SEGARA WIDYA Jurnal Penelitian Seni Volume 11 No. 1, 2023 P35-41 E-ISSN 2798-8678 Analisis Implikatur Percakapan Antara Penjual dan Pembeli di Pasar Sungai Pinang Dalam Samarinda Salsabila. Nia Paramitha Rosadi. Purwanti. Program Studi Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Mulawarman Jl. Kuaro. Gn. Kelua. Kec. Samarinda Ulu. Kota Samarinda. Kalimantan Timur 75119 sallsabila6837@gmail. Pragmatik mempelajari tentang suatu maksud dari tuturan ataupun kalimat. Implikatur percakapan merupakan implikatur yang diketahui oleh sebagian orang saja guna mengetahui konteks tuturan saja. Salah satu prinsip berbahasa dalam bidang pragmatik adalah prinsip kerja sama atau maksim kerja sama Grice yang membagi prinsip-prinsip yaitu, maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan. Pasar merupakan wadah ataupun tempat masyarakat melakukan transaksi jual beli. Pasar tradisional adalah pasar yang masih menerapkan sistem tradisional untuk kegiatan transaksi jual belinya, pasar ini bertransaksi secara langsung, dan kebanyakan yang dijual adalah barang berupa kebutuhan pokok. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan metode mengumpulkan data berdasarkan studi lapangan dan kepustakaan. Penelitian ini dilakukan guna melihat penerapan implikatur percakapan berdasarkan bentuk maksimnya di pasar Sungai Pinang Dalam. Kota Samarinda. Penentuan sampel yang kami ambil dilakukan dengan teknik penetapan sampel secara acak mengambil sebanyak kurang lebih 10 data/sampel dalam transaksi antara penjual dan pembeli. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak catat dan teknik simak bebas. Metode dalam penyajian ini berupa penyajian sebuah narasi. Analisis data dikumpulkan dala enam tahap yaitu, mengumpulkan data, mencatat data, menganalis data, mengidentifikasi data, pengecekan data, dan menyimpulkan hasil Diperoleh gambaran semua jenis klasifikasi tindak tutur serta implikatur percakapan Konklusi diperoleh dari analisis data yang diperoleh selama penelitian berlangsung. Kata Kunci: Pragmatik. Implikatur. Pasar Tradisional. Pragmatics studies about an intention of utterances or sentences. Conversational implicature is an implicature that is known by only a few people to know the context of the utterance. One of the language principles in the field of pragmatics is the cooperative principle or Grice's cooperative maxim which divides the principles namely, the maxim of quantity, the maxim of quality, the maxim of relevance, and the maxim of implementation. The market is a container or place where people carry out buying and selling transactions. A traditional market is a market that still applies a traditional system for buying and selling transaction activities, this market transacts directly, and most of what is sold is goods in the form of basic needs. This research is a form of descriptive qualitative research with the method of collecting data based on field studies and literature. This research was conducted to see the application of conversational implicature based on the form of maxims in the Sungai Pinang Dalam market. Samarinda City. The determination of the sample that we took was carried out using a random sampling technique taking as many as approximately 10 data/samples in transactions between sellers and buyers. Data collection was carried out using note-taking and free-view The method in this presentation is in the form of presenting a narrative. Data analysis was collected in six stages, namely collecting data, recording data, analyzing data, identifying data, checking data, and concluding research results. Obtained an overview of all types of speech act classifications and conversational implicatures fulfilled. Conclusions were obtained from the analysis of data obtained during the research. Keyword: Pragmatics. Implicature, and Traditional Markets. Salsabila (AnalisisA) Volume 11 No. 1, 2023 PENDAHULUAN Manusia merupakan makhluk sosial yang pasti akan berinteraksi dengan manusia lainnya. Di dalam interaksi diperlukan sebuah sarana komunikasi, yakni adalah penggunaan bahasa dan juga seperangkat alat ucap. Salah satu bentuk dari sebuah interaksi adalah percakapan. Percapakan adalah interaksi oral dengan bertatap muka antara dua partisipan atau lebih serta lebih dari sekedar bertukar informasi (Samsuri, 1995:. Percakapan sangat bergantung kepada konteks pelaku . ntara penutur dan mitra tutu. usia, agama, jenis kelamain, ras, suku, agama, dan Percakapan adalah salah satu kegiatan yang termasuk mengandung ilmu pragmatik didalamnya. Pragmatik adalah kajian mengenai penggunaan bahasa atau kajian bahasa dan perspektif fungsional (Levinson, 1987:. Kajian ini berusaha untuk menjelaskan aspek-aspek struktur bahasa dengan mengacu ke dalam transaksi jual beli yang dilakukan di pasar tradisional. Seorang filosof dan ahli logika. Carnap . 8: . menjelaskan bahwa pragmatik mempelajari konsep-konsep abstrak. Pragmatik mempelajari hubungan konsep yang merupakan tanda. Selanjutnya Montague mengatakan bahwa pragmatik adalah studi mengenai AuidexicalAu atau AudeicticAu. Dalam pengertian ini pragmatik berkaitan dengan teori rujukan atau deiksis, yaitu pemakaian bahasa yang menunjuk pada rujukan tertentu menurut pemakaiannya. Nababan . alam Sarwiji dkk. , 1996: . mengartikan pragmatik sebagai penggunaan bahasa untuk mengomunikasikan . sesuai dan sehubungan dengan konteks dan situasi pemakainya. Pragmatik memiliki banyak kajian, di antaranya deiksis, praanggapan, implikatur percakapan, tindak bahasa, dan analisis wacana. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah penulis paparkan di atas, maka penulis merumuskan masalah dalam makalah ini sebagai berikut:analisis penerapan pragmatik dalam percakapan transaksi jual beli di pasar tradisional dan tujuan yang ingin dicapai penulis dalam makalah ini yaitu, guna mengetahui gambaran penerapan pragmatik dalam percakapan transaksi jual beli di pasar tradisional. Manfaat yang dapat diperoleh melalui makalah ini antara lain: dapat mengetahui penerapan pragmatik dalam kehidupan sehari-hari khususnya pada percakapan yang terjadi dalam proses interaksi jual beli di pasar tradisional, dapat menggunakan pragmatik dengan baik dalam percakapan karena setiap orang tidak akan lepas dari percakapan sebagai bentuk interaksi dengan orang lain. KAJIAN TEORI Istilah pragmatik pertama-tama digunakan oleh filosof kenamaan Charles Morris . Filosof ini memang memiliki perhatian besar terhadap ilmu yang mempelajari sistem tanda . Pragmatik merujuk ke telaah makna dalam interaksi yang mencakup makna si pembicara dan konteks-konteks di mana ujaran yang dikeluarkan (Jucker, 1998: . Wijana . 2: . dalam bukunya Dasar-Dasar Pragmatik mengemukakan bahwa pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal yakni bagaimana satuan kebahasaan itu digunakan dalam komunikasi. Jadi makna yang dikaji dalam pragmatik adalah makna yang terikat konteks atau dengan kata lain mengkaji maksud penutur. Leech . alam Gunawan 2004:. melihat pragmatik sebagai bidang kajian dalam bidang linguistik yang memiliki kaitan dengan semantik. Keterkaitan ini disebut semantisisme, yaitu melihat semantik sebagai bagian dari pragmatik dan komplementarisme atau melihat semantik dan pragmatik sebagai dua bidang yang saling melengkapi. Pragmatik dibedakan menjadi dua: . Pragmatik sebagai sesuatu yang diajarkan, ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu pragmatik sebagai bidang Salsabila (AnalisisA) Volume 11 No. 1, 2023 kajian linguistik dan pragmatik sebagai salah satu segi di dalam bahasa. dan Jurnal Pendidikan Bahasa. Vol. No. Desember 2014 228 . Pragmatik sebagai sesuatu yang mewarnai tindakan mengajar. Pragmatik pada dasarnya memperhatikan aspekaspek proses komunikatif (Noss dan Llamzon, 1986: . Menurut Noss dan Llamzon, dalam kajian pragmatik ada empat unsur pokok, yaitu hubungan antarperan , latar peristiwa, topik dan medium yang digunakan. Pragmatik mengarah kepada kemampuan menggunakan bahasa dalam berkomunikasi yang menghendaki adanya penyesuaian bentuk . atau ragam bahasa dengan faktor-faktor penentu tindak Grice . alam Soeseno, 1993: . mengemukakan bahwa implikatur ialah ujaran yang menyiratkan sesuatu yang berbeda dengan yang sebenarnya diucapkan. Sesuatu yang berbeda tersebut adalah maksud pembicaraan yang tidak dikemukakan secara eksplisit. Dengan kata lain, implikatur adalah maksud, keinginan, atau pun ungkapan-ungkapan hati yang tersembunyi. Implikatur juga diartikan sebagai maksud yang tersembunyi di balik tuturan (Pranowo dalam Pangesti Wiedarti, 2005:. Dengan kata lain, ketika seseorang berbicara atau menulis, sesuatu yang dikatakan atau yang dituliskan tidak sama dengan yang dimaksudkan. Grice . alam Mulyana, 2005:. menyatakan bahwa implikatur ada dua macam, yaitu implikatur konvensional . onventional implicatur. dan implikatur percakapan . onversation Implikatur konvensional adalah implikatur yang sudah diketahui oleh semua orang, sedangkan implikatur percakapan ialah implikatur yang hanya diketahui oleh orang-orang tertentu yang mengetahui konteks tuturannya. Konteks merupakan hal-hal atau unsur-unsur yang keberadannya sangat mendukung komunikasi, baik bagi pembicara maupun pendengar. Konteks secara makrostruktural adalah konteks situasi dan konteks kultural. Konteks situasi adalah lingkungan langsung tempat teks itu benar-benar berfungsi. Konteks tersebut dipakai untuk menjelaskan alasan hal-hal tertentu dituturkan atau ditulis dalam suatu kesempatan. Seseorang melakukan hal-hal tertentu pada suatu kesempatan dan memberinya makna serta nilai, keadaan seperti itu disebut dengan Percakapan adalah salah satu contoh peristiwa tutur. Kaidah-kaidah untuk percakapan dapat dibedakan dari kaidah-kaidah untuk tipe-tipe peristiwa tutur yang lain, misalnya ceramah argumen, diskusi, upacara keagamaan, pengadilan di Jurnal Pendidikan Bahasa. Vol. No. Desember 2014 230 luar sidang, wawancara, debat, dan rapat (Ismari, 1995: . Setiap peristiwa tutur dibedakan berdasarkan perbedaan-perbedaan pada jumlah partisipan percakapan serta tipe dan jumlah pembicaraan yang diharapkan dari para partisipan percakapan pada setiap peristiwa Filsuf Grice telah memberikan empat prinsip tingkah laku kerjasama yang diperhatikan oleh penutur dalam suatu percakapan yaitu,Pertama adalah maksim kuantitas yaitu, maksim yang membuat kontribusi seinformatif mungkin seperti yang Kedua maksim kualitas yaitu, maksim yang membuat kontribusi yang Ketiga maksim hubungan yaitu, maksim yang membuat kontribusi yang Keempat maksim cara yaitu, maksim yang menghindari ketidakjelasan yaitu dengan membuat kontribusi yang singkat dan berurutan. (Grice, 1967: . Leech . 3: . menyatakan aspek-aspek yang harus selalu dipertimbangkan dalam studi pragmatik. Aspek tersebut adalah: Penutur dan lawan tutur Pada dasarnya konsep ini mencakup antara komunikator dan komunikan. Jadi ada pengirim pesan dan ada penerima pesan. Aspek-aspek yang berkaitan dengan konsep penutur dan lawan tutur adalah usia, latar belakang sosial ekonomi, jenis kelamin, tingkat keakraban dan lainlain. Salsabila (AnalisisA) Volume 11 No. 1, 2023 Konteks tuturan Merupakan konteks dalam semua aspek fisik atau setting sosial yang relevan dari tuturan yang bersangkutan. Konteks ini pada hakikatnya adalah semua latar belakang pengetahuan yang dipahami bersama oleh penutur dan lawan tutur. Tujuan tuturan Bentuk-bentuk tuturan yang bermacam-macam dapat digunakan untuk mengungkapkan satu maksud tuturan dan sebaliknya satu maksud tuturan dapat diungkapkan dengan berbagai jenis bentuk tuturan. Tuturan sebagai bentuk tindakan atau aktivitas Pragmatik berkaitan dengan tindak verbal yang terjadi dalam situasi tertentu. Dalam hal ini pragmatik menangani bahasa dalam tingkatannya yang lebih konkret dibandingkan dengan tata bahasa. Tuturan sebagai produk tindak verbal. Tempat yang digunakan untuk mengumpulkan penelitian ini adalah salah satu pasar tradisional di daerah Sungai Pinang Luar, sedangkan waktunya selama -/ 30 menit di tempat. Sumber data yang diperoleh dalam penyusunan artikel ini adalah: Informan, yaitu berupa penjual dan pembeli yang bertransaksi di pasar Peristiwa, yaitu peristiwa terjadinya percakapan saat melakukan transaksi jual beli di pasar tradisional. Teknik yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah dengan menggunakan Field Reseacrh (Penelitian Lapanga. Data yang diambil adalah percakapan yang terjadi antara penjual sebagai penutur dan pembeli sebagai mitra METODE Pengumpulan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, menggunakan teknik simak catat dan simak bebas. Peran penulis yang diambil, kadang berperan sebagai nonpartisipan, yaitu hanya mendengarkan dan memperhatikan percakapan yang terjadi sesama mahasiswa, dengan penulis tidak terlibat di dalamnya dan kehadiran penulis tidak disadari oleh mereka. Kadang penulis berperan sebagai partisipan aktif, yang terlibat langsung dalam percakapan yang terjadi, dan kadang pula penulis berperan sebagai partisipan pasif, yaitu tidak terlibat langsung dalam peristiwa percakapan tetapi kehadiran penulis diketahui oleh pelaku percakapan tersebut. Dalam pengumpulan sampel kami mendapatkan data kurang lebihnya sepuluh data yang akan diklasifikasikan lagi dalam implikatur percakapan ataupun tindak tutur. Data ini kami kumpulkan di dalam rekaman sebuah smartphone yang kemudian ditranskripsikan dalam bentuk narasi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik simak catat dan simak bebas. Hasil yang akan diperoleh berupa klasifikasi implikatur percakapan/tindak tutur dalam transaksi jual beli di Pasar Tradisional Sungai Pinang Dalam. Kota Samarinda. Adapun langkah-langkah yang peneliti lakukan untuk menganalisis data sebagai berikut: . mengumpulkan data yang diperoleh, . mencatat data hasil simak catat dalam bentuk transkripsi percakapan, . menganalisis seluruh data, . mengidentifikasi data sesuai dengan prinsip kerja sama model Grice, . melakukan pengecekan pada keabsahan data penelitian, dan . menyimpulkan hasil penelitian mengenai prinsip kerja sama model Grice. Salsabila (AnalisisA) Volume 11 No. 1, 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur di mana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Pasar yaitu terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu (Kotler, 1997:. Pasar sendiri memiliki tiga fungsi utama, yaitu: fungsi distribusi, fungsi pembentukan harga, dan fungsi promosi. Sebagai sarana distribusi. Pasar sebagai sarana distribusi, berfungsi memperlancar proses penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Di pasar tersebut penjual menawarkan barangbarang atau jasa kepada pembeli. Pembeli yang membutuhkan barang atau jasa akan berusaha menawar harga dari barang atau jasa tersebut, sehingga terjadilah tawarmenawar antara kedua belah pihak. Setelah terjadi kesepakatan, terbentuklah harga. Dengan demikian, pasar berfungsi sebagai pembentuk harga. Harga yang telah menjadi kesepakatan tersebut, tentunya telah diperhitungkan oleh penjual dan Sebagai sarana promosi. Pasar sebagai sarana promosi artinya pasar menjadi tempat memperkenalkan dan menginformasikan suatu barang/jasa tentang manfaat, keunggulan, dan kekhasannya pada konsumen. Promosi dilakukan untuk menarik minat pembeli terhadap barang atau jasa yang diperkenalkan. Promosi dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain, memasang spanduk, menyebarkan brosur, pameran, dan sebagainya. Banyaknya cara promosi yang dilakukan oleh produsen, membuat konsumen lebih selektif dalam memilih barang yang akan dibeli. Biasanya produsen yang menawarkan barang dengan harga murah dan kualitasnya bagus akan menjadi pilihan konsumen. Dalam sebuah percakapan antara transaksi jual beli, seringkali didapati sebuh tuturan yang mempunyai konteks dimana hanya penutur dan mitra tuturnya saja yang Di dalam pragmatik terdapat empat prinsip kerja sama atau dapat disebut dengan maksim yang oleh Grice dibagi menjadi empat bagian yakni . maksim kuantitas . axim of quantit. , . maksim kualitas . axim of qualit. , . maksim relevansi . axim of relevanc. , dan . maksim cara . axim of manne. Maksim Kuantitas Transkripsi data 1 X: Penjual . Y: Pembeli . itra tutu. Y: Koreknya berapaan Bu? X: Lima ribu Dek. Konteks dalam percakapan di atas merupakan harga sebuah korek yang ditanyakan oleh pembeli sebagai mitra tutur. Pemenuhan maksim kuantitas dalam percakapan tersebut dapat dibuktikan pada jawaban penjual sebagai penutur yang memberikan sebuah informasi yang tepat dan tidak melenceng terkait harga korek dengan menjawb mitra tutur dengan jawaban Aulima ribu DekAy. Maksim Kualitas Transkipsi data 2 Salsabila (AnalisisA) Volume 11 No. 1, 2023 X: Penjual . Y: Pembeli . itra tutu. Y: Yang ini celananya berapa Pak? X: Tiga puluh limaan, tiga seratus. Y: Kalo yang ini berapa? X: Itu tiga puluh lima. Yang kulot ini aja empat puluh, yang lainnya tiga puluh lima. Konteks dalam percakapan tersebut ialah pembeli sebagai mitra tutur menanyakan perihal harga kulot yang ingin dibeli dan penjual sebagai penutur memberi sebuah kontribusi dengan memberitahu hal yang ditanyakan dengan jelas. Data di atas menunjukkan adanyan pemenuhan maksim kualitas yang terjadi antara penjual dan pembeli. Disini pembeli menanyakan. AuKalo yang ini berapa?Ay, dan penjual menjawab. Au Itu tiga puluh lima. Yang kulot ini aja empat puluh, yang lainnya tiga puluh lima. Ay. Penjual dengan jelas menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh pembeli sebagai mitra tutur. Maksim Relevansi Transkipsi data 3 X: Penjual . Y: Pembeli . itra tutu. X: Kak ada es rasa choco milk sama choco latte gak? Y: Tinggal choco original sama choco milk. Implikatur percakapan dalam tuturan tersebut ialah menanyakan perihal varian rasa es yang dijual oleh penutur yang ditanyakan oleh mitra tutur. Percakapan penutur memberikan sebuah kontribusi yang relevan dengan apa yang ditanyakan oleh mitra tutur. Pemenuhan maksim relevansi pada data tiga dapat dibuktikan ketika mitra tutur menanyakan. AuKak ada es rasa choco milk sama choco latte gak?Ay, dan penutur menjawab. Au Tinggal choco original sama choco milk. Ay. Perkataan penutur merujuk pada varian rasa es choco/coklat. Varian rasa yang diinginkan oleh pembeli adalah choco milk dan choco latte, tetapi ternyata hanya tersisa varian choco milk dan choco original. Konteksnya adalah, penjual tidak menyediakan rasa choco latte yang diinginkan pembeli atau kemungkinan lainnya varian rasa tersebut sudah habis. Sehingga dijawab oleh penjual dua rasa varian yang Maksim Cara Transkipsi data 4 X: Penjual . Y: Pembeli . itra tutu. Salsabila (AnalisisA) Volume 11 No. 1, 2023 Y: Masih adakah PakAole Cirengnya? X: Habis Mba sudahA Konteks dalam percakapan antara penjual dan pembeli tersebut menanyakan mengenai dagangan Cireng yang dijual oleh PakAole Cireng. Secara implikatur menunjukkan ini merupakan implikatur konevensional, karena mitra tutur menanyakan apakah dagangan penutur masih ada atau tidak, ternyata sudah habis, dan mitra tutur mengerti jika dagangan Cireng tersebut sudah habis. Pemenuhak maksim cara dalam percakapan dapat dibuktikan dengan jawaban penutur. AuHabis Mba sudahAAy, jawaban tersebut ialah pemenuhan maksim cara ketika mitra tutur bertanya ketersediaan dagangannya. Penutur menjawab dengan jawaban yang jelas. KESIMPULAN Berdasarkan uraian pada pembahasan masalah sebelumnya, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut: . pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang memperlajari struktur bahasa secara eksternal yaitu berkaitan dengan bagaimana satuan bahasa itu digunakan dalam komunikasi. percakapan adalah interaksi oral dengan bertatap muka antara dua partisipan atau lebih. pemakaian pragmatik dalam percakapan yang mengandung transaksi jual beli di pasar DAFTAR RUJUKAN Yogyakarta: Kanisius. Mulyana. Kajian Wacana: Teori. Metode dan Aplikasi Prinsip-prinsip Analisis Wacana. Yogyakarta: Tiara Wacana. Nababan. Ilmu Pragmatik (Teori dan Penerapanny. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Rohmadi. Muhammad. Pragmatik Teori dan Analisis. Yogyakarta: Lingkar Media. Yule. George. Pragmatik. Terjemahan oleh Indah Fajar Wahyuni. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Nazir. Moh. Metode Dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan Secara Linguistis. Yogyakarta: Duta Wacana University Press. Saifudin. AuTeori Tindak Tutur dalam Studi Linguistik PragmatikAy. Lite: Jurnal Bahasa. Sastra, dan Budaya, 15. , 1-16. Fitriyani. Dewi. Implikatur Percakapan Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Pringsewu Lampung. Jurnal Pesona Vol. No. Hlm. George Yule. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kunjana Rahardi. Pragmatik: Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. Mufiddah. ImroAoatul. Implikatur Percakapan dalam Cerita Detektif Misteri Karibia Karya Agatha Christie: Kajian Pragmatik. Basindo: Jurnal Kajian Bahasa. Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya. Vol. No.