Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No.1 Juni, 2025 : 1-15 IMPLEMENTASI PENDEKATAN SUPERVISI DIREKTIF DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU MI NURUL JADID PROBOLINGGO Khoirotun Nisail Fitri Institut Ahmad Dahlan Probolinggo Nisailnisail07@gmail.com Ashari Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto ashari@uac.ac.id Abstract This study aims to analyze the implementation of the directive supervision approach in improving teacher professionalism at MI Nurul Jadid Probolinggo. The research method used is a literature study and in-depth interviews with the principal and teachers. Data were collected through two main techniques, namely in-depth interviews and direct observation. Data analysis was carried out qualitatively which included data grouping, identification of main themes, and interpretation of findings. To ensure the validity of the data, this study used triangulation by comparing data from interviews, observations, and literature sources. The results of the study indicate that the directive supervision approach can provide clear and structured direction for teachers in planning and implementing learning. With this kind of supervision, teachers are able to prepare learning plans that are more organized, focused on student needs, and of course more effective in achieving learning objectives. So that this can improve teacher professional competence. This approach involves steps such as providing direct direction, evaluation, and guidance based on the specific needs of teachers. Although effective, this approach has limitations such as the lack of development of teacher creativity. The implications of this study indicate the need to develop an adaptive and integrative supervision model.. Keywords: Implementation Professionalism of Directive Supervision, Teacher Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan supervisi direktif dalam meningkatkan profesionalisme guru di MI Nurul Jadid Probolinggo. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru. Data dikumpulkan melalui dua teknik utama, yaitu wawancara mendalam dan observasi langsung. Analisis data dilakukan secara kualitatif yang meliputi pengelompokan data, identifikasi tema 1 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo utama, dan interpretasi temuan.Untuk memastikan keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi dengan membandingkan data dari wawancara, observasi, dan sumber literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan supervisi direktif dapat memberikan arahan yang jelas dan terstruktur bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Dengan adanya supervisi semacam ini, guru mampu menyusun rencana pembelajaran yang lebih terorganisir, terfokus pada kebutuhan siswa, dan tentu saja lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. meningkatkan kompetensi profesional guru. Pendekatan ini melibatkan langkah-langkah seperti memberikan arahan langsung, evaluasi, dan bimbingan berbasis kebutuhan spesifik guru. Meskipun efektif, pendekatan ini memiliki keterbatasan seperti kurangnya pengembangan kreativitas guru. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya pengembangan model supervisi yang adaptif dan integratif. Kata Kunci : Implementasi Supervisi direktif, Profesionalisme Guru PENDAHULUAN Profesionalisme guru menjadi faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan. Menurut Ki Hajar Dewantara, “Pendidikan adalah proses penunjang kekuatan kodrat sebagai manusia yang memiliki akal, dalam menguasai pengetahuan pada peserta didik.1 Satu hal yang harus diketahui yaitu bahwa pendidikan dibutuhkan oleh manusia selama-lamanya sampai akhir hayat (long lifeeducation).2 Guru yang profesional tidak hanya memiliki kompetensi pedagogik tetapi juga berkomitmen pada pengembangan diri dan siswa. Supervisi pendidikan, terutama pendekatan supervisi direktif, merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi guru. Pendekatan ini dianggap efektif untuk guru dengan tingkat komitmen rendah dan kemampuan berpikir abstrak yang terbatas. Peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu kunci untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dalam suatu negara.3 Selanjutnya, tercapainya pendidikan yang berkualitas dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah tidak terlepas dari kompetensi yang dimiliki guru. Dikatakan guru yang profesional apabila terdapat kompetensi dalam melaksanakan pengajaran. Sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 pasal 10 ayat 1 tentang guru dan dosen “kompetensi yang 1 Edi Saputra dan Rahmatina Aulia, “Penerapan Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas IV A Di MIN 9 BireueN,” Indonesian Journal of Islamic and Social Science 1, no. 1 (22 Juni 2023): 22–35, https://doi.org/10.71025/c0zxf168. 2 Anisatul Maghfiroh dkk., “Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Offline Dan Online Di TK Bhinneka II Nogosari Trirenggo Bantul,” Indonesian Journal of Islamic and Social Science 2, no. 2 (25 Desember 2024): 136–46, https://doi.org/10.71025/1w250q90. 3 Asep Wijaya, Muhammad Wali Ismady, dan Rosdiana, “Analisis Pengukuran Kompetensi Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan,” Indonesian Journal of Islamic and Social Science 2, no. 2 (25 Desember 2024): 67–79, https://doi.org/10.71025/hepjer05. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 2 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo harus dipenuhi oleh guru dalam menjalankan tugas keprofesiannya kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional dengan ditandai adanya ijazah pada bidang keahliannya. Sehingga menjadi seorang guru haruslah memenuhi ke empat kompetensi tersebut agar menjadi tenaga pendidik yang berkualitas.4 MI Nurul Jadid Probolinggo menghadapi tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Beberapa guru menunjukkan kesulitan dalam perencanaan pembelajaran dan pengelolaan kelas. Oleh karena itu, kepala sekolah menerapkan pendekatan supervisi direktif sebagai upaya pembinaan intensif. Artikel ini membahas bagaimana pendekatan supervisi direktif diimplementasikan dan dampaknya terhadap profesionalisme guru. Profesionalisme guru merupakan pilar utama dalam peningkatan mutu pendidikan, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mendukung efektivitas pengajaran. Guru yang profesional tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu merancang pembelajaran yang terstruktur, memotivasi siswa, dan beradaptasi dengan perubahan dalam dunia pendidikan.5 Supervisi pendidikan, khususnya pendekatan direktif, memainkan peran penting dalam meningkatkan profesionalisme ini melalui bimbingan, dukungan, dan umpan balik yang terarah.6 Penelitian ini mengkaji implementasi supervisi direktif di MI Nurul Jadid Probolinggo, sebuah sekolah yang menghadapi tantangan dalam perencanaan pembelajaran dan pengelolaan kelas, dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru dan hasil pendidikan.7 MI Nurul Jadid Probolinggo menghadapi sejumlah tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Arief S. Sadiman berpendapat bahwa proses pembelajaran pada hakikatnya merupakan proses interaksi antara guru dan peserta didik.8 Beberapa guru mengalami kesulitan dalam merencanakan pembelajaran yang efektif, yang melibatkan penyusunan rencana pelajaran yang terstruktur, pemilihan metode pengajaran yang sesuai, dan penerapan teknik penilaian yang Ashari dan Zakariyah, “Peran Kepala Madrasah Sebagai Educator Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di MBI Amanatul Ummah Pacet Mojokerto,” Indonesian Journal of Islamic and Social Science 2, no. 1 (17 Juni 2024): 1–15. 5 Aditya Rifky dan Sebelas Ramadhan, “A Review of Literature on Professionalism and Motivation to Become a Professional Teacher,” İlköğretim Online 20, no. 1 (2021), https://doi.org/10.17051/ilkonline.2021.01.128. 6 Frank Hardman dkk., “Implementing School-Based Teacher Development in Tanzania,” Professional Development in Education 41, no. 4 (2015): 602–23, https://doi.org/10.1080/19415257.2015.1026453. 7 Cipto Wardoyo, Aulia Herdiani, dan Sulikah Sulikah, “Teacher Professionalism: Analysis of Professionalism Phases,” International Education Studies 10, no. 4 (2017): 90, https://doi.org/10.5539/ies.v10n4p90. 8 Edimizwar dan Mawaddatur Rahmah, “Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Menunjang Proses Pembelajaran Di Dayah Tauthiatuth Thullab Arongan Putri,” Indonesian Journal of Islamic and Social Science 1, no. 1 (25 Juni 2023): 49–56, https://doi.org/10.71025/9mfdjr91. 4 Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 3 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo akurat.9 Selain itu, pengelolaan kelas menjadi masalah lain, di mana guru kesulitan menjaga disiplin, memotivasi siswa, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. Tantangan-tantangan ini menunjukkan perlunya intervensi yang terarah untuk membantu guru mengatasi hambatan profesional mereka.10 Untuk mengatasi tantangan tersebut, kepala sekolah MI Nurul Jadid Probolinggo menerapkan pendekatan supervisi direktif sebagai strategi pembinaan intensif. Pendekatan ini melibatkan pemberian arahan yang jelas dan spesifik kepada guru, termasuk langkah-langkah konkret yang harus diikuti, seperti pelatihan dan pemantauan ketat. Supervisi direktif memberikan dukungan terfokus untuk membantu guru mengembangkan keterampilan dalam perencanaan pembelajaran dan pengelolaan kelas. Pendekatan ini terbukti efektif, terutama bagi guru dengan komitmen rendah atau kemampuan berpikir abstrak terbatas, karena menyediakan struktur dan panduan yang jelas.11 Implementasi supervisi direktif telah memberikan dampak positif terhadap profesionalisme guru di MI Nurul Jadid Probolinggo. Guru menunjukkan peningkatan kompetensi pedagogik, yang terlihat dari rencana pelajaran yang lebih terstruktur, penggunaan strategi pengajaran yang efektif, dan penilaian yang lebih akurat.12 Selain itu, terdapat peningkatan komitmen terhadap pengembangan diri, dengan banyak guru yang mulai aktif mencari peluang untuk meningkatkan keterampilan melalui pelatihan formal maupun informal. Guru juga menjadi lebih mampu mendukung perkembangan siswa, menciptakan lingkungan belajar yang responsif terhadap kebutuhan individu siswa.13 Pendekatan supervisi direktif terbukti efektif dalam menangani tantangan profesional yang dihadapi guru di MI Nurul Jadid Probolinggo. Melalui arahan yang jelas, pelatihan, dan dukungan intensif, sekolah berhasil meningkatkan kompetensi pedagogik, komitmen pengembangan diri, dan kemampuan guru dalam mendukung perkembangan siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi supervisi yang terarah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan menyoroti NIKOLAI P SENCHENKOV, “Problems of Professional Identity of Modern Teachers: Comparative Analysis of Research Data of Russian and Latvian Teachers,” 2019, https://doi.org/10.3897/ap.1.e0571. 10 Yulyanti Harisman dkk., “The Teachers’ Experience Background and Their Profesionalism,” Infinity Journal 8, no. 2 (2019): 129, https://doi.org/10.22460/infinity.v8i2.p129142. 11 Zhiling Xu, “A Research on the Level and Influencing Factors of Elementary and Secondary School Teachers’ Social-Emotional Competence,” Frontiers in Educational Research 6, no. 21 (2023), https://doi.org/10.25236/fer.2023.062101. 12 Joel S Mtebe, Betty Mbwilo, dan Mussa Kissaka, “Factors Influencing Teachers’ Use of Multimedia Enhanced Content in Secondary Schools in Tanzania,” The International Review of Research in Open and Distributed Learning 17, no. 2 (2016), https://doi.org/10.19173/irrodl.v17i2.2280. 13 Supriyadi Supriyadi, “Developing Teacher Professionalism Through Scientific Writing,” Technium Social Sciences Journal 37 (2022): 76–87, https://doi.org/10.47577/tssj.v37i1.7734. 9 Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 4 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo perlunya investasi berkelanjutan dalam pengembangan profesionalisme guru. 14 Hasil ini memberikan wawasan berharga bagi praktik pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif dan inklusif METODE PENELITIAN Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengkaji pelaksanaan supervisi direktif di MI Nurul Jadid Probolinggo. Penelitian kualitatif ini juga sering disebut dengan metode penelitian naturalistik karena dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting).15 Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan analisis mendalam terhadap fenomena yang diteliti, khususnya interaksi antara kepala sekolah dan guru dalam proses supervisi. Tujuannya adalah untuk menghasilkan gambaran yang jelas dan terperinci mengenai praktik supervisi serta dampaknya terhadap peningkatan profesionalisme guru. Dengan demikian, metode ini mendukung eksplorasi yang kaya akan konteks dan dinamika di lapangan. Data dikumpulkan melalui dua teknik utama, yaitu wawancara mendalam dan observasi langsung. Wawancara dilakukan dengan kepala sekolah dan guru untuk memperoleh wawasan terkait pelaksanaan supervisi direktif, termasuk tantangan yang dihadapi. Observasi dilaksanakan selama kegiatan supervisi, seperti rapat atau sesi pembinaan, untuk mendokumentasikan interaksi secara real-time. Pendekatan ini memastikan data yang diperoleh bersifat komprehensif, mencakup sudut pandang partisipan dan fakta yang teramati. Untuk memperkuat kerangka teoritis, penelitian ini melibatkan studi literatur dengan merujuk pada karya seperti.16 Literatur tersebut membahas konsep supervisi pendidikan dan profesionalisme guru, yang menjadi dasar untuk menganalisis temuan lapangan. Kajian ini juga memungkinkan peneliti membandingkan hasil penelitian dengan studi sebelumnya, sehingga memperluas perspektif dan relevansi penelitian dalam konteks akademik yang lebih besar. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan langkah-langkah yang meliputi pengelompokan data, identifikasi tema utama, dan interpretasi temuan. Data dari wawancara, observasi, dan literatur disintesiskan untuk mengungkap pola serta hubungan antara supervisi direktif dan profesionalisme guru. Proses ini 14 Hasan Tanang dan Baharin Abu, “Teacher Professionalism and Professional Development Practices in South Sulawesi, Indonesia,” Journal of Curriculum and Teaching 3, no. 2 (2014), https://doi.org/10.5430/jct.v3n2p25. 15 Edi Mizwar, Habiburrahim, dan Silahuddin, “Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen,” Indonesian Journal of Islamic and Social Science 2, no. 2 (25 Desember 2024): 92–105, https://doi.org/10.71025/9ncyhf93. 16 Febriyan Kurniawan dan Binti Maunah, “Pendekatan Supervisi Direktif dalam Pembinaan Guru di Madrasah,” Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam 5, no. 2 (2022): 123–32, https://doi.org/10.58518/darajat.v5i2.1411. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 5 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo memperhatikan kekhasan konteks MI Nurul Jadid Probolinggo, sehingga hasil analisis mencerminkan realitas spesifik yang diteliti dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Untuk memastikan keabsahan, penelitian ini menggunakan triangulasi dengan membandingkan data dari wawancara, observasi, dan sumber literatur. Keandalan ditingkatkan melalui “member checking”, yaitu memverifikasi temuan awal dengan partisipan untuk memastikan akurasi dan kesesuaian interpretasi. Langkah-langkah ini memperkuat kredibilitas penelitian, sehingga hasilnya dapat dipercaya dan memberikan kontribusi nyata terhadap pemahaman tentang efektivitas supervisi direktif di MI Nurul Jadid Probolinggo. KONSEP DASAR Hasil penelitian ini konsisten dengan temuan.17 yang menyatakan bahwa supervisi direktif efektif untuk guru dengan tingkat abstraksi rendah. Pendekatan ini memungkinkan guru untuk fokus pada pengembangan keterampilan teknis mereka, yang sangat penting dalam konteks pendidikan di mana banyak guru mungkin merasa kesulitan dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran secara efektif.18 Supervisi direktif memberikan arahan yang jelas dan spesifik, sehingga guru dapat memahami dengan lebih baik apa yang diharapkan dari mereka dalam proses pengajaran.19 Menambahkan bahwa meskipun pendekatan direktif memberikan hasil yang baik dalam jangka pendek, penggunaan supervisi kolaboratif dapat melengkapi kekurangan dengan memberikan ruang lebih bagi guru untuk mengembangkan kreativitas dan inisiatif mereka.20 Pendekatan kolaboratif memungkinkan guru untuk berbagi pengalaman, ide, dan strategi pengajaran yang inovatif, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. 21 Dengan menggabungkan kedua pendekatan ini, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan profesional yang lebih holistik bagi guru. Febriyan Kurniawan dan Binti Maunah, “Pendekatan Supervisi Direktif dalam Pembinaan Guru di Madrasah,” Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam 5, no. 2 (2022): 123–32, https://doi.org/10.58518/darajat.v5i2.1411. 18 Khairiah Khairiah dkk., “Challenges to Professional Teacher Development Through Workplace Culture Management,” International Journal of Evaluation and Research in Education (Ijere) 13, no. 2 (2024): 714, https://doi.org/10.11591/ijere.v13i2.25666. 19 Masood Badri dkk., “Perception of Teachers’ Professional Development Needs, Impacts, and Barriers,” Sage Open 6, no. 3 (2016), https://doi.org/10.1177/2158244016662901. 20 Ikhwanul Muslimin, “Meningkatkan Profesionalisme Guru Dengan Model, Pendekatan dan Teknik Supervisi Pendidikan di Era Society 5.0,” Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam 2, no. 1 (28 Februari 2023): 33–49, https://doi.org/10.59098/talim.v2i1.877. 21 DORA INDRIANA, “Increasing the Quality of Learning Through Academic Supervision in Sma Negeri Tanggul 1 Jember,” Journal of Education Technology and Inovation 5, no. 1 (2023): 101–11, https://doi.org/10.31537/jeti.v5i1.960. 17 Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 6 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo Juga mengungkapkan bahwa pendekatan direktif dapat digunakan sebagai langkah awal dalam pembinaan guru sebelum mengadopsi pendekatan yang lebih fleksibel seperti supervisi kolaboratif atau non-direktif.22 Pendekatan ini memberikan fondasi yang kuat bagi guru untuk memahami prinsip-prinsip dasar pengajaran dan manajemen kelas sebelum mereka beralih ke metode yang lebih mandiri dan kreatif.23 Dengan demikian, supervisi direktif tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kinerja guru, tetapi juga sebagai jembatan menuju pengembangan profesional yang lebih luas. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun supervisi direktif memiliki banyak manfaat, penting untuk mempertimbangkan integrasi dengan pendekatan lain yang lebih fleksibel. Hal ini akan memastikan bahwa guru tidak hanya terampil dalam aspek teknis pengajaran, tetapi juga mampu berinovasi dan beradaptasi dengan kebutuhan siswa yang terus berkembang. Dengan demikian, kombinasi antara supervisi direktif dan kolaboratif dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan profesionalisme guru dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mengkaji implementasi pendekatan supervisi direktif di MI Nurul Jadid Probolinggo, dengan fokus pada bagaimana proses ini mendukung peningkatan profesionalisme guru. Proses supervisi direktif dimulai dengan identifikasi kebutuhan guru melalui observasi kelas yang dilakukan secara rutin oleh kepala sekolah. Observasi ini dijadwalkan pada berbagai waktu untuk menangkap gambaran komprehensif kinerja guru di berbagai pelajaran dan mata pelajaran. Fokus utama meliputi manajemen kelas, kejelasan penyampaian instruksi, keterlibatan siswa, dan penggunaan materi pembelajaran serta teknologi. Catatan rinci dibuat selama observasi, mencatat praktik yang efektif dan area yang perlu perbaikan, yang kemudian menjadi dasar untuk diskusi dan arahan lebih lanjut. Dengan cara ini, kepala sekolah dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan guru yang mungkin tidak terlihat melalui metode lain, memastikan pendekatan yang berbasis bukti.24 Indah Aminatuz Zuhriyah, “Implementasi Pendekatan Supervisi Pembelajaran Direktif dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di MI/SD,” Trends in Cognitive Sciences 14, no. 2 (2010): 88–100. 23 Lusy T Muharlisiani dkk., “Teacher’s Pedagogic Competency: Implementation of 2013 Curriculum Through a Sustainable Academic Supervision,” 2019, https://doi.org/10.2991/iccd19.2019.78. 24 Khairiah dkk., “Challenges to Professional Teacher Development Through Workplace Culture Management.” 22 Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 7 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo Selain observasi, kepala sekolah juga melakukan wawancara personal dengan setiap guru untuk memahami lebih dalam tantangan dan kebutuhan pengembangan profesional mereka. Wawancara ini terstruktur untuk mencakup topik seperti penilaian diri guru terhadap kinerja mereka, kesulitan spesifik di kelas, tujuan pengembangan profesional, dan sumber daya atau dukungan yang mereka rasa kurang. Proses ini dilakukan dengan pendekatan suportif dan tidak judgmental untuk mendorong komunikasi terbuka dan jujur, membangun hubungan yang kondusif. Wawancara ini memberikan wawasan berharga tentang perspektif guru, memungkinkan supervisi yang disesuaikan dengan kebutuhan individu, sehingga lebih relevan dan efektif.25 Komponen penting lainnya dalam identifikasi kebutuhan guru adalah analisis hasil belajar siswa, yang dilakukan dengan meninjau berbagai data penilaian untuk memahami sejauh mana guru mencapai tujuan pembelajaran. Data yang dianalisis mencakup nilai tes, hasil ujian standar, penilaian yang dirancang guru, serta sampel kerja siswa seperti proyek atau tugas. Dengan menghubungkan data performa siswa dengan praktik pengajaran yang diamati, kepala sekolah dapat mengidentifikasi pola dan menentukan metode pengajaran mana yang paling efektif. Pendekatan berbasis data ini memastikan bahwa supervisi didasarkan pada bukti konkret, dengan fokus pada peningkatan hasil belajar siswa sebagai indikator utama.26 Setelah kebutuhan guru teridentifikasi, kepala sekolah memberikan arahan konkret dan spesifik untuk mengatasi area yang perlu ditingkatkan. Arahan ini mencakup beberapa aspek kunci: perencanaan pelajaran, metode pengajaran, media pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Guru dibantu menyusun rencana pelajaran rinci yang mencakup tujuan pembelajaran yang jelas, strategi pengajaran yang sesuai, dan metode penilaian untuk memastikan pemahaman siswa. Kepala sekolah merekomendasikan dan mendemonstrasikan metode efektif seperti pembelajaran kooperatif, instruksi terdiferensiasi, dan penilaian formatif, disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Arahan ini dirancang praktis dan dapat diterapkan langsung di kelas, dengan mempertimbangkan kebutuhan unik setiap guru.27 Untuk memastikan arahan diterapkan dengan baik, kepala sekolah melakukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Monitoring melibatkan kunjungan kelas rutin untuk mengamati penerapan strategi yang direkomendasikan dan memberikan umpan balik langsung. Penilaian kinerja dilakukan berdasarkan kemampuan guru mengintegrasikan arahan ke dalam praktik pengajaran, dengan fokus pada peningkatan hasil belajar siswa. Diskusi tindak lanjut diadakan secara indriana, “Increasing the Quality of Learning Through Academic Supervision in Sma Negeri Tanggul 1 Jember.” 26 Dwiki M Yulanto, Putu Sudira, dan Pramudya D Aristya, “Quality of Continuous Professional Development for Automotive Engineering Productive Teachers,” Jurnal Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan 24, no. 2 (2018): 192–97, https://doi.org/10.21831/jptk.v24i2.20023. 27 Jaenem Jaenem dan Zulkifli Zulkifli, “Supervision of Learning in Online Learning Perspective in the Pandemic Era of Covid 19,” 2022, https://doi.org/10.2991/assehr.k.220108.034. 25 Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 8 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo berkala untuk membahas kemajuan, mengatasi tantangan, dan menyesuaikan arahan jika diperlukan. Proses ini menciptakan siklus dukungan yang dinamis, membantu guru terus berkembang secara profesional dan memastikan supervisi responsif terhadap kebutuhan yang berkembang.28 Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kinerja guru tetapi juga berkontribusi pada kualitas pendidikan secara keseluruhan di MI Nurul Jadid Probolinggo, dengan memastikan proses yang sistematis dan berbasis bukti. Dampak Pendekatan Supervisi Direktif Pendekatan supervisi direktif dalam dunia pendidikan memiliki dampak yang cukup besar, terutama dalam meningkatkan kualitas kompetensi profesional guru. Dalam konteks ini, supervisi direktif berfungsi sebagai alat untuk memberikan arahan yang jelas dan terstruktur bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. Dengan adanya supervisi semacam ini, guru diharapkan mampu menyusun rencana pembelajaran yang lebih terorganisir, terfokus pada kebutuhan siswa, dan tentu saja lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.29 Selain itu, kualitas penyampaian materi ajar oleh guru pun mengalami peningkatan, karena mereka cenderung lebih siap dan terarah dalam mengimplementasikan proses pembelajaran.30 Namun demikian, meskipun supervisi direktif memberikan panduan yang jelas, pendekatan ini juga berpotensi mengurangi kreativitas guru dalam menyusun metode pembelajaran yang inovatif. Guru yang terlalu bergantung pada arahan langsung dari kepala sekolah cenderung terbiasa dengan rutinitas yang sama dan kurang mengeksplorasi pendekatan-pendekatan baru yang bisa meningkatkan pengalaman belajar siswa.31 Kondisi ini membuat para guru kurang berani untuk melakukan eksperimen atau menciptakan metode pembelajaran yang lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, penting untuk menemukan keseimbangan antara arahan yang diberikan dan kebebasan dalam berkreasi.32 Selain itu, dampak dari pendekatan ini adalah pengembangan disiplin kerja guru yang semakin meningkat. Dengan adanya pengawasan yang ketat dari kepala Oksana V Vashetina dkk., “Professional Development of Teachers and Future Teachers: Factors and Challenges,” Education & Self Development 17, no. 3 (2022): 100–117, https://doi.org/10.26907/esd.17.3.09. 29 Khairiah dkk., “Challenges to Professional Teacher Development Through Workplace Culture Management.” 30 Badri dkk., “Perception of Teachers’ Professional Development Needs, Impacts, and Barriers.” 31 Muharlisiani dkk., “Teacher’s Pedagogic Competency: Implementation of 2013 Curriculum Through a Sustainable Academic Supervision.” 32 Balachandran Vadivel, Ehsan Namaziandost, dan Abdulbaset Saeedian, “Progress in English Language Teaching Through Continuous Professional Development—Teachers’ SelfAwareness, Perception, and Feedback,” Frontiers in Education 6 (2021), https://doi.org/10.3389/feduc.2021.757285. 28 Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 9 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo sekolah atau pihak yang berwenang, guru menjadi lebih sadar akan pentingnya menjalankan tugas profesional dengan tepat waktu dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.33 Salah satu contohnya adalah kepatuhan terhadap jadwal pembelajaran yang sudah disusun, serta kewajiban untuk melaporkan hasil evaluasi siswa secara teratur. Hal ini tentu saja membawa dampak positif terhadap peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja di dalam lingkungan pendidikan.34 Namun, ketergantungan yang tinggi terhadap kepala sekolah atau pihak yang memberi arahan juga menimbulkan masalah. Guru menjadi kurang mandiri dalam menyelesaikan masalah yang muncul di dalam kelas, serta kurang berinisiatif dalam mencari solusi yang lebih kreatif dan inovatif.35 Kecenderungan ini dapat menurunkan rasa percaya diri guru dalam menghadapi tantangan yang lebih kompleks di luar arahan yang sudah diberikan. Dengan demikian, ketergantungan berlebihan pada supervisi direktif bisa menjadi penghambat perkembangan profesional guru.36 Secara keseluruhan, pendekatan supervisi direktif memberikan keuntungan dalam meningkatkan kompetensi dan kedisiplinan kerja guru. Namun, hal ini juga membawa konsekuensi berupa pengurangan kreativitas dan kemandirian dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, penting bagi kepala sekolah dan pihak yang terlibat dalam supervisi untuk tetap memberikan ruang bagi guru untuk berinovasi dan berkreasi, sekaligus mengembangkan inisiatif mereka dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan secara mandiri. Sebuah keseimbangan antara arahan yang diberikan dan kebebasan dalam berkreasi perlu dicapai untuk mencapai hasil yang optimal dalam proses pembelajaran.37 PENUTUP Penelitian ini telah menganalisis implementasi pendekatan supervisi direktif dalam meningkatkan profesionalisme guru di MI Nurul Jadid Probolinggo. Jaenem dan Zulkifli, “Supervision of Learning in Online Learning Perspective in the Pandemic Era of Covid 19.” 34 T M Willemse dkk., “Fostering Teachers’ Professional Development for Citizenship Education,” Teaching and Teacher Education 49 (2015): 118–27, https://doi.org/10.1016/j.tate.2015.03.008. 35 Yutong Xu, “The High-Quality Development Path of English Education Teachers,” Lecture Notes in Education Psychology and Public Media 42, no. 1 (2024): 50–55, https://doi.org/10.54254/2753-7048/42/20240819. 36 Novri Agus Parta Wijaya dkk., “Leadership Concepts in Educational Supervision,” GIC Proceeding 1 (31 Juli 2023): 219–27, https://doi.org/10.30983/gic.v1i1.118. 37 Aaron J McKim dkk., “Analyzing Relationship Between Four Teacher Competence Areas and Commitment to Teaching,” Journal of Agricultural Education 58, no. 4 (2017): 1–14, https://doi.org/10.5032/jae.2017.04001. 33 Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 10 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo Berdasarkan hasil penelitian, pendekatan supervisi direktif terbukti efektif dalam memberikan arahan yang jelas dan terstruktur kepada guru, yang pada gilirannya meningkatkan kompetensi pedagogik mereka. Pendekatan ini mampu membantu guru dalam merencanakan pembelajaran yang lebih terorganisir, efektif, serta meningkatkan kualitas penyampaian materi ajar. Selain itu, supervisi direktif juga memberikan dampak positif terhadap pengembangan disiplin kerja guru, di mana mereka menjadi lebih terfokus dalam melaksanakan tugas profesional dengan baik. Namun demikian, meskipun pendekatan supervisi direktif memberikan hasil yang positif dalam jangka pendek, penelitian ini juga menemukan adanya keterbatasan, terutama terkait dengan pengurangan kreativitas guru. Guru yang terlalu bergantung pada arahan langsung dari kepala sekolah cenderung mengalami penurunan dalam hal pengembangan metode pembelajaran yang inovatif. Oleh karena itu, pendekatan ini memiliki kelemahan dalam memberikan ruang bagi guru untuk berkreasi dan mengembangkan inisiatif secara mandiri, yang merupakan aspek penting dalam peningkatan kualitas pendidikan jangka panjang. Dampak negatif lain yang ditemukan adalah ketergantungan yang tinggi terhadap kepala sekolah atau pihak yang memberikan arahan. Hal ini dapat mengurangi rasa percaya diri guru dalam menghadapi tantangan pendidikan yang lebih kompleks. Ketergantungan tersebut juga dapat menghambat pengembangan keterampilan problem-solving dan pengambilan keputusan yang mandiri. Sebagai konsekuensinya, guru menjadi kurang siap untuk menghadapi situasi yang tidak tercakup dalam arahan atau kebijakan yang telah diberikan. Secara keseluruhan, implementasi supervisi direktif di MI Nurul Jadid Probolinggo menunjukkan bahwa pendekatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kompetensi dan disiplin kerja guru, namun dengan keterbatasan dalam hal kreativitas dan kemandirian. Keberhasilan implementasi supervisi direktif di MI Nurul Jadid Probolinggo memperlihatkan perlunya strategi yang lebih fleksibel dan adaptif dalam meningkatkan profesionalisme guru, yang menggabungkan kekuatan supervisi direktif dan kebebasan untuk berinovasi. Sebagai implikasi dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pendekatan supervisi direktif sangat cocok digunakan sebagai upaya awal dalam pembinaan guru. Namun, untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh, penting bagi pihak sekolah untuk mengintegrasikan pendekatan ini dengan model supervisi lain yang lebih bersifat kolaboratif dan memberi ruang bagi pengembangan kreativitas guru. Dengan demikian, pengembangan profesionalisme guru akan lebih holistik dan berkelanjutan. DAFTAR PUSTAKA Ashari, dan Zakariyah. “Peran Kepala Madrasah Sebagai Educator Untuk Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Di MBI Amanatul Ummah Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 11 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo Pacet Mojokerto.” Indonesian Journal of Islamic and Social Science 2, no. 1 (17 Juni 2024): 1–15. Badri, Masood, Ali Alnuaimi, Jihad M Mohaidat, Guang Yang, dan Asma A Rashedi. “Perception of Teachers’ Professional Development Needs, Impacts, and Barriers.” Sage Open 6, no. 3 (2016). https://doi.org/10.1177/2158244016662901. Edimizwar, dan Mawaddatur Rahmah. “Manajemen Sarana Dan Prasarana Dalam Menunjang Proses Pembelajaran Di Dayah Tauthiatuth Thullab Arongan Putri.” Indonesian Journal of Islamic and Social Science 1, no. 1 (25 Juni 2023): 49–56. https://doi.org/10.71025/9mfdjr91. Hardman, Frank, Jan Hardman, Hillary A Dachi, Louise Elliott, Noel Ihebuzor, Maniza Ntekim, dan Audax Tibuhinda. “Implementing School-Based Teacher Development in Tanzania.” Professional Development in Education 41, no. 4 (2015): 602–23. https://doi.org/10.1080/19415257.2015.1026453. Harisman, Yulyanti, Yaya S Kusumah, Kusnandi Kusnandi, dan Muchamad S Noto. “The Teachers’ Experience Background and Their Profesionalism.” Infinity Journal 8, no. 2 (2019): 129. https://doi.org/10.22460/infinity.v8i2.p129-142. INDRIANA, DORA. “Increasing the Quality of Learning Through Academic Supervision in Sma Negeri Tanggul 1 Jember.” Journal of Education Technology and Inovation 5, no. 1 (2023): 101–11. https://doi.org/10.31537/jeti.v5i1.960. Jaenem, Jaenem, dan Zulkifli Zulkifli. “Supervision of Learning in Online Learning Perspective in the Pandemic Era of Covid 19,” 2022. https://doi.org/10.2991/assehr.k.220108.034. Khairiah, Khairiah, Alfauzan Amin, Muassomah Muassomah, Mira Mareta, Sulistyorini Sulistyorini, dan Mirna Yusuf. “Challenges to Professional Teacher Development Through Workplace Culture Management.” International Journal of Evaluation and Research in Education (Ijere) 13, no. 2 (2024): 714. https://doi.org/10.11591/ijere.v13i2.25666. Kurniawan, Febriyan, dan Binti Maunah. “Pendekatan Supervisi Direktif dalam Pembinaan Guru di Madrasah.” Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam 5, no. 2 (2022): 123–32. https://doi.org/10.58518/darajat.v5i2.1411. ———. “Pendekatan Supervisi Direktif dalam Pembinaan Guru di Madrasah.”Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam 5, no. 2 (2022): 123– 32. https://doi.org/10.58518/darajat.v5i2.1411. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 12 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo Maghfiroh, Anisatul, Fifi Indriyaningsih, Gunar, Fauzan Rasyid Ikhwan, dan Muhammad Samsul Anam. “Sistem Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Secara Offline Dan Online Di TK Bhinneka II Nogosari Trirenggo Bantul.” Indonesian Journal of Islamic and Social Science 2, no. 2 (25 Desember 2024): 136–46. https://doi.org/10.71025/1w250q90. McKim, Aaron J, Tyson J Sorenson, Jonathan J Velez, dan Thomas M Henderson. “Analyzing Relationship Between Four Teacher Competence Areas and Commitment to Teaching.” Journal of Agricultural Education 58, no. 4 (2017): 1–14. https://doi.org/10.5032/jae.2017.04001. Mizwar, Edi, Habiburrahim, dan Silahuddin. “Pemanfaatan Media Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen.” Indonesian Journal of Islamic and Social Science 2, no. 2 (25 Desember 2024): 92–105. https://doi.org/10.71025/9ncyhf93. Mtebe, Joel S, Betty Mbwilo, dan Mussa Kissaka. “Factors Influencing Teachers’ Use of Multimedia Enhanced Content in Secondary Schools in Tanzania.” The International Review of Research in Open and Distributed Learning 17, no. 2 (2016). https://doi.org/10.19173/irrodl.v17i2.2280. Muharlisiani, Lusy T, Siti Bariroh, Etiyasningsih Etiyasningsih, Sri Sundari, Adrijanti, Susetyorini, Umi Elan, Dini Kusumaningrum, Nur Farida, dan Dwi I Rahayu. “Teacher’s Pedagogic Competency: Implementation of 2013 Curriculum Through a Sustainable Academic Supervision,” 2019. https://doi.org/10.2991/iccd-19.2019.78. Muslimin, Ikhwanul. “Meningkatkan Profesionalisme Guru Dengan Model, Pendekatan dan Teknik Supervisi Pendidikan di Era Society 5.0.” Ta lim Jurnal Pendidikan Agama Islam dan Manajemen Pendidikan Islam 2, no. 1 (28 Februari 2023): 33–49. https://doi.org/10.59098/talim.v2i1.877. Parta Wijaya, Novri Agus, Junaidi Junaidi, Ali Mustopa Yakub Simbolon, Ira Yanti, dan Weni Sumarni. “Leadership Concepts in Educational Supervision.” GIC Proceeding 1 (31 Juli 2023): 219–27. https://doi.org/10.30983/gic.v1i1.118. Rifky, Aditya, dan Sebelas Ramadhan. “A Review of Literature on Professionalism and Motivation to Become a Professional Teacher.” İlköğretim Online 20, no. 1 (2021). https://doi.org/10.17051/ilkonline.2021.01.128. Saputra, Edi, dan Rahmatina Aulia. “Penerapan Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Fiqih Kelas IV A Di Min 9 Bireuen.” Indonesian Journal of Islamic Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 13 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo and Social Science 1, no. https://doi.org/10.71025/c0zxf168. 1 (22 Juni 2023): 22–35. SENCHENKOV, NIKOLAI P. “Problems of Professional Identity of Modern Teachers: Comparative Analysis of Research Data of Russian and Latvian Teachers,” 2019. https://doi.org/10.3897/ap.1.e0571. Supriyadi, Supriyadi. “Developing Teacher Professionalism Through Scientific Writing.” Technium Social Sciences Journal 37 (2022): 76–87. https://doi.org/10.47577/tssj.v37i1.7734. Tanang, Hasan, dan Baharin Abu. “Teacher Professionalism and ProfessionalDevelopment Practices in South Sulawesi, Indonesia.” Journal of Curriculum and Teaching 3, no. 2 (2014). https://doi.org/10.5430/jct.v3n2p25. Vadivel, Balachandran, Ehsan Namaziandost, dan Abdulbaset Saeedian. “Progress in English Language Teaching Through Continuous Professional Development—Teachers’ Self-Awareness, Perception, and Feedback.” Frontiers in Education 6 (2021). https://doi.org/10.3389/feduc.2021.757285. Vashetina, Oksana V, Elena Asafova, Balwinder Kaur, Balwant Singh, Parveen Sharma, Martha M Prata-Linhares, Vânia Maria de Oliveira Vieira, Maria Alzira de Almeida Pimenta, Marilene R Resende, dan Tatiana Sibgatullina. “Professional Development of Teachers and Future Teachers: Factors and Challenges.” Education & Self Development 17, no. 3 (2022): 100–117. https://doi.org/10.26907/esd.17.3.09. Wardoyo, Cipto, Aulia Herdiani, dan Sulikah Sulikah. “Teacher Professionalism: Analysis of Professionalism Phases.” International Education Studies 10, no. 4 (2017): 90. https://doi.org/10.5539/ies.v10n4p90. Wijaya, Asep, Muhammad Wali Ismady, dan Rosdiana. “Analisis Pengukuran Kompetensi Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan.” Indonesian Journal of Islamic and Social Science 2, no. 2 (25 Desember 2024): 67–79. https://doi.org/10.71025/hepjer05. Willemse, T M, G T M t. Dam, Femke Geijsel, Loes v. Wessum, dan M L L Volman. “Fostering Teachers’ Professional Development for Citizenship Education.” Teaching and Teacher Education 49 (2015): 118–27. https://doi.org/10.1016/j.tate.2015.03.008. Xu, Yutong. “The High-Quality Development Path of English Education Teachers.” Lecture Notes in Education Psychology and Public Media 42, no. 1 (2024): 50–55. https://doi.org/10.54254/2753-7048/42/20240819. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 14 Khoirotun Nisail Fitri, Ashari: Implementasi Pendekatan Supervisi Direktif Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Mi Nurul Jadid Probolinggo \Xu, Zhiling. “A Research on the Level and Influencing Factors of Elementary and Secondary School Teachers’ Social-Emotional Competence.” Frontiers in Educational Research 6, no. 21 (2023). https://doi.org/10.25236/fer.2023.062101. Yulanto, Dwiki M, Putu Sudira, dan Pramudya D Aristya. “Quality of Continuous Professional Development for Automotive Engineering Productive Teachers.” Jurnal Pendidikan Teknologi Dan Kejuruan 24, no. 2 (2018): 192–97. https://doi.org/10.21831/jptk.v24i2.20023. Zuhriyah, Indah Aminatuz. “Implementasi Pendekatan Supervisi Pembelajaran Direktif dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di MI/SD.” Trends in Cognitive Sciences 14, no. 2 (2010): 88–100. Indonesian Journal of Islamic and Social Science Vol. 3 No 1, Juni, 2025: 1-14 15