IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 71-84 Identifikasi Tingkat Kematangan Gonad Kerang Darah (Anadara Granos. di Panipahan. Kabupaten Rokan Hilir. Provinsi Riau Subkhan Riza1. Iskandar Putra2. Jusup Suprijanto3. Ita Widowati3 1Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Riau 2Universitas Riau Pekanbaru 3Universitas Diponegoro Semarang Email : msubkhanriza@gmail. Received: 20/11/2024 Revised: 13/12/2024. Accapted: 20/12/2024. Published: 27/12/2024 ABSTRACT Riau Province needs to develop blood cockle (Anadara granos. of seeding technology as an effort to reduce dependence on natural capture and dependence on seeds for cultivation from nature, which can threaten the sustainability of these biota resources. This research aims to determine the growth in length, weight and condition index of blood clams, and determine the gonad maturity level (TKG) of blood cockle. Length growth analysis . in August 2019 with size classes small, medium to large and there was an increase in October 2019 in average size to medium to large. The results of the weight growth analysis . in August 2019 showed a value of b= 1. 8903 and in October 2019 a value of b= 2. 1382 indicating negative allometry. Where the increase in length is faster than the increase in weight. The gonads have developed well because they have reached a condition index > The results of macroscopic analysis showed that blood cockle samples could be distinguished between male gamete cells and female gamete cells based on the color and shape of the gonads. Based on macroscopic and histological analysis, it shows that the level of gonad maturity is thought to have reached stage II . in the developing stage. By knowing the gonad maturity level of the blood cockle, it is hoped that it can be implemented in supporting the construction of a blood cockle hatchery unit in Riau Province. Keywords: blood cockle, condition index, gonad, histology, shell. ABSTRAK Provinsi Riau perlu mengembangkan teknologi pembenihan kerang darah (Anadara granos. sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap penangkapan dari alam dan ketergantungan benih untuk budidaya dari alam yang dapat mengancam kelestarian sumber daya biota tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan panjang, berat dan indeks kondisi kerang darah, dan mengetahui tingkat kematangan gonad (TKG) kerang darah. Analisis pertumbuhan panjang . bulan Agustus 2019 dengan klas ukuran ukuran kecil, sedang sampai dengan besar dan terjadi peningkatan pada bulan Oktober 2019 rata-rata ukuran sedang sampai besar. Hasil analisis pertumbuhan berat . pada bulan Agustus 2019 nilai b= 1,8903 dan Oktober 2019 nilai b= 2,1382 menunjukkan allometri negatif. Dimana pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat. Gonad telah berkembang dengan baik karena telah mencapai indeks kondisi > 20,00. Hasil analisis makroskopis menunjukkan bahwa sampel kerang darah telah dapat dibedakan sel gamet jantan dan sel gamet betina berdasarkan warna dan bentuk Berdasarkan analisis makroskopis dan histologi menunjukkan tingkat kematangan gonad diduga telah mencapai stadium II . dalam tahap berkembang. Dengan nengetahui tingkat kematangan gonad kerrang darah diharapkan dapat dimplementasikan dalam mendukung pembangunan unit pembenihan kerang darah di Provinsi Riau Kata Kunci : cangkang, gonad, histologi, indek kondisi, kerang darah. PENDAHULUAN Kerang darah (Anadara granos. adalah salah satu jenis biota laut yang hidup di perairan berlumpur yang banyak terdapat sepanjang wilayah pesisir Provinsi Riau. Kerang darah memiliki nilai ekonomis tinggi dan merupakan salah satu komoditas ekspor dari Provinsi Riau. IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 71-84 Produksi kerang di Provinsi Riau berasal dari usaha penangkapan dan Metode penangkapan kerang yang dilakukan oleh masyarakat dengan cara hand picking . enangkap dengan tanga. dan dredges . enggunakan alat Penggunaan kedua metode penangkapan tersebut dianggap tidak Kegiatan penangkapan tidak selektif berpotensi terhadap penurunan populasi kerang darah di Disamping itu kegiatan budidaya kerang darah juga telah berkembang cukup pesat khususnya di Kabupaten Rokan Hilir. Beberapa pengembangan budidaya kerang darah diantaranya terbatasnya penyediaan benih dan masih lemahnya penguasaan teknologi pembenihan. Menurut Riza, et , . , benih kegiatan budidaya kerang darah di Kabupaten Rokan Hilir masih diperoleh dari hasil penangkapan di alam. Penangkapan benih kerang darah dari alam yang semakin intensif kelestarian sumber daya biota tersebut. Untuk itu perlu dikembangkan teknologi pembenihan kerang darah sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap benih dari Sebagai langkah awal untuk penguasaan teknologi pembenihan, perlu diketahui tingkat kematangan Tingkat kematangan gonad merupakan tahap tertentu perkembangan gonad sebelum dan sesudah organisme memijah (Effendie 1. Perkembangan gonad kerang yang semakin matang merupakan indikasi saat pemijahan. Pada proses reproduksi, sebelum terjadi pemijahan sebagian besar hasil metabolisme tertuju untuk perkembangan gonad sehingga bobot gonad akan semakin meningkatnya perkembangan gonad. Penelitian ini bertujuan untuk. Mengetahui pertumbuhan panjang, berat dan indeks kondisi kerang darah, . Mengetahui tingkat kematangan gonad (TKG) kerang darah di Panipahan. Kabupaten Rokan Hilir. Provinsi Riau. TINJAUAN PUSTAKA Menurut Nurdin et al. , . pertumbuhan kerang dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, suhu, musim, dan faktor kimia perairan lainnya yang berbeda untuk masing-masing tempat. Reproduksi adalah kemampuan individu untuk menghasilkan keturunan sebagai upaya untuk melestarikan jenis atau kelompoknya. Pola reproduksi berbeda-beda untuk setiap biota, tergantung pada kondisi lingkungan. Menurut Broom . , kerang darah termasuk dalam tipe biota yang memijah beberapa kali sepanjang tahun. Kerang darah memiliki alat kelamin terpisah . Selanjutnya Broom . menjelaskan bahwa gonad kerang darah terletak diantara kelenjar pencernaan dan usus. Menurut Franklin pembedaan jenis kelamin antara kerang darah jantan dan betina cukup sulit dilakukan tanpa pembedahan. Menurut Afiati . , gonad kerang darah dapat dibedakan melalui warnanya. Kerang darah betina memiliki warna oranye kemerahan sedangkan gonad kerang darah jantan berwarna putih susu. Broom . menyatakan bahwa kerang darah mencapai kematangan seksual pada ukuran panjang antara 1820 mm atau pada saat umurnya 6 bulan. Gonad A. granosa tidak akan mulai berkembang sebelum mencapai ukuran 17,5 mm dan pemijahan pertama terjadi pada ukuran panjang 24-25 mm. IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 71-84 Tingkat perkembangan gonad sebelum dan sesudah organisme memijah (Effendie. Perkembangan gonad kerang yang semakin matang merupakan indikasi saat pemijahan. Menurut Wilbur . , faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan gonad antara lain suhu, makanan, periode cahaya, dan musim. Pada proses reproduksi, sebelum terjadi pemijahan sebagian besar hasil metabolisme tertuju untuk perkembangan gonad sehingga bobot gonad akan semakin meningkatnya perkembangan gonad. Menurut Guilbert . tingkat kematangan gonad secara makroskopis berada pada 4 stadia yaitu. stadium I (Indeternimat. , massa visceral lembek, gonad sulit diamati. stadium II (Developin. , berada pada dinding visceral gonad . stadium i (Matur. , isi gonad lebih besar menutupi dinding massa visceral, dan . stadium IV (About to Spaw. , terlihat lipatan secara eksternal pada massa visceral. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus s/d Desember 2019 di Panipahan. Kecamatan Pasir Limau Kapas. Kabupaten Rokan Hilir. Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan eksperimen. Analisis pertumbuhan panjang dan pertumbuhan berat kerang darah Selanjutnya pengukuran Indeks kondisi (CI) ditentukan sebagai rasio antara berat daging basah (BD)/Jumlah berat daging dan berat cangkang (BT) (Davenport dan Chen, 1. Pengamatan tingkat kematangan gonad secara kualitatif dilakukan dengan 2 . cara yakni. makroskopis dan mikroskopis. Analisis makroskopis adalah identifikasi tingkat kematangan gonad melalui pengamatan langsung atau secara visual warna dan bentuk gonad. Sedangkan analisis mikroskopis dilakukan dengan mentode histologi klasik dengan melihat jaringan histologi menggunakan mikroskop yang dilakukan di Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Semarang. Selanjutnya analisis proksimat yang dilakukan sebagai konfirmasi terhadap tingkat kematangan gonad. Hasil pengamatan dan analisis tersebut selanjutnya dilakukan interpretasi secara deskriptif berdasarkan referensi hasil penelitian terkait. HASIL DAN PEMBAHASAN Reproduksi adalah kemampuan individu untuk menghasilkan keturunan sebagai upaya untuk melestarikan jenis atau kelompoknya. Pola reproduksi berbeda-beda pada setiap biota, tergantung pada kondisi lingkungan. Menurut Broom . , kerang darah (A. termasuk dalam tipe biota yang memijah beberapa kali sepanjang Kerang darah merupakan kerang yang memiliki alat kelamin terpisah . Studi biologi reproduksi kerang darah (A. dari perairan Panipahan Kabupaten Rokan Hilir dilakukan melalui metode yaitu : . pemantauan pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat dan indeks kondisi, . pemantauan tingkat kematangan gonad melalui metode histologi. jantan dan betina dengan pengamatan makroskopis dan mikroskopis . etode histolog. serta pengamatan variasi IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 71-84 kandungan protein, karbohidrat dan lemak . Informasi komprehensif tentang perkembangan gonad juga penting untuk pengelolaan ekonomi spesies. Secara holistik, seluruh kesimpulan riset diatas manajemen perikanan untuk kebijakan keberlanjutan industri perikanan. Pertumbuhan Panjang. Pertumbuhan Berat dan Indeks Kondisi Kerang Darah. Analisis Pertumbuhan Panjang (Morphometri. Studi morphometric digunakan untuk mengetahui proses evolusi Gambar 1. pertumbuhan panjang kerang setelah mengalami proses adaptasi terhadap lingkungan dan habitatnya. Studi ini memainkan peranan penting dalam memprediksi seleksi model pada ciriciri morfologi yang secara khusus nampak selama perkembangan yang tidak stabil dalam populasi individu. Pengukuran dimensi cangkang yaitu panjang, lebar dan tebal serta berat daging kerang banyak digunakan peneliti untuk evaluasi pertumbuhan kerang dalam berbagai dimensi mengacu Mariani et al . dan Gimin et al . sebagaimana Gambar 1. Metode Pengukuran Kerang. H = panjang kerang. L = lebar kerang dan B = tebal kerang (Mariani, et. , . dan Gimin, et al, . Berdasarkan analisis morphometric yang dilakukan terhadap sampel kerang distribusi klas ukuran sebagai berikut : dari 254 sampel yang diambil bulan Agustus 2019, klas ukuran min17 mm Ae maks 42 mm sebanyak 35 individu, klas ukuran min 18 mm Ae 44 mm sebanyak 213 individu, dan klas ukuran min 21 mm Ae maks 34 mm sebanyak 5 individu. dari 332 sampel pada bulan Oktober 2019, klas min 20 mm Ae maks 28. 5 mm sebanyak 11 individu, klas min 19 mm Ae maks 32 mm sebanyak 136 individu, klas ukuran min 20 mm Ae maks 30 mm sebanyak 175 individu, dan klas min 20 mmAe28 mm sebanyak 10 individu. Hasil pengukuran morphometric cangkang kerang darah yang ditemukan bulan Agustus 2019 adalah ukuran 17 mm Ae 44 mm yang berarti klas ukuran menyebar dari ukuran kecil, sedang sampai dengan besar. Sedangkan sampel yang diambil pada bulan Oktober 2019 rata-rata ukuran sedang sampai besar. Hal tersebut mengikuti kategori ukuran yang dikemukakan oleh Surjono. , dan Suprijanto. yang membedakan ukuran kerang IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 71-84 darah menjadi tiga kelas panjang yang berbeda yaitu ukuran kecil . -2 c. , ukuran sedang . ,1-3 c. dan ukuran besar (> 3,1 c. Pengukuran pertumbuhan berat . kerang darah A. dilakukan pada bulan Agustus dan Oktober Hasil pertumbuhan panjang dan lebar sampel kerang darah sebagaimana Gambar 2 dan Gambar 3. Analisis Pertumbuhan Berat (Biometri. y = 1. 3043x - 0. RA = 0. Sumber : Data primer, 2019 Gambar 2. Tren pertumbuhan panjang dan berat kerang yang di sampling bulan Agustus 2019. y = 0. RA = 0. Sumber : Data primer, 2019 Gambar 3. Tren pertumbuhan panjang dan lebar kerang darah yang di sampling bulan Oktober Berdasarkan analisis regresi dan garis tren pertumbuhan cangkang tersebut, terlihat bahwa pertumbuhan panjang dan lebar kerang pada bulan Agustus nilai b = 1,3043 dan pada bulan Oktober nilai b = 0,5313 menunjukkan allometri negatif. Dimana pertumbuhan dibandingkan dengan pertumbuhan Selanjutnya tren pertumbuhan panjang dan berat kerang terhadap sampel kerang pada bulan Agustus dan Oktober 2019 sebagaimana terlihat pada Gambar 4 dan Gambar 5. IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 71-84 y = 1. 8903x - 1. RA = 0. Sumber : Data primer, 2019 Gambar 4. Tren pertumbuhan antara panjang dan berat kerang pada bulan Agustus 2019 y = 2. 1382x - 1. RA = 0. Sumber : Data primer, 2019 Gambar 5. Tren pertumbuhan antara panjang dan berat kerang pada bulan Oktober 2019. Berdasarkan hasil analisis regresi dan garis tren pertumbuhan berat daging tersebut pada grafik diatas, terlihat bahwa pertumbuhan panjang dan berat kerang pada bulan Agustus 2019 nilai b= 1,8903 dan Oktober 2019 nilai b = 2,1382 menunjukkan allometri Menurut Setiawan . , allometrik positif, jika b>2,5, dimana dibandingkan pertambahan panjang dan allometrik negatif, jika b<2,5 dimana pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan berat. Hal pertumbuhan panjang cangkang tidak selalu diikuti oleh pertumbuhan daging. Analisis Indeks Kondisi Indeks kondisi dapat diidentikkan perkembangan jaringan atau daging pada organisme. Secara umum, tingkat perkembangan berat daging organisme bivalviae adalah bagian gonad, dimana gonad berkembang sebagai bagian dari siklus reproduksi organisme tersebut. Menurut Davenport and Chen , ada 7 . metode yang dapat digunakan untuk menilai indeks kondisi salah satu diantaranya adalah yaitu berat daging/berat total kerang x Indeks kondisi (IK) ditentukan sebagai rasio antara berat daging basah/jumlah berat daging dan berat IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 71-84 erat Hasil pengukuran biometri kerang darah pada bulan Agustus 2019 dan Oktober 2019 sebagaimana pada Tabel 1 dan Tabel 2. Tabel 1. Kelas ukuran, biometri dan indeks kondisi pada bulan Agustus 2019. Jumlah Sampel . Ukuran Panjang . Berat Total . Berat Daging . Indeks Kondisi (IK) 14,00 19,00 20,00 30,00 31,00 38,00 Sumber : Data primer, 2019 Tabel 2. Kelas ukuran, biometri dan indeks kondisi pada bulan Oktober 2019. Jumlah Sampel . Ukuran Panjang . Berat Total . Berat Daging . Indeks Kondisi (IK) Sumber : Data primer, 2019 Hasil pengukuran bulan Agustus, menunjukkan Indeks Kondisi kerang darah di Panipahan adalah sebagai berikut : Indeks kondisi < 20 % sebanyak 36 ekor. Indeks kondisi antara 20% s. 30 % sebanyak 213 ekor, dan Indeks kondisi antara 31% s. sebanyak 5 ekor. Sementara berdasarkan pengukuran biometri dan indeks kondisi pada bulan Oktober 2019 menunjukkan hasil : Indeks kondisi < 10 %, sebanyak 11 Indeks kondisi antara 10 % s. %, sebanyak 136 ekor. Indeks kondisi antara 20 % s. 30 %, sebanyak 175 ekor, dan Indeks kondisi > 30 %, sebanyak 10 ekor. Menurut Davenport dan Chen . bahwa nilai indeks O dikategorikan kurus, sedangkan bila kerang dengan nilai indeks kondisi antara 2,0 Ae 4,0 . dikategorikan sedang dan bila nilai indeks kondisinya Ou 4,0 . %) kerang dalam kondisi gemuk. Menurut Broom . gonad tidak terlihat berkembang sampai panjang mencapai kelas ukuran 17,5 mm dan IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 71-84 pemijahan pertama mungkin terjadi pada panjang 24-25 mm. Dengan demikian kerang yang disampling pada bulan Agustus dan Oktober 2019 berdasarkan analisis indeks kondisi gonadnya telah berkembang, karena telah mencapai > 20 % sesuai standard Selanjutnya Broom . bahwa untuk memberikan kepastian, pemantauan perubahan dalam aktivitas reproduksi adalah dengan mengamati perubahan secara Pemantauan Tingkat Kematangan Gonad Kerang Darah Analisa Makroskopis Analisa makrospkopis dilakukan untuk identifikasi tingkat kematangan Pengamatan secara makroskopis adalah pengamatan secara visual. Gonad kerang darah jantan memiliki warna putih atau krem, sedangkan gonad betina terlihat berwarna oranye atau Menurut Broom . gonad A. granosa betina bervariasi dari warna merah atau orange, sedangkan gonad jantan berwarna abu2 sampai putih. Berdasarkan warna tersebut, dengan mudah dapat dibedakan jenis kelamin jantan dan betinanya. Guilbert . pada pengamatan secara makroskopis pada kerang Anadara tubercolosis juga dapat dilakukan untuk menentukan tingkat Metode pengamatan makroskopis gonad kerang darah sebagaimana dijelaskan pada Gambar 6. Gambar 6. Metode pengamatan makroskopis gonad (Guilbert, 2. Secara visual, gonad kerang darah jantan memiliki warna putih atau krem, sedangkan gonad betina terlihat berwarna oranye atau kemerahan. Pengamatan dilakukan untuk menyusun skala Pada jenis scallop, penampakan visual kerang scallop sangat mudah untuk identifikasi Pengambilan sampel bulanan dilakukan untuk observasi tingkat kematangan gonad. Penampilan ditentukan oleh pengamatan langsung dengan mempertimbangkan warna dan bentuk gonad (Mason, 1958. Dorange. Hasil observasi secara makrokopis terlihat sebagaimana pada Gambar 7. IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 71-84 Gambar 7. Tingkat kematangan gonad yang belum bisa dibedakan stadianya . Berdasarkan Gambar menunjukkan bahwa kerang diduga sebagai individu yang masih belum dapat diidentifikasi sebagai individu . Gambar 8. Kerang darah jantan Gambar 9. Kerang darah betina Gambar 8 menunjukkan terlihat penampakan kantong sel gamet berwarna putih, sehingga diduga sebagai individu kerang jantan. Sedangkan Gambar menunjukkan penampakan kantong sel gamet berwarna pink sehingga diduga merupakan individu kerang betina. Berdasarkan studi makroskopis, kerang dari perairan Panipahan Rokan Hilir diduga telah mencapai stadium II menurut kriteria Guilbert . Kantong gonad telah terisi dan menunjukkan warna sesuai standard IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 71-84 Hasil observasi ini dilanjutkan dengan pengamatan mikroskopis. Analisis Mikroskopis Analisis mikroskopis dilakukan dengan metode histologi klasik. Metode ini merupakan salah satu metode yang perkembangan sel gamet sehingga dapat digunakan untuk memastikan tingkat kematangan gonad atau aktifitas siklus reproduksi organisme. Teknik ini digunakan untuk verifikasi tingkat kesiapan gonad yang diindikasikan sebagai induk, sebagai uji kelanjutan pengamatan makroskopis. Analisis perkembangan tingkat kematangan gonad, berdasarkan kajian histologis oleh Suwanjarat et al . , bahwa tahap perkembangan sel gamet betina dan sel gamet jantan, dapat diklasifikasikan menjadi 5 tahapan yaitu : . Resting, . Developing, . Mature, . Spawning dan . Spent. Tahapan perkembangan gamet dijelaskan bahwa siklus gametogenik lima tahap A. granosa jantan dan betina dijelaskan lebih lanjut yaitu bahwa gametogenesis pada A. granosa jantan dan betina terjadi terus menerus sepanjang tahun. Berikut hasil pengamatan secara mikroskopis terhadap preparat kerang darah A. granosa dari Panipahan. Sumber : Data primer, 2019 Gambar 10. Hasil observasi tingkat kematangan gamet jantan kerang A. granosa dari Panipahan pada bulan Agustus 2019. Berdasarkan pada standard tingkat kematangan gonad menurut Suwanjarat et al . menunjukkan bahwa kerang darah dari hasil pengamatan dari sampel kerang di perairan Panipahan adalah stadium Audeveloping stageAy, seperti ditunjukkan pada foto dibawah ini. IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 71-84 Gambar 11. Histologi stadium tingkat kematangan gonad Audeveloping stageAy {Suwanjarat et al . Selanjutnya hasil analisis histologi, ditemukan fenomena hermaphroditism pada populasi kerang dari perairan Panipahan, sebagaimana Gambar 12. Gambar 12. Foto kiri adalah gamet dengan fenomena hermaphroditism kerang dari perairan Panipahan. adalah gamet jantan, dan . adalah gamet betina. Foto kanan adalah fenomena hermaphroditism di daerah pengamatan riset Suwanjarat et al . Sumber : Data primer, 2019 IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 71-84 Gambar 13. Foto mikroskopis hasil observasi . kelenjar pencernaan . gamet jantan . saluran Berdasarkan mikroskopis/histologi terhadap sampel kerang pada bulan Agustus 2019 diduga tingkat kematangan gonad kerang yang berasal dari perairan Panipahan baru mencapai stadium II. Studi siklus reproduksi secara mikroskopis di pantai Pattani oleh Suwanjarat et al . dapat dijadikan acuan selanjutnya untuk wilayah perairan Panipahan Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. daerah pengamatan Rusamilae, tahap pengembangan berlangsung dari JuliOktober pada jantan dan Oktober pada betina, dan menurun pada bulan-bulan Pemijahan kedua, diamati yaitu pada periode tiga puncak yaitu bulan September. Desember, dan Juli. Sedangkan di daerah Laem-Nok, periode pemijahan pada A. jantan dan betina hanya memiliki satu puncak sinkron pada bulan Juni. Ketika bulan Juli hingga Oktober. jantan dan betina dari lokasi ini telah mencapai tahap spent. Tahap matang pada jantan dari Laem-Nok puncak tertinggi perkembangannya pada bulan Agustus, periode yang sama dengan yang di Rusamilae. Tahap spent pada kerang jantan dari daerah Rusamilae sangat sedikit dan hanya ditemukan pada bulan April dan Juni dengan persentase rendah sedangkan pada jantan Laem-Nok muncul sepanjang tahun kecuali untuk Januari. Berdasarkan studi ketersediaan perkembangan gamet yang dapat menjadi pendukung kegiatan pemilihan induk, maka diperlukan dukungan data mungkin yaitu identifikasi kerang dari perairan Panipahan sampai dengan 2 periode pemijahan atau 12 bulan. Broom . melakukan risetnya selama 12 bulan sekaligus mengamati kondisi pencemaran lingkungannya serta Suwanjarat et al . melakukan studi siklus reproduksi dengan metode histologi selama 12 Sedangkan menurut Broom . , studi siklus reproduksinya dilakukan selama 18 bulan atau 3 siklus. Analisis Proksimat Analisis proksimat merupakan pengujian kimiawi untuk mengetahui kandungan nutrien suatu bahan. Analisis ini dapat digunakan sebagai kematangan gonad. Berdasarkan hasil analisis proksimat yang dilakukan terhadap sampel kerang darah dari Panipahan dapat disajikan sebagaimana Tabel 3. Table 3. Hasil analisis proksimat sampel kerang darah. Kadar Satuan Air Hasil Analisis Metode Analisis Agustus Oktober 72,41 SNI 01-2354. Abu Protein 2,83 1,78 2,07 3,49 SNI 2354. SNI 01-2354. Lemak 13,41 SNI 01-2354. Ket Sumber : Data primer, 2019 IPTEKIN Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi Vol. , 2024, 71-84 Hasil analisis proksimat daging kerang darah pada bulan Agustus dan Oktober 2019 terlihat protein dan lemak meningkat. Hal ini dapat diindikasikan terjadi penyimpanan Kandungan protein meningkat dari 1,78 % menjadi 3,49 %. Sedangkan kandungan lemak meningkat dari 13. % menjadi 18. 90 %. Menurut Litaay . , kenaikan berat gonad menjelang pemijahan disebabkan oleh bertambahnya ukuran oosit sejalan dengan penimbunan nutrien dalam proses pematangan Komposisi AukarkasAy terutama lemak disimpan sebagai sumber nutrisi yang akan dipakai untuk perkembangan Dijelaskan juga bahwa glikogen dan lemak yang tersimpan dalam kelenjar pencernaan, gonad dan daerah mantel selama periode musim dingin merupakan sumber utama energi Perkembangan berlangsung dan berada pada stadium II. Penimbunan energi dapat diduga sebagai persiapan perubahan kondisi ekologis pada bulan-bulan berikutnya untuk pematangan gamet dalam siklus reproduksi dimana pada bulan tersebut makanan di perairan diduga kurang KESIMPULAN Hasil pengukuran pertumbuhan panjang . sampel kerang darah bulan Agustus 2019 adalah ukuran 17 mm Ae 44 mm dengan klas ukuran ukuran kecil, sedang sampai dengan besar dan terjadi peningkatan pada bulan Oktober 2019 rata-rata Berdasarkan pertumbuhan berat . pada bulan Agustus 2019 nilai b= 1,8903 dan Oktober 2019 nilai b= 2,1382 menunjukkan allometri negatif. Dimana jika b<2,5 maka pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan Berdasarkan indeks kondisi kerang darah yang disampling pada bulan Agustus Oktober menunjukkan bahwa gonad telah berkembang dengan baik karena 85,8% dan 55,7% telah mencapai indeks kondisi > 20,00 sesuai standard Hasil makroskopis menunjukkan bahwa sampel kerang darah telah dapat dibedakan sel gamet jantan dan sel gamet betina berdasarkan warna dan bentuk gonad. Selanjutnya tingkat kematangan gonad diduga telah mencapai stadium II . , yaitu dalam tahap berkembang. Sedangkan hasil analisis mikroskopis atau secara populasi kerang darah dari perairan Panipahan. Sedangkan (TKG) mencapai stadium II . , tahap UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih disampaikan kepada Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Riau. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir. Kepala UPTD Perikanan Kecamatan Pasir Limau Kapas. Kepala Laboratorium Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA