ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 Peningkatan Pengetahuan dan Perilaku Kesehatan Gigi Melalui Model Asuhan Promotif dan Preventif Culia Rahayu *1. Hilmiy Ila Robbihi2 Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya e-mail co Author: *1 rahayuculia67@gmail. ABSTRAK Peningkatan kesehatan masyarakat melalui intervensi perilaku adalah dengan pendidikan atau promosi kesehatan dan upaya preventif, sehingga kemandirian masyarakat diharapkan kondusif bagi kesehatan (Depkes, 2. Pemberdayaan, kemandirian, serta pengutamaan manfaat dengan perhatian khusus pada kelompok rentan, antara lain ibu, bayi, anak pra sekolah dan anak sekolah, lanjut usia . , dan keluarga miskin (Kemenkes. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah: . meningkatkan pengetahuan dan merubah perilaku kesehatan gigi dan mulut pada murid Madrasah Tsanawiyah (MT. Manarul Huda Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut pada Murid MTs Manarul Huda Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatnya pengetahuan kesehatan dalam mencegah penyakit gigi dan mulut pada murid Madrasah Tsanawiyah Manarul Huda Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya dan luarannya adalah buku saku AuKaries dan Radang Gusi Auuntuk murid MTs Manarul Huda Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Kata Kunci : pengetahuan kesehatan gigi, perilaku kesehatan gigi, asuhan promotif, asuhan preventif PENDAHULUAN Sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa penyakit mulut bisa dicegah atau paling tidak prevalensinya diturunkan. Tindakan pencegahan yang dilakukan sejak dini dapat meminimalkan dari biaya perawatan dan komplikasi penyakit gigi yang Oleh karena itu, seiring berjalannya waktu, paradigma perawatan mulai bergeser kepada pencegahan penyakit rongga mulut dan peningkatan kesehatan (Pintauli dan Hamada, 2. Karies merupakan suatu penyakit pada jaringan keras gigi yaitu email, dentin dan sementum, disebabkan aktifitas jasad renik yang ada dalam suatu karbohidrat yang diragikan (Atyanta et al. , 2012. Hamid et al. , 2017. Istiqomah et al. , 2016. Taadi & Almujadi, 2. Karies ditandai dengan adanya demineralisasi pada jaringan keras gigi, diikuti dengan kerusakan pada jaringan pulpa serta penyebaran infeksi ke jaringan periapikal dan menimbulkan rasa nyeri. Sampai sekarang, karies masih merupakan masalah kesehatan baik di negara maju maupun di negara-negara ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 Di Indonesia penyakit karies dan jaringan periodontal merupakan penyakit yang mempunyai prevalensi tinggi di masyarakat (Kemenkes, 2. Hasil Riset Kesehatan Dasar . menunjukkan bahwa di Jawa Barat prevalensi gigi yang rusak/berlubang/sakit sebesar 45,7%. gigi hilang karena dicabut/tanggal sendiri 19,3%. gigi ditambal 4,6%. gigi goyang sebesar 10,7%. Data ini menunjukkan bahwa perilaku pelihara diri masyarakat di Jawa Barat dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut masih rendah, oleh karena itu masalah ini perlu mendapat perhatian yang serius agar dapat diupayakan cara pencegahan dan penanggulangannya. Berdasarkan hasil survei permasalahan yang ditemukan pada murid MTs Manarul Huda Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya sebagian besar mengalami karies (A 60,0%), kebersihan gigi dan mulut mayoritas memiliki kriteria sedang, menyikat gigi 2 kali sehari . etapi tidak tepat wakt. , dan teknik menyikat gigi yang kurang tepat. Peningkatan kesehatan masyarakat melalui intervensi perilaku adalah dengan pendidikan atau promosi kesehatan, diharapkan perilaku masyarakat kondusif bagi kesehatan (Depkes, 2. Sekolah menempati kedudukan strategis dalam upaya promosi kesehatan, karena sebagian besar anak-anak usia 5 sampai 19 tahun terpajan dengan lembaga pendidikan dalam jangka waktu yang cukup lama . ari taman kanak-kanak sampai lanjutan ata. , sekolah mendukung pertumbuhan dan perkembangan alamiah seorang anak, sebab di sekolah seorang anak dapat mempelajari berbagai pengetahuan, termasuk kesehatan, sebagai bekal kehidupannya kelak. Promosi kesehatan di sekolah dapat membantu meningkatkan kesehatan siswa, guru dan karyawan, orang tua serta masyarakat sekitar lingkungan sekolah (Depkes, 2. Peningkatan kesehatan masyarakat melalui intervensi perilaku adalah dengan pendidikan atau promosi kesehatan, diharapkan perilaku masyarakat kondusif bagi kesehatan (Depkes, 2. Sekolah menempati kedudukan strategis dalam upaya promosi kesehatan, karena sebagian besar anak-anak usia 5 sampai 19 tahun terpajan dengan lembaga pendidikan dalam jangka waktu yang cukup lama . ari taman kanak-kanak sampai lanjutan ata. , sekolah mendukung pertumbuhan dan perkembangan alamiah seorang anak, sebab di sekolah seorang anak dapat mempelajari berbagai pengetahuan, termasuk kesehatan, sebagai bekal kehidupannya kelak. Promosi kesehatan di sekolah dapat membantu meningkatkan kesehatan siswa, guru dan karyawan, orang tua serta masyarakat sekitar lingkungan sekolah (Depkes, 2. Kedokteran gigi pencegahan meliputi aspek pencegahan yang dilakukan tenaga professional atau dokter gigi, individu dan masyarakat yang memengaruhi kesehatan rongga mulut. Di Indonesia pencegahan lebih terpusat pada karies gigi dan penyakit periodontal yang dapat dikatakan sebagai penyakit masyarakat timur. Hingga saat ini. Kementerian Kesehatan telah melakukan transformasi kebijakan di bidang kesehatan yaitu AuParadigma Sehat Au, suatu kondisi masyarakat yang ditandai dengan penduduk yang hidup dalam lingkungan perilaku hidup sehat, mampu menjangkau ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Tenaga kesehatan gigi harus ikut berperan aktif dalam meningkatkan pola hidup sehat masyarakat dengan memberikan penjelasan tentang cara menjaga dan memelihara kebersihan rongga mulut (Pintauli dan Hamada, 2. METODE Berdasarkan hasil survei pada murid Madrasah Tsanawiyah Manarul Huda Kota Tasikmalayaa, maka perlu adanya kegiatan sebagai berikut : Promosi kesehatan gigi pada murid MTs Manarul Huda untuk meningkatkan pengetahuan dalam pemeliharaan kesehatan gigi. Memotivasi murid MTs Manarul Huda untuk melakukan tindakan penambalan pada gigi yang mengalami karies dan skaling pada gigi yang terdapat karang Melaksanakan kegiatan pelayanan asuhan kesehatan gigi berkesinambungan. Metode pelaksanaan pada program pengabdian masyarakat ini yaitu : asuhan kesehatan gigi dan mulut melalui metode promotif dan preventif pendidikan kesehatan gigi, sikat gigi bersama pada Murid MTs Manarul Huda Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya. Sasaran dalam Asuhan Kesehatan Gigi adalah murid MTs Manarul Huda sebanyak 23 orang. Tempat tersebut dipilih karena derajat kebersihan gigi dan mulut pada murid MTs Manarul Huda rerata menunjukkan kriteria sedang, dan pengalaman karies cukup tinggi. Sarana kegiatan pelaksanaan penyuluhan kesehatan gigi di ruang kelas, sedangkan pelaksanaan sikat gigi bersama di lapangan volley MTs Manarul Huda. Alat dan bahan yang digunakan pada kegiatan tersebut adalah : laptop, in focus, model rahang, sikat gigi, pasta gigi dan air mineral untuk berkumur. Pada kegiatan pemeriksaan kesehatan gigi menggunakan meja dan kursi yang tersedia di sekolah, sedangkan alat-alat dan bahan yang digunakan adalah: diagnostik set, baki, bak instrument, baskom, ember, lap tangan, handuk kecil . ood mornin. , kapas, tissue, alkohol, sabun cuci alat, sabun tangan, masker, air mineral, banicide. Program promotif yaitu penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dievaluasi dengan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Program preventif yaitu pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut diukur sebelum dan sesudah intervensi ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai berikut : Tabel 1. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat No. Kegiatan Survei awal Pre Test Waktu Alat/bahan Sasaran Rabu Kepala 00 Ae 10. Sekolah Rabu Kuesioner 00 Ae 10. Pengetahuan Murid MTs Kesehatan Gigi Penyuluhan Kesehatan Gigi Rabu 00 Ae 11. Power Point. Model Rahang Murid MTs Sikat Gigi Pemeriksaan Gigi (Awa. Rabu 00 Ae 11. Diagnostik Murid MTs Model Rahang. Sikat Gigi Sikat Gigi Masal Sikat Gigi Masal Pemeriksaan Akhir dan Sikat Rabu Model Rahang. Sikat 00 Ae 12. Gigi dan Pasta Gigi Rabu : Model Rahang. Sikat 00 Ae 12. Gigi dan Pasta Gigi Sabtu : Model Rahang. Sikat 00 Ae 10. Gigi dan Pasta Gigi Murid MTs Murid MTs Murid MTs Gigi Masal Pengolahan data Data dan laptop Tim Membuat Laporan Data dan laptop Tim Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Manarul Huda Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya pada bulan April sampai dengan bulan Agustus 2021. Murid yang mengikuti kegiatan adalah murid kelas Vi berjumlah 23 orang terdiri dari 14 orang perempuan dan 9 orang laki-laki. Hasil pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut disajikan pada tabel berikut : No. Tabel 2 Kebersihan Gigi pada Murid MTs Manarul Huda Kebersihan Mulut Awal Kebersihan Mulut Akhir Kriteria Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase (%) (%) Baik 91,30 Sedang Buruk Jumlah Hasil pemeriksaan kebersihan gigi dan mulut awal pada murid MTs Manarul Huda mayoritas memiliki kriteria sedang 13 orang . ,6%), hanya 3 orang . ,0%) yang memiliki kebersihan gigi dan mulut baik, sedangkan hasil pemeriksaan akhir menunjukkan kebersihan mulut dengan kriteria baik 21 orang . ,3%), hanya 2 orang ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 . ,7%) memiliki kriteria sedang. Hasil pemeriksaan pengalaman karies pada murid MTs Manarul Huda disajikan pada tabel berikut : No. Tabel 3 Pengalaman Karies pada Murid MTs Manarul Huda Kriteria Frekuensi Persentase (%) Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Jumlah Pengalaman karies pada murid MTs Manarul Huda menunjukkan mayoritas memiliki kriteria sangat rendah 11 orang . ,8%). Jumlah total angka pengalaman karies (DMF-T) pada 23 orang murid adalah 46 dengan rata-rata DMF-T 2 . rtinya setiap murid memiliki 2 karie. , tetapi murid dengan free caries berjumlah 5 orang . ,73%) atau prevalensi karies pada murid MTs Manarul Huda 78,27%. Hanya ada 1 satu gigi yang ditambal atau angka mempertahankan gigi dari 46 gigi yang mengalami karies. Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan promotif pada murid MTs Manarul Huda disajikan pada tabel berikut : Tabel 4 Pengetahuan Kesehatan Gigi pada Murid MTs Manarul Huda No. Pengetahuan Awal Pengetahuan Akhir Kriteria Frekuensi Persentase Frekuensi (%) Persentase (%) Baik 78,26 91,30 Sedang 21,74 8,70 Kurang Jumlah Pada tabel pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sebelum dilakukan tindakan promotif pada murid MTs Manarul Huda mayoritas menunjukkan kriteria baik 18 orang 7. ,26%), tidak ada seorangpun yang memiliki kriteria kurang, sedangkan setelah tindakan promotif pengetahuan pada murid MTs Manarul Huda memilki kriteria baik 21 orang . ,3%) . Perilaku murid MTs Manarul Huda sebelum dan sesudah tindakan promotif disajikan pada tabel berikut : ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 No. Tabel 5 Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi dan Mulut Perilaku Sebelum Promotif Perilaku Sesudah Promotif Kriteria Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase (%) (%) Baik 4,35 39,13 Sedang 86,96 60,87 Kurang 8,69 Jumlah Pada tabel menunjukkan bahwa perilaku pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut murid MTs Manarul Huda sebelum diberikan promotif memiliki kriteria sedang 20 orang . ,96%), sedangkan setelah diberi tindakan promotif memiliki kriteria sedang 13 orang . ,52%). Upaya promotif dan preventif perlu dilakukan agar pengetahuan kesehatan gigi seseorang dapat terus ditingkatkan yang berakibat pada perilaku memelihara kebersihan kesehatan dan gigi dapat dilaksanakan dengan baik (Afiati et , 2017. Ariningum & Indriasih, 2012. Putri, 2018. Rahtyanti et al. , 2. KESIMPULAN Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah: Ada peningkatan pengetahuan dan perlaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut pada murid Madarasah Tsanawiyah Manarul Huda Kota Tasikmalaya sesudah diberi pendidikan kesehatan gigi Ada peningkatan kebersihan gigi dan mulut pada murid Madrasah Tsanawiyah Manarul Huda Kota Tasikmalaya sesudah diberi pendidikan kesehatan gigi SARAN Berkenaan dengan kesimpulan tersebut maka saran dari kegiatan pengabdian ini Menjadi bahan masukan dan pertimbangan bagi Jurusan Keperawatan Gigi dan institusi Madrasah Tsanawiyah Manarul Huda Kota Tasikmalaya dalam melaksanakan program asuhan kesehatan gigi dan mulut secara Menjadi motivasi bagi murid Madrasah Tsanawiyah Manarul Huda untuk mempertahankan gigi yang mengalami karies. DAFTAR PUSTAKA Afiati. Adhani. Ramadhani. , & Diana. Hubungan perilaku ibu tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut terhadap status karies gigi anak tinjauan berdasarkan pengetahuan, tingkat pendidikan, dan status sosial di TK ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 ABA 1 Banjarmasin Kajian di Puskesmas Kota Banjarmasin Bulan SeptemberOktob. Dentino: Jurnal Kedokteran Gigi, 2. , 56Ae62. Ariningum. , & Indriasih. Hubungan Pengetahuan. Sikap. Dan Perilaku Tentang Karies Gig1 Terhadap Indeks Dmf-T Pada Slswa Sd Kelas Vi Dl Daerah Kumuh Dan Tldak Kumuh Kecamatan Penjaringan Jakarta Utara. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 9. , 198Ae202. Atyanta. Hanum. , & Amurwaningsih. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Karies dan Peran Ibu Dalam Mencegah Karies Pada Anak Tunagrahita. Medali Jurnal, 2. , 48Ae52. Bahar. Paradigma Baru Pencegahan Karies. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Budiharto. Pengantar Ilmu Perilaku Kesehatan dan Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarta: EGC Depkes. , . Tata Kerja Pelayanan Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas. Jakarta Depkes. Pedoman Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas. Dirjen Pelayanan Medik-Direktoran Kesehatan Gigi. Jakarta Depkes. Promosi Kesehatan di Sekolah. Pusat Promosi Kesehatan Depkes. Jakarta Hamid. Kundre. , & Bataha. Hubungan pola makan dengan karies gigi pada anak kelas IV usia 8-9 tahun di SD Negeri 126 Manado lingkungan 1 kleak Kecamatan Malalayang kota Manado provinsi Sulawesi Utara. JURNAL KEPERAWATAN, 5. Herijulianti. , dkk. Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarata: EGC. Istiqomah. Susanto. Udiyono. , & Adi. Gambaran Karies Gigi Pada Anak Tunagrahita Di Slb C Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat . Journa. , 4. , 359Ae362. Kemenkes. SK Menkes. No 021 Tentang Rencana Strategi Kementerian Kesehatan tahun 2010 Ae 2014 Kemenkes. Rencana Program Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut 2011-2025,. Jakarta: Subdit Pelayanan Kesehatan Gigi. Kidd. Essentials of Deantal Caries. London: Oxford University Press. Notoatmodjo. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta Nurlentiawati. Pengaruh Keterampilan Sikat Gigi Masal terhadap Derjat Kebersihan Gigi dan Mulut pada Siswa Kelas V SD Negeri 3 Gobras Tasikmalaya. KTI. Jurusan Keperawatan Gigi. Tasikmalaya. Pintauli. S, dan Hamada. Menuju Gigi dan Mulut Sehat. Pencegahan dan Pemeliharaan. Medan: USU Press Rahtyanti. Hadnyanawati. , & Wulandari. Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Karies Gigi pada Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember Tahun Akademik 2016/2017 ARTIKEL PENGABDIAN - SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN 2022 AuSukseskan Transformasi Kesehatan melalui Inovasi dan Implementasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) 2030Ay Ae Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ae 13 Oktober 2022. E-ISSN: 2807-9183 (Correlation of Oral Health Knowledge with Dental Caries in First Grade Dentistry Students Jember. Pustaka