(JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN DEODORANT STICK DARI EKSTRAK KULIT JERUK NIPIS (Citrus aurantifoli. FORMULATION AND STABILITY TESTING OF STICK DEODORANT PREPARATIONS FROM LIME PEEL EXTRACT (Citrus aurantifoli. Info Artikel Diterima:12 September 2025 Direvisi:6 Desember 2025 Disetujui:30 Desember 2025 Almira Rahma Aulia1. Indah Jenny Pratiwi2. Delsy Mutiara Diva3. Ratnaningsih Dewi Astuti 4 . Muhamad Taswin5 1,2,3,4,5 Poltekkes Kemenkes Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia (E-mail penulis korespodensi: ratna@poltekkespalembang. ABSTRAK Latar Belakang: Bau badan merupakan masalah yang seringkali dikeluhkan oleh hampir setiap orang terutama pada individu yang tinggal di daerah tropis. Masalah ini disebabkan oleh aktivitas bakteri komensal kulit yang menguraikan senyawa tidak berbau dari keringat menjadi komponen volatil penyebab bau tidak sedap. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen untuk membuat sediaan deodorant stik dari kulit jeruk nipis (Citrus aurantifoli. sebagai obat anti bau yang dapat menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi sediaan deodorant stick yang dibuat dari ekstrak kulir jeruk nipis (Citrus aurantifoli. dengan asam stearat dan NaOH sebagai harding agent. diuji stabilitas fisknya ditinjau dari organoleptis . erubahan warna, bentuk dan ba. , homogenitas, uji pH, titik leleh, uji daya lekat dan uji iritasi sediaan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental yaitu memformulasi deodorant stick dari ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifoli. dengan variasi asam stearat dan NaOH 10% sebagai harding agent dan uji kestabilan fisiknya. Variasi konsentrasi asam stearat formula I . %), formula II . ,5%), dan formula i . %), sedangkan untuk variasi konsentrasi NAOH 10% pada formula I . ,2%), formula II . ,5%), dan formula i . %). Deodorant stick yang telah dibuat aka diuji stabilitas fisknya ditijau dari organoleptis . erubahan warna, bentuk dan ba. , homogenitas, uji pH, titik leleh, uji daya lekat dan uji iritasi sediaan. Hasil: Deodorant stick ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifoli. memenuhi persyaratan kestabilan uji fisik yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, titik leleh, daya lekat, iritasi kulit dan uji pH selama 28 hari penyimpanan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian kestabilan fisik deodorant stick dari ekstrak kulit jeruk nipis variasi konsentrasi asam stearat dan NaOH sebagai harding agent yang telah diuji kestabilan fisiknya selama 28 hari penyimpanan pada suhu kamar dan 12 hari pada uji dipercepat . ycling tes. , ditinjau dari pH, daya lekat, homogenitas, daya oles, titik leleh, warna, bau dan iritasi kulit maka dapat ditarik kesimpulan Ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifoli. dapat diformulasikan menjadi sediaan deodorant stick yang stabil secara fisik dan memenuhi persyaratan. Kata Kunci: Kulit Jeruk Nipis, deodorant stick, anti bau badan. Staphylococcus epidermidis ABSTRACT Background: Body odor is a problem that is often complained of by almost everyone, especially individuals who live in tropical areas. This problem is caused by the activity of commensal skin bacteria that decompose odorless compounds from sweat into volatile components that cause unpleasant odors. This study is an experimental study to make a deodorant stick preparation from lime peel (Citrus aurantifoli. as an anti-odor drug that can inhibit Staphylococcus epidermidis This study aims to develop and evaluate a deodorant stick preparation made from lime peel (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. extract (Citrus aurantifoli. with stearic acid and NaOH as hardening agents. Its physical stability was tested by reviewing organoleptic . hanges in color, shape and odo. , homogeneity, pH test, melting point, adhesion test and irritation test of the preparation. Methods: This type of research is an experimental study, namely formulating a deodorant stick from lime peel extract (Citrus aurantifoli. with variations of stearic acid and 10% NaOH as a hardening agent and testing its physical stability. Variations in stearic acid concentrations in formula I . %), formula II . 5%), and formula i . %), while for variations in 10% NAOH concentration in formula I . 2%), formula II . 5%), and formula i . %). The deodorant stick that has been made will be tested for its physical stability reviewed from organoleptic . hanges in color, shape and odo. , homogeneity, pH test, melting point, adhesion test and irritation test of the preparation. Results: Lime peel (Citrus aurantifoli. extract deodorant stick meets the physical test stability requirements which include organoleptic tests, homogeneity, melting point, adhesion, skin irritation and pH tests for 28 days of storage. Conclusion: Based on the results of the study of the physical stability of deodorant sticks from lime peel extract with varying concentrations of stearic acid and NaOH as hardening agents which have been tested for physical stability for 28 days of storage at room temperature and 12 days in an accelerated test . ycling tes. , reviewed from pH, adhesive power, homogeneity, spreadability, melting point, color, odor and skin irritation, it can be concluded that lime peel extract (Citrus aurantifoli. can be formulated into a deodorant stick preparation that is physically stable and meets the requirements. Keywords: Lime Peel, deodorant stick, anti-body odor. Staphylococcus epidermidis PENDAHULUAN Bau badan merupakan masalah yang seringkali dikeluhkan oleh hampir setiap orang terutama pada individu yang tinggal di daerah tropis. Masalah ini disebabkan oleh aktivitas bakteri komensal kulit yang menguraikan senyawa tidak berbau dari keringat menjadi komponen volatil penyebab bau tidak sedap1 Salah satu upaya yang umum dilakukan untuk mengatasi bau badan adalah penggunaan sediaan deodorant. Deodorant pertumbuhan bakteri penyebab bau atau menutupi bau tidak sedap dengan aroma Berbeda dengan antiperspiran yang menekan produksi keringat, deodorant lebih berfokus pada pengendalian mikroorganisme dan bau yang dihasilkan, sehingga tetap memungkinkan proses fisiologis pengeluaran Pembuatan sediaan deodorant stick dipilih karena memiliki berbagai keunggulan dibandingkan bentuk sediaan lainnya seperti spray atau roll-on. Deodorant stick lebih praktis digunakan, tidak mudah tumpah, serta memberikan kontrol aplikasi yang lebih baik pada area kulit yang dituju. Selain itu, bentuk stick umumnya lebih stabil secara fisik dan kimia, serta memiliki daya simpan yang lebih lama karena kandungan airnya relatif rendah. Pembuatan sediaan deodorant stick dipilih karena memiliki berbagai keunggulan dibandingkan bentuk sediaan lainnya seperti spray atau roll-on. Deodorant stick lebih praktis digunakan, tidak mudah tumpah, serta memberikan kontrol aplikasi yang lebih baik pada area kulit yang dituju. Selain itu, bentuk stick umumnya lebih stabil secara fisik dan kimia, serta memiliki daya simpan yang lebih lama karena kandungan airnya relatif rendah. Dari sisi formulasi, deodorant stick memungkinkan penggunaan berbagai bahan aktif antibakteri, zat penyerap bau, serta emolien yang dapat menjaga kelembapan Basis padat pada deodorant stick juga membantu pelepasan bahan aktif secara bertahap saat diaplikasikan, sehingga efek pengendalian bau dapat bertahan lebih lama. Hal ini penting untuk memberikan kenyamanan dan kepercayaan diri bagi pengguna sepanjang hari. Dengan demikian, pembuatan sediaan deodorant stick tidak hanya bertujuan untuk mengatasi masalah bau badan, tetapi juga untuk menghasilkan produk yang efektif, aman, dan nyaman Melalui pemilihan bentuk sediaan (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. pengendalian bau, kestabilan produk, serta kemudahan penggunaan, sehingga kebutuhan masyarakat di daerah tropis terhadap produk perawatan tubuh dapat terpenuhi secara Senyawa aktif yang terkandung dalam kulit jeruk nipis dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri alami Ekstrak kulit jeruk nipis memiliki diameter zona hambat berturut-turut sebesar 8,06 mm, 9,06 mm, dan 10,93 mm terhadap bakteri S. Ekstrak kulit pertumbuhan beberapa bakteri isolat klinis, seperti S. Pseudomonas aeruginosa, epidermidis, dan Klebsiella pneumoniae yang menjadi bukti bahwa kulit jeruk nipis berpotensi sebagai antibakteri alami2. Deodorant stick adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mengurangi bau Kombinasi asam stearat dan NaOH 10% sebagai harding agent diketahui dapat menghasilkan stick yang baik dan stabil3. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian jeruk nipis (Citrus aurantifoli. dengan variasi asam stearat dan NaOH 10% sebagai harding agent dan uji kestabilan fisiknya. Variasi konsentrasi asam stearat formula I . %), formula II . ,5%), dan formula i . %), sedangkan untuk variasi konsentrasi NaOH 10% pada formula I . ,2%), formula II . ,5%), dan formula i . %). Alat yang digunakan beaker glass (Pyre. Erlenmeyer (Pyre. Glass Ukur (Pyre. , cawan porselen, kaki tiga, lampu spiritus, penjepit kayu, corong glass, botol besar berwarna coklat, seperangkat alat rotary evaporatory, pH meter Hanna, bangku lebur, objek glass, deck glass, termometer, sudip, timbangan analitik, mikroskop dan cetakan Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit jeruk nipis (Citrus aurantifoli. , asam stearat. NaOH 10%, gliserin, propilen glikol. PEG 400, etanol Formulasi yang digunakan untuk pembuatan sediaan deodorant bentuk batang . ini adalah diambil dari Eka . Basis ini akan dibuat menjadi tiga formula deodorant bentuk batang . dengan memvariasikan konsentrasi asam stearate dan NaOH sebagai bahan pembentuk massa. Konsentrasi asam stearat mulai dari 5%, 7,5% dan 10% dan konsentrasi NaOH mulai dari 7,2%, 8,5% dan 10%. Zat aktif berupa ekstrak kulit jeruk nipis dengan konsentrasi Konsentrasi tersebut didapat dari nilai KHM yang dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus berdasarkan hasil penelitian Jahari. Tabel 1. Formula Deodorant Stick yang Mengandung Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifoli. Nama Bahan Formula F1 F2 Fungsi Ekstrak Kulit Jeruk Nipis Zat aktif Asam Stearat NAOH 10% Gliserin Harding Agent Harding Agent Humectant Propilen Glikol 41,3 41,3 41,3 Humectant PEG 400 Etanol 96% Pelarut Ad 100 Ad Ad Ad 100 100 100 Pelarut Pembuatan deodorant stick dari ekstrak kulit jeruk nipis yaitu campur asam stearat, etanol 96% dan gliserin di dalam beaker glass . assa 1 dan panaskan hingga suhu 70AC. Tambahkan NaOH 10% . lalu aduk selama 15 menit. Campurkan Propilen glikol dan PEG 400 . lalu panaskan hingga suhu 70AC. Tambahkan ekstrak daun mangkokan sambil terus diaduk. Dinginkan hingga suhu 55AC sambil diaduk Tuangkan ke dalam cetakan deodoran pada suhu 50AC. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan dan pengukuran secara langsung terhadap hasil sediaan deodorant stick ditinjau dari pH, titik leleh, daya lekat, organoleptis, daya oles dan homogenitas dari hasil penyimpanan sediaan deodorant stick selama 28 hari pada penyimpanan suhu kamar dan 12 hari pada uji dipercepat . ycling tes. Data yang diperoleh diolah secara deskriptif analitik kemudian dibuat dalam bentuk tabel berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan. (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. HASIL Pembuatan Ekstrak Kulit Jeruk Nipis Penelitian ini menggunakan simplisia kering kulit jeruk nipis (Citrus Aurantifoli. sebanyak 1446 gram. Pembuatan ekstrak dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dan dipekatkan sehingga menjadi ekstrak kental menggunakan alat rotary evaporator sehingga menghasilkan ekstrak kental Kulit Jeruk Nipis 98,3 gram. Rendemen ekstrak ethanol kulit jeruk nipis yang diperoleh sebesar 14,7%. Hasil Pemeriksaan Sifat Fisik Deodorant Stick Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Pembuatan formula Deodorant Stick Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifoli. dengan memvariasikan konsentrasi ekstrak kulit jeruk nipis sebagai zat aktif yang kemudian dievaluasi setiap minggunya selama penyimpanan 28 hari meliputi uji pH. Uji Titik leleh. Uji DayaLekat. Uji Organoleptik. Uji Homogenitas. Uji Iritasi. Uji dipercepat (Cycling Tes. Tabel 2. Hasil evaluasi fisik sediaan Deodorant Stick Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifoli. Param Kont FII F i Stand 50oC 70oC Ou1 Titik (EE) Daya Lekat (Deti. Homoge Homo Warna Putih Bau Tidak Homo Homo Homo Kunin Wangi Kunin Wangi Kunin Wangi Tidak Terdap Gumpa Halus Merata Seraga Khas Bahan Khas Bahan Aktif Hasil Evaluasi Deodorant Stick Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifoli. Uji Dipercepat (Cycling Tes. Tabel 3. Hasil Evaluasi Deodorant Stick Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus Aurantifoli. Uji Dipercepat (Cycling Tes. Deodor Stick Hasil evaluasi Deodorant stick dari ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus Aurantifoli. selama 12 Hari Uji Dipercepat (Cycling Tes. Titi H Lel Hom Kontrol Hom Formul Formul a II Formul a i Daya Lekat Ket Warna Bau Iritasi Kulit Putih Tidak Tidak Hom Kuning Kecokl Khas Tidak Hom Kuning Kecokl Khas Tidak Hom Kuning Kecokl Khas Tidak . PEMBAHASAN Evaluasi Sediaan Deodorant Stick Ekstrak Kulit Jeruk Nipis (Citrus aurantifoli. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas dan mutu fisik deodorant stick berbahan dasar ekstrak kulit jeruk nipis yang diformulasikan dalam beberapa konsentrasi. Evaluasi penyimpanan suhu kamar serta melalui cycling test selama 12 hari untuk mengetahui ketahanan sediaan terhadap perubahan suhu Uji pH Uji pH dilakukan untuk mengetahui keasaman sediaan yang berpengaruh pada kenyamanan dan keamanan penggunaan di Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki pH stabil pada nilai 6 selama 28 hari penyimpanan dan setelah uji Nilai pH ini berada dalam rentang pH yang sesuai untuk sediaan topikal, yaitu 4,5 Ae 6,5. Rentang ini ditetapkan karena kulit manusia memiliki pH alami sekitar 5,5. sehingga sediaan yang terlalu asam atau basa dapat menyebabkan iritasi atau mengganggu flora normal kulit5 . Pada penelitian yang dilakukan6 yang memformulasikan deodorant (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. stick dengan tawas didapatkan hasil pH 6 Hal ini menunjukan bahwa pH sediaan sesuai dengan syarat batasan kulit yaitu 4,5-7. area dibawah 7 . , bukan kondisi yang optimum untuk pertumbuhan bakteri, karena bakteri lebih banyak pada kondisi basa. Uji Titik Leleh Titik leleh merupakan parameter penting dalam bentuk sediaan stick, karena menunjukkan suhu stabilitas bentuk padat. Seluruh formula memiliki titik leleh antara 50AC hingga 70AC yang merupakan rentang yang sesuai untuk sediaan stick. Titik leleh yang terlalu rendah akan membuat produk mudah meleleh, sementara titik leleh terlalu tinggi bisa menyulitkan pengolesan. Hasil stabil ini menunjukkan bahwa komposisi basis ketidakstabilan fisik selama penyimpanan maupun setelah cycling test7. Selama penyimpanan 28 hari ketiga formula deodorant stick mengalami penurunan suhu lebur tiap minggunya sehingga tiap minggu ketiga formula tersebut cenderung semakin lunak hal ini diduga karena suhu ruangan penyimpanan yang tidak dikendalikan sehingga terjadi fluktuasi suhu8 . Faktor lain yang menyebabkan penurunan suhu dikarenakan kondisi tutup sediaam yang tidak rapat, menyebabkan sediaan berpaparan langsung dengan udara. Meskipun ketiga formula mengalami penurunan suhu lebur akan tetapi, keempat formula deodorant stick tersebut masih memenuhi standar suhu lebur yaitu 5070AC7. Uji Daya Lekat Uji daya lekat dilakukan untuk mengukur kemampuan sediaan menempel pada kulit dalam waktu tertentu. Hasil menunjukkan seluruh formula memiliki daya lekat >1 detik, yang sesuai dengan standar sediaan topikal. Daya lekat yang baik meningkatkan efektivitas bahan aktif pada area kulit yang ditargetkan. Meningkatnya waktu menunjukkan pengaruh konsentrasi ekstrak terhadap viskositas dan konsistensi sediaan9. Uji Organoleptis Organoleptik berperan penting dalam penerimaan konsumen. Selama pengamatan 28 hari dan setelah cycling test, tidak ditemukan perubahan warna maupun bau pada semua Hal ini menandakan bahwa bahan aktif ekstrak kulit jeruk nipis dan komponen lainnya stabil secara kimia serta tidak mengalami degradasi atau oksidasi yang Uji Homogenitas Homogenitas menunjukkan distribusi merata bahan aktif dalam sediaan. Semua formula menunjukkan hasil yang homogen tanpa adanya gumpalan atau partikel kasar, baik pada awal maupun setelah penyimpanan. Hal ini penting untuk memastikan setiap aplikasi mengandung dosis zat aktif yang Uji Daya Oles Daya oles berfungsi untuk mengukur seberapa mudah sediaan diaplikasikan ke kulit. Semua formula dapat dioleskan dengan maksimal dalam O 5 kali usapan . mumnya cukup 1 kal. , menandakan konsistensi semi padat yang ideal dan kenyamanan saat Basis lilin dan pelembab yang digunakan memberikan tekstur lembut7 Uji Iritasi Kulit Pengujian iritasi kulit menunjukkan bahwa semua formula tidak menyebabkan iritasi selama pengamatan. Ini membuktikan bahwa formulasi termasuk ekstrak kulit jeruk nipis dalam batas aman untuk kulit, serta tidak mengandung bahan- bahan sensitisasi atau Uji Dipercepat (Cycling Tes. Cycling mensimulasikan fluktuasi suhu ekstrem yang mungkin terjadi selama penyimpanan dan distribusi produk. Semua parameter baik pH, titik leleh, warna, bau, homogenitas, hingga iritasi tidak menunjukkan perubahan berarti. Ini menunjukkan bahwa sediaan memiliki stabilitas fisik dan kimia yang sangat baik, serta layak untuk dikembangkan sebagai produk komersial12 KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kestabilan fisik deodorant stick dari ekstrak kulit jeruk nipis variasi konsentrasi asam stearat dan NaOH sebagai harding agent yang telah diuji kestabilan fisiknya selama 28 hari penyimpanan pada (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol. No. Desember 2025, e ISSN 2654-3427 DOI: https://doi. org/10. 36086/jpp. suhu kamar dan 12 hari pada uji dipercepat . ycling tes. , ditinjau dari pH, daya lekat, homogenitas, daya oles, titik leleh, warna, bau dan iritasi kulit maka dapat ditarik kesimpulan Ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus aurantifoli. dapat diformulasikan menjadi sediaan deodorant stick yang stabil secara fisik dan memenuhi persyaratan. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut dengan membuat sediaan farmasi lainnya menggunakan ekstrak kulit jeruk nipis (Citrus Aurantifoli. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Laboratorium Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palembang atas sarana dan prasarana serta dukungan teknis selama penelitian ini. Kami juga menyampaikan penghargaan kepada tim dosen pembimbing yang telah memberikan arahan dan masukan berharga. DAFTAR PUSTAKA