Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna WORKSHOP IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDI PEKERTI PADA PESERTA DIDIK DI SMA YPPL BANDAR LAMPUNG Mareyke Jessy Tanod1. Siti Zahra Bulantika2. Fiki Prayogi3. Dita Fitria Ningsih4. Edhitiya Putri5 STKIP PGRI Bandar Lampung mareykejessy15@gmail. com, 2szahrabulantika@gmail. com, 3fiki. prayogi@gmail. oditafitria@gmail. com, 5edithya02@gmail. Abstrak: Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan oleh tim PKM di STKIP PGRI Bandar Lampung. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi krisis pendidikan karakter pada siswa SMA, terutama di SMA YPPL Bandar Lampung. Implementasi pendidikan karakter sangat penting untuk mencegah perilaku negatif pada siswa dan menciptakan generasi dengan nilai dan moral yang positif. Kegiatan ini melibatkan workshop tentang pendidikan karakter dan budi pekerti untuk 30 siswa kelas 12. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mendapatkan wawasan dan pengalaman baru terkait pendidikan karakter dan budi pekerti. Keterlibatan guru dan konselor sekolah juga penting dalam memberikan dukungan psikologis kepada siswa. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah implementasi pendidikan karakter memerlukan kerjasama dari semua pihak, termasuk orang tua, guru, dan masyarakat. Kata kunci: Pendidikan karakter, budi pekerti Abstract: A community service activity conducted by the PKM team at STKIP PGRI Bandar Lampung. The activity aimed to address the crisis of character education among high school students, particularly in SMA YPPL Bandar Lampung. The implementation of character education is crucial to prevent negative behavior among students and to create a generation of individuals with positive values and morals. The activity involved a workshop on character education and budi pekerti for 30 students in grade 12. The workshop included lectures, discussions, and reflections on the importance of character education and its implementation in schools. The results of the activity showed that the students gained new insights and experiences related to character education and budi The involvement of the school's teachers and counselors was also crucial in providing psychological support to the students. The conclusion drawn from this activity is that the implementation of character education requires the cooperation of all stakeholders, including parents, teachers, and the community. Keywords: Character education, virtue PENDAHULUAN Salah satu permasalahan pendidikan yang paling mendesak saat ini adalah dilema pendidikan karakter di kalangan anak-anak. Pembahasan permasalahan pendidikan tidak akan pernah berhenti, apalagi jika dikaitkan dengan cita-cita moral siswa. Berdasarkan kesulitankesulitan tersebut, terlihat jelas bahwa melemahnya karakter siswa disebabkan pengembangan karakter di lembaga pendidikan, serta kondisi keluarga dan lingkungan yang kurang mendukung. Workshop Implementasi Pendidikan Karakter dan Budi Pekerti pada Peserta Didik di SMA YPPL Bandar Lampung Melihat krisis moral dan etika yang terjadi saat ini sungguh memilukan sebagian besar perkembangan tersebut terjadi di bidang pendidikan orang Pendidikan karakter bertujuan untuk mengatasi dan mencegah krisis moral di kalangan peserta didik yang akan Pendidikan karakter merupakan praktik penyampaian ilmu pengetahuan kepada peserta didik dalam rangka Karakteristik dapat diukur dari kesesuaiannya dengan norma dan nilai yang ada di masyarakat. Dalam terhadap karakter dan nilai moral peserta didik memerlukan banyak refleksi, usaha, dan kerja keras. Sehingga kelak siswa mampu berkreasi, memiliki rasa percaya diri yang kuat, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain. Pendidikan karakter yang diberikan kepada peserta didik lebih dari sekedar mengetahui siapa yang baik dan siapa yang buruk. Pendidikan karakter didasarkan pada pemahaman bagaimana membedakan apa yang baik, mencintai apa yang baik, dan melakukan apa yang baik. Oleh karena itu, pendidikan karakter diharapkan dapat menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik pada diri siswa agar dapat memahami, menghayati, dan menerapkannya. Dalam terhadap karakter dan nilai moral peserta didik memerlukan banyak refleksi, usaha, dan kerja keras. Sehingga kelak siswa mampu berkreasi, memiliki rasa percaya diri yang kuat, bertanggung jawab, dan menghargai orang lain. Pendidikan karakter yang diberikan kepada peserta didik lebih dari sekedar mengetahui siapa yang baik dan siapa yang buruk. Pendidikan karakter didasarkan pada pemahaman bagaimana membedakan apa yang baik, mencintai apa yang baik, dan melakukan apa yang baik. Oleh karena itu, pendidikan karakter diharapkan dapat menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik pada diri siswa agar dapat memahami, menghayati, dan menerapkannya. Berdasarkan analisis situasi di atas dan tujuan dari SMA YPPL Bandar Lampung. PKM menyelenggarakan program sosialisasi kepada masyarakat di STKIP PGRI Bandar Lampung dengan tema Workshop Implementasi Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik Di SMA YPPLBandar Lampung. Sesuai dengan hasil Dari kajian kualitas siswa didik di SMA YPPL Bandar Lampung, terdapat permasalahan yang perlu diatasi dan perlu diberikan pelatihan yang lebih ekstensif. Berdasarkan analisis situasi yang disampaikan di atas, permasalahan yang muncul dalam kegiatan ini adalah sebagai Terjadinya krisis moral yang berdampak pada perilaku negatif di kalangan peserta didik SMA YPPL Bandar Lampung. Nilai-nilai karakter merosot akibat sehingga mengarah pada perilaku seperti meningkatnya pergaulan terhadap anak-anak dan remaja, kejahatan antar teman, pencurian Salah satu ciri utama pendidikan berbasis karakter adalah penanaman nilainilai karakter untuk melahirkan generasi tangguh yang mampu hidup bebas dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari proyek pengabdian masyarakat ini adalah untuk menginformasikan kepada STKIP PGRI Bandar Lampung tentang Workshop Penerapan Pendidikan Karakter dan Moral Bagi Siswa di SMA YPPL Bandar Lampung, dengan memperhatikan latar belakang informasi yang diberikan di atas. Pendidikan Karakter Pendidikan Mareyke Jessy Tanod. Siti Zahra Bulantika. Fiki Prayogi. Dita Fitria Ningsih. Edhitiya Putri Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. mengajarkan hakikat karakter dalam tiga ranah: akal, perasaan, dan kemauan. Berikut penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan karakter terdidik: Suyanto . menegaskan bahwa karakter adalah cara berpikir dan bermasyarakat, bernegara, dan bernegara. Seseorang yang berkarakter baik mampu menentukan pilihan dan siap menerima tanggung jawab atas akibat dari pilihan tersebut, . Menurut Samsuri . , istilah AukarakterAy setidaknya mencakup dua unsur: kepribadian dan nilai. Karakter suatu entitas merupakan cerminan dari nilai-nilai yang mendasarinya. Sebagai salah satu aspek kepribadian, karakter seseorang secara keseluruhan: pola pikir, watak, dan tindakan, . Menurut Safan Amri dkk. , pendidikan karakter merupakan suatu cara mengajarkan prinsip-prinsip moral kepada peserta didik yang mencakup komponen pengetahuan, kesadaran, atau kemauan, serta latihan untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam tindakan. Dari disimpulkan bahwa tujuan pendidikan karakter adalah untuk menanamkan nilainilai karakter pada peserta didik sebagai individu-individu mampu berfungsi secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi Pendidikan Karakter dan Budi Pekerti Variabel utama yang mempengaruhi pelaksanaan Pendidikan karakter pada satuan pendidikan sekolah ada dua macam, yaitu faktor internal dan faktor Peran kepala sekolah, peraturan kurikulum pendukung, integritas siswa dan guru, profesionalisme, dan fasilitas pendukung, serta visi dan misi sekolah, integritas pegawai dan siswa, penerapan hukuman berat bagi pelanggaran aturan , dan dedikasi warga sekolah terhadap pengembangan karakter dan pendidikan nasional merupakan contoh faktor internal Berikut contoh faktor eksternal sekolah: lingkungan sekolah, masyarakat luar sekolah, budaya sekitar, lingkungan Untuk menjamin peserta didik tidak hanya sekedar menangkap kompetensi . tetapi juga memahami, merawat, dan nilai-nilai, perilaku, maka pendidikan karakter dilaksanakan di sekolah melalui berbagai kegiatan yang terjadi baik di dalam maupun di luar kelas. Tujuan utama pendidikan karakter dan moral adalah untuk menciptakan generasi warga negara yang unggul, generasi yang cerdas secara intelektual dan emosional serta memiliki kebajikan seperti pengendalian diri, integritas, rasa tanggung jawab yang kuat, ketekunan, kepemimpinan, dan pengabdian yang mendalam kepada masyarakat dan Tuhan Maha Esa. Untuk mencapai tujuan ini, guru harus menguasai nilai pendidikan moral dan pengembangan karakter, serta strategi pengajaran yang sesuai dan nyaman yang mendorong motivasi diri siswa. METODE Kegiatan AuWorkshop Implementasi Pendidikan Karakter dan Akhlak Siswa di SMA YPPL Bandar LampungAy dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2024 di SMA YPPL Bandar Lampung yang beralamat di Jl. Soekarno Hatta. Karang Maritim. Kec. Panjang. Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari, mulai pukul 09. 00 WIB hingga 00 WIB. Kegiatan ini melibatkan total 30 siswa kelas 12. Terdapat berbagai tahapan dalam implementasii aktivitas tersebut, yakni: Workshop Implementasi Pendidikan Karakter dan Budi Pekerti pada Peserta Didik di SMA YPPL Bandar Lampung Lakukan observasi. Meneliti literatur Siapkan alat dan bahan yang Menentukan waktu pelaksanaan. Menyerahkan surat kesediaan ke SMA YPPL Bandar Lampung. Mendapat respon yang luar biasa SMA YPPL Bandar Lampung. Tanggal 24 Februari 2024 melakukan pengecekan terkait kesiapan pelaksanaan kegiatan Menyiapkan perlengkapan yang Upaya Pemecahan Masalah Pada subtopik ini diuraikan cara mengatasi permasalahan yang dihadapi tim pengabdi dengan melakukan beberapa persiapan, yaitu: Persiapan Bahan Pada tanggal 10 Maret 2024, tim pengabdian masyarakat mulai melakukan observasi terhadap pendidik dan siswa di sekolah mitra. Selain itu, tim pengabdian masyarakat juga telah menyiapkan materi dan kegiatan yang akan dilakukan oleh peserta workshop. Implementasi Peserta pelatihan terdiri dari 30 siswa kelas XII. Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka agar outcome pelayanan yang diinginkan dapat tercapai secara maksimal. Adapun kegiatan pelatihan akan dimulai dari 00 WIB hingga 12. 00 WIB dengan susunan acara: Menilai kesiapan peserta Kepala Sekolah SMA YPPL Bandar Lampung selaku tuan rumah dan Ketua TIM Pengabdian Kepada Masyarakat akan mengawali acara. Pengiriman bahan Materi profil siswa berkarakter, materi pelatihan penerapan budi pekerti dan pendidikan budi pekerti bagi siswa, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas karakter siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah, serta diperlukannya dewan guru. Refleksi dan inisiasi dipandu oleh TIM Pelaksana. Kesan dan Pesan peserta kegiatan dan TIM Pelaksana. Penutupan oleh Kepala SMA YPPL Bandar Lampung selaku Tuan Rumah dan ketua tim pengabdian HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim PKM SMA YPPL Bandar Lampung diperoleh hasil sebagai berikut: . Siswa memperoleh wawasan baru terkait kualitas karakter yang baik pada siswa, . Siswa mempunyai wawasan dan dapat merefleksikan perilakunya untuk melihat apakah sudah sesuai dengan karakter sesuai norma yang berlaku, . Staf pengajar sepakat untuk memberikan dukungan psikologis kepada siswa di SMA YPPL untuk meningkatkan kualitas akhlak dan akhlak guna meningkatkan kualitas karakter siswa di SMA YPPL Bandar lampung. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini, terdapat antusiasme dari para peserta termasuk mahasiswa dan tenaga pengajar Diharapkan semua pihak terkait menerapkan materi dan kegiatan yang telah diberikan, sehingga mencapai tujuan peningkatan karakter dan kualitas moral siswa di SMA YPPL Bandar Lampung. SIMPULAN Terselenggaranya pengabdian kepada masyarakat di SMA YPPL Bandar Lampung diterima dengan baik oleh pihak sekolah SMA YPPL Bandar Lampung. dan antusiasme peserta. Peserta mendapatkan wawasan dan pengalaman baru mengenai pentingnya pendidikan karakter dan akhlak dalam meningkatkan kualitas karakter siswa di SMA YPPL. Kesimpulan Mareyke Jessy Tanod. Siti Zahra Bulantika. Fiki Prayogi. Dita Fitria Ningsih. Edhitiya Putri Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. rekomendasi yang dapat diambil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini Peran dewan guru terkait dalam memberikan dukungan psikologis dapat membantu dalam peningkatan pendidikan karakter peserta didik. Peserta didik di SMA YPPL Bandar Lampung memperoleh pengalaman pendidikan karakter dan budi Melalui bimbingan dan konseling, serta kerjasama dengan pihak lain dapat membantu meningkatkan karakter anak baik di dalam maupun di luar sekolah Raka. Gede. , dkk. Pendidikan Karakter di Sekolah. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Samsuri. iunduh tgl. 18 Agustus 2. DAFTAR PUSTAKA