JURNAL PENGABDIAN WIDYA DHARMA Volume 04 No. 01 Januari 2025 E ISSN 2962-3758 PENDAMPINGAN KEPADA MAHASISWA MODEL PEMBELAJARAN LITERASI FINANSIAL Arif Julianto Sri Nugroho1. Dwi Wahyuni Uningowati2. Abdul Haris3. Agung Nugroho Jati4. Cahaya Nugrahani5. Harri Purnomo6. Dandang Setyawanti7. Agus Santoso8. Sukasih Ratna Widayanti9 Fakultas Ekonomi dan Psikologi Universitas Widya Dharma Klaten arifjuliantosn72@gmail. Fakultas Ekonomi dan Psikologi Universitas Widya Dharma Klaten dwiwahyuniuningowati@gmail. Fakultas Ekonomi dan Psikologi Universitas Widya Dharma Klaten dzulhari@gmail. Fakultas Ekonomi dan Psikologi Universitas Widya Dharma Klaten agjati70@gmail. Fakultas Ekonomi dan Psikologi Universitas Widya Dharma Klaten nugrahani@gmail. Fakultas Teknologi dan Ilmu Komputer Universitas Widya Dharma Klaten unwidha@gmail. Program Vokasi Universitas Widya Dharma Klaten dsetyawanti@gmail. Program Vokasi Universitas Widya Dharma Klaten santoso1836@gmail. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Dharma Klaten ratnawisnumurti@gmail. Article Info ARTICLE HISTORY Received: 21/08/2024 Reviewed: 13/11/2024 Revised: 31/12/2024 Accepted: 08/01/2025 DOI: 54840/widharma. Abstrak Pembelajaran literasi finansial bagi mahasiswa di Indonesia relatif belum banyak dilakukan karena dianggap berbagai pihak belum penting dan belum dibutuhkan. Tujuan khusus dicapai selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berkolaborasi dengan CIMB Bank Niaga yaitu mampu melaksanakan praktik pendampingan pembelajaran literasi finansial. Desain pengabdian kepada masyarakat berupa action empowerment pembelajaran berbasis pengalaman yang diharapkan menjadi pijakan analisis kebutuhan dalam mengembangkan model pembelajaran literasi finansial secara lebih luas bagi mahasiswa Universitas Widya Dharma Klaten. Tahap akhir kegiatan terbentuk perangkat pembelajaran literasi finansial berbasis pengalaman yang teruji sahih dan andal bagi mahasiswa Universitas Widya Dharma Klaten. Muara kegiatan pengabdian kepada masyarakat tercipta rasa percaya . dan cerdas finansial sejak dini mahasiswa terhadap lembaga keuangan di masa mendatang. Luaran kegiatan dilakukan diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat di forum nasional. Kata kunci: pendampingan, pembelajaran, literasi finansial. Arif Julianto Sri Nugroho. Dwi Wahyuni Uningowati, et al/ WIDHARMA Vol 04 No 01 Tahun 2025 PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi membutuhkan peran modal sosial . ocial capita. dalam menentukan arah pembangunan. Modal sosial berperan penting tidak kalah dengan infrastruktur ekonomi Upaya untuk membangun modal sosial perlu diprioritaskan demi keberlanjutan dan suksesnya pembangunan ekonomi. Modal sosial perlu mendapat prioritas dalam sumbangannya terhadap pembangunan ekonomi karena adanya tiga unsur utama yaitu jaringan . , norma . , dan kepercayaan . dimana di dalamnya menjadi kolaborasi sosial untuk kepentingan bersama ( Daryanto, 2. Pembangunan ekonomi memerlukan modal finansial dimana dana yang dihimpun dari masyarakat mampu sebagai bahan penggerak kegiatan. Fungsi utama lembaga keuangan adalah sebagai financial intermediary dimana lembaga tersebut merupakan perantara keuangan dari pihak surplus kepada pihak yang memerlukan dana atau pihak defisit. Lembaga keuangan resmi dalam melakukan raising dana masyarakat memerlukan modal utama yaitu rasa trust, di sini masyarakat merasa yakin bahwa uang yang mereka titipkan tidak hilang. Di satu sisi, pihak lembaga keuangan juga memerlukan trust dimana dana yang dipinjamkan ke debitur tidak terjadi kredit bermasalah. Unsur penting beroperasinya suatu lembaga keuangan salah satunya lembaga tersebut mampu melaksanakan Aojual beliAo kepercayaan. Lembaga perguruan tinggi yang memiliki daya saing secara nasional dan global meniscayakan perbaikan serius terhadap seluruh elemen di dalamnya. Agar pembelajaran yang diselenggarakan di perguruan tinggi berkelas unggul dengan menghasilkan lulusan mandiri, memiliki reputasi penggerak pertumbuhan ekonomi, maka penting bagi dosen dan mahasiswa menyajikan pembelajaran yang relevan dengan tantangan kontemporer, sehingga pembelajaran yang dilakukan harus bersifat in-context bukan out-contex (Arends, 2. Saat ini pendidikan literasi finansial bagi masyarakat menjadi salah satu topik yang hangat Mayoritas literatur meneliti bahwa literasi finansial dapat diajarkan dengan keberhasilan output serta outcome melalui titik berat menjawab dua pertanyaan kunci AuwhatAy and AuhowAy. Hal ini berarti keberhasilan pembelajaran literasi finansial bergantung pada model pembelajaran yang digunakan. Literasi finansial adalah solusi mencerdaskan masyarakat dalam mengelola keuangan baik secara pribadi, organisasi, maupun lembaga. Masyarakat yang well literate akan mampu mengambil keputusan keuangan dengan cermat dan bertanggung jawab. Diperlukan metode pembelajaran inovatif untuk semakin membangkitkan minat pembelajar manajemen keuangan di kalangan siswa yang relevan dengan tantangan kontemporer. Arends ( 2. menyebut bahwa tujuan puncak . ltimate purpos. pembelajaran yaitu Auto assist student become independent and self regulated learnersAy atau membantu peserta didik agar menjadi pembelajar yang mandiri dan mampu mengarahkan diri sendiri. Konsep pembelajaran literasi finansial bagi mahasiswa berbeda dengan konsep pembelajaran commercial financial sehingga diperlukan pendekatan yang berbeda dalam pengajaran dan pembelajaran (Octaviani dan Iswati, 2. Konsep ini diharapkan dapat menumbuhkan keyakinan diri dan sukses mahasiswa dalam literasi finansial serta didukung pendampingan pembelajaran berbasis pengalaman berkualitas relevan diterapkan saat ini. Tujuan kegiatan ini menghasilkan suatu produk yaitu model dan perangkat pembelajaran yang dirancang sesuai kondisi yang ada serta diselaraskan dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa meliputi tahap eksplorasi dan tahap pengembangan perangkat model pembelajaran literasi finansial. Manfaat diharapkan dari hasil kegiatan ini yaitu terbentuk model dan perangkat pembelajaran literasi finansial berbasis pengalaman. Kegiatan ini akan menghasilkan model berupa perangkat bahan ajar serta modul pembelajaran yang teruji sahih dan andal. Keseluruhan hasil kegiatan ini diharapkan mampu menambah khazanah keilmuan, khususnya penerapan, pemanfaatan fungsi kognitif, afektif, dan psikomotor mahasiswa dalam literasi finansial. Pemilihan kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pengembangan model terhadap mahasiswa Universitas Widya Dharma Klaten karena di wilayah ini merupakan kluster pertumbuhan ekonomi mikro di Kecamatan Klaten Utara. Universitas Widya Dharma Klaten berada di Desa Karanganom. Kabupaten Klaten, desa ini merupakan wilayah perkembangan Arif Julianto Sri Nugroho. Dwi Wahyuni Uningowati, et al/ WIDHARMA Vol 04 No 01 Tahun 2025 pesat bisnis kuliner, perdagangan, dan jasa sektor ultra mikro. Terdapat pabrik besar seperti PT Intan Pariwara Grup di sekitar Universitas Widya Dharma Klaten. Di masa mendatang, diharapkan mahasiswa Universitas Widya Dharma Klaten mampu menjadi individu dewasa wirausaha tangguh yang melek teknologi dan melek literasi keuangan. Keterbuktian model menjadikan usulan kegiatan dengan tema literasi finansial urgen untuk dilaksanakan. Tahap akhir kegiatan tercipta model pembelajaran di kalangan pendidik terkait literasi finansial di ranah pendidikan tinggi. Berikut kerangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat diurai di gambar 1 di bawah ini. Masalah dalam Literasi Finansial: Mahasiswa Universitas Widya Dharma Klaten relatif minim pengetahuan literasi Pemberdayaan masyarakat melalui mahasiswa literasi finansial belum optimal dan masih bersifat Potensi dan Sumber Daya Manusia : Potensi sumber daya manusia, alam, dan masyarakat Indonesia giat gotong royong Daya dukung mitra CIMB Niaga. Universitas Widya Dharma Klaten, dana, teknologi, partisipasi Model Pendampingan Pembelajaran Literasi Finansial Berbasis Pengalaman Output: Meningkatnya mahasiswa ilmu literasi finansial Outcome: Rasa trust mahasiswa Universitas Widya Dharma Klaten terhadap lembaga keuangan sehingga di usia dewasa mereka mampu menjadi pelaku usaha mandiri dan berdaya Gambar 1. Kerangka Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat TINJAUAN PUSTAKA Pembelajaran Berbasis Pengalaman Beberapa istilah digunakan untuk menyebut pembelajaran berbasis pengalaman. John Dewey menyebut learning by doing. Wolf and Byrne memakai istilah experienced-based David Kolb menggunakan istilah experiential learning yang bermakna pembelajaran melalui penalaran terhadap pengalaman. Experiential learning model Kolb ini yang akan menjadi fokus telaah teoritis dalam usulan pengabdian kepada masyarakat. David Kolb merupakan tokoh penting dalam praktik pembelajaran berbasis Bagi Kolb belajar bukan sekedar penerimaan atau transmisi materi pembelajaran, melainkan interaksi antara materi belajar dengan pengalaman yang saling mentransformasi satu dengan yang lain (Kolb, 2. Kolb mendasarkan model pembelajaran pengalaman pada solusi masalah model versi Lewin yang secara luas digunakan dalam pengembangan organisasi. Kolb menawarkan empat tahap siklus pembelajaran pengalaman terdiri dari Knowles . concrete experience, keterlibatan penuh, reflective observation, mengamati secara reflektif terhadap pengalaman peserta didik dari banyak perspektif, abstract conceptualization, memformulasi, mengonseptualisasi, serta mengintegrasikan hasil pengamatan, refleksi peserta didik terhadap pengalaman menjadi konsep teori yang logis, dan terakhir active experimentation yaitu mengujicobakan . teori-teori untuk membuat keputusan dalam memecahkan masalah. Kegiatan model pembelajaran berbasis pengalaman yaitu mahasiswa diberi tugas lapangan . ield researc. untuk mengajukan solusi masalah dalam suatu kasus semisal minimnya partisipasi mahasiswa untuk sadar kebersihan lingkungan. Mahasiswa dapat mengalami langsung sekaligus mengadakan pengamatan di kelas melalui objek penelitian berbasis aneka sumber pengetahuan. Dari hasil pengalaman nyata dan pengamatan yang dilakukan, mahasiswa dapat memberdayakan nalar untuk membangun suatu konsep yang berfungsi sebagai solusi masalah dari persoalan yang ada. Konsep tersebut dapat Arif Julianto Sri Nugroho. Dwi Wahyuni Uningowati, et al/ WIDHARMA Vol 04 No 01 Tahun 2025 dieksperimentasi di kelas dengan munculnya ide kegiatan semisal usaha bank sampah mini yang dapat menjadi objek kegiatan. Literasi Finansial Literasi finansial dari beberapa literatur disarikan sebagai kemampuan individu untuk mengolah informasi keuangan yang diterima dan mengambil keputusan tentang perencanaan keuangan, akumulasi kekayaan, pensiun, maupun hutang dengan pertimbangan berdasarkan pengetahuan dan pemahaman (Firdausi, 2. Literasi finansial saat ini masih diperlukan agar masyarakat memperoleh manfaat optimum dari layanan yang ada (Yushita dan Novi, 2. Pengetahuan, ketrampilan, dan keyakinan menggunakan layanan finansial dapat memberikan sejumlah manfaat antara lain memilih produk atau jasa lembaga keuangan sesuai kebutuhan, mampu melaksanakan perencanaan keuangan, dapat menghindari aktivitas investasi yang berisiko tinggi dan dapat menghindari kecurangan seperti investasi bodong yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab (Diwastansi. Raphael Bostic CEO Federal Reserve Bank of Atlanta menjelaskan salah satu cara paling efektif untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan dengan menerapkan edukasi literasi finansial sejak dini. Menurut Bostic . pembelajaran keuangan harus dimulai dari rumah. Sebagian besar seseorang mengelola keuangan terbentuk sejak usia 7 Artinya ketika seorang anak memasuki sekolah dasar, sudah saatnya individu diperkenalkan dengan dunia keuangan. Di tingkat sekolah dasar, pendidikan literasi finansial dapat dimulai dari hal-hal rutin sederhana seperti proses terjadinya transaksi dagang, menghitung uang kembali, membuka rekening bank, cara menabung, merencanakan anggaran, maupun dasar-dasar simpan pinjam. METODE PELAKSANAAN KEGIATAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat aspek pembelajaran literasi finansial telah mendapat perhatian cukup dari beberapa pengabdi. Beberapa pengabdi menunjukkan hasil yang saling mendukung dan saling melengkapi terkait pola dan hubungan peubah yang dilaksanakan sebagai model kegiatan. Beberapa pengabdi melakukan kegiatan terkait usia responden maupun model sebatas pengabdian kepada masyarakat kuantitatif maupun riset pengembangan. Peta jalan pengabdian kepada masyarakat yang telah dan akan dilakukan diuraikan dalam gambar 2 sebagai Literasi Finansial Anak Usia Dini (Bostic, 2. Literasi Finansial Pelaku UMKM Aisyah Klaten (Nugroho. Widayanti, et al Grand Abdimas Strategic Financial Literacy ( 2021-2. Literasi Finansial dan Perilaku Manajemen Keuangan Mahasiswi (Djati, et al 2. Eksperimen Model Pembelajaran Literasi Finansial Mahasiswa Universitas Widya Dharma Klaten 2024 Gambar 2. Peta Jalan Pengabdian kepada Masyarakat Pengabdian kepada masyarakat dalam tema literasi finansial dan manajemen keuangan telah pengabdi lakukan terhadap responden individu dewasa kelompok mahasiswi (Djati, et al 2. dan pelaku UMKM ibu-ibu Aisyah Klaten (Nugroho. Widayanti, et al, 2. Kebaruan Arif Julianto Sri Nugroho. Dwi Wahyuni Uningowati, et al/ WIDHARMA Vol 04 No 01 Tahun 2025 pengabdian kepada masyarakat ini adalah bentuk eksperimen . atau pengembangan yang bermuara pada topik Grand Abdimas model Strategic Financial Literacy. Waktu kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai satu kesatuan rangkaian Pengenalan Lembaga Keuangan CIMB Niaga tanggal 18-21 Juni 2024. Pemaparan kuliah konsep literasi keuangan secara lengkap dilakukan satu hari penuh. Rangkaian pengenalan literasi finansial lanjutan dilakukan di dua hari ke depan. Lokasi kegiatan dan pemaparan materi diskusi dilaksanakan di auditorium Pasca Sarjana Universitas Widya Dharma Klaten serta beberapa tempat kelas di bagian lingkungan Universitas Widya Dharma Klaten. Kolaborasi intensif dilakukan dengan lembaga CIMB Bank Niaga Klaten. Solo raya, dan area wilayah Jawa Tengah dengan tujuan pembentukan model pembelajaran dan tercapai sinergitas kegiatan. Dokumentasi kegiatan disajikan di gambar 3 sebagai berikut. Gambar 1. Pendampingan kepada Mahasiswa dengan Konsep Literasi Finansial Adapun target dan luaran dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu meningkatnya pemahaman dan pengetahuan bagi mahasiswa terkait soft skill konsep literasi finansial sebagai peluang dan tantangan investasi cerdas dan sehat di masa depan serta meningkatnya pengetahuan mahasiswa tentang literasi finansial sebagai dasar meningkatnya kemampuan soft skill dan hard skill investasi cerdas, sehat serta ilmu wirausaha unggulan di masa HASIL DAN PEMBAHASAN Pembekalan Mahasiswa Konsep Disrupsi Finansial sebagai suatu Peluang dan Tantangan Disrupsi finansial merupakan suatu proses eksperimentasi bisnis model keuangan, ketika sebagai pendatang baru mampu mengembangkan pasar yang diabaikan pelaku pemimpin pasar (The Leade. Disrupsi keuangan akan terus menggerus segmen pasar yang dikuasai The Leader. Disrupsi keuangan menyerang perusahaan keuangan besar dan jasa yang sudah terkenal. Disrupsi keuangan akan mencipta pasar baru, memiliki dampak inflasi, serta menciptakan start-up di bidang investasi unggulan baru. Beberapa sebab timbul disrupsi keuangan karena semakin pesat berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, muncul Gen Z yang melek berbagai teknologi keuangan, kecepatan pesat pengembangan teknologi micro processor komputer, investasi pasar modal semakin besar, spekulatif crazy rich di pasar uang semakin masif, bitcoin, munculnya disruptive financial leader dan upaya mengeksplorasi kemenangan bisnis melalui faktor IoI, kecerdasan buatan di sektor keuangan. Disrupsi sektor keuangan memiliki ciri speed, surprise, dan sudden shift (Kasali, 2. Kunci menghadapi disrupsi keuangan adalah mengubah mindset baru bagaimana menghadapi tantangan, hambatan, menangkap peluang melihat kritikan, dan kesuksesan finansial orang lain. Mindset yang berkembang adalah terus melatih emosi diri, terbuka, kemampuan inovasi kecerdasan finansial yang terus ditumbuhkan. Mahasiswa harus mampu mengembangkan inovasi, rasa percaya diri, cerdas finansial untuk menghadapi era disrupsi keuangan di masa mendatang. Arif Julianto Sri Nugroho. Dwi Wahyuni Uningowati, et al/ WIDHARMA Vol 04 No 01 Tahun 2025 Alih pengetahuan ketrampilan soft skill dan hard skill literasi finansial dalam satu rangkaian kegiatan pengenalan produk lembaga keuangan Selama dua hari berikutnya dilaksanakan pengenalan berbagai produk, jasa finansial oleh CIMB Niaga serta berbagai aktivitas lain. Berbagai atraksi inovatif praktik kecerdasan finansial dilaksanakan. Mahasiswa sangat antusias mengikuti aktivitas pemaparan materi, diskusi kasus, dan praktik nyata role playing basis pengetahuan modern literasi finansial. Temuan ini selaras kegiatan Aryanto . bahwa kegiatan literasi finansial melalui kegiatan pembelajaran inovatif yang terus dilakukan siswa akan mampu meningkatkan kesadaran siswa semakin peduli dan cerdas finansial di berbagai aras. Berbasis temuan tersebut, disimpulkan kegiatan penanaman soft skill dan hard skill literasi finansial mahasiswa memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan mahasiswa menghadapi era disrupsi finansial di masa mendatang. Kegiatan ini memiliki dampak semakin peduli mahasiswa terhadap aneka tawaran investasi cerdas, sehat yang membawa kesejahteraan finansial bagi individu di masa mendatang. KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan pendampingan mahasiswa baru konsep disrupsi keuangan dan literasi finansial sebagai suatu peluang dan tantangan terhadap prospek kesejahteraan ekonomi di masa depan mendapat respons positif mahasiswa. Terjadi penguatan jejaring dengan pihak instansi lain yaitu CIMB Niaga serta meningkatnya beragam kegiatan berbasis peningkatan kemampuan kecerdasan finansial mahasiswa. Kegiatan ini bermuara pada meningkatnya kegiatan promosi terkait branding positif penerimaan mahasiswa baru (Penmar. Universitas Widya Dharma Klaten di Outcome yang ingin dicapai yaitu tercipta jiwa mahasiswa yang inovatif dan tangguh menghadapi era disrupsi keuangan di masa mendatang. Pengembangan jiwa inovasi mahasiswa cerdas literasi keuangan tidak cukup selesai dengan waktu singkat. Dibutuhkan waktu panjang serta berkesinambungan untuk terus menjamin keberlanjutan program, kegiatan pendampingan terhadap mahasiswa cerdas finansial dapat dilakukan di tahun depan serta perlu penjadwalan tindak lanjut kolaborasi melalui pihak eksternal secara teratur. Ucapan terima Kasih CIMB Bank Niaga Klaten. Tim LPKK, dan Wakil Rektor I dan i Universitas Widya Dharma Klaten DAFTAR PUSTAKA