Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-12-03 Accepted : 2025-12-13 Published : 2025-12-29 Eco-Empathy Project: Penguatan Sikap Sosial Anti-Bullying melalui Kegiatan Agribisnis Berbasis Kelompok Hamela Sari Sitompul. | Octasella Ainani AsAoad . | Nurhadida Nasution. | Mariana Eva Yanti. |Supriadi Surbakti. |Sukri Mulia . 1,2,3,4,5,6 Universitas Deli Sumatera hamelasari@gmail. com | octasella14@gmail. urhadidanasution96@gmail. Marianaevayanti2612@gmail. supriadi@gmail. ukrimulia@gmail. Abstrak Bullying di lingkungan sekolah menengah kejuruan (SMK) masih menjadi permasalahan sosial yang berdampak pada kesehatan psikososial peserta didik dan kualitas iklim pembelajaran. Rendahnya empati sosial, kemampuan kerja sama, dan kesadaran kolektif siswa menjadi faktor yang memperkuat potensi munculnya perilaku bullying. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan sikap sosial anti-bullying melalui pendekatan eco-empathy yang diintegrasikan dalam kegiatan agribisnis berbasis kelompok. Kegiatan dilaksanakan di SMK Nusantara dengan melibatkan 95 siswa SMK sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi tahap observasi dan analisis kebutuhan mitra, sosialisasi dan pembekalan konsep empati sosial dan antibullying, implementasi kegiatan agribisnis berbasis kelompok, serta refleksi dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan empati sosial, kemampuan kerja sama, dan partisipasi aktif siswa, serta meningkatnya kesadaran terhadap dampak negatif bullying di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini mendukung penguatan pendidikan karakter dan implementasi Profil Pelajar Pancasila serta Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran berbasis proyek dan kolaboratif. Dengan demikian, kegiatan ini efektif sebagai upaya preventif dan edukatif dalam membangun lingkungan sekolah yang inklusif, aman, dan berkarakter. Kata Kunci: Agribisnis. Anti-Bullying. Eco-Empathy. Sikap Pendahuluan Proses pendidikan di Indonesia, kini mulai muncul isu-isu dan masalah-masalah mengenai kepribadian siswa yang tidak mencerminkan perilaku siswa sebagai makhluk sosial yang sebagaimana mestinya. Salah satu isu yang kini sedang mencuat di media massa yaitu mengenai kasus bullying di sekolah. Bullying yang terjadi di lingkungan sekolah . chool bullyin. merupakan bentuk perilaku agresif di kalangan teman sebaya, dimana seorang atau sekelompok siswa yang memiliki kekuasaan memberikan tindakan yang negatif secara berulang-ulang kepada siswa/siswi lain yang lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut (Dewi, 2. Menurut Smith dan Sharp dalam Sari et al. , . , bullying adalah suatu bentuk perilaku agresif yang menyakitkan dan disengaja yang seringkali berlangsung dalam jangka waktu lama dan menyulitkan korban bullying untuk membela diri. Selain itu Sukamto et al . , juga menyatakan bahwa bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan secara sadar dan sengaja oleh satu orang atau lebih terhadap satu atau lebih orang lain. Bullying juga merupakan serangkaian tindakan negatif atau manipulatif dan sering kali agresif yang dilakukan oleh seseorang atau lebih terhadap orang lain, yang seringkali terjadi Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-12-03 Accepted : 2025-12-13 Published : 2025-12-29 secara berulang-ulang (Nirwana, 2. Bullying adalah perilaku kasar . asar/keja. dan didasari oleh ketidakseimbangan kekuasaan (Rahman et al. , 2. Fenomena bullying di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang berdampak pada perkembangan psikososial remaja. Perilaku bullying tidak hanya menurunkan rasa aman dan kenyamanan belajar, tetapi juga berpotensi menimbulkan trauma jangka panjang, rendahnya kepercayaan diri, serta gangguan hubungan sosial antarpeserta didik. Menurut Olweus . , bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan secara berulang dengan ketimpangan kekuatan, yang dapat merusak iklim sekolah secara menyeluruh. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan bullying tidak cukup dilakukan melalui pendekatan disipliner semata, melainkan membutuhkan strategi edukatif yang mampu menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan kesadaran kolektif di kalangan siswa. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki karakteristik unik karena berorientasi pada pembentukan kompetensi vokasional sekaligus kesiapan kerja. Namun demikian, penguatan aspek karakter dan sikap sosial sering kali belum mendapatkan porsi yang seimbang. Padahal, pendidikan karakterAitermasuk empati, kerja sama, dan toleransiAimerupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas (Lickona, 2. Oleh karena itu, diperlukan model kegiatan yang kontekstual dan aplikatif agar nilai-nilai sosial tersebut dapat diinternalisasi secara nyata oleh peserta didik. Kegiatan berbasis pengalaman langsung . xperiential learnin. terbukti efektif dalam membentuk sikap dan perilaku sosial positif karena melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran sosial (Kolb, 2. Program AuEco-Empathy Project: Penguatan Sikap Sosial Anti-Bullying melalui Kegiatan Agribisnis Berbasis KelompokAy dirancang sebagai bentuk Pengabdian kepada Masyarakat yang mengintegrasikan pendidikan karakter, kepedulian lingkungan, dan kerja kolaboratif. Kegiatan agribisnis berbasis kelompok dipilih karena menuntut adanya komunikasi, pembagian peran, tanggung jawab bersama, serta saling menghargai perbedaan. Melalui aktivitas perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi agribisnis sederhana, siswa tidak hanya belajar aspek produktif, tetapi juga mengembangkan empati sosial dan kesadaran untuk menolak perilaku diskriminatif dan bullying. Konsep eco-empathy dalam kegiatan ini menekankan keterkaitan antara kepedulian terhadap lingkungan dan kepedulian terhadap sesama manusia sebagai satu kesatuan nilai (Capra & Luisi, 2. Dari perspektif kebijakan pendidikan, kegiatan ini memiliki urgensi strategis karena sejalan dengan Profil Pelajar Pancasila dan implementasi Kurikulum Merdeka. Nilai-nilai yang dikembangkan dalam kegiatan ini, seperti gotong royong, berkebinekaan global, bernalar kritis, serta berakhlak mulia merupakan dimensi utama Profil Pelajar Pancasila (Kemendikbudristek, 2. Selain itu. Kurikulum Merdeka menekankan pembelajaran berbasis proyek dan penguatan karakter melalui konteks nyata kehidupan siswa. Skala kegiatan yang melibatkan banyak siswa diharapkan mampu memberikan dampak kolektif dalam membangun budaya sekolah yang inklusif, ramah, dan berorientasi pada nilai anti-bullying. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menguatkan sikap empati dan kerja sama sosial siswa, mencegah munculnya perilaku bullying melalui pendekatan preventif-edukatif, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya nilai keberlanjutan sosial dan lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya relevan sebagai program PkM, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di lingkungan SMK. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-12-03 Accepted : 2025-12-13 Published : 2025-12-29 Realisasi Kegiatan Pengabdian ini diikuti oleh 95 siswa di SMK Nusantara yang berlokasi di Jl. Bakaran Batu. Tj. Garbus Satu. Kec. Lubuk Pakam. Kabupaten Deli Serdang. Prosedur Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui tahapan kegiatan yang dirancang berdasarkan prinsip experiential learning, partisipatif, dan kolaboratif dengan melibatkan mitra sekolah secara aktif. Tahap Persiapan dan Analisis Kebutuhan Mitra Tahap awal diawali dengan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pihak SMK Nusantara sebagai Pada tahap ini dilakukan observasi lingkungan sekolah, diskusi dengan guru dan pihak manajemen sekolah, serta identifikasi kebutuhan siswa terkait penguatan sikap sosial dan pencegahan Hasil observasi menunjukkan perlunya model kegiatan yang aplikatif, kolaboratif, dan tidak bersifat ceramah. Berdasarkan temuan tersebut, tim PkM menyusun desain kegiatan Eco-Empathy Project, menyiapkan modul singkat, perangkat kegiatan agribisnis, serta pembagian kelompok peserta dari total 95 siswa SMK. Tahap Sosialisasi dan Pembekalan Konsep Tahap ini difokuskan pada sosialisasi program kepada peserta dan guru pendamping. Siswa diberikan pemahaman mengenai konsep bullying, empati sosial, kerja sama tim, serta pengenalan konsep ecoempathy dan agribisnis berbasis kelompok. Pembekalan dilakukan secara interaktif melalui diskusi, studi kasus ringan, dan refleksi awal agar siswa memahami tujuan kegiatan serta nilai-nilai sosial yang akan dikembangkan selama program berlangsung. Tahap Implementasi Kegiatan Agribisnis Berbasis Kelompok Tahap inti kegiatan diwujudkan melalui praktik agribisnis sederhana yang dilakukan secara Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja dan diberikan tanggung jawab untuk merencanakan, melaksanakan, serta mengelola kegiatan agribisnis sesuai arahan fasilitator. Dalam proses ini, siswa dilatih untuk berkomunikasi, berbagi peran, menyelesaikan konflik secara positif, serta saling menghargai perbedaan pendapat. Aktivitas kolaboratif ini menjadi media utama dalam menanamkan sikap empati, gotong royong, dan perilaku anti-bullying secara nyata. Tahap Refleksi. Evaluasi, dan Tindak Lanjut Tahap akhir dilakukan melalui refleksi bersama antara siswa, guru, dan tim PkM. Peserta diajak merefleksikan pengalaman yang diperoleh, perubahan sikap sosial yang dirasakan, serta pembelajaran terkait pentingnya empati dan kerja sama. Instrumen dalam pengukuran evaluasi adalah hasil diskusi dan umpan balik. Evaluasi dilakukan melalui diskusi kelompok dan umpan balik dari mitra sekolah. Hasil refleksi dan evaluasi menjadi dasar rekomendasi tindak lanjut berupa integrasi nilai eco-empathy dan anti-bullying dalam kegiatan sekolah serta pembelajaran berbasis proyek di SMK Nusantara. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-12-03 Accepted : 2025-12-13 Published : 2025-12-29 Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Gambar 1. Tahapan Kegiatan PkM Hasil Selama rangkaian kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan peningkatan keterlibatan aktif dalam kerja kelompok, kemampuan berkomunikasi secara lebih terbuka, serta sikap saling menghargai antaranggota Aktivitas agribisnis berbasis kelompok menjadi media efektif dalam menumbuhkan empati sosial karena menuntut siswa untuk bekerja sama, berbagi peran, dan menyelesaikan permasalahan secara kolektif. Hasil observasi selama tahap implementasi menunjukkan adanya perubahan perilaku sosial siswa, khususnya dalam hal menurunnya sikap individualistik dan meningkatnya kesadaran untuk membantu teman satu kelompok. Diskusi reflektif yang dilakukan pada akhir kegiatan mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa merasa lebih memahami dampak negatif bullying serta pentingnya empati dan kerja sama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Guru pendamping juga menyampaikan bahwa pendekatan berbasis pengalaman nyata seperti ini lebih mudah diterima siswa dibandingkan penyampaian materi secara teoritis. Dari perspektif mitra sekolah, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penguatan pendidikan karakter dan implementasi Profil Pelajar Pancasila, terutama pada dimensi gotong royong, berakhlak mulia, dan berkebinekaan global. Kegiatan agribisnis berbasis kelompok selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis proyek . roject-based learnin. dan kontekstual. Dengan demikian, hasil kegiatan tidak hanya berdampak pada individu siswa, tetapi juga memperkuat budaya kolaboratif dan inklusif di lingkungan sekolah. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-12-03 Accepted : 2025-12-13 Published : 2025-12-29 Gambar 1. Dokumentasi Kegiatan PkM Pada gambar 1 Tim Pengabdian kepada Masyarakat bersama peserta kegiatan Eco-Empathy Project melakukan pembukaan dan pengenalan program penguatan sikap sosial anti-bullying melalui pendekatan agribisnis berbasis kelompok, sebagai upaya menumbuhkan empati, kerja sama, dan rasa saling menghargai antar peserta. Proses diskusi kelompok dalam kegiatan Eco-Empathy Project yang mendorong peserta untuk saling berkomunikasi secara positif, menghargai perbedaan pendapat, serta membangun sikap sosial anti-bullying melalui kerja tim dalam perencanaan kegiatan agribisnis. Gambar 2. Dokumentasi Seluruh Peserta Tabel 1. Perbandingan Kondisi Mitra Sebelum dan Sesudah Kegiatan PkM Hasil Setelah Kegiatan Indikator Pencapaian Sikap empati sosial Empati dan kepedulian sosial Meningkatnya kepedulian, masih rendah, interaksi terbatas saling membantu, dan pada kelompok kecil menghargai perbedaan Observasi perilaku, refleksi Aspek yang Dinilai Kerja sama dan Kondisi Awal (Sebelum Kegiata. Kerja kelompok belum optimal, masih ada dominasi dan konflik kecil Kerja sama lebih seimbang Aktivitas dan komunikasi lebih terbuka kelompok dan Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-12-03 Accepted : 2025-12-13 Published : 2025-12-29 Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Aspek yang Dinilai Kondisi Awal (Sebelum Kegiata. Hasil Setelah Kegiatan Indikator Pencapaian Kesadaran antibullying Pemahaman bullying masih bersifat normatif Meningkatnya kesadaran dampak bullying dan sikap menolak bullying Partisipasi siswa Partisipasi tidak merata Partisipasi aktif hampir seluruh Kehadiran dan peserta . Dukungan terhadap Belum terintegrasi secara Profil Pelajar Pancasila Terinternalisasi melalui praktik gotong royong dan Hasil refleksi dan Evaluasi guru dan tim PkM Hasil kegiatan ini sejalan dengan teori Experiential Learning yang dikemukakan oleh Kolb . , yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman langsung mampu membentuk sikap dan nilai secara lebih mendalam dibandingkan pembelajaran berbasis ceramah. Melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan agribisnis, siswa memperoleh pengalaman sosial nyata yang mendorong terbentuknya empati, tanggung jawab, dan kerja sama. Selain itu, temuan kegiatan ini mendukung konsep pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Lickona . , bahwa nilai-nilai seperti rasa hormat, tanggung jawab, dan kepedulian sosial perlu ditanamkan melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan kolaboratif dalam EcoEmpathy Project juga relevan dengan penelitian Olweus . , yang menekankan bahwa pencegahan bullying efektif dilakukan melalui penguatan iklim sosial sekolah dan relasi positif antar siswa. Dari perspektif keberlanjutan sosial, konsep eco-e (Sulaeka & Susanto, 2. tentang keterkaitan sistem sosial dan ekologis. Dengan demikian, kegiatan PkM ini tidak hanya berkontribusi pada pencegahan bullying, tetapi juga membentuk kesadaran holistik siswa terhadap hubungan antara manusia, lingkungan, dan nilai kemanusiaan (Sulaeka & Susanto, 2. Kesimpulan Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aktivitas agribisnis berbasis kelompok efektif digunakan sebagai media pembinaan karakter karena memungkinkan siswa belajar secara kontekstual, kolaboratif, dan Interaksi intensif antaranggota kelompok mendorong terbentuknya sikap saling menghargai, tanggung jawab bersama, dan gotong royong, sehingga berkontribusi pada terciptanya iklim sosial yang lebih inklusif dan kondusif di sekolah. Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam mengelola perbedaan dan menyelesaikan konflik secara positif. Dari perspektif mitra, program ini mendukung penguatan pendidikan karakter serta implementasi Profil Pelajar Pancasila dan Kurikulum Merdeka, khususnya pada dimensi gotong royong, berakhlak mulia, dan pembelajaran berbasis proyek. Dengan demikian. Eco-Empathy Project tidak hanya berperan sebagai upaya preventif terhadap bullying, tetapi juga menjadi model kegiatan PkM yang relevan dan berkelanjutan dalam membangun karakter siswa SMK secara holistik dan berorientasi pada nilai-nilai sosial dan lingkungan. Daftar Pustaka Capra. , & Luisi. The Systems View of Life: A Unifying Vision. Cambridge University Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International (CC BY-NC 4. Doi : https://doi. org/10. 47709/ppi. Pengabdian Pendidikan Indonesia (PPI) Vol: 3. No: 03. Desember 2025 Submitted : 2025-12-03 Accepted : 2025-12-13 Published : 2025-12-29 Press. Dewi. Perilaku school bullying pada siswa sekolah dasar. Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar, 1. , 39Ae48. Kemendikbudristek. Profil Pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi. Kolb. Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Pearson Education. Lickona. Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books. Nirwana. Pengaruh bullying terhadap motivasi belajar peserta didik di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan. Bahasa Dan Budaya, 3. , 130Ae142. Olweus. Bullying at School: What We Know and What We Can Do. Blackwell Publishing. Rahman. Sriwahyuni. Hakim. Azhar. Cahyani. Elyunandri. , & Latif, . Sosialisasi Pencegahan Tindakan Bullying Di Sekolah Dasar Negeri 020 Balikpapan Utara. JMM-Jurnal Masyarakat Merdeka, 3. Sari. Suastini. Anggawati. Dinanti. Putri. , & Ardianti. Mencegah Bully di Sekolah Dasar. In Nilacakra. Sukamto. Salido. , & Murjainah. Bullying Mencederai Hakikat Manusia. CV. AZKA PUSTAKA.