Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 3 Nomor 2 Desember 2023. Pages 201-210 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Pengaruh Media Video Animasi Terhadap Karakter Peduli Lingkungan Di Taman Kanak-Kanak Kartika 1-63 Kota Padang Fadilla Sari1. Sri Hartati2 Article Info Abstract Keywords: Environmental Animated video Early childhood This research is motivated by the underdeveloped character of caring for the environment in children. This is caused by the low initial understanding of children towards environmental care behaviors that they usually do routinely. The main objective of the study was to determine the effect of the use of animated video media on environmental care characters in Kindergartens. The research method used was a quasi-experimental pretest-posttest nonequivalent control group design. The place of this research is Kartika 1-63 Kindergarten. Padang City. The sample consisted of 20 children consisting of the 5-6 year age group, namely the experimental class B1 and the control class B2. The data collection tool uses a rating scale. Then the data was analyzed using the T test (Independent Sample T-tes. but beforehand it had gone through the normality prerequisite test, homogeneity to know how much influence the animated video media had on the character of caring for the environment in Kindergarten. The final results of this study showed a significance . -taile. 016 <0. 05 with an average N-Gain of 51. 17% for the experimental class and 33. for the control class, so that the environmental care character of children treated with media animated videos are higher than the environmental care characters for children who use conventional As for the magnitude of the influence of animated video media based on the effect size test, it was obtained 1. trong The conclusion obtained is that the animated video media has a very large and significant influence on the character of caring for the environment in kindergarten. Kata Kunci: Karakter Peduli Lingkungan. Media Video Animasi. Anak Usia Dini Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum berkembangnya karakter peduli lingkungan pada anak. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pemahaman awal anak terhadap perilaku peduli lingkungan yang biasa mereka lakukan secara rutin. Tujuan utama penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video animasi terhadap karakter peduli lingkungan di Taman Kanakkanak. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen pretest-posttest nonequivalent control group design. Tempat penelitian ini adalah Taman Kanak-kanak Kartika 1-63 Kota Padang. Sampel berjumlah 20 orang anak yang terdiri dari 1 Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: fadilasari522@gmail. Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: sri. pgpaudfipunp@gmail. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 kelompok usia 5-6 tahun, yaitu kelas eksperimen B1 dan kelas kontrol B2. Alat pengumpulan data menggunakan rating scale. Kemudia data dianalisis menggunakan uji T (Independent Sample T-tes. namun lebih dahulu telah melalui uji prasyarat normalitas, homogenitas mengetahui seberapa besar pengaruh media video animasi terhadap karakter peduli lingkungan di Taman Kanakkanak. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan signifikansi . -taile. sebesar 0,016 < 0,05 dengan rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 51,17% dan kelas kontrol sebesar 33,40%, sehingga karakter peduli lingkungan anak yang diberi perlakuan dengan media video animasi lebih tinggi dibandingkan dengan karakter peduli lingkungan anak yang menggunakan media konvensional. Adapun besarnya pengaruh media video animasi berdasarkan uji effect size diperoleh 1,4 . ategori kua. Kesimpulan yang diperoleh adalah media video animasi berpengaruh sangat besar dan signifikan terhadap karakter peduli lingkungan di Taman Kanak-kanak. PENDAHULUAN Lembaga formal yang diperuntukkan bagi anak kelompok usia 4-6 tahun berguna untuk mengembangkan berbagai potensi yang terdapat dalam diri anak termasuk kompetensi moral (Devianti et al. , 2. Secara garis besar, moralitas diyakini bersifat universal dan abadi. Salah satu bentuk moralitas yang dikembangkan pada anak usia pra sekolah adalah rasa hormat, kebaikan, kepedulian, kasih sayang, tidak mementingkan diri sendiri, kemurahan hati, dan toleransi (Goodman, 2. Menurut Thomas Lickona dalam ulasannya, guru adalah otoritas moral di dalam kelas, tugas guru adalah memberikan pendidikan karakter yang menekankan pada disiplin moral melalui pembelajaran kooperatif. Guru memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan perilaku yang dianggap sesuai dengan kepentingan individu dan kelompok, dan juga guru memiliki tanggung jawab untuk menghentikan perilaku yang dianggap bertentangan dengan kepentingan individu atau kelompok (Lickona,1. (Goodman. Karakter disebut juga dengan watak atau perilaku. Pendidikan karakter menurut (Berkowitz & Grych, 2. diibaratkan sebagai obat mujarab untuk menumbuhkan nilainilai moral dan memberikan bimbingan kepada anak mengenai pengetahuan moral, yaitu memahami mana nilai yang baik dan mana nilai yang buruk. Penelitian karakter menambah wawasan anak sebagai pendekatan . , lalu kemudian merasakan dengan hatinya . nilai-nilai kebaikan tersebut, serta dapat menjalankan nilai tersebut . sebagai upaya untuk mencegah perilaku yang dilarang. Tujuan dari pengembangan karakter sejak dini adalah agar anak memiliki kepribadian yang baik ketika dewasa. Hal tersebut juga dinyatakan oleh (Carter & Dasson, 2. bahwa nilai merupakan standar perilaku yang menjadi tolak ukur seseorang dalam menjalani kehidupannya dan kegagalan dalam mengembangkan nilai yang baik dalam diri sejak dini akan membentuk pribadi yang bermasalah saat dewasa. Peduli lingkungan merupakan sikap dan perbuatan yang dinilai penting bagi keberlangsungan kehidupan, sehingga karakter ini perlu diintegrasikan ke dalam perilaku keseharian anak usia dini di Sekolah (Sujiono, 2. Pengertian karakter peduli Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 lingkungan menurut (Purwanti, 2. adalah suatu sikap atau tindakan nyata untuk selalu berupaya mencegah dan memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi akibat kelalaian manusia itu sendiri. Nilai karakter ini berperan sebagai pembentukan pondasi diri yang kuat, sehingga anak menjadi pribadi yang mampu melawan berbagai tantangan dari berbagai permasalah yang terjadi di masa depan. Tujuan pengembangan nya. guna memotivasi agar anak melakukan kebiasaan yang baik dan berperilaku terpuji berbagai pengelolaan lingkungan yang benar, melatih rasa empati anak untuk menghindari sifat buruk yang sudah menjadi kebiasaan, menumbuhkan sikap ramah lingkungan dan tanggung jawab terhadap keadaan di lingkungan sekitar (Shofiyah, 2. Era globalisasi ini, pendidikan karakter peduli lingkungan tidak boleh dipandang sebelah mata mengingat pentingnya kepedulian terhadap lingkungan demi terciptanya pola pikir dan perilaku yang ramah lingkungan. Fenomena permasalahan lingkungan yang semakin hari semakin parah, baik orang dewasa maupun anak-anak sering menunjukkan perilaku acuh tak acuh terhadap keadaan lingkungan sekitar dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan, kebiasaan boros dalam penggunaan energi listrik dan air, kurangnya kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan lain sebagainya (Nengsi & Eliza, 2. Sikap manusia inilah yang menjadi faktor utama terjadinya bencana alam yang sulit diatasi dan belum ditemukan solusi yang dapat mengatasi masalah tersebut. Karena pondasi awal yang tidak kokoh, maka kenyataannya kebiasaan buruk itu tetap ada dan sulit untuk diubah. Dengan demikian, pengembangan karakter ini sangat penting untuk AUD melalui pendidikan di Sekolah (Azmi & Elfayetti, 2. Tidak terbatas pada nilai benar atau salah, akan tetapi harus menyentuh ranah psikologis anak yang terdiri dari keseluruhan potensi utama manusia, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik (Mukminin, 2. Pengembangan karakter peduli lingkungan sejak dini perlu distimulasi secara maksimal agar dapat berkembang dengan baik. Mengembangkan karakter tersebut dilakukan melalui kegiatan sesederhana mungkin tanpa membebani anak. Ada beberapa kegiatan dalam menstimulasi nilai karakter tersebuut pada anak usia dini, antara lain menurut (Wilson, 1. (Gyven & Ylmaz, 2. bahwa akan jauh lebih efektif jika kita mengembangkan sikap peduli lingkungan usia pra-sekolah melalui bentuk-bentuk sederhana, yaitu dengan. mengajarkan anak untuk sebisa mungkin menghindari pemorosan, dan mengajarkan anak untuk dapat membuang sampah dengan benar. (Amseke, 2. (Ramadhani & Masykuroh, 2. menambahkan bahwa sikap peduli lingkungan pada anak meliputi kegiatan menjaga keadaan lingkungan agar tetap bersih dan nyaman, membuang sampah pada tempatnya dan sesuai jenisnya, membiasakan diri menghemat penggunaan sumber energi listrik dan air, serta membersihkan peralatan. Hasil penelitian (Kos et al. , 2. mengungkapkan bahwa anak-anak prasekolah memiliki pemahaman awal yang rendah tentang perilaku pro-lingkungan yang mereka lakukan secara rutin. Selain itu, hasil penelitian (Aulia & Hadiyanto, 2. menyatakan bahwa kemampuan literasi anak terhadap perilaku peduli lingkungan masih jauh dalam kategori berkembang dan bisa dikatakan masih rendah. Dengan demikianlah, masa203 Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 masa pra-sekolah, anak memang belum diperkenankan untuk harus melakukan perilaku tersebut namun kita harus mengusahakan agar anak-anak mengetahui dasarnya mengapa perilaku tersebut harus dilakukan. Keterbaruan penelitian ini terletak pada metodelogi yang digunakan. Peneliti sebelumnya menggunakan metode penelitian survei untuk mengumpulkan data dengan cara menanyai responden mengenai topik atau hal tertentu. Sedangkan peneliti menggunakan pendekatan metode quasi eksperimen untuk mengetahui perbedaan karakter peduli lingkungan anak usia dini, yang diberi pelakuan menggunakan media video animasi dengan yang tidak diberi perlakuan sama sekali. Mengenalkan berbagai nilai-nilai karakter peduli lingkungan dimulai dengan menjelaskan kepada anak tentang pengetahuan tentang penyebab terjadinya kerusakan lingkungan baik itu faktor alam maupun akibat kelalaian manusia , kemudian pengetahuan tentang konsekuensi dampaknya terhadap kehidupan dan pengetahuan tentang strategi . untuk berubah, ketika menghadapi masalah lingkungan (Jensen, 2. (Sari et al. , 2. Dengan demikianlah, guru perlu melakukan berbagai inovasi dalam pembelajaran guna mengembangkan karakter peduli lingkungan pada anak agar mereka lebih mencintai lingkungannya. Salah satunya ialah dengan menggunakan media yang tepat dan bernilai relevan untuk pengembangan karter peduli Media tersebut dapat berupa media digital, maupun media jenis lainnya. Namun dalam penelitian ini kita akan melihat perbedaan karakter peduli lingkungan AUD yang menggunakan media digital berupa video animasi. Video animasi memiliki ciri khas berupa gambar bergerak disertai suara. Pada umumnya media ini memiliki karakteristik visual yang menarik. Alur cerita yang diperankan tokoh-tokoh dalam video animasi dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menarik perhatian anak. Bahkan media video animasi mampu mewujudkan benda abstrak seperti menyerupai aslinya sehingga anak-anak dapat dengan mudah memahami informasi dan membangun pengetahuannya sendiri melalui tayangan video animasi (Moreno & Mayer, 2. Media video animasi mampu menjelaskan kejadiankejadian di lingkungan sekitar kita dengan cara yang menarik, video animasi juga memberikan efek inhibisi atau disinhibisi berdasarkan tindakan yang dicontohkan dan diharapkan anak-anak dapat termotivasi untuk berperilaku seperti yang dicontohkan. Berbeda dengan media video animasi, buku cerita merupakan salah satu alat bantu penyampai pesan yang biasa digunakan oleh guru dalam mengembangkan berbagai aspek perkembangan anak dan juga sebagai alat bantu dalam mengembangkan moralitas pada diri anak sejak dini (Suri et al. , 2. Buku cerita berupa gambar-gambar menarik yang diikuti teks berupa alur cerita dari karakter tokoh yang ada di dalam Menggunakan buku cerita bergambar juga memungkinkan anak untuk memahami nilai-nilai sikap dan perilaku yang terkandung dalam isi cerita. (Hayati, 2. mengemukakan hasil penelitiannya bahwa perlakuan dengan buku cerita bergambar mampu menarik perhatian anak apalagi jika digunakan untuk anak usia dini yang masih dalam proses pengoptimalan indra penglihatan dan pendengaran, tentunya dapat membantu anak untuk lebih fokus dalam kegiatan belajar buku cerita juga memiliki tampilan visual menarik yang mudah ditiru oleh anak-anak. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Berdasarkan kajian diatas, maka demikianlah penelitian ini guna mengetahui pengaruh penggunaan video animasi terhadap karakter peduli lingkungan di Taman Kanak-kanak. Tujuan selanjutnya ialah melihat perbedaan karakter peduli lingkungan anak usia dini yang diberikan perlakuan media video animasi dengan karakter peduli lingkungan anak yang menggunakan media pembelajaran konvensional. Hasil penelitian ini nantinya akan memberikan kontribusi berupa pengetahuan baru bagi pendidik AUD dalam memilih alternatif media yang tepat dalam mengembangkan kompetensi moral anak khususnya dalam mengembangkan nilai-nilai karakter peduli lingkungan di Taman Kanak-kanak. METODE Metodelogi adalah kuasi eksperimen Pretest-Posttes Nonequivalent Control Group Design, metode ini dinilai tepat untuk mengetahui pengaruh dari sebuah perlakuan. Kelas B1 dijadikan kelompok eksperimen dan kelas B2 sebagai kelompok kontrol. (Group Eksperime. diberi pelakuan menggunakan video animasi sedangkan kelas B2 (Group Contro. tidak diberikan perlakuan tetap pada pendekatan konvensional yang biasa digunakan guru dalam mengembangkan karakter peduli lingkungan yakni berupa media buku cerita. Adapun tahapan penelitian ini dirancang sesederhana mungkin agar mudah di pahami, yaitu . Mengawali dengan melakukan test awal . pada masing-masing sampel penelitian . Melakukan treadmen sebanyak 3 kali hanya pada kelompok eksperimen . Mengetahui hasil akhir dengan melakukan post test pada kedua kelompok . Mengolah data hasil penelitian untuk menguji hipotesis. Sampel peneltiian ini sejumlah 20 orang anak. Kelas B1 total 10 sampel dan kelas B2 sejumlah 10 sampel. Penelitian ini menggunakan Rating Scale sebagai alat ukur pengumpulan data. Rating scale dikembangkan berdasarkan indikator karakter peduli lingkungan yang dikemukakan oleh (Wilson, 1. (Gyven & Ylmaz, 2. bahwa akan jauh lebih efektif jika kita mengembangkan sikap peduli lingkungan usia pra-sekolah melalui bentuk-bentuk praktiksi sederhana, yaitu dengan. mengajarkan anak untuk sebisa mungkin menghindari pemorosan, dan mengajarkan anak untuk dapat membuang sampah dengan benar. Analisis pengaruh dilakukan dengan menggunakan Uji independen sample t-test guna melihat perbedaan karakter peduli lingkungan anak yang diberi perlakuan dengan yang tidak diberikan perlakuan. Pentinya untuk memenuhi uji prasyarat terkebih dahulu sebelum melakukan uji t yakni uji normalitas data dengan menggunakan . ji ShapiroWil. serta uji homogen dengan . ji Leven. , terakir barulah kita melakukan uji hipotestis dengan uji-t (Independet Sample T-Tes. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini guna melihat seberapa besar pengaruh media video animasi terhadap karakter peduli lingkungan di Taman Kanak-kanak. Adapun media video animasi sebagai variabel bebas yang akan mempengaruhi variabel yakni karakter peduli lingkungan. Analisis pengaruh antar variabel dapat dilakukan apabila data sudah memenuhi uji Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 prasyarat salah satunya ialah data harus berdistrinormal. Maka uji prasyarat normalitas data menggunakan . ji Shapiro-Wil. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Data Pretest dan Postest Kelompok Eksperimen dan Data Pretest dan Postest Kelompok Kontrol Test of Normality Shapiro-Wilk Keterangan Nilai Sig Pretest Eksperimen ,258 Normal Postest Eksperimen ,249 Normal Pretest Control ,390 Normal Postest Control ,646 Normal Pengambilan keputusan uji normalitas, yakni apabila nilai signifikansi >0,05, menunjukkan data normal. Diketahui pretest kelompok eksperimen yaitu 0,258. eksperimen yaitu 0,249. pre-test kontrol yaitu 0,390. dan post-test kontrol 0,646. artinya kedua data kelompok eksperimen dan kontrol sudah berdistribsi normal. Selanjutnya melakukan uji prasyarat kedua dengan memastikan apakah data sudah Tabel 2. Uji Homogenitas Pretest dan Postest Kelompok Eksperimen dan Data Pretest dan Postest Kelompok Kontrol Variance Homogeneity Test Keterangan Levene Statistic Sig. ,334 ,984 ,334 Data Homogen Pengambilan keputusan uji homogenitas dari data diatas ialah dengan melihat nilai Signifikansi yangterdapat pada kolom Levene Statistic. Kategorisasi pegambilan keputusan dinyatakan sebagai berikut. apabila nilai Sig > 0,05, maka data sudah homogen atau sama. Signifikansi data sebesar 0,334 dengan perolehan nilai Levene Statistik 0,984 > 0,05. Demikian bawah data kedua kelompok yakni eksperimen dan kontrol sudah menunjukkan kriteria homogen. Setelah memenuhi uji prasyarat, maka dilanjutkan dengan analisis pengaruh media video animasi terhadap karakter peduli lingkungan melalu Uji T. Perbedaan karakter peduli lingkungan kelompok eksperimen yang diberi perlakuan media video animasi dibandingkan kelompok kontrol melalui pengujian N-Gain Score pada kedua kelompok. Tabel 3. Rata-rata PostTest Kelompok Eksperimem. Kelompok Kontrol Kelompok Eksperimen Kontrol Rata-rata 51,17 33,40 Hasil pengujian rata-rata melalui uji N-Gain Score, maka diketahui bahwa karakter peduli lingkungan kelompok eksperimen yang diberi perlakuan menggunakan video animasi menunjukan pengaruh lebih besar dibandingkan kelompok kontrol yang menggunakan pendekatan konvensional buku cerita bergambar. Teori kognitif sosial Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 yang diperkenalkan oleh Bandura menyatakan bahwa pemodelan memiliki beberapa efek yang pada intinya orang dapat mempelajari perilaku baru melalui pengamatan yang dilakukan terhadap orang lain sebagai model bagi dirinya sendiri yang terdiri dari model langsung, model simbolik, dan instruksi verbal dalam penelitian ini video animasi termasuk dalam kategori model simbolik (Abdullah, 2. (Aria Farindhni, 2. Video animasi mampu menjelaskan latar belakang masalah, karakter, dengan cara yang menarik dan saling berhubungan (Heo, 2. Mengingat anak usia dini masih dalam tahap pembentukan karakter, sehingga membutuhkan sarana pembelajaran yang tepat dalam membangun moralitas yang mumpuni. Anderson dan Krathwol dalam (Wilson, 1. menyebutkan bahwa nilai karakter peduli lingungan merupakan hasil gabungan dari dua pengetahuan dasar yakni Factual knowladge: the basic element student must know and procedural knowlage. how to do something. Artinya adalah nilainilai tersebut tidak relevan jika hanya dengan memberikan perintah saja kepada anak, tetapi mereka harus tahu alasan mengapa mereka diberi perintah. Sehingga pengetahuan ini menjadi dasar bagi anak dalam membangun karakternya (Sulasmiwati. Tabel 4. Uji Independent Sample T Test Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol Nilai Signifikan Keterangan Data ,016 Berpengaruh Signifikan . Equal Posttest Group Eksperiment Control Analisis hipotesis melalui uji pengaruh independent sample t-test, menunjukkan nilai signifikansi perolehan data sebesar 0,016 < 0,05. Dengan demikian hipotesis penelitian sudah terjawab. Media video animasi berpengaruh signifikan terhadap karakter peduli lingkungan di Taman Kanak-kanak Kartika 1-63 Kota Padang. Penggunaan media video animasi dalam mengembangkan karakter peduli lingkungan memungkinkan anak untuk menyentuh 3 aspek yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Video animasi menyajikan berbagai informasi tentang sebab, pengetahuan tentang akibat dan pengetahuan tentang strategi . untuk berubah, ketika menghadapi permasalahan lingkungan sehingga anak mengetahui perilaku apa saja yang dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan, anak mengetahui adap alam dan pengetahuan tentang strategi . untuk berubah, ketika menghadapi permasalahan lingkungan berdasarkan video animasi yang dilihatnya dan diharapkan ada pada dirinya. Teori Lickona tentang pendidikan karakter, yaitu melibatkan pengetahuan tentang moral, perasaan moral, dan tindakan moral. Penggunaan media yang tepat dapat memudahkan anak dalam menerima informasi sehingga berdampak pada proses pembelajaran yang lebih bermakna (Nurrita. Selain itu (Hartati, 2. menjelaskan bahwa salah satu upaya dalam mengoptimalkan seluruh aspek perkembangan anak yakni melalui alternatif penggunaan media pembelajaran yang relevan dan sudah disesuaikan fungsinya dengan karakteristik aspek yang akan dikembangkan namun tetap harus dapat menimbulkan rasa Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 ketertarikan pada anak. Semakin menarik media tersebut bagi anak maka semakin terstrimulasi aspek-aspek perkembangan mereka hingga menjadi lebih optimal. Video animasi sebagai media pengembangan karakter peduli lingkungan mampu menarik perhatian anak dan menambah wawasan mereka tentang sikap peduli lingkungan. Dengan demikianlah, pemanfaatan media tersebut sebagai media langsung yang dapat dilihat oleh mata dan juga mampu menstimulasi sensori pendengaran anak. Video animasi menyediakan fitur intuitif yang kuat mampu memobilisasi perhatian anak-anak dalam waktu yang terbatas, meningkatkan perhatian dan konsentrasi anakanak, serta memberikan imajinasi penuh kepada anak-anak. Menurut (Liu & Luo, 2. Video animasi juga memberikan dampak terhadap moral anak, karakter dalam animasi memberikan contoh bagi anak mengenai norma-norma perilaku dalam proses peniruan berbagai peran sosial yang dapat membantu anak menumbuhkan kualitas moral seperti kontrol diri untuk selalu berperilaku baik. Hasil penlitin (Suryani & Seto, 2. , menunjukkan bahwa video animasi berperan penting dalam merangsang daya ingat anak dan mempengaruhi pola berfikir anak agar lebih menghormati dan mencintai lingkungannya lingkungannya. KESIMPULAN Terdapat perbedaan karakter peduli lingkungan kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan karakter peduli lingkungan anak pada kelompok kontrol yang menggunakan pendekatan konvensional. Kesimpulannya adalah video animasi memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan dengan menggunakan buku cerita dalam mengembangkan karakter peduli lingkungan. Hal ini dikarenakan video animasi mampu memberikan fitur intuitif yang kuat, sehingga mampu memobilisasi perhatian anak, meningkatkan perhatian dan konsentrasi anak serta memberikan imajinasi penuh pada anak, anak dengan mudah mengolah informasi berdasarkan apa yang dilihatnya dalam tayangan video animasi dan anak mampu bersikap sesuai dengan apa yang diketahuinya setelah menonton video animasi. DAFTAR KEPUSTAKAAN Abdullah. Social Cognitive Theory :A Bandura Thought. Psikodimensia, 18. , 85. https://doi. org/10. 24167/psidim. Aria Farindhni. Pengembangan Media Video Animasi untuk Peningkatan Motivasi Belajar Dan Karakter Demokratis Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter, 8. , 172Ae186. https://doi. org/https://doi. org/10. 21831/jpk. Aulia. , & Hadiyanto. Kepedulian Lingkungan melalui Literasi Lingkungan pada Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini , 6. , 6690Ae https://doi. org/10. 31004/obsesi. Azmi. , & Elfayetti. Analisis Sikap Peduli Lingkungan Siswa Melalui Program Adiwiyata Di SMA Negeri 1 Medan. Jurnal Geografi, 9. , 125. https://doi. org/10. 24114/jg. Berkowitz. , & Grych. Early Character Development and Education. Early Education Development, 37Ae Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 http://dx. org/10. 1207/s15566935eed1101_4 Carter. , & Dasson. What School Leaders Are Doing to Support a Culture of Character: An Exploratory Study With Preschools in Singapore. Childhood Education, 93. , 29Ae38. https://doi. org/10. 1080/00094056. Devianti. Sari. , & Bangsawan. Pendidikan Karakter untuk Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 3. , 67Ae78. https://doi. org/10. 46963/mash. Goodman. Moral Education in Early Childhood: The Limits of Constructivism. Early Education & Development, 11, 37Ae41. https://doi. org/http://dx. org/10. 1207/s15566935eed1101_3 Gyven. , & Ylmaz. Role and Importance of Family At Preschool Children Environmental Education. European Journal of Sustainable Development, 6. , 105Ae114. https://doi. org/10. 14207/ejsd. Hartati. and Z. Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Stimulasi Sensori Visual Bagi Guru PAUD di Kecamatan Batang Anai. Jurnal Pendidikan : Early Childhood, 2. , 1Ae7. https://doi. org/https://doi. org/10. 35568/earlychildhood. Hayati. Efektivitas Buku Cerita Bergambar pada Keberhasilan Toilet Training Anak Usia 3-4 Tahun. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini , 4. , 1041Ae https://doi. org/10. 31004/obsesi. Heo. The Effect of Using Three Types of Instructional Media on Comprehension and Motivation of Korean College Students in an Online Course. ProQuest Dissertations and Theses, 163. https://doi. org/http://hdl. net/11714/3571 Jensen. Knowledge . Action and Pro- environmental Behaviour. Environmental Education Research, 37Ae41. https://doi. org/https://doi. org/10. 1080/13504620220145474 Kos. Jerman. Anlovar. , & Torkar. Preschool Children Ao s Understanding of Pro - Environmental Behaviours : Is It Too Hard for Them ? Internasional Journal Of Environmental & Science Education , 11. https://doi. org/https://eric. gov/?id=EJ1115643 Liu. , & Luo. the Influence of Animation on the Social Development of Preschool Children. Educational Innovations and Applications, 135Ae138. https://doi. org/10. 35745/ecei2019v2. Moreno. , & Mayer. Interactive multimodal learning environments. Educational Psychology Review, 19. , 309Ae326. https://doi. org/10. 1007/s10648007-9047-2 Mukminin. Strategi Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan di Sekolah Adiwiyata Mandiri. Jurnal Pendidikan ISlam. XIX XIX. , 227Ae252. https://doi. org/https://doi. org/10. 19109/td. Nengsi. , & Eliza. Pelaksanaan Pengembangan Karakter Peduli Lingkungan Bagi Anak dalam Konteks Alam Takambang Jadi Guru. Journal on Early Childhood, 2, 28Ae40. https://doi. org/10. 31004/aulad. Nurrita. Media Pembelajaran dan Hasil Belajar Siswa. Misykat, 03, 171Ae187. https://doi. org/https://dx. org/10. 33511/misykat. Purwanti. Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Dan Implementasinya. Jurnal Riset Pedagogik, 1. , 14Ae20. https://doi. org/https://doi. org/10. 20961/jdc. Ramadhani. , & Masykuroh. Pengembangan Media Flashcard Untuk Membangun Karakter Peduli Lingkungan Anak Usia Dini. Jurnal Anak Usia Dini Dan Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Pendidikan Anak Usia Dini, 8. , 190Ae201. http://dx. org/10. 30651/pedagogi. Sari. Arisanty. , & Putro. Penanaman Pendidikan Karakter Religius dan Peduli Lingkungan di SMP IT Assalam. JPG (Jurnal Pendidikan Geograf. , 9. , 49Ae56. https://doi. org/10. 20527/jpg. Shofiyah. PAUD Sebagai Penanaman Kakarakter Peduli Lingkungan untuk Mencapai Target Sustainable Development GOALS (SDGS). Jurnal Ilmiah Visi, 17, 89Ae97. https://doi. org/https://doi. org/10. 31004/edukatif. Sujiono. Strategi Pendidikan Anak Usia Dini. PT. Indeks. Sulasmiwati. Pengembangan Animasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan di Taman Kanak-Kanak. Journal of Educational Review and Research , 5. , 101Ae https://doi. org/https://dx. org/10. 26737/jerr. Suri. Aunurrahman. , & Linarsih. Penerapan Metode Mendongeng untuk Mengembangkan Karakter Peduli Lingkungan Pada Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa , 11. , https://doi. org/10. 26418/jppk. Suryani. , & Seto. Penerapan Media Audio Visual untuk Meningkatan Perilaku Cinta Lingkungan pada Golden Age. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 900Ae908. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Wilson. Environmental education programs for preschool children. Journal of Environmental Education, 27. , 28Ae33. https://doi. org/10. 1080/00958964. Wilson. Starting Early: Environmental Education during the Early Childhood Years. Journal Wildlife Rehabilitation, 23Ae25. https://doi. org/https://eric. gov/?q=ED402147