JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. April 2026 Page 814-822 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah IMPLEMENTASI KERJA SAMA SEKOLAH DENGAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI (DUDI) DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI LULUSAN SISWA DI SMK NEGERI 4 KOTA JAMBI Ajeng Cindy Kinanthi1. Mulyadi2. Agus Lestari3 1,2,3 Universitas Jambi. Indonesia Email: ajengkinanthi9@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 27 January 2026 Final Revised: 11 February 2026 Accepted: 16 March 2026 Published: 30 April 2026 Keywords: SchoolAeIndustry Cooperation Industrial Work Practice (PKL) Graduate Competence Vocational High School (SMK) ABSTRAK This research is motivated by the importance of cooperation between schools and the Business and Industrial Sector (DUDI) in improving vocational high school (SMK) graduatesAo competencies to meet labor market demands through the Industrial Work Practice (PKL) program. This study aims to analyze the implementation of cooperation between schools and DUDI in improving graduate competencies at SMK Negeri 4 Jambi City through PKL activities. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the Vice Principal for Public Relations. PKL supervising teachers, and students participating in the PKL program. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was tested using source and technique triangulation. The results show that the implementation of cooperation between the school and DUDI in the PKL program has been carried out effectively through good communication between schools and industry, the availability of supporting resources, positive implementer attitudes, and clear PKL implementation procedures. This cooperation contributes to improving studentsAo competencies in terms of knowledge, skills, and work attitudes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kerja sama antara sekolah dan Dunia Usaha serta Dunia Industri (DUDI) dalam meningkatkan kompetensi lulusan SMK agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja melalui pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kerja sama antara sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam meningkatkan kompetensi lulusan di SMK Negeri 4 Kota Jambi melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, guru pembimbing PKL, serta siswa yang mengikuti kegiatan PKL. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kerja sama antara sekolah dan DUDI dalam kegiatan PKL telah berjalan dengan baik melalui komunikasi yang terjalin antara pihak sekolah dan industri, ketersediaan sumber daya yang mendukung, sikap pelaksana yang positif, serta adanya struktur birokrasi yang jelas dalam pelaksanaan PKL. Kerja sama tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi siswa yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap Kata kunci: Kerja Sama Sekolah dan DUDI. Praktik Kerja Lapangan. Kompetensi Lulusan. SMK Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Kerja Sama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Siswa di SMK Negeri 4 Kota jambi PENDAHULUAN Pendidikan kejuruan merupakan salah satu jalur pendidikan yang memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dan siap memasuki dunia Pendidikan vokasional diarahkan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri sehingga lulusan mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja secara profesional. Walter . menjelaskan bahwa pendidikan kejuruan perlu difokuskan pada program yang memberikan kesiapan kerja bagi peserta Sejalan dengan itu. Crunkilton . menyatakan bahwa pendidikan vokasional bertujuan mempersiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja melalui penguasaan keterampilan sesuai dengan bidang yang dipelajari (Irwanto, 2. Oleh karena itu, pendidikan kejuruan tidak hanya menekankan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Seiring dengan perkembangan Revolusi Industri 4. 0, tuntutan dunia kerja terhadap lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) semakin meningkat. Dunia usaha dan dunia industri (DUDI) membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis . ard skill. , tetapi juga kemampuan nonteknis . oft skill. seperti komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, serta kedisiplinan. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki lulusan SMK dengan kebutuhan dunia kerja. Wibowo . menyatakan bahwa kesenjangan tersebut terjadi karena proses pendidikan di sekolah belum sepenuhnya selaras dengan praktik kerja yang diterapkan di industri. Kondisi ini menunjukkan pentingnya upaya untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan kejuruan dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesenjangan tersebut adalah melalui penerapan konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. Konsep ini menekankan pentingnya kesesuaian antara kompetensi yang diajarkan di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja. Putranto . menjelaskan bahwa konsep tersebut diwujudkan melalui penerapan Pendidikan Sistem Ganda (PSG), yaitu penyelenggaraan pembelajaran yang berlangsung di dua lingkungan, yakni sekolah dan industri. Melalui sistem ini, siswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teoritis di sekolah, tetapi juga mendapatkan pengalaman kerja secara langsung di industri sehingga dapat memperkuat keterampilan profesional, etos kerja, dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Implementasi konsep link and match dalam pendidikan kejuruan salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau Praktik Kerja Industri (PRAKERIN). Program ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah dalam situasi kerja nyata. Akbar et . menyatakan bahwa pengelolaan program prakerin yang terencana dan terarah dapat meningkatkan kesiapan kerja siswa serta meningkatkan peluang lulusan untuk terserap di dunia industri. Oleh karena itu, kerja sama antara sekolah dan dunia industri menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan PKL serta dalam meningkatkan kompetensi lulusan SMK. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kerja sama antara sekolah dan DUDI memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pendidikan kejuruan. Rahmawati . menemukan bahwa kerja sama yang dibangun antara sekolah dan industri mampu memperkuat kompetensi siswa dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. Namun demikian, penelitian tersebut lebih menekankan pada peran humas sekolah dalam menjalin hubungan dengan pihak industri dan belum mengkaji secara mendalam bagaimana Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Kerja Sama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Siswa di SMK Negeri 4 Kota jambi implementasi kerja sama tersebut dijalankan di lapangan serta dampaknya terhadap peningkatan kompetensi lulusan melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kerja sama antara sekolah dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam meningkatkan kompetensi lulusan melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK Negeri 4 Kota Jambi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pelaksanaan kerja sama sekolah dengan industri serta kontribusinya dalam meningkatkan kompetensi siswa yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam implementasi kerja sama antara sekolah dan Dunia Usaha serta Dunia Industri (DUDI) dalam meningkatkan kompetensi lulusan di SMK Negeri 4 Kota Jambi. Pendekatan kualitatif digunakan karena penelitian ini berfokus pada pemahaman terhadap proses dan makna dari suatu fenomena yang terjadi dalam konteks alami. Menurut Creswell . , studi kasus merupakan strategi penelitian kualitatif yang digunakan untuk mengeksplorasi secara mendalam suatu sistem yang terikat . ounded syste. melalui pengumpulan data secara mendalam dari berbagai sumber informasi. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, guru produktif pembimbing Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta siswa kelas XII yang mengikuti kegiatan PKL. Data sekunder diperoleh dari berbagai dokumen yang berkaitan dengan pelaksanaan kerja sama sekolah dengan dunia industri, seperti nota kesepahaman (MoU), dokumen pelaksanaan PKL, serta laporan dan administrasi kegiatan PKL. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan di SMK Negeri 4 Kota Jambi. Penelitian difokuskan pada implementasi kerja sama antara sekolah dan Dunia Usaha serta Dunia Industri (DUDI) dalam meningkatkan kompetensi lulusan melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Data penelitian diperoleh dari wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah bidang Humas, guru pembimbing PKL dari beberapa program keahlian, serta siswa yang telah mengikuti kegiatan PKL. Temuan penelitian mencakup beberapa aspek utama yang berkaitan dengan implementasi kerja sama sekolah dengan DUDI, yaitu komunikasi dalam pelaksanaan kerja sama, ketersediaan sumber daya, disposisi atau sikap pelaksana, serta struktur birokrasi dalam pelaksanaan PKL. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap dampak kerja sama tersebut terhadap peningkatan kompetensi siswa yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan kerja sama sekolah dengan DUDI. Untuk memudahkan pemahaman terhadap keseluruhan temuan penelitian, hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel sintesis sebagaimana ditampilkan pada Tabel 1. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Kerja Sama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Siswa di SMK Negeri 4 Kota jambi Tabel 1. Sintesis Hasil Penelitian Fokus Temuan Aspek yang Dikaji Komunikasi Implementasi kerja sama sekolah dengan DUDI Sumber daya Disposisi pelaksana Struktur birokrasi Dampak kerja sama Kompetensi lulusan Pendukung Faktor dan penghambat Penghambat Deskripsi Hasil Penelitian Komunikasi antara sekolah dan DUDI berlangsung secara formal maupun informal melalui MoU, koordinasi langsung, serta media komunikasi seperti telepon dan WhatsApp untuk mendukung pelaksanaan PKL. Pelaksanaan PKL didukung oleh kesiapan guru pembimbing, fasilitas praktik di sekolah yang sesuai standar industri, serta dukungan administrasi seperti jurnal kegiatan dan dokumen monitoring PKL. Guru pembimbing menunjukkan komitmen monitoring, komunikasi aktif, serta evaluasi bersama dengan pihak industri selama kegiatan PKL berlangsung. Pelaksanaan PKL dilakukan berdasarkan prosedur yang jelas mulai dari tahap penempatan siswa, pembekalan, monitoring, hingga evaluasi akhir kegiatan. Kegiatan PKL memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi siswa yang meliputi pengetahuan, keterampilan teknis, serta sikap kerja seperti disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi. Hubungan kerja sama yang baik dengan industri, kesiapan sumber daya manusia, fasilitas praktik di sekolah, serta komunikasi yang baik antara sekolah dan industri. Keterbatasan kuota tempat PKL di industri serta kesiapan karakter dan kedisiplinan lingkungan kerja. Berdasarkan Tabel 1, dapat disimpulkan bahwa implementasi kerja sama antara sekolah dan Dunia Usaha serta Dunia Industri (DUDI) melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah berjalan dengan baik dan melibatkan berbagai aspek penting seperti komunikasi, ketersediaan sumber daya, sikap pelaksana, serta struktur birokrasi yang mendukung pelaksanaan program. Kerja sama tersebut memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi siswa yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap Namun, pelaksanaan kerja sama ini juga menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan kuota penerimaan siswa PKL di industri serta kesiapan karakter dan kedisiplinan sebagian siswa dalam menghadapi lingkungan kerja. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Kerja Sama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Siswa di SMK Negeri 4 Kota jambi Pembahasan Bagian pembahasan ini menganalisis temuan penelitian yang telah disajikan pada bagian hasil dengan mengaitkannya pada teori dan penelitian yang relevan. Pembahasan difokuskan pada implementasi kerja sama antara sekolah dan Dunia Usaha serta Dunia Industri (DUDI) dalam meningkatkan kompetensi lulusan melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Implementasi Kerja Sama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Komunikasi dalam Pelaksanaan Kerja Sama Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antara pihak sekolah dan DUDI dalam pelaksanaan kegiatan PKL dilakukan melalui berbagai bentuk koordinasi baik secara formal maupun informal. Komunikasi tersebut dilakukan sejak tahap awal pembentukan kerja sama, selama pelaksanaan PKL, hingga pada tahap evaluasi Selain melalui surat resmi, komunikasi juga dilakukan melalui media komunikasi seperti telepon dan WhatsApp serta melalui kegiatan evaluasi bersama dengan pihak industri. Komunikasi yang efektif memungkinkan terjadinya pertukaran informasi antara sekolah dan industri mengenai kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Hal tersebut membantu sekolah dalam menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan Kondisi ini sejalan dengan konsep implementasi kebijakan Edward i yang menekankan bahwa komunikasi yang jelas dan konsisten menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi kebijakan. Selain itu, komunikasi antara sekolah dan industri juga mendukung terwujudnya konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja (SaAoidah & Hermina, 2. Sumber Daya dalam Pelaksanaan Kerja Sama Pelaksanaan kerja sama antara sekolah dan DUDI dalam kegiatan PKL juga didukung oleh ketersediaan sumber daya yang memadai. Sumber daya tersebut meliputi keterlibatan guru pembimbing, fasilitas praktik di sekolah, serta dukungan administrasi dalam pelaksanaan kegiatan PKL. Guru pembimbing berperan dalam memberikan pendampingan kepada siswa selama kegiatan berlangsung serta melakukan monitoring terhadap kegiatan praktik di industri. Ketersediaan fasilitas praktik di sekolah juga membantu siswa dalam mempersiapkan keterampilan sebelum melaksanakan PKL di dunia industri. Temuan ini sejalan dengan pendapat Edward i yang menyatakan bahwa ketersediaan sumber daya menjadi faktor penting dalam implementasi kebijakan. Selain itu, penelitian Dewi dan Ningrum . juga menunjukkan bahwa keberhasilan kerja sama antara sekolah dan dunia industri dipengaruhi oleh kesiapan sumber daya sekolah, termasuk fasilitas praktik dan keterlibatan guru dalam membimbing siswa selama pelaksanaan PKL. Disposisi atau Sikap Pelaksana dalam Pelaksanaan Kerja Sama Disposisi atau sikap pelaksana juga menjadi faktor yang memengaruhi pelaksanaan kerja sama antara sekolah dan DUDI. Sikap pelaksana tercermin dari komitmen pihak sekolah serta keterlibatan guru pembimbing dalam mendukung pelaksanaan kegiatan PKL. Guru pembimbing tidak hanya bertugas mengantar siswa ke lokasi PKL, tetapi juga memberikan pendampingan dan arahan kepada siswa selama kegiatan berlangsung. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Kerja Sama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Siswa di SMK Negeri 4 Kota jambi Selain itu, pihak sekolah juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kerja sama dengan industri untuk memastikan bahwa kegiatan PKL dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Edward i yang menjelaskan bahwa disposisi pelaksana berkaitan dengan sikap, komitmen, serta kesediaan pelaksana kebijakan dalam menjalankan program yang telah ditetapkan. Temuan ini juga didukung oleh penelitian Ratussalimah et al. yang menyatakan bahwa keberhasilan program pendidikan di SMK dipengaruhi oleh komitmen serta keterlibatan aktif pihak sekolah dalam meningkatkan mutu lulusan. Struktur Birokrasi dalam Pelaksanaan Kerja Sama Pelaksanaan kerja sama antara sekolah dan DUDI dalam kegiatan PKL juga didukung oleh adanya struktur birokrasi yang jelas melalui prosedur pelaksanaan Proses pelaksanaan PKL meliputi tahap perencanaan, penentuan lokasi PKL, pembekalan siswa, pelaksanaan praktik di industri, monitoring kegiatan, hingga evaluasi setelah kegiatan selesai. Selain itu, pelaksanaan PKL juga didukung oleh adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang menjadi pedoman bagi pihak sekolah, guru pembimbing, serta siswa dalam melaksanakan kegiatan PKL. Kejelasan prosedur tersebut membantu memastikan bahwa kegiatan PKL dapat berjalan secara sistematis dan terarah. Temuan ini sejalan dengan pendapat Edward i yang menyatakan bahwa struktur birokrasi yang jelas dapat mempermudah pelaksanaan kebijakan karena setiap pihak yang terlibat memiliki peran dan tanggung jawab yang telah ditetapkan. Selain itu, penelitian Akbar et al. juga menyatakan bahwa pelaksanaan praktik kerja industri di SMK memerlukan mekanisme dan prosedur yang jelas agar kegiatan pembelajaran di industri dapat berjalan secara efektif serta mendukung peningkatan kompetensi siswa. Dampak Implementasi Kerja Sama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) terhadap Kompetensi Lulusan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kerja sama antara SMK Negeri 4 Kota Jambi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi siswa. Dampak tersebut terlihat dari peningkatan pemahaman siswa terhadap dunia kerja, keterampilan praktik sesuai bidang keahlian, serta pembentukan sikap kerja yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. Pelaksanaan PKL memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan kerja yang nyata. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari di sekolah, tetapi juga memperoleh pengetahuan mengenai proses kerja di industri, standar operasional kerja, serta budaya kerja yang berlaku di dunia usaha dan dunia industri. Pengalaman tersebut membantu siswa memahami kondisi kerja yang sesungguhnya sehingga wawasan mereka terhadap dunia kerja menjadi lebih luas. Selain meningkatkan pengetahuan mengenai dunia kerja, kegiatan PKL juga memberikan dampak terhadap peningkatan keterampilan teknis siswa sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Melalui praktik langsung di industri, siswa memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan yang telah dipelajari di sekolah dengan menggunakan peralatan serta standar kerja yang berlaku di dunia industri. Di samping itu, pelaksanaan PKL juga memberikan pengaruh terhadap pembentukan sikap kerja siswa. Melalui pengalaman bekerja di industri, siswa belajar mengenai Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Kerja Sama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Siswa di SMK Negeri 4 Kota jambi pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Sikap kerja tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa agar lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan di SMK. Temuan ini sejalan dengan penelitian Akbar et al. yang menyatakan bahwa pelaksanaan praktik kerja industri di SMK memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi siswa, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja yang dibutuhkan dalam dunia usaha dan dunia industri. Pelaksanaan PKL juga merupakan bagian dari implementasi kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Hal ini sejalan dengan Permendikbud Nomor 50 Tahun 2020 tentang Praktik Kerja Lapangan bagi Peserta Didik yang menjelaskan bahwa penilaian hasil pelaksanaan PKL mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sebagai indikator kesiapan peserta didik memasuki dunia kerja. Dengan demikian, pelaksanaan kerja sama antara sekolah dan DUDI melalui kegiatan PKL tidak hanya berfungsi sebagai sarana praktik bagi siswa, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi lulusan yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. Faktor Pendukung dan Penghambat Pelaksanaan Kerja Sama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kerja sama antara SMK Negeri 4 Kota Jambi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang berperan sebagai pendukung maupun tantangan dalam pelaksanaannya. Secara umum, pelaksanaan kerja sama tersebut berjalan dengan baik karena didukung oleh komunikasi yang efektif antara sekolah dan pihak industri, ketersediaan sumber daya yang memadai, sikap pelaksana yang positif, serta struktur birokrasi yang jelas. Kondisi ini sejalan dengan model implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Edward i yang menyatakan bahwa keberhasilan implementasi suatu kebijakan dipengaruhi oleh kejelasan komunikasi, kecukupan sumber daya, sikap pelaksana, serta dukungan struktur birokrasi yang memadai. Komunikasi yang terjalin antara sekolah dan industri memungkinkan adanya koordinasi yang baik dalam berbagai tahapan pelaksanaan PKL, mulai dari proses penempatan siswa, monitoring kegiatan, hingga evaluasi program. Selain itu, dukungan sumber daya juga berperan penting dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan kerja sama Keterlibatan guru pembimbing dalam memberikan arahan serta melakukan pemantauan terhadap kegiatan siswa selama PKL menjadi salah satu bentuk dukungan sumber daya manusia yang penting. Di samping itu, ketersediaan fasilitas praktik di sekolah turut membantu siswa dalam mempersiapkan keterampilan dasar sebelum melaksanakan praktik di dunia industri. Sikap pelaksana yang ditunjukkan melalui komitmen pihak sekolah serta keterbukaan guru pembimbing dalam memberikan pendampingan kepada siswa juga menjadi faktor yang mendukung keberhasilan pelaksanaan PKL. Sikap tersebut menunjukkan adanya keseriusan pihak sekolah dalam menjalankan program kerja sama dengan industri. Selain itu, keberadaan prosedur pelaksanaan PKL serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas juga membantu memastikan bahwa seluruh tahapan kegiatan PKL dapat dilaksanakan secara terarah dan sistematis. Meskipun demikian, pelaksanaan kerja sama antara sekolah dan DUDI juga Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Implementasi Kerja Sama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dalam Meningkatkan Kompetensi Lulusan Siswa di SMK Negeri 4 Kota jambi menghadapi beberapa tantangan. Salah satu kendala yang ditemui adalah keterbatasan kuota penerimaan siswa PKL pada beberapa industri, sehingga sekolah perlu melakukan penyesuaian dalam proses penempatan siswa. Selain itu, kesiapan karakter siswa juga menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan PKL, terutama dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja yang berlaku di Dengan demikian, keberhasilan pelaksanaan kerja sama antara sekolah dan DUDI dalam kegiatan PKL tidak terlepas dari dukungan berbagai faktor seperti komunikasi yang efektif, ketersediaan sumber daya, komitmen pelaksana, serta struktur birokrasi yang jelas. Di sisi lain, keterbatasan kuota tempat PKL dan kesiapan karakter siswa menjadi tantangan yang perlu terus dikelola oleh pihak sekolah agar pelaksanaan kerja sama dengan dunia industri dapat berjalan secara optimal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi kerja sama antara SMK Negeri 4 Kota Jambi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) telah berjalan dengan baik. Pelaksanaan kerja sama tersebut didukung oleh komunikasi yang efektif antara sekolah dan industri, ketersediaan sumber daya yang memadai, sikap pelaksana yang positif, serta struktur birokrasi yang jelas dalam pelaksanaan program. Keempat aspek tersebut menunjukkan bahwa implementasi kerja sama sekolah dengan dunia industri telah dilaksanakan secara terencana dan Kerja sama antara sekolah dan DUDI melalui kegiatan PKL memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi siswa yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja. Melalui pengalaman belajar secara langsung di lingkungan industri, siswa memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai dunia kerja, meningkatkan keterampilan teknis sesuai bidang keahlian, serta mengembangkan sikap kerja seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja. Selain itu, keberhasilan pelaksanaan kerja sama tersebut juga dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung, seperti komunikasi yang baik antara sekolah dan industri, kesiapan guru pembimbing, ketersediaan fasilitas praktik di sekolah, serta adanya prosedur pelaksanaan PKL yang jelas. Namun demikian, pelaksanaan kerja sama ini masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain keterbatasan kuota penerimaan siswa PKL di beberapa industri serta kesiapan karakter sebagian siswa dalam menghadapi budaya kerja di dunia industri. Berdasarkan temuan penelitian ini, sekolah diharapkan dapat terus memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri serta meningkatkan pembinaan karakter dan kesiapan kerja siswa sebelum pelaksanaan PKL. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mengkaji secara lebih mendalam mengenai strategi penguatan kemitraan antara sekolah dan industri dalam meningkatkan kesiapan kerja lulusan pendidikan kejuruan. REFERENSI