ELASTICITY p-ISSN: 3063-9859 e-ISSN: 3063-9468 Vol. No. 1, 2024 Journal of Applied Engineering Science ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG KAWASAN EKOWISATA MANGROVE DI PULAU OSI Sari1. Renoldy L. Papilaya2. Adnan Affan Akbar Botanri3 1, 2, 3 Universitas Pattimura. Jl. Ir. Putuhena. Poka. Ambon. Maluku, 97233. Indonesia Email: sariadam3636@gmail. Article History Received: 08-08-2024 Revision: 05-09-2024 Accepted: 15-09-2024 Published: 18-09-2024 Abstract. Osi Island is included in the leading tourist destinations of Western Seram Regency. The island has a major attraction, namely a mangrove forest along a wooden bridge with a length of 1,300 meters. The problems in this study are that there is no clean water, some facilities are not good, access in ecotourism areas such as bridges and trails are starting to have holes. The purpose of this study is to determine the existing condition of mangrove ecotourism, as well as to analyze the value of suitability and carrying capacity of mangrove ecotourism areas. This study uses descriptive analysis methods, visitor perception analysis, suitability analysis and area carrying capacity analysis. The results obtained are that the existing condition of the Osi Island mangrove forest ecotourism has cool forest conditions along the bridge and clean sea views, but the access . rails and bridge. to Osi Island is still damaged and there are supporting facilities and infrastructure that are already available. The total score of the results of the mangrove ecotourism condition of Osi Island is included in the S2 category (Appropriat. , with a total score of 68 and a tourism suitability index of 78%, meaning that it can be used for ecotourism activities and the carrying capacity of the mangrove ecotourism area on Osi Island is 409 people per day. Keywords: Mangrove Ecotourism. Regional Carrying Capacity. Visitor Abstrak. Pulau Osi masuk dalam destinasi unggulan wisata Kabupaten Seram Bagian Barat. Pulau ini memiliki daya tarik utama yaitu hutan mangrove di sepanjang jembatan kayu dengan panjang 1,300 meter. Masalah dalam penelitian ini yaitu tidak ada air bersih, beberapa kondisi fasilitas kurang baik, akses dalam kawasan ekowisata seperti jembatan dan jalan setapak mulai berlubang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting ekowisata mangrove, serta menganalisis nilai kesesuaian dan daya dukung kawasan ekowisata Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, analisis persepsi pengunjung, analisis kesesuaian dan analisis daya dukung kawasan. Hasil yang diperoleh adalah kondisi eksisting ekowisata hutan mangrove Pulau Osi memiliki kondisi hutan yang sejuk disepanjang jembatan serta pemandanganpemandangan laut yang bersih, namun untuk akses . alan setapak dan jembata. ke Pulau Osi masih rusak dan terdapat sarana dan prasarana penunjang yang sudah Total skor hasil kondisi ekowisata mangrove Pulau Osi termasuk dalam kategori S2 (Sesua. , dengan total skor 68 dan indeks kesesuaian wisata sebesar 78%, artinya dapat digunakan untuk kegiatan ekowisata dan daya dukung kawasan ekowisata mangrove di Pulau Osi adalah 409 orang per hari. Kata Kunci: Ekowisata Mangrove. Daya Dukung Kawasan. Pengunjung How to Cite: Sari. Papilaya. , & Botanri. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan Ekowisata Mangrove di Pulau Osi. ELASTICITY: Journal of Applied Engineering Science, 1 . , 40-53. http://doi. org/10. 54373/elastic. Sari et al. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung KawasanA PENDAHULUAN Pulau Osi adalah salah satu pulau yang teletak di Desa Eti. Kecamatan Seram Barat. Kabupaten Seram Bagian Barat. Maluku. Pulau ini memiliki daya tarik utama yaitu hutan mangrove di sepanjang jembatan kayu dengan panjang 1,300 meter. Ekowisata mangrove Pulau Osi ini merupakan salah satu destinasi wisata yang terbuka untuk umum apabila para wisatawan ingin berjalan-jalan, menikmati kicauan burung, naik perahu, makan ikan segar ataupun menikmati indahnya matahari terbenam. Ekowisata ini juga dilengkapi dengan penginapan/resort dengan harga terjangkau untuk para wisatawan yang ingin menginap. Ekowisata ini apabila dikembangkan maka terdapat peluang usaha yang bermanfaat bagi Namun, sebelum dilakukan pengembangan ekowisata mangrove, maka langkah utama yang perlu dikaji dan diidentifikasi adalah kondisi dan potensi ekowisata di kawasan tersebut. Adapun masalah di kawasan penelitian ini yaitu tidak ada air bersih, beberapa kondisi fasilitas kurang baik, akses dalam kawasan ekowisata seperti jembatan dan jalan setapak mulai berlubang dan masih kurangnya kerjasama antar masyarakat dalam pengelolaan ekowisata mangrove. Mengingat konsep ekowisata lebih menekankan pada kealamian, kekhasan dan keaslian dari sumber daya alam, maka kriteria/parameter yang digunakan untuk menentukan kesesuaian lahan ekowisata harus menitik beratkan pada kondisi sumber daya ekosistem mangrove tersebut. Penentuan kesesuaian lahan ekowisata mangrove berdasarkan perkalian bobot dan skor yang diperoleh dari setiap parameter yang diukur (Yulianda, 2. Untuk mengantisipasi dampak negatif dari pengembangan ekowisata, perlu pendekatan daya dukung dalam pengelolaan ekowisata sesuai dengan batas-batas kewajaran. Daya dukung merupakan konsep pengelolaan sumber daya alam yang lestari berdasarkan ukuran kemampuannya. Perhitungan daya dukung dimaksudkan untuk membatasi pemanfaatan yang berlebihan dan mencegah kerusakan ekosistem (Nugraha et al. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting ekowisata mangrove, serta menganalisis nilai kesesuaian dan daya dukung kawasan ekowisata mangrove. METODE Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ada 2 yaitu data kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu survey. Survey yang dilakukan disini dengan cara observasi lapangan, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu masyarakat dan wisatawan yang berkunjung di Pulau Osi. Desa Eti. Kecamatan Seram Barat. Untuk masyarakat dengan jumlah 916 orang. Peneliti Sari et al. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung KawasanA menggunakan teknik Purposive Sampling dan Accidential Sampling untuk menentukan jumlah Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: Untuk mengetahui kondisi eksisting ekowisata mangrove di Pulau Osi, peneliti menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan melakukan observasi, wawancara, dokumentasi dan Analisis Persepsi Pengunjung. Analisis ini digunakan untuk mengetahui tingkat kepuasan terhadap ekowisata mangrove Pulau Osi melalui penyebaran kuesioner. Penyebaran kuesioner dilakukan kepada wisatawan dan masyarakat Dusun Pulau Osi. Untuk mengetahui kesesuaian ekowisata mangrove dan daya tampung wisatawan di kawasan ekowisata mangrove peneliti menggunakan Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan mengacu pada Yulianda . dan Ali et al. mempertimbangkan 8 parameter dengan tiga klasifikasi penilaian. Matriks kesesuaian ekowisata mangrove dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini. Tabel 1. Matriks Kesesuaian Ekowsiata Mangrove Parameter Keterangan Ketebalan Mangrove >500 (Mete. >200-500 <50 Kerapatan Mangrove >15-25 . >10-15 Jenis Mangrove Pasang Surut (Mete. >1-2 >2-5 Obyek Biota C Ikan. Kepiting. Moluska. Reptil. Burung. Udang C Ikan. Kepiting. Moluska. Udang C Ikan. Moluska C Salah Satu Biota Air Aksesibilitas C Sangat mudah untuk menuju ke lokasi ekowisata . ekat jalan utama, jalan dan transportasi memadai C Mudah untuk menuju ke lokasi ekowisata . erdapat dua kriteri. C Terdapat satu kriteria C Sulit menuju ke lokasi ekowisata Skor Bobot Sari et al. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung KawasanA Infrastruktur Infrastruktur Tersedia lengkap (Terdapat tempat sampah, kondisi jalan bagus, terdapat dermaga, terdapat tempat parkir, terdapat kios makanan dan minuma. C Infrastruktur belum tersedia lengkap . edapat tiga kriteri. C Terdapat salah satu kriteria Infrastruktur tidak tersedia Acceptance C Jenis kegiatan sangat diterima oleh (Penerimaa. masyarakat setempat C Jenis kegiatan diterima oleh masyarakat setempat C Jenis kegiatan tidak diterima oleh masyarakat setempat C Jenis kegiatan sangat tidak diterima oleh masyarakat setempat Ekonomi Masyarakat C Pendapatan 000/hari C Pendapatan 000/hari C Pendapatan 000/hari C Pendapatan masyarakat dibawah 000/hari Sumber: Yulianda . dan Ali et al. Dengan rumus untuk menghitung indeks kesesuaian wisata berdasarkan Yulianda . , ycAycn IKW = Oc. cAycoycaycoy. x 100% Keterangan: Nilai maksimum IKW Nmaks = 87 = Indeks Kesesuaian Wisata Mangrove = Tidak Sesuai dengan Nilai <25%) = Nilai Parameter ke-I . obot x sko. = Nilai Maksimum dari suatu kategori wisata = Sangat Sesuai . % - 100%) = Sesuai . % -79%) = Sesuai Bersyarat . % - 59%) = Tidak Sesuai (>40%) Analisis Daya Dukung Kawasan Daya dukung kawasan adalah jumlah maksimum pengunjung yang secara fisik dapat ditampung dikawasan yang disediakan pada waktu tertentu tanpa menimbulkan gangguan pada alam dan manusia (Yulianda, 2. Sari et al. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung KawasanA Tabel 2. Pehitungan Potensi Ekologis dan Daya Dukung Kawasan (Ocpengunjun. Kegiatan Wisata Mangrove Berperahu Memancing Foto View Panjang Area (LT) 50 m . ihitung panjang track, setiap 1 orang sepanjang 50. 250 m2 50 m2 50 m2 Waktu yang Wp . Waktu yang Wt . Sumber: Modifikasi Yulianda . Dengan rumus perhitungan sebagai berikut: yaycy ycOyc DDK = K x yayc x ycOycy Keterangan: DDK = Daya Dukung Kawasan = Potensi Ekologis pengunjung per satuan unit area = Luas area untuk panjang area yang dapat dimanfaatkan = Unit area untuk kategori tertentu = Waktu yang disediakan oleh kawasan untuk kegiatan wisata dalam satu hari = Waktu yang dihabiskan oleh pengunjung untuk setiap kegiatan Tertentu HASIL DAN DISKUSI Gambaran Umum Pulau Osi Pulau Osi merupakan salah satu pulau yang ada di Kabupaten Seram Bagian Barat, tepatnya di Desa Eti Kecamatan Seram Barat. Pulau Osi dikenal sebagai objek wisata sejak tahun 2007 sejak dibangunnya jembatan dengan bantuan dari masyarakat dan pemerintah, kemudian diresmikan oleh bapak gubernur Maluku pada saat itu yaitu Bapak Karel Albert Ralahalu. Awal mulanya, belum tersedia fasilitas-fasilitas pendukung wisata. Kemudian, pada masa gubernur Bapak Said Assagaf mulai dilakukan renovasi jembatannya. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Seram Bagian Barat, ekowisata mangrove ini dikelola dan dikembangkan sendiri oleh masyarakat Pulau Osi. Pemerintah setempat hanya memberikan bantuan berupa pelatihanpelatihan terkait sadar wisata dan juga promosi-promosi lewat media sosial dan pada tahun 2021 pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat mendaftarkan Pulau Osi dalam nominasi Anugerah Pariwisata Indonesia kategori ekowisata dan lolos dalam 10 besar. Untuk gazebogazebo yang tersedia merupakan bantuan dari Dinas Kelautan dan perikanan, dan dari Dinas Sari et al. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung KawasanA Lingkungan Hidup memberikan bantuan berupa bibit-bibit mangrove untuk ditanam di areaarea mangrove yang rusak akibat penebangan liar oleh masyarakat. Pulau Osi dikelilingi oleh laut yang bersih dan beberapa pulau yaitu Pulau Marsegu. Pulau Burung dan Pulau Buntal. Pulau Osi juga memiliki kekayaan alam bawah laut yang memukau mulai dari terumbu karang, padang lamun serta berbagai jenis ikannya. Karena air lautnya sangat jernih sehingga kita dapat melihat kekayaan alam bawah laut langsung di depan mata. Untuk dapat berkunjung ke Pulau Osi, pengunjung dapat menggunakan transportasi pribadi atau jasa angkut. Dari Kota Ambon, pengunjung harus menyeberang dengan menggunakan kapal ferry dari pelabuhan Hunimua-Waipirit A1,5 jam. Perjalanan kemudian di lanjutkan A2 jam menuju pulau ini. Tetapi pengunjung tidak akan merasa bosan dengan lama perjalanannya karena sepanjang perjalanan pengunjung melewati bukit-bukit yang sangat indah. Bagi pengunjung yang menggunakan mobil hanya sampai didepan pintu gerbang Pulau selanjutnya pengunjung harus menggunakan jasa ojek atau berjalan kaki. Jarak yang ditempuh A2 Km melewati jembatan kayu yang dikelilingi hutan mangrove kemudian melewati 3 Pulau kecil yang berbeda hingga akhirnya sampai di Pulau yang mempesona ini. Kondisi Eksisting Ekowisata Mangrove Pulau Osi Pada penelitian ini, peneliti menggunakan 4 komponen pengembangan pariwisata yang terdiri dari Attraction (Atraks. Accesibility (Aksesibilita. Amenity (Fasilita. , dan Ancillary (Pelayanan Tambaha. untuk melihat kondisi eksisting pada kawasan ekowisata mangrove di Pulau Osi yang dijelaskan secara deskriptif. Attraction (Atraks. C Hamparan hutan mangrove di sepanjang jembatan kayu menuju Pulau Osi yang cukup luas dan lebat. Gambar 1. Kondisi hutan mangrove Sari et al. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung KawasanA Pulau-pulau kecil yang eksotik dengan pohon kelapa yang berjajar rapi diatasnya Gambar 2. Pulau-pulau kecil eksotik Pemandangan laut yang bersih Gambar 3. Pemandangan laut Spot memandang sunset yang indah Gambar 4. Spot pemandangan sunset Oleh-oleh khas Pulau Osi dengan bahan utama tanaman mangrove Gambar 5. Oleh-oleh khas pulau Osi Sari et al. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung KawasanA Accessibility (Aksesibilita. Hasil observasi di lapangan, kondisi jalan menuju ekowisata mangrove Pulau Osi cukup baik terlihat dari jalannya yang sudah beraspal tetapi terdapat juga jalan yang masih berlubang di beberapa desa seperti Waihatu. Hatusua. Waesamu dan Piru. Hal ini dapat dilihat pada gambar 6 dan 7 dibawah ini. Gambar 6. Aksesbilitas ke Pulau Osi Gambar 7. Jembatan Pulau Osi Amenity (Fasilita. Gambar 8. Gerbang masuk ekowisata mangrove dan gazebo Toilet umum dan tempat makan dan minum Gambar 9. Toilet umum Gambar 10. tempat makan dan minum Sari et al. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung KawasanA Penginapan Gambar 12. Penginapan/resort Ancillary (Pelayanan Tambaha. Berkaitan dengan pelayanan tambahan di ekowisata mangrove Pulau Osi sendiri hanya pelayanan tambahan seperti tempat pengisian pulsa yang berada di permukiman warga. Untuk pelayanan tambahan seperti fasilitas ATM, sarana pengisian bahan bakar, pos keamanan belum Gambar 13. Peta Persebaran Spot Aktifitas dan Fasilitas Pariwisata Pulau Osi. Seram Bagian Barat Sari et al. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung KawasanA Analisis Persepsi Wisatawan dan Masyarakat Attraction (Atraks. Hasil penyebaran kuesioner indikator atraksi untuk wisatawan yaitu 33,37 dengan ratarata total seluruh item yaitu 4,17. Sedangkan hasil penyebaran kueesioner indikator atraksi untuk masyarakat yaitu 33,60 dengan rata-rata seluruh item yaitu 4,20. Kedua indeks ini baik dari wisatawan maupun masyarakat termasuk dalam kategori Baik. Accessibility (Aksesibilita. Hasil penyebaran kuesioner indikator aksesibilitas untuk wisatawan yaitu 16,69 dengan rata-rata total seluruh item 3,34. Sedangkan hasil penyebaran kuesioner indikator aksesibilitas untuk masyarakat yaitu 16,95 dengan rata-rata total seluruh item yaitu 3,39. Kedua nilai indeks baik dari wisatawan maupun masyarakat termasuk dalam kategori Cukup. Amenity (Fasilitas Pendukun. Hasil penyebaran kuesioner indikator fasilitas pendukung untuk wisatawan yaitu 32,20 dengan rata-rata total seluruh item 3,22. Sedangkan hasil penyebaran kuesioner indikator fasilitas pendukung untuk masyarakat yaitu 33,85 dengan rata-rata total 3. Kedua nilai indeks baik dari wisatawan maupun masyarakat termasuk dalam kategori Cukup. Anciliary (Pelayanan Tambaha. Hasil penyebaran kuesioner indikator pelayanan tambahan untuk wisatawan yaitu 23,00 dengan rata-rata total seluruh item 3,29. Sedangkan hasil penyebaran kuesioner indikator pelayanan tambahan untuk masyarakat yaitu 23,45 dengan rata-rata total seluruh item 3,35. Kedua nilai indeks baik dari wisatawan maupun masyarakat termasuk dalam kategori Cukup. Analisis Kesesuaian Ekowisata Mangrove Analisis kesesuaian ekowisata mangrove menggunakan matriks kesesuaian yang disusun berdasarkan kepentingan setiap parameter untuk mendukung kegiatan pada daerah tersebut. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu parameter ekologi untuk kesesuaian ekowisata mangrove . etebalan mangrove, kerapatan mangrove, jenis mangrove, pasang surut dan objek biot. dan parameter sosial ekonomi untuk kesesuaian wisata . enerimaan masyarakat, infrastruktur, aksesibilitas dan ekonomi masyaraka. Sari et al. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung KawasanA Tabel 3. Hasil indeks kesesuaian ekowisata Mangrove Paramter Ketebalan Mangrove . Kerapatan Mangrove . Stasiun Rata-rata Bobot Skor Ni (BobotxSko. 2 Jenis Rhizhopora sp Jenis Mangrove Rhizhopora sp Rhizhopora sp Rhizhopora sp Rhizhopora sp Bruguiera gymnorrizha 0,6 - 1m Pasang Surut Objek Biota Aksesibilitas Infrastrukur Ikan. Kepiting. Moluska. Reptil. Burung Udang 2 Ketentuan: Jalan yang bagus untuk mencapai lokasi Transportasi memadai 3 Ketentuan: Kondisi jalan yang bagus Terdapat tempat parkir Terdapat kios makanan dan minuman Penerimaan Masyarakat Ekonomi Masyarakat Jenis kegiatan sangat diterima oleh masyarakat Pendapatan Masyarakat 000/hari Total Indeks Kesesuaian Wisata (%) Tingkat Kesesuaian 0 -1 m 6 Jenis 2 Jenis 3 Jenis 1 Jenis 1 Jenis Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa hasil dari tingkat kesesuaian lahan ekowisata mangrove di Pulau Osi termasuk dalam kategori S2 (Sesua. , dengan total skor 68 dan indeks kesesuaian wisata sejumlah 78%. Jadi dapat diartikan lokasi ekowisata mangrove Pulau Osi ini dapat digunakan dan dikembangkan untuk kegiatan wisata. Analisis Daya Dukung Kawasan Untuk mengukur besarnya daya dukung kawasan yang ada di Ekowisata Mangrove Pulau Osi menggunakan citra satelit dan diolah menggunakan aplikasi ArcGis. Daya dukung kawasan yang dimaksud adalah jumlah maksimum pengunjung yang dapat ditampung dikawasan yang disediakan pada waktu tertentu tanpa menimbulkan gangguan alam dan manusia (Yulianda. Untuk jenis kegiatan ditentukan berdasarkan kegiatan yang sering dilakukan di ekowisata mangrove Pulau Osi. Pengukuran daya dukung kawasan untuk kategori wisata mangrove mengacu pada rumus yang telah ditetapkan oleh Yulianda . , dimana terdapat beberapa kriteria penilaian yaitu: luas area yang dapat dimanfaatkan (L. , unit area untuk kategori tertentu (L. , waktu yang disediakan oleh kawasan untuk kegiatan berwisata dalam satu hari (W. , waktu yang dihabiskan oleh pengunjung untuk setiap kegiatan tertentu (W. Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut maka diperoleh hasil pengukuran daya dukung kawasan yang akan dihitung menggunakan rumus: yaycy ycOyc DDK = K x yayc x ycOycy Sari et al. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung KawasanA Jenis Kegiatan Wisata Mangrove Berperahu Memancing Foto View Tabel 4. Perhitungan daya dukung ekowisata mangrove DDK . (Ja. (Ja. (Pengunjung/Har. Jumlah Berdasarkan perhitungan daya dukung kawasan ekowisata mangrove, jumlah pengunjung/hari yang dapat ditampung di ekowisata Pulau Osi adalah 409 orang yang artinya hal ini masih dapat dipromosikan ke masyarakat luar karena daya dukung kawasan masih dapat menampung banyak wisatawan. Dapat dilihat pada tabel 4 pengambilan sampel, populasi wisatawan pada bulan januari 2023 berjumlah 354 orang yang artinya jumlah wisatawan terbilang kurang, sehingga perlu adanya promosi ekowisata mangrove yang lebih luas. KESIMPULAN Berdasarkan hasil yang telah didapatkan, maka dapat disimpulkan bahwa kondisi eksisting ekowisata mangrove di Dusun Pulau Osi memiliki kondisi hutan mangrove yang sejuk di sepanjang jembatan yang dilewati pengunjung, pulau-pulau kecil yang eksotik dengan pohon kelapa, pemandangan laut yang indah, spot memandang matahari terbenam yang indah dan oleh-oleh khas Pulau Osi dengan bahan utama tanaman mangrove. Kondisi jalan menuju ekowisata mangrove Pulau Osi cukup baik terlihat dari jalannya yang sudah beraspal dan tidak Tetapi untuk jalan yang berada di dalam kawasan ekowisata sendiri bisa dibilang cukup memprihatinkan diakibatkan jalan yang dilewati yaitu jalan setapak dan kondisinya mulai berlubang. Selain itu, jembatan kayu yang sudah dibangun sejak tahun 2007 merupakan akses satu-satunya untuk menikmati hamparan hutan mangrove. Namun karena kurangnya pemeliharaan jembatan, hal ini menyebabkan jembatan mulai lapuk, beberapa papannya sudah berlubang dan pagar pembatas di samping jembatan juga sudah banyak yang patah. Kemudian terdapat sarana penunjang yang tersedia yaitu gerbang masuk, gazebo, toilet umum, tempat makan dan minum serta penginapan/resort. Adapun prasarana pendukung di kawasan ekowisata yakni jaringan jalan, jaringan listrik, jaringan air bersih, jaringan telekomunikasi, dan jaringan persampahan. Sari et al. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung KawasanA Kesesuaian lahan ekowisata mangrove untuk seluruh parameter total skor 68 dan indeks kesesuaian wisata sejumlah 78%. Jadi dapat diartikan lokasi ekowisata mangrove Pulau Osi dapat digunakan untuk kegiatan ekowisata. Dan daya dukung kawasan ekowisata mangrove terdapat beberapa jenis kegiatan yang dapat dilakukan yaitu wisata mangrove, berperahu, memancing dan foto view. Untuk wisata mangrove dapat menampung 312 pengunjung/hari dengan luas kawasan yang yang dimanfaatkan 3. 900 m, berperahu dapat menampung 15 pengunjung/hari dengan luas pantai yang yang dimanfaatkan 236,90 yco2 , memancing dapat menampung 28 pengunjung/hari dengan luas pantai yang dimanfaatkan 530 yco2 , dan foto view dapat menampung 53 pengunjung/hari dengan luas pantai yang yang dimanfaatkan 674,09 yco2 . Dengan demikian, daya dukung kawasan ekowisata mangrove di Pulau Osi berjumlah 409 pengunjung/hari. REKOMENDASI Adapun beberapa rekomendasi saran yakni: Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dan Desa Eti. melaksanakan pengembangan ekowisata mangrove Pulau Osi sebagai objek wisata yang saling terintegrasi dengan objek wisata lain dan kawasan disekitarnya agar tercipta sebuah sistem kepariwisataan yang saling mendukung dan melengkapi. Selain itu perlu adanya koordinasi yang baik antara pengelola dengan instansi terkait maupun investor sehingga proses pengembangan ekowisata mangrove Pulau Osi berjalan sesuai rencana, bersinergis dan berkelanjutan C Masyarakat Pulau Osi. diperlukan rasa sadar serta memiliki terhadap kawasan wisata terkhususnya mangrove Pulau Osi, sehingga masyarakat dapat ikut peduli dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan pemeliharaan pada kawasan ekowisata mangrove Pulau Osi maupun sekitarnya agar tetap terjaga kelestarian dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga keamanan di lingkungannya. Peneliti. dapat melanjuti penelitian berikutnya terkait rencana pengembangan ekowisata mangrove di Pulau Osi. Tuliskan berbagai rekomendasi berdasarkan temuan penelitian Anda. Rekomendasi tersebut dapat menjadi dasar bagi peneliti lain maupun stakeholder dalam menjalankan berbagai kebijakan yang menjdai rekomendasi anda. Sari et al. Analisis Kesesuaian dan Daya Dukung KawasanA REFERENSI