Urecol Journal. Part A: Economics and Business Vol. 1 No. eISSN: 2797-1902 Disclosure of Islamic Corporate Governance and Sharia Compliance on Fraud in Sharia Commercial Banks Farida . Nur Hidayati. Anissa Hakim Purwantini Department of Accountiing. Universitas Muhammadiyah Magelang. Indonesia farida_feb@ummgl. https://doi. org/10. 53017/ujeb. Received: 04/06/2021 Revised: 02/07/2021 Accepted: 02/07/2021 Abstract Cheating occurs because of the opportunity, pressure and rationalization. In addition, the low Sharia compliance and poor governance implemented by Sharia entities provide opportunities for fraud. This study aims to empirically examine the disclosure of Islamic Corporate Governance (ICG) and shariah compliance against the fraud acts. The sample used in this study was Islamic commercial banks that listed in the Indonesian Stock Exchange from 2015 to 2019. The number of samples in this study were 40 samples, from a total of 8 Islamic banks with a 5year study period. Determination of the sample obtained by using purposive sampling. The hypothesis testing using logistic regression analysis. The results of this study indicated that the disclosure of ICG. Islamic Investment, and Equitable Distribution has no effect on fraud. Profit sharing has a negative effect on fraud. While Islamic income has a positive influence on This study shows that Islamic entities, especially Islamic banking, needs to improve compliance and good corporate governance in accordance with Sharia principles, to reduce fraud Keywords: Fraud. Islamic Governance. Sharia Compliance Pengungkapan Islamic Corporate Governance dan Syariah Compliance terhadap Tindakan Fraud pada Bank Umum Syariah Abstrak Kecurangan terjadi karena adanya kesempatan, tekanan dan juga rasionalisasi. Selain itu, rendahnya kepatuhan Syariah dan tata Kelola yang kurang baik yang diterapkan entitas Syariah memberikan peluang terhadap fraud. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris mengenai pengungkapan Islamic Corporate Governance (ICG) dan shariah compliance terhadap tindakan fraud. Sampel yang digunakan adalah bank umum syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2015 sampai 2019. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 sampel, dari jumlah 8 bank syariah dengan rentan penelitian waktu 5 tahun. Penentuan sampel diperoleh dengan menggunakan purposive sampling. Uji hipotesis dengan menggunakan analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengungkapan ICG. Islamic Investment, dan Equitable Distribution tidak berpengaruh terhadap tindakan Profit Sharing memiliki pengaruh negatif terhadap tindakan fraud. Sedangkan Islamic Income memiliki pengaruh positif terhadap tindakan fraud. Penelitian ini menunjukkan bahwa entitas syariah khususnya perbankan syariah perlu meningkatkan kepatuhan dan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan prinsip Syariah untuk mengurangi tindakan fraud. Kata-kata kunci: Fraud. Islamic Governance. Kepatuhan syariah Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Farida. Nur Hidayati. Anissa Hakim Purwantini Pendahuluan Berdirinya perbankan syariah yang pertama yaitu Bank Muamalat Indonesia menjadi salah satu pelopor kemunculan berbagai perbankan syariah yang ada di Indonesia. Dari tahun ke tahun proses perkembangan perbankan syariah semakin ke depan semakin tumbuh dengan pesat dapat dilihat berbagai aspek sistem pengawasan maupun infrastruktur yang digunakan sebagai salah satu unsur penunjang dalam pelaksanaan perbankan syariah dalam menjalankan kegiatannya untuk memberikan layanan jasa keuangan syariah yang semaksimal mungkin kepada para nasabah perbankan syariah Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Januari 2020 sebanyak 14 bank umum syariah. Pada tahun 2019. Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) telah melakukan survei terkait dengan Report To The Nations Global Study On Occupational Fraud And Abuse yang menunjukkan data bahwa pihak yang paling dirugikan akibat adanya tindakan fraud adalah industri keuangan dan perbankan sebanyak 41,4%. Jenis fraud yang paling merugikan di Indonesia adalah korupsi sebanyak 167 atau 69,9%. Diurutan berikutnya sebanyak 50 atau 20,9% menyatakan bahwa penyalahgunaan aset/kekayaan negara dan perusahaan menyebabkan kerugian. Sedangkan yang ketiga sebanyak 22 atau 9,2% menyatakan fraud laporan keuangan juga menyebabkan kerugian. Hal ini menunjukkan bahwa semakin pesatnya pertumbuhan perbankan syariah akan muncul banyak tantangan yang harus dihadapi oleh perbankan syariah. Pada tahun 2018, terdapat kasus yang menimpa perbankan syariah Indonesia yang terlilit kasus kredit fiktif sehingga merugikan perseroan senilai 548 miliar. Akibat kecurangan . yang dilakukan ini sangat mempengaruhi kondisi keuangan bank yang merupakan dampak internal fraud masing-masing dengan kerugian lebih dari Rp100 juta . Jenis fraud yang terjadi di salah satu bank syariah di Jawa Barat tersebut termasuk dalam kasus tindakan korupsi terkait dengan pencairan kredit fiktif yang dilakukan ke PT Hastuka Sarana Karya (HSK) dan CV Dwi Manunggal Abadi. Secara keseluruhan kasus internal fraud dalam bank syariah ini melibatkan pegawai tetap perusahaan . Kemudian kasus lain yang terjadi pada tahun 2018 pada PT Syariah Mandiri (BSM), yang merupakan anak usaha PT Mandiri (Perser. Tbk, telah menyalurkan pembiayaan fiktif senilai Rp1,1 triliun . Merebaknya kasus-kasus yang terjadi di industri perbankan syariah, maka dibutuhkan solusi untuk menyelesaikan permasalahannya. Hal tersebut menjadi sebuah pendorong bagi para pelaku bisnis untuk memberikan suatu mekanisme terkait dengan pengelolaan perusahaan yang baik dan juga mampu untuk memberikan jaminan atas terlaksannaya komitmen yang telah disepakati oleh seluruh pihak yang bergabung dalam menjalankan Pentingnya sebuah tata kelola yang harus diterapkan dalam sebuah perusahaan pertanggungjawaban, profesional, dan kewajaran . Konsep ICG ditujukan untuk tercapainya pengelolaan perbankan yang lebih transparan bagi para stakeholdernya dan membantu untuk terciptanya pertumbuhan yang efisien dan berkesinambungan dengan memperhatikan aspek-aspek Islami, yang berguna untuk meminimalkan adanya risiko yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Menurut . juga menyatakan bahwa ICG tidak berpengaruh terhadap fraud. Menurut . menyatakan bahwa Good Corporate Governance (GCG) tidak berpengaruh terhadap Internal Fraud Unit Usaha Syariah. Penelitian dari . menyatakan bahwa ICG tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tindakan Fraud. Hal ini bertolak belakang dengan penelitian . menyatakan bahwa ICG berpengaruh terhadap fraud. Hal ini karena Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Farida. Nur Hidayati. Anissa Hakim Purwantini dalam penerapan ICG, perbankan syariah perlu memastikan apakah semua karyawan telah menerima dan memahami peraturan-peraturan untuk menjalankan ICG yang ada dan bertujuan agar visi misi perusahaan terselaraskan dengan baik. Penelitian lain menunjukkan ICG memiliki pengaruh positif terhadap indikasi terjadinya fraud pada Bank Umum Syariah. Shariah Compliance dengan proksi Profit Sharing Ratio (PSR) memiliki pengaruh negatif terhadap indikasi terjadinya fraud pada Bank Umum Syariah. Sedangkan Shariah Compliance dengan proksi Islamic Income Ratio tidak memiliki pengaruh terhadap indikasi terjadinya fraud pada Bank Umum Syariah . menyatakan bahwa PSR. Islamic Invesment Ratio (IIR). Islamic Income Ratio (IsIR). Zakat Performance Ratio (ZPR) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tindakan Hal ini menunjukkan bahwa masih rendahnya penerapan prinsip-prinsip kepatuhan syariah dan tata kelola yang dilakukan oleh masing-masing perbankan syariah. GCG dan IsIR berpengaruh positif terhadap Internal fraud dan IIR serta Equitable Distribution Ratio (EDR) tidak berpengaruh terhadap Internal fraud . Kepatuhan syariah dengan proksi PSR memiliki efek negatif pada kecurangan di bank syariah . Penelitian . menyatakan bahwa variabel shariah compliance dengan proksi IsIR tidak memiliki pengaruh parsial dalam indikasi terjadinya fraud, dan proksi PSR secara parsial berpengaruh dengan arah negatif terhadap indikasi terjadinya fraud pada Bank Umum Syariah, karena semakin naik pembiayaan bagi hasil maka semakin kecil kemungkinan terjadinya kecurangan. Bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh . juga menyatakan bahwa PSR berpangaruh positif terhadap tindakan fraud, karena rasio ini dapat menjadi salah satu indikator untuk menentukan kemungkinan adanya potensi fraud di Bank Umum Syariah di Indonesia. Rendahnya kepatuhan syariah yang diterapkan memberikan peluang untuk terjadinya fraud pada bank syariah. Kecurangan atau fraud dapat terjadi karena adanya kesempatan, tekanan dan juga rasionalisasi atau yang sering disebut dengan mencari pembenaran atas terjadinya kecurangan. Hal lain yang dapat dilakukan untuk meminimalkan angka prosentase kecurangan atau fraud adalah dengan upaya melalui penerapan prinsip ICG dan Shariah compliance pada bank syariah secara baik dan optimal. Berdasarkan uraian diatas, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tindakan fraud di perbankan syariah Indonesia. Peneliti tertarik untuk meneliti dan menambah wawasan maupun pengetahuan tentang tindakan fraud yang terjadi di perbankan syariah Indonesia. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan ICG dan Shariah Compliance dengan proksi profit sharing. Islamic investment. Islamic income dan equitable distribution terhadap tindakan fraud, dengan studi empiris pada Bank Umum Syariah Indonesia periode 2015-2019. Review Literatur Teori legitimasi . egitimasi theor. Teori legitimasi adalah teori yang dikembangkan oleh . Teori legitimasi ini menyatakan bahwa organisasi maupun perusahaan merupakan bagian dari masyarakat sehingga harus memperhatikan norma-norma sosial masyarakat karena kesesuaian dengan norma sosial akan menjadikan perusahaan semakin legitimate, sedangkan operasi organisasi harus berjalan sesuai dengan harapan dari masyarakat. Kecurangan merupakan tindakan yang melanggar norma-norma masyarakat karena tindakan kecurangan menimbulkan banyak kerugian baik secara materiil maupun moril. Dalam usaha untuk menjaga eksistensi perusahaan dan legitimasinya di mata masyarakat. Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Farida. Nur Hidayati. Anissa Hakim Purwantini perusahaan maupun organisasi pasti akan menjaga dan akan menerapkan sebuah tata kelola perusahaan yang baik dengan mengefektifkan pengendalian internal untuk mencegah tindakan kecurangan. Fraud Klasifikasi kecurangan atau fraud . Kecurangan Laporan Keuangan . tatement frau. sebagai kecurangan yang dilakukan oleh manajemen dalam bentuk salah saji material laporan keuangan yang merugikan pihak investor dan pihak kreditor. Penyalahgunaan Aset (Aset Misappropriatio. adalah bentuk ketidakberesan dalam mengelola aset yang digolongkan dalam kecurangan kas dan kecurangan atas persedian maupun aset lainnya, serta pengeluaran biaya yang dilakukan secara Korupsi (Coruptio. pemberian ilegal, dan pemerasan. Pencegahan kecurangan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan terjadinya faktor penyebab fraud yaitu: memperkecil peluang terjadinya kesempatan untuk melakukan kecurangan, meminimalkan tekanan pegawai agar mereka mampu memenuhi kebutuhannya dan mengeliminasi alasan pembenaran atas tindak kecurangan yang dilakukan . Sharia compliance Sharia Compliance . epatuhan syaria. adalah pemenuhan terhadap nilai-nilai syariah di lembaga keuangan syariah yang menjadikan fatwa DSN MUI dan peraturan Bank Indonesia (BI) sebagai alat ukur pemenuhan prinsip syariah, baik dalam produk, transaksi, dan operasional di bank Syariah . Shariah Complaince merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh lembaga keuangan dalam menjalankan kegiatan usaha berdasarkan syariah . Shariah compliance ini telah mengacu pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 10/16/PBI/2008 tentang Pelaksanaan Prinsip Syariah dalam Kegiatan Penghimpunan Dana dan Penyaluran Dana serta Pelayanan Jasa Bank Syariah. Proksi yang digunakan dalam shariah compliance yaitu profit sharing. Islamic invesment. Islamic income dan equitable Profit sharing merupakan sistem bagi hasil atas suatu akad,dimana dalam konsep ini bagi hasil diperoleh dari akad mudharabah dan musyarakah . Islamic investment merupakan investasi yang berdasarkan pada prinsip Syariah, sehingga entitas Syariah harus mengungkapkan inestasi halal yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Sementara itu. Islamic income merupakan pendapatan yang berasal dari sumber pendapatan halalserta tidak mengandung riba, gharar, dan masyir yang sesuai dengan prinsip Islam . Kemudian equitable distribution merupakan distribusi yang adil dan merata bagi semua pihak yang berkepentingan . Pengungkapan Islamic corporate governance Pengungkapan ICG merupakan pengungkapan suatu tata kelola perusahaan atau bank prinsip-prinsip Islami seperti tablig, fatanah, sidiq, amanah seperti yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang diungkapkan dalam laporan GCG . Penerapan GCG perlu didukung oleh tiga pilar yang saling berhubungan, yaitu negara dan perangkatnya sebagai regulator, dunia usaha sebagai pelaku pasar, dan masyarakat sebagai pengguna produk dan jasa dunia usaha. Pelaksanaan Good Corporate Governannce (GCG) pada industri perbankan syariah Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Farida. Nur Hidayati. Anissa Hakim Purwantini responsibilitas, professional dan kewajaran . Pengelompokkan GCG dalam suatu governance system yang terdiri dari 3 aspek yaitu governance structure bertujuan untuk menilai kecukupan struktur dan juga infrastruktur tata kelola bank, governance process untuk menilai efektivitas proses pelaksanaan prinsip CGC dan governance outcome untuk menilai kualitas outcome yang memenuhi harapan stakeholders. Dan menurut . ICG terdiri dari dua unsur yaitu unsur dari dalam perusahaan dan unsur dari luar perusahaan. Metode Populasi dan sampel Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Kriteria sampel dalam penelitian ini yaitu Bank umum Syariah (BUS) yang mempublikasikan laporan tahunan periode 2015-2019 dan menyajikan laporan Good Corporate Governance (GCG) selama periode tersebut. Berdasarkan kriteria tersebut, terdapat 8 . BUS yang dapat digunakan dalam penelitian ini dengan rentang waktu 2015-2019. Jenis dan sumber data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Adapun sumber datanya yaitu data sekunder berupa data laporan keuangan tahunan ( annual repor. yang dipublikasikan oleh perbankan syariah. Definisi operasional variabel Definisi operasional variabel digunakan sebagai pedoman untuk mengukur suatu variabel independen dan variabel dependen. Berikut komponen variabel dan alat ukur dalam penelitian ini terlihat dalam Tabel 1. Tabel 1. Definsi operational variabel Variabel Definisi Kecurangan Kecurangan . sebagai suatu perbuatan melawan hukum yang Dalam variabel ini diukur dengan menggunakan indikator variabel dummy sebagai berikut: . dilakukan oleh orang-orang dari dalam maupun luar perbankan pribadi/kelompok yang secara langsung dapat Kode satu . untuk bank syariah, apabila terindikasi adanya kecurangan (Frau. , sedangkan kode nol . untuk bank syariah yang tidak terindikasi adanya kecurangan (Frau. Alat ukur merugikan pihak lain Profit Sharing Merupakan sistem bagi hasil khususnya berbagi keuntungan atas suatu akad syirkah dari mudharabah dan musyarakah . Diukur dengan Profit Sharing Ratio (PSR) . :ycEycIycI = ycAycyccEaycaycycaycaycaEa ycAycycycycaycycaycoycaEa ycNycuycycayco ycyyceycoycaycnycaycycaycaycu Islamic Invesment Islamic Invesment investasi membandingkan antara investasi bank syariah secara keseluruhan baik halal maupun non halal . Proksi ini diukur dengan Islamic Invesment Ratio (IIR) . , dengan rumus: yaycnycuycyceycycycaycycn Eaycaycoycayco yaycIycI = yaycuycyceyc. Eaycaycoycayco ycnycuycyceycyc. ycuycuycu Eaycaycoycayco Islamic Income Adalah pendapatan halal terhadap keseluruhan baik halal maupun Dalam Rasio ini digunakan untuk mengukur pendapatan yang berasal dari sumber yang halal. Dengan perhitungan pendapatan halal yang dibagi dengan penjumlahan antara pendapatan halal dengan pendapatan non halal keuangan bank syariah jumlah non-halal dilihat dalam laporan sumber dan penggunaan qardh . IsIR = ycEyceycuyccycaycyycaycycaycu Eaycaycoycayco ycEyceycuyccycyyc. Eaycaycoycayco ycyyceyccycyyc. ycuycuycu Eaycaycoycayco Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Farida. Nur Hidayati. Anissa Hakim Purwantini Variabel Definisi Alat ukur Equitable Distribution Jumlah dana yang dikeluarkan untuk qardh dan dana kebajikan, upah karyawan, pemegang saham Dihitung dengan jumlah yang didistribusikan dari total pendapatan setelah dikurangi zakat dan pajak . yaycyceycycayciyce yccycycycycnycaycycycnycuycu yceycuyc yceycaycaEa ycycycaycoyceEaycuycoyccyceycyc EDR = ycNycuycycayco ycIyceycyceycuycyce Diukur dengan melihat 11 kriteria minimum penilaian dan laba bersih. Pengungkapan Merupakan Islamic Corporate Governance perusahaan atau bank syariah yang menerapkan prinsip-prinsip Islami seperti tablig, fatanah, sidiq, dan amanah seperti yang Nabi Muhammad SAW aspek Corporate Governance Assesment yang diungkapkan di dalam laporan Good Corporate Governance (GCG) bank syariah (Dedik, 2. Dengan melihat penentuan predikat komposit: diungkapkan dalam laporan Good Corporate Governance . A 2. 5 C nilai komposit C 3. 5= cukup baik (PREDIKAT . (ICG) A Nilai komposit < 1. 5 = sangat baik (PREDIKAT . A 1. 5 C nilai komposit C 2. 5= baik (PREDIKAT . A 3. 5 C nilai komposit C 4. 5= kurang baik (PREDIKAT . 5 C nilai komposit C 5= tidak baik (PREDIKAT . Alat analisis data Statistik deskriptif digunakan karena memuat beberapa hal yaitu standar deviasi, nilai maksimum, dan nilai minimum menggambarkan terkait dengan persebaran data penelitian. Kemudian. Analisis regresi logistik merupakan metode statistik yang digunakan apabila salah satu variabel dalam penelitian menggunakan variabel dummy. Alasan peneliti menggunakan analisis regresi logistik adalah karena variabel dependennya merupakan variabel yang memiliki sifat dikotonomi atau memiliki 2 kategori. Adapun rumus regresi ini ycyeeyeCyenyeI = yu yuya ycycyc yuya ycyc yuyc ycycyea yuye ycyeiyc yuye ycyc yeI Keterangan : : Fraud ICG : Konstanta : Koefisien regresi : Islamic Corporate Governance : Proksi Profit Sharing Iin IsI : Proksi Islamic Investment : Proksi Islamic Income : Proksi Equitable Distribution : Error Term Tahapan yang perlu dilakukan dalam pengujian dengan menggunakan uji regresi logistik adalah pertama, uji kelayakan model regresi pada penelitian ini dinilai dengan menggunakan Hosmer and LemeshowAos Goodness of Fit Test, dan kedua uji koefisien determinasi yang digunakan untuk mengukur seberapa besar varibilitas variabel independen mampu memperjelas varibilitas variabel dependen . Ketiga yaitu penilaian Model Fit (Overall Model Fit Tes. berdasarkan likelihood dan keempat adalah uji hipotesis bertujuan untukmembuktikan hipotesis yang diajukan. Uji ini menggunakan tingkag = Jika nilai probabilitas . ig wal. < = 5%, maka Ho diterima, yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen. Jika nilai probabilitas . ig wal. > = 5%, maka Ho ditolak yang berarti bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen. Hasil dan Pembahasan Statistik deskriptif Hasil uji statistik deskriptif menunjukkan bahwa jumlah n atau sampel sebanyak 40 yang terdiri dari 8 perbankan syariah selama periode 5 tahun 2015- 2019. Karakteristik Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Farida. Nur Hidayati. Anissa Hakim Purwantini sampel mencakup nama dan tahun yang dijadikan rentang penelitian, sedangkan karakteristik data yaitu pengungkapan ICG. PS. II. IsI. Ed dan Fraud. Penggunaan standar eror untuk memperkirakan besar rata-rata sampel dengan tingkat pengungkapan Islamic Corporate Governance (ICG), profit sharing. Islamic investment. Islamic income dan equitable distribution yang diterapkan oleh perbankan syariah cukup baik, karena nilai Berdasarkan tersebut menunjukkan rata-rata jauh dari nilai minimum, sebagaimana disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Statistik deskriptif ICG ISi ED FRAUD alid N . Min Max Mean Std. Deviation Analisis regresi logistik Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistic dalam menentukan analisi hasil. Berdasarkan hasil uji regresi logistik,berikut persamaan model dari penelitian ini yaitu: ycycycycyc = Oeya, yeyaye ya, yayye yaOyaCyaI Oe yc, yiyyi yaayaeyac Oe ya, yayay yaOyaOyac ye, yiyny yaOyayaOyac ya, yiyey yaEyaEyac e Tabel 3. Hasil uji regresi logistik Step 1a Wald Sig. Exp(B) ICG ,194 ,756 ,066 ,798 1,214 PSR IIR -3,696 -,019 1,797 ,647 4,231 ,001 ,040 ,976 ,025 ,981 IsIR EDR Constant 4,689 ,649 -2,415 2,113 ,672 1,762 4,924 ,933 1,878 ,026 ,334 ,171 108,790 1,913 ,089 Uji kelayakan model regresi Hasil uji kelayakan model regresi menunjukkan bahwa nilai Chi-Square sebesar 7,488 dengan signifikansi sebesar 0,485. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa model mampu memprediksi nilai observasinya atau dapat dikatakan bahwa model dapat diterima. Karena hal tersebut sesuai dengan data observasinya, dan juga nilai Hosmer and Lemeshow Test menunjukkan lebih besar dari 0,05. Hal tersebut seperti dijelaskan pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil uji kelayakan model regresi Step Chi-square 7,488 Sig. 0,485 Uji koefisien determinasi (R. Berdasarkan Tabel 5 dapat diketahui bahwa besarnya Nagelkerke R Square adalah 0,391. Hal ini berarti variasi variabel dependen fraud dapat dijelaskan oleh variasi dari kelima variabel independen yaitu ICG. PS. II. IsI, dan ED sebesar 0,391 atau 39,1%. Sedangkan sisanya 60,9% . % -39,1%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar model regresi yang dilakukan saat ini. Tabel 5. Hasil uji koefisien determinasi Step -2 Log likelihood 41,204a Cox & Snell R Square ,293 Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Nagelkerke R Square ,391 Farida. Nur Hidayati. Anissa Hakim Purwantini Model fit . verall model fit tes. Berdasarkan hasil pengujian keseluruhan model pada Tabel 6, menunjukkan nilai -2 Log Likelihood sebesar 55,051 pada blok pertama (Block number . Selanjutnya nilai -2 Log Likelihood berikutnya (Block number . ditunjukkan hasil nilai -2 Log likelihood pada block number=1 setelah dimasukan kelima variabel independen menjadi sebesar 41,204. Hal ini dapat disimpulkan bahwa nilai -2 Log likelihood awal . lock number = . sebesar 55,051 dan nilai -2 Log likelihood berikutnya . lock number = . sebesar 41,204. Penurunan nilai -2 Log likelihood yang terjadi tersebut menunjukkan bahwa penambahan variabel independen ke dalam model dapat memperbaiki model fit serta menunjukkan model regresi yang lebih baik, model yang dihipotesiskan fit dengan data. Tabel 6. Hasil uji menilai keseluruhan model Iteration -2 Log likelihood Step 0 55,051 55,051 Step 1 41,958 41,231 41,204 41,204 41,204 Coefficients Constant -,200 -,201 -1,896 -2,340 -2,411 -2,415 -2,415 Matriks klasifikasi Hasil uji matrik klasifikasi pada tabel 7 menunjukkan bahwa model empiris kajian ini ternyata mampu digunakan untuk memprediksi tindakan fraud pada perbankan syariah selama periode 2015 sampai dengan 2019 melalui pengungkapan Islamic Corporate Governance. Profit Sharing. Islamic Invesment. Islamc Income, dan Equitable Distribution. Hal ini terlihat kemampuan model regresi logistik dalam memprediksi perbankan syariah yang mengalami fraud dibandingkan dengan kondisi perbankan syariah yang tidak mengalami fraud, yaitu dengan nilai sebesar 68,2% dan 77,8%. Namun, secara keseluruhan hasil klasifikasi model kajian ini mampu menjelaskan tindakan fraud yang terdapat pada perbankan syariah dengan cukup baik dan akurat, yaitu dengan persentase sebesar 72,5%. Tabel 7. Hasil uji matriks klasifikasi FRAUD Observed Step 1 FRAUD Tidak ada Ada kecurangan Overall Percentage Predicted Tidak ada Ada Percentage Correct Pengujian hipotesis Hasil pengujian hipotesis seperti nampak pada tabel 8 menunjukkan bahwa pengungkapan ICG mempunyai nilai 0,194 dengan sgnifinasi 0,798>0,05, sehingga H1 tidak Artinya tidak ada pengaruh ICG terhadap tindakan fraud. Variabel profit sharing menunjukkan nilai koefisien -3,696 dengan signifikansi 0,040<0,05, dan hipotesis 2 diterima. Yaitu, profit sharing berpengaruh negatif terhadap fraud. Kemudian variabel islamic investement besarnya koefisiensi -0,019 dengan tingkat signifikansi 0,976>0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis ketiga tidak diterima, sehingga islamic investment tidak berpengaruh terhadap tindakan fraud. Besarnya koefisien variabel islamic income 4,689 dengan signifikasni 0,334>0,05, meunjukkan hipotesis keempat tidak diterima sehingga islamic income tidak berpengaruh terhadap fraud. Dan terakhir variabel Equitable Distribution besarnya koefisien adalah Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Farida. Nur Hidayati. Anissa Hakim Purwantini 0,649 dengan signifikansii 0,334>0,05, sehingga hipotesis tidak diterima. Berikut ringkasan hasil pengujian hipotesis dalam penelitian adalah: Tabel 8. Hasil Pengujian Hipotesis Step 1a Wald Sig. Keterangan ICG ,194 ,756 ,066 ,798 Tidak diterima -3,696 -,019 1,797 ,647 4,231 ,001 ,040 ,976 Diterima Tidak diterima IsI ED 4,689 ,649 -2,415 2,113 ,672 1,762 4,924 ,933 1,878 ,026 ,334 ,171 Diterima Tidak Constant Pembahasan Pengaruh pengungkapan Islamic Corporate Governance (ICG) terhadap tindakan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan ICG tidak berpengaruh terhadap tindakan fraud. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi atau rendahnya pengungkapan ICG tidak berpengaruh pada tindakan fraud. Penerapan ICG menjadi sebuah keharusan yang dilakukan oleh perusahaan, khususnya dalam operasional bank yang diharapkan akan sesuai dengan efektivitas serta efisiensi pada perbankan syariah. Akan tetapi penerapan tata kelola bukan merupakan suatu hal yang mudah dilakukan oleh perbankan karena selain harus menggunakan prinsip-prinsip Islami juga harus memperhatikan sumber daya manusianya. Karena hal tersebut, maka tata kelola pada perbankan syariah belum efektif memiliki pengaruh terhadap terjadinya tindakan kecurangan yang terjadi baik di dalam maupun di luar perbankan Syariah . Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori legitimasi. Hal ini dikarenakan tata kelola yang baik maupun buruk belum tentu dapat menjamin dan meminimalkan tindakan kecurangan yang terjadi. Dan Hasil penelitian ini selaras dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh . , . , . yang menyatakan bahwa variabel ICG tidak berpengaruh terhadap fraud pada bank syariah. Namun hasil penelitian ini tidak konsisten dengan . , . menyatakan bahwa variabel ICG berpengaruh positif terhadap indikasi terjadinya fraud pada bank syariah. Pengaruh Shariah compliance terhadap tindakan fraud Pengaruh profit sharing Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Profit Sharing berpengaruh negatif terhadap tindakan fraud, sehingga hipotesis diterima. Artinya, semakin tinggi Profit Sharing maka tindakan fraud akan rendah, dan juga sebaliknya. Hal ini dikarenakan pembiayaan bagi hasil yang diberikan pada bank syariahdigunakan untuk menyalurkan dana secara prinsip syariah, sehingga tingkat kepatuhan Syariah juga semakin tinggi. Tingginya kepatuhan Syariah yang diwujudkan dengan sistem bagi hasil yang adil mampu menekan Tindakan Oleh karena itu semakin tinggi atau rendah Profit Sharing akan mempengaruhi tindakan fraud . Hasil penelitian sesuai dengan teori legitimasi yaitu Profit melalui kontrak mudharabah dan musyarakah. Akad mudharabah transaksi berdasarkan sistem bagi hasil yaitu keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan dan jika terjadi kerugian maka ditanggung oleh pemilik dana selama kerugian bukan karaen kelalian pengelola/mudharib. Konsep ini selain aspek profit juga ada aspek benefit yang membantu pihak lain yang kekuranagn dana. Dan akad musyarakah adalah akda Kerjasama antar pemilik dana untuk menjalankan suatu usaha, dimana jika terjadi keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Farida. Nur Hidayati. Anissa Hakim Purwantini dna jika terjadi kerugian dibagi berdasarkan kontribusi modal. Hal ini menunjukan adanya tindakan Amanah yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut. Sistem bagi hasil berdasarkan prinsip Syariah mampu menekan pihak internal dan eksternal manajemen perbankan untuk tidak melakukan sebuah kecurangan. Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian . , . , dan yang menyatakan variabel Profit Sharing Ratio (PSR) berpengaruh negatif terhadap tindakan fraud. Namun hasil ini tidak konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh . variabel PSR berpengaruh positif terhadap tindakan fraud, kemudian hasil penelitian . , . , . yang menyatakan bahwa PSR tidak berpengaruh terhadap fraud. Pengaruh Islamic invesment Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Islamic Invesment (II) tidak berpengaruh pada tindakan fraud sehingga hipotesis penelitian ini ditolak. Hal ini disebabkan karena kegiatan investasi yang dijalankan oleh perbankan syariah telah sesuai dengan prinsip Syariah yaitu jenis investasi halal. Besar dan kecilnya investasi yang dijalankan sudah dilakukan sesuai ketentuan, sehingga tidak empengaruhi tingkat kecurangan. Walaupu demikian, perbankan syariah harus tetap meningkatkan kepatuhan syariah dan melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya kecurangan itu sendiri dengan menciptakan budaya kejujuran, keterbukaan antara pihak satu dengan pihak lainnya, sehingga langkah ini dapat meminimalkan tindakan kecurangan . Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan teori legitimasi karena dalam aktivitas investasi bank syariah dilakukan melalui aktivitas yang sifatnya Islami. Besar kecilnya suatu investasi tidak berkaitan dengan kecurangan. Inverstasi dalma Syariah berdasarkan prinsip bagi hasil dan mempertanggungjawabkan kepada semua pihak stakeholder baik internal dan eksternal perusahaan. Konsisten dengan penelitian . , . , . yang menyatakan bahwa Islamic Invesment tidak berpengaruh terhadap fraud. Namun, tidak konsisten dengan Kusumadewi, . bahwa Islamic Invesment berpengaruh Hasil penelitian . , . , . yang menyatakan bahwa Islamic Investment memiliki efek negatif pada fraud pada Bank Islam. Pengaruh Islamic Income Islamic Income berpengaruh positif terhadap tindakan fraud. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi Islamic Income maka akan meningkatkan tindakan fraud, sehingga hipotesis ditolak. Dengan meningkatnya aktivitas pendapatan yang ada maka akan menyebabkan pihak tertentu untuk melakukan kecurangan. Tingginya pendapatan akan mendorong orang untuk memanipulasi keuangan demi keuntungan pribadi/pihak tertentu. Kecurangan ini dilakukan dengan manipulasi laporan keuangan, kecurangan dengan terhadap kas dan biaya, serta bentuk korupsi dari pihak tertentu. Kecurangan ini mengakibatkan salah saji material dalam proses audit, dimana hal ini kan merugikan pihak Hasil ini tidak sesuai dengan teori legitimasi dimana informasi laporan keuangan tersebut tidak diberikan secara ril kepada para pihak yang berkepentingan khususnya pihak Munculnya kecurangan akan merugikan manajemen perusahaan . , pengakuaun/pengukuran atas pendapatan yang tidak tepat dan juga penyalahgunaan lain yang merugikan pihak-pihak yang berkepentingan khususnya manajemen dan investor. Konsisten dengan . berpengaruh positif terhadap tindakan fraud. Namun hasil penelitian ini tidak konsisten dengan . , . bahwa Islamic Income Urecol Journal. Part B: Economics and Business. Vol. 1 No. Farida. Nur Hidayati. Anissa Hakim Purwantini berpengaruh negatif terhadap kecurangan. Sedangkan hasil penelitian . , dan . menyatakan dengan hasil penelitian variabel shariah compliance dengan proksi Islamic Income Ratio tidak berpengaruh terhadap indikasi fraud. Pengaruh Equitable Distribution Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh Equitable Distribution terhadap tindakan fraud. Semakin tinggi dan rendah penerapan Equitable Distribution yang dilakukan tidak berpengaruh terhadap kecurangan. Pendistribusian menekankan pada alokasi pendapatan terhadap semua pemangku kepentingan, yaitu investor, karyawan, nasabah dan juga masyarakat. Masing- masing pihak yang berkepentingan telah diberikan hak sesuai dengan proporsinya. Hal ini menunjukkan adanya kepuasan tersendiri bagi semua pihak baik internal maupun eksternal perusahaan, sehingga tidak akan mempengaruho orang untuk melakukan Tindakan kecurangan. Selain itu juga terdapat nilai terkait jumlah fraud nol atau dapat dikatakan bahwa perbankan syariah tidak mengalami kecurangan . Hasil penelitian tidak sesuai dengan teori legitimasi karena dalam pengimplikasian pendistribusian tidak memiliki pengaruh terhadap tindakan kecurangan. Penerapan Equitable Distribution secara prinsip Islam belum tentu akan terlaksana dengan baik, dan tidak menjamin bank syariah terbebas dari ancaman fraud sehingga harus memastikan hak dan hubungan diantara seluruh stakeholder telah terjamin. Selaras dengan . yang menyatakan bahwa Equitable Distribution tidak berpengaruh terhadap fraud. Namun hasil penelitian ini tidak konsisten dengan . menyatakan bahwa proksi Equitable Distribution Ratio (EDR) berpengaruh negatif terhadap fraud pada Bank Syariah Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan Islamic Corporate Governance (ICG). Islamic Investment (II), dan Equitable Distribution (ED) tidak berpengaruh terhadap tindakan fraud. Profit Sharing (PS) memiliki pengaruh negatif terhadap tindakan fraud. Sedangkan Islamic Income (IsI) memiliki pengaruh positif terhadap tindakan fraud. Penelitian ini memberikan implikasi bahawa entitas syariah khususnya perbankan syariah untuk selalu meningkatkan kepatuhan syariah dalam menjalankan operasionalnya, dan juga diikuti dengan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan prinsip syariah, sehingga tidak terjadi adanya tindakan fraud dalam perusahaan. Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan variabel penelitian, seperti kinerja zakat yang merupakan salah satu indikator dari Islamicity Financial Performance Index yang digunakan untuk mengukur variabel shariah compliance. Referensi