PENGARUH KONSUMSI KAFEIN TERHADAP KUALITAS TIDUR DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS REGRESI SEDERHANA Made Wira Putra Dananjaya. Program Studi Bisnis Digital. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Pendidikan Nasional. putradananjaya@undiknas. ABSTRACT Sleep quality is one of the important aspects in maintaining physical and mental health, while caffeine consumption is known to have potential effects on sleep patterns. This study aims to analyze the relationship between caffeine consumption and sleep quality using simple regression analysis. The Sleep and Health Metrics dataset containing 1,000 individual data was used in this study, with the independent variable being daily caffeine consumption . and the dependent variable being sleep quality score. The results of the analysis showed that caffeine consumption had a significant negative relationship with sleep quality, with a regression coefficient of -0. < 0. This means that every additional 1 mg of caffeine consumption can reduce sleep quality scores by 0. The R-squared value of 0. 521 indicates that caffeine consumption explains 52. 1% of the variance in sleep quality, while the rest is influenced by other factors. In conclusion, higher caffeine consumption can statistically significantly reduce an individual's sleep quality. These results provide important insights for the public to manage caffeine consumption to improve healthy sleep patterns. This study recommends further studies considering other factors such as stress levels, physical activity, and sleep duration to gain a more comprehensive understanding. Keywords: Simple Regression Analysis. Python. Caffeine. Sleep Quality ABSTRAK Kualitas tidur merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental, sementara konsumsi kafein diketahui memiliki efek potensial terhadap pola tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur menggunakan analisis regresi sederhana. Dataset Sleep and Health Metrics yang berisi 1. 000 data individu digunakan dalam studi ini, dengan variabel independen konsumsi kafein harian . dan variabel dependen skor kualitas tidur. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsumsi kafein memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap kualitas tidur, dengan koefisien regresi sebesar -0. < 0. Artinya, setiap tambahan 1 mg konsumsi kafein dapat menurunkan skor kualitas tidur 0229 poin. Nilai R-squared sebesar 0. 521 menunjukkan bahwa konsumsi kafein 1% variansi dalam kualitas tidur, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulannya, konsumsi kafein yang lebih tinggi secara statistik signifikan dapat mengurangi kualitas tidur individu. Hasil ini memberikan wawasan penting bagi masyarakat untuk mengelola konsumsi kafein guna meningkatkan pola tidur yang sehat. Penelitian ini merekomendasikan studi lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor lain seperti tingkat stres, aktivitas fisik, dan durasi tidur untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Kata Kunci: Analisis Regresi Sederhana. Python. Kafein. Kualitas Tidur PENDAHULUAN Kualitas tidur merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kesehatan fisik dan mental . Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk proses pemulihan tubuh, konsolidasi memori, serta pengaturan metabolisme dan imunitas . Namun, dalam kehidupan modern yang serba cepat, gangguan tidur telah menjadi masalah umum yang dialami oleh banyak individu di seluruh dunia. Berdasarkan data dari World 183 Jurnal Teknologi Informasi Dan Komputer. Volume 10. Nomor 03. Oktober 2024 Health Organization (WHO), gangguan tidur berkepanjangan dapat berkontribusi terhadap peningkatan risiko berbagai penyakit, seperti Beberapa mempengaruhi kualitas tidur termasuk stres, pola makan, aktivitas fisik, dan penggunaan zat stimulan seperti kafein . Kafein, yang ditemukan dalam berbagai minuman seperti kopi, teh, dan minuman energi, adalah salah satu stimulan yang paling umum dikonsumsi. Kafein bekerja dengan cara memblokir adenosine, yaitu senyawa kimia yang mempromosikan rasa kantuk, sehingga meningkatkan kewaspadaan dan energi. Oleh karena itu, konsumsi kafein yang berlebihan sering kali dikaitkan dengan gangguan tidur dan penurunan kualitas tidur . Beberapa penelitian sebelumnya telah menyoroti hubungan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur. Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi kafein, terutama yang dikonsumsi dalam waktu dekat sebelum tidur, dapat mengganggu fase tidur yang dalam dan mengurangi durasi tidur. Meskipun demikian, hasil penelitian mengenai dampak kafein terhadap kualitas tidur masih bervariasi, tergantung pada dosis, waktu konsumsi, serta karakteristik individu seperti toleransi terhadap kafein dan faktor gaya hidup lainnya . Dalam konteks ini, penting untuk memahami secara lebih mendalam pengaruh konsumsi kafein terhadap kualitas tidur secara kuantitatif. Salah satu cara untuk melakukan analisis ini adalah dengan menggunakan regresi statistik, yang memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi hubungan antara variabel independen . onsumsi kafei. dan variabel dependen . ualitas tidu. dalam konteks yang lebih jelas dan terukur. Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur?. Seberapa besar pengaruh konsumsi kafein terhadap kualitas tidur?. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsumsi kafein terhadap kualitas tidur dengan menggunakan analisis regresi Adapun tujuan spesifik dari penelitian ini adalah: Untuk menentukan apakah terdapat hubungan signifikan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur. Untuk hipertensi, diabetes, dan gangguan mental seperti depresi dan kecemasan . mengukur seberapa besar pengaruh konsumsi kafein terhadap kualitas tidur dalam konteks Untuk memberikan rekomendasi berbasis bukti bagi individu yang ingin meningkatkan kualitas tidurnya melalui pengelolaan konsumsi kafein. Penelitian memberikan kontribusi dalam pemahaman tentang bagaimana konsumsi kafein dapat Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memberikan informasi yang lebih jelas kepada masyarakat dan praktisi kesehatan mengenai pentingnya pengelolaan konsumsi kafein, terutama bagi mereka yang sering mengalami gangguan tidur. Selain itu, temuan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut yang melibatkan variabel lain yang mempengaruhi kualitas tidur, seperti stres, tingkat aktivitas fisik, atau faktor psikologis. Pengaruh kafein terhadap kualitas tidur telah lama menjadi topik penelitian. Teori yang mendasari hubungan ini adalah pengaruh kafein dalam menghambat neurotransmitter yang mempengaruhi rasa Namun, dampak nyata terhadap kualitas tidur tidak hanya bergantung pada konsumsi kafein itu sendiri, melainkan juga pada faktor-faktor lain, seperti waktu konsumsi dan sensitivitas individu terhadap Dalam penelitian ini, akan diuji pengaruh kafein terhadap kualitas tidur dengan memperhitungkan faktor-faktor Penelitian ini dibatasi pada analisis pengaruh konsumsi kafein terhadap kualitas tidur dengan menggunakan dataset Sleep and Health Metrics, yang hanya mencakup informasi konsumsi kafein harian dan kualitas tidur, serta data demografis terbatas. Faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas tidur, seperti tingkat stres, aktivitas fisik, atau gangguan tidur lainnya, tidak termasuk dalam analisis ini. Oleh karena itu, hasil yang diperoleh dari penelitian ini hanya mencakup hubungan antara dua variabel tersebut dan tidak dapat digeneralisasi secara luas tanpa mempertimbangkan faktor-faktor Dananjaya. Pengaruh Konsumsi KAfein Terhadap Kualitas Tidur Dengan Menggunakan. Penelitian ini memiliki signifikansi baik dari segi akademik maupun praktis. Secara akademik, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang pengaruh konsumsi kafein terhadap kualitas tidur dalam konteks yang lebih terukur dan terstruktur. Secara praktis, penelitian ini dapat memberikan wawasan bagi individu dalam mengelola konsumsi kafein mereka untuk mendukung kualitas tidur yang lebih baik, terutama di tengah masyarakat yang semakin bergantung pada kafein sebagai sumber energi. TINJAUAN PUSTAKA Konsumsi Kafein dan Pengaruhnya terhadap Tidur Konsumsi kafein, sebagai stimulan, dikenal dapat mempengaruhi kualitas tidur Kafein bekerja dengan cara menghambat adenosine, neurotransmitter yang berfungsi untuk menenangkan sistem saraf dan mendorong rasa kantuk. Penelitian mengungkapkan bahwa konsumsi kafein, terutama dalam jumlah besar dan dekat dengan waktu tidur, dapat mengurangi durasi tidur, meningkatkan waktu yang dibutuhkan untuk tidur, serta menurunkan kualitas tidur secara keseluruhan . Penggunaan Python dalam Analisis Regresi Sederhana Python adalah bahasa pemrograman yang sangat populer dalam analisis data karena kemudahan penggunaannya dan pustaka statistik yang kuat . Untuk analisis regresi sederhana. Python menyediakan berbagai pustaka seperti Pandas untuk manipulasi data. Matplotlib dan Seaborn untuk visualisasi, serta Statsmodels dan Scikit-learn untuk perhitungan regresi . Penggunaan regresi linier sederhana dengan Python memungkinkan peneliti untuk melakukan analisis yang cepat dan akurat, termasuk uji asumsi regresi seperti linieritas, normalitas residual, dan homoskedastisitas . Regresi linier sederhana digunakan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dependen . isalnya kualitas tidu. dengan satu variabel independen . isalnya konsumsi kafei. Dengan Python, kita dapat dengan mudah menghitung koefisien regresi, melakukan uji hipotesis, serta menghasilkan berbagai visualisasi seperti scatter plot dan garis regresi untuk memahami hubungan antar variabel . Pengukuran Kualitas Tidur Kualitas tidur dapat diukur dengan berbagai metode, termasuk menggunakan skor kualitas tidur, yang seringkali didasarkan pada evaluasi subjektif dari kualitas tidur seseorang, seperti waktu yang dibutuhkan untuk tertidur, durasi tidur, dan rasa segar saat bangun tidur. Dalam penelitian ini, skor kualitas tidur digunakan sebagai variabel dependen untuk mengevaluasi pengaruh konsumsi kafein terhadap kualitas tidur . METODOLOGI PENELITIAN Analisis Regresi Sederhana dalam Penelitian Kualitas Tidur Untuk menguji hubungan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur, analisis regresi linier sederhana digunakan sebagai alat statistik yang memungkinkan peneliti untuk mengukur pengaruh variabel independen . onsumsi kafei. terhadap variabel dependen . ualitas tidu. secara kuantitatif . Regresi linier sederhana memungkinkan identifikasi adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut dan seberapa besar pengaruhnya terhadap kualitas tidur . Dataset Penelitian ini menggunakan dataset Sleep and Health Metrics yang dimiliki oleh Laksika Tharmalingam dalam platform kaggle yang mencakup data yang diperoleh 000 individu yang mencatat berbagai metrik terkait kesehatan tidur mereka. Data ini meliputi beberapa variabel yang relevan, seperti konsumsi kafein, kualitas tidur, serta faktor-faktor kesehatan lainnya. Untuk penelitian ini, hanya dua variabel yang a Konsumsi Kafein (Caffeine_ Intake_m. : Variabel ini mengukur jumlah konsumsi kafein dalam miligram . yang dilaporkan oleh masing-masing individu per Kafein ditemukan dalam berbagai jenis 185 Jurnal Teknologi Informasi Dan Komputer. Volume 10. Nomor 03. Oktober 2024 minuman, seperti kopi, teh, dan minuman a Skor Kualitas Tidur (Sleep_ Quality_Scor. : Variabel ini mengukur kualitas tidur individu dalam skala tertentu . isalnya, menggambarkan persepsi individu tentang seberapa baik mereka tidur pada malam hari. Skor ini menggabungkan durasi tidur, kualitas tidur, dan gangguan tidur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang telah dicatat selama periode tertentu. Data tersebut tidak hanya mencakup informasi tentang konsumsi kafein dan kualitas tidur, tetapi juga atribut lain seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik yang dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut jika diperlukan. Metode Analisis Untuk mengidentifikasi hubungan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur, penelitian ini menggunakan analisis regresi linier Metode regresi linier sederhana digunakan untuk menguji apakah konsumsi kafein yang lebih tinggi . ebagai variabel independe. berhubungan dengan kualitas tidur yang lebih rendah . ebagai variabel Regresi linier sederhana dilakukan dengan langkah-langkah berikut: Penyusunan Model Regresi: Model regresi linier sederhana dikonstruksi dengan mengasumsikan hubungan linear antara variabel dependen dan independen. Model ini dirumuskan sebagai berikut: Sleep_Quality_Score yu0 yu1 (Caffeine_Intake_m. Di mana: a yu0 adalah intersep . ilai konstant. , a yu1 adalah koefisien regresi yang menunjukkan pengaruh konsumsi kafein terhadap kualitas tidur, a A adalah error term . esalahan prediksi mode. Uji Hipotesis: Untuk menguji apakah konsumsi kafein memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas tidur, uji hipotesis dilakukan dengan menguji nilai Pvalue untuk koefisien yu1 . Hipotesis nol ( ya0 ) dan alternatif . aya ) yang diuji adalah: a ya0 : Tidak ada hubungan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur . u1 = . a yaya : Ada signifikan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur . u1 O . Evaluasi Model: Untuk mengevaluasi seberapa baik model regresi ini memprediksi kualitas tidur, dua metrik statistik utama yang digunakan adalah: a R-squared: Mengukur seberapa besar variasi dalam kualitas tidur yang dapat dijelaskan oleh variabel konsumsi kafein. Nilai R-squared yang lebih tinggi menjelaskan sebagian besar variansi kualitas a Adjusted R-squared: Menyediakan ukuran yang lebih akurat mengenai kekuatan model, terutama jika lebih dari satu variabel independen dimasukkan dalam model. Prosedur Pengolahan Data Pembersihan Data (Data Cleanin. Data yang digunakan dalam analisis ini harus bersih dan bebas dari nilai yang hilang . issing value. atau anomali yang dapat mempengaruhi hasil. Oleh karena itu, setiap baris yang memiliki nilai yang hilang pada variabel kunci . onsumsi kafein atau kualitas tidu. akan dihapus. Transformasi Variabel: Sebelum menjalankan analisis regresi, beberapa transformasi mungkin diperlukan pada memastikan bahwa konsumsi kafein dan kualitas tidur berada dalam unit yang konsisten . isalnya, normalisasi atau pengubahan data ke skala yang lebih tepat, jika diperluka. Visualisasi Data: Sebelum melakukan analisis regresi, data akan divisualisasikan menggunakan scatter plot untuk menggambarkan hubungan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur. Ini akan memberikan gambaran awal tentang apakah hubungan tersebut tampak linear atau tidak. Perangkat yang Digunakan Untuk melakukan analisis regresi sederhana, perangkat lunak yang digunakan adalah Python, dengan library sebagai berikut: Pandas: Untuk pengolahan data . anipulasi datafram. NumPy: Untuk perhitungan matematis. Statsmodels: Untuk melakukan analisis regresi linier dan menghasilkan hasil yang dapat dievaluasi. Dananjaya. Pengaruh Konsumsi KAfein Terhadap Kualitas Tidur Dengan Menggunakan. seperti koefisien. P-value. R-squared, dan nilai statistik lainnya. Matplotlib / Seaborn: Untuk visualisasi data dan plot regresi. Prosedur Statistik Prosedur menggunakan library statsmodels dalam Python dengan langkah-langkah berikut: Menyiapkan variabel independen dan Menyusun model regresi linier dan Menginterpretasikan hasil output regresi untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai pengaruh konsumsi kafein terhadap kualitas tidur. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Sebelum melakukan analisis regresi, kami melakukan pemeriksaan awal terhadap dataset untuk memastikan bahwa data yang digunakan memenuhi syarat untuk analisis lebih lanjut. Dataset Sleep and Health Metrics terdiri dari 1. 000 pengamatan individu, yang mencatat dua variabel utama: a Konsumsi Kafein (Caffeine_Intake_m. : Pengukuran jumlah kafein yang dikonsumsi per hari dalam miligram . a Skor Kualitas Tidur (Sleep_Quality_Scor. : Skor yang diberikan oleh individu yang mencerminkan kualitas tidur mereka, dengan rentang skor yang lebih tinggi menunjukkan kualitas tidur yang lebih Sebelum melanjutkan ke analisis regresi, dilakukan pembersihan data, yang meliputi penghapusan baris yang memiliki data yang hilang pada variabel-variabel kunci. Setelah pembersihan data, dataset yang digunakan untuk analisis regresi terdiri dari 1. pengamatan yang lengkap. Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana Setelah mempersiapkan data, dilakukan analisis regresi linier sederhana untuk menguji hubungan antara konsumsi kafein . ebagai variabel independe. dan kualitas tidur . ebagai variabel depende. Berikut adalah hasil dari model regresi yang Gambar 1. Hasil Analisis Regresi Linier Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa konsumsi kafein memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap skor kualitas tidur. Berdasarkan persamaan regresi Sleep Quality Score = 9846 Oe 0. 0229 y Caffeine Intake . , konsumsi kafein sebesar 1 mg akan menurunkan skor kualitas tidur rata-rata 0229 poin. Intersep sebesar 5. mengindikasikan bahwa jika konsumsi kafein bernilai nol, skor kualitas tidur rata-rata adalah sekitar 5. 98 poin. Model ini memiliki nilai ycI2 sebesar 0. 521, yang berarti 52. variabilitas dalam skor kualitas tidur dapat dijelaskan oleh konsumsi kafein, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model. F-statistik sebesar 1087 dengan p-value < 0. keseluruhan signifikan secara statistik. Selain itu, koefisien konsumsi kafein memiliki tstatistik sebesar -32. 963 dengan p-value < 000, yang menegaskan bahwa hubungan antara konsumsi kafein dan skor kualitas tidur signifikan. Interpretasi Koefisien Regresi Berdasarkan hasil analisis regresi, model yang diperoleh dapat dijelaskan sebagai a Intercept (Konstant. Nilai intercept adalah 5. 9846, yang berarti bahwa ketika konsumsi kafein adalah 0 mg . idak ada konsumsi kafei. , skor kualitas tidur diprediksi sekitar 5. a Koefisien Caffeine_Intake_mg: Koefisien untuk variabel konsumsi kafein Hal ini menunjukkan bahwa untuk setiap peningkatan 1 mg dalam konsumsi kafein, skor kualitas tidur diprediksi akan menurun sebesar 0. 187 Jurnal Teknologi Informasi Dan Komputer. Volume 10. Nomor 03. Oktober 2024 Dengan kata lain, semakin banyak kafein yang dikonsumsi oleh individu, semakin rendah kualitas tidur yang Uji Signifikansi a P-Value Koefisien Caffeine_Intake_mg: P-value koefisien konsumsi kafein adalah sangat kecil, yaitu 0. 000, yang jauh lebih kecil dari Ini mengindikasikan bahwa hubungan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur adalah signifikan secara statistik. a F-statistic dan P-Value: F-statistic model adalah 1087, dengan p-value yang . Hal keseluruhan signifikan dan bahwa model regresi ini lebih baik dalam memprediksi kualitas tidur dibandingkan dengan model yang hanya menggunakan rata-rata. Koefisien Determinasi (R-square. Nilai R-squared menunjukkan bahwa model ini dapat menjelaskan sekitar 52. 1% dari variansi dalam kualitas tidur yang dipengaruhi oleh konsumsi kafein. Meskipun ini merupakan nilai yang cukup tinggi untuk model regresi sederhana, ada 47. 9% variansi yang masih dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model ini. Visualisasi Data dan Model Regresi Untuk menggambarkan hasil analisis secara visual, sebuah scatter plot antara konsumsi kafein dan kualitas tidur ditampilkan, dengan garis regresi yang menunjukkan hubungan linear antara Berikut adalah hasil visualisasi yang menunjukkan korelasi negatif antara konsumsi kafein dan skor kualitas tidur. Gambar 2 Visualisasi Data SIMPULAN Penelitian menganalisis pengaruh konsumsi kafein terhadap kualitas tidur menggunakan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari dataset Sleep and Health Metrics, berikut adalah beberapa poin penting yang dapat disimpulkan. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa konsumsi kafein memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap kualitas Koefisien regresi untuk variabel konsumsi kafein adalah -0. 0229, yang berarti bahwa setiap penambahan 1 mg konsumsi kafein dapat menyebabkan penurunan 0229 poin dalam skor kualitas tidur. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin banyak kafein yang dikonsumsi, semakin rendah kualitas tidur yang dilaporkan oleh P-value untuk koefisien konsumsi kafein sangat kecil . , yang mengindikasikan bahwa hubungan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur adalah signifikan secara statistik. Dengan demikian, kita dapat menolak hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara kedua variabel tersebut. Selain itu. Fstatistic model yang sangat besar . dengan p-value yang sangat kecil menunjukkan bahwa model ini secara keseluruhan signifikan dalam memprediksi kualitas tidur berdasarkan konsumsi kafein. Nilai R-squared menunjukkan bahwa sekitar 52. 1% variasi dalam kualitas tidur dapat dijelaskan oleh konsumsi kafein. Meskipun ini menunjukkan hubungan yang moderat antara kedua variabel, masih ada 47. 9% variasi yang dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model. Ini menunjukkan bahwa kualitas tidur dipengaruhi oleh banyak Dananjaya. Pengaruh Konsumsi KAfein Terhadap Kualitas Tidur Dengan Menggunakan. faktor selain konsumsi kafein, seperti stres, kebiasaan tidur, atau faktor lingkungan Asumsi-asumsi dasar dalam regresi linier sederhana, seperti normalitas residual, homoskedastisitas, dan tidak adanya autokorelasi, telah diuji dan dipenuhi. Ini menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan valid dan dapat diandalkan untuk menarik kesimpulan dari data yang ada. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting untuk kesehatan masyarakat, khususnya dalam mengelola kebiasaan tidur. Mengingat bahwa konsumsi kafein memiliki pengaruh negatif terhadap kualitas tidur, individu yang ingin meningkatkan kualitas tidurnya sebaiknya mengurangi konsumsi kafein, terutama menjelang waktu tidur. Hal ini juga dapat dijadikan bahan pertimbangan mempromosikan kebiasaan tidur sehat. Secara mengonfirmasi bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara konsumsi kafein dan kualitas tidur. Temuan ini dapat memberikan wawasan yang berguna bagi individu yang ingin memperbaiki kebiasaan tidur mereka dan bagi profesional kesehatan yang berfokus pada manajemen tidur dan kesehatan Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai faktor-faktor khususnya dalam konteks konsumsi kafein, dan dapat menjadi dasar untuk intervensi yang lebih spesifik di bidang kesehatan tidur. DAFTAR PUSTAKA