PENGARUH KEWAJIBAN USAHA. PENDAPATAN USAHA DAN BIAYA OPERASIONAL TERHADAP TERCAPAINYA LABA BERSIH Edy Sulistiyawan Eka Dewi Suci Artini. Theresia Saubiran Mira,Dicky Surya Putra Pradana ekadewisuciartini@gmail. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya ABSTRAK Terkait riset ini menganalisa pengaruh kewajiban usaha, pendapatan usaha dan biaya operasional terhadap tercapainya laba bersih. Riset ini memakai pendekatan kuantitatif, adapun populasi yang dipakai ialah perusahaan jasa sub sektor hotel, restoran dan pariwisata yang terdaftar di BEI periode 20162019 serta sampel yang digunakan berjumlah sembilan perusahaan. Sesuai hasil uji statistik didapatkan hasil bahwa kewajiban usaha tidak berpengaruh terhadap tercapainya laba bersih. Pendapatan usaha berpengaruh terhadap tercapainya laba bersih. Biaya operasional berpengaruh terhadap tercapainya laba bersih. Adapun pengujian secara simultan kewajiban usaha, pendapatan usaha dan biaya operasional berpengaruh terhadap tercapainya laba bersih. Kata kunci: Kewajiban usaha, pendapatan usaha, biaya operasional, tercapainya laba bersih. ABSTRACT Related to this research, it analyzes the effect of total debt, operating income and operating costs on the achievement of net profit. This research uses a quantitative approach, while the population used is the hotel, restaurant and tourism sub-sector service companies listed on the IDX for the 2016-2019 period and the sample used is nine companies. According to the results of statistical tests, it was found that the total debt had no effect on the achievement of net income. Operating income affects the achievement of net profit. Operational costs affect the achievement of net profit. The simultaneous testing of total debt, operating income and operating costs affect the achievement of net Keywords: Total debt, operating income, operating costs, the achievement of net profit. Jamanis : Jurnal Manajemen dan Bisnis PENDAHULUAN Kondisi yang terjadi pada mayoritas perusahaan saat ini ialah adanya persaingan bisnis antar perusahaan yang semakin kompetitif, saat ini pebisnis menginginkan agar usahanya tetap bisa bertahan dengan menarik segmen Adapun terjadinya persaingan bisnis saat ini, harus disikapi dengan baik oleh manajemen perusahaan. Menghadapi persaingan seperti ini, manajemen perusahaan perlu menyusun strategi yang lebih efektif dari perusahaan lain, serta perlu lebih berhati-hati dan waspada dalam menjalankan aktivitas Salah satu hal penting guna mempertimbangkan saat memulai bisnis ialah menghasilkan laba yang sesuai dari pemasukan dahulu. Untuk memperoleh laba yang diharapkan, perusahaan perlu menyusun perencanaan laba yang mebuntungkan. Standar untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan suatu perusahaan biasanya didasarkan pada keuntungan Oleh karena itu, manajemen harus bisa meningkatkan segala aktivitas perusahaan serta memaksimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia untuk mendukung kelangsungan hidup perusahaan. Perkembangan perusahaan tidak terlepas dari kebutuhan pembiayaan internal dan eksternal perusahaan. Alternatif pembiayaan di luar perusahaan dapat berasal dari kreditur yaitu hutang. Kewajiban atau hutang merupakan sumber modal bagi perusahaan untuk membiayai perusahaan, sehingga perusahaan dapat melanjutkan usahanya dan memaksimalkan keuntungan untuk membantu perusahaan mencapai tujuan meningkatkan kekayaan Hutang terbagi menjadi hutang jangka pendek serta hutang jangka panjang, tetapi menurut kami lebih tepatnya untuk ambil hutang jangka pendek karena disini kita tidak terlalu fokus untuk membayar hutang terlalu lama. seandainya perusahaan kami ambil hutang dalam waktu 6 bulan,untuk sisa 6 bulan karena dalam setahun ada 12 bulan jd sisa 6 bulan laba dari penjualan perusaan bisa ditabung buat dana darurat atau untuk membeli properti perusahaan demi perusahaan agar bisa lebih besar lagi. Dan setelah 1 tahun kami bisa mengambil hutang lagi. Menurut data penelitian kami bahwa untuk saat ini kebanyakan perusahaan mengambil hutang untuk biaya pendanaan. Selain itu terdapat faktor lain yang menentukan laba perusahaan. Hal tersebut ialah pendapatan. Pendapatan perusahaan mayoritas diperoleh dari kegiatan penjualan produk ataupun jasa. Pendapatan usaha yang dihasilkan dari penjualan atau penawaran jasa ke konsumen dengan kondisi dan kemampuan penjualan yang banyak menjadi indikasi bahwa laba yang diperoleh perusahaan juga akan banyak, perusahaan harus mampu melakukan strategi pemasaran yang baik agar konsumen berminat untuk menggunakan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan, dengan begitu maka perusahaan dapat memperoleh timbal balik dengan mendapatkan laba yang banyak. Jamanis : Jurnal Manajemen dan Bisnis Perusahaan harus mampu menjaga pendapatan dengan baik serta menekan pengeluaran biaya selama perusahaan beroperasi, sehingga perusahaan dapat mencapai keuntungan yang diinginkan untuk terus menjalankan bisnisnya. Jika pendapatan melebihi biaya perusahaan akan mendapatkan keuntungan, sebaliknya jika pendapatan lebih rendah dari biaya perusahaan pasti mengalami rugi. Untuk melaksanakan aktivitas bisnisnya, perusahaan tidak bisa terpisahkan dengan biaya operasional. Biaya operasional ialah biaya yang dipengaruhi oleh kegiatan perusahaan. Semakin tinggi tingkat aktivitas, semakin tinggi pula biaya operasionalnya. Sebab beban usaha berkaitan langsung dengan aktivitas perusahaan, maka beban usaha tidak dapat ditentukan secara terpisah untuk beberapa kegiatan perusahaan. Tanpa kegiatan usaha yang terarah, produk yang didapatkan tidak dapat menguntungkan perusahaan. Semakin berkembang dan semakin besar perusahaan, semakin banyak kegiatan yang dimilikinya. Semakin besar skala kegiatan perusahaan, maka semakin tinggi pula pengeluaran biaya dari kegiatan perusahaan tersebut. Setiap perusahaan memiliki tujuan yaitu untuk mengembangkan dan memajukan bisnisnya. Pengembangan bisnis terutama difokuskan pada pencapaian satu tujuan, yaitu mencapai laba bersih. Laba bersih menjadi hal penting bagi perusahaan, karena laba bersih mencerminkan hasil dari aktivitas inti perusahaan. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif yang menganalisis pengaruh kewajiban usaha, pendapatan usaha dan biaya operasional terhadap tercapainya laba bersih, dimana sebagai populasi yang dipakai ialah perusahaan jasa sub sektor hotel, restoran dan pariwisata yang terdaftar di BEI periode 2016-2019 serta sampel sembilan perusahaan. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi, sedangkan analisis datanya menggunakan regresi linier ganda. Analisis data ini dilakukan untuk membuktikan bawa hipotesis yang dirumuskan dala penelitian ini secara signifikan terbukti ataukah tidak terbukti. HASIL PENELITIAN Berdasarkan analisis data dengan regresi linier ganda, maka diperoleh hasil analisis diantaranya adala: Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel independen dan dependennya berdistribusi normal atau tidak (Ghozali. Jamanis : Jurnal Manajemen dan Bisnis 2018:. Riset ini memakai uji satistik non-parametik Kolmogorov-Smirnov. Berikut hasil dari uji normalitas: Tabel 1. Uji Normalitas Sesuai tabel diatas telah terbukti bahwa data berdistribusi normal Uji Multikolinearitas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah ditemukan adanya korelasi antar variabel independen atau bebas (Ghozali, 2018:. Uji multikolineritas dapat dilihat dari nilai VIF. Berikut hasil dari uji Tabel 2. Uji Multikolinearitas Dari tabel diatas dapat dinyatakan bahwa seluruh variabel terbebas dari gangguan multikolineritas Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain (Ghozali, 2018:. Riset ini memakai uji Rank Spearman. Berikut hasil dari uji heteroskedastisitas: Tabel 3. Uji Heteroskedastisitas Jamanis : Jurnal Manajemen dan Bisnis Dari tabel diatas telah terbukti bahwa data terbebas dari gangguan Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji dalam satu model regresi linier ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pada periode t-1 . (Ghozali, 2. Riset ini memakai uji run test. Berikut hasil dari uji autokorelasi: Tabel 4. Uji Autokorelasi Dari tabel diatas terbukti bahwa data terbebas dari gangguan autokorelasi. Jamanis : Jurnal Manajemen dan Bisnis Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linear berganda merupakan analisis untuk mengetahui pengaruh variabel bebas . yang jumlahnya lebih dari satu terhadap satu variabel terikat . (Ghozali, 2018:. Berikut hasil dari uji regresi linear berganda: Tabel 5. Uji Regresi Linier Berganda Sesuai tabel diatas didapatkan model persamaan regresi linier berganda sebagai berikut: Y = 4070,374 0,089XCA 0,076XCC 0,118XCE yuA Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Uji t digunakan untuk mengetahui seberapa signifikan pengaruh masingmasing variabel independen . ecara parsia. dalam menjelaskan varians variabel dependen (Ghozali, 2018:98-. Riset ini memakai nilai Sig. = 0,05. Berikut hasil dari uji-t: Tabel 6. Uji-t Jamanis : Jurnal Manajemen dan Bisnis Sesuai tabel diatas didapatkan hasil terbukti tidak ada pengaruh kewajiban usaha terhadap tercapainya laba bersih dengan nilai Sig. 0,116 > 0,05. Pendapatan usaha terbukti ada pengaruh terhadap tercapainya laba bersih dengan nilai Sig. 0,008 < 0,05. Didapatkan hasil terbukti ada pengaruh biaya operasional terhadap tercapainya laba bersih dengan nilai Sig. 0,001 < 0,05. Uji Simultan (Uji F) Uji statistik F bertujuan untuk menguji apakah semua variabel independen . alam penelitian ini kewajiban usaha, pendapatan usaha dan biaya operasiona. dalam model regresi secara serentak atau bersama-sama mempengaruhi variabel dependen . alam penelitian ini adalah tercapainya laba bersi. (Ghozali, 2018:. Riset ini memakai nilai Sig. = 0,05. Berikut hasil dari uji-F: Tabel 7. Uji-F Pengujian secara simultan terbukti ada pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dengan hasil Sig. 0,000 < 0,05. Uji Koefisien Determinasi (RA) Uji koefisien determinasi (RA) dilakukan untuk mengukur kemampuan pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen yang digunakan (Ghozali, 2018:. Berikut hasil dari koefisien determinasi: Tabel 8. Uji-Koefisien Determinasi Jamanis : Jurnal Manajemen dan Bisnis Sesuai tabel diatas didapatkan nilai koefisien determinasi 0,881 atau 88,1%. Artinya variabel bebas berkontribusi sebesar 88,1%. Sedangkan 11,9% dijelaskan variabel lain. SIMPULAN Simpulan dari riset ini ialah: . Total kewajiban usaha tidak berpengaruh terhadap tercapainya laba bersih. Pendapatan usaha berpengaruh terhadap tercapainya laba bersih. Biaya operasional berpengaruh terhadap tercapainya laba bersih. Secara simultan kewajiban usaha, pendapatan usaha dan biaya operasional berpengaruh terhadap tercapainya laba bersih. IMPLIKASI Diperoleh hasil dari riset ini memberikan gambaran bahwa perusahaan harus mampu menjaga kondisi finansial agar tetap stabil. Agar kewajiban usaha dapat meningkatkan laba bersih, perusahaan harus memanfaatkan kewajiban usahanya, yaitu hutang jangka pendek dan hutang jangka panjangnya. Seperti melakukan ekspansi dengan memperluas aktivitas perusahaan dan aktivitas pemasaran, maka diharapkan dapat menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi sehingga perusahaan akan menghasilkan laba bersih yang tinggi. Selain itu, perusahaan harus menjaga kestabilan pendapatan usaha dengan meningkatkan penjualan barang atau jasa untuk menghasilkan laba bersih yang tinggi. Dan perusahaan harus dapat menekan biaya operasional, dengan melakukan penghematan pengeluaran kebutuhan operasi serta menggunakan biaya dengan sebaik mungkin agar meningkatkan laba bersih. KETERBATASAN PENELITIAN Dalam penelitian ini memakai data kuantitatif, dengan hanya memakai data dari perusahaan yang diambil dari situs BEI. Selama proses penelitian penulis terkendala waktu dan biaya yang terbatas, sehingga hasil jauh dari kata Jamanis : Jurnal Manajemen dan Bisnis sempurna. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk memakai variabel lain agar lebih variatif. DAFTAR PUSTAKA