Jurnal Penelitian Politeknik Penerbangan Surabaya Edisi XLIX. Vol 10. No 3. Bulan September. Tahun 2025 p-ISSN : 2615 Ae 8671 e-ISSN : 2615 Ae 868X POTENSI RISIKO FOREIGN OBJECT DEBRIS (FOD) DI RAMP PADA BANDAR UDARA ADI SOEMARMO Saskiah M. Salsabila Br. Ginting. Safitri Era Globalisasi. Agung Wahyu Wicaksono Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Jl. Raya Pantai Blimbingsari. Rogojampi. Banyuwangi. Jawa Timur 68462 E-mail correspondence : saskiahmsalsabila@gmail. Abstrak Risiko merupakan konsekuensi dari suatu bahaya yang dapat dinilai dari tingkat kerugian dan probabilitas terjadinya risiko. Keberadaan FOD dapat menimbulkan potensi risiko terhadap operasional penerbangan, termasuk pada Apron Bandar Udara Adi Soemarmo yang masih sering ditemukan FOD. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko, menilai risiko, serta mengetahui langkah mitigasi yang telah diterapkan terhadap keberadaan FOD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi selama 12 hari, studi pustaka merujuk pada Doc. 9859 dan KM 69 Tahun 2023, serta wawancara dengan narasumber Airport Quality & Safety Management Inspector. Supervisor AMC, juga Data Entry Officer and Aviobridge Operator. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi risiko melalui data temuan FOD, menilai probability dan severity dari risiko yang sudah teridentifikasi, kemudian diverifikasi melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan temuan FOD selama observasi adalah satwa liar, botol, dan plastik. Penilaian risiko menunjukkan sebagian besar risiko berada pada kategori tolerable dan rendah, namun tetap diberikan langkah mitigasi hingga mencapai kategori acceptable. Mitigasi yang telah dilakukan belum efektif karena masih ditemukannya FOD di area apron juga terdapat kendala jumlah SDM AMC yang belum memadai dan kurangnya kesadaran personel yang bekerja di airside akan risiko dari FOD. Karena kendala tersebut diberikan langkah mitigasi baru untuk membantu mengurangi dan mencegah keberadaan FOD di area Apron Bandar Udara Adi Soemarmo. Kata Kunci : FOD. Keselamatan. Risiko Abstract Risk is the consequence of a hazard that can be assessed based on the level of loss and the probability of the risk The presence of FOD can pose potential risks to aviation operations, including at Adi Soemarmo Airport Apron, where FOD is still frequently found. This study aims to identify risks, assess risks, and determine the mitigation measures that have been implemented to address the presence of FOD. This study employs a qualitative method with data collection techniques through observation over 12 days, literature review referencing Doc. 9859 and KM 69 of 2023, and interviews with key informants including the Airport Quality & Safety Management Inspector. AMC Supervisor. Data Entry Officer, and Aviobridge Operator. Data analysis was conducted by identifying risks through FOD findings, assessing the probability and severity of identified risks, and then verifying them through interviews. The study results showed that FOD findings during observation included wildlife, bottles, and plastic. Risk assessment indicates that most risks fall into the tolerable and low categories, however mitigation measures are still implemented to achieve the acceptable category. The mitigation measures implemented have not been effective, as FOD is still found in the apron area, and there are challenges related to the insufficient number of AMC personnel and the lack of awareness among airside personnel regarding the risks posed by FOD. Due to these challenges, new mitigation measures have been implemented to help reduce and prevent the presence of FOD in the apron area of Adi Soemarmo Airport. Keywords: FOD. Safety. Risk PENDAHULUAN ISO Guide 73 memberikan definisi risiko sebagai pengaruh ketidakpastian terhadap tujuan yang dapat bersifat positif atau negatif. Risiko juga didefinisikan sebagai perubahan keadaan atau konsekuensi yang menyimpang dari harapan (AIRMIC, 2. Berbagai definisi diberikan untuk kata risiko, namun risiko erat kaitannya dengan kemungkinan yang berakibat buruk dan merugikan (Darmawi. Dalam industri penerbangan, risiko didefinisikan sebagai probabilitas dan tingkat keparahan akibat kecelakaan atau kerugian oleh paparan dari bahaya yang mencakup cedera pada manusia serta hilangnya sumber daya (Federal Aviation Administration [FAA], 2. Risiko keselamatan didefinisikan sebagai kemungkinan dan intensitas yang diprediksi dari akibat atau hasil dari suatu bahaya (ICAO, 2. Manajemen risiko adalah suatu proses yang meliputi identifikasi, pengukuran risiko, serta penyusunan strategi untuk mengelolanya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada (Nice & Imbar, 2. Manajemen risiko harus dimulai dari tingkat manajemen lini (Wicaksono, 2. Tujuan manajemen risiko bukan sekadar untuk mengendalikan atau mengurangi risiko yang ada (Wibowo, 2. Namun untuk mengelola risiko dan mendapatkan hasil yang baik (Nice & Imbar, 2. Karena meningkatnya jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi udara, setiap penyedia jasa layanan transportasi udara perlu menerapkan sistem manajemen risiko untuk meningkatkan keselamatan dan menurunkan risiko penerbangan (Maulana & Irvan, 2. Mendeteksi risiko membantu mencegah bahaya operasional di bandara (Feng & Chung, 2. Keselamatan dan keamanan Potensi Risiko Foreign Object Debris (Fo. di Ramp tetap menjadi isu utama dalam industri penerbangan, kecelakaan yang terjadi memberikan citra negatif terhadap dunia penerbangan di Indonesia. Tingginya risiko kematian akibat kecelakaan pesawat menjadikan keselamatan penerbangan sebagai aspek yang harus selalu diperhatikan (Permana & Hilal, 2. Keselamatan penerbangan bersifat dinamis, bahaya dan risiko terus bermunculan dan harus dikurangi. Selama risiko keselamatan tetap berada di bawah tingkat kendali yang tepat, sistem yang terbuka dan dinamis seperti penerbangan tetap dapat dijaga keamanannya (ICAO, 2. Foreign Object Debris (FOD) yaitu benda atau objek hidup maupun tidak yang terletak di lokasi yang tidak tepat di lingkungan bandar udara dan berpotensi untuk melukai personel bandar udara atau maskapai penerbangan dan merusak pesawat terbang (FAA, 2. merupakan bahaya yang signifikan terhadap operasional penerbangan. FOD merupakan penyebab paling potensial di darat yang berkontribusi terhadap kegagalan penerbangan. Pada tahun 1998 hingga 2008, terdapat 116 kejadian FOD yang dilaporkan ke Aircraft Transport Safety Board (ATSB) (Hussin et , 2. FOD dapat menimbulkan gangguan operasional hingga menyebabkan kecelakaan fatal seperti pesawat Air France Concorde yang jatuh karena melindas serpihan logam sepanjang 43 cm (Chauhan et al. , 2. Bandar Udara Adi Soemarmo yang terletak di Kabupaten Boyolali. Jawa Tengah memiliki lokasi apron yang berada di tengah pemukiman masyarakat sehingga banyak satwa liar yang masuk ke area Apron. Kondisi apron yang kurang terjaga kebersihannya diikuti banyaknya sampah yang berserakan juga menjadi salah satu faktor masuknya FOD ke area apron. Potensi Risiko Foreign Object Debris (Fo. di Ramp Gambar 1. sampah berserakan di area apron Berbagai penelitian terdahulu telah mengkaji risiko di apron, namun sebagian besar hanya fokus pada tahap identifikasi dan penilaian risiko tanpa membahas secara mendalam mengenai langkah mitigasi. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan pada tiga aspek utama yaitu Mengidentifikasi risiko akibat keberadaan FOD Menilai tingkat risiko berdasarkan ICAO Doc. 9859 dan KM 69 Tahun 2023 Mengetahui mitigasi yang telah dilakukan, sekaligus memberikan rekomendasi mitigasi untuk meningkatkan keselamatan operasional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko akibat adanya FOD, mengetahui nilai dari risiko yang ada, serta mengetahui langkah mitigasi yang telah diberikan oleh personel penerbangan yang bekerja. Penelitian ini akan menemukan langkah mitigasi yang efektif untuk menurunkan risiko yang ada. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, studi pustaka, dan wawancara. Narasumber yang dipilih pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. Narasumber dalam penelitian ini adalah Airport Quality & Safety Management Inspector. Supervisor Apron Movement Control (AMC) Bandar Udara Adi Soemarmo, dan Data Entry Officer and Aviobridge Operator. Potensi Risiko Foreign Object Debris (Fo. di Ramp Pengumpulan participation yaitu ikut dalam kegiatan sehari-hari yang dilakukan oleh Apron Movement Control (AMC) selama 12 hari dimulai dari tanggal 4 Februari 2025-21 Februari 2025 di Apron Bandar Udara Adi Soemarmo. Data observasi akan dimasukkan ke dalam tabel penilaian risiko berdasarkan ICAO Doc. 9859 dan KM 69 Tahun 2023 untuk mengetahui nilai risiko dari temuan FOD. Penilaian risiko berdasarkan ICAO Doc. Table 1. Safety Risk Probability Probabilitas Frequent Occasional Remote Improbable Extremeley Improbable Arti Mungkin terjadi berkali-kali . elah berulang kali Mungkin terjadi beberapa kali . elah beberapa kali Kemungkinan kecil, tetapi bisa terjadi . elah terjadi tapi jaran. Sangat kecil kemungkinan terjadi . elum pernah diketahui terjad. Hampir tidak mungkin terjadi Nilai Table 2. Safety Risk Severity Keparahan Catastrophic Hazardous Major Arti Pesawat / peralatan hancur Banyak kematian Penurunan besar dari batas keselamatan, tekanan fisik atau beban kerja sedemikian rupa sehingga personel operasional tidak dapat diandalkan untuk melakukan tugas dengan akurat atau sempurna Cedera serius Kerusakan besar pada peralatan Penurunan signifikan dari batas keselamatan, berkurangnya kemampuan personel operasional untuk mengatasi kondisi operasi yang sulit sebagai akibat dari peningkatan beban kerja, atau sebagai akibat dari kondisi yang mempengaruhi efisiensi operator tersebut Insiden serius Cedera pada manusia Nilai Potensi Risiko Foreign Object Debris (Fo. di Ramp Minor Negligible Gangguan Keterbatasan operasi Penggunaan prosedur darurat Insiden kecil Konsekuensi kecil Table 3. Safety Risk Matrix Keparahan Risiko Probabilitas Risiko Catastrophic Hazardous Major Minor Negligible Frequent Occasional Remote Improbable Extremely Improbable 1 Table 4. Safety Risk Tolerable Indeks Penilaian Risiko Deskripsi Risiko Keselamatan Usulan Kriteria 5A, 5B, 5C, 4A, 4B, 3A INTOLERABLE Tidak dapat diterima pada kondisi yang ada 5D, 5E, 4C, 4D, 4E, 3B, 3C, 3D, 2A, 2B, 2C, 1A TOLERABLE Pengendalian risiko/mitigasi memerlukan keputusan manajemen, dapat diterima 3E, 2D, 2E, 1B, 1C, 1D, 1E ACCEPTABLE Dapat diterima Potensi Risiko Foreign Object Debris (Fo. di Ramp Penilaian Risiko Berdasarkan KM 69 Tahun 2023 : Table 5. Kriteria Kemungkinan Risiko Kriteria Kemungkinan Level Kemungkinan Presentase dalam 1 Tahun Jumlah frekuensi dalam 1 Tahun Kejadian Toleransi Rendah Hampir Tidak Terjadi . 0% < x O 5% Kurang dari 2 kali 1 kejadian dalam 5 tahun terakhir Jarang Terjadi . 5% < x O 10% 3 s. d 5 kali setahun Kadang Terjadi . 10% < x O 20% 6 s. d 9 kali setahun Sering Terjadi . 20% < x O 50% Hampir Pasti Terjadi . 50% < x O 100% 10 s. d 12 kali Lebih dari 12 kali 1 kejadian dalam 4 tahun terakhir 1 kejadian dalam 3 tahun terakhir 1 kejadian dalam 2 tahun terakhir 1 kejadian dalam 1 tahun terakhir Table 6. Level Dampak Area Dampak Level Dampak Tidak Signifikan . Minor . Moderat . Beban Keuangan Negara O 0,01% dari total anggaran non belanja pegawai pada unit pemilik > 0,01% - 0,1% dari total anggaran non pegawai pada unit pemilik > 0,1% - 1% dari total anggaran non belanja pegawai pada unit pemilik Penurunan Reputasi Survey Survey Survey Kepuasan Kepuasan Kepuasan Survey Kepuasan Masyarakat Masyarakat Survey Kepuasan Masyarakat Masyarakat (SKM) dengan (SKM) dengan Masyarakat (SKM) (SKM) dengan (SKM) :lengan Indeks Indeks dengan Indeks minimal Indeks Indeks Kepuasan Kepuasan Kepuasan Kepuasan Masyarakat (IKM) Masyarakat Masyarakat Masyarakat (IKM) Masyarakat dalah 65 Ae 76,60 (IKM) adalah (IKM) kurang kurang dari 25 x (IKM) adalah . < x < 76,. 76,61- 88,30 dari 25- 64,99 . 88,31 ( > 88,. ,61 < x < 64,. Dampak Hukum Putusan Perdata: Putusan Pihak terpidana Pihak terpidana Pihak terpidana < 100 juta Perdata: 100 adalah Pejabat adalah Pejabat Administratif: juta < x O 1M Eselon l. IV, atau Eselon I. II a tau Menteri/Wakil Administratif : pejabat yang pejabat yang Menteri, dan atau setara, pejabat setara, dan atau Putusan Perdata: x > Pejabat Eselon fungsional, dan Putusan lOOM II,IV, dan/ atau Pejabat Eselon pejabat fungsional Perdata: 1OM Signifikan . Sangat Signifikan . > 1% - 5% dari total anggaran > 5% dari total non belanja anggaran non belanja pegawai pada pegawai pada unit unit pemilik pemilik risiko Potensi Risiko Foreign Object Debris (Fo. di Ramp pejabat yang II, atau pejabat umum, dan atau Capaian 97% > Capaian IKU Ou 97% IKU Ou 92% 92% > Capaian IKU Ou 87% 87% > Capaian 80% > Capaian IKU Ou IKU Ou 80% 0 < x < Target 0 < x < Target x > Target Rasio O Target Rasio Keselamatan Rasio Kejadian Kecelakaan Kecelakaan Kecelakaan Kejadian Kecelakaan Transportasi Kecelakaan Terdapat korban Terdapat Terdapat korban korban dengan dengan gangguan kesehatan fisik kesehatan fisik Terdapat kesehatan fisik sedang . edera ancaman fisik tidak permane. elumpuhan/ dan/ atau psikis dan/atau dan/ atau cacat permane. dan/ atau kesehatan mental mental ringan mental berat Kerusakan Aset Aset Normal Terdapat korban Aset rusak Aset rusak ringan ringan dan tetapi 291sset Aset Hancur dan Aset rusak berat perlu sedikit tidak bisa tidak dapat (> 80%) perbaikan agar gunakan secara digunakan kembali Potensi Risiko Foreign Object Debris (Fo. di Ramp Table 7. Matrik Analisis Risiko Tingkat Dampak Tingkat Frekuensi Matrik Analisis Risiko Tidak Signifikan Minor Moderate Signifikan Sangat Signifikan Hampir Sering Kadang Jarang Hampir Table 8. Level Risiko Level Risiko Besaran risiko Warna Sangat Tinggi . 20 s. Merah Tinggi . Sedang . Rendah . Sangat Rendah . 16 s. 12 s. 6 s. 1 s. Orange Kuning Hijau Biru HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil observasi yang dimulai pada tanggal 4 Februari 2025-21 Februari 2025, ditemukan FOD sebagai berikut : Potensi Risiko Foreign Object Debris (Fo. di Ramp Tanggal Dokumentasi Jenis FOD Potensi Risiko 04 Februari 2025 Satwa Liar (Ula. Pembatalan penerbangan, ancaman keselamatan penumpang dan personel penerbangan 09 Februari 2025 Satwa Liar (Kucin. Menghambat operasional 11 Februari 2025 Satwa Liar (Burun. Menghambat operasional 16 Februari 2025 Botol Kerusakan pada mesin dan tergelincir Plastik Terhisap ke mesin dan menyebabkan gangguan 17 Februari 2025 Berdasarkan hasil temuan FOD diatas, maka dilakukan penilaian risiko berdasarkan ICAO Doc. 9859 dan KM 69 Tahun 2023 : Potensi Risiko Foreign Object Debris (Fo. di Ramp Table 9. Penilaian Risiko ICAO Doc. Jenis FOD Potensi Risiko Penilaian Risiko Probability Severity Risk Index Satwa Liar (Ula. Pembatalan penerbangan, ancaman keselamatan penumpang dan personel Satwa Liar (Kucin. Menghambat operasional Satwa Liar (Burun. Menghambat operasional Botol Kerusakan pada mesin dan tergelincir Plastik Terhisap ke engine dan menyebabkan gangguan Table 10. Penilaian Risiko KM 69 Tahun 2023 Penilaian Risiko Jenis FOD Potensi Risiko Kemungkinan Dampak Risk Index Satwa Liar (Ula. Pembatalan ancaman keselamatan penumpang dan personel penerbangan Satwa Liar (Kucin. Menghambat operasional Satwa Liar (Burun. Menghambat operasional Botol Kerusakan pada mesin dan tergelincir Potensi Risiko Foreign Object Debris (Fo. di Ramp Penilaian Risiko Jenis FOD Plastik Potensi Risiko Kemungkinan Dampak Risk Index Terhisap ke engine dan menyebabkan gangguan Hasil penilaian risiko menunjukkan perbedaan antara penilaian risiko dari ICAO Doc. 9859 dan KM 69 Tahun 2023. Perbedaan ini menunjukkan bahwa penilaian risiko dari ICAO Doc. 9859 lebih safety dibandingkan penilaian risiko dari KM 69 Tahun 2023 karena dari risk index awal ditemukan tidak ada risiko yang mencapai level acceptable dari ICAO Doc. Setelah melakukan penilaian risiko, selanjutnya wawancara dengan ketiga narasumber secara online. Hasil wawancara dengan narasumber 1 yaitu Airport Quality & Safety Management Inspector menyatakan bahwa narasumber mengetahui bahwa terdapat beberapa FOD di Apron Bandar Udara Adi Soemarmo yang dapat memberikan risiko insiden terhadap pesawat. Bandar Udara Adi Soemarmo sendiri juga melakukan penilaian terhadap risiko yang ada namun penilaian tidak berdasarkan dari data FOD yang ditemukan. Narasumber 1 juga menambahkan terdapat beberapa mitigasi yang sudah dilakukan untuk pencegahan adanya FOD di area apron. Hasil wawancara dengan narasumber 2 dan 3 menyebutkan bahwa FOD yang sering ditemukan di area apron adalah satwa liar, serpihan koper, kerikil dan tumpahan oli. Keduanya menyatakan bahwa FOD dapat terhisap ke engine, menyebbakan kebocoran, dan apron yang licin. Terdapat beberapa langkah mitigasi yang telah dilakukan namun FOD tetap muncul di area apron. Karena hal tersebut, maka diberikan langkah mitigasi baru untuk membantu personel penerbangan dalam menurunkan risiko dan pencegahan terhadap adanya FOD yaitu inspeksi satwa liar rutin, inspeksi FOD rutin, pemeliharaan Potensi Risiko Foreign Object Debris (Fo. di Ramp lingkungan, memperketat prosedur keamanan, patroli parimeter bandara, dan pelatihan penanganan satwa liar. Langkah mitigasi yang diberikan diharapkan dapat menunjang kesadaran personel yang bekerja dan mengurangi FOD di area Apron Bandar Udara Adi Soemarmo, karena FOD yang dibiarkan terus-menerus dapat menjadi kondisi laten. PENUTUP Kesimpulan Keberadaan FOD seperti satwa liar . lar, burung, kucin. , botol, plastik, printilan koper, batu kerikil, dan sampah lainnya masih sering ditemukan di area Apron Bandar Udara Adi Soemarmo. Temuan FOD ini berpotensi menimbulkan risiko seperti pembatalan penerbangan, ancaman keselamatan penumpang dan personel yang bekerja, menghambat operasional penerbangan, terhisap ke mesin pesawat, serta gangguan operasional. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa penilaian dari ICAO Doc. 9859 lebih safety dibandingkan KM 69 Tahun 2023 karena risk index awal menunjukkan tidak ada risiko yang mencapai level acceptable pada penilaian ICAO Doc. Keberadaan FOD tentunya harus diawasi dan dilakukan manajemen risiko agar dapat dikelola dengan baik dan tidak menimbulkan kondisi laten. Bandar Udara Adi Soemarmo masih memerlukan peningkatan efektivitas, baik dari sisi pengawasan, edukasi, maupun koordinasi antarunit, agar risiko yang ada dapat diminimalkan dan operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman, efisien, dan sesuai standar keselamatan penerbangan Potensi Risiko Foreign Object Debris (Fo. di Ramp DAFTAR PUSTAKA