Islamic Economic. Accounting, and Management Journal (Tsarwatic. Volume 07 Nomor 02 Tahun 2026 (Hal : 69-. DOI: https://doi. org/10. 35310/tsarwatica. ISSN 2685-8320 (Prin. ISSN 2685-8339 (Onlin. Exploring Motivation. Religiosity, and Perceptions of Career Interest in Sharia Accounting: A Case Study of Accounting Students at STIESA Jojo Jojo1. Hariman Vega1 Faza shidiq1. Ana Frasipa2 1 STIE SUTAATMADJA SUBANG. INDONESIA 2 UNIVERSITAS SUBANG. INDONESIA Kangjojo06@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK/ABSTRACT Histori Artikel : Tgl. Masuk : 09-12-2025 Tgl. Diterima : 23-01-2026 Tersedia Online : 29-01-2026 Keywords: This study aims to explore the factors that influence students' interest in pursuing a career in Islamic accounting, with a focus on motivation, religiosity, and perception. Using a qualitative approach through interviews with 13 student respondents, the data was analyzed based on the Miles and Huberman model. The results show that intrinsic motivation in the form of personal satisfaction, calling, and social contribution, as well as extrinsic motivation in the form of job prospects and role in the Islamic economy, are the main drivers of students' career interests. Religiosity also has a significant influence because Islamic values such as honesty, trustworthiness, justice, and the prohibition of usury are the basis for career decision-making. Students' perceptions of Islamic accounting are generally positive, although challenges such as limited public understanding, a narrower job market, and the need to adapt to international standards remain. Support from family, friends, and lecturers also strengthens students' confidence in this This study suggests the importance of strengthening the Islamic accounting curriculum, increasing Islamic financial literacy, and the active involvement of universities and financial institutions to prepare competent and religious Motivation. Religiosity. Perception of Sharia Accounting. Career Interest in Sharia Accounting PENDAHULUAN Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan tren yang semakin pesat dalam dua dekade terakhir. Hal ini tidak terlepas dari meningkatnya pentingnya sistem keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah, yang menekankan pada nilai keadilan, transparansi, dan Indonesia, dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mencatat bahwa hingga tahun 2023, pangsa pasar keuangan syariah Indonesia terus meningkat, ditandai dengan pertumbuhan aset perbankan syariah yang telah mencapai lebih dari Rp800 triliun. Proyek ini dijalankan oleh tim pengembangan yang terdiri dari seorang manajer proyek, seorang pengembang AI, seorang tester, dan seorang disklaimer. Visi dari proyek ini adalah memiliki kompetensi teknis di Volume 07. No. 02 Ae Januari bidang akuntansi, serta pemahaman mendalam mengenai prinsip akuntansi Dalam konteks ini, profesi akuntan syariah semakin penting. Akuntansi syariah tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan transaksi keuangan, tetapi juga sebagai instrumen untuk memastikan bahwa kegiatan ekonomi berjalan sesuai Islam. Perbedaan mendasar antara akuntansi syariah dengan akuntansi konvensional terletak pada prinsip-prinsip yang mendasarinya. Akuntansi syariah berlandaskan pada pelarangan riba, gharar . etidakpastian yang berlebiha. , dan maysir . , serta menekankan pada asas keadilan dan keterbukaan (Ilyas, 2. Oleh karena itu, akuntansi syariah menuntut adanya pengungkapan yang lebih luas, termasuk informasi mengenai akad, mekanisme bagi hasil, dan kepatuhan terhadap fatwa Dewan Pengawas Syariah (DPS). Judge, 2. Dalam konteks pemilihan karier, motivasi bisa berupa keinginan untuk memperoleh penghasilan yang layak, mengembangkan kompetensi, mendapatkan pengakuan sosial, atau mencapai kepuasan batin. Penelitian Sari dan Hidayat . menemukan bahwa motivasi berpengaruh signifikan dalam menentukan minat mahasiswa akuntansi terhadap karier di bidang akuntansi Mahasiswa dengan motivasi intrinsik yang kuat, misalnya karena ingin berkontribusi dalam bidang ini, cenderung memiliki minat yang lebih tinggi terhadap Tim pengembangan proyek terdiri dari seorang manajer proyek, seorang pengembang AI, seorang penulis pernyataan kebijakan, dan seorang pengujian. Seiring perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan tersebut. Program studi akuntansi di berbagai universitas dan sekolah tinggi di Indonesia, diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak akuntansi syariah. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa minat mahasiswa untuk berkarier di bidang akuntansi syariah masih relatif rendah dibandingkan dengan bidang akuntansi Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang memengaruhi minat mahasiswa untuk menekuni profesi akuntan syariah. Selain motivasi, religiusitas juga memengaruhi pilihan karier mahasiswa. Religiusitas didefinisikan sebagai tingkat keterikatan seseorang terhadap ajaran agama yang dianut, seperti yang tercermin dalam dimensi keyakinan, praktik ibadah, pengamalan dalam kehidupan sehari-hari (Stark & Glock, 1. Mahasiswa dengan tingkat religiusitas yang tinggi cenderung memilih karier yang sejalan dengan nilainilai agama yang diyakininya. Dalam konteks akuntansi syariah, religiusitas dapat mendorong mahasiswa untuk lebih mengedepankan prinsip syariah. Menurut penelitian Alim . , religiusitas memiliki mahasiswa akuntansi dalam memilih karier di sektor akuntansi syariah. Hal ini diperkuat oleh temuan Hamid dan Rahman . yang menunjukkan bahwa religiusitas mahasiswa berhubungan erat dengan preferensi mereka terhadap profesi di lembaga keuangan syariah. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap minat mahasiswa dalam memilih Motivasi merupakan dorongan yang berasal dari dalam diri atau dari luar yang memengaruhi perilaku individu dalam mencapai tujuan tertentu (Robbins & Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah persepsi mahasiswa terhadap akuntansi syariah. Persepsi adalah cara pandang seseorang terhadap suatu objek atau fenomena, yang dipengaruhi oleh pengalaman, pengetahuan, dan informasi yang diterima (Robbins & Judge, 2. Islamic Economic. Accounting, and Management Journal (Tsarwatic. Jika mahasiswa memandang akuntansi syariah sebagai bidang yang prospektif, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memiliki nilai keberlanjutan, maka kemungkinan besar mereka akan berminat untuk berkarier di bidang ini. Sebaliknya, jika mahasiswa memiliki persepsi negatif, misalnya menganggap akuntansi syariah hanya terbatas pada lembaga tertentu atau kurang bergengsi, maka minat mereka terhadap bidang ini akan Penelitian Rahmawati . menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap prospek profesi akuntan syariah berpengaruh signifikan terhadap minat mereka untuk terlibat dalam bidang ini. Fenomena tersebut juga terjadi pada mahasiswa Program Studi Akuntansi STIESA. Meskipun STIESA memiliki fokus akuntansi berbasis syariah, tidak semua mahasiswa menunjukkan minat yang tinggi untuk berkarier di bidang akuntansi Beberapa mahasiswa lebih konvensional atau profesi lain di luar bidang akuntansi. Hal ini menimbulkan motivasi, religiusitas, dan persepsi mahasiswa STIESA memengaruhi minat mereka terhadap karier di bidang akuntansi syariah. Penelitian pendekatan kualitatif dengan metode . n-depth intervie. , karena tujuan utamanya adalah pengalaman, pandangan, serta faktorfaktor yang membentuk minat mahasiswa. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk menggali makna subjektif yang dimiliki mahasiswa terkait motivasi, religiusitas, dan persepsi mereka terhadap akuntansi syariah. Hal ini sejalan dengan Creswell . penelitian kualitatif digunakan untuk memahami makna yang diberikan oleh individu atau kelompok terhadap suatu masalah sosial atau kemanusiaan. Dengan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai minat mahasiswa untuk berkarier di bidang akuntansi syariah. Secara teoritis, memperkaya kajian mengenai minat karier mahasiswa dalam bidang akuntansi syariah dengan pendekatan kualitatif. Pada sebelumnya lebih banyak menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur pengaruh faktor-faktor tertentu terhadap Namun, pendekatan kualitatif dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai alasan dan makna di balik pilihan karier Secara penelitian ini dapat menjadi masukan bagi STIESA kurikulum, strategi pembelajaran, serta program pengembangan mahasiswa agar lebih mampu menumbuhkan motivasi, memperkuat nilai religiusitas, serta membentuk persepsi positif terhadap profesi akuntansi syariah. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi masukan bagi lembaga keuangan syariah dalam pengembangan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini berjudul AuEksplorasi Motivasi. Religiusitas, dan Persepsi terhadap Minat Berkarier di Bidang Akuntansi Syariah: Studi Kasus pada Mahasiswa Program Studi Akuntansi STIESA. Ay Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baik secara akademik maupun praktis, serta menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya mengenai pengembangan SDM di bidang akuntansi syariah di Indonesia. KERANGKA TEORITIS DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS KERANGKA TEORITIS Motivasi Motivasi merupakan konsep penting dalam ilmu perilaku organisasi dan psikologi pendidikan yang menjelaskan alasan seseorang melakukan suatu Volume 07. No. 02 Ae Januari Dalam konteks karier, motivasi berpengaruh terhadap arah, intensitas, dan ketekunan individu dalam memilih profesi yang akan dijalani. Menurut Robbins dan Judge . , motivasi menyebabkan intensitas, arah, dan ketekunan usaha seseorang menuju pencapaian tujuan tertentu. Motivasi dapat dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik berasal dari dalam diri individu, seperti kepuasan pribadi, aktualisasi diri, atau keinginan untuk Sementara itu, motivasi ekstrinsik berasal dari luar diri individu, seperti imbalan finansial, status sosial, atau peluang karier yang menjanjikan (Ryan & Deci, 2. Dalam konteks mahasiswa akuntansi, motivasi dapat berupa keinginan untuk memperoleh pekerjaan yang layak setelah lulus, mendapatkan gaji yang kompetitif, atau akuntansi syariah sebagai bagian dari pembangunan ekonomi Islam. Penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Hidayat . menunjukkan bahwa motivasi, baik intrinsik maupun ekstrinsik, berpengaruh terhadap minat mahasiswa akuntansi untuk memilih karier dalam bidang akuntansi syariah. Oleh karena itu, motivasi merupakan faktor kunci yang perlu diperhatikan dalam memahami minat mahasiswa untuk berkarier sebagai akuntan syariah. Religiusitas Religiusitas penting yang mencerminkan tingkat keterikatan seseorang terhadap nilai-nilai dan ajaran agama. Konsep religiusitas sering dipahami secara lebih luas, tidak hanya sekadar kepercayaan, melainkan mencakup praktik ibadah, pengetahuan agama, pengalaman spiritual, serta penerapan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Stark dan Glock . membagi religiusitas menjadi lima dimensi, yaitu keyakinan . , praktik . , . , pengetahuan . , serta konsekuensi . Dalam konteks mahasiswa akuntansi, religiusitas dapat memengaruhi pandangan mereka terhadap pilihan karier. Berdasarkan prinsip Islam seperti pelarangan riba, gharar, dan maysir, serta penekanan pada keadilan dan keterbukaan, profesi yang lebih sesuai dengan nilai-nilai religiusitas mahasiswa muslim dianggap sebagai akuntansi syariah. Penelitian yang dilakukan oleh Alim . menunjukkan bahwa religiusitas memiliki pengaruh akuntansi untuk memilih profesi di bidang akuntansi syariah. Hal ini diperkuat oleh penelitian Hamid dan Rahman . religiusitas mahasiswa menjadi faktor penting dalam membentuk orientasi karier mereka di sektor keuangan syariah. Dengan demikian, religiusitas dapat dianggap sebagai landasan moral dan spiritual yang mendorong mahasiswa untuk memilih jalur karier yang selaras dengan ajaran agama, termasuk profesi dalam bidang akuntansi syariah. Persepsi terhadap Akuntansi Syariah Persepsi merupakan proses kognitif yang memungkinkan seseorang untuk memahami dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan berdasarkan pengalaman, informasi, serta pengetahuan yang dimiliki. Menurut Robbins dan Judge . , persepsi dipengaruhi oleh faktor internal seperti sikap, motivasi, dan ekspektasi, serta faktor eksternal seperti informasi yang diterima dari lingkungan sosial dan Persepsi mahasiswa terhadap akuntansi syariah dapat terbentuk melalui proses pembelajaran di kampus, interaksi dengan dosen, pengalaman praktik, serta pengaruh informasi dari media dan lingkungan kerja. Jika mahasiswa memiliki persepsi positif bahwa akuntansi syariah adalah profesi yang memiliki peluang karier, maka mereka akan lebih tertarik untuk berkarier di bidang ini. Sebaliknya, jika mahasiswa menganggap akuntansi syariah hanya terbatas pada lembaga keuangan tertentu atau tidak diminati pasar kerja, persepsi negatif ini dapat mengurangi minat mereka. Rahmawati . menemukan bahwa persepsi Islamic Economic. Accounting, and Management Journal (Tsarwatic. mahasiswa terhadap prospek kerja di bidang akuntansi syariah berpengaruh signifikan terhadap minat mereka memilih profesi ini. Oleh karena itu, memahami persepsi mahasiswa terhadap akuntansi syariah sangat penting untuk mengetahui alasan mengapa sebagian mahasiswa tertarik dan sebagian lainnya kurang tertarik untuk berkarier di bidang ini. Minat Berkarier di Bidang Akuntansi Syariah Minat karier adalah keinginan seseorang untuk memilih, menjalani, dan terus berkembang di bidang pekerjaan Menurut Winkel . , minat karier terbentuk karena adanya interaksi antara faktor dari dalam diri, seperti nilai, sikap, dan motivasi, dengan faktor dari luar, seperti kondisi pasar kerja, peluang untuk berkembang, dan pengaruh dari lingkungan sosial sekitar. Dalam kasus akuntansi syariah, minat karier para mahasiswa sangat dipengaruhi oleh seberapa besar mereka memandang profesi ini sebagai bidang yang menjanjikan dan sesuai dengan nilai-nilai yang mereka pegang. Saat ini, akuntansi syariah semakin dibutuhkan karena berkembangnya industri perbankan dan keuangan syariah di Indonesia. Menurut data dari OJK . , pertumbuhan aset perbankan syariah terus meningkat setiap tahunnya, sehingga peluang kerja dalam bidang ini semakin luas. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sari dan Hidayat . , ditemukan bahwa motivasi, tingkat kepercayaan terhadap agama, serta persepsi yang positif terhadap akuntansi syariah sangat berkaitan erat dengan minat mahasiswa untuk menjadi akuntan Dengan demikian, minat karier seseorang dalam bidang akuntansi syariah merupakan hasil dari interaksi antara faktor psikologis, nilai agama, dan pengalaman belajar yang dialami oleh Hubungan antar Variabel Berdasarkan uraian teoritis di atas, dapat dipahami bahwa motivasi, religiusitas, dan persepsi merupakan faktor-faktor utama yang memengaruhi minat mahasiswa untuk berkarier di bidang akuntansi Motivasi berperan sebagai mahasiswa menuju tujuan karier tertentu. Religiusitas memberikan dasar nilai dan keyakinan yang mendorong mahasiswa memilih profesi sesuai dengan syariat Islam. Sementara membentuk cara pandang mahasiswa terhadap profesi akuntansi syariah, apakah dianggap relevan, prospektif, atau Ketiga faktor ini saling berinteraksi dalam membentuk minat karier mahasiswa. Penelitian sebelumnya, baik yang dilakukan secara domestik adanya hubungan erat antara ketiga faktor tersebut dengan minat karier mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana motivasi, religiusitas, dan persepsi mahasiswa akuntansi STIESA memengaruhi minat mereka untuk berkarier sebagai akuntan syariah. PENGEMBANGAN HIPOTESIS Penelitian kualitatif tidak bertujuan untuk menguji hipotesis seperti dalam penelitian kuantitatif. Penelitian ini lebih fokus pada penggalian secara mendalam tentang faktor-faktor yang menyebabkan suatu fenomena. Karena itu, hipotesis dalam penelitian ini bersifat sementara dan eksploratif. Hipotesis ini kemudian akan dikonfirmasi atau mungkin diubah berdasarkan hasil wawancara dengan mahasiswa Program Studi Akuntansi STIESA. Hipotesis yang dibuat merujuk pada kerangka teoritis sebelumnya yang menyatakan bahwa motivasi, tingkat keagamaan, dan persepsi memiliki keterkaitan yang erat dengan minat mahasiswa untuk memilih karier di bidang akuntansi syariah. Pertama, berdasarkan teori motivasi yang dijelaskan oleh Robbins dan Judge . serta hasil penelitian Sari dan Hidayat . , dapat disimpulkan bahwa memengaruhi keinginan mereka untuk memilih karier di bidang akuntansi syariah. Motivasi bawaan, seperti keinginan untuk Volume 07. No. 02 Ae Januari Islam, serta motivasi eksternal, seperti adanya peluang kerja dan penghasilan yang menarik, dianggap sebagai faktor utama yang memengaruhi keputusan Oleh karena itu, hipotesis awal penelitian ini menyatakan bahwa mahasiswa yang memiliki motivasi yang lebih tinggi cenderung lebih tertarik untuk mengejar karier di bidang akuntansi Kedua, religiusitas dianggap sebagai faktor utama yang mendasari nilai-nilai keyakinan yang dimiliki oleh mahasiswa. Berdasarkan teori religiusitas dari Stark dan Glock . serta penelitian Alim mahasiswa yang memiliki religiusitas tinggi cenderung memilih profesi yang sesuai dengan ajaran agama yang mereka anut, termasuk bidang akuntansi syariah. Nilai-nilai religius yang tersemat dalam diri mahasiswa membuat mereka lebih memilih profesi yang dianggap halal dan berkah, serta menghindari pekerjaan yang melibatkan praktik yang dilarang dalam Islam seperti riba. Dengan demikian, hipotesis kedua adalah semakin tinggi tingkat religiusitas mahasiswa, semakin besar kemungkinan mereka tertarik untuk mengambil karier di bidang akuntansi Ketiga, cara mahasiswa memandang memengaruhi minat mereka dalam memilih karier. Berdasarkan teori persepsi Robbins dan Judge . serta penelitian Rahmawati . , jika mahasiswa menganggap akuntansi syariah sebagai bidang yang menjanjikan, relevan, dan memiliki nilai sosial, mereka cenderung tertarik untuk menjalani karier di bidang ini. Namun, jika persepsi mereka tetap negatif, seperti mengira profesi ini terbatas dan tidak seberapa, maka minat mereka untuk berkarier di bidang akuntansi syariah akan Dengan demikian, hipotesis awal ketiga adalah bahwa persepsi positif meningkatkan minat mahasiswa untuk menekuni profesi ini. Berdasarkan tiga asumsi tersebut, penelitian ini secara umum berangkat dari hipotesis kualitatif bahwa motivasi, religiusitas, dan persepsi mahasiswa merupakan faktor-faktor yang saling berinteraksi dan membentuk minat mahasiswa untuk berkarier di bidang akuntansi syariah. Interaksi tersebut tidak hanya bersifat linier seperti yang diasumsikan dalam penelitian kuantitatif, tetapi juga kompleks dan kontekstual, dipengaruhi oleh latar belakang individu, lingkungan pendidikan, serta pengalaman pribadi mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha mengeksplorasi secara mendalam bagaimana ketiga faktor tersebut dipahami, dimaknai, dan dialami oleh mahasiswa Program Studi Akuntansi STIESA. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif dengan jenis studi Pendekatan ini dipilih karena tujuan penelitian adalah memahami secara mahasiswa di bidang akuntansi syariah, berdasarkan faktor motivasi, religiusitas, dan persepsi yang mereka miliki. Menurut Creswell . , pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus memungkinkan peneliti untuk mendalami suatu fenomena dalam konteks tertentu, sehingga dapat menggambarkan makna pengalaman yang dialami oleh subjek penelitian secara lebih luas. Lokasi penelitian dipilih di Program Studi Akuntansi STIESA karena mahasiswa akuntansi di institusi ini dianggap relevan sebagai peserta penelitian, karena memiliki latar belakang pendidikan yang terkait langsung dengan akuntansi syariah. Subjek penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi Akuntansi STIESA, sedangkan objek penelitian adalah faktor motivasi, religiusitas, dan persepsi mahasiswa terhadap minat mereka berkarier di bidang akuntansi syariah. Pemilihan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu pemilihan partisipan Islamic Economic. Accounting, and Management Journal (Tsarwatic. ditetapkan oleh peneliti (Sugiyono, 2. Kriteria mahasiswa yang sedang aktif menempuh pendidikan di Program Studi Akuntansi STIESA, telah memperoleh pengetahuan dasar mengenai akuntansi syariah melalui mata kuliah atau pengalaman akademik lainnya, serta bersedia menjadi informan. Struktur organisasi penelitian ini dijalankan oleh tim pengembangan pusat, jumlah informan tidak ditentukan sejak awal, melainkan mengikuti prinsip saturasi data, yaitu ketika wawancara tidak lagi menghasilkan informasi baru. Dengan demikian, jumlah partisipan diperkirakan berkisar antara 10 hingga 20 mahasiswa, bergantung pada keragaman jawaban yang diperoleh. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data Data primer diperoleh langsung melalui wawancara mendalam . n-depth intervie. dengan mahasiswa, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai dokumen yang relevan, seperti profil program studi, kurikulum akuntansi syariah, publikasi STIESA, serta literatur ilmiah yang membahas tentang akuntansi syariah, motivasi, religiusitas, dan minat karier mahasiswa. Teknik pengumpulan data utama yang digunakan adalah wawancara mendalam dengan pedoman semi-terstruktur. Teknik ini dipilih karena memberikan fleksibilitas dalam menggali informasi secara lebih luas sekaligus tetap fokus pada variabel yang diteliti. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, yang berperan sebagai instrumen utama atau alat utama. Hal ini sesuai dengan pendapat Moleong . bahwa dalam penelitian kualitatif, peneliti memiliki peran penting sebagai alat utama yang bertugas merencanakan, menafsirkan data. Untuk memudahkan tugas tersebut, peneliti menggunakan pedoman wawancara, alat perekam suara, dan catatan lapangan. Alat-alat bantu ini berfungsi sebagai sarana untuk mencatat data penting selama proses pengumpulan data berlangsung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif dari Miles. Huberman, dan Saldaya . Analisis ini terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi penyederhanaan, dan pemfokusan data yang relevan sesuai dengan tujuan Tahap melibatkan penyusunan informasi yang telah direduksi dalam bentuk narasi agar dapat memberikan pemahaman yang jelas terhadap hasil wawancara. Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan, yaitu menemukan pola, makna, dan tema utama yang mencerminkan hubungan antara motivasi, religiusitas, dan persepsi dengan minat mahasiswa. Untuk digunakan benar dan valid, penelitian ini pengecekan, yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknik, member check, dan peer debriefing. Triangulasi sumber informasi dari berbagai orang yang Triangulasi dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara dengan data tertulis Member check kembali informan untuk memastikan bahwa hasil wawancara sesuai dengan maksud mereka. Peer debriefing dilakukan dengan berdiskusi bersama teman sejawat atau pembimbing akademik untuk memastikan bahwa interpretasi hasil penelitian benar dan Tahapan penelitian ini terdiri dari langkah, yaitu persiapan, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan. Pada tahap persiapan, peneliti membuat Tahap pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara Volume 07. No. 02 Ae Januari mendalam dan mempelajari dokumendokumen terkait. Selanjutnya, tahap analisis data dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah analisis interaktif seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Tahap terakhir adalah pembuatan laporan penelitian berupa karya ilmiah atau artikel Dengan metode ini, penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas tentang peran motivasi, tingkat keagamaan, dan persepsi mahasiswa STIESA dalam membentuk minat mereka untuk berkarya di bidang akuntansi HASIL DAN PEMBAHASAN Wawancara sejumlah mahasiswa Program Studi Akuntansi yang memiliki latar belakang pengetahuan tentang akuntansi syariah. Responden mahasiswa aktif dengan pengalaman prinsip-prinsip berbasis syariah. Secara umum, mereka motivasi, tingkat religiusitas, persepsi, serta minat mereka terhadap karier di bidang akuntansi syariah. HASIL WAWANCARA RESPONDEN PER Tasa Permatahati Tasa merasakan kepuasan pribadi yang besar ketika memilih akuntansi syariah karena sesuai dengan minat sekaligus panggilan untuk memberi dampak positif bagi masyarakat. Ia melihat peran akuntansi syariah sangat penting dalam membangun ekonomi Islam yang adil dan transparan, serta memperkuat instrumen sosial seperti zakat dan wakaf. Nilai pilihannya, karena ia menganggap pekerjaan harus selaras dengan kejujuran. Pemahaman nilai syariah membuatnya lebih memilih akuntansi syariah, meskipun lingkungan sekitar cenderung netral. Tantangan yang ia bayangkan adalah menyeimbangkan standar syariah dengan standar internasional dan keterbatasan Tasa mengembangkan diri dan membayangkan dirinya sebagai akuntan syariah yang menjaga amanah, akuntabilitas, serta memberi manfaat luas. Kemala Dwi Pratiwi Kemala merasa akuntansi syariah memberikan kepuasan tersendiri karena mampu menyatukan aspek akademik dengan nilai spiritual. Ia menilai peran mewujudkan sistem keuangan yang adil dan transparan, sehingga termotivasi untuk ikut berkontribusi. Agama menjadi faktor utama dalam menentukan karier, karena ia ingin pekerjaan yang halal dan membawa keberkahan. Pemahamannya tentang nilai syariah membuatnya lebih condong ke akuntansi syariah. Lingkungan keluarga, teman, dan dosen mendukung penuh pilihannya. Ia menyadari tantangan berupa keterbatasan lapangan kerja dan kebutuhan pemahaman prinsip syariah yang mendalam. Meski demikian, ia memiliki komitmen besar untuk terus belajar dan mengikuti pelatihan. Kemala membayangkan dirinya menjadi akuntan syariah yang profesional, berintegritas, dan memberi kontribusi nyata pada ekonomi Islam. Nova Nova mengaku memiliki kepuasan pribadi yang besar karena merasa bisa memberi dampak positif melalui akuntansi Ia menilai peran akuntansi syariah lembaga syariah. Nilai agama sangat memengaruhi pilihannya, karena kejujuran dan tanggung jawab adalah pedoman Pemahaman syariah membuatnya lebih memilih akuntansi syariah dibanding Lingkungan sekitar, baik Nova akuntansi modern. Ia berkomitmen kuat untuk terus mengembangkan diri. Di masa Islamic Economic. Accounting, and Management Journal (Tsarwatic. depan, ia membayangkan menjadi akuntan syariah yang kompeten sekaligus jembatan antara prinsip syariah dan praktik bisnis modern. Salma Salma tersendiri ketika mempelajari akuntansi syariah karena sesuai dengan nilai Ia melihat akuntansi syariah berperan besar dalam membangun sistem ekonomi yang adil dan berkembang pesat Indonesia. Nilai agama cukup memengaruhi pilihannya, meskipun ia menilai akuntansi konvensional juga tetap Lingkungan keluarga, teman, dan dosen mendukungnya secara positif. menilai tantangan terbesar adalah terbatasnya lapangan kerja akuntansi Komitmen Salma ada, meskipun ia realistis bahwa pengembangan diri membayangkan dirinya sebagai akuntan syariah yang profesional, jujur, dan amanah, serta berperan dalam lembaga keuangan syariah maupun perusahaan berbasis syariah. Ismaya Ismaya syariah bukan hanya soal angka, tetapi juga nilai agama, sehingga memberi kepuasan batin. Ia menilai akuntansi membangun ekonomi yang adil dan sesuai Agama sangat memengaruhi pilihannya, membuatnya lebih memilih bidang yang memberi keberkahan. Pemahaman nilai syariah menjadi alasan utama condong ke akuntansi syariah. Lingkungannya menilai bidang ini prospektif. Tantangan yang ia hadapi adalah kurangnya pemahaman masyarakat. Meski demikian, ia memiliki komitmen besar untuk terus Ia membayangkan menjadi profesional, dan mampu berkontribusi pada ekonomi Islam. Nadia Anggita Nadia menilai akuntansi syariah bukan sekadar angka, tetapi juga nilai agama yang sejalan dengan ajarannya. melihat akuntansi syariah sebagai sarana membangun sistem ekonomi yang adil dan bebas riba. Bagi Nadia, pekerjaan adalah pedoman utama. Pemahaman nilai syariah membuatnya lebih memilih akuntansi syariah. Lingkungan keluarga, teman, dan dosen memberi dukungan Ia menyadari tantangan berupa Komitmennya kuat untuk terus belajar dan membayangkan dirinya sebagai akuntan syariah profesional yang tidak hanya menyajikan laporan akurat, tetapi juga memastikan kepatuhan syariah. Restu Gustiawan Restu menyatakan ada kepuasan dalam memilih akuntansi syariah karena laporan keuangan disusun berdasarkan prinsip Islam. Ia termotivasi karena sistem ini menghindarkan riba dan manipulasi. Pengaruh agama sangat besar, karena Islam sudah mengatur transaksi dengan Menurutnya, penerapan syariah Lingkungan juga berpengaruh dalam membentuk persepsinya. Tantangan yang ia khawatirkan adalah manipulasi data akibat tekanan atasan. Restu menilai akuntansi syariah lebih efisien dan menjunjung tinggi prinsip syariah dalam Di masa depan, ia ingin memastikan praktik akuntansi bebas dari Sahra Sahra merasa akuntansi syariah termotivasi karena akuntansi syariah menjadi fondasi kepercayaan dalam industri halal. Agama cukup memengaruhi, terutama prinsip kejujuran dan amanah. Pemahaman syariah membuatnya melihat akuntansi bukan sekadar teknis, tetapi juga etika. Lingkungan keluarga dan dosen mendukung penuh pilihannya. Tantangan yang ia hadapi adalah regulasi yang dinamis dan kebutuhan sertifikasi. Komitmennya tinggi, ia siap mengikuti Volume 07. No. 02 Ae Januari Sahra membayangkan dirinya menjadi akuntan syariah sekaligus pengembang standar yang mendorong industri lebih terpercaya. Lucky Fajar Adtya Putra Lucky mengaku ada kepuasan pribadi dalam akuntansi syariah dan menilai pemahaman agama sudah cukup baik, meskipun belum sepenuhnya menjadikan syariah sebagai pilihan utama. Lingkungan sosialnya memberikan dukungan yang Ia menyadari tantangan berupa kurangnya pemahaman sistem dan Komitmennya masih setengah, namun ia berkeinginan agar profesi ini lebih bermanfaat dan praktis. Anggita Zahara Kirana Anggita akuntansi syariah sesuai dengan nilai agama dan bermanfaat bagi masyarakat. Ia menilai bidang ini penting untuk transparansi dan keadilan dalam ekonomi Islam. Nilai agama cukup memengaruhi, membuatnya lebih yakin memilih syariah. Lingkungan sekitar memberi pengaruh, meski keputusan tetap ada padanya. Tantangan terbatasnya lowongan kerja. Ia ingin mengembangkan diri sesuai peluang. membayangkan dirinya berkontribusi menciptakan laporan keuangan yang transparan dan sesuai syariah. Diah Dwi N Diah merasakan kepuasan karena akuntansi syariah sesuai nilai yang ia pegang dan bermanfaat bagi orang lain. menciptakan sistem keuangan adil. Agama cukup besar memengaruhi Pemahaman membuatnya lebih tertarik, meskipun ia melihat akuntansi syariah hanya sebagai salah satu opsi karier. Lingkungan sekitar memperluas wawasannya. Tantangan yang ia hadapi adalah kurangnya sosialisasi di masyarakat. Komitmennya cukup besar. Ia ingin menjadi akuntan syariah yang dipercaya dan profesional. Leny Leny merasa puas karena akuntansi syariah sesuai dengan nilai agama dan memberi manfaat luas. Ia menilai peran akuntansi syariah penting dalam ekonomi Islam. Nilai agama sangat berpengaruh, sehingga ia memilih profesi sesuai syariat. Pemahaman condong ke bidang ini. Dukungan lingkungan menambah keyakinannya. Tantangan yang ia bayangkan adalah kurangnya pemahaman masyarakat dan persaingan kerja. Komitmennya besar untuk terus belajar. Ia membayangkan dirinya menjadi akuntan syariah yang profesional, amanah, dan berkontribusi pada ekonomi Islam. Dewi A Dewi merasa akuntansi syariah berperan penting dalam mendukung keadilan dan keberlanjutan ekonomi Islam. Nilai agama cukup besar memengaruhi Pemahaman membuatnya lebih cenderung memilih akuntansi syariah. Lingkungan keluarga dan dosen memberikan dukungan positif. Tantangan keterbatasan pemahaman masyarakat Komitmennya cukup besar untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi. membayangkan dirinya sebagai akuntan memastikan kepatuhan syariah, serta membantu lembaga keuangan tumbuh adil dan berkelanjutan. HASIL WAWANCARA Motivasi Mahasiswa Hasil bahwa sebagian besar mahasiswa bermotivasi karena kepuasan batin dan ingin berkontribusi dalam pembangunan Islam. Beberapa mengatakan bahwa akuntansi syariah memiliki makna spiritual, karena tidak hanya mencari keuntungan materi tetapi juga keberkahan. Selain itu, bukan hanya dorongan dari dalam, tetapi juga pertimbangan eksternal seperti peluang kerja, stabilitas karier, dan kebutuhan Islamic Economic. Accounting, and Management Journal (Tsarwatic. pasar kerja di bidang syariah. Maka, kombinasi antara dorongan dari hati dan peluang di luar yang tersedia. Religiusitas Mahasiswa Mayoritas responden menyatakan bahwa ajaran agama berpengaruh besar terhadap pilihan karier mereka. Dimensi religiusitas terlihat dari keyakinan bahwa bekerja di bidang syariah dianggap halal, berkah, dan selaras dengan nilai-nilai Islam. Mereka juga memahami bahwa larangan riba, gharar, serta pentingnya transparansi membuat akuntansi syariah lebih menarik dibanding akuntansi biasa. Hal ini selaras dengan teori Stark & Glock . yang menyebut bahwa religiusitas konsekuensi moral. Persepsi terhadap Akuntansi Syariah Secara umum, responden memiliki persepsi positif terhadap karier akuntansi Mereka percaya bahwa profesi ini semakin relevan seiring perkembangan industri perbankan dan keuangan syariah di Indonesia. Namun, sebagian responden tetap menyebutkan tantangan seperti kurangnya bukaan kerja khusus dan memahami bidang ini. Dukungan dari keluarga, teman, atau dosen juga memengaruhi persepsi mereka, di mana mendukung keinginan untuk berkarier dalam bidang syariah. Minat Berkarier di Bidang Akuntansi Syariah Hasil bahwa minat mahasiswa untuk berkarier di Mereka pelatihan tambahan, sertifikasi, atau pengembangan diri agar lebih kompetitif. Komitmen mereka juga terlihat dari kesediaan untuk terus belajar dan menjaga amanah dalam menjalankan Bahkan, beberapa responden sudah membayangkan peran mereka di masa depan, seperti menjadi auditor syariah, konsultan keuangan syariah, atau akuntan di lembaga keuangan Islam. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa motivasi, religiusitas, dan persepsi saling memengaruhi dalam membentuk minat mahasiswa untuk bekerja di bidang akuntansi syariah. Motivasi, baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar, menjadi hal utama yang mendorong mahasiswa memilih profesi ini. Religiusitas berperan sebagai dasar moral yang memastikan keputusan karier sesuai dengan syariat Islam. Di sisi lain, cara memengaruhi sejauh mana minat mereka Ketiga faktor ini bekerja sama dan menghasilkan minat karier yang cukup kuat, meskipun mahasiswa juga menyadari ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Temuan ini sesuai dengan penelitian Sari Hidayat menunjukkan bahwa motivasi, religiusitas, dan persepsi memiliki pengaruh besar Hasil mendukung teori Robbins dan Judge . mengenai motivasi, teori Stark dan Glock . mengenai religiusitas, serta teori Winkel . mengenai minat karier. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa mahasiswa menyadari adanya keterbatasan seperti kurangnya peluang kerja khusus dan rendahnya tingkat Hal menunjukkan bahwa perguruan tinggi dan industri perlu berperan lebih aktif dalam membantu meningkatkan kemampuan dan kesiapan mahasiswa. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memperkuat teori yang sudah ada, tetapi juga memberikan gambaran praktis mengenai pentingnya dukungan dari lembaga pendidikan dan industri dalam membentuk akuntan syariah yang berkualitas dan berintegritas. Volume 07. No. 02 Ae Januari KESIMPULAN Berdasarkan dengan tiga belas mahasiswa jurusan akuntansi, dapat disimpulkan bahwa motivasi, tingkat keimanannya, dan persepsinya terhadap profesi menjadi faktor utama yang memengaruhi minat mereka untuk berkarier di bidang akuntansi syariah. Dari segi motivasi, sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka merasa senang dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Islam. Ini menunjukkan bahwa motivasi yang berasal dari dalam diri mereka lebih kuat dibandingkan motivasi Mereka berprofesi sebagai akuntan syariah bisa memberikan manfaat sosial sekaligus mewujudkan diri sendiri. Dari segi keimanannya, hampir semua responden menyatakan bahwa ajaran agama memiliki pengaruh besar Nilai-nilai syariah seperti jujur, amanah, adil, serta larangan mengenai riba menjadi dasar utama dalam memilih profesi sebagai akuntan syariah. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas tidak hanya terkait dengan pribadi, tetapi juga menjadi pedoman moral dalam mengambil keputusan karier. Sementara Mereka melihat profesi ini relevan, menjanjikan, dan semakin dibutuhkan karena berkembangnya industri halal dan keuangan syariah di Indonesia. Namun, sebagian responden juga masih realistis dengan mengakui bahwa akuntansi konvensional masih mendominasi pasar Oleh keduanya perlu dikuasai. Meskipun motivasi, keimanan, dan persepsi memberikan dorongan kuat, para responden juga menyadari ada tantangan yang tidak bisa dihindari, seperti kurangnya peluang kerja khusus di bidang masyarakat, serta tingkat kompleksitas dalam penerapan standar akuntansi Tantangan ini justru mendorong mereka untuk terus belajar pelatihan, serta sertifikasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa minat mahasiswa akuntansi untuk berkarier di bidang akuntansi syariah ditentukan oleh kombinasi faktor internal seperti motivasi dan keimanan, serta faktor eksternal seperti persepsi dan dukungan lingkungan. Interaksi ketiga faktor ini menciptakan minat karier yang cukup tinggi, meskipun masih ada hambatan struktural yang perlu diatasi melalui penguatan literasi, peningkatan peluang kerja, serta dukungan dari perguruan tinggi dan industri. IMPLIKASI DAN KETERBATASAN IMPLIKASI MASALAH Hasil dari penelitian ini memberikan beberapa implikasi yang penting, baik dari segi teori, praktis, maupun kebijakan. Dari segi teori, penelitian ini membantu memperkuat pengetahuan sebelumnya memengaruhi minat mahasiswa untuk bekerja di bidang akuntansi syariah. Ini menunjukkan bahwa teori motivasi (Robbins Judge, keagamaan (Stark & Glock, 1. , dan teori minat karier (Winkel, 2. masih bisa dipakai dalam konteks mahasiswa di bidang akuntansi di Indonesia. Secara praktis, penelitian ini bisa menjadi pedoman bagi universitas dalam membuat kurikulum, pelatihan, serta kegiatan akademik dan non-akademik yang mampu meningkatkan motivasi dan memperkuat nilai-nilai Dengan kemampuan teknis di bidang akuntansi, tetapi juga mampu menyatukan nilai-nilai Islamic Economic. Accounting, and Management Journal (Tsarwatic. syariah dalam pekerjaan mereka. Dalam hal kebijakan, penelitian ini juga pendidikan tinggi dan pihak pengatur, untuk memperluas peluang pengakuan sertifikasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya profesi akuntan syariah. Diharapkan langkah ini bisa menyelesaikan tantangan yang dihadapi mahasiswa, seperti keterbatasan lapangan kerja khusus, rendahnya pemahaman masyarakat, serta kebutuhan untuk mengintegrasikan standar akuntansi syariah dengan standar KETERBATASAN PENELITIAN Penelitian ini tetap menghadapi beberapa keterbatasan yang dijumpai oleh peneliti pengolahan data. Salah satu keterbatasan utamanya adalah waktu yang terbatas dalam melakukan wawancara, sehingga tidak semua pertanyaan bisa ditanyakan secara mendalam. Selain itu, penelitian ini tidak dilengkapi dengan dokumentasi wawancara dalam bentuk audio atau video karena adanya kesibukan lain yang terkait dengan tugas akademik di kampus serta waktu yang terbatas dalam penyusunan laporan penelitian. Kondisi tersebut menyebabkan hasil wawancara hanya bergantung pada catatan tertulis, sehingga terdapat kemungkinan adanya bias dalam Keterbatasan lainnya adalah ruang lingkup penelitian hanya melibatkan sejumlah kecil responden dari satu lingkungan akademik tertentu, sehingga hasil yang diperoleh belum bisa diterapkan secara luas. Namun, keterbatasan ini justru memberi peluang bagi penelitian selanjutnya untuk mengumpulkan data secara lebih lengkap dengan melibatkan responden dari berbagai perguruan tinggi, menyediakan dokumentasi wawancara yang lebih rapi, serta memperluas alat pengumpulan data agar hasil yang diperoleh lebih dalam dan dapat dipercayai secara ilmiah. SARAN Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dan keterbatasan yang ada, berikutnya dapat diberikan. Pertama, melibatkan lebih banyak responden dengan latar belakang yang beragam, seperti tingkat pendidikan, pengalaman di organisasi, dan latar belakang perguruan tinggi yang berbeda. Dengan begitu, hasil penelitian akan lebih lengkap dan bisa diterapkan dalam berbagai konteks. Kedua, data yang dikumpulkan sebaiknya disertai dengan doukmentasi wawancara yang lebih rapi, seperti audio, video, atau transkrip, agar hasil penelitian lebih akurat dan bisa diperiksa kembali. Hal ini juga membantu mengurangi kemungkinan bias dari peneliti itu sendiri. Ketiga, penelitian pengumpulan data, misalnya dengan observasi, dan kuesioner berupa angka. Dengan metode ini, hasilnya akan lebih lengkap, baik untuk data kualitatif maupun Selain itu, peneliti bisa juga meneliti faktor-faktor tambahan, seperti dukungan lingkungan, dampak teknologi digital dalam pembelajaran akuntansi syariah, atau pengaruh budaya akademik terhadap minat mahasiswa untuk bekerja di bidang akuntansi syariah. Terakhir, penelitian lebih lanjut bisa meneliti hubungan antara motivasi, tingkat keagamaan, dan persepsi mahasiswa sehingga hasil penelitian tidak hanya menunjukkan minat, tetapi juga relevansi dalam dunia kerja nyata. REFERENCES