Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Konsep Model Pembelajaran Picture and Picture dalam Kurikulum Merdeka Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini *Putu Indah Lestari1. Elizabeth Prima2 Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Bisnis Pariwisata Pendidikan dan Humaniora. Pusat Studi Ibu dan Anak Universitas Dhyana Pura *Corresponding Author: indahlestari@undhirabali. ABSTRAK Pendidikan anak usia dini merupakan landasan atau pijakan bagi perkembangan anak Kurikulum Merdeka dapat mentransformasikan sistem pendidikan menjadi lebih baik, bergerak secara sinergis dan mampu mengembangkan Profil Pelajar Pancasila. Model pembelajaran picture and picture adalah model pembelajaran dimana peserta didik dituntut lebih aktif, inovatif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini studi literatur dimana peneliti mengkaji dan menganalisis berbagai teori, peraturan yang ada berkaitan dengan konsep model pembelajaran picture and picture dalam kurikulum Hasil dari penelitian ini adalah model pembelajaran picture and picture salah satu alternatif model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Kelebihan model pembelajaran picture and picture yaitu peserta didik menjadi lebih aktif sehingga pembelajaran berjalan lebih menyenangkan. Berbagai penelitian membuktikan model pembelajaran picture and picture mampu meningkatkan kemampuan kognitif, bahasa, motivasi, aktivitas belajar, dan kepercayaan diri siswa. Model pembelajaran picture and picture salah satu alternatif model pembelajaran yang baik diterapkan dalam implementasi Kurikulum Merdeka jenjang PAUD. Kata kunci: model pembelajaran. picture and picture. kurikulum merdeka PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu indikator utama pembangunan dan kualitas sumber daya manusia. Melalui pendidikan akan mampu meningkatkan kualitas setiap individu untuk menjadi lebih produktif dan membentuk sikap individu menjadi lebih baik dan terarah, serta mampu mengatasi tuntutan dan tantangan yang dihadapi (Retnaningsih & Khairiyah, 2. Pendidikan anak usia dini merupakan landasan atau pijakan bagi perkembangan selanjutnya. Diperlukan penanaman konsep dan nilai pada anak sesuai dengan pola dan tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak secara kognitif, sosial emosional, motorik, dan bahasa (Lestari & Prima, 2. Kurikulum adalah bagian terpenting dalam sebuah pembelajaran di dunia Hadirnya program Kurikulum Merdeka untuk mengatasi krisis pembelajaran di Indonesia. Kurikulum Merdeka diharapkan memberikan dampak bagi generasi yang mampu bertahan dalam menghadapi perubahan zaman yang sangat cepat. Kurikulum Merdeka diharapkan dapat mentransformasikan sistem pendidikan menjadi lebih baik, bergerak secara sinergis dan juga diharapkan mampu mengembangkan profil pelajar pancasila (Purnawanto, 2. Struktur Kurikulum pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam Kepmendikbudristek Nomor 262/M/2022 tersebut terdiri dari Kegiatan Pembelajaran Intrakurikuler dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila meliputi: berakhlakul karimah, kreatif, mampu bergotong- royong, memiliki toleransi dalam Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 keberagaman . ebhinnekaan globa. , kritis, dan mandiri. Intisari kegiatan pembelajaran intrakurikuler merupakan bermain bermakna sebagai perwujudan AuMerdeka Belajar. Merdeka BermainAy (Jayawardana et al. , 2. Kurikulum Merdeka jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) seharusnya lebih memperhatikan perkembangan karakteristik peserta didik bukan berfokus pada pemberian materi yang memberatkan dan tidak sesuai dengan usia siswa (Ashfarina et al. , 2. Tujuan Kurikulum Merdeka. jenjang PAUD untuk menggali potensi terbesar para pendidik dan peserta didik terkait meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri melalui layanan holistik pembelajaran bermakna. Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap peserta didik (Lestariningrum, 2. Konsep pembelajaran berdiferensiasi merupakan konsep yang bagus dan ideal, tapi menjadi tantangan guru untuk kreatif. Potensi peserta didik dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, dan tingkat pencapaiannya. Namun, guru harus berjuang menjadi fasilitator andal, perlu perjuangan dan kerja keras (Purnawanto, 2. Pembelajaran berdiferensiasi pada implementasi Kurikulum Merdeka jenjang PAUD, belajar merdeka tidak menuntut peserta didik untuk belajar membaca, menulis, atau berhitung dengan menggunakan sistem pembelajaran yang monoton atau lembar kerja anak. Sebaliknya, gagasan belajar merdeka ini dapat membantu peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan, menjadi lebih kreatif, dan berbicara dengan lebih baik (Nafisa & Fitri. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan anak untuk belajar, ini juga memberikan hasil positif bagi perkembangan karakter anak yaitu ujur, mandiri, dan memiliki kepekaan hati nurani (Saptatiningsih & Permana, 2. Salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran adalah dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture. Model pembelajaran picture and picture akan membantu guru dalam menjelaskan materi sehingga peserta didik mudah memahaminya (Indriani, 2. Model pembelajaran picture and picture merupakan model pembelajaran yang kooperatif atau mengutamakan adanya kelompok- kelompok kecil terdiri dari 3-7 orang. Model pembelajaran picture and picture menggunakan media gambar yang dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis (Siregar et al. , 2. Dalam pelaksanaan model pembelajaran picture and picture ini, peserta didik dituntut dapat bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam pembelajaran Model pembelajaran picture and picture adalah model pembelajaran dimanasiswa dituntut lebih aktif, inovatif dan kreatif dalam proses pembelajaran yang menggunakan banyak gambar (Fauziddin & Mayasari, 2. Model pembelajaran picture and picture merupakan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aspek perkembangan anak usia dini (Puspita et al. , 2. Berdasarkan uraian di atas, penulis mengkaji konsep model pembelajaran picture and picture dalam kurikulum merdeka jenjang pendidikan anak usia dini. METODE PENELITIAN Pendekatan yang dipilih adalah studi literatur dimana peneliti mengkaji dan menganalisis berbagai teori, peraturan yang ada berkaitan dengan konsep model pembelajaran picture and picture dalam kurikulum merdeka. Metode studi literatur adalah penelitian dengan cara mencari dan menganalisis data yang bersumber dari hasil penelitian terdahulu ataupun rujukan-rujukan kepustakaan yang relevan dan menggunakan landasan teori sebagai pedoman agar penelitian sesuai dengan fakta yang ada. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 HASIL DAN PEMBAHASAN Kurikulum merdeka erat kaitannya dengan merdeka belajar, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi guru dan peserta didik. Proses pembelajaran dilakukan dengan cara yang menyenangkan, pengembangan pemikiran yang inovatif dari guru. Melalui merdeka belajar, peserta didik akan diasah untuk memiliki kompetensi 4C . ommunication, creativity, collaboration, dan critical thinkin. Dengan kompetensi ini, anak tidak hanya sekadar menjadi penghafal pelajaran saja, namun akan mampu menciptakan dan melakukan inovasi dalam berbagai bidang, memiliki karakter yang baik (Retnaningsih & Khairiyah, 2. Tiga elemen utama lingkup capaian perkembangan di PAUD yaitu nilai agama dan budi pekerti, jati diri, serta dasar- dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa dan seni (Ashfarina et al. , 2. Hasil penelitian yang dilakukan Puspita dkk . terdapat perbedaan tingkat kemampuan berbicara peserta didik yang mendapatkan model pembelajaran picture and Kelebihan dari model pembelajaran picture and picture yaitu siswa menjadi lebih aktif sehingga pembelajaran berjalan lebih menyenangkan , meningkatnya kosa kata serta kerja sama siswa dalam kelompoknya. Siswa dilatih untuk berani menyampaikan ide dan gagasan yang dimiliki oleh anak. Guru tidak terlalu lelah dan sibuk karena hanya berperan sebagai motivator dan fasilitator dalam proses pembelajaran. Pembelajaran di kelas melibatkan interaksi antara guru dan siswa atau antara siswa dengan siswa. Menurut Vigotsky, ketika siswa dapat menyelesaikan masalah atau berhasil menyelesaikan tugas berdasarkan usaha mereka sendiri, maka bahwa tugas tersebut berada dalam Zona Perkembangan Aktual (ZAP). Di sisi lain, di Zona Perkembangan Proksimal (ZPD), siswa hanya dapat memecahkan masalah atau menyelesaikan tugas hanya dengan bantuan orang lain atau orang dewasa yang memiliki pengetahuan tentang tugas yang ada (OforiAttah, 2. Sejalan dengan penelitian Cahyati dkk . , penggunaan media gambar secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini. Hal ini disebabkan pemberikan media gambar dapat menstimulasi keinginan siswa untuk berbicara topik yang terdapat dalam gambar. Penggunaan media gambar sangat sesuai dengan karakteristik peserta didik usia 5-6 tahun. Dimana media gambar yang dgunakan dapat membantu konsentrasi, menstumulasi kemampuan berpikir kritis dan berbicara para siswa. Model pembelajaran picture and picture menggunakan gambar dengan urutan Media gambar dengan urutan berseri dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi yang disampaikan guru, kemampuan menulis, dan kemampuan mengekspresikan suatu hal (Kristiantari, 2. Implementasi model pembelajaan picture and picture membuat peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran berbicara mengomentari persoalan faktual. Persoalan faktual merupakan suatu kejadian yang benarbenar terjadi atau dialami di dalam kehidupan bermasyarakat. Mengomentari persoalan faktual berarti memberikan tanggapan terhadap suatu permasalahan yang terjadi (Septiani. Sunarya, 2. Hal ini didukung Indriani . yang menyatakan model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta Ilustrasi gambar relatif mudah dipahami dan dapat digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan keterampilan pemahaman tingkat tinggi . igher-order comprehension skill. (Magliano et al. , 2. Model pembelajaran picture and picture bagi pengembangan kemampuan linguistik, keterampilan membaca, literasi visual, imajinasi, pemikiran kritis, seni bercerita, kreativitas, pertumbuhan emosional, kemampuan sosial, dan keragaman budaya. Prosiding SINTESA Volume 7 tahun 2024 | E-ISSN 2810-0840 Pemanfaatan gambar-gambar tersebut memberikan pengalaman belajar dengan memadukan informasi visual dan tekstual. Dalam konteks pendidikan, penggunaan media gambar sebagai alat pedagogis untuk meningkatkan pertumbuhan kemampuan kognitif anak (Chen & Huang, 2. Model pembelajaran picture and picture adalah model pembelajaran dimana siswa dituntut lebih aktif, inovatif dan kreatif dalam proses pembelajaran yang mengandalkan media gambar (Fauziddin & Mayasari, 2. Penerapan model pembelajaran picture and picture memberikan kontribusi motivasi kepada anak usia dini. Model pembelajaran picture and picture membuat anak termotivasi untuk memperhatikan ketika pembelajaran berlangsung, kegiatan menjadi menyenangkan karena siswa menikmati pembelajaran dengan senang dan aman, sehingga siswa memiliki kepercayaan diri yang lebih ketika menjawab pertanyaan dari guru Kegiatan yang menyenangkan dan konkrit melalui penerapan model picture and picture membuat siswa merasakan kepuasan dalam belajar, yaitu kepuasan siswa yang senang . tanpa merasa bahwa bahasa Inggris itu sulit, tanpa ada rasa trauma (Purwanti, 2. Pembelajaran dengan model picture and picture dapat membantu pembelajaran bahasa sekaligus meningkatkan kemampuan sosial dan emosional anak (Rosanti & Maghfi, 2. KESIMPULAN Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan anak untuk belajar serta menggali potensi terbesar para pendidik dan peserta didik terkait meningkatkan kualitas Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar setiap individu. Salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran adalah dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture. Kelebihan model pembelajaran picture and picture yaitu peserta didik menjadi lebih aktif sehingga pembelajaran berjalan lebih menyenangkan. Berbagai penelitian membuktikan model pembelajaran picture and picture mampu meningkatkan kemampuan kognitif, bahasa, hasil belajar, aktivitas belajar, dan kepercayaan diri siswa. Model pembelajaran picture and picture salah satu alternatif model pembelajaran yang baik diterapkan dalam implementasi Kurikulum Merdeka jenjang PAUD. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih terutama ditujukan kepada Universitas Dhyana Pura. Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini dan kepada pihak-pihak lain yang membantu pelaksanaan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA