Indonesian Journal of Marine Volume Issue Engineering Pages Year Penanganan Marine Growth Prevention System Guna Memperlambat Laju Korosi Pada Sistem Pipa Pendingin Air Laut di MT. Gas Dream Handling of the Marine Growth Prevention System to Slow the Corrosion Rate in the Sea Water Cooling Pipe System in MT. Gas Dream Muaffak Salam Maulana Nurdin U Pritha Kurniasih U Ali Muktar Sitompul Abstract: The Marine Growth Prevention System (MGPS) is a crucial ship system that prevents the growth of marine organisms, which can cause corrosion to the structure. Marine growth can also narrow pipe diameters, increase pressure, and damage exposed structures if not properly Identifying delays in seawater flow from the MGPS is key to maintaining the integrity of the seawater cooling system on the MT. Gas Dream. This study used qualitative methods. Data analysis and information processing from various sources such as observations, interviews, and case By grouping and selecting data, significant elements are determined to be used as the basis for investigation. The results of the analysis are evaluated to obtain easy-to-understand conclusions. This study used the Root Cause Analysis method with tree diagrams for triangulation of data sources and information validation. This study aims to determine the causes and efforts of the slow flow of seawater coming out of MGPS. The results showed that the cause of the slow flow of seawater coming out of MGPS was because the reaction tank was dirty, the electrodes were full of crystals, the MGPS exit pipe was dirty, and the injection nozzle was blocked. The presence of obstacles such as mud and marine life can affect the slow flow of seawater, leading to the sea chest. In addition, the buildup of crystals on the electrodes can affect the electrolysis process which can cause marine life to grow. Therefore, routine checking and cleaning of MGPS components such as tanks, electrodes. MGPS pipes is the key in minimizing the risk of slow flow of seawater coming out of MGPS. To maintain MGPS performance, checking at least once a month on each MGPS component must be carried out to prevent the slow flow of seawater coming out of MGPS. Keywords: electrolysis, marine growth, marine growth prevention system, root cause analysis, sea water flow, tree diagram Abstrak: Marine Growth Prevention System (MGPS) adalah sistem penting dalam kapal yang mencegah pertumbuhan biota laut yang dapat menyebabkan korosi pada struktur. Pertumbuhan biota laut juga dapat menyempitkan diameter pipa, meningkatkan tekanan, dan merusak struktur bangunan yang terpapar langsung dengan air laut tanpa penanganan yang tepat. Identifikasi keterlambatan aliran air laut dari MGPS menjadi kunci untuk menjaga integritas sistem pendingin air laut di MT. Gas Dream. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Analisis data dan pengolahan informasi dari berbagai sumber seperti observasi, wawancara, dan studi kasus. Melalui pengelompokkan dan seleksi data, elemen yang signifikan ditentukan untuk digunakan sebagai dasar penyelidikan. Hasil analisis dievaluasi untuk mendapatkan kesimpulan yang mudah Penelitian ini menggunakan metode Root Cause Analysis dengan tree diagram untuk Muaffak Salam Maulana Nurdin Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Indonesia Email: muaffakmaulana41@gmail. Ali Muktar Sitompul Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Indonesia Email: ali. muktar@pip-semarang. Pritha Kurniasih Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. Indonesia Email: pritha@pip-semarang. Indonesian Journal of Marine Engineering Ae July 2024 triangulasi sumber data dan validasi informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab dan upaya lambatnya aliran air laut yang keluar dari MGPS. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab lambatnya aliran air laut yang keluar dari MGPS karena reaction tank kotor, elektroda penuh dengan kristal, pipa out MGPS kotor, dan injection nozzle tersumbat. Adanya hambatan seperti lumpur dan biota laut dapat mempengaruhi lambatnya aliran air laut yang menuju ke sea chest. Selain itu, penumpukan kristal pada elektroda dapat mempengaruhi proses elektrolisis yang dapat menyebabkan biota laut dapat tumbuh. Oleh karena itu, pengecekan serta pembersihan yang rutin pada komponen MGPS seperti tank, elektroda, pipa MGPS menjadi kunci dalam meminimalisir resiko lambatnya aliran air laut yang keluar dari MGPS. Untuk mempertahankan performa MGPS, pengecekan minimal satu bulan sekali pada setiap komponen MGPS harus dilakukan agar mencegah terjadinya lambatnya aliran air laut yang keluar dari MGPS. Kata Kunci: aliran air laut, biota laut, diagram pohon, elektrolisis, marine growth prevention system, root cause analysis PENDAHULUAN Salah satu yang penting untuk menunjang kinerja mesin induk yaitu sistem Sistem pendingin di kapal menggunakan dua macam sistem, yaitu sistem pendinginan terbuka dan sistem pendinginan tertutup. Pada sistem pendinginan terbuka, air laut adalah media utama untuk pendinginan di kapal yang masuk dan dikeluarkan lagi melalui pipa overboard. Penggunaan air laut dalam jumlah yang besar dan waktu yang lama akan berdampak buruk bagi kondisi pipa yang bersentuhan langsung dengan air laut. Untuk menghindari timbulnya korosi pada sistem perpipaan di MT. Gas Dream, maka dipasang MGPS tank type. MGPS (Marine Growth Prevention Syste. adalah suatu sistem yang diterapkan di kapal untuk menghambat marine growth, yaitu sekumpulan hewan atau tumbuhan laut yang tumbuh dan berkoloni di permukaan bangunan/struktur di dalam laut yang dapat menyebabkan terjadinya korosi, dan jika tidak diatasi, maka akan menyebabkan korosi pada struktur/bangunan lain yang bersentuhan langsung dengan air Sistem MGPS memberi aliran listrik pada logam alumunium dan logam tembaga yang menghasilkan sebuah senyawa yang memiliki peran dalam mengurangi pertumbuhan biota laut dan memberikan lapisan pada permukaan pipa guna menghindari kontak langsung dengan air laut. Normalnya, aliran air laut yang dihasilkan MGPS rata-rata 7 mA/jam. Dengan aliran laut yang normal, maka korosi serta penyumbatan pada pipa air laut akan minim, tetapi pada pengalaman peneliti saat melakukan praktek laut, aliran laut yang mengalir jauh di bawah 7 mA/jam. Dari aliran air laut yang jauh di bawah 7 mA/jam, terjadi banyak fenomena tumbuhnya biota laut serta korosi yang dialami pipa-pipa air laut. Dampak yang dihasilkan yaitu jam kerja engine crew yang bertambah banyak untuk membersihkan, mengganti pipa pendingin karena efek dari air laut. Hal tersebut menimbulkan pertanyaan bagaimana fenomena tersebut bisa terjadi. Salah satu titik permasalahan tersebut tertuju kepada MGPS itu sendiri, karena MGPS memiliki peran penting untuk meminimalisir terjadinya pertumbuhan biota laut, korosi, dan penyumbatan yang dihasilkan air laut. Hambatan yang terjadi pada MGPS di MT. Gas Dream adalah lambatnya air laut yang keluar dari MGPS hingga dapat dengan lancar mengalirkan air laut untuk memberi senyawa pada seachest agar biota laut tidak tumbuh serta dapat melindungi lapisan pipa-pipa air laut agar tidak mudah korosi. Berdasarkan permasalahan yang sudah dijelaskan, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab lambatnya aliran laut yang keluar dari MGPS di MT. Gas Dream dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan agar aliran air laut yang keluar dari MGPS dapat tersalurkan dengan lancar sampai ke sea chest. Indonesian Journal of Marine Engineering Ae July 2024 METODE Metode penelitian ini adalah metode kualitatif. Menurut Sugiyono . 0: . , penelitian kualitatif melakukan analisis data berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan dan dianalisis sehingga menghasilkan temuan yang dapat disusun dalam tema tertentu. Menurut Moleong . 7: . , sumber data yang digali pada penelitian kualitatif yaitu katakata dan tindakan, selain itu adalah data pendukung seperti dokumen dan lain-lain. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder yang dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data. Menurut Anggito & Setiawan . 8: . , teknik pengumpulan data merujuk pada proses pengukuran dan pengumpulan informasi terkait variabel penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan didapat dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berikut penjelasan mengenai teknik pengumpulan data: Observasi, menurut Sugiyono . 8: . , observasi merupakan elemen kunci dalam seluruh bidang ilmu pengetahuan. Observasi yang dilakukan dengan mengamati sistem MGPS yang terkait dengan lambatnya aliran laut yang keluar dari MGPS. Wawancara, menurut Fadhallah . 1: . , wawancara adalah situasi dimana terjadi interaksi lisan antara dua pihak atau lebih. Wawancara dilakukan bersama third engineer yang bertanggung jawab atas sistem MGPS, chief engineer yang bertanggung jawab atas seluruh aspek ruang mesin dan crew mesin. Dokumentasi, adalah kumpulan data atau keterangan yang berwujud foto kegiatan, buku, rekaman, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang bisa membantu penelitian (Sugiyono, 2018:. Dokumentasi didapat dari narasi atau gambar saat perawatan Marine Growth Prevention System. Menurut Bogdan . 7: . , analisis data merupakan usaha yang dilakukan dengan cara bekerja dengan data, mengatur data tersebut, mengelompokkannya menjadi unit yang dapat dikelola, mensintesiskan, menemukan pola, mengidentifikasi aspek yang penting dan yang dapat dipelajari, serta menentukan informasi yang dapat disampaikan kepada orang lain. Untuk mengidentifikasi masalah lambatnya aliran air laut yang keluar dari MGPS, peneliti menggunakan metode RCA (Root Cause Analysi. untuk menganalisis data dan menemukan jawaban atas lambatnya aliran air laut yang keluar dari MGPS. Selanjutnya, tree diagram digunakan untuk pengklasifikasian faktor kemungkinan penyebab serta solusi sementara untuk pemecahan masalah dari setiap faktor penyebab. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data metode root cause analysis dengan tree diagram. Root Cause Analysis atau analisis akar penyebab adalah metode terstruktur untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian atau peristiwa tertentu dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja (Dogget, 2. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 10 Januari 2022 sampai 12 Januari 2023 di kapal MT. Gas Dream. Kapal ini berjenis LPG (Liquified Petroleum Ga. dan memiliki gross tonage 4,484 ton yang dimiliki oleh perusahaan KSS Line LTD melalui crewing PT. Inkor. Indonesian Journal of Marine Engineering Ae July 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL Circuit rusak Ganti circuit Fuse meleleh Ganti fuse Control panel bermasalah Ganti komponen control panel Voltmeter rusak Ganti switch Tank penuh biota laut dan lumpur Tank dibersihkan Elektroda penuh dengan kristal Elektroda Bocor Dilakukan penambalan Sistem kelistrikan MGPS bermasalah Reaction tank Lambatnya aliran air laut yang keluar dari MGPS Reaction tank tidak kedap Gasket rusak Pipa yang keluar dari MGPS Baut kurang kencang Kencangkan baut Terdapat biota laut dan lumpur Bersihkan pipa Valve tidak terbuka Valve dibuka penuh Korosi Ganti pipa Penuh lumpur dan sisa biota laut Bersihkan injection Injection nozzle Ganti gasket Figure 1. Analisis RCA dengan tree diagram Source : Hasil olahan penulis Analisis data RCA dengan diagram pohon dibuat berdasarkan troubleshoot dari manual book yang berisi beberapa masalah yang mungkin menjadi akar sebenarnya. Sistem Kelistrikan Bermasalah . Circuit rusak Setelah peneliti mengamati circuit, peneliti tidak menemukan masalah pada circuit MGPS, terlihat kabel-kabel yang terhubung pada circuit dalam kondisi yang normal, tidak terputus maupun terbakar. Hal ini dapat disimpulkan bahwa circuit dalam keadaan normal. Fuse meleleh Pada saat peneliti telah melakukan pengecekan fuse MGPS yang terhubung dengan circuit, terlihat fuse yang masih dalam keadaan normal dan tidak terlihat hangus karena tegangan berlebih yang dihasilkan untuk MGPS. Control panel bermasalah Peneliti telah mengamati kondisi komponen-komponen pada control panel dan kondisi komponen pada control panel seperti perkabelan, lampu, saklar, dan tombol dalam keadaan normal dan tidak ada kerusakan. Volt meter rusak Sebelum peneliti melakukan pengecekan pada volt meter, peneliti memastikan bahwa kondisi switch dalam keadaan normal. Peneliti telah menemukan switch yang terhubung pada volt meter bekerja dengan baik dan dalam kondisi normal, sehingga tidak ada masalah pada volt meter dalam menunjukan besarnya tegangan yang masuk di MGPS. Reaction Tank Kotor Indonesian Journal of Marine Engineering Ae July 2024 . Tank penuh dengan sisa biota laut dan lumpur Figure 2. Kondisi Reaction Tank Kotor Source : Dokumentasi penelitian Pada saat penelitian berlangsung, peneliti mengamati bahwa ketika crew mesin membuka reaction tank, telah ditemukan banyak kotoran lumpur dan sisa biota laut. Hal ini memiliki potensi besar untuk menyebabkan lambatnya aliran laut yang keluar dari MGPS. Reaction tank harus rutin dilakukan Karena jika tidak dilakukan pengecekan, peluang terjadinya kotor pada MGPS besar. Elektroda penuh dengan kristal Figure 3. Elektroda tertutup kristal Source : Dokumentasi penelitian Elektroda harus rutin dilakukan pemeriksaan, karena elektroda memiliki peran penting untuk meminimalisir tumbuhnya biota laut. Pada saat peneliti melaksanakan praktik laut, telah ditemukan elektroda yang telah tertutup Terjadinya penumpukan kristal pada elektroda karena kurang dilakukannya pengecekan pada elektroda, yang membuat kristal pada elektroda menumpuk. Hal ini dapat mengganggu proses elektrolisis dan dapat berakibat pada perkembangan biota laut bertambah, hingga terjadinya korosi pada pipa air laut. Hal ini dapat menjadi faktor lambatnya aliran laut yang keluar dari MGPS. Reaction Tank Tidak Kedap . Reaction tank bocor Kebocoran tank dapat mengakibatkan tank tidak kedap dan jika tidak ditangani, kebocoran akan bertambah besar yang mengakibatkan lambatnya air laut yang keluar dari MGPS. Pada saat peneliti melakukan praktik laut, peneliti mengamati bahwa kondisi reaction tank tidak mengalami kebocoran, dan dalam keadaan normal. Gasket pada reaction tank rusak Pada saat melakukan penelitian, peneliti telah melakukan pengecekan pada gasket-gasket yang terhubung dengan reaction tank. Hal-hal yang peneliti amati saat melakukan pengecekan gasket yaitu memastikan bahwa gasket tidak bocor, dalam kondisi bagus, dan kedap. Setelah peneliti mengamati kondisi gasketgasket yang terhubung dengan tank, gasket-gasket tidak memiliki masalah, dan masih kondisi baik. Pemasangan baut tidak kencang Indonesian Journal of Marine Engineering Ae July 2024 Pada saat peneliti mengamati baut yang menghubungkan reaction tank dengan pipa maupun tank dengan cassette, tidak ditemukan masalah pada pemasangan baut, semua baut dalam kondisi baik, dan kencang. Pipa yang Keluar Dari MGPS Tersumbat . Pipa out terdapat sisa biota laut dan lumpur Figure 4. Kondisi pipa out MGPS Source : Dokumentasi penelitian Peneliti mengamati bahwa ketika pipa out dibuka, terdapat banyak lumpur dan sisa biota laut yang memenuhi pipa. Reaction tank yang kotor dapat beresiko membuat pipa out dari MGPS juga ikut kotor karena kotoran seperti biota laut dan lumpur yang berada di tank tersalurkan ke pipa out, dan hal tersebut dapat menghambat aliran air laut di dalam pipa. Jika dibiarkan, hal ini akan membuat aliran air laut menjadi terhambat dan suplai sodium hypochlorite juga akan terhambat. Valve kurang terbuka Pada saat peneliti mengamati valve, peneliti memastikan valve dalam keadaan terbuka, karena jika valve benar-benar tertutup, maka bisa dipastikan masalah utama dari lambatnya aliran air laut adalah dari valve tersebut. Tetapi dari hasil temuan peneliti, semua valve penghubung pipa pada sistem MGPS dalam kondisi terbuka dan normal. Terjadi korosi pada pipa Korosi pada pipa dapat mengakibatkan tidak dapat dipakai karena kondisi pipa yang korosi seperti bocor dapat mengganggu aliran air laut hasil elektrolisis yang disalurkan ke sea chest. Pada saat peneliti membuka pipa out dari reaction tank, pipa dalam kondisi baik dan tidak terjadi kebocoran. Injection Nozzle Tersumbat Peneliti mengamati bahwa pada saat dilakukan pengecekan, terdapat lumpur dan sisa biota laut pada injection nozzle, dikarenakan kotoran ini berasal dari pipa atau Hal ini jika dibiarkan dapat beresiko menghambat kelancaran air laut yang berisi senyawa sodium hypochlorite ke sea chest, dan perlunya penanganan. Figure 5. Saluran menuju injection nozzle kotor Source : Dokumentasi penelitian . Indonesian Journal of Marine Engineering Ae July 2024 PEMBAHASAN Reaction Tank Penuh dengan Biota Laut dan Lumpur Figure 6. Pembersihan reaction tank Source : Dokumentasi penelitian Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan dari dua cara ini yaitu: Flushing. Kelebihannya adalah waktu pengerjaan relatif singkat, karena hanya membuka valve drain dan menutup valve out dan tidak memerlukan alat. Serta kekurangannya adalah kurang bersih dan jika valve drain tersumbat atau bermasalah, maka akan menghambat aktivitas flushing. Menyiram dengan air dan di-scrub. Kelebihannya adalah dapat menyingkirkan kotoran yang menempel dan sulit dibersihkan dan lebih efektif, karena lebih Serta kekurangannya adalah membutuhkan waktu yang relatif lama dibanding flushing, karena harus membuka baut penutup tank dahulu dan memerlukan peralatan untuk mengerjakannya. Pada penelitian ini, cara yang dilakukan untuk membersihkan tank MGPS yaitu dengan menggunakan air dan scrub. Dengan cara ini, kotoran seperti biota laut dan lumpur dapat dibersihkan dengan efektif. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi reaction tank yang penuh dengan biota laut dan lumpur adalah pembersihan tank dengan menyiram air dan di-scrub. Elektroda Tertutup Kristal Elektroda yang tertutup kristal dapat menyebabkan proses elektrolisis Berbagai cara untuk mengatasi elektroda tertutup kristal yaitu dengan mengganti elektroda yang baru dan membersihkan elektroda dengan amplas. Berikut kelebihan dan kekurangan dari cara tersebut. Mengganti elektroda lama ke dengan elektroda baru. Kelebihannya adalah waktu pengerjaan lebih efisien karena hanya mengganti elektroda dan tidak memerlukan peralatan yang lebih untuk melakukannya serta kekurangannya adalah biaya yang dikeluarkan akan lebih tinggi. Karena menggunakan spare part baru serta lebih boros, karena elektroda yang lama masih bisa digunakan hanya saja perlu dilakukan pembersihan. Membersihkan kristal yang menempel pada elektroda dengan amplas. Kelebihannya adalah tidak boros spare part dan lebih hemat biaya, hal ini memiliki keuntungan bagi perusahaan. Serta kekurangannya adalah waktu pengerjaan lebih lama dibanding mengganti elektroda dan memerlukan alat untuk mengerjakannya. Pada penelitian ini, untuk mengatasi elektroda tertutup dengan kristal, cara yang digunakan yaitu membersihkan dengan amplas. Cara ini memiliki kelebihan yaitu menghemat suku cadang elektroda, karena elektroda masih bisa digunakan, hanya saja tertutup kristal. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi elektroda yang tertutup kristal adalah membersihkan kristal yang menempel dengan menggunakan . Indonesian Journal of Marine Engineering Ae July 2024 Terdapat Biota Laut dan Lumpur pada Pipa yang Keluar dari MGPS Sisa biota laut dan lumpur yang terkumpul menghambat pipa air laut dapat diatasi dengan cara, yaitu cara pertama dengan menggunakan stick besi untuk mendorong kotoran agar keluar dari pipa. Cara yang kedua yaitu dengan mengganti pipa dengan yang baru. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari dua cara . Membersihkan pipa dengan stick besi. Kelebihannya adalah lebih menghemat biaya, karena hanya membersihkan pipa saja dan waktu lebih efisien, karena jika mengganti pipa baru, maka harus membuat pipa dahulu. Serta Kekurangannya adalah pipa tidak sepenuhnya bersih, masih terdapat lumpur dan biota laut yang menempel dan akan lebih cepat korosi. Mengganti pipa baru. Kelebihannya adalah aliran air laut akan lebih lancar dan peluang terjadinya korosi akan minim. Serta kekurangannya adalah waktu pengerjaan lebih lama, karena pipa harus dibuat dahulu dan memerlukan suku cadang yang lebih untuk membuat pipa. Dari dua cara di atas, hal yang dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengganti pipa dengan yang baru. Proses ini dilakukan dengan cara membuat pipa baru dengan teknik pengelasan. Setelah pipa jadi, diberi lapisan cat anti karat agar pipa menjadi awet. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi pipa yang terhambat lumpur dan biota laut adalah dengan mengganti pipa baru. Injection Nozzle Tersumbat Untuk melakukan blowing, harus membuat konektor untuk menghubungkan selang angin ke saluran injection nozzle. Dengan menyambungkan selang angin air compressor ke saluran injection nozzle, angin akan mendorong kotoran agar terdorong kotoran keluar dari injection nozzle. Cara yang kedua yaitu dengan memasukan cairan chemical seperti asam klorida (HC. ke saluran injection nozzle agar lumpur dan sisa biota laut dapat terurai, dan keluar dari injection nozzle. Berikut adalah masing-masing kelebihan dan kekurangan dua cara di atas: Cara blowing menggunakan angin. Kelebihannya adalah lebih aman dibandingkan menggunakan chemical liquid dan dengan tekanan angin yang tinggi, lumpur dan biota laut yang menghambat akan terdorong keluar dari injection nozzle. Serta kekurangannya adalah mmembutuhkan waktu yang lama, karena harus membuat konektor untuk menghubungkan selang angin ke saluran injection nozzle dan membutuhkan suku cadang yang lebih untuk membuat konektor yang menghubungkan selang angin ke saluran injection nozzle. Memberi chemical liquid ke saluran injection nozzle. Kelebihannya adalah lumpur dan sisa biota laut akan mudah terurai, dan keluar dari injection nozzle dan tidak memerlukan waktu yang lama, dibanding harus membuat konektor untuk proses blowing menggunakan angin. Serta kekurangannya adalah menggunakan chemical liquid dapat beresiko merusak kulit. Dari dua cara di atas, langkah yang dipilih untuk mengatasi masalah terhambatnya injection nozzle adalah dengan melakukan blowing menggunakan Sebelum dilakukan blowing, dibuat konektor untuk menghubungkan selang angin ke saluran injection nozzle. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi injection nozzle yang tersumbat adalah dengan cara blowing ke saluran injection nozzle menggunakan angin. Dari pembahasan masalah di atas, maka akar penyebab dari masalah lambatnya aliran air laut yang keluar dari MGPS adalah: Reaction tank penuh dengan biota laut dan lumpur. Elektroda penuh dengan kristal. Pipa out MGPS terdapat biota laut dan lumpur. Injection nozzle penuh dengan lumpur dan sisa biota laut. Indonesian Journal of Marine Engineering Ae July 2024 Tank penuh biota laut dan Tank dibersihkan Elektroda penuh dengan Elektroda Pipa yang keluar dari MGPS tersumbat Terdapat biota laut dan Ganti pipa Injection nozzle Penuh lumpur dan sisa biota laut Reaction tank Akar Sebenarnya Lambatnya aliran air laut yang keluar dari MGPS Bersihkan injection Figure 7. Akar sebenarya dari analisis RCA dengan tree diagram Source : Hasil olahan penulis SIMPULAN Penyebab lambatnya air laut yang keluar dari Marine Growth Prevention System adalah reaction tank penuh dengan lumpur dan sisa biota laut, elektroda penuh dengan kristal, pipa yang keluar dari MGPS penuh sisa biota laut dan lumpur dan injection nozzle penuh dengan sisa biota laut dan lumpur. Agar hal tersebut tidak dilakukan kembali, upaya yang dilakukan agar air laut yang keluar dari Marine Growth Prevention System dapat mengalir dengan lancar adalah pembersihan reaction tank dengan cara disiram air dan discrub, pembersihan kristal yang menempel pada elektroda dengan cara menggunakan amplas, dilakukan penggantian pipa baru dan pembersihan pada injection nozzle dengan cara blowing menggunakan angin. DAFTAR PUSTAKA