EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 PENINGKATAN LAYANAN INFORMASI UNTUK MENGURANGI PERILAKU MEMBOLOS PADA PESERTA DIDIK KELAS XII MAN 5 TASIKMALAYA TRISNAWATI MA Negeri 5 Tasikmalaya email: trisnawatit5@gmail. ABSTRAK Penelitian ini mendeskripsikan Peningkatan layanan informasi untuk mengurangi perilaku membolos pada peserta didik kelas XII MAN 5 Tasikmalaya Kecamatan Parungponteng. Perilaku membolos adalah perilaku yang harus segera ditangani karena dapat berpengaruh terhadap akademik, sebagaimana dipahami dampak perilaku membolos adalah mengalami kegagalan dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan, dalam rangka mengurangi perilaku membolos pada siswa khususnya di kelas XII MAN 5 Tasikmalaya, pihak madrasah dalam hal ini Kepala madrasah. Guru mata pelajaran. Wali kelas. Guru BP/BK dan Orang tua harus menjalankan perannya dengan baik untuk memberikan layanan informasi dalam bentuk bimbingan dan konseling. Hasil penelitian ini juga menyatakan bahwa perilaku membolos dapat mempengaruhi akademik di madrasah, karena tidak dapat menyelesaikan topik mata pelajaran pada hari itu juga. Semua layanan informasi yang diberikan kepada peserta didik berisi petunjuk, nasihat dan contoh-contoh konkrit yang berhubungan dengan masalah-masalah yang dihadapi peserta didik Kata kunci: Layanan Informasi. Perilaku Membolos. Peserta Didik Kelas XII ABSTRACT This study describes an increase in information services to reduce truant behavior in class XII studens of MAN 5 Tasikmalaya. Parungponteng District. Truant behavior is a behavior that must be addressed immediately because it can effect academics, as understood the impact of truant behavior is experiencing failure in learning. the research methode used in this study is a qualitative methode, with data collection techniques in the form of interviews, observation and From the explanation above, it can be concluded, in order to reduce truant behavior in students, especially in class XII MAN 5 Tasikmalaya, the madrasah in this case the madrasah head, subject teachers, homeroom teachers, and BP/BK teachers and parents must carry out their roles properly. both to provide information service in the form of guidance and The results of this study also stated that truancy behavior could affect academics in madrasah, because they could not complete the topic of the subject on the same day. All information services provided to students contain instructions, advice and concrete examples related to the problems faced by students. Keywords: Information Services. Ditching Behavior. Class XII Students PENDAHULUAN Madrasah dipandang sebagai lembaga yang dapat mewujudkan cita-cita peserta didik, serta menjadi harapan orang tua untuk menjadi tempat bagi anak nya untuk menjadi orang yang pintar, cerdas, mematuhi peraturan dan berakhlak mulia. Madrasah menyadari arti pentingnya tata tertib yang harus dipatuhi oleh seluruh warga madrasah dalam proses pembelajaran yang nantinya diharapkan peserta didik mampu mengenal dan mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya. Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Masa remaja adalah masa yang ditandai perubahan-perubahan yang sangat cepat dan berarti, perubahan-perubahan terjadi dalam segi fisiologis, emosional, sosial dan intelektual. Meskipun di madrasah telah ada tata tertib yang mengajarkan untuk disiplin, tetapi masih ada peserta didik yang melanggarnya. Seiring dengan perkembangan zaman, generasi muda dituntut untuk aktif dalam dunia masyarakat, sehingga dibutuhkan banyak sumber daya manusi yang berkompeten. Menurut beberapa penelitian, dapat diprediksi bahwa perilaku membolos sangat dipercaya bisa memunculkan kenakalan pada remaja. Menurut (Rahayu, 2. membolos adalah pergi meninggalkan sekolah tanpa alasan yang tepat pada jam pelajaran dan tidak izin terlebih dahulu kepada pihak sekolah. Dengan kata lain membolos merupakan suatu perilaku yang melanggar norma-norma sosial, yang mengakibatkan peserta didik melakukan perbuatan yang negatif sehingga merugikan dirinya sendiri dan masyarakat sekitarnya. Menurut (Munte, 2. membolos adalah bentuk perilaku meninggalkan aktivitas yang seharusnya dilakukan dalam waktu tertentu dan tugas/peranan tertentu tanpa pemberitahuan yang jelas. Perilaku membolos yang sering dilakukan oleh peserta didik akan membawa dampak negatif pada dirinya, mislanya: dapat hukuman, diskorsing, tidak diikutsertakan dalam ujian bahkan fatalnya bisa sampai harus mengundurkan diri dari madrasah. Selain itu juga dapat menurunkan prestasi belajarnya, karena tidak bisa mengendalikan diri, oleh karena itu diperlukan suatu cara untuk membantu permasalahan peserta didik tersebut dalam mengendalikan perilakunya, yaitu dengan cara ditingkatkannya pelayanan informasi. Dilihat dari ragamnya peserta didik yang sering bolos ini sangat bervariasi, ada yang bolos hampir setiap hari, ada yang bolos sekali-kali dan ada pula yang bolos hanya pada hari tertentu saja, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peserta didik yang bolos adalah peserta didik yang dengan sengaja tidak masuk sekolah, karena tidak mau masuk dengan alasanalasan tertentu termasuk di dalmnya adalah siswa yang selalu tidak hadir atau absen, sering terlambat masuk kelas dan pulang sebelum waktunya serta peserta didik yang bolos pada mata pelajaran tertentu, misalnya mata pelajaran Matematika. IPA. Bahas Inggris dan sebagainya tergantung pada mata pelajaran yang kurang digemari. Peningkatan disiplin peserta didik khususnya dalam masalah membolos membutuhkan perencanaan dan persiapan yang matang dari guru pembimbing dan diperlukan kerja sama yang baik dan berkesinambungan antara orang tua dan pihak madrasah. Ada tindak lanjut yang terus dilaksanakan dari setiap masalah peserta didik, tentunya dibutuhkan keterlibatan dari semua pihak . Membolos adalah ketidakdisiplinan peserta didik dalam mematuhi peraturan madrasah yang ditetapkan. Sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh (Putri, 2. membolos adalah tindakan yang dilakukan oleh siswa dalam bentuk pelanggaran tata tertib sekolah atau meninggalkan sekolah pada jam pelajaran tertentu, meninggalkan jam pelajaran dari awal sampai akhir tanpa keterangan yang dapat diterima oleh pihak sekolah. Setiap individu membutuhkan layanan informasi untuk menjalankan kehidupan dan perkembangan dirinya, berupa informasi yang berguna bagi kehidupan sehari-hari saat ini atau masa yang akan datang. Banyak sumber yang bisa diperoleh untuk mendapatkan informasi, diantaranya melalui media formal dan informal, media lisan dan tulisan maupun media Pentingnya informasi bagi individu akan dijadikan sebagai acuan dalam bersikap dan bertingkahlaku sebagai bahan pertimbangan arah pengembangan dirinya. Menurut (Aristiani, 2. layanan informasi merupakan suatu layanan yang berupaya memenuhi kekurangan individu akan informasi yang mereka perlukan. Dengan peningkatan layanan informasi peserta didik bisa lebih mengenal informasi yang ada di lingkungan barunya, sehingga mereka akan memperoleh ketetapan hati da perasaan yang tepat pada tempat belajar yang mereka tempati. Layanan informasi adalah kegiatan bantuan yang diberikan oleh seorang ahli, tentunya seorang guru pembimbing yang bisa memberikan informasi mengenai Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 pemahaman diri, penyesuaian bakat, minat, kemampuan, cita-cita, pendidikan ataupun pekerjaan yang akan mereka pilih di kemudian hari. Menurut (Prayitno, 2. : AuAda tiga alasan utama mengapa pemberian informasi perlu Pertama, membekali individu dengan berbagai pengetahuan tentang lingkungan yang diperlukan untuk memecahan masalah yang dihadapi berkenaan dengan lingkungan sekitar pendidikan, jabatan, maupun sosial budaya. Kedua, memungkinkan individu dapat menentukan arah hidupnya kemana ia ingin pergi. Ketiga, setiap individu adalah unik. Keunikan itu akan membuat pola-pola pengambilan keputusann dan bertindak yang berbeda disesuaikan dengan aspek kepribadian masing-masing individu. Ay Dari ketiga alasan tersebut, maka layanan informasi merupakan kebutuhan yang amat penting, apalagi jika diingat bahwa Aumasa depan adalah abad informasiAy, jika tidak memperoleh informasi maka ia akan tertinggal dan kehilangan masa depan, termasuk dalam masalah mengatasi perilaku membolos pada peserta didik. Berdasarkan survey dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di MAN 5 Tasikmalaya Kecamatan Parungponteng ditemukan ada beberapa peserta didik yang kurang disiplin khususnya sering membolos, bahkan terdapat satu tingkatan kelas yang lebih dominan, yaitu kelas XII. Peneliti berharap peserta didik yang bersangkutan dapat menyadari bahwa perilaku ini dapat merugikan dirinya sendiri dan dapat berdampak pula pada proses belajar dan METODE PENELITIAN Penelitian ini mengambil lokasi di MAN 5 Tasikmalaya Kecamatan Parungponteng, jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data berupa wawancara yang diambil dari informan langsung yang berada di tempat dan peristiwa, serta dokumen yang dibutuhkan untuk bukti penelitian yang berhubungan langsung dengan permasalahan, dan arsip-arsip lainnya. Waktu penelitian dimulai bulan Agustus s/d Desember 2022 selama lima bulan. Wawancara digunakan untuk menggali informasi lebih lanjut tentang latar belakang peserta didik sehingga mereka melakukan perilaku membolos, sedangkan dokumentasi digunakan sebagai bahan penunjang data yang sudah ada sebelumnya. Kepala madrasah, guru, guru BP/BK dan peserta didik adalah sumber data primer, yaitu sumber data pokok yang langsung bisa dimintai keterangan dalam bentuk wawancara, sedangkan sumber data sekunder atau sumber data pendukung diperoleh dari dokumendokumen, data-data, serta buku catatan lain yang berkaitan dengan permasalahan membolos. Dalam penelitian ini subjek yang digunakan adalah peserta didik kelas XII, baik itu peminatan IPA. IPS maupun Agama. Prosedur pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik trianggulasi di mana dalam analisis kualitatif memiliki empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan langkah terakhir adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Sejalan dengan pendapat Miles dan Huberman (Pratiwi, 2. , bahwa aktivitas dalam analisis data kualitataif dilakukan secara interkatif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah Reduksi data merupakan tahap dari teknik analisi data kualitatif, yaitu merupakan penyederhanaan, penggolongan, dan membuang yang tidak perlu data sedemikian rupa sehingga data tersebut dapat menghasilkan informasi yang bermakna dan memudahkan dalam penarikan kesimpulan. Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 Gambar 1. Analisi data menurut Miles dan Huberman HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka peneliti akan mendeskripsikan hasil temuan di lapangan yang berupa hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dari informan atau nara sumber sesuai dengan tujuan penelitian yaitu peningkatan layanan infomasi untuk mengurangi perilaku membolos pada peserta didik kelas XII MAN 5 Tasikmalaya. Berdasarkan hasil observasi guru BK memberikan gambaran sering mendapatkan permasalahan dalam hal membolos khususnya peserta didik kelas XII yang disebabkan oleh beberapa faktor, walaupun demikian secara umum baik Guru. Kepala Madrasah. Wali kelas. Guru BP dengan semua yang terkait di dalamnya sudah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik terhadap peserta didik sesuai dengan perannya masing-masing. Dalam hubungannya dengan peningkatan layanan informasi bertujuan untuk memenuhi kekurangan informasi yang mereka butuhkan, dalam upaya pembekalan pengetahuan dan pemahaman tentang lingkungan hidup. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan pemberian layanan informasi untuk peserta didik khususnya kelas XII MAN 5 Tasikmalaya sudah berjalan dengan baik, sehingga berdampak terhadap berkurangnya perilaku membolos pada peserta didik. Tabel 1. Hasil Penelitian di kelas XII MAN 5 Tasikmalaya Data Siswa Bentuk-bentuk Faktor-faktor Dampak Layanan Yang Perilaku Penyebab Perilaku Informasi Membolos Membolos Perilaku Membolos Membolos XII MIPA 1 - Tidak masuk - Motivasi - Minat belajar - Layanan (Ada dua sekolah tanpa belajar peserta semakin orang peserta izin didik kurang diberikan oleh - Masuk sekolah - Memilih-milih - Gagal/ tidak berganti hari mata pelajaran tuntas dalam setelah itu jika - Sering keluar dan guru yang mata pelajaran masih tidak jam mengajarnya - Hasil belajar - Kurang tidak maksimal orang tua dan terhadap mata diserahkan ke Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 XII MIPA 2 - Tidak masuk (Ada tiga sekolah tanpa orang peserta izin - Tidak masuk setelah istirahat - Berhari-hari - Pengaruh - Kurangnya perhatian dari orang tua - Bangunan sekolah yang - Peserta didik orang tua XII IPS 1 - Berhari-hari (Ada empat tidak orang peserta sekolah - Meninggalkan sebelum jam pelajaran usia - Datang - Sering keluar - Motivasi belajar peserta didik kurang - Memilih-milih mata pelajaran dan guru yang - Kurang terhadap mata - Perilaku XII IPS 2 - Tidak masuk ( Ada enam kelas tanpa izin orang peserta - Datang - Tidak masuk kelas setelah jam tertentu - Meminta izin keluar dengan berpura-pura alasan lainnya - Masuk sekolah berganti-ganti - Malas - Kurang - Perilaku dan - Tidak senang dengan salah - Terpengaruh - Minat belajar - Layanan Informasi - Terjerumus ke diberikan oleh wali kelas dan pergaulan tidak guru BK, baik - Tidak tuntas beberapa mata ataupun untuk - Selalu rumah/home jika dipanggil guru BK - Minat belajar Layanan diberikan oleh - Gagal/ tidak tuntas dalam setelah itu jika mata pelajaran masih tidak - Hasil belajar tidak maksimal - Selalu orang tua dan diserahkan ke jika dipanggil guru BK - Minat belajar Layanan diberikan oleh - Gagal/ tidak tuntas dalam setelah itu jika mata pelajaran masih tidak - Hasil belajar tidak maksimal - Selalu orang tua dan diserahkan ke jika dipanggil guru BK - Terjerumus ke Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 XII IPS 3 - Tidak masuk (Ada enam kelas tanpa izin orang peserta - Sering - Datang - kurang berminat pada mata pelajaran - Berhari-hari - Tidak masuk sekolah karena - Kurang - Perilaku dan - Tidak masuk sekolah karena - Terpengaruh - Alasan - Kurangnya kasus, diberi - Minat belajar - Gagal/ tidak tuntas dalam mata pelajaran - Hasil belajar tidak maksimal - Selalu jika dipanggil guru BK - Terjerumus ke - Kurangnya Layanan diberikan oleh setelah itu jika masih tidak orang tua dan diserahkan ke kasus, diberi Layanan Informasi diberikan oleh wali kelas dan guru BK, baik ataupun untuk rumah/home XII - Datang - Motivasi - Minat belajar AGAMA belajar siswa semakin (Ada satu - Tidak masuk yang kurang orang sisw. sekolah tanpa - Perhatian orang - Hasil belajar yang tidak maksimal Pembahasan Dari hasil analisis penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan dianalisis dengan model Miles dan Huberman, maka dapat dilakukan pembahasan dengan uraian sebagai berikut. Membolos adalah bentuk perilaku dimana peserta didik meninggalkan aktivitas secara sengaja tanpa pemberitahuan yang jelas, pergi tanpa alasan dari madrasah selama pembelajaran sedang berlangsung dan tidak meminta izin terlebih dahulu kepada pihak madrasah. (Putri V. , 2. menyebutkan perilaku membolos berkaitan dengan putus sekolah dan prestasi akademik yang buruk serta bisa meningkatkan kemungkinan siswa Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 terlibat dalam penggunaan narkoba dan miras, tawuran, pencurian, dan bentuk-bentuk yang lebih serius dari kenakalan remaja lainnya. Lembaga pendidikan atau madrasah merupakan lembaga tempat peserta didik mendapatkan pendidikan dalam rangka meningkatkan kehidupan yang lebih baik, tapi pada kenyataannya masih banyak peserta didik yang belum bisa mengendalikan perilakunya dan melakukan pelanggaran, seperti perilaku membolos yang sudah ada dari jaman dahulu dan menjadi fenomena yang sudah tidak asing lagi. Secara psikologis terjadi pada usia berkisar 15 -21 tahun adalah usia pencarian jati diri, sehingga sedikit banyak individu mengalami krisis identitas dirinya. Semua bentuk kenakalan remaja tersebut tidak terlepas dari peran serta orang tua dan lingkungannya, faktor keluarga sangat berpengaruh kepada terbentuknya perilaku peserta didik yang indisipliner bahkan mengakibatkan terjerumus kepada kriminalitas, karena dari keluarga yang broken home akan lahir anak-anak yang mengalami gangguan emosional, karena dalam keluarganya sudah tidak utuh lagi, kurang kasih sayang dan pihak madrasah pun, khususnya wali kelas dan guru BP akan kesulitan untuk mencari solusi dengan mendatangkan/memanggil orang tuanya. Hasil observasi yang telah dilakukan peneliti pada tanggal 08 September 2022 diperoleh gambaran bahwa guru BP/BK sering mendapatkan permasalahan seputar kenakalan remaja, diantaranya perilaku membolos yang melibatkan seluruh tingkatan kelas, dan yang lebih dominan adalah kelas XII. Dari mulai datang terlambat, keluar kelas tanpa ijin, keluar madrasah tanpa alasan yang jelas. Hasil wawancara dengan nara sumber memperoleh kesimpulan bahwa di MAN 5 Tasikmalaya sampai saat ini perilaku membolos masih ada walaupun jumlahnya berangsur menurun dari tahun ke tahun. Sejalan dengan pendapat yang dikemukakan oleh (Prayitno E. , 2. gambaran rinci mengenai perilaku membolos adalah: . berhari-hari tidak masuk sekolah. tidak masuk sekolah tanpa izin. sering keluar pada jam tertentu. tidak masuk kembali setelah meminta izin. masuk sekolah berganti hari. mengajak temanteman untuk keluar pada mata pelajaran yang tidak disenangi. meminta izin keluar dengan berpura-pura sakit atau alasan lainnya. mengirimkan surat izin tidak masuk sekolah dengan alasan yang dibuat-buat. tidak masuk kelas lagi setelah jam istirahat. Hasil wawancara dengan nara sumber dan observasi yang dilakukan peneliti dapat dijelaskan bahwa semua pihak yang terlibat di MAN 5 Tasikmalaya, mulai Kepala madrasah, guru, guru BP/BK. Wali kelas dan pihak yang terkait lainnya secara keseluruhan semuanya sudah menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik sesuai dengan tufoksinya masing-masing, sehingga bisa dilihat adanya komunikasi dua arah atau timbal balik antara guru dan peserta didik atau seluruh pihak yang terkait dan pada akhirnya ada peningkatan kesadaran ke arah lebih baik dari peserta didik yang sering melakukan tindak indisipliner terutama perilaku membolos menjadi lebih baik dan mengurangi kebiasaan membolos tersebut, atau bahkan selalu hadir untuk mengikuti pembelajaran di madrasah. Adapun penyebab terjadinya perilaku membolos, bisa diakibatkan dari diri sendiri maupun lingkungan baik itu keluarga atau lingkungan sekolah. Misalnya, kurangnya motivasi untuk belajar, malas-malasan atau yang kecanduan game online. Atau bisa juga orang tua yang selalu mengajak anaknya pergi ke rumah saudara, menyuruh kerja di waktu sekolah, orang tua yang tidak peduli dan tidak memperhatikan perkembangan anak nya, broken home dan lainlain. Sarana-prasarana yang tidak mendukung, bangunan sekolah yang terbuka, tidak ada gerbang dan pemagaran itu juga bisa menjadi faktor penyebab peserta didik membolos. (Prayitno E. , 2. mengemukakan kemungkinan penyebab perilaku membolos adalah: . tidak senang dengan sikap dan perilaku guru. merasa kurang mendapatkan perhatian dari . merasa dibeda-bedakan oleh guru. proses belajar-mengajar membosankan. merasa gagal dalam belajar. kurang berminat terhadap mata pelajaran. terpengaruh oleh Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 teman-teman yang suka membolos. tidak masuk karena tidak membuat tugas. dan tidak membayar kewajiban (SPP) pada tepat waku. Dampak negatif yang akan ditimbulkan dari adanya perilaku membolos adalah: . minat belajar akan semakin berkurang. gagal dalam ujian. hasil belajar yang diperoleh tidak sesuai dengan potensi yang dimilki. tidak naik kelas. penguasaan terhadap materi pelajaran dari teman-teman lainnya. dikelurkan dari sekolah ( (Prayitno E. , 2. Terkait dengan layanan informasi yang diberikan pihak madrasah itu sangat berpengaruh terhadap perubahan perilaku peserta didik, dengan menggunakan berbagai ragam metode guru dan pihak-pihak yang terkait memberikan petunjuk, motivasi, contoh-contoh baik untuk diikuti dan dilaksanakan oleh peserta didik, seperti contoh konkritnya peserta didik membiasakan diri untuk mengucapkan salam ketika bertemu dengan guru atau pada saat masuk kelas, ditanamkan rasa saling menghargai, belajar tatakrama sikap yang baik sehingga bisa mereka bawa dikehidupan sosial kemasyarakata nanti. Sejalan dengan hasil observasi yang telah dilakukan peneliti, bahwa sebelum proses pembelajaran dimulai peserta didik diwajibkan mengucapkan salam/hormat kepada guru dan tetap menjaga kedisiplinan sehingga pembelajaran berjalan dengan tertib, aman dan nyaman. Selain itu juga guru sebagai pengajar dibutuhkan langkah-langkah atau cara-cara tertentu dalam menyampaikan informasi kepada peserta didik yang sering membolos, misalnya dengan memberikan petunjuk contoh-contoh praktis dan informasi yang disampaikan kepada peserta didik disesuaikan dengan masalah yang mereka hadapi. Sejalan dengan pendapat yang dikemukana oleh salah satu wali kelas, (Putra, 2. mengemukakan bahwa jika peserta didik melakukan kesalahan yang sama secara terus menerus, maka pihak sekolah akan mengeluarkan peringatan berupa surat panggilan kepada orang tua untuk membahas masalah pribadi peserta didik tersebut. Sejalan dengan hasil wawacara salah satu peserta didik yang sering membolos, maka (Uno, 2016:. menegaskan bahwa motivasi merupakan dorongan yang terdapat dalam diri seseorang untuk berusaha mengadakan perubahan tingkah laku yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhannya. Dengan memiliki motivasi yang tinggi, maka peserta didik dapat mematuhi tata tertib/ aturan yang sekolah tetapkan. Contoh tata tertib sekolah misalnya harus datang ke sekolah tepat waktu, pulang tepat waktu, memakai seragam lengkap dan rapih, tidak boleh membolos, tidak boleh merokok dan lain sebagainya. Oleh sebab itu peneliti hendak menggunakan konseling individu untuk mengatasi masalah motivasi peserta didik dalam mentaati aturan/ tata tertib sekolah. Dari hasil wawancara dengan para nara sumber dan observasi yang dilakukan peneliti di atas dapat disimpulkan bahwa dalam mengatasi perilaku membolos dan pelanggaranpelanggaran tata tertib di sekolah dibutuhkan sebuah layanan informasi sebagai bahan acuan atau rambu-rambu yang harus ditaati dan dilaksanakan, sehingga baik peserta didik, guru maupun pihak yang terkait dalam lingkungan MAN 5 Tasikmalaya dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik, tertib, aman dan nyaman. Salah satu layanan informasi yang paling penting adalah layanan bimbingan konseling. Ada beberapa tujuan konseling individu dalam pelayanan bimbingan konseling menurut (Yusuf, 2016:. antara lain tujuan ultimate, tujuan konseling yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang universal dan hakikat kehidupan, tujuan intermediate, tujuan konseling yang berhubungan dengan tujuan utama individu datang melakukan konseling, dan tujuan immediate, tujuan dari setiap sesi atau peristiwa dalam KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa perilaku membolos bukan masalah yang pertama kali ditemukan, tetapi sudah ada Copyright . 2022 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 4 November 2022 E-ISSN : 2775-2593 P-ISSN : 2775-2585 semenjak dulu. Hal ini bisa terjadi di kota besar maupun didaerah- daerah. MAN 5 Tasikmalaya adalah salah satu madrasah yang di dalamnya terdapat sejumlah peserta didik yang melakukan berbagai bentuk perilaku membolos dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya, baik faktor internal maupun faktor ekstrnal dan dampak yang ditimbulkannya. Secara psikologis terjadi pada usia berkisar 15 -21 tahun adalah usia pencarian jati diri, sehingga sedikit banyak individu mengalami krisis identitas dirinya. Semua bentuk kenakalan remaja tersebut tidak terlepas dari peran serta orang tua dan lingkungannya, faktor keluarga sangat berpengaruh kepada terbentuknya perilaku peserta didik yang indisipliner bahkan mengakibatkan terjerumus kepada kriminalitas, karena dari keluarga yang broken home akan lahir anak-anak yang mengalami gangguan emosional, karena dalam keluarganya sudah tidak utuh lagi, kurang kasih sayang dan pihak madrasah pun, khususnya wali kelas dan guru BP akan kesulitan untuk mencari solusi dengan mendatangkan/memanggil orang tuanya. Dalam upaya mengurangi perilaku membolos pada peserta didik khususnya kelas XII MAN 5 Tasikmalaya, pihak madrasah diantaranya Kepala madrasah. Guru mata pelajaran. Wali kelas, dan Guru BP/BK telah melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik dan benar, termasuk dalam memberikan dan meningkatkan layanan informasi dalam bentuk bimbingan dan konseling baik secara individu maupun kelompok untuk mengatasi setiap masalah yang dihadapi peserta didik. Dengan demikian, perilaku membolos yang dilakukan oleh peserta didik MAN 5 Tasikmalaya khususnya kelas XII bisa berangsur menurun, dan peserta didik mulai disiplin kembali. DAFTAR PUSTAKA