Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . Maret 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 169-176 Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Number Heads Together Pada Pembelajaran Matematika Dzikri Hidayah1. Santhi Pertiwi2. Sugi Alibowo3. Akhmad Subkhi Ramdani4 1,2,3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Mohammad Husni Thamrin. Jakarta. Indonesia Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Mohammad Husni Thamrin. Jakarta. Indonesia Correspondence author: Akhmad Subkhi Ramdani, subkhi. ramdani88@gmail. DOI: https://doi. org/10. 37012/jipmht. Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Heads Togethe. pada siswa Sekolah Dasar. Hasil Belajar Matematika siswa perlu untuk ditingkatkan untuk meningkatkan pemahaman terkait dengan berbagai materi di sekolah dasar. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di SDS Islam Al Fathiyah Jakarta Timur, dengan subjek penelitian siswa kelas V. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif untuk membandingkan hasil pra siklus, hasil siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas V SDS Islam Al Fathiyah pada mata pelajaran matematika khususnya pada topik bangun ruang kubus dan balok melalui model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Heads Togethe. Kata Kunci: Hasil Belajar. Number Heads Together. Matematika Abstract This research aims to improve student learning outcomes by using the NHT (Number Heads Togethe. type cooperative learning model for elementary school students. Students' Mathematics Learning Outcomes need to be improved to increase understanding related to various materials in elementary schools. This research method is classroom action research, which consists of two cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. This research was conducted at SDS Islam Al Fathiyah. East Jakarta, with research subjects being class V students. The techniques used in collecting data were observation, interviews, documentation and tests. Data analysis was carried out using comparative descriptive analysis to compare pre-cycle results, cycle 1 results, and cycle 2 results. The results of this research showed an increase in learning outcomes for fifth grade students at SDS Islam Al Fathiyah in mathematics subjects, especially on the topic of building cubes and blocks through NHT (Number Heads Togethe. type cooperative learning model. Keywords:Learning outcomes. Mathematics. Number Heads Together Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . Maret 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 169-176 PENDAHULUAN Matematika merupakan sarana atau alat untuk menghitung yang berkaitan dengan Matematika harus dikuasai oleh siswa termasuk pada jenjang sekolah dasar. Pembelajaran matematika di Sekolah Dasar harus memperhatikan konsep integrasi dikarenakan pembelajaran sudah berbasis pada tematik yang berbasis pada pemecahan Siswa dapat dianggap memahami sebuah masalah jika ia dapat memahami persoalan, menafsirkan melihat keterkaitan antar permasalahan yang ada kemudian memberikan Solusi dari masalah tersebut sesuai dengan Tingkat level berpikir siswa. Selain itu siswa diharapkan bisa memahami isi materi dan menerapkannya dalam kehidupan seharihari sesuai dengan kebutuhan pada Pendidikan abad 21. Permasalahan dalam pelajaran matematika di sekolah dasar (SD) kerap ditemukan, penalaran yang belum sempurna menyebabkan timbulnya masalah baik pada kondisi siswa maupun pada hasil belajarnya. Permasalahan dalam pembelajaran matematika juga ditemukan di kelas V SDS Islam Al Fathiyah, setelah dilakukan observasi sebelum kegiatan penelitian, dapat diketahui bahwa hasil belajar siswa masih rendah. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya guru masih menggunakan model pembelajaran yang kurang menarik dan kelasik seperti ceramah dan tanya jawab saat menjelaskan pelajaran matematika. Karena kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan kurang menarik perhatian siswa dan siswa cenderung takut dan merasa sulit untuk menyelesaikan persoalan matematika, hasil belajar siswa pada materi bangun ruang masih banyak yang belum mencapai KKM yang telah ditetapkan yaitu sebesar 70. Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V SDS Islam Al Fathiyah. Jakarta Timur pada materi bangun ruang khususnya bangun ruang kubus dan balok. Peneliti memutuskan untuk menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Heads Togethe. dengan harapan penggunaan model pembelajaran ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. METODE Metode penelitian yang diaplikasikan adalah menggunakan metode penelitian tindakan kelas . lassroom action researc. yang merupakan penelitian dengan pendekatan berbasis pada kasus yang ada di kelas. Guru dalam hal ini memberikan Tindakan . untuk memecahkan masalah yang ada selama pembelajaran di kelas. Penelitian Tindakan kelas Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . Maret 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 169-176 sangat bermanfaat untuk bisa memecahkan berbagai masalah yang ada di kelas dengan lebih cepat daripada dengan menggunakan metode penelitian lainnya. Siswa dalam penelitian Tindakan kelas bisa ikut serta untuk memecahkan masalah yang ada dengan mengikuti tahapan yang ada pada penelitian Tindakan kelas. Analisis data dalam penelitian tindakan kelas ini menggunakan analisis kuantitatif dan Skor berupa perolehan hasil belajar materi bangun ruang kubus dan balok dilakukan sebuah analisis secara kuantitatif dengan memberikan nilai pada hasil belajar. Data yang diperoleh kemudian dilakukan analisis dengan membandingkan skor pada siklus I dan II, lalu diperoleh persentase kenaikan skor dari tiap siklus tersebut. Kenaikan skor yang diperoleh sudah dapat dikategorikan bahwa penelitian Tindakan kelas yang dilakukan sudah HASIL DAN PEMBAHASAN Peneliti melakukan observasi pra penelitian bersama guru kelas V di SDS Islam Al Fathiyah yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran matematika. Masalah yang ditemukan oleh peneliti yaitu guru kelas terlihat sering menggunakan metode ceramah dan tanya jawab pada saat menjelaskan materi pembelajara sehingga siswa merasa pelajaran matematika adalah pelajaran yang menyeramkan dan sulit dimengerti sehingga tidak sedikit siswa yang belum memahami materi pelajaran. Hal ini menyebabkan menurunnya hasil belajar siswa sehingga belum memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. yang ditetapkan yaitu sebesar 70. Peneliti memperoleh nilai hasil belajar siswa hanya 47,36% yang sudah memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. atau sekitar 9 siswa dan 10 siswa belum memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, peneliti melakukan tahapan perencanaan sebagai berikut: menetapkan waktu pelaksaan merancang suatu kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe number heads together, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan Kompetensi Dasar, membuat nomor dalam bentuk mahkota, menyiapkan lembar observasi, menyusun lembar kerja siswa, membuat media pembelajaran, menyusun instrument lembar observasi terhadap aktivitas guru dan aktivitas siswa, dan menyiapkan alat dokumentasi seperti HP. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan, pertemuan pertama sebagai pemberian materi pelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe number heads together, pertemuan kedua digunakan untuk mengerjakan latihan soal mandiri. Berikut ini tahapan pelaksanaan pada siklus I, yaitu: persentase hasil observasi aktivitas guru dan siswa pada Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . Maret 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 169-176 pertemuan pertama yaitu 63,64% dan persentase hasil observasi aktivitas guru dan siswa pada pertemuan kedua yaitu 72,72%. Sedangkan persentase hasil belajar siswa sebesar 63,16% yaitu sebanyak 12 siswa yang sudah tuntas dari total siswa 19 orang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, baik observassi aktivitas guru maupun aktivitas siswa, serta hasil belajar siswa masih belum mencapai target yang ditetapkan yaitu 75%. Maka dari itu, perlu dilakukan perbaikan yang akan dilaksanakan pada siklus II. Hal-hal yang perlu dilaksanakan pada siklus II anatar lain yaitu . Menjelaskan kembali tentang model pembelajaran tipe NHT (Number Head Togethe. Mengarahkan siswa agar dapat bekerjasama dengan baik. Memberikan pujian dan motivasi sebagai reward agar siswa lebih bersemangat. Siswa harus lebih fokus pada saat bekerja sama . Siswa harus lebih percaya diri saat menyimpulkan materi. Pelaksanaan pembelajaran siklus II hampir sama dengan pelaksanaan pembelajaran siklus I, yang terdiri dari penyusunan rancangan tindakan . , pelaksanaan tindakan . , pengamatan . , dan refleksi . Pada tahap perencanaan, peneliti menetapkan waktu pelaksaan siklus II, merancang suatu kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe number heads together, menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan Kompetensi Dasar, membuat nomor dalam bentuk mahkota, menyiapkan lembar observasi, menyusun lembar kerja siswa, membuat media pembelajaran, menyusun instrument lembar observasi terhadap aktivitas guru dan aktivitas siswa, dan menyiapkan alat dokumentasi seperti HP. Setelah melakukan tahapan perencanaan siklus II, peneliti melaksanakan tahapan Pada kegiatan pelaksanaan tindakan, peneliti menggunakan tetap model pembelajaran kooperatif tipe number heads together, langkah-langkahnya sebagai berikut: Pembagian Kelompok Peneliti membagi siswa menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4-5 siswa yang bersifat heterogen dari belakang sosial, dan tingkat akademik. Dalam pembagian kelompok berdasarkan dari pengamatan dan wawancara guru kelas V. Penomoran Peneliti membagikan mahkota yang bertuliskan nomor untuk dipakai selama proses pembelajaran berlangsung. Nomor tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi guru saat proses pembelajaran berlangsung. Ketika guru memanggil satu nomor dari kelompok, yang memegang nomor tersebut harus menjawab pertanyaan untuk mewakili kelompoknya. Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . Maret 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 169-176 Pemberian Tugas Peneliti memberikan lembar tugas kepada masing-masing kelompok, siswa diarahkan untuk mengamati dan memahami petunjuk yang terdapat pada lembar tugas. Diskusi Peneliti memberikan waktu untuk siswa berdiskusi dan meminta siswa memahami soal yang diberikan, semua anggota kelompok harus benar-benar memahami jawaban ataupun hasil diskusi karena yang akan menjawab pertanyaan dari peneliti akan dipilih secara acak. membimbing jalannya diskusi dan memberikan kesempatan pada setiap anggota kelompok untuk bertanya jika kurang paham. guru juga memberikan motivasi. Menjawab Peneliti mengambil secara acak kartu nomor, bagi siswa yang nomornya terpilih akan menyampaikan presentasi hasil diskusi dari masing-masing kelompok. Seluruh siswa mendapatkan giliran untuk maju menjawab pertanyaan dari hasil diskusi masing-masing Hasil pelaksaan tindakan pada siklus II yaitu: persentase hasil observasi aktivitas guru dan siswa pada pertemuan pertama yaitu 90,9% dan persentase hasil observasi aktivitas guru dan siswa pada pertemuan kedua yaitu 100%. Sedangkan persentase hasil belajar siswa sebesar 94,74% yaitu sebanyak 18 siswa yang sudah tuntas dari total siswa 19 orang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penelitian sudah dapat dikatakan berhasil karena sudah mencapai target yang ditetapkan yaitu 75%. Maka dari itu, penelitian penelitian dihentikan sampai dengan siklus II. Berikut ini merupakan tabel peningkatan persentase data observasi aktivitas guru dan siswa selama pelaksanaan pembelajaran siklus I, dan siklus II: Tabel 1. Peningkatan Hasil Observasi Pembelajaran Mata Pelajaran Matematika Siklus Siklus I Siklus II Data Setiap Siklus Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan I Pertemuan II Persentase 63,64% 72,72% 90,9 % Apabila disajikan dalam bentuk diagram batang, peningkatan hasil observasi pada proses pembelajaran mata pelajaran matematika selama dua siklus adalah sebagai berikut: Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . Maret 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 169-176 90,9% 72,72% 63,64% Pertemuan I Pertemuan II Pertemuan I Pertemuan II Gambar 1. Diagram batang hasil instrumen non tes siklus I dan siklus II Sedangkan peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi bangun ruang kubus dan balok dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pelajaran Matematika Siklus Pra Siklus Siklus I Siklus II Persentase 47,36% 63,16% 94,74% Apabila disajikan dalam bentuk diagram batang, peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi bangun ruang kubus dan balok dapat dilihat pada diagram batang berikut. 94,74% 63,16% 47,36% Hasil Belajar Pra Siklus Hasil Belajar Siklus I Hasil Belajar Siklus II Gambar 2. Diagram batang hasil belajar siswa pada pra siklus, siklus I dan Siklus II Jurnal Inovasi Pendidikan MH Thamrin Vol 7 . Maret 2023 p-ISSN: 2549-3310 e:ISSN: 2623-2901 Hal 169-176 SIMPULAN Berdasarkan rumusan masalah dan hasil penelitian yang telah dibahas pada Bab sebelumnya, maka peneliti menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Heads Togethe. dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDS Islam Al Fathiyah pada mata pelajaran matematika materi bangun ruang kubus dan balok. Keberhasilan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya sebagai salah satu kegiatan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi bangun ruang kubus dan balok, tenaga pendidik juga dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Heads Togethe. untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa pada materi bangun ruang kubus dan balok. Peneliti juga menyarankan beberapa saran sebagai Guru hendaknya menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Heads Togethe. karena dapat menjadikan siswa lebih aktif dengan lebih banyak berinteraksi langsung dengan teman kelompoknya, sehingga dapat menunjang proses belajar sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Guru hendaknya menyiapkan semua sarana yang dapat menunjang proses belajar sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada setiap mata pelajaran. Selain sarana guru juga harus kreatif. Guru sebaiknya selalu berinteraksi dengan siswa sehingga siswa dapat berkomunikasi dengan baik dan tidak segan untuk menanyakan kepada guru akan materi yang belum REFERENSI