analisis yakni: Analisis Statistik Deskriptif dan Inferensial. Hasil dan Pembahasan Uji Validitas Hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 25. 0 for window menunjukan hasil uji validitas baik 7 pertanyaan pada variabel supervisi kepala sekolah (X) maupun 15 pertanyaan pada variabel kompetensi pedagogik (Y) pada taraf nyata () = 0,05 . %) keseluruhan item pertanyaan dinyatakan valid, berarti seluruh pertanyaan pada instrument tersebut dapat digunakan sebagai alat ukur yang valid dalam analisis selanjutnya. Uji Reliabilitas Perhitungan uji reliabilitas variabel supervisi kepala sekolah (X) menggunakan versi 25. for window, diperoleh nilai Cronbach's Alpha sebesar 0. 769 > 0. 6, dengan jumlah pertanyaan sebanyak 7 item. Karena nilainya lebih dari 0. 6, maka dapat disimpulkan bahwa instrument yang digunakan dalam variabel supervisi kepala sekolah (X) ini reliabel. Analisis Regresi Linier Sederhana Diketahui besarnya koefisien regresi supervisi kepala sekolah (X) diperoleh sebesar 2. bernilai positif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap terjadi peningkatan supervisi kepala sekolah (X) sebesar 1 satuan maka akan diikuti oleh penurunan kompetensi kedagogik Guru (Y) sebesar 2. 031 satuan, atau sebaliknya apabila terjadi penurunan supervisi kepala sekolah (X) sebesar 1 satuan maka akan diikuti oleh peningkatan kompetensi kedagogik Guru (Y) sebesar 2. 031 satuan. Uji t Berdasarkan hasil pengolahan data denga program SPSS di atas diketahui nilai t hitung variabel X . upervisi kepala sekola. adalah sebesar 4. Karena nilai thitung 4. 964 > ttabel 048, maka dapat disimpulkan bahwa H1 atau hipotesis pertama diterima. Artinya ada pengaruh Supervisi Kepala Sekolah (X) terhadap Kompetensi Pedagogik Guru (Y). Pengujian Koefisien Determinasi (R. Berdasarkan pengolahan data dengan SPSS maka diperoleh hasil koefisien determinasi seperti yang terdapat pada tabel 5 di atas, bahwa nilai R2 sebesar 0. 487 atau sebesar 48. Journal of Innovation in Teaching and Instructional Media, 2 . : 170-174 Mita Anggraini Dari hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik guru sebesar 7% dapat dijelaskan oleh supervisi kepala sekolah, sedangkan sisanya 51. 3% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan adanya pengaruh yang signifikan variabel supervisi kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru di SD Negeri 104 Palembang, sebagaimana yang di tunjukan dari hasil analisis statistic inferensial dengan menggunakan analisis regresi bahwa variabel supervisi kepala sekolah (X) memiliki nilai thitung 4. 964 > ttabel 2. 048 dengan probabilitas signifikansi sebesar 0. 000 < () 0,05, sehingga variable supervisi kepala sekolah (X) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru (Y). Kesimpulan Berdasarkan uraian hasil analisis dan pembahasan pada penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara dan Supervisi Kepala Sekolah Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru di SD Negeri 104 Palembang, di mana pengaruh tersebut sebesar 0. 487 atau 48. Hal ini menunjukan semakin baiknya supervisi kepala sekolah maka akan semakin meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Daftar Pustaka