HUBUNGAN PERAN IBU DENGAN KEJADIAN SIBLING RIVALRY PADA ANAK PRA SEKOLAH USIA 3-5 TAHUN DI RAUDLATUL ATHFAL (RA) NAHDLATUL FATA JEPARA Absah Rica Rafika*1 Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Sarjana Keperawatan absahricarafika@gmail. Kurnia Wijayanti*2 Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Sarjana Keperawatan kurnia@unissula. *Corresponding author ABSTRAK Latar Belakang: Sibling rivalry terjadi ketika anak merasa kehilangan perhatian dan kasih sayang dari orang tua, terutama saat harus berbagi perhatian dengan saudara kandung. Fenomena ini rentan terjadi pada anak usia 3Ae5 tahun, masa dimana kebutuhan emosional sangat tinggi. Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa sekitar 30 hingga 60 persen anak di seluruh dunia mengalami konflik dengan saudara kandung. Di Asia, jutaan balita mengalami sibling rivalry dan di Indonesia diperkirakan sekitar tiga perempat anak usia dini pernah mengalami kondisi ini. Peran ibu sebagai tokoh utama dalam pengasuhan sangat penting untuk membentuk stabilitas emosional anak dan mencegah konflik antar saudara. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 58 ibu yang memiliki anak usia 3Ae5 tahun dan lebih dari satu anak di Raudlatul Athfal (RA) Nahdlatul Fata Jepara. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, mencakup variabel peran ibu dan sibling rivalry. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank untuk mengukur hubungan antar variabel. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara peran ibu dan kejadian sibling rivalry pada anak usia prasekolah. Uji Spearman Rank menghasilkan nilai p-value 0,000 dan koefisien korelasi 0,856 yang menunjukkan hubungan sangat kuat dan positif. Artinya, semakin kurang peran ibu dalam pengasuhan semakin besar kemungkinan terjadinya sibling rivalry pada anak. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara peran ibu dengan kejadian sibling rivalry pada anak prasekolah di RA Nahdlatul Fata Jepara. Peran ibu yang optimal mampu menekan risiko terjadinya konflik antar anak. Kata Kunci: Peran Ibu. Sibling Rivalry. Anak Pra Sekolah ABSTRACT Background: Sibling rivalry occurs when children feel a loss of attention and affection from their parents, especially when they have to share it with a sibling. This phenomenon commonly affects children aged 3Ae5 years, a stage characterized by high emotional needs. The World Health Organization reports that approximately 30 to 60 percent of children worldwide experience sibling conflict. In Asia, millions of toddlers face sibling rivalry, and in Indonesia, an estimated three-quarters of young children have encountered this condition. The mother plays a central role in caregiving and is crucial in fostering emotional stability and preventing sibling conflicts. Methods: This study used a quantitative approach with a ISSN : 2502-1524 Page | 147 Absah Rica Rafika Dkk: Hubungan Peran Ibu Dengan Kejadian Sibling Rivalry Pada Anak Pra Sekolah Usia 3-5 Tahun Di Raudlatul Athfal (R. Nahdlatul Fata Jepara correlational analytic design and a cross-sectional method. The sample consisted of 58 mothers who had children aged 3Ae5 years and more than one child enrolled at Raudlatul Athfal (RA) Nahdlatul Fata Jepara. Data were collected using a validated and reliable questionnaire that assessed the motherAos role and sibling rivalry. Data analysis was performed using the Spearman Rank test to examine the relationship between variables. Results: The analysis showed a significant relationship between the motherAos role and the occurrence of sibling rivalry among preschool-aged children. The Spearman Rank test yielded a p-value of 0. 000 and a correlation coefficient of 0. 856, indicating a very strong and positive correlation. This suggests that the less effective a motherAos role in parenting, the greater the likelihood of sibling rivalry occurring. Conclusion: There is a significant relationship between the motherAos role and the incidence of sibling rivalry in preschoolaged children at RA Nahdlatul Fata Jepara. An optimal maternal role can help reduce the risk of conflict between siblings. Keywords: Maternal Role. Sibling Rivalry. Preschool Children PENDAHULUAN Sibling rivalry adalah persaingan yang terjadi di antara saudara kandung, terutama saat anak merasa kehilangan perhatian dari orang tua. Hal ini sering terjadi pada anak usia pra-sekolah . -5 tahu. yang harus berbagi kasih sayang dengan saudara baru, yaitu Sibling rivalry lebih sering terjadi pada anak dengan jarak usia dekat, seperti 3-5 tahun, dan dapat menimbulkan dampak negatif seperti gangguan emosi, perilaku maladaptif, serta menurunnya motivasi belajar (Kahriman & Kanak, 2018. Indanah & Hartaniyah. Konflik ini juga dapat terjadi pada saudara kandung dengan jenis kelamin berbeda. Peran orang tua, terutama ibu, sangat berpengaruh dalam mengurangi konflik sibling rivalry dengan memberikan perhatian dan kasih sayang yang seimbang kepada setiap anak (Firmansyah, 2021. Armanda, 2. Ibu memiliki peran penting dalam membentuk dinamika hubungan saudara di rumah. Peran ibu yang efektif dan adil dapat mencegah terjadinya sibling rivalry dengan menciptakan suasana yang harmonis dan mendukung perkembangan emosional anak. Namun, kurangnya perhatian terhadap kebutuhan emosional anak atau pendekatan disiplin yang tidak adil dapat Memperburuk rivalitas antara saudara kandung (Indriyanti et al. , 2. Kejadian sibling rivalry dapat diminimalkan dengan kesiapan orang tua, terutama ibu, untuk memberikan perhatian yang adil dan meningkatkan pemahaman mereka tentang penyebab dan dampak sibling rivalry (Wahyu et al. , 2. Menurut data WHO, sekitar 30-60% anak di seluruh dunia mengalami sibling ISSN : 2502-1524 rivalry, dengan sekitar 4 juta anak usia 0-5 tahun terdampak (Lazdia & Kusuma, 2. Studi pendahuluan di RA Nahdlatul Fata Jepara pada 7 September 2024 menunjukkan bahwa dari 162 anak, 58 anak berasal dari keluarga dengan jarak usia anak yang dekat . -3 tahu. Temuan wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan bahwa sibling rivalry memengaruhi perilaku anak di sekolah, seperti kecemburuan, egoisme, dan rendahnya rasa percaya diri, yang mempengaruhi interaksi sosial dan proses belajar. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peran ibu di lingkungan pesisir, di mana tradisi dan kondisi ekonomi sering kali memengaruhi perhatian ibu terhadap kebutuhan fisik keluarga dibandingkan aspek emosional anak. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji AuHubungan Peran Ibu Dengan Kejadian Sibling Rivalry Pada Anak Pra Sekolah Usia 3-5 Tahun Di Raudlatul Athfal (RA) Nahdlatul Fata Jepara. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara peran ibu dan sibling rivalry pada anak usia 3-5 tahun di Raudlatul Athfal (RA) Nahdlatul Fata Jepara. Menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasi, sampel penelitian terdiri dari 162 ibu dengan dua anak berusia 3-5 tahun, yang dipilih dengan teknik total Variabel peran ibu diukur melalui kuesioner 10 pertanyaan, sementara sibling rivalry menggunakan kuesioner 18 pertanyaan. Data menggunakan SPSS versi 23, dengan uji Spearman Rank untuk melihat hubungan antar variabel. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran Page | 148 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 10 Nomor 1 Maret Tahun 2025 Halaman :147 - 154 tentang pengaruh peran ibu terhadap sibling rivalry. Urutan Frekuensi Presentase Kelahiran . (%) Anak Sulung Tengah Total serta menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik yang dianalisis meliputi jenis kelamin anak, usia anak, urutan kelahiran, usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, jumlah saudara, dan jarak usia antar anak. Jenis Kelamin Anak Tabel 4. 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Pekerjaan Ibu Frekuensi Presentase . (%) Bekerja Tidak Bekerja Total Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Anak . Tabel 4. 1 menunjukkan bahwa jumlah responden yang memiliki anak dengan jenis kelamin laki-laki adalah 29 responden . %) sementara jumlah responden yang memiliki anak dengan jenis kelamin perempuan juga sebanyak 29 responden . %). Usia Anak Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Anak . Tabel 4. 2 menunjukkan bahwa responden terbanyak memiliki anak usia 5 tahun yaitu sebanyak 25 responden . ,1%). Urutan Kelahiran Anak Tabel 4. 3 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Urutan Kelahiran Anak . Tabel 4. 3 menunjukkan bahwa responden yang memiliki anak dengan urutan kelahiran Usia Ibu Frekuensi Presentase . (%) Tahun > 30 Tahun Total sebagai anak sulung sebanyak 38 responden . ,5%). Usia Ibu Tabel 4. 4 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Ibu ISSN : 2502-1524 . Tabel 4. 4 menunjukkan bahwa responden Pendidikan Frekuensi Presentase Ibu . (%) SD/SMP SMA/SLTA Akademi/PT Total dengan usia 20-30 tahun mencapai jumlah tertinggi yaitu sebanyak 30 responden . ,7%). Pendidikan Ibu Tabel 4. 5 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Ibu . Tabel 4. 5 menunjukkan bahwa tingkat pendidikan ibu tertinggi adalah SMA/SLTA dengan jumlah responden sebanyak 47 responden . ,0%). Pekerjaan Ibu Tabel 4. 6 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu . Tabel 4. 6 menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah tidak bekerja berjumlah 40 responden . ,0%). Jumlah Saudara Jenis Frekuensi Presentase Kelamin Anak . (%) Laki-Laki Perempuan Jumlah Frekuensi Presentase Total Saudara . 58 (%) 2 Saudara Ou 3 Saudara Total Tabel 4. 7 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Saudara . Tabel 4. 7 menunjukkan bahwa responden terbanyak adalah yang memiliki anak dengan 2 Usia Anak Frekuensi Presentase . (%) 3 Tahun 4 Tahun 5 Tahun Total saudara berjumlah 39 responden . ,2%). Jarak Usia Anak Page | 149 Absah Rica Rafika Dkk: Hubungan Peran Ibu Dengan Kejadian Sibling Rivalry Pada Anak Pra Sekolah Usia 3-5 Tahun Di Raudlatul Athfal (R. Nahdlatul Fata Jepara Tabel 4. 8 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Jarak Usia Anak . Tabel 4. 8 menunjukkan bahwa responden dengan jarak usia antar anak tertinggi yaitu 3 tahun berjumlah 40 responden . ,0%). ANALISIS UNIVARIAT Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan sample penelitian dari semua variabel penelitian dengan cara menyusun secara masing-masing Peran Ibu Tabel 4. 9 Distribusi Frekuensi Responden Responden Berdasarkan Peran Ibu . Berdasarkan Tabel 4. 9, distribusi peran ibu menunjukkan bahwa peran ibu yang cukup memperoleh jumlah tertinggi yaitu 28 responden . ,3%). Sibling Rivalry Tabel 4. 10 Distribusi Frekuensi Responden Responden Berdasarkan Kejadian Sibling Rivalry . Sibling Rivalry Terjadi Sibling Rivalry Tidak Terjadi Sibling Rivalry Total Frekuensi . Presentase (%) Analisis Bivariat Tabel 4. 11 Hubungan Uji Spearman Rank Peran Sibling Rivalry Terjadi Sibling Rivalry Pera Ibu Tidak Terjadi Sibling Rivalry Total Kura Cuku 0,856 0 Baik Sanga t Baik Total Ibu Dengan Kejadian Sibling Rivalry ISSN : 2502-1524 Dari Tabel 4. 11, dapat dilihat bahwa pada kategori peran ibu cukup, 28 responden . ,3%) mengalami sibling rivalry, sementara pada kategori peran ibu Jarak Usia Frekuensi Presentase Anak . (%) 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun Total sangat baik, 14 responden . ,1%) tidak Pada kategori peran ibu kurang, 11 responden . ,0%) mengalami sibling rivalry, dan pada kategori peran ibu baik, 5 responden . ,6%), dengan 1 responden . ,7%) mengalami sibling rivalry dan 4 responden . ,9%) tidak Analisis statistik menunjukkan Peran Ibu Frekuensi Presentase . (%) Kurang Cukup Baik Sangat Baik 14 Total adanya hubungan signifikan antara peran ibu dengan sibling rivalry, dengan p-value 0,000 dan (R) 0,856, mengindikasikan hubungan yang sangat kuat dan Artinya, semakin kurang peran ibu, semakin besar kemungkinan terjadinya sibling rivalry pada anak-anak. PEMBAHASAN Karakteristik Responden Jenis Kelamin Jenis kelamin merupakan kategori biologis atau sosial yang digunakan untuk membedakan individu berdasarkan ciri-ciri fisik, genetik, hormonal, anatomi serta aspek sosial dan budaya yang berkaitan. Penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin anak terbagi rata, dengan 50% anak laki-laki dan 50% anak perempuan. Sebanyak 37,9% dipengaruhi oleh faktor jenis kelamin, di mana anak perempuan lebih sering mengalami persaingan dibandingkan anak laki-laki (Achmadi et al. , 2. Usia Anak Usia anak merujuk pada rentang Page | 150 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 10 Nomor 1 Maret Tahun 2025 Halaman :147 - 154 perkembangan tertentu dalam kehidupan manusia biasanya sejak lahir hingga mencapai usia remaja. Perkembangan anak usia 3-5 tahun berada dalam tahap praoperasional dimana anak menggunakan simbol untuk berpikir tetapi belum memahami konsep logika secara Mayoritas responden berusia 5 tahun . ,1%) dengan 29,3% mengalami sibling rivalry. Anak usia 5 tahun terhadap saudara kandung, terutama karena terbagi perhatian orang tua (Andriyani & Darmawan, 2. Urutan Kelahiran Anak Urutan kelahiran anak mengacu pada posisi seorang anak dalam hierarki keluarga berdasarkan kelahirannya (Wati et , 2. Menurut Sita, . urutan kepribadian, perilaku dan pola hubungan seorang anak karena posisi ini terkait dengan dinamika perhatian orang tua, tanggung jawab dalam keluarga dan interaksi antar saudara kandung. Sebagian besar responden adalah anak sulung . ,5%), dengan 46,6% Urutan hubungan antar saudara, di mana anak sulung sering merasa cemburu terhadap adik yang mendapat perhatian lebih (Putri. Usia Ibu Usia ibu merujuk pada umur seorang perempuan saat menjalankan perannya sebagai seorang ibu biasanya dihitung berdasarkan selisih antara tahun kelahiran ibu dengan tahun kelahiran anaknya atau tahun saat penelitian Usia ibu dapat berpengaruh terhadap pola asuh, tingkat kematangan emosional dan cara ibu mengelola hubungan antar saudara kandung (Hanum & Hidayat, 2. Mayoritas ibu berusia 20-30 tahun . ,7%), dengan 31% di antaranya mengalami sibling rivalry. Ibu muda mengelola konflik sibling rivalry meskipun memiliki energi lebih (Khasanah et al. Pendidikan Ibu ISSN : 2502-1524 Pendidikan ibu mengacu pada tingkat pendidikan formal yang telah diselesaikan oleh seorang ibu mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga jenjang pendidikan tinggi. Tingkat pendidikan ibu sering digunakan sebagai salah satu indikator untuk menilai pengetahuan, keterampilan dan kemampuan seorang ibu perkembangan dan pengasuhan anak (Rahmadani & Sutrisna, 2. Mayoritas ibu memiliki pendidikan SMA/SLTA . %), dengan 53,4% di antaranya mengalami sibling rivalry. Pendidikan ibu berpengaruh dalam mengelola konflik antar saudara (Sucia. Pekerjaan Ibu Pekerjaan ibu adalah aktivitas atau profesi yang dilakukan oleh seorang ibu baik disektor formal maupun informal bertujuan untuk pendapatan atau memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Pekerjaan ini dapat pekerjaan kantoran, wiraswasta, pekerjaan rumah tangga berbayar atau aktivitas lain (Rahmadani & Sutrisna, 2. Sebagian besar ibu tidak bekerja . %), dengan 48,3% di antaranya mengalami sibling rivalry. Perhatian ibu yang terbagi antara anak-anak dapat memicu sibling rivalry (Tiyaningsih, 2. Jumlah Saudara Jumlah saudara merujuk pada banyaknya anak yang lahir dari orang tua yang sama, baik yang memiliki hubungan biologis langsung maupun hubungan keluarga melalui adopsi atau lainnya. Jumlah saudara sering digunakan untuk memahami dinamika keluarga, termasuk interaksi, hubungan emosional dan pengaruh antar saudara dalam berbagai aspek kehidupan (Rusnoto et al. , 2. Mayoritas responden memiliki 2 ,2%), 48,3% mengalami sibling rivalry. Keluarga dengan lebih banyak anak dapat memicu persaingan antar saudara karena perhatian orang tua terbagi (Tasya, 2. Jarak Usia Anak Jarak usia anak didefinisikan sebagai selisih usia antara dua anak dalam Page | 151 Absah Rica Rafika Dkk: Hubungan Peran Ibu Dengan Kejadian Sibling Rivalry Pada Anak Pra Sekolah Usia 3-5 Tahun Di Raudlatul Athfal (R. Nahdlatul Fata Jepara berdasarkan tanggal lahir masing-masing anak (Sahara et al. , 2. Menurut Muniroh, . jarak usia menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika hubungan antar saudara termasuk dalam konteks perkembangan emosional, perilaku sosial, dan potensi konflik seperti sibling Sebagian besar responden memiliki jarak usia 3 tahun antara saudara . ,0%), dengan 48,3% mengalami sibling rivalry. Jarak usia yang lebih dekat meningkatkan kemungkinan persaingan antar saudara (Insani, 2. Peran Ibu Peran ibu merupakan tanggung jawab, fungsi dan kontribusi seorang ibu dalam keluarga terutama dalam hal pengasuhan, pendidikan dan pemberian kasih sayang kepada anak-anak (Pratama, 2. Sebagai figur utama dalam keluarga ibu memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan fisik, emosional, sosial dan kognitif anak-anaknya. Ibu yang menjalankan peran dengan baik dapat memberikan dampak positif yang besar bagi kehidupan anak-anaknya sehingga membentuk mereka menjadi individu yang sehat secara fisik, mental dan sosial (Setiawan, 2. Mayoritas responden menunjukkan peran ibu dalam kategori cukup . ,3%) dan peran ibu yang kurang . ,0%) berkontribusi pada tingginya kejadian sibling rivalry. Sebaliknya, peran ibu yang sangat baik . ,1%) cenderung mengurangi sibling rivalry. Ibu yang terlibat aktif dalam pengasuhan dapat mencegah konflik antar saudara (Adam, 2020. Oresti et al. , 2. Sibling Rivalry Sibling rivalry merupakan persaingan atau konflik antar saudara kandung dalam satu keluarga yang muncul karena adanya kebutuhan untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua (Julisda, 2. Fenomena tersebut umum terjadi dikeluarga dengan lebih dari satu anak terutama selama tahap perkembangan awal seperti masa pra sekolah ketika anak-anak masih sangat bergantung pada orang tua secara emosional dan fisik (Said & Hadi, 2. Sibling rivalry terjadi pada 69,0% responden dan dapat berdampak positif atau Secara positif, dapat mengembangkan kemandirian dan tanggung jawab, namun dampak negatifnya dapat berupa agresi fisik atau verbal antar saudara (Nurmira, 2. ISSN : 2502-1524 Hubungan Peran Ibu dengan Kejadian Sibling Rivalry pada Anak Pra Sekolah Usia 3-5 Tahun di Raudlatul Athfal (RA) Nahdlatul Fata Kepara Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran ibu sangat mempengaruhi terjadinya sibling rivalry pada anak usia 3-5 tahun. Sebagian besar ibu berada dalam kategori peran cukup . ,3%) dan peran ibu yang kurang . ,0%) berhubungan langsung dengan terjadinya sibling rivalry. Sebaliknya, pada ibu dengan peran yang baik . ,6%) dan sangat baik . ,1%), terjadi penurunan sibling rivalry, dimana hanya sedikit yang mengalami persaingan antar saudara. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai signifikansi 0,000 yang berarti terdapat korelasi positif yang sangat kuat antara peran ibu dan sibling rivalry dengan nilai korelasi 0,856. Temuan ini didukung oleh penelitian sebelumnya, seperti yang disampaikan oleh Sita yang mengungkapkan bahwa peran ibu memengaruhi munculnya sibling rivalry, serta Rahmadani Sutrisna menemukan hubungan signifikan antara peran orang tua dan sibling rivalry pada anak usia 3-5 tahun di wilayah Puskesmas Telaga Dewa Bengkulu. Ahdanty . pentingnya peran orang tua dalam mengatasi sibling rivalry pada anak usia dini di TK IT Quantum Mulia Kroya. Lebih lanjut, di wilayah pesisir, meskipun 69,0% ibu tidak bekerja di luar rumah, mereka sering kali kesulitan membagi perhatian antara pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak, yang berpotensi meningkatkan sibling rivalry. Dalam keluarga dengan lebih banyak anggota, anak-anak sering berebut perhatian ibu, yang memperburuk masalah sibling rivalry. Penelitian ini menegaskan bahwa peran ibu yang aktif dan positif dalam mengelola hubungan antar saudara dapat mencegah terjadinya sibling rivalry, sementara kurangnya perhatian ibu bisa memperburuk konflik antar anak. SIMPULAN Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa peran ibu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap terjadinya sibling rivalry pada anak usia 3-5 Semakin baik peran ibu dalam memberikan perhatian, mengelola konflik antar saudara, dan memenuhi kebutuhan emosional anak, semakin rendah kemungkinan terjadinya sibling rivalry. Sebaliknya, peran ibu yang kurang atau cukup dapat meningkatkan Page | 152 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 10 Nomor 1 Maret Tahun 2025 Halaman :147 - 154 risiko terjadinya persaingan antar saudara. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan ibu dalam mengatur dinamika hubungan antar saudara merupakan faktor kunci dalam menciptakan keharmonisan dalam keluarga dan mengurangi sibling Temuan ini menjawab tujuan penelitian yang ingin mengetahui hubungan antara peran ibu dengan kejadian sibling rivalry pada anak, serta memberikan wawasan penting mengenai bagaimana peran orang tua, khususnya ibu, dalam mengelola interaksi antar anak dapat mempengaruhi perkembangan sosial SARAN Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan antara lain adalah orang tua, khususnya ibu, perlu lebih aktif dalam mengelola hubungan antar anak dengan memberikan perhatian yang seimbang dan menyelesaikan konflik untuk mencegah sibling rivalry. Lembaga pendidikan dan kesehatan disarankan untuk menyelenggarakan program edukasi pengasuhan bagi orang tua, serta mengedukasi tentang cara menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis. Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan keperawatan, terutama peran perawat sebagai pendidik kesehatan, yang dapat merancang program penyuluhan di fasilitas kesehatan dan lembaga pendidikan anak usia dini. Kolaborasi antara perawat, orang tua, dan lembaga pendidikan dapat berperan dalam menciptakan generasi yang sehat dan harmonis. Penelitian lebih lanjut juga diharapkan dapat menggali faktor lain yang mempengaruhi sibling rivalry, seperti peran ayah atau faktor sosial UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti menyampaikan penghargaan yang sebesarbesarnya kepada Ns. Kurnia Wiyanti. Kep. Kep sebagai Pembimbing 1 atas segala bimbingan, arahan, dan dukungannya yang sangat berarti dalam proses penelitian ini. Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan kepada orang tua yang selalu memberikan dukungan penuh baik moril maupun materiil, serta kepada teman-teman yang turut memberikan semangat dan bantuan yang sangat membantu dalam kelancaran penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA