Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Pelaksanaan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di Lingkungan PAUD Rizka Khairi1. Fadhila Husna2. Melvi Sari Anggraini3. Khadijah4. Homsani Nasution5 1,2,3,4,5 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan. Indonesia Email: khairirizka1@gmail. ABSTRAK Deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini merupakan langkah strategis dalam memastikan perkembangan anak berlangsung optimal sesuai tahap usianya. Lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran penting dalam pelaksanaan deteksi tumbuh kembang secara sistematis, terencana, dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan deteksi tumbuh kembang anak usia dini di lingkungan PAUD berdasarkan modul pelatihan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak yang disusun oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah modul dan dokumen pendukung terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan deteksi tumbuh kembang di PAUD meliputi kegiatan pemantauan pertumbuhan, perkembangan, pencatatan, pelaporan, serta tindak lanjut berupa stimulasi dan rujukan. Instrumen utama yang digunakan adalah Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Pelaksanaan deteksi dini secara optimal membutuhkan kompetensi pendidik, kolaborasi dengan tenaga kesehatan, serta keterlibatan orang tua. Dengan deteksi dini yang tepat, penyimpangan tumbuh kembang anak dapat dikenali lebih awal sehingga intervensi dapat dilakukan secara Kata Kunci: Deteksi Dini. Tumbuh Kembang Anak. PAUD. Buku KIA. KPSP ABSTRACT Early detection of early childhood growth and development is a strategic step in ensuring optimal child development according to their age. Early Childhood Education (PAUD) environments play a crucial role in implementing growth and development detection systematically, planned, and sustainably. This article aims to examine the implementation of early childhood growth and development detection in PAUD environments based on the Early Detection of Child Growth and Development training module prepared by the Ministry of Education. Culture. Research, and Technology. The method used is a literature study by reviewing the module and related supporting documents. The results of the study indicate that the implementation of growth and development detection in PAUD includes monitoring growth and development, recording, reporting, and follow-up in the form of stimulation and referrals. The main instruments used are the Maternal and Child Health (KIA) Handbook and the Pre-Screening Questionnaire for Development (KPSP). Optimal implementation of early detection requires competent educators, collaboration with health workers, and parental involvement. With appropriate early detection, deviations in child growth and development can be identified early so that interventions can be carried out effectively. Keywords: Early Detection. Child Growth and Development. PAUD. KIA Book. KPSP 1031 || Rizka Khairi, et. || Pelaksanaan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety PENDAHULUAN Masa anak usia dini merupakan periode emas . olden ag. yang sangat menentukan kualitas perkembangan anak pada tahap kehidupan selanjutnya. Pada masa ini, proses pertumbuhan dan perkembangan berlangsung sangat pesat sehingga memerlukan pemantauan yang terencana dan berkelanjutan. Salah satu upaya penting yang harus dilakukan adalah deteksi dini tumbuh kembang anak. Deteksi dini tumbuh kembang anak merupakan kegiatan pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia dini. Gangguan tumbuh kembang yang tidak terdeteksi sejak dini berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang, seperti keterlambatan perkembangan kognitif, sosialemosional, maupun gangguan fisik. Oleh karena itu. PAUD sebagai lembaga pendidikan awal memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan pemantauan dan deteksi dini tumbuh kembang anak secara berkesinambungan. Upaya ini perlu dilakukan sedini mungkin agar peluang keberhasilan intervensi menjadi lebih besar dan risiko keterlambatan perkembangan dapat diminimalkan Lingkungan PAUD sebagai lembaga pendidikan formal pertama bagi anak memiliki peran strategis dalam melaksanakan deteksi dini secara terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan deteksi dini di PAUD juga sejalan dengan pendekatan PAUD Holistik Integratif yang menekankan pada pemenuhan kebutuhan esensial anak secara menyeluruh, meliputi pendidikan, kesehatan, gizi, perlindungan, dan pengasuhan. Oleh karena itu, pendidik PAUD perlu memiliki kompetensi dalam memahami konsep, instrumen, serta prosedur pelaksanaan deteksi tumbuh kembang Ahmad . menyatakan bahwa deteksi dini yang dilakukan secara rutin mampu mengidentifikasi keterlambatan perkembangan anak sejak awal sehingga intervensi dapat diberikan secara tepat. Temuan ini diperkuat oleh penelitian Sari dan Putri . yang menunjukkan bahwa penggunaan instrumen deteksi perkembangan di lembaga PAUD berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan anak. Namun demikian, sebagian besar penelitian tersebut masih berfokus pada aspek identifikasi semata dan belum menyoroti kesiapan serta kompetensi pendidik PAUD dalam melaksanakan deteksi dini secara berkelanjutan dan terintegrasi. Temuan lain mengungkap bahwa implementasi deteksi dini di PAUD sering kali belum berjalan optimal. Penelitian Rahman . dan Lestari . menemukan bahwa keterbatasan pemahaman guru terhadap prosedur dan instrumen deteksi dini menjadi salah satu kendala utama. Selain itu, deteksi dini masih dipandang sebagai kegiatan tambahan, belum terintegrasi secara sistematis dengan proses pembelajaran harian. However, penelitian-penelitian tersebut belum secara mendalam mengkaji keterkaitan antara pelaksanaan deteksi dini dengan pendekatan PAUD Holistik Integratif, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan anak secara Berdasarkan berbagai temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa permasalahan utama yang masih lemah terletak pada kompetensi pendidik PAUD, 1032 || Rizka Khairi, et. || Pelaksanaan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety pemanfaatan instrumen deteksi dini, serta integrasi deteksi tumbuh kembang dengan kegiatan pembelajaran dan layanan holistik anak. Kelemahan ini berpotensi menyebabkan keterlambatan identifikasi masalah perkembangan anak dan mengurangi efektivitas intervensi yang diberikan. Oleh karena itu, tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis dan memperkuat peran pendidik PAUD dalam pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang anak yang terintegrasi dengan pendekatan PAUD Holistik Integratif, sehingga deteksi dini tidak hanya bersifat administratif, tetapi menjadi bagian utuh dari proses pembelajaran dan pemenuhan kebutuhan esensial anak usia dini. METODE PENELITIAN Artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan sumber utama berupa Modul 3 Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak yang diterbitkan oleh Direktorat Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi tahun 2021. Data dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan mengkaji konsep, tujuan, tahapan, instrumen, serta pelaksanaan deteksi tumbuh kembang anak di lingkungan PAUD sebagaimana tertuang dalam modul tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang di PAUD melibatkan guru, orang tua, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Guru PAUD berperan sebagai pihak yang melakukan pemantauan awal melalui pengukuran antropometri, observasi perkembangan, serta pencatatan hasil pemantauan. Guru PAUD memiliki peran strategis dalam melakukan observasi perkembangan anak secara berkelanjutan. Guru bertugas mencatat perilaku anak secara objektif, mendokumentasikan perkembangan, serta menyampaikan hasil pemantauan kepada orang tua. Orang tua berperan sebagai mitra utama dalam menindaklanjuti hasil deteksi dini di lingkungan keluarga. Kerja sama guru, orang tua, dan tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang anak di PAUD. Tanpa kolaborasi yang baik, hasil skrining tidak dapat ditindaklanjuti secara optimal, sehingga tujuan deteksi dini untuk mengoptimalkan perkembangan anak sulit tercapai. Konsep Deteksi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Deteksi dini tumbuh kembang anak adalah kegiatan untuk menemukan secara dini adanya penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia dini agar dapat segera dilakukan tindak lanjut yang tepat. Deteksi dini mencakup kegiatan stimulasi, deteksi, dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang yang dilakukan secara terkoordinasi antara keluarga, pendidik, masyarakat, dan tenaga professional. Tujuan Pelaksanaan Deteksi Tumbuh Kembang di PAUD Pelaksanaan deteksi tumbuh kembang di lingkungan PAUD bertujuan untuk: 1033 || Rizka Khairi, et. || Pelaksanaan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety mengetahui kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai tahap menemukan secara dini kemungkinan adanya penyimpangan atau hambatan perkembangan, dan menyusun rencana tindak lanjut berupa stimulasi atau rujukan sesuai kebutuhan anak. Peran Pendidik PAUD dalam Deteksi Tumbuh Kembang Pendidik PAUD berperan sebagai pelaksana pemantauan tumbuh kembang anak melalui kegiatan observasi, pencatatan, dan pelaporan hasil Pendidik juga berperan dalam memberikan stimulasi perkembangan serta berkoordinasi dengan orang tua dan tenaga kesehatan apabila ditemukan indikasi penyimpangan. Instrumen Deteksi Tumbuh Kembang Anak Instrumen utama yang digunakan dalam pelaksanaan deteksi tumbuh kembang di PAUD adalah Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Buku KIA digunakan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sejak lahir hingga usia enam tahun, sedangkan KPSP digunakan untuk mengetahui risiko gangguan perkembangan anak. Pelaporan dan Tindak Lanjut Hasil deteksi tumbuh kembang dicatat dalam Buku KIA atau aplikasi mKIA dan direkap oleh pendidik. Apabila ditemukan penyimpangan, pendidik bersama orang tua melakukan stimulasi perkembangan secara terencana selama periode tertentu dan melakukan evaluasi. Jika penyimpangan masih ditemukan, anak dirujuk ke tenaga kesehatan atau ahli terkait. KESIMPULAN Deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini merupakan upaya strategis dalam mengoptimalkan perkembangan anak pada masa emas yang menentukan kualitas kehidupan selanjutnya. Pelaksanaan deteksi tumbuh kembang di lingkungan PAUD berperan penting dalam mengidentifikasi kondisi pertumbuhan dan perkembangan anak secara dini, menemukan potensi penyimpangan, serta menyusun tindak lanjut yang tepat melalui stimulasi maupun rujukan. Kajian ini menegaskan bahwa peran pendidik PAUD menjadi kunci utama dalam pelaksanaan deteksi dini yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran serta pendekatan PAUD Holistik Integratif. Kebaruan dari pembahasan ini terletak pada penekanan pentingnya peningkatan kompetensi pendidik PAUD dalam memahami konsep, instrumen, dan prosedur deteksi tumbuh kembang agar deteksi dini tidak bersifat administratif semata, melainkan menjadi bagian berkelanjutan dari proses pendidikan anak usia 1034 || Rizka Khairi, et. || Pelaksanaan Deteksi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini A Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. Hal. Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety SARAN Berdasarkan simpulan tersebut, disarankan agar lembaga PAUD memperkuat pelaksanaan deteksi dini tumbuh kembang melalui peningkatan kapasitas pendidik dalam penggunaan instrumen deteksi dan pengelolaan tindak lanjut hasil Selain itu, diperlukan sinergi yang lebih optimal antara pendidik, orang tua, dan tenaga kesehatan agar deteksi tumbuh kembang dapat dilakukan secara terkoordinasi dan berkesinambungan. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengkaji lebih lanjut efektivitas model deteksi dini tumbuh kembang yang terintegrasi dengan pembelajaran PAUD Holistik Integratif guna menghasilkan praktik yang lebih inovatif dan aplikatif di satuan PAUD. DAFTAR PUSTAKA