INDOGENIUS Vol. 01 No. 01 Hal. RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN DZIKIR AL-MATSURAT DAPAT MENURUNKAN GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS: LITERATURE REVIEW Wulan Permatasari1. Vina Aprelia1. Riza Nuraeni Putri1 . Tiya Rizki Novianti1 Nur Hidayat1. Dadi Hamdani1 1 STIKes Muhammadiyah Ciamis. Ciamis. Indonesia Korespondensi: Wulan Permatasari Email: wulanpermatasari519@gmail. Alamat : Karangmukti. Jl. Angkasa 3 No. Langensari. Langensari. Banjar, 46341. Jawa Barat, 087892537443 ABSTRAK Tujuan: Tujuan dari literature review ini yaitu untuk menjelaskan pengaruh relaksasi otot progresif dan dzikir al-matsurat terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM. Metode: Pada literature review ini data diidentifikasi dari lima database jurnal diantaranya PubMed. JSTOR. Taylor Francis Online. Sage Journal. Willey Online Library dengan menggunakan metode PIOS (Participant. Intervention. Outcomes and Study Desig. dan istilah MESH pada mesin pencari tingkat lanjut. Desain yang digunakan dalam literature review ini adalah Quasy Eksperiment pretest and posttest yang melibatkan laki-laki dan perempuan yang menderita DM. Jumlah total sampel diperoleh sebanyak 321 massa secara random sampling dengan menggunakan intrumen Glukometer dan Kuesioner. Hasil: Dari jumlah artikel yang telah di review didapatkan hasil yang telah dilakukan dengan menggunakan desain quasy eksperiment pre and post test, didapatkan bahwa terapi dzikir almatsurat tidak signifikan untuk penurunan gula darah bagi pengidap DM, karena tidak diberikan treatment . yang dibutuhkan dengan persentase hasil 40% dengan p value < 0,005. Penerapan teknik selanjutnya yaitu dengan cara relaksasi otot progresif pada Teknik ini, sangat berpengaruh signifikan dalam penurunan gula darah, karena teknik relaksasi otot progresif mengaktifkan sistem saraf parasimpatis dan menghentikan kerja saraf simpatis sehingga hormon kortisol menurun yang pada akhirnya glukosa darah menurun didapatkan persentasi hasil 60% dengan p value 0,291. Kesimpulan: Studi ini menyatakan bahwa dengan dilakukannya tindakan relaksasi pada otototot secara progresif lebih signifikan untuk menurunkan gula darah dibandingkan dzikir almatsurat. Karena relaksasi otot progresif lebih berfokus pada perlakuan sedangkan terapi dzikir al-matsurat lebih berfokus kepada ketenangan jiwa dan pikiran. Kata Kunci: Relaksasi Otot Progresif. Dzikir Al-Matsurat. Penurunan Gula Darah 42 | Relaksasi Otot Progresif dan Dzikir Al-Matsurat Dapat Menurunkan Gula Darah Pendahuluan Penyakit Diabetes Melitus atau sering disebut dengan (DM) adalah penyakit kelainan metabolik yang diakibatkan karena adanya gangguan hormonal sehingga menyebabkan naiknya gula di darah atau bisa disebut dengan istilah hiperglikemia. (Goldman. Ian. and Pabari, 2. Banyak manusia yang tidak menyadari apabila mereka telah mengidap penyakit DM sering terlambat pada proses penangananya, oleh sebab itu tejadi komplikasi yang lebih lanjut seperti penyakit congestive heart failure, hipertensi, stroke yang disebut AuMother of DiseaseAy (Firmansyah. Setiawan and Ariyanto, 2. Perlu diketahui, terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan orang memiliki penyakit DM, diantaranya faktor gaya hidup yang buruk, usia, obesitas, faktor genetik, serta infeksi bakteri atau virus. Tanda dan gejala dari DM itu sendiri adalah poliuri, polidipsi dan Adapun gejala lainnya yaitu penurunan berat badan, badan lemah, kesemutan, gatalgatal pada kulit, luka yang lama tidak sembuh serta infeksi saluran kemih (Lestari. Zulkarnain and Sijid, 2. Berdasarkan informasi yang didapatkan menurut International Diabetes Federation (IDF) menyatakan bahwa jumlah yang menderita DM di dunia berjumlah 207 juta orang. Penderita DM terus meningkat sejak tahun 2019 mencapai 415 juta orang mengalami DM (Farhan, 2. Prevalensi yang memiliki penyakit DM di Indonesia mencapai 6,2 % yang berarti ada lebih dari 10,8 juta orang yang menderita DM per tahun. (Pratiwi, 2. Salah satu intervensi untuk menurunkan gula dalam darah bagi orang yang menderita DM yaitu memberikan terapi relaksasi pada otot-otot progresif. Relaksasi adalah sebuah teknik yang dapat membantu fikiran dan jiwa manusia menjadi rileks dan melepaskan ketegangan otot. (Pratiwi, 2. Terapi relaksasi otot ini yaitu jenis latihan yang berfokus pada otot-otot tubuh manusia (Nurbaiti, 2. Relaksasi ini juga dapat mengendalikan kecemasan dan gangguan psikologis (Ramadini and Rahayu, 2. Selain menggunakan intervensi otot progresif, penyakit DM juga dapat dilakukan melalui terapi dzikir al-matsurat. Dzikir al-matsurat merupakan kumpulan dzikir yang telah disusun oleh Imam Syahid Hasan Al-Bana. Isi dari dzikir ini merupakan ayat-ayat Allah yang dapat memberikan rasa tenang, mengurangi kesedihan, kecemasan dan depresi, serta memotivasi untuk kehidupan yang lebih baik (Himawan. Suparjo and Cuciati, 2. Dengan teknik dzikir ini, aktivasi pada hipotalamus akan dirangsang oleh otak melalui HPA axis, sehingga stimulasi CRF pada hipotalamus akan terjadi penurunan. Dengan teknik ini juga, hipofisis anterior yang berfungsi untuk menurunkan kadar ACTH akan terangsang sehingga darah akan mengeluarkan kortisol secara terkendali (Lestari. Zulkarnain and Sijid, 2. Tujuan Tujuan dari literature review ini yaitu untuk memaparkan pengaruh relaksasi otot-otot secara progresif serta dzikir al-matsurat terhadap penurunan kadar gula di dalam darah bagi yang memiliki penyakit DM (Theofanidis, 2. Metode Srategi pencarian Pencarian artikel ini dilakukan dari database jurnal yaitu: JSTOR. Willey Online Library. Sage Journal. PubMed, dan Taylor Pranciss Online dengan menggunakan MeSH term dan kata kunci pada advanced search engine. (((Dhikr al-matsura. AND progressive muscle relaxatio. 43 | Relaksasi Otot Progresif dan Dzikir Al-Matsurat Dapat Menurunkan Gula Darah AND lower blood suga. AND Quasy Eksperiment. Secara komprehensif literature review ini menggunakan artikel yang telah di publikasikan sejak tahun 2017 hingga tahun 2021 artikel yang berbahasa Indonesia dan Inggris dan bisa di download dalam bentuk teks lengkap. (P) Population yang dipakai dalam artikel ini yaitu pengidap DM. (I) Intervention dzikir al-matsurat dan relaksasi otot progresif. Outcomes (O) Lower Blood Sugar. Study Design (S) Artikel yang dipakai menggunakan metode Quasy Eksperiment subjek yang terlibat yaitu laki-laki dan perempuan yang menderita DM. Para penulis sangat detail menganalisis setiap artikel dan mengambil hal-hal yang penting untuk menilai relaksasi pada otot dan dzikir al-matsurat dalam penurunan gula darah bagi yang menderita DM. Seleksi studi yang relevan Sesudah pencarian artikel dan membuang duplikasi, pencarian judul artikel diambil dari data dasar yang telah disaring untuk dianalisis. Pada seleksi artikel selanjutnya ketika menemukan keraguan untuk menentukan artikel penelitian, penulis meninjau kembali secara penuh . Selanjutnya, penulis memilih studi yang cocok untuk ditinjau menggunakan PIOS. Penilaian kritis Seluruh artikel dikritik serta diberi poin memakai Critical Appraisal Skills Programmed (CASP) yang dilakukan penulis secara independen. Selanjutnya artikel yang terpilih diberi tingkat CASP yang baik . -9 poi. serta CASP yang cukup . -7 poi. Apabila terjadi ketidaksepakatan yang berkaitan dengan skor peringkat, diselesaikan dengan diskusi. Ekstraksi data Pengolahan data dalam kelompok kontrol dan intervensi terdiri dari, jumlah total sampel, metode, intervensi, hasil, administrasi, serta penilaian secara kritis telah dilakukan dalam penelitian ini. Sintesis Data Penelitian ini ditinjau untuk mencakup bukti studi tingkat 1, 2 dan 3. Langkah penelitiannya bersifat heterogen, sehingga meta-analisis tidak dilakukan. Peneliti menemukan hasil yang disajikan dalam bentuk ringkasan naratif dengan kelompok intervensi tanpa pengobatan dan perawatan biasa. Hasil Pemilihan Artikel Pengenalan pada artikel ini memakai istilah penelusuran sesuai ketentuan sebelumnya dengan bentuk database secara kombinasi yang dilaksanakan pada 2017 hingga tahun 2021 dan 013 artikel yang sudah dijelaskan pada Gambar 1. Setelah disaring sebanyak 3 kali, sebagian artikel studi tidak sesuai dengan kriteria PIOS. Subjek bukan penyakit DM . , tidak memakai Intervensi Terapi Dzikir Al-Matsurat dan Relaksasi Otot Progresif . , tidak fokus pada penurunan gula darah . dan tidak menggunakan Quasy eksperiment . Dari 1. 165 terdapat 254 artikel yang tidak terpilih akibat tidak ada pengenalan dengan 871 artikel yang sama, 16 bab buku, 13 abstrak prosiding dan 11 plakat yang sudah dieliminasi dalam aplikasi manajer referensi EndNote X9 (Setiawan et al. , 2. 44 | Relaksasi Otot Progresif dan Dzikir Al-Matsurat Dapat Menurunkan Gula Darah Karakteristik penelitian Dari penelitian ini total subjek yang diperoleh sebanyak 321 massa yang bertugas secara random. Sebanyak 161 perwakilan kelompok perlakuan serta 160 perwakilan kelompok Penelitian pada kelompok perlakuan menghasilkan efek yang baik dalam menurunkan gula darah bagi pengidap diabetes melitus. 10 artikel yang terdapat pada literatur ini, seluruh intervensinya dilaporkan secara signifikan efektif menurunkan gula darah pada pengidap penyakit kronik yaitu diabetes melitus (Setiawan. Ariyanto. Khaerunnisa, et al. , 2. Gambar 1. PRISMA of Literature Review Tabel 1. Karakteristik Penelitian Penulis (Tahu. Judul Efektivitas relaksasi otot progresif pasien Gula Darah Diabetes Mellitus (Rizky. Insani and Widiastuti, 2. Metode Hasil Tujuan: Untuk mengukur efektifitas otot Terdapat perbedaan kadar gula darah progresif ketika di relaksasikan dalam pasien diabetes pada kelompok menurunkan gula darah pada penderita perlakuaan dan kelompok kontrol diabetes melitus dengan p value = 0,000 . < 0,. Desain: Quasy Eksperiment dengan menggunakan pre test dan post test Sampel: Jumlah sampel 48 responden . asing-masing 24 sampel pada kelompok perlakuan dan kelompok contro. Intervensi: Relaksasi Otot Progresif Instrumen: Glukometer dan kuesioner 45 | Relaksasi Otot Progresif dan Dzikir Al-Matsurat Dapat Menurunkan Gula Darah Efek latihan relaksasi otot progresif Tujuan: mengetahui efek relaksasi ototTerdapat perbedaan hasil signifikan pada kadar gula darah(Isnaini, otot secara progresif terhadap penurunan sebelum dan sesudah dilakukan Trihadi and Linggardini, 2. gula darah perlakuan pada kelompok intervensi Desain: Quasy Eksperiment dengan pre dengan p value = 0,001. Namun, pada and post kontrol grup pre test dan post tes pada kelompok Sampel: 30 responden . asing-masing 15 kontrol tidak ada perbedaan yang sampel pada kelompok perlakuan dan signifikan dengan nilai p value = 0,291 kelompok kontro. Intervensi: Relaksasi Otot Progresif Instrumen: Glukometer dan kuesioner Pengaruh relaksasi otot progresif Tujuan: Untuk mengkaji efek relaksasi pada Hasil terhadap kadar glukosa darah dan otot progresif dalam menurunkan gula darah perbedaan yang tidak signifikan gejala kelelahan pada penderita dan gejala kelelahan pada pengidap DM. antara kelompok intervensi dan diabetes melitus tipe 2 (Antoni. Design: Quasy eksperimental Pretest- kontrol (A value = 0. Posttest Design dengan control group Sampel: 66 responden . kelompok intervensi dan 33 kelompok kontro. Intervensi: Relaksasi Otot Progresif Instrumen: Glukometer dan kuesioner Pendekatan psikoneuroimunologi Tujuan: Untuk mengetahui efek zikir Menunjukkan bahwa motivasi untuk untuk meningkatkan motivasi berdasarkan psikoneuroimunologi pada kadar pulih meningkat . = 0,. Kadar kortisol turun . = 0,. , dan pemulihan, penurunan kortisol gula darah pengidap DM. penurunan kadar glukosa darah . = dan glukosa darah pasien DM tipe Desain: Quasy-eksperiment pre test dan 0,. setelah pemberian terapi dzikir 2 dengan terapi dzikir (Rifka post test control group Sampel: Jumlah pada pasien diabetes melitus. Pahlevi. Suhartono Taat Putra, 19 orang dengan teknik purposive sampling, 2. sampel kelompok perlakuan dan 9 sampel kelompok kontro. Intervensi: Terapi Dzikir Al-Matsurat Instrumen: Glukometer dan kuesioner Relaksasi otot progresif (PMR) Tujuan: Agar mengetahui efek relaksasi Hasil menunjukkan bahwa PMR efektif kadar otot-otot secara progresif terhadap untuk menurunkan kadar glukosa pada pasien diabetes melitus dengan . glukosa darah pasien diabetes penurunan glukosa pada pengidap DM. value= 0,. Desain: Quasy-Ekperimental pre-post melitus tipe 2 (Agung Akbar, dengan kontrol grup Malini and Afriyanti, 2. Sampel: 30 sampel . asing-masing 15 sampel pada kelompok perlakuan dan kelompok kontro. Intervensi: Relaksasi otot progresif Instrumen: Glukometer dan kuesioner Latihan efektivitas penerimaan Tujuan: Untuk melihat analisis efek dalam Dalam t-test diri: relaksasi dan dzikir untuk penerimaan diri terhadap kadar gula didalam menghasilkan efek penerimaan diri penurunan kadar glukosa darah darah bagi pengidap DM. salam penurunan glukosa darah pada pada pasien diabetes mellitus tipe Design: Quasy Eksperimental pretestpasien diabetes melitus dengan nilai . 2 (Muhammad and Fauziyah, post test control group = 0,. Sampel: 18 sampel . sampel kelompok perlakuan dan 9 sampel kelompok Intervensi: Relaksasi otot progresif dan dzikir al-matsurat Instrumen: Glukometer dan kuesioner 46 | Relaksasi Otot Progresif dan Dzikir Al-Matsurat Dapat Menurunkan Gula Darah Pengaruh Terapi Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus (Safitri Putriningrum, 2. Tujuan: Agar mengetahui efek dari Dalam teknik relaksasi otot progresif relaksasi otot-otot secara progresif berpengaruh signifikan terhadap terhadap penurunan glukosa pengidap kadar gula darah Pengidap DM DM. value = 0,. Design: Quasy Eksperiment pretest-post test with control group Sampel: 18 sampel . asing-masing 9 sampel pada kelompok perlakuan dan kelompok kontro. Intervensi: Teknik relaksasi otot progresif Instrumen: Glukometer dan kuesioner Efektivitas otot Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengaruh Hasil penelitian mayoritas usia 45-59 progresif terhadap kadar gula terapi relaksasi otot progresif terhadap tahun . ,7%), jenis kelamin darah (Meilani. Alfikrie and kadar gula darah penderita diabetes melitus perempuan . %), lama diagnosis Purnomo, 2. Desain: Quasy Eksperiment pretestpenyakit diabetes melitus > 5 tahun post test with control group . ,7%). Obesitas . ,7%) dan Sampel: 24 sampel . kelompok sebagian bekerja sebagai Pegawai intervensi dan 12 kelompok kontro. Negeri Sipil . ,5%). Setelah Intervensi: Relaksasi otot progresif melakukan relaksasi pada otot-otot Instrumen: Glukometer dan kuesioner secara progresif . ,5 mg/dl ) terdapat perbedaan angka gula darah dengan p value 0,000 ( 0,. , perbedaan antara kelompok latihan otot progresif kelompok kontrol menunjukan selisih . ,9 mg/dL) dengan p value 0,000 ( 0,. Pengaruh Intervensi Sholat dan Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh doa Tidak terdapat pengaruh signifikan Dzikir Al-Ma'tsurat terhadap dan dzikir Al-MaAotsurat terhadap pada hasil paired T-test kelompok Penurunan Gula Darah Pada kontrol dengan . value = 0,. Penderita Diabetes Mellitus diabetes melitus Sedangkan kelompok intervensi (Wardaningsih and Desain: Quasy experiment with (Non dengan . value = 0,. Equivalent Control Grou. Pretest Post PeprianaWidyaningrum, 2. menunjukkan adanya pengaruh intervensi doa dan dzikir alSampel: 34 sampel . asing-masing 17 sampel pada kelompok perlakuan dan kelompok kontro. Intervensi: Dzikir Al-Matsurat Instrumen: Glukometer dan kuesioner Efektivitas Dzikir MaAotsurat Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-matsurat dalam Menurunkan Kadar Gula dzikir al-maAotsurat berpengaruh Darah Pada Pasien Diabetes glukosa terhadap penderita DM. signifikan dalam menurunkan gula Mellitus Tipe 2 Di RSUD Design: Quasy eksperimental Pretestdidalam darah dengan nilai . value Dr. Dradjat Prawiranegara Posttest Design dengan control group < 0,. Sampel: asing-masing Serang Tahun 2018 (. Sustiyono sampel pada kelompok perlakuan dan , 2. kelompok kontro. Intervention: Terapi Dzikir Al-Matsurat Instrument: Glukometer dan kuesioner 47 | Relaksasi Otot Progresif dan Dzikir Al-Matsurat Dapat Menurunkan Gula Darah Pembahasan Instrumen yang digunakan untuk mengukur kadar gula darah antara lain: Glukometer Berdasarkan tinjauan didalam 10 artikel, instrumen yang digunakan untuk mengukur gula dalam darah yaitu menggunakan alat Glukometer. Adapun komponen dalam glukometer terdiri dari 3 bagian yang paling utama yaitu alat pengukur, strip pengukur dan jarum suntiknya. Didalam pengukurannya membutuhkan setitik darah yang diperoleh dengan cara menusuk jaringan kulit, kemudian darah tersebut disimpan pada strip tes gula darah sekali pakai, kemudian alat tersebut akan mendeteksi strip lalu kadar dari gula darah tersebut akan terukur (Setiawan. Nantia Khaerunnisa, et al. , 2. Dari hasil literature review ini menunjukan Intervensi dari berbagai penelitian dengan memakai glukometer didapatkan hasil yang kurang. Pada sampel nomer 1=257 miligram/desiliter, sampel nomer 11=180 miligram/desiliter, sampel nomer 14= 154 miligram/desiliter, sampel nomer 15=144 miligram/desiliter, sampel nomer 16=191 miligram/desiliter dan yang terakhir sampel nomer 17=197 miligram/desiliter. Saat pengambilan darah vena tidak langsung dilakukan pemeriksaan menggunakan glukometer sehingga mengakibatkan volume dan konsentrasi darahnya rendah (Maulidiyanti, 2. Kuesioner Didapatkan dalam 10 artikel menggunakan alat ukur kuesioner dengan Diabetes Obstacles Quetioner (DOQ) menggunakan bahasa Indonesia. Berdasarkan perhitungan, keandalan kuesioner ini dinyatakan domain hambatan pengobatan adalah 0,687, domain hambatan pengobatan sendiri adalah 0,617, domain hambatan pengetahuan dan keyakinan adalah 0,630, domain hambatan diagnosis adalah 0,717, domain hambatan hubungan dengan tenaga kesehatan adalah 0,687, domain hambatan pilihan gaya hidup yaitu 0,719, domain hambatan dalam mengatasi diabetes adalah 0,717 dan domain hambatan dari saran dan dukungan adalah 0,698. Kuesioner DOQ berbahasa Indonesia terbukti sebagai alat ukur yang sahih dan andal untuk mengukur hambatan pengobatan diabetes melitus (Febriyanti, 2. Berdasarakan studi literatur didapatkan efektifitas intervensi dzikir al-matsurat dan relaksasi otot progresif dalam perawatan penyakit kronik yang bisa dijadikan referensi sebagai upaya untuk menurunkan gula darah yaitu dengan penerapan dzikir al-matsurat dan relaksasi otot progresif. Pemanfaatan intervensi ini sangat membantu dalam menurunkan gula darah. Terapi dzikir al-matsurat dan relaksasi otot progresif merupakan implementasi asuhan keperawatan dengan memanfaatkan teknologi yang sederhana. Namun, perawat yang menggunakan intervensi ini tetap menilai, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi hasil asuhan keperawatan. Pada implementasi yang dilakukan, perawat melakukan terapi dzikir almatsurat kepada responden setiap pagi dan sore dalam sehari selama satu minggu, dan melakukan relaksasi otot progresif setiap pagi hari dan malam hari sebelum beristirahat (Setiawan, et al 2. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan metode quasy eksperiment pre and post tes control group, didapatkan bahwa terapi dzikir al-matsurat tidak signifikan terhadap penurunan glukosa pada pengidap DM, karena tidak diberikan treatment . yang Penerapan teknik selanjutnya yaitu dengan cara relaksasi otot progresif pada Teknik ini, sangat berpengaruh signifikan dalam penurunan gula darah, karena 48 | Relaksasi Otot Progresif dan Dzikir Al-Matsurat Dapat Menurunkan Gula Darah dengan melakukan relaksasi otot-otot secara progresif maka saraf parasimpatis menjadi aktif dan saraf simpatis berhenti sehingga hormon kortisol menurun yang pada akhirnya kadar gula darah ikut menurun (Munira. Hasneli and Nauli, 2. Relaksasi otot progresif sangat membantu interaksi perawat khusus dengan pasien yang menderita DM dengan memberikan perawatan tanpa membedakan usia dan jenis kelamin. Berdasarkan studi di atas, ilustrasi efektivitas intervensi dzikir al-matsurat dan relaksasi otot progresif dapat di gunakan sebagai referensi dalam upaya menurunkan gula darah pada pasien penderita penyakit DM (Ning et al. , 2. Kesimpulan Studi ini menyatakan bahwa dengan dilakukannya tindakan relaksasi pada otot-otot secara progresif lebih signifikan untuk menurunkan gula darah dibandingkan dzikir almatsurat. Karena relaksasi otot progresif lebih berfokus pada perlakuan sedangkan terapi dzikir al-matsurat lebih berfokus kepada ketenangan jiwa dan pikiran. Daftar Pustaka