JMS. Tahun. Vol. 1 (No. , pp. Jurnal Matematika & Sains Kompleks YPP Al Fattah Siman Sekaran Lamongan EVALUASI METODE PEMBELAJARAN DIMASA PANDEMI MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Ayu Rohmawati11. Fitroh Resmi2 1,2,Program Studi Matematika Universitas Billfath CorrespondingAuthor: ayurohmawati62@gmail. Abstract E-learning is a learning media that is being used 100% in various universities. Because it is still new, e- learning needs to be evaluated to make it even better. The purpose of this study is to evaluate e-learning to find out how much the method can be accepted by students. This study uses the AHP method because this system is able to analyze using a number of criteria in the selection of practical courses. The method is done by comparing the matrix of a number of criteria from the results of student questionnaire The results show that students still prefer face-to-face methods rather than e-learning because face-to-face material is more easily absorbed and interactions with lecturers are more interwoven than using e-learning. Keywords : e-learning, analytical hierarchy process, face to face How to cite: Ayu Rohmawati & Fitroh Resmi . Evaluasi Metode Pembelajaran Dimasa Pandemi Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP). JMS (Jurnal Matematika dan Sain. , 1. , pp. PENDAHULUAN Menurut Driscol . blended learning merupakan pembelajaran yang mengombinasikan atau menggabungkan berbagai teknologi berbasis web, untuk mencapai tujuan Thorne . mendefinisikan blended learning campuran dari teknologie-learning dan ultimedia, seperti vidie streaming, virtual class, animasi teks online yang dikombinasikan dengan bentuk-bentuk tradisonal pelatihan kelas. Sementara Graham . menyebutkan blended learning secara lebih sederhana sebagai pembelajaran yang mengombinasikan anatara pembelajaran online dan face to face. Ayu Rohmawati. Fitroh Resmi Metode AHP adalah sebuah metode terstruktur untuk mengatur dan menganalisis keputusan yang kompleks berdasarkan pendekatan matematika dan psikologi. Dalam kasus ini, peneliti ingin mengetahui mana yang lebih efektif antara proses pembelajaran menggunakan metode tatap muka, blended learning atau metode e-learning. Perspektif yang digunakan sebagai pengambilan keputusan menggunakan AHP pada penelitian ini dibatasi dari segi mahasiswa. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui proses pembelajaran mahasiswa lebih cocok menggunakan metode tatap muka atau metode e-learning serta hal- hal apa saja yang menjadi pertimbangan keputusan tersebut. METODEPENELITIAN 1 Rancangan Hierarchy Menurut Saaty . , hirarki adalah gambaran dari permasalahan yang kompleks dalam struktur banyak tingkat dimana tingkat paling atas adalah tujuan dan diikuti tingkat kriteria, subkriteria dan seterusnya ke bawah sampai pada tingkat yang paling bawah adalah tingkat Hirarki menggambarkan secara grafis saling ketergantungan elemen- elemen yang relevan, memperlihatkan hubungan antar elemen yang homogen dan hubungan dengan sistem sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Rancangan hierarki pemilihan metode pembelajaran yang dibangun menggunakan 4 kriteria yaitu fleksibilitas waktu kuliah, kemudahan memahami materi, kemudahan pengumpulan tugas dan kemudahan interaksi dengan pengajar seperti yang dapat dilihat pada Gambar 1. Terdapat tiga alternatif yaitu tatap muka, blended learning dan e-learning. Volume 1. No. Agustus 2021, pp. Evalusi Metode Pembelajaran Tatap Muka Fleksibilitas Waktu Kuliah E-learning Blended Learning Tatap Muka E-learning Kemudahan Memahami Materi Blended Learning SEMUA Tatap Muka E-learning Kemudahan Pengumpulan Tugas Blended Learning Tatap Muka Kemudahan Interaksi Dengan Pengajar E-learning Blended Learning Gambar 1: Rancangan 2 Rancangan Kuisioner Pada kuesioner terdapat beberapa bagian yang ditanyakan. Bagian pertama mengenai identitas . ama, jenis kelamin, jurusan/fakulta. Bagian kedua menanyakan me ngenai lebih suka metode e-learning atau tatap muka. Bagian ketiga berupa skala likert untuk menilai metode pembelajaran yang disuka berdasarkan 4 kriteria pada Gambar 1. Bagian ke empat adalah menanyakan prioritas dari masing-masing kriteria. 3 Sampling Pengumpulan data dilakukan di kampus Universitas Billfath Lamongan dengan melibatkan 30 mahasiswa dengan berbagai jurusan dan semester menggunakan formulir data berupa angket penilaian yang didesain dengan mempergunakan tabel atau matriks. Data itu dikumpul kemudian diproses dengan analisis data. JMS (JurnalMatematika dan Sain. Ayu Rohmawati. Fitroh Resmi 4 Uji Validitas Setelah data yang diperoleh dari hasil angket yang diberikan kepada responden, kemudian dilakukan pengujian terhadap angket untuk mengukur tingkat kebaikan angket, maka dilakukan uji validitas dan reabilitas. Menurut Sugiyono . 6, hlm . AuValidAy berarti alat ukur yang digunakan mendapat data . itu valid. Valid berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukurAy. Validitas alat ukur yang diuji dengan menghitung korelasi antar nilai yang diperoleh dari setiap butir pertanyaan dengan keseluruhan yang diperoleh pada alat ukur tersebut. Untuk menemukan valid atau tidaknya dilakuan dengan menggunakan program pengolahan data SPSS 21 (Statistical Product and Service Solutio. 5 Uji Reabilitas Menurut Sugiyono . 6, hlm . bahwa reabilitas adalah hasil penelitian dimana terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Table 1 Penafsiran Uji Reabilitas Alpha > 0,90 maka reabilitas sempurna Alpha antara 0,70 > 0,90 maka reabilitas tinggi Alpha antara 0,50 > 0,70 maka reabilitas moderat Alpha < 0,90 maka reabilitas rendah Pengujian reabilitas dilakukan dengan menggunakan program pengolahan data SPSS 21 (Statistical Product and Service Solutio. 6 Analisis AHP Pengumpulan data yang sudah diisi dari sejumlah formulir dari pengisian mahasiswa dijadikan dalam satu matriks untuk dilakukan perhitungan menggunakan metode AHP. Pada analisis ini menggunakan tabel dan matriks perbandingan kriteria, normalisasi dan persentase perangkingan prioritas. AHP didahului dengan pengumpulan data dan penyebaran kuesioner. Data hasil kuesioner kemudian dirata- ratakan dengan menggunakan metode rata- rata ukur atau rata- rata geometrik. Penetapan nilai menggunakan skala perbandingan berpasangan, yaitu: : Kedua Kriteria sama penting. : Kriteria yang satu sedikit lebih penting dibanding yang lainnya. : Kriteria yang satu kuat pentingnya dibanding yang lainnya. Volume 1. No. Agustus 2021, pp. Evalusi Metode Pembelajaran : Kriteria yang satu sangat kuat pentingnya dibanding yang lainnya. : Kriteria yang satu mutlak pentingnya dibanding yang lainnya. 2,4,6,8 : Nilai diantara 2 pertimbangan yang berdekatan. Dalam mendapatkan nilai konsistensi yaitu dengan mendapatkan keputusandengan nilai konsistensi yang rendah. Menghitung Rata-rata Geometrik ycIya = (Oaycu ycn=1 ycuyc. = ycuOoycu1. A , ycuycu Menghitung Matriks Banding Berpasangan ycaycnycn = 1 ycaycnyc = ycIyaycnyc ycaycycn = yca ycnyc Menghitung matriks normalitas Matriks normalitas berukuran yce y yce juga, sambung: ycaycnyc = ycaycnyc Dan yce yc = Oc ycnOe1 ycaycnyc Di mana i dan j = 1,2. A, f dan f adalah banyaknya kriteria/alternative Menghitung Presentase Tiap Kriteria ycycn = OcycnOe1 ycaycnyc yce Menghitung Prioritas Menyeluruh Jika presentase dari masing-masing alternatif dikalikan dengan presentase kriteria maka didapatkan prioritas menyeluruh. Menghitung Lamda Maksimal yce yuIycoycaycoyc = yce Ocycn=1 Ocyc=1 yca ycnyc yc yce Dimana i dan j = 1,2,A,f dan f adalah banyaknya kriteria/alternative JMS (JurnalMatematika dan Sain. Ayu Rohmawati. Fitroh Resmi Consistency Index (CI) yaya = yuIycoycaycoycOeyce . yceOe1 Consistency Ratio (CR) digunakan untuk mengetahui apakah matriks perbandingan dinyatakan konsisten atau tidak. Pada f = 3 dikatakan konsisten pabila CR O 5%, pada f = 4 dikatakan kosisten apabila CR O 8% dan pada f Ou 3 dikatakan konsisten apabila CR O 10%. Angka konsistensi yang hirarki lebih dari 10%, penilaian data harus diulang kembali. Angka rasio konsistensi hirarki (CR) < 0,1 perhitungan menjadi benar. yaycI = yaya ycIya Di mana: RI : Rand om Consistency Index Nilai RI bisa didapatkan dengan melihat Tabel 1. Tabel 1. Tabel Random Consistency Index 0,52 0,89 1,11 1,25 1,35 1,45 1,49 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji validitas dilakukan dengan jumlah responden (N) 30 orang dan yu = 0,05, sehingga diperoleh nilai R-tabel = 0,374. Tabel 2. Hasil uji validitas Kriteria Fleksibilitas waktu kuliah Kemudahan memahami Kemudahan pengumpulan Kemudahan interaksi dengan pengajar R tabel 0,374 0,374 R hitung 0,741186 0,811585 Status Valid Valid 0,374 0,585017 Valid 0,374 0,890577 Valid Kriteria yang sudah dinyatakan valid kemudian di uji reablilitas. Uji reabilitas ini dilakukan untuk mengukur konsistensi responden dalam menjawab pertanyaan kuisioner. Dari hasil reabilitas, didapatkan nilai CronbachAos Alpha sebesar 0,741. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan dengan 0,6, sehinggan kuisioner dikatakan reliable dan kriteria-kriteria tersebut layak digunakan. Volume 1. No. Agustus 2021, pp. Evalusi Metode Pembelajaran Tabel 3. Uji Reabilitas Nilai CronbachAoh Alpha 0,741 Batasan Nilai CronbachAoh Alpha Status Reliable 1 Rata-rata Geometrik Data hasil kuesioner kemudian dirata- ratakan dengan menggunakan metode rata-rata ukur atau rata- rata geometrik. Rata-rata geometric untuk kriteria. Rata-rata geometric untuk matriks perbandingan fleksibilitas waktu kuliah dan kemudahan memahami materi, ycu = 30 responden ycaycnyc = . c1, yc2, yc3, , , . 1/30 = . 1/30 = 3. Rata-rata geomtrik untuk matriks perbandingan fleksibilitas waktu kuliah dan kemudahan pengumpulan tugas, ycu = 30 responden ycaycnyc = . c1, yc2, yc3, , , . 1/30 = . 1/30 = 2. Rata-rata geometric untuk matriks perbandingan fleksibilitas waktu kuliah dan kemudahan interaksi dengan pengajar, ycu = 30 responden ycaycnyc = . c1, yc2, yc3, , , . 1/30 = . 1/30 = 2. Rata-rata geometric untuk matrik perbandingan kemudahan memahami materi dan kemudahan pengumpulan tugas, ycu = 30 responden ycaycnyc = . c1, yc2, yc3, , , . 1/30 = . 1/ycu = 4. Rata-rata geomtrik untuk matrik perbandingan kemudahan memahami materi dan kemudahan interaksi dengan pengajar, ycu = 30 responden ycaycnyc = . c1, yc2, yc3, , , . 1/30 = . 1/30 JMS (JurnalMatematika dan Sain. Ayu Rohmawati. Fitroh Resmi = 2,284 . Rata-rata geometric untuk matriks perbandingan kemudahan interaksi dengan pengajar dan kemudahan pengumpulan tugas, ycu = 30 responden ycaycnyc = . c1, yc2, yc3, , , . 1/30 = . 1/30 = 3,681 Rata-rata geometric untuk kriteria fleksibilitas waktu kuliah. Rata-rata geometric untuk perbadingan tatap muka dan e-learning adalah = 4. Rata-rata geometric untuk perbadingan tatap muka dan blended learning adalah = 2. Rata-rata geometric untuk perbadingan e-learning dan blended learning adalah = 2. Rata-rata geometric untuk kriteria kemudahan memahami materi. Rata-rata geometric untuk perbadingan tatap muka dan e-learning adalah = 4. Rata-rata geometric untuk perbadingan tatap muka dan blended learning adalah = 2. Rata-rata geometric untuk perbadingan e-learning dan blended learning adalah = 2. Rata-rata geometric untuk kriteria kemudahan pengumpulan tugas. Rata-rata geometric untuk perbadingan tatap muka dan e-learning adalah = 4. Rata-rata geometric untuk perbadingan tatap muka dan blended learning adalah = 2. Rata-rata geometric untuk perbadingan e-learning dan blended learning adalah = 2. Rata-rata geometric untuk kriteria kemudahan interaksi dengan pengajar. Rata-rata geometric untuk perbadingan tatap muka dan e-learning adalah 5. Rata-rata geometric untuk perbadingan tatap muka dan blended learning adalah = 2. Rata-rata geometric untuk perbadingan e-learning dan blended learning adalah = 2. 2 Matriks Banding Berpasangan Untuk menganalisa tingkat prioritas pada kriteria-kriteria tersebut dilakukan dengan membentuk matriks perbandingan kriteria, dimana angka pada tabel tersebut merupakan perbandingan dari kriteria satu dengan kriteria lainnya yang saling berhubungan. Untuk Volume 1. No. Agustus 2021, pp. Evalusi Metode Pembelajaran penilaian perbandingan data dengan menggunakan tabel 2 skala penilaian hieraki. Dimana pada skala nilai tersebut diisikan pada matriks perbandingan antara kriteria satu dengan kriteria lainnya tentang nilai kriteria yang terjadi pada antar kriteria tersebut. Pada tabel matriks perbandingan kriteria menyatakan bahwa pada kolom 1 mempunyai nilai dari kolom lainnya. Sementara pada kolom yang kosong diisi dengan kebalikannya. Tabel 2. Matriks Banding Berpasangan Antar kriteria Matriks Banding Berpasangan Fleksibilitas Waktu Kuliah Kemudahan Memahami Materi Fleksibilitas Waktu Kuliah Kemudahan Memahami Materi Kemudahan Pengumpulan Tugas Kemudahan Interaksi Dengan Pengajar 1,000 3,895 1,000 2,996 Kemudahan Pengumpulan Tugas 2,741 4,143 1,000 3,681 Kemudahan Interaksi Dengan Pengajar 2,284 1,000 Pada tabel 2 diatas merupakan dasar gambaran dari perbandingan beberapa faktor kriteria yang mempengaruhi evaluasi metode pembelajaran dimasa pandemi. Pada tabel 2 adalah penilaian yang didapatkan dari data lapangan dari form data. Kemudian dilakukan pembentukan tabel sintesis yang merupakan sebagai dasar dalam mendapatkan skala prioritas pada faktor dari kriteria seperti ditunjukkan pada tabel 3 berikut ini : Tabel 3. Sintesis Matriks Banding Berpasangan Antar kriteria Matriks Banding Berpasangan Fleksibilitas Waktu Kuliah Kemudahan Memahami Materi Kemudahan Pengumpulan Tugas Fleksibilitas Waktu Kuliah Kemudahan Memahami Materi Kemudahan Pengumpulan Tugas Kemudahan Interaksi Dengan Pengajar 1,000 3,895 0,364 2,996 0,256 1,000 0,241 0,437 2,741 4,143 1,000 3,681 Kemudahan Interaksi Dengan Pengajar 0,333 2,284 0,271 1,000 Berdasarkan Tabel 3, diperoleh hasil sebagai berikut, pertama kemudahan memahami materi memiliki bobot 3,895 kali lebih besar dibandingkan flesibilitas waktu kuliah. Kedua fleksibilitas waktu kuliah memiliki bobot 2,741 kali lebih besar dibandingkan kemudahan pengumpulan tugas. Ketiga kemudahan interaksi dengan pengajar memiliki bobot 2,996 kali lebih besar dibandingkan fleksibilitas waktu kuliah. Keempat kemudahan memahami materi memiliki bobot 4,143 kali lebih besar dibandingkan kemudahan pengumpulan tugas. Kelima kemudahan memahami materi memiliki bobot 2,284 kali lebih besar dibandingkan kemudahan interaksi dengan pengajar. Keenam kemudahan interaksi dengan pengajar memiliki bobot 3,681 kali lebih besar dibandingkan kemudahan pengumpulan tugas. Matriks banding pasangan antar alternatif pada masing- masing kriteria disajikan pada Tabel 4-7 sebagai berikut: JMS (JurnalMatematika dan Sain. Ayu Rohmawati. Fitroh Resmi Tabel 4. Matriks Banding Berpasangan Antar Alternatif pada Kriteria Fleksibilitas Waktu Kuliah Matriks Bandaing Berpasangan Tatap Muka E-learning Tatap Muka E-learning Blended Learning 1,000 4,202 2,611 0,237 1,000 0,496 Blended Learning 0,382 2,013 1,000 Berdasarkan Tabel 4 diperoleh hasil pada kriteria fleksibilitas waktu kuliah. Pertama Elearning memiliki bobot 4,202 kali lebih besar dibandingkan Tatap Muka. Kedua Blended Learning memiliki bobot 2,611 kali lebih besar dibandingkan Tatap Muka. E-learning memiliki bobot 2,013 kali lebih besar dibandingkan Blended Learning. Tabel 5. Matriks Banding Berpasangan Antar Alternatif pada Kriteria Kemudahan Memahami Materi Matriks Bandaing Berpasangan Tatap Muka E-learning Tatap Muka E-learning Blended Learning 1,000 0,207 0,405 4,81 1,000 2,427 Blended Learning 2,465 0,412 1,000 Berdasarkan Tabel 5, diperoleh hasil pada kriteria kemudahan memahami materi. Pertama tatap muka memiliki bobot 4,81 kali lebih besar dibandingkan e-learning. Kedua tatap muka memiliki bobot 2,465 kali lebih besar dibandingkan Blended Learning. Ketiga Blended Learning memiliki bobot 2,427 kali lebih besar dibandingkan e-learning. Tabel 6. Matriks Banding Berpasangan Antar Alternatif pada Kriteria Kemudahan Pengumpulan Tugas Matriks Bandaing Berpasangan Tatap Muka E-learning Tatap Muka E-learning Blended Learning 1,000 4,144 2,433 0,241 1,000 0,475 Blended Learning 0,411 2,102 1,000 Berdasarkan Tabel 6, diperoleh hasil pada kriteria kemudahan pengumpulan tugas. Pertama E-learning memiliki bobot 4,144 kali lebih besar dibandingkan Tatap Muka. Kedua Blended Learning memiliki bobot 2,433 kali lebih besar dibandingkan Tatap Muka. E-learning memiliki bobot 2,102 kali lebih besar dibandingkan Blended Learning. Tabel 7. Matriks Banding Berpasangan Antar Alternatif pada Kriteria Kemudahan Interaksi Dengan Pengajar Matriks Bandaing Berpasangan Tatap Muka E-learning Tatap Muka E-learning Blended Learning 1,000 0,195 0,404 5,126 1,000 2,62 Volume 1. No. Agustus 2021, pp. Blended Learning 2,471 0,381 1,000 Evalusi Metode Pembelajaran Berdasarkan Tabel 7, diperoleh hasil pada kriteria kemudahan interaksi dengan Pertama tatap muka memiliki bobot 5,126 kali lebih besar dibandingkan elearning. Kedua tatap muka memiliki bobot 2,471 kali lebih besar dibandingkan Blended Learning. Ketiga Blended Learning memiliki bobot 2,62 kali lebih besar dibandingkan e- learning. 3 Matriks Normalisasi Tahap selanjutnya adalah menghitung matriks normalisasi. Hasil matriks normalisasi terdapat pada Tabel 8, sebagai berikut: Tabel 8. Matriks Normalitas JUMLAH 0,121 0,471 0,044 0,362 0,132 0,516 0,124 0,226 0,237 0,358 0,0864 0,318 0,085 0,587 0,069 0,257 JUMLAH 0,576 1,933 0,325 1,164 Bobot pada masing-masing kriteria dapat dicari dengan cara menghitung rata-rata setiap baris yang ada di matriks normalitas. Hasil bobot dalam bentuk adalah sebagai Tabel 9. Prioritas & Rangking Antar Kriteria Kriteria Fleksibilitas waktu kuliah Kemudahan Memahami Materi Kemudahan Pengumpulan Tugas Kemudahan Interaksi Dengan Pengajar Presentase Prioritas 0,144 0,483 0,081 0,291 Rangking Berdasarkan Tabel 7, diperoleh hasil bahwa fleksibilitas waktu kuliah memiliki kontribusi 14% pada keseluruhan kriteria, kemudahan memahami materi memiliki kontribusi 48% pada keseluruhan kriteria, kemudahan pengumpulan tugas memiliki kontribusi 8% pada keseluruhan kriteria dan kemudahan interaksi dengan pengajar memiliki kontribusi 30% pada keseluruhan kriteria. Berdasarkan hasil tersebut juga dapat diperoleh informasi bahwa kemudahan memahami materi merupakan faktor utama dalam pemilihan metode pembelajaran yaitu sebesar 48%, kemudian disusul oleh faktor kemudahan interaksi dengan pengajar dimana yaitu sebesar 30%, sementara fleksibilitas waktu kuliah dan kemudahan pengumpulan tugas memiliki kontribusi sebesar 14% dan 8%. Matriks normalitas antar alternatif pada masing- masing kriteria disajikan pada Tabel1013 sebagai berikut: JMS (JurnalMatematika dan Sain. Ayu Rohmawati. Fitroh Resmi Tabel 10. Matriks Normalitas Antar Alternatif pada Kriteria Fleksibilitas WaktuKuliah Matriks Bandaing Berpasangan Tatap Muka E-learning Tatap Muka E-learning Blended Learning Jumlah 0,127 0,537 0,334 0,137 0,576 0,286 Blended Learning 0,112 0,592 0,915 Jumlah 0,3779 1,707 0,915 Tabel 11. Matriks Normalitas Antar Alternatif pada Kriteria Kemudahan Memahami Materi Matriks Bandaing Berpasangan Tatap Muka E-learning Tatap Muka E-learning Blended Learning Jumlah 0,619 0,128 0,251 0,584 0,121 0,294 Blended Learning 0,635 0,106 0,257 Jumlah 1,839 0,356 0,803 Tabel 12. Matriks Normalitas Antar Alternatif pada Kriteria KemudahanPengumpulan Tugas Matriks Bandaing Berpasangan Tatap Muka E-learning Tatap Muka E-learning Blended Learning Jumlah 0,131 0,546 0,321 0,140 0,582 0,277 Jumlah Blended Learning 0,116 0,598 0,284 0,389 1,727 0,294 Tabel 13. Matriks Normalitas Antar Alternatif pada Kriteria Kemudahan Interaksi Dengan Pengajar Matriks Bandaing Berpasangan Tatap Muka E-learning Tatap Muka E-learning Blended Learning Jumlah 0,625 0,121 0,252 0,586 0,114 0,299 Blended Learning 0,641 0,099 0,259 Jumlah 1,852 0,335 0,812 Bobot pada masing-masing alternatif dapat dicari dengan cara menghitung rata-rata setiap baris yang ada di matriks normalitas. Hasil bobot dalam bentuk adalah sebagai berikut: Tabel 14. Presentase & Rangking Antar Alternative Kriteria Fleksibilitas Waktu Kuliah Kemudahan Memahami Materi Kemudahan Pengumpulan Tugas Kemudahan Interaksi Dengan Pengajar Nilai Tatap Muka E-learning Blended Learning Tatap Muka E-learning Blended Learning Tatap Muka E-learning Blended Learning Tatap Muka E-learning Blended Learning Volume 1. No. Agustus 2021, pp. 0,125 0,569 0,305 0,613 0,118 0,267 0,129 0,575 0,294 0,617 0,111 0,270 Rangking Evalusi Metode Pembelajaran Berdasarkan Tabel 14 diperoleh hasil sebagai berikut, pertama pada kriteria fleksibitilas waktu kuliah besar prioritas tatap muka adalah sebesar 13%, besar prioritas e- learning adalah sebesar 57%, sedangkan besar priritas blended learning adalah sebesar 30%. Kedua pada kriteria kemudahan memahami materi besar prioritas tatap muka adalah sebesar 61%, besar prioritas e-learning adalah sebesar 12%, sedangkan besar priritas blended learning adalah sebesar Ketiga pada kriteria kemudahan pengumpulan tugas besar prioritas tatap muka adalah sebesar 13%, besar prioritas e-learning adalah sebesar 58%, sedangkan besar priritas blended learning adalah sebesar 29%. Keempat pada kriteria kemudahan pengumpulan tugas besar prioritas tatap muka adalah sebesar 62%, besar prioritas e-learning adalah sebesar 11%, sedangkan besar priritas blended learning adalah sebesar 27%. Persentase hierarki masing-masing kriteria disajikan pada Gambar 2, sebagai berikut: Fleksibilitas Waktu Kuliah . %) Tatap Muka . %) E-learning . %) Blended Learning Tatap. %) Muka . %) Kemudahan Memahami Materi . %) E-learning Blended Learning ( 27%) SEMUA Tatap Muka . %) Kemudahan Pengumpulan Tugas . %) E-learning . %) Blended Learning . %) Tatap Muka E-learning . %) Kemudahan Interaksi Dengan Pengajar . %) Blended Learning . %) Gambar 2: Hierarki Dengan Menurut responden berdasarkan kriteria fleksibilitas waktu kuliah, metode e-learning memiliki fleksibilitas waktu kuliah yang lebih baik daripada metode tatap muka. Hal JMS (JurnalMatematika dan Sain. Ayu Rohmawati. Fitroh Resmi tersebut juga terjadi pada kemudahan pengumpulan tugas, menurut responden metode elearning lebih memudahkan pengumpulan tugas daripada metode tatap muka. Sementara interaksi dengan pengajar dan kemudahan memahami materi metode tatap muka mutlak lebih baik dari pada e-learning. Tabel 15. Prioritas Menyeluruh Metode Tatap Muka E-learning Blended Learning Priritas Menyeluruh Jika matriks normalitas dari masing-masing alternatif dikalikan dengan matriks normalitas kriteria maka didapatkan prioritas menyeluruh. Hasil prioritas menyeluruh dapat dilihat pada Tabel 15. Berdasarkan Tabel 15 dapat dilihat bahwa saat ini mahasiswa lebih cenderung memilih metode tatap muka dengan prioritas sebesar 50% jika dibandingkan elearning dan Blended Learning yang berturut-turut hanya sebesar 22% dan 28% dengan mempertimbangkan fleksibilitas waktu kuliah sebesar 14%, kemudahan memahami materi sebesar 48%, kemudahan pengumpulan tugas sebesar 8% dan kemudahan interaksi dengan pengajar sebesar 29%. 4 Mengukur Konsistensi Konsistensi matriks banding berpasangan pada analisis AHP perlu diukur dengan cara menghitung nilai Lamda Maksimal. CI dan setelah itu CR. Hasil perhitungan Lamda Maksimal. CI dan setelah itu CR adalah sebagai berikut: Tabel 10. Nilai Lamda Maks. CI dan CR Kriteria Antar Kriteria Fleksibilitas Waktu Kuliah Kemudahan Memahami materi Kemudahan Pengumpulan Tugas Kemudahan Interaksi Dengan Pengajar Nilai Lamda Max Lamda Max Lamda Max Lamda Max Lamda Max 4,198 0,066 0,074 3,007 0,004 0,007 3,007 0,004 0,007 3,006 0,003 0,006 3,008 0,004 0,008 Berdasarkan Tabel 10 dapat diketahui bahwa nilai Lamda Maksimal pada semua kriteria tidak lebih dari 5, sedangkan nilai CI serta CR pada semua kriteria sangat kecil yaitu kurang dari 1% sehingga dapat dikatakan bahwa semua matriks banding berpasangan sehingga hasil AHP dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Volume 1. No. Agustus 2021, pp. Evalusi Metode Pembelajaran SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan penelitian dan analisis menggunakan Analytical Hierachy Process (AHP) yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Hasil penelitian dan analisis dapat diketahui kriteria dan alternative pembelajaran yang di gunakan Universitas Billfath. Terdapat 4 kriteria yaitu fleksibilitas waktu kuliah, kemudahan memahami materi, kemudahan pengumpulan tugas, dan kemudahan interaksi dengan pengajar serta 3 alternatif pembelajaran yaitu tatap muka, e-learning, dan blended learning. Kriteria yang digunakan untuk menetukan kriteria metode pembelajaran sesuai dengan hasil perbandingan, kriteria kemudahan memahami materi menjadi kriteria utama dalam menentukan metode pembelajaran diikuti dengan kemudahan interaksi dengan pengajar, fleksibilitas waktu kuliah dan kemudahan pengumpulan tugas. Setiap kriteria mempunyai 3 alternatif yang sama yaitu tatap muka, e-learning dan blended learning. Kriteria fleksibilitas waktu kuliah yang memiliki bobot tertinggi adalah e-learning diikuti dengan blended learning dan yang terakhir tatap muka. Kriteria kemudahan memahami materi yang memiliki bobot tertinggi adalah tatap muka diikuti dengan blended learning dan yang terakhir e-learning. Kriteria kemudahan pengumpulan tugas yang memiliki bobot tertinggi adalah e-learning diikuti dengan blended learning dan yang terakhir tatap muka. Kriteria kemudahan interaksi dengan pengajar yang memiliki bobot tertinggi adalah tatap muka diikuti dengan blended learning dan yang terakhir elearning. Urutan prioritas kriteria yang pertam kemudahan memahami materi 48% diikuti dengan kemudahan interaksi dengan pengajar 30% fleksibilitas waktu kuiah 14% dan yang terakhir kemudahan pengumpulan tugas 30%. Sedangkan urutan prioritas alternatif yaitu tatap muka 50% e-learning 22% yang terakhir blended learning 28%. DAFTAR RUJUKAN Astuti. Sari. , dan Azizah. , 2020 AuEvaluasi E-learning Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP)Ay Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Universitas Muha mmdiyah Sidoarjo, vol. 14, no. 1, pp. Yamasari. , 2008 AuFasilitas Evaluasi yang Menggabungkan Pengukuran. Bimbingan dan Penilaian dalam Sistem e-learning,Ay Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Dan Sains, vol. JMS (JurnalMatematika dan Sain. Ayu Rohmawati. Fitroh Resmi Sutedjo. , 2013 AuImplementasi dan Evaluasi Pembelajaran E-learning Pada Mata Kuliah Geografi Transportasi dan Komunikasi Mahasiswa yang Memprogram di Semester Gasal Tahun Akademik 2012/2013,Ay Jurnal Geografi, vol. 11, no. 21, pp. Hanum. , 2013 AuKeefektifan E-learning Sebagai Media Pembelajaran (Studi Evaluasi Model Pembelajaran Elearning SMK Telkom Sandhy Putra Purwokert. ,Ay Jurnal Pendidikan Vokasi, 3, no. 1, pp. Rolisca. dan Achadiyah. , 2014 AuPengembagnan Media Evaluasai Pembelajaran dalam Bentuk Online Berbasis E-learning Menggunakan Software Wondershare Quiz Creator Dalam Mata Pelajaran Akuntansi SMA Brawijaya Smart School (BSS),Ay Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, vol. 12, no. 1, pp. Felix, 2014 AuEvaluasi Penerapan E-learning Di Jurusan Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya,Ay Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, vol. 1, pp. Azhar. , 2020 AuAnalisis Faktor Prioritas dalam Pemilihan Mata Kuliah Praktek pada Prodi Sistem Informasi Menggunakan Metode AHPAy Jurnal Teknologi Informasi & Komunikasi Digital Zone, vol. 11, no. 1, pp. Saaty. , 1994 AuFundamentals of Decision Making and Priority Theory with the Analytic Hierarchy ProcessAy. Pittburg: RWS Publications. Zulhadi. Saleh. , dan Anggraini. , 2017 AuAnalisis Laik Fungsi Jalan Naional Batas Kota Sigli-Beureunuen Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)Ay Jurnal Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, vol. 1, no. 1, pp. Widyawati, 2015 AuImplementasi AHP (Analytical Hierarchy Proses. Dalam Analisa Kriteria Penentuan Kualitas Genteng Pada UD. HMA JenggawahAy Skripsi Jurusan Managemen Fakultas Ekonomi Volume 1. No. Agustus 2021, pp. Universitas Jember. Evalusi Metode Pembelajaran JMS (JurnalMatematika dan Sain.