AuKontribusi Guru dalam Pembinaan Etika Berpakaian Islami SiswaAy Trisna Febi Nurlaili. Nur Fitriatin. Wahyu Catur Perdana. M Sakhi Almazi. Zuhriyah Ayu Hidayah KONTRIBUSI GURU DALAM PEMBINAAN ETIKA BERPAKAIAN ISLAMI SISWA Trisna Febi Nurlaili UIN Sunan Ampel Surabaya febytrisna7@gmail. Nur Fitriatin UIN Sunan Ampel Surabaya nurfitriatin@uinsby. Wahyu Catur Perdana UIN Sunan Ampel Surabaya whycp@gmail. M Sakhi Almazi UIN Sunan Ampel Surabaya almazi@gmail. Zuhriyah Ayu Hidayah UIN Sunan Ampel Surabaya zuhriyahayu02@gmail. Abstract: Pembinaan berpakaian islami siswa merupakan salah satu tugas seorang guru yang harus dilaksanakan, tak mengenal di dalam seolah maupun diluar sekolah. kontribusi guru di sekolah diharapkan mempunyai relevansi dengan peran pendidik dalam islam, sehingga peran guru dalam pembinaan etika berpakaian siswa dapat memberi perubahan yang baik kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dan kontribusi guru dalam pembinaan etika berpakaian islami siswa. Penilitian ini ini menekankan pada analisis pada data deskriptif berupa kata-kata tertulis yang diamati dan difokuskan pada Penelitian Kepustakaan (Library Researc. Hasil dari penelitian ini diantaranya . guru tidak hanya bertanggung jawab untuk mengajar tapi juga mendidik termasuk dalam etika berpakaian siswa . guru harus menerapkan kode etik profesi agar dapat menjadi contoh pada peserta didiknya . macam macam kontribusi yang dilakukan guru dalam pembinaan kode etik siswa. Keywords: Guru. Siswa. Pakaian Halaman 56 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya AuKontribusi Guru dalam Pembinaan Etika Berpakaian Islami SiswaAy Trisna Febi Nurlaili. Nur Fitriatin. Wahyu Catur Perdana. M Sakhi Almazi. Zuhriyah Ayu Hidayah PENDAHULUAN Masa remaja adalah masa yang paling memiliki kesan yang sangat menyenangkan namun pada masaa ini adalah masa yang sangat berat bagi orang tua dikarenakan pada masa ini anak-anak mereka tumbuh dan berkembang dengan rasa keingintahuan yang sangat besar. Sehingga jika anak mereka tidak mampu menjalani masa remajanya dengan baik maka akan buruk pula yang akan terjadi pada anak tersebut ketika dirinya dewasa. Peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan republik indonesia nomor 45 tentang pakaian seragam sekolah bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah pasal 1 point 4 pakaian seragam khas sekolah adalah pakaian seragam yang di kenakan oleh peserta didik muslimah karena keyakinan pribadinya sesuai dengan jenis model, dan warna yang telah di tentukan dalam kegiatan proses belajar mengajar untuk semua jenis pakaian seragam sekolah. Berbusana merupakan ciri khas orang yang beradab, busana merupakan identitaas, stastus bahkan kumpulan nilai dari nuansa nilainilai kemanusiaan. Busana muncul dari peradaban yang menjelma menjadi suatu budaya. Banyak harapan yang tertumpang dari kebijakan ini selain menutup aurat perintah agama juga memberikan gambaran menutup aurat akan terhindar dari perilaku buruk pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Misalnya menghindar dari pelecehan seksual, mengurangi kriminalitas. Dalam tata cara berbusana agama islam tidak semata-mata mensyaratkan pakaian sebagai penutup tubuh, tetapi menjadi sarana yang lengkap dan menyeluruh baik kesehatan, kesopanan, serta keselamatan lingkungan, diantara syaratnya yaitu untuk berpakaian muslimah tidak boleh menggunakan bahanAebahan tekstil yang transparan atau mencetak lekuk tubuh perempuan. Dengan demikian walaupun menutup aurat tetapi kalau ketat atau mencetak lekuk tubuh atau menggunkan bahan yang yang transparan, tetap belum di anggap berpakaian muslimah yang sempurna. Di sekolah, kewajiban mengenakan seragam telah menjadi bagian dari tata tertib sekolah dan di laksanakan secara ketat, mulai dari ketentuan bentuk, atribut yang di kenakan, bahkan cara memakainya, penerapan disiplin berseragam yang sangat ketat, sering kali mendapat hukuman bagi pelajar yang melanggarnya mulai dari teguran lisan yang terjebak dalam kekerasan psikologis sampai dengan tindakan kekerasan hukuman fisik. Namun masih banyak dari sebagian siswa atau pun peserta didik yang masih kurang dalam etika berbusananya masih banyak yang terlihat bahwa para siswa terkontaminasi dengan perkembangan berpakian saat ini yang mengarah ke budaya barat dikarenakan masa remaja adalah masa yang menjadikan diri siswa selalu merasa ingin tau dan tidak memikirkan baik ban buruknya suatu penampilan atau hal yang mereka gunakan. Nudni Yusmitha. AuUpaya Meningkatkan Etika Berbusana Siswa pada Masa Remaja Melalui Layanan Informasi Teknik Focus Group Discusion Kelas Vi SMPN 1 PerbaunganAy. Ability: Journal of Education and Social Analysis 5, no 1 (Januari, 2. : 138-140. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 57 AuKontribusi Guru dalam Pembinaan Etika Berpakaian Islami SiswaAy Trisna Febi Nurlaili. Nur Fitriatin. Wahyu Catur Perdana. M Sakhi Almazi. Zuhriyah Ayu Hidayah Peran guru dalam pendidikan dan pengajaran tidak hanya tidak hanya ditujuakan pada aspek kognitif saja tetapi juga pada aspek afektif dan psikomotorik anak didik terutama dalam membina akhlak atau budi pekerti yang luhur pada siswa di sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas. Peran guru dalam membina akhlak siswa, dilakukan secara beragam dan penuh hikmah dan bijaksana di sekolah. Nilai guru dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan moral anak-anak. Artikel ini memperkenalkan sebuah pendekatan yang menjadikan agama sebagai faktor dalam pendidikan, mempromosikan pemahaman tentang berbagai kepercayaan dan nilai. Pokok permasalahan yang akan dikaji dalam artikel ini adalah kontribusi guru dalam pembinaan etika berpakaian islami siswa. METODE PENELITIAN Penelitian ini menekankan pada analisis pada data deskriptif berupa katakata tertulis yang diamati. Pendekatan kualitatif digunakan penulis untuk menganalisis kajian terhadap kontribusi guru dalam embinaan etika berpakaian islami siswa. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang datanya dinyatakan dalam bentuk verbal, tidak menggunakan angka dan analisisnya tanpa menggunakan teknik statistik. Maka dengan sendirinya penganalisaan data ini lebih difokuskan pada Penelitian Kepustakaan (Library Researc. , yakni dengan membaca, menelaah dan mengkaji buku-buku dan sumber tulisan yang erat kaitannya dengan masalah yang dibahas. KODE ETIK GURU Guru merupakan pendidik professional yang peran utamanya adalah mendidik, mengajarkan, mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah dalam Pendidikan, termasuk dalam Pendidikan islam. Guru bertanggung jawab atas pertumbuhan siswa dengan mengejar semua kemungkinan dan kecenderungan yang ada pada peserta didik, termasuk emosi serta sikapnya, kognisi . erpikir rasiona. , psikomotorik . 2 Guru mengemban tugas dan amanah yang perlu dipertanggung jawabkan, maka guru perlu memiliki etika kepribadian atau kode etik, yakni ilmu, sehat jasmani, dan berkelakuan baik. Oleh karena itu, sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam melaksanakan tugas profesi sebagai pendidik, guru harus memahami dan menerapkan kode etik profesi guru. Kode etik profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari. Yuli Habibatul Imamah. AuKONTRIBUSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWAAy 7, no. : 4. Dr. Marjuni. Pd. AuPeran Dan Fungsi Kode Etik Kepribadian Guru Dalam Pengembangan PendidikanAy 1, no. 1 (June 2. : 06. Ibid. Halaman 58 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya AuKontribusi Guru dalam Pembinaan Etika Berpakaian Islami SiswaAy Trisna Febi Nurlaili. Nur Fitriatin. Wahyu Catur Perdana. M Sakhi Almazi. Zuhriyah Ayu Hidayah Seperti yang ada dalam Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD). Pasal 43, dikemukakan bahwa untuk menjaga dan meningkatkan kehormatan, dan martabat guru dalam pelaksanaan tugas keprofesionalan, organisasi profesi guru membentuk kode etik. Maka dari keterangan diatas, guru harus memiliki etika yang baik degan berpedoman kode etik profesi guru, karena dalam proses pendidikan guru tidak hanya menjalankan fungsi sebagai penyalur ilmu pengetahuan . ransfer of knowledg. saja, tetapi lebih dari itu terutama dalam membina sikap dan keterampilan peserta didik. Guru juga bertanggung jawab untuk menanamkan nilai . dan membangun karakter . aracter buildin. dan etika peserta didik secara berkelanjutan. 5 Bahkan pada hal etika yang terkecil Salah satunya seperti yang akan dibahas oleh penulis pada artikel ini yaitu membina etika siswa dalam hal berpakaian. ETIKA BERPAKAIAN ISLAMI MENURUT PANDANGAN ISLAM Menutup aurat dari pandangan orang lain bagi orang islam hukumnya Seorang muslim muslimah sudah seharusnya memahami etika-etika syariat yang berhubungan dengan pakaian. 6 Adapun etika berpakaian laki laki maupun perempuan diantaranya: Laki-laki Pakaian yang digunakan menutup aurat dari pusat sehingga lutut. Pakailah pakaian yang terbaik dan indah mata memandang. Tidak memakai jeans yang ketat karena hukumnya makruh bagi lelaki. Dilarang menyerupai pakaian perempuan. Perempuan Pakaian yang digunakan menutup aurat yaitu menutup seluruh bentuk badan kecuali pergelangan tangan dan muka. Pakailah pakaian yang indah dan tidak mencolok mata. Memakai pakaian yang longgar dan tidak menarik perhatian. Dilarang memakai wangian yang menarik perhatian. Menutup aurat memiliki hikmah tersendiri yang terkadang tidak bisa dijangkau oleh akal dan nalar manusia sehingga merasa berat melaksanakan apa yang disyariAoatkan kepada hambanya, padahal di dalam aturan tersebut terkandung untaian hikmah yang luar biasa. Dan sebagai seorang mukmin harus mengimani bahwa Allah SWT memerintahkan atau melarang manusia berbuat sesuatu adalah karena ada hikmah yang terkandung dibalik perintah dan larangan tersebut. Hikmah dari menutup aurat salah satunya untuk menjaga kehormatan serta martabat seorang wanita dalam kehidupan dunia serta dapat Laila Nur Habibah. Siti Saniah, and Irmawati Irmawati. AuKONTRIBUSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENGEMBANGKAN SELF CONTROL SISWA DI SMA DUA MEI CIPUTAT,Ay Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam 5, no. 1 (June 24, 2. : 88. Abdul Malik Kamal Bin As Sayyid Salim. Panduan Beribadah Khusus Wanita . Menjalankan Ibadah Sesuai Tuntunan Al-QurAoan, 1 vols. (Al Mahira, 2. :336 Marwan Ibrahim. Petunjuk Praktis Akhlak Dalam Islam (Lentera, 2. :95 Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 59 AuKontribusi Guru dalam Pembinaan Etika Berpakaian Islami SiswaAy Trisna Febi Nurlaili. Nur Fitriatin. Wahyu Catur Perdana. M Sakhi Almazi. Zuhriyah Ayu Hidayah menjaga citra muslimah sehingga tidak membawa efek yang negatif dalam bekerja dan berusaha sebagai seorang wanita yang taat, karena wanita dalam hidup juga dibebani tugas-tugas sebagai mana halnya dengan laki-laki. ETIKA BERPAKAIAN SISWA DI SEKOLAH Perlu diketahui bahwa etika berpakaian di sekolah merupakan suatu dasar yang utama bagi seluruh siswa, pakaian juga berfungsi untuk menutupi tubuhnya karena fitrah, pakaian juga melindungi dari berbagai gangguan dan pakaian bisa menjadi sarana yang dapat memperindah penampilan. 9 Setiap sekolah memiliki aturan tersendiri tentang pakaian yang harus dikenakan oleh siswa-siswinya. Mulai dari corak warna, bentuk, model dan lain sebagainya ditetapkan dalam suatu aturan yang ketat dan detail oleh pemegang kebijakan pada sekolah masing-masing, baik kepala sekolah, yayasan maupun Untuk membina etika berpakaian siswa perlu menyelaraskan antara perihal berpakaian dengan masalah akhlak. Problematika penggunaan pakaian islami bagi siswa adalah karena gerah dan rambut cepet lepek. Namun siswa menyadari bahwa dengan menggunakan pakaian islami siswa lebih merasa Meskipun telah merasakan manfaatnya namun siswa tersebut belum bisa konsisten. Dengan demikian itu masalah etika berpakaian itu juga adalah merupakan ajaran islam yang diabaikan begitu saja. Maka dari itu sebuah sekolah seharusnya mewajibkan murid perempuan nya mengenakan pakaian yang menutupi auratnya, dan dilarang mengenakan baju berlengan pendek, ketat, transparan, rok pendek dan sopan, atau celana panjang yang ketat apalagi celana pendek. Sedangkan untuk siswa laki-laki tidak diperbolehkan mengenakan pakaian yang tidak menutup aurat, seperti ketat, transparan atau pendek. Akan tetapi untuk perihal warna, model dan style itu terserah kepada selera masing-masing, asalkan mencerminkan kesopanan dan Dengan demikian, diharapkan untuk semua pihak yang terlibat atau yang bertanggung jawab mengenai perihal etika berpakaian seragam siswa sekolah, baik pemerintah, lembaga pendidikan, kepala sekolah, dan lain sebagainya, supaya mengusahakan semua seragam sekolah agar dapat mencerminkan etika berpakaian seragam yang islami, dimana dapat memenuhi kriteria-kriteria berpakaian syarAoi. Nuri Ratna Siahan. AuImplementasi Pembelajaran PAI Dalam Berpakaian Siswa Di SMK Swasta Bina GunaAy . : 21. Solihin. AuPembinaan Etika Berpakaian Islami Bagi Siswa SMK Al Ikhlas JawilanAy 8, no. : 172 Mujiburrahman Mujiburrahman. AuKONTRIBUSI GURU PAI DALAM PEMBINAAN ETIKA BERPAKAIAN ISLAMI SISWA SMAN KOTA SABANG,Ay Jurnal Ilmiah Islam Futura 14, no. 2 (February 1, 2. : 274. Solihin. AuPembinaan Etika Berpakaian Islami Bagi Siswa SMK Al Ikhlas Jawilan. AyA. :168 Mujiburrahman. AuKONTRIBUSI GURU PAI DALAM PEMBINAAN ETIKA BERPAKAIAN ISLAMI SISWA SMAN KOTA SABANG,Ay Jurnal Ilmiah Islam Futura 14, no. 2 (February 1, 2. : 274. Ae275. Halaman 60 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya AuKontribusi Guru dalam Pembinaan Etika Berpakaian Islami SiswaAy Trisna Febi Nurlaili. Nur Fitriatin. Wahyu Catur Perdana. M Sakhi Almazi. Zuhriyah Ayu Hidayah KONTRIBUSI GURU DALAM PEMBINAAN ETIKA BERPAKAIAN ISLAMI TERHADAP PESERTA DIDIK Upaya kontribusi yang dapat dilakukan seorang guru guna mengembangkan dan membina kontrol perilaku . ehavior contro. terhadap perilaku siswanya yaitu dapat dikembangkan dengan memberikan stimulus melalui pembiasaan-pembiasaan baik kepada para siswa serta memberikan contoh teladan yang baik untuk siswa. 13 Salah satunya mengenai kontribusi pembinaan etika berpakaian siswa di sekolah. Maka dari itu perihal pembinaan peserta didik di sekolah, maka sepatutnya seorang guru mengajarkan dan memberi tauladan mengenai cara berpakaian islami kepada peserta didik. Bebrapa hal yang bisa dilakukan guru dalam membina etika berpakaian, antara Guru melaksanakan beberapa tugas penting yang berkenan perihal masalah berpakaian, antara lain. Seorang guru berusaha menjauhkan siswanya dari berpakaian yang bertentangan dengan syara'. Berusaha mengajarkan kepada siswanya agar tidak menurunkan pakaian atau menyeretnya karena sombong. Seorang guru berusaha melarang kepada siswanya untuk berpakaian yang terbuka auratnya atau yang menyerupai pakaian musuh-musuh Allah yang kafir, karena dari semua larangan tersebut dapat menyebabkan ternodanya harga diri mereka, merusak watak mereka, merayu orang lain dan memfitnah mereka, serta dapat menyeret mereka kepada perbuatan keji dan tercela, terutama bila mereka masih kecil. Guna mendidik anak hidup dengan kesederhanaan. Seorang guru berusaha membiasakan siswanya untuk menutup aurat seiring dengan pelaksanaan perintah shalat. Karena ketika shalat, pakaian siswa harus menutup aurat agar shalatnya benar dan sah sejak Dengan demikian, siswa laki-laki maupun perempuan akan tumbuh dan merasa senang, menutup auratnya. Seorang guru berusaha untuk membiasakan siswanya menggunakan pakaian lengkap menutup aurat serta berusaha untuk menanamkan perasaan malu kepada siswanya jika keluar rumah tanpa menutup aurat. Melatih dan membiasakan siswanya dengan berpakaian yang melambangkan syiar Islam, terutama pakaian orang-orang shaleh. Membiasakan dan mengajarkan siswanya perihal adab memakai pakaian dengan mendahulukan bagian kanan dan membukanya dengan mendahulukan yang kiri. Laila Nur Habibah. Siti Saniah, and Irmawati Irmawati. AuKONTRIBUSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DALAM MENGEMBANGKAN SELF CONTROL SISWA DI SMA DUA MEI CIPUTATAy. Almarhalah | Jurnal Pendidikan Islam 5, no. 1 (June 24, 2. : 89-90. Mujiburrahman Mujiburrahman. AuKONTRIBUSI GURU PAI DALAM PEMBINAAN ETIKA BERPAKAIAN ISLAMI SISWA SMAN KOTA SABANG,Ay Jurnal Ilmiah Islam Futura 14, no. 2 (February 1, 2. : 276-277. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 61 AuKontribusi Guru dalam Pembinaan Etika Berpakaian Islami SiswaAy Trisna Febi Nurlaili. Nur Fitriatin. Wahyu Catur Perdana. M Sakhi Almazi. Zuhriyah Ayu Hidayah Guru memberi teladan dengan cara memakai pakaian yang sesuai dengan kode etik guru Selain itu. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 yang membahas tentang kode etik guru juga berisi bahwa guru harus memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan akhlak 15 Jadi terlepas dari upaya yang dilakukan guru dalam memberi perintah dan larangan kepada siswa guna membina etika berpakaian diatas, guru juga berkontribusi dalam hal pembinaan ini dengan cara memeberi contoh yang baik dalam berpakaian. Seperti yang ada pada kata pepatah. Auguru itu digugu dan ditiruAy yang artinya Auguru itu . erkataan dan perbuatan ny. di percaya dan ditiru . leh murid muridny. Ay Karena pentingnya tanggung jawab yang diamanatkan kepada guru dalam mengntarkan peserta didiknya agar berhasil sebagaimana yang diharapkan, maka guru perlu memiliki etika kepribadian atau kode etik antara lain. Ilmu Sehat jasmani Berkelakuan baik. Diantara etika kepribadian yang harus ada pada guru yang lebih ditekankan pada artikel ini adalah nomor 3 yaitu berkelakuan baik. Budi pekerti guru sangat penting dalam pendidikan watak anak didik. Guru harus menjadi model teladan, karena anak-anak bersifat suka meniru. antara tujuan pendidikan yaitu membentuk akhlak yang mulia pada diri pribadi anak didik dan ini hanya bisa dilakukan jika pribadi guru berakhlak mulia pula. Guru yang tidak berakhlak mulia tidak mungkin dipercaya untuk mendidik. Yang dimaksud dengan akhlak mulia dalam ilmu pendidikan islam adalah akhlak yang sesuai dengan ajaran islam, seperti dicontohkan oleh pendidik utama. Nabi Muhammad SAW. Di antara akhlak mulia guru tersebut adalah mencintai jabatannya sebagai guru, besikap adil terhadap semua anak didiknya, berlaku sabar dan tenang, berwibawa, gembira, bersifat manusiawi, bekerjasama dengan guru-guru lain, masyarakat, utamanya para oranguta anak didik. Memberi motivasi Bayang bahwa bentuk kontribusi guru dalam membimbing dan akhlak siswa adalah dengan memberikan motivasi dan nasehat yang membangun untuk peserta didik. Tujuannya adalah agar peserta didik dapat melaksanakan kegiatan dan proses belajar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Memberikan Sanksi Muhammad Jufni. Syifa Saputra, and Azwir. AuKode Etik Guru Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan,Ay Jurnal Pendidikan Sains dan Humaniora 8, no. 4 (July 2. : 579. Dr. Marjuni. Pd. AuPeran Dan Fungsi Kode Etik Kepribadian Guru Dalam Pengembangan PendidikanAy 1, no. 1 (June 2. : 98 Halaman 62 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya AuKontribusi Guru dalam Pembinaan Etika Berpakaian Islami SiswaAy Trisna Febi Nurlaili. Nur Fitriatin. Wahyu Catur Perdana. M Sakhi Almazi. Zuhriyah Ayu Hidayah Jika semua hal yang telah disebutkan diatas masih dilanggar oleh peserta didik, guru juga bisa memberi sanksi agar peserta didik mematuhi etika berpakaian yang ada di sekolah. Pemberian sanksi ada beberapa macam diantaranya. Memberi Teguran Teguran dan sanksi diterapkan oleh guru dengan tujuan untuk merubah akhlak siswa kearah yang lebih baik lagi. Pembinaan akhlak dengan cara memberikan teguran dan sanksi kepada para peserta didiknya merupakan bentuk kontribusi guru dalam membimbing dan mendidik akhlak siswa. Kontribusi guru dalam membimbing dan mendidik akhlak siswa adalah dengan cara pemberian teguran, ketika anak melakukan kesalahannya yang mana teguran tersebut diberikan oleh guru yang bersangkutan. Pemanggilan Orang Tua Pemanggilan orang tua terhadap sikap siswa yang melanggar etika berpakaian, dilakukan dengan cara pemanggilan orang tua dengan mengirimkan surat kepada orang tua siswa yang bersangkutan, atau dengan melakukan kunjungan rumah. Jadi, dengan demikian pemanggilan orang tua bertujuan untuk membenahi dan merubah akhlak siswa. Agar menjadi pendidik yang baik lagi, rajin dan tidak melanggar peraturan sekolah. Memberikan sanksi denda Kontribusi guru dalam mendidik akhlak siswa yaitu bisa dengan cara memberikan sanksi secara langsung, teguran dan sanksi denda atau pemanggilan orang tua siswa yang bersangkutan. Hal ini bertujuan agar siswa dapat mematuhi etika yang berlaku, jera dan menjadi pendidik yang berakhlak mulia yang taat pada peraturan. Dengan demikian, kontribusi dari seorang guru dapat memberikan contoh yang baik dalam hal berpakaian, dan semoga dengan adanya beberapa upaya kontribusi guru terhadap etika berpakaian siswa seperti diatas, diharapkan kepada para siswa dapat menerapkan etika berpakaian ini didalam kehidupan sehari-hari. KESIMPULAN Guru harus memiliki etika yang baik degan berpedoman kode etik profesi guru, karena dalam proses pendidikan guru tidak hanya menjalankan fungsi sebagai penyalur ilmu pengetahuan . ransfer of knowledg. saja, tetapi lebih dari itu terutama dalam membina sikap dan keterampilan peserta didik. Terutama Siti Ani Masruroh. Rosichin Mansur. Moh. Muslim,"PERAN GURU AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA ETIKA BERPAKAIAN SISWA KELAS VII DI MTs AL-MA'ARIF 02 SINGOSARI MALANG". VICRATINA: Jurnal Pendidikan Islam. Vol. No. Tahun 2001. Hal 115. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 63 AuKontribusi Guru dalam Pembinaan Etika Berpakaian Islami SiswaAy Trisna Febi Nurlaili. Nur Fitriatin. Wahyu Catur Perdana. M Sakhi Almazi. Zuhriyah Ayu Hidayah sikap dalam berpakaian. Khususnya guru yang berada di Lembaga Pendidikan Seperti yang telah kita ketahui bahwa islam sangat menjaga martabat manusia melalui pakaian. Etika berpakaian dalam islam bahkan dihukumi wajib dalam syariatnya. Baik laki laki maupun perempuan ada batas batas tersendiri dimana letak anggota tubuh yang harus ditutupi. Maka dari itu, sekolah sebagai wadah Pendidikan utama para anak dan semua pihak yang terlibat atau yang bertanggung jawab mengenai perihal etika berpakaian seragam siswa sekolah, baik pemerintah, lembaga pendidikan, kepala sekolah, dan lain sebagainya, supaya mengusahakan semua seragam sekolah agar dapat mencerminkan etika berpakaian seragam yang islami, dimana dapat memenuhi kriteria-kriteria berpakaian syarAoi. Guru sebagai pengajar dan pendidik memiliki peran penting untuk ikut membina etika berpakaian siswa. Penulis menuliskan beberapa kontribusi guru yang bisa dilakukan dalam membina etika berpakaian islami peserta didik disekolah maupun diluar sekolah. Diantaranya yaitu guru melaksanakan beberapa tugas penting yang berkenan perihal masalah berpakaian. Guru memberi teladan dengan cara memakai pakaian yang sesuai dengan kode etik guru, memberi motivasi, dan yang terakhir memberikan sanksi jika memang peserta didik terlalu berlebihan dalam melanggar etika berpakaian yang telah ditentukan oleh sekolah. DAFTAR PUSTAKA