SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Optimalisasi Pemasaran Digital Sirup Jeruk Terusan melalui Pelatihan Manajemen Modern dan Integrasi Website-WhatsApp API Fido Rizki1*. Wisdalia Maya Sari2. Nasruddin3. Bima Ilmawan4. Juli Wiwinsih5 1,4Program Studi Informatika. Universitas Bina Insan. Lubuk Linggau. Indonesia 2,3,5Program Studi Manajemen. Universitas Bina Insan. Lubuk Linggau. Indonesia e-mail: fidorizki@univbinainsan. id1* wisdaliamayasari@univbinainsan. nasruddin@univbinainsan. Informasi Artikel Article History: Received : 4 September 2025 Revised : 30 September 2025 Accepted : 9 Oktober 2025 Published : 28 Oktober 2025 *Korespondensi: fidorizki@univbinainsan. Keywords: Digital Marketing. Modern Management. Sirup Jeruk Terusan. UMKM Hak Cipta A2025 pada Penulis. Dipublikasikan oleh Universitas Dinamika Artikel ini open access di bawah lisensi CC BY-SA. 37802/society. Society : Journal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat 2745-4525 (Onlin. 2745-4568 (Prin. https://ejournals. id/index. php/society DOI : doi. org/10. 37802/society. Abstract This community service activity targets a home industry known as Rumah Produksi Sirup Jeruk Terusan, located in Desa Terusan. Musi Rawas Utara Regency, which serves as a center for citrus cultivation. The primary issues faced by the partner include limited understanding of modern management, especially in financial management, business planning, and human resource management. underutilization of digital and challenges related to access and management of digital technology. The objectives of this activity were to enhance the managerial skills of the partner through modern management practices, optimize the use of digital marketing technologies such as social media, websites, and WhatsApp API integration, and strengthen the competitiveness of local products in broader markets. The implementation method consisted of systematic stages: socialization, training, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability efforts. The results of the activity showed a significant improvement in the managerial capacity of the Based on the pretest and posttest evaluations, the recap indicated a considerable increase. The average improvement in managerial skills after participating in the series of training and mentoring activities reached 35. This improvement confirms that the implemented program successfully delivered a tangible impact on enhancing the partnerAos knowledge and skills in applying modern management practices. Furthermore, the partner successfully developed an active e-commerce website integrated with a WhatsApp API Gateway system to facilitate swift and efficient communication and product ordering. The website is accessible at https://siruplimau-desaterusan. The adoption of this digital platform is expected to drive the expansion of Sirup Jeruk Terusan's market reach and enhance business professionalism. This activity confirms that integrating modern management with digital technology can effectively improve marketing efficiency and the competitiveness of MSME Future development is recommended to focus on strengthening human resource capacity and expanding integration with other e-commerce platforms to increase market (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. PENDAHULUAN Pemasaran digital telah menjadi elemen yang sangat penting dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di era digital saat ini. UMKM, sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional, memegang peranan penting dalam penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan daya saing produk lokal. Namun demikian, masih banyak industri rumah tangga, khususnya yang bergerak dalam sektor pangan seperti produksi Sirup Jeruk Terusan, yang menghadapi berbagai tantangan besar, baik dalam hal pengelolaan usaha maupun pemasaran. Mitra sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah industri rumah tangga yang memproduksi Sirup Jeruk Terusan dan berlokasi di Desa Terusan, salah satu sentra budidaya jeruk unggulan di Kabupaten Musi Rawas Utara. Daerah ini dikenal memiliki tanah yang subur, sangat cocok untuk pertumbuhan jeruk, serta menghasilkan produk dengan cita rasa khas yang telah diakui (Patullah, 2. , meskipun memiliki potensi yang besar, mitra sasaran belum sepenuhnya memanfaatkan perkembangan digitalisasi sebagai peluang untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Hal ini menjadi tantangan utama, karena terbatasnya pasar dan belum optimalnya penerapan teknologi dalam pemasaran dan manajemen usaha dapat menghambat pengembangan usaha ini. Kajian literatur menunjukkan bahwa penerapan manajemen modern dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha serta peranan strategis pemasaran digital menggunakan media sosial dan platform e-commerce dalam memperluas pasar dan meningkatkan penjualan produk lokal (Ratnawati & Santoso, 2. , (Depriyani & Al-Amin, 2. , (Afriansyah et al. , 2. , (Hananto et al. , 2. Selain itu, integrasi teknologi komunikasi berbasis WhatsApp API terbukti mendorong percepatan transaksi dan peningkatan kepuasan konsumen (Rizki et al. , 2. , (Sayudin et al. , 2. Namun literatur juga mencatat keterbatasan penerapan integratif antara penguatan kapasitas manajerial dan implementasi teknologi digital secara bersamaan dalam pengembangan UMKM (Zhao & Liu, 2. , (Krymska et al. , 2. ,(Trianung D. S et al. , 2. , yang merupakan gap ilmiah dalam banyak program pemberdayaan saat ini. Permasalahan utama dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini terletak pada dua aspek krusial: manajemen usaha dan pemasaran. Dalam hal manajemen usaha, masih banyak kegiatan yang dilakukan secara tradisional tanpa penerapan prinsipprinsip manajemen modern. Pengelolaan usaha yang tidak efisien menyebabkan pemborosan sumber daya, seperti waktu, tenaga kerja, dan bahan baku, yang pada gilirannya mengurangi produktivitas dan profitabilitas usaha (Alwi et al. , 2021. Maramis. Momongan et al. , 2024. Widjaya & Sugiarti, 2. Selain itu, proses produksi Sirup Jeruk Terusan yang masih manual dan belum terstandarisasi berimbas pada ketidakstabilan kualitas produk dan kesulitan dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat (Devi Nurfatimah et al. , 2024. Purnomo & Purnomo, 2023. Saefullah et al. Pada aspek pemasaran, permasalahan yang dihadapi adalah metode pemasaran yang masih konvensional, terbatas pada pasar lokal, dan belum memanfaatkan teknologi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Hal ini membatasi potensi pasar dan menyebabkan kesulitan dalam proses transaksi serta komunikasi dengan pelanggan. Penggunaan saluran komunikasi tradisional seperti telepon dan tatap muka sering kali tidak efektif untuk menjangkau konsumen dalam jumlah besar atau di luar daerah (D. Putri et al. , 2024. Putri, 2. Oleh karena itu, penguatan aspek manajerial dan digital marketing menjadi sangat penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan pasar. (D. Putri et al. , 2. Program PkM ini dirancang untuk mengatasi kedua permasalahan utama tersebut dengan memberikan solusi yang mengintegrasikan manajemen modern dan pemasaran Melalui pelatihan manajemen yang berbasis prinsip-prinsip modern, program ini DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. akan membantu mitra sasaran untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan proses produksi yang lebih terstandarisasi. Selain itu, program ini akan memperkenalkan dan mengimplementasikan pemasaran digital, termasuk penggunaan media sosial dan platform e-commerce, untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan efisiensi transaksi dan komunikasi dengan konsumen. Dengan demikian, program PkM ini tidak hanya mengatasi keterbatasan dalam pengelolaan usaha, tetapi juga mengisi gap dalam penerapan pemasaran digital yang sangat dibutuhkan agar produk Sirup Jeruk Terusan dapat bersaing di pasar yang lebih luas. METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan PkM ini dirancang secara sistematis untuk mengatasi permasalahan mitra di bidang manajemen usaha dan pemasaran. Tahapan pelaksanaan meliputi: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Berikut adalah penjelasan detail setiap tahap: Sosialisasi Memberikan pemahaman kepada mitra tentang pentingnya manajemen modern dan pemasaran digital, serta mengenalkan program PKM yang akan dilaksanakan. Kegiatan yang dilaksanakan adalah mengadakan pertemuan dengan mitra . elompok masyarakat pengolah sirup jeruk terusa. untuk menjelaskan tujuan, manfaat, dan tahapan program, diskusi mengenai permasalahan yang dihadapi mitra, khususnya di bidang manajemen dan pemasaran, menyampaikan materi tentang pentingnya manajemen usaha modern, dan pemasaran digital, memperkenalkan teknologi yang akan digunakan, seperti website dan WhatsApp API Gateway. Pelatihan Meningkatkan kapasitas mitra dalam manajemen usaha dan pemasaran digital melalui pelatihan yang terstruktur. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan adalah mengadakan pelatihan manajemen usaha modern. Pelatihan pemasaran digital dengan mengajarkan cara menggunakan media sosial (Instagram. TikTo. , e-commerce (Shopee. Tokopedia. Bukalapa. , dan website untuk mempromosikan produk secara digital. Pengenalan WhatsApp API Gateway Penerapan Teknologi Program PkM ini bertujuan untuk menerapkan teknologi guna meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran mitra. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembuatan website penjualan online yang user-friendly dan profesional, di mana mitra akan dilatih untuk mengelola website, mengunggah produk, memperbarui stok, dan menangani pesanan secara efisien. Selain itu, program ini juga mencakup integrasi WhatsApp API Gateway untuk memudahkan proses pemesanan, konfirmasi pembayaran, dan pelayanan pelanggan. Mitra akan diberi pelatihan tentang penggunaan fitur-fitur WhatsApp API Gateway, seperti broadcast message dan autoreply, untuk meningkatkan komunikasi dengan pelanggan. Keberhasilan penerapan teknologi ini akan diukur melalui beberapa indikator, antara lain peningkatan traffic website, yang mencerminkan efektivitas platform online dalam menarik konsumen, jumlah pesanan yang menunjukkan dampak teknologi terhadap volume penjualan. Pendampingan dan Evaluasi Memastikan penerapan manajemen dan pemasaran digital berjalan dengan baik, serta mengevaluasi hasil program. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan adalah tim PkM melakukan pendampingan untuk memastikan mitra dapat menerapkan ilmu yang telah Evaluasi dilakukan berdasarkan hasil dari pretest dan posttest yang telah dilakukan yang disusun berdasarkan pertanyaan-pertanyaan yang berkiatan dengan materi yang telah diberikan serta memberikan solusi jika mitra mengalami kendala DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. dalam manajemen atau pemasaran. Melakukan evaluasi berkala untuk mengukur perkembangan usaha mitra, termasuk peningkatan penjualan, efisiensi produksi, dan kepuasan pelanggan. Keberlanjutan Program Untuk memastikan program dapat berjalan secara berkelanjutan setelah kegiatan PKM selesai. Desa Terusan akan menjadi desa binaan dari Universitas Bina Insan sebagai motor penggerak usaha. Universitas Bina Insan akan berperan aktif dalam mendukung pengembangan penggunaan teknologi untuk manajemen usaha dan pemasaran digital di desa tersebut. Setiap bulan, akan diadakan pertemuan rutin, baik secara online maupun offline, untuk melakukan diskusi dan pemecahan masalah terkait pemanfaatan teknologi dalam usaha. Pertemuan ini akan difasilitasi oleh dosen-dosen dari Universitas Bina Insan yang berpengalaman sebagai lembaga pendamping, guna memastikan pembaruan pengetahuan, pembelajaran berkelanjutan, dan solusi terhadap tantangan yang dihadapi. Dengan mekanisme ini, diharapkan Desa Terusan dapat terus berkembang sebagai desa mandiri berbasis teknologi digital dan menjadi contoh sukses bagi desa-desa lainnya. HASIL dan PEMBAHASAN Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menunjukkan hasil yang signifikan dalam peningkatan kapasitas manajerial dan efektivitas pemasaran digital mitra, yaitu Rumah Produksi Sirup Limau Manis Muratara di Desa Terusan. Kegiatan PkM ini diikuti oleh 26 anggota dari rumah produksi, yang terdiri dari remaja dan ibu-ibu rumah tangga dengan latar belakang pendidikan yang bervariasi, mulai dari lulusan SMP hingga SMA. Usia ratarata peserta berkisar antara 18 hingga 45 tahun, dengan sebagian besar ibu rumah tangga yang memiliki pengalaman terbatas dalam mengelola usaha, sedangkan para remaja umumnya memiliki keterampilan dasar dalam teknologi digital, meskipun masih minim pengalaman dalam manajemen usaha. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Kantor Desa Terusan dan rumah produksi Sirup Jeruk Terusan. Keterkaitan profil peserta dengan tujuan kegiatan ini sangat jelas. Ibu rumah tangga, yang lebih fokus pada produksi, diberikan pelatihan terkait efisiensi produksi dan manajemen usaha, agar dapat meningkatkan kualitas dan konsistensi produk serta mengelola sumber daya secara lebih efektif. Sementara itu, remaja yang lebih cepat beradaptasi dengan teknologi digital, diberikan pelatihan intensif mengenai pemasaran digital, penggunaan website, dan penggunaan WhatsApp API Gateway untuk mempermudah proses pemesanan dan komunikasi dengan pelanggan. Dengan memahami karakteristik peserta ini, pelatihan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik mereka, sehingga lebih efektif dalam meningkatkan kapasitas manajerial dan kemampuan pemasaran digital. Adapun materi-materi yang diberikan saat pelatihan dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Materi yang disampaikan dalam kegiatan PkM Materi Target Aspek Manajemen Mitra menunjukkan peningkatan pengetahuan Dasar-dasar Manajemen melalui pre test dan post test pelatihan dan mitra Usaha Modern mempunyai dokumen proedur usaha Elemen Ae Elemen Manajemen Usaha Modern DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Perencanaan Manajemen Usaha Modern Pengorganisasian Manajemen Usaha Modern Pengendalian Manajemen Usaha Modern Evaluasi Manajemen Usaha Modern Pencatatan Pengelolaan Arus Kas Meminimalkan Pemborosan Peningkatan Laba Menyusun (SOP) Aspek Pemasaran Mitra Pemanfaatan platform pemanfaatan media sosial media sosial mitra memiliki website dan sistem WhatsApp Pembuatan API Gateway aktif untuk komunikasi dan promosi yang menarik Pelatihan penggunaan Kegiatan PkM dilaksanakan sesuai dengan tahapan yang telah disusun. Pelaksanaan setiap tahap dalam pengabdian adalah sebagai berikut, dimulai dari persiapan yang dilakukan sebelum tahap sosialisasi dimulai. Persiapan (FGD) Sebelum melaksanakan kegiatan PkM ini, tim melakukan persiapan yang meliputi Focus Group Discussion (FGD) dan diskusi mengenai materi yang akan diberikan kepada peserta pelatihan, teknik pelaksanaannya, lokasi, serta berbagai hal teknis FGD ini sangat penting, terutama dalam menyusun materi pelatihan, menentukan waktu pelaksanaan, dan merancang pembuatan website e-commerce yang terintegrasi dengan WhatsApp API. Kegiatan FGD dilaksanakan di ruangan LPPM Universitas Bina Insan bersama dengan tim PkM lainnya yang terdiri dari dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Hasil FGD menunjukkan bahwa sekitar 50% mitra belum sepenuhnya memahami konsep manajemen modern dan masih mengandalkan metode tradisional dalam pengelolaan usaha mereka. Selain itu, sekitar 70% mitra mengungkapkan bahwa mereka belum pernah menggunakan platform e-commerce untuk pemasaran dan penjualan produk, yang menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan dalam pemahaman tentang digitalisasi pemasaran. Berdasarkan temuan ini, materi pelatihan difokuskan pada pengenalan prinsip-prinsip manajemen modern, serta penggunaan platform e-commerce, khususnya pembuatan website yang terintegrasi dengan WhatsApp API untuk mempermudah transaksi dan komunikasi dengan pelanggan. Hasil FGD ini memberikan gambaran yang jelas mengenai tingkat pemahaman peserta dan membantu dalam merancang program pelatihan yang lebih tepat sasaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lapangan. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Gambar 1. FGD Persiapan Kegiatan PkM Sosialisasi Kegiatan solusi merupakan kegiatan yang memberikan pemahaman kepada mitra tentang pentingnya manajemen modern dan pemasaran digital, serta mengenalkan program PKM yang akan dilaksanakan. Kegiatan yang dilaksanakan adalah mengadakan pertemuan dengan mitra . elompok masyarakat pengolah Sirup Jeruk Terusa. untuk menjelaskan tujuan, manfaat, dan tahapan program, diskusi mengenai permasalahan yang dihadapi mitra, khususnya di bidang manajemen dan pemasaran, menyampaikan materi tentang pentingnya manajemen usaha modern, dan pemasaran digital, serta memperkenalkan teknologi yang akan digunakan, seperti website dan WhatsApp API Gateway. Respon awal mitra terhadap program ini cukup positif, meskipun ada beberapa kekhawatiran terkait dengan perubahan yang memerlukan adaptasi. Sebagian besar mitra menunjukkan antusiasme dalam mempelajari manajemen modern dan pemasaran digital, dengan 80% peserta menyatakan minat yang tinggi terhadap pemanfaatan teknologi digital, seperti pembuatan website dan penggunaan WhatsApp API untuk mempermudah transaksi dan komunikasi. Namun, ada juga beberapa mitra, terutama ibu rumah tangga, yang merasa ragu dan khawatir dengan kompleksitas teknologi baru ini. Sekitar 20% mitra mengungkapkan kekhawatiran tentang kesulitan dalam mengoperasikan teknologi yang belum familiar, meskipun mereka menyadari pentingnya perkembangan digital untuk keberlanjutan usaha. Meskipun demikian, setelah penjelasan lebih lanjut mengenai manfaat yang akan diperoleh, sebagian besar peserta mulai menunjukkan kesiapan untuk beradaptasi. Respon ini menunjukkan adanya tingkat penerimaan masyarakat yang cukup baik terhadap perubahan, meskipun diperlukan dukungan berkelanjutan dalam proses implementasi teknologi. Pelatihan Kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam manajemen usaha dan pemasaran digital melalui pelatihan yang terstruktur. Adapun materi-materi yang diberikan pada PkM dapat dilihat pada Tabel 1. Pelaksanaan pelatihan-pelatihan kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Terusan. Metode pelatihan yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa pendekatan yang dirancang untuk memastikan peserta memperoleh keterampilan praktis dan pemahaman yang mendalam. Metode tersebut antara lain: Ceramah: Pada awal sesi pelatihan, ceramah digunakan untuk memberikan pemahaman teori tentang pentingnya manajemen usaha modern dan pemasaran Pembicara, yang terdiri dari dosen dan ahli di bidangnya, menyampaikan materi secara sistematis dan jelas agar peserta memahami konsep dasar yang perlu diterapkan dalam usaha mereka. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Praktik Langsung: Setelah pemahaman teori, peserta diberikan kesempatan untuk langsung mempraktekkan materi yang telah disampaikan. Misalnya, mereka diberi tugas untuk membuat dan mengelola website e-commerce serta mengintegrasikannya dengan WhatsApp API Gateway. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung dan meningkatkan keterampilan peserta dalam penggunaan teknologi. Simulasi: Simulasi dilakukan untuk memberikan gambaran nyata tentang bagaimana menjalankan operasi bisnis menggunakan teknologi digital. Peserta diajak untuk melakukan simulasi proses pemesanan, konfirmasi pembayaran, dan komunikasi dengan pelanggan melalui platform digital. Ini membantu mereka memahami secara praktis bagaimana teknologi dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemasaran. Diskusi Kelompok: Diskusi kelompok digunakan untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai masalah dan tantangan yang mereka hadapi dalam Melalui diskusi, peserta dapat berbagi pengalaman, mendiskusikan solusi, serta saling memberi masukan terkait penerapan manajemen modern dan pemasaran digital. Hal ini juga memperkuat kolaborasi dan menciptakan kesempatan bagi peserta untuk belajar dari pengalaman orang lain. Dengan penggunaan metode-metode ini, pelatihan dapat memberikan peserta keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam usaha mereka, sekaligus memastikan bahwa mereka memiliki pemahaman yang cukup tentang teori dan praktik yang dibutuhkan untuk mengelola usaha secara lebih efisien dan efektif. Gambar 2. Pelaksanaan Pelatihan DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Penerapan Teknologi Kegiatan penerapan teknologi dilaksanakan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan adalah penerapan website ecommerce yang telah dibangun sebelumnya, mengajarkan cara mengelola dan menggunakan website, termasuk upload produk, update stok, dan penanganan Mengintegrasikan WhatsApp API Gateway ke dalam proses yang ada di website e-commerce untuk memudahkan proses pemesanan, konfirmasi pembayaran, dan pelayanan pelanggan. Kegiatan penerapan teknologi langsung dilaksanakan di rumah produksi sirup jeruk terusan. Peningkatan Level Keberdayaan Mitra pada Aspek Manajemen Metode yang digunakan untuk mengukur peningkatan keberdayaan mitra pada aspek manajemen adalah dengan membandingkan hasil pretest dan posttest. Peserta PkM berjumlah 25 orang yang mengikuti kegiatan pelatihan. Adapun tahapannya adalah sebagai berikut: Pretest: Dilakukan sebelum pelaksanaan program PkM untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta terkait manajemen. Posttest: Dilakukan setelah pelaksanaan program PkM untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta terkait manajemen. Tabel 2. Kusioner pertanyaan pretest dan postest Soal Pilihan Jawaban Manajemen Usaha Apa yang dimaksud dengan a. Menentukan siapa yang membeli perencanaan usaha? Menentukan tujuan usaha dan langkah mencapainya Menentukan harga produk saja Menentukan jumlah pekerja Dari pilihan berikut, mana yang a. Produksi, konsumsi, distribusi termasuk fungsi manajemen? Perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian Membeli, menjual, memasarkan Membaca, menulis, menghitung Menurut Anda, mengapa SOP a. Agar usaha terlihat lebih mewah (Standard Operating Procedur. Sebagai pedoman kerja yang penting dalam usaha? konsisten dan terstandar Untuk menambah beban kerja Hanya untuk memenuhi syarat Pemasaran Digital Media digital yang bisa digunakan a. Televisi nasional untuk pemasaran usaha kecil b. Website, media sosial, dan WhatsApp Billboard di jalan raya Radio Salah keuntungan a. Membutuhkan biaya promosi menggunakan pemasaran digital yang sangat besar Hanya pelanggan di sekitar lokasi usaha DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Mampu menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya relatif Tidak bisa digunakan oleh usaha Integrasi Website dan WhatsApp API Apa utama a. mengintegrasikan website dengan WhatsApp API? Jika usaha Anda memiliki website, a. informasi apa yang paling penting b. Mempermudah melakukan pemesanan langsung Membuat usaha terlihat mahal Hanya sekadar formalitas online Menambah biaya tanpa manfaat Biodata pemilik usaha Produk, harga, kontak, dan cara Sejarah panjang usaha Foto karyawan Keterampilan Praktis Manajemen Apabila ada pesanan dalam jumlah a. Menerima tanpa perhitungan besar, apa langkah manajemen kapasitas produksi yang tepat dilakukan? Menolak karena repot Menghitung kapasitas produksi dan menyusun rencana kerja Menunggu sampai stok habis Untuk mencatat pemasukan dan a. Ingatan pemilik usaha pengeluaran usaha, sebaiknya b. Catatan di buku atau aplikasi Tidak perlu dicatat Hanya catatan pemasukan saja Pernyataan Saya sudah memahami dasardasar manajemen usaha Saya tahu cara membuat SOP Saya pernah menggunakan media digital untuk promosi produk Saya memahami manfaat integrasi WebsiteAeWhatsApp API Saya terbiasa mencatat pemasukan dan pengeluaran Sangat Tidak Setuju oa Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju oa oa oa oa oa oa oa oa oa oa oa oa oa oa oa oa oa oa oa Hasil rekap untuk pretest dan posttest yang telah dilakukan diketahui mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dimana dapat dilihat pada tabel dibawah ini DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Tabel 3. Rekap PretestAePosttest & Peningkatan No Nama Peserta Pre Ae Nilai Post Ae Kenaikan Kenaikan Total Nilai Total . (%) Beti Kurnia Dewi 56,00% 82,67% 26,67% 47,6% Mulyati 53,33% 92,00% 38,67% 72,5% Aidil 46,67% 85,33% 38,67% 82,9% Evi Erlina 56,00% 78,00% 22,00% 39,3% Kurnia 46,67% 74,00% 27,33% 58,6% Leni Artika 51,33% 98,00% 46,67% 90,9% Haliana 62,00% 84,67% 22,67% 36,6% Henti Holia 52,67% 87,33% 34,67% 65,8% Parha 50,67% 96,00% 45,33% 89,5% 10 Melani Sinta 55,33% 94,00% 38,67% 69,9% 11 Nuryafawatin 42,67% 98,00% 55,33% 129,7% 12 Siti Aisyah 62,00% 78,00% 16,00% 25,8% 13 Nursiola 53,33% 89,33% 36,00% 67,5% 14 Herliana 42,00% 78,00% 36,00% 85,7% 15 Erni 40,67% 92,00% 51,33% 126,2% Purwaningsih 16 Rima Agustina 60,00% 91,33% 31,33% 52,2% 17 Hengki Praman 40,00% 91,33% 51,33% 128,3% 18 Habib 60,00% 98,00% 38,00% 63,3% 19 Kristia Wijayatni 49,33% 76,00% 26,67% 54,1% 20 Mika Yuleza 45,33% 94,00% 48,67% 107,4% 21 Meyliana 53,33% 72,00% 18,67% 35,0% 22 Nabilah 36,00% 80,67% 44,67% 124,1% 23 Riana 40,00% 76,00% 36,00% 90,0% 24 Sulthan 68,00% 82,67% 14,67% 21,6% 25 Indri 38,00% 74,00% 36,00% 94,7% Pendampingan dan Evaluasi Kegiatan pendampingan dan evaluasi dilakukan secara berkesinambungan setelah pelaksanaan pelatihan manajemen modern dan implementasi teknologi WebsiteWhatsApp API. Tim PKM secara intensif mendampingi mitra baik secara online maupun offlince dalam penerapan ilmu dan teknologi yang telah diberikan, dengan tujuan memastikan bahwa seluruh materi pelatihan dapat diimplementasikan secara efektif dalam operasional usaha mereka. Pendampingan meliputi bimbingan teknis penggunaan website e-commerce dan pengelolaan WhatsApp API, termasuk cara mengelola konten produk, menangani transaksi, serta berinteraksi responsif dengan pelanggan. Evaluasi dilaksanakan melalui pengukuran indikator capaian, antara lain peningkatan pengetahuan dan keterampilan manajerial yang diukur dengan tes pre dan post pelatihan, peningkatan volume transaksi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mitra berhasil meningkatkan efisiensi proses transaksi dengan rata-rata percepatan waktu pelayanan hingga 40%. Penerapan WhatsApp API terbukti mempercepat komunikasi dan konfirmasi pesanan, sehingga meningkatkan pengalaman pelanggan dan loyalitas. Mitra juga melaporkan peningkatan penjualan dan pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur berkat praktik manajemen modern. Website E-commce yang telah dibangun dapat diakse pada link https://siruplimau-desaterusan. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Gambar 3. Tampilan Website E-Commerce KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas manajerial serta efektivitas pemasaran digital mitra Rumah Produksi Sirup Limau Manis Muratara secara signifikan. Pelatihan manajemen modern berhasil memperbaiki struktur pengelolaan usaha dan efisiensi operasional, sementara integrasi Website-WhatsApp API memberikan kemudahan dalam komunikasi dan mempercepat proses transaksi, yang berkontribusi langsung pada peningkatan penjualan produk. Penerapan teknologi ini memungkinkan mitra untuk mengelola operasional secara lebih efisien dan responsif terhadap permintaan pasar. Keunggulan utama dari pendekatan ini adalah sinergi antara penguatan kapasitas manusia dan pemanfaatan teknologi digital secara holistik. Pelatihan yang diberikan tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan manajerial, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi yang memungkinkan mitra untuk bersaing di pasar yang lebih luas dan digital. Dengan pendekatan ini, mitra tidak hanya diberdayakan dari segi pengetahuan dan keterampilan tetapi juga dibekali dengan alat yang memungkinkan mereka untuk lebih kompetitif dalam dunia usaha. DOI : doi. org/10. 37802/society. (E-ISSN 2745-4. (P-ISSN 2745-4. SOCIETY Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Oktober 2025. Hal. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan pengetahuan awal anggota dalam penggunaan teknologi digital dan infrastruktur yang tidak merata di antara anggota. Beberapa mitra masih merasa kesulitan dalam mengoperasikan teknologi baru yang diperkenalkan, yang berdampak pada proses Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan agar fokus diberikan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara lebih mendalam melalui pelatihan lanjutan dan pendampingan intensif. Selain itu, pengembangan fitur teknologi yang lebih canggih, seperti aplikasi yang dapat diakses di App Store dan Play Store, serta perluasan integrasi dengan berbagai platform e-commerce, dapat memperluas pasar dan mendukung keberlanjutan usaha mitra secara lebih efektif dan berkesinambungan. UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Republik Indonesia yang telah memberikan pendanaan sehingga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik. Dukungan tersebut sangat berarti dalam menunjang keberhasilan pelatihan dan penerapan teknologi digital pada mitra. Kami juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus kepada Kepala Desa Terusan atas izin dan fasilitasi peminjaman tempat untuk pelaksanaan kegiatan. Kerjasama yang baik ini memberikan ruang yang kondusif bagi terlaksananya proses pelatihan dan pendampingan. Tak lupa, kami berterima kasih kepada seluruh anggota Rumah Produksi sirup jeruk terusan yang dengan penuh semangat bersedia menerima pendampingan, berpartisipasi aktif dalam pelatihan, serta membuka diri terhadap inovasi teknologi. Komitmen mitra merupakan kunci utama keberhasilan program ini. DAFTAR PUSTAKA