Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 228 - 236 Available Online at jurnal. id/focus Nilai Kepuasan Masyarakat terhadap Kompetensi Pengelola Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Wisata Konservasi Penyu Naufaldy Azzura Herdiana1*. Sahadi Humaedi2 1,2 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Padjadjaran Article history Received: 17 April 2024 Revised : 30 Januari 2025 Accepted: 05 Februari 2025 *Corresponding author Email : 1naufaldy20002@mail. No. doi: 10. 24198/focus. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepuasan masyarakat terhadap kompetensi pengelola program PPM wisata konservasi penyu. Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang konservasi penyu sisik guna mengubah budaya konsumsi penyu. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan instrumen Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Kompetensi pengelola program dinilai berdasarkan empat indikator utama: kemampuan menyampaikan informasi secara jelas, inovasi yang dilakukan, kejelasan identitas pengelola, dan pemahaman pengunjung tentang fungsi Dengan metode deskriptif kuantitatif dan kuesioner sebagai alat pengumpulan data, penelitian ini menemukan bahwa masyarakat memiliki persepsi positif terhadap kompetensi pengelola program PPM wisata konservasi penyu. Kata kunci: program PPM, evaluasi program ABSTRACT This study aims to evaluate community satisfaction with the competence of managers in the Turtle Conservation Tourism Community Development Program (PPM). The program focuses on educating the community about hawksbill turtle conservation to shift cultural practices away from consuming turtles. The evaluation is conducted using the Community Satisfaction Index (IKM). The competence of program managers is assessed based on four key indicators: their ability to clearly communicate information, the innovations they introduce, the clarity of their identity, and visitors' understanding of their role. Using a quantitative descriptive approach and questionnaires for data collection, the study found that the community generally holds a positive perception of the competence of the programAos managers. Keywords: community development and empowerment program, community development program evaluation, community satisfaction index. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 228 - 236 Available Online at jurnal. id/focus PENDAHULUAN Program pemberdayaan masyarakat (PPM) wisata konservasi penyu adalah program PPM yang diselenggarakan oleh PT Gag Nikel sebagai perusahaan yang bergerak di sektor Program PPM wisata konservasi penyu diimplementasikan di zona wilayah ring-1 PT Gag Nikel, yaitu Kampung Gag. Distrik Waegeo Barat Kepulauan. Kabupaten Raja Ampat. Provinsi Papua Barat Daya. Program PPM wisata konservasi penyu beroperasi di bidang dilaksanakan sejak tahun 2019. Program PPM wisata konservasi penyu dikelola oleh kelompok Menyenfen yang dibentuk sejak tahun 2018. Kelompok Menyenfen konservasi penyu di Kampung Gag. Kabupaten Raja Ampat. Program PPM wisata konservasi penyu memiliki tujuan untuk mengubah paradigma masyarakat Pulau Gag melalui edukasi konservasi penyu sisik. Hal ini disebabkan masyarakat Pulau Gag memiliki budaya memburu serta mengonsumsi telur penyu dan penyu untuk perayaan-perayaan tertentu. Kelompok Menyenfen mengubah budaya tersebut. Tugas utama Kelompok Menyenfen sebagai pengelola program PPM wisata konservasi penyu Menyampaikan informasi terkait pengunjung dan masyarakat. Melaksanakan Program PPM adalah implementasi tanggung jawab sosial dan lingkungan untuk perusahaan sektor pertambangan mineral dan batubara. Program PPM diatur dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1824 tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Peraturan meregulasi perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) dan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) untuk melakukan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, di dalamnya mengatur agenda kerja, draft cetak biru, pertimbangan teknis, dan rencana induk program PPM. Program PPM bertujuan kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan sosial budaya di wilayah operasional perusahaan tambang (Permen ESDM. Nomor 41 Tahun 2. Program PPM wisata konservasi penyu adalah salah satu program PPM yang diselenggarakan oleh PT Gag Nikel. Penerima manfaat program PPM PT Gag Nikel dibagi menjadi tiga zona wilayah yang disebut dengan ring-1, ring-2, dan Zona ring-1 adalah wilayah yang berada di perkampungan di Pulau Gag, tempat kegiatan operasional perusahaan tambang berlangsung. Masyarakat yang berada di zona ini terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan. Intensitas interaksi masyarakat dan perusahaan di zona ring-1 berlangsung setiap hari jika dibandingkan dengan wilayah lainnya. Zona ring-2 adalah wilayah yang menjadi lokasi fasilitas utama Wilayah ini terkena dampak lingkungan secara langsung dari kegiatan operasional pertambangan. Wilayah yang termasuk zona ring-2 adalah pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Gag, di antaranya adalah Pulau Fam dan Pulau Saukabu. Zona ring-3 tidak terdampak langsung oleh kegiatan operasional perusahaan dan Interaksi masyarakat dan perusahaan di zona ring-3 lebih rendah dibandingkan zona lainnya. Zona ring-3 meliputi Kota dan Kabupaten Waisai sebagai ibukota Kabupaten Raja Ampat serta Kota Sorong sebagai pusat ekonomi masyarakat Kabupaten Raja Ampat. Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 228 - 236 Available Online at jurnal. id/focus Pengembangan merujuk pada serangkaian kegiatan yang meibatkan sekelompok orang dengan kesamaan wilayah untuk mencapai tujuan Pengembangan meliputi perancangan kegiatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat (Robinson dan Green, 2. Masyarakat berperan sebagai subjek utama sekaligus penentu arah dalam proses pengembangan masyarakat (Ife dan Tesoriero, 2. Masyarakat dituntut untuk mampu berswadaya, dan dapat mengarahkan dirinya dalam proses pengembangan masyarakat (Ife & Tesoriero, 2. Pemberdayaan memperbaiki taraf hidup melalui pelatihan kemampuan atau skill, pemberdayaan masyarakat dapat diimplementasikan oleh komunitas bekerja sama dengan korporasi atau organisasi eksternal untuk mencapai tujuannya (Ismail, 2. Pemberdayaan pembangunan ekonomi berkelanjutan yang berkonsentrasi pada kontribusi masyarakat dan berfokus pada kemampuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka (Chambers, 2. Dalam mencapai tujuan pemberdayaan masyarakat, perlu ada dukungan dari nilai lokal dan sumber daya yang berasal dari masyarakat (Chambers. Penilaian kompetensi pengelola program PPM wisata konservasi penyu ini dilakukan melalui evaluasi program PPM. Evaluasi pengelola untuk mengukur sejauh mana tujuan dan sasaran program telah tercapai (Zastrow, 1. Evaluasi dilakukan untuk mengawasi program agar pelaksanaan program dapat memenuhi tujuan dan kebutuhan penerima manfaat (Weil et al. Oleh karena itu, masyarakat penerima manfaat harus terlibat dalam proses evaluasi program pengembangan masyarakat (Weil et al, 2. Tahap evaluasi dalam pengembangan masyarakat meninjau efektivitas dan efisiensi program (Weil et al, 2012. Sheafor et al, 1. Efektivitas program merupakan keadaan ketika suatu program dapat menghasilkan outcome yang dapat memberi kepuasan terhadap penerima manfaat (Sugiana, 2. Analisis mendalam terhadap penggunaan sumber daya, hasil, dan dampak program PPM melalui evaluasi dapat memberikan informasi kepada pemangku kepentingan seperti pelaksana program, penerima manfaat, dan masyarakat umum. Instrumen yang digunakan untuk melakukan evaluasi program PPM adalah indeks kepuasan masyarakat (IKM). Masyarakat sebagai penerima manfaat program PPM dapat menilai pemenuhan kebutuhan dan harapan masyarakat melalui program PPM. Indeks kepuasan masyarakat dapat menjadi tolok ukur dalam menilai keberhasilan program bagi penerima manfaat (Widodo, 2. Hasil evaluasi program PPM menggunakan instrumen IKM dapat menjadi patokan bagi pemangku kepentingan dan penyelenggara program untuk meningkatkan mutu program (Rizkia, 2. Instrumen masyarakat digunakan untuk mengukur kinerja dan mutu program pelayanan publik (Sutami, et. , 2. Pengambilan PPM menggunakan indeks kepuasan masyarakat mengacu pada Permenpan RB Nomor 14 Tahun 2017 yang mengatur Pedoman Penyusunan Survey Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Indeks kepuasan masyarakat dimaksudkan untuk memastikan bahwa pelaksanaan program pelayanan publik selalu memiliki kualitas dan kebermanfaatan untuk publik (Widodo, et. , 2. Terdapat sembilan dimensi pengukuran IKM menurut Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 228 - 236 Available Online at jurnal. id/focus Permenpan RB Nomor 14 Tahun 2017. Persyaratan: ketentuan yang harus dilakukan untuk mendapatkan Persyaratan dapat bersifat teknis atau administratif. Sistem Mekanisme dan Prosedur: dimensi ini merujuk pada aturan pengelola dan penerima manfaat. Ketepatan Waktu Penyelesaian: mengacu pada jangka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh layanan progam. Biaya: merujuk pada pembayaran yang dibebankan kepada penerima Produk Spesifikasi Jenis Layanan: hasil layanan yang diterima sesuai dengan ketentuan program. Produk layanan adalah outcome dari implementasi setiap jenis layanan. Kompetensi Pengelola: mencakup kemampuan pengelola program keahlian, pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan. Perilaku Pengelola: sikap pengelola Penanganan Pengaduan Saran dan Masukan: proses pengelolaan serta peninjauan saran dan masukan yang Sarana dan Prasarana: sarana merujuk pada segala hal yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan Sarana merupakan objek bergerak, sementara prasarana merupakan objek tidak bergerak. Dalam penelitian ini. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Kemenpan instrumen evaluasi karena memiliki standar yang diakui secara nasional dalam menilai layanan publik. Namun, penelitian ini hanya menggunakan empat indikator yang relevan dengan kompetensi pengelola: kemampuan komunikasi, inovasi, kejelasan identitas, dan pemahaman masyarakat terhadap pengelola. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan Penggunaan menggambarkan atau mengidentifikasi fenomena dalam populasi atau sampel (Zellatifanny dan Mudjiyanto, 2. Penelitian berfokus pada pengamatan, pengukuran, dan penjelasan tentang fenomena tanpa melakukan (Koentjaraningrat. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk melakukan penelitian pada populasi atau (Sugiyono. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk menggeneralisasi populasi melalui sampel yang sudah ditentukan (Babbie, 1. Pada penelitian ini, objek yang menjadi fokus penelitian adalah IKM program PPM wisata konservasi penyu. Sementara itu, subjek pada penelitian ini adalah penerima manfaat program, yaitu masyarakat yang pernah berkunjung ke tempat wisata konservasi penyu. Pulau Gag. Kabupaten Raja Ampat. Provinsi Papua Barat Daya. Penentuan jumlah sampel dilakukan berdasarkan jumah populasi penduduk Pulau Gag yaitu 265 kepala keluarga (Distrik Waigeo Barat Kepulauan Dalam Angka, 2. Namun, tidak diketahui berapa jumlah pasti masyarakat yang pernah berkunjung ke tempat wisata konservasi penyu sehingga penentuan jumlah sampel dilakukan menggunakan pertimbangan teori limit sentral dan aturan penentuan sampel yang dikemukakan oleh Gay. Mills, dan Airasian . Teori limit sentral menyatakan bahwa distribusi ratarata akan mendekati distribusi normal apabila ukuran populasi mendekati tak Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 228 - 236 Available Online at jurnal. id/focus terhingga dengan rentang sampel 30 hingga 500 responden (Alwi, 2. Merujuk pada teori limit sental dan teori pengambilan sampel yang dikemukakan oleh Gay. Mills. Airasian . , mempertimbangkan kondisi lapangan, peneliti memutuskan bahwa jumlah sampel yang ditarik pada penelitian ini sebanyak 30 penduduk Kampung Gag yang sudah pernah mengunjungi tempat wisata konservasi penyu. Analisis data pada penelitian ini Distribusi frekuensi adalah pengurutan data berdasarkan kuantitasnya (Junaedi. Penelitian ini menggunakan skala Likert untuk membagi nilai yang diperoleh menjadi empat kluster dengan nilai tertinggi adalah 4 dan nilai terendah adalah Penggunaan skala Likert bertujuan untuk mengukur persepsi responden mengenai fenomena sosial (Sugiyono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Kompetensi pengelola program keberlangsungan program. Kompetensi pengelola program dinilai penting ketika pengelola menjalankan tugasnya dan memberikan pelayanan kepada penerima Kompetensi berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada penerima manfaat. Unsur kompetensi pengelola program PPM wisata konservasi penyu mencakup empat indikator, yaitu kemampuan pengelola dalam menyampaikan informasi secara jelas serta dapat dengan mudah dipahami, berlangsung, identitas pengelola yang jelas, serta fungsi dari pengelola. Tanggapan responden terhadap kompetensi pengelola program PPM wisata konservasi penyu dijelaskan sebagai berikut: Persepsi Responden Mengenai Kemampuan Pengelola Wisata Konservasi Penyu Menyampaikan Informasi Konservasi Penyu yang Jelas Serta Mudah Dipahami Tabel 1. 1 Persepsi Responden Mengenai Kemampuan Pengelola Wisata Konservasi Penyu Menyampaikan Informasi Konservasi Penyu yang Jelas Serta Mudah Dipahami Jawaban Sangat tidak Tidak setuju Setuju Sangat Jumlah Frekuensi Sumber: Hasil olah data peneliti, 2023 Gambar 1. 1 Grafik Persepsi Responden Mengenai Kemampuan Pengelola Wisata Konservasi Menyampaikan Informasi Konservasi Penyu yang Jelas Serta Mudah Dipahami Mayoritas menunjukkan bahwa pengelola tempat konservasi penyu secara jelas serta mudah Pengelola bertanggung jawab menjelaskan pentingnya konservasi penyu kepada masyarakat dan wisatawan. Informasi mencakup ekologi penyu, ancaman yang dihadapi, serta cara masyarakat dapat berkontribusi dalam Kejelasan informasi ini sangat penting dalam mengubah pola pikir Persepsi Responden Mengenai Pengelola Melakukan Berbagai Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 228 - 236 Available Online at jurnal. id/focus Inovasi/Kebaruan Selama Mengelola Tempat Wisata Konservasi Penyu Tabel 1. 2 Persepsi Responden Mengenai Pengelola yang Melakukan Berbagai Inovasi/Kebaruan Selama Mengelola Tempat Wisata Konservasi Penyu Jawaban Sangat tidak Tidak setuju Setuju Sangat Jumlah Frekuensi Sumber: Hasil olah data peneliti, 2023 mayoritas responden menunjukkan bahwa perubahan tempat wisata konservasi penyu Persepsi Responden Mengenai Kejelasan Identitas Pengelola Wisata Konservasi Penyu Tabel 1. 3 Persepsi Responden Mengenai Kejelasan Identitas Pengelola Wisata Konservasi Penyu Jawaban Sangat tidak Tidak setuju Setuju Sangat Jumlah Frekuensi Sumber: Hasil olah data peneliti, 2023 Gambar 1. 2 Grafik Persepsi Responden Mengenai Pengelola Wisata Konservasi yang Melakukan Berbagai Inovasi/Kebaruan Selama Proses Konservasi Penyu Mayoritas responden berpendapat bahwa terdapat perubahan positif ketika mereka membandingkan saat kunjungan pertama kali dengan kunjungan terakhir Sejumlah responden menuturkan penambahan sarana penunjang seperti hiasan atau dekorasi, tempat duduk pengunjung, meja, serta pendopo. Namun, pernyataan adanya inovasi/kebaruan yang dilakukan oleh pengelola wisata konservasi Hal ini disebabkan adanya harapan atau preferensi yang berbeda dari sudut pandang sejumlah responden. Berdasarkan penuturan responden yang menjawab tidak setuju, perubahan di tempat wisata konservasi penyu dirasa belum berdampak Namun, tanggapan positif dari Gambar 1. 3 Grafik Persepsi Responden Mengenai Kejelasan Identitas Pengelola Wisata Konservasi Penyu Kejelasan merupakan bentuk transparansi struktur pengelolaan program sebagai salah satu indikator dalam kompetensi pengelola Akuntabilitas program dapat meningkat apabila program memiliki kejelasan identitas pengelola. Kejelasan identitas juga dapat mempermudah evaluasi program yang dilakukan oleh pihak luar, salah satunya adalah penerima Kredibilitas dapat meningkat Hal ini berasal dari kepercayaan pengunjung, masyarakat, dan pihak-pihak yang terlibat dalam operasional program. Mayoritas responden setuju mengenai kejelasan identitas pengelola konservasi Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 228 - 236 Available Online at jurnal. id/focus penyu dapat menunjukkan bahwa identitas pengelola jelas atau transparan. Persepsi Responden Mengenai Pengetahuan dan Pemahaman Fungsi Pengelola Wisata Konservasi Tabel 1. 4 Persepsi Responden Mengenai Pengetahuan dan Pemahaman Fungsi Pengelola Wisata Konservasi Penyu Jawaban Frekuensi Sangat tidak Tidak setuju Setuju 46,6% Sangat 53,3% Jumlah Sumber: Hasil olah data peneliti, 2023 Gambar 1. 4 Grafik Persepsi Responden Mengenai Pengetahuan dan Pemahaman Fungsi Pengelola Wisata Konservasi Penyu Responden memahami fungsi pengelola wisata konservasi penyu, yaitu sebagai penggerak aktivitas pelestarian penyu sisik serta pemberi edukasi kepada masyarakat untuk menghentikan budaya memburu dan mengonsumsi penyu sisik. SIMPULAN Persepsi kemampuan pengelola wisata konservasi penyu menyampaikan informasi yang jelas dan mudah dipahami didasarkan pada penilaian responden kepada pengelola Mayoritas responden memberikan tanggapan positif terhadap pernyataan ini. Hal ini didukung oleh fakta bahwa pengelola wisata konservasi penyu sudah memahami bagaimana tata cara konservasi penyu. Penyampaian informasi dengan jelas didukung oleh kesamaan bahasa yang digunakan oleh pengelola wisata dan pengunjung pengunjung yang berasal dari Pulau Gag. Persepsi pengelola wisata konservasi penyu yang melaksanakan kebaruan ketika mengelola program PPM wisata konservasi penyu. Pengunjung menilai adanya kebaruan yang dilakukan oleh pengelola program dengan cara membandingkan kondisi tempat wisata konservasi penyu ketika pengunjung pertama kali datang dan terakhir kali Mayoritas menuturkan bahwa kebaruan yang ada berupa pengadaan fasilitas penunjang bagi pengunjung seperti tempat duduk, gazebo, dan tempat sampah. Persepsi responden berdasarkan kejelasan identitas pengelola program PPM Seluruh responden memberikan tanggapan positif terhadap pernyataan ini dikarenakan pengelola tempat wisata konservasi penyu adalah kelompok Menyenfen yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Pulau Gag sebagai pegiat konservasi penyu sisik. Persepsi responden berdasarkan pengetahuan dan pemahaman fungsi Pengunjung menilai memahami fungsi dari pengelola program wisata konservasi penyu dikarenakan adanya keterbukaan informasi dari pengelola terhadap pengunjung wisata konservasi. Pengelola program, yaitu kelompok Menyenfen telah menunjukkan kompetensi yang baik dalam menyampaikan informasi, melakukan inovasi, serta memperjelas identitas dan peran mereka. Namun, untuk meningkatkan dampak pemberdayaan masyarakat, disarankan agar pengelola memperluas partisipasi komunitas dalam Rekomendasi ini bertujuan untuk Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial ISSN: 2620-3367 (Onlin. Vol. 7 No. 2 Desember 2024 Hal : 228 - 236 Available Online at jurnal. id/focus meningkatkan efektivitas program sebagai model pemberdayaan berbasis konservasi. DAFTAR PUSTAKA