E-ISSN 2747 -1128. Volume 7 Nomor 1. Februari 2026 . Halaman 71 -78 JURNAL AKAL: ABDIMAS DAN KEARIFAN LOKAL https://w. e-journal . id/index. php/kearifan PELATIHAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI PEMBERSIH LANTAI ECO -FRIENDLY DI KEBON JERUK. JAKARTA BARAT Community Empowerment Training in the Utilization of Used Cooking Oil as an Eco -Friendly Floor Cleaner in Kebon Jeruk. West Jakarta Ghanima Yasmaniar . Ridha Husla . Apriandi Rizkina Rangga Wastu . Fadliah 2 Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Trisakti. Jl. Kyai Tapa No. 1 Jakarta Barat Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Trisakti. Jl. Kyai Tapa No. 1 Jakarta Barat *Penulis Korespondensi: ghanima@trisakti. Abstrak Sejarah Artikel A Diterima Agustus 20 25 A Revisi September 2025 A Disetujui Oktober 2 025 A Terbit Online Februari 2026 Kata Kunci: A Minyak Jelantah A Pembersih Lantai A Eco -Friendly A Limbah A Daur Ulang Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan minyak jelantah untuk pembersih lantai eco -friendly, dengan mitra utama berupa komunitas warga di Kebon Jeruk. Jakarta Barat yang merupakan daerah padat penduduk, serta memiliki banyak pelaku usaha kecil, seperti industri rumah tangga kuliner dan pedagang makanan kecil. Kondisi ini mengakibatkan produksi minyak jelantah yang cukup ti nggi. Selama ini, sebagian besar minyak jelantah tersebut dibuang langsung ke saluran pembuangan atau sungai, yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama jika tidak ada penanganan yang berkelanjutan. Pengelolaan limbah minyak jelantah ini merupa kan masalah penting yang dapat berdampak pada kesehatan lingkungan serta biaya operasional para pelaku usaha kecil yang bergantung pada kebersihan tempat usaha. Program pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dalam mengolah minyak jelantah menjadi pembersih lantai ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai bahaya limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, sekaligus melatih peserta untuk mengolahnya menjadi produk yang me miliki nilai ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat memulai usaha mandiri yang berbasis pada prinsip daur ulang dan ramah Sitasi artikel ini: Yasmaniar. Husla. Wastu. A,R,R. Fadliah , 2026 . Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Pembersih Lantai Eco -Friendly di Kebon Jeruk. Jakarta Barat Jurnal Akal: Abdimas dan Kearifan Lokal. : 71-78. Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Abstracts Keywords: A Used Cooking Oil A Floor Cleaner A Eco -Friendly A Waste A Recycling This Community Service Program focuses on community empowerment through training on the use of used cooking oil for eco -friendly floor cleaners. The primary partners are residents of Kebon Jeruk. West Jakarta. This densely populated area is home to many small businesses, such as home -based culinary industries and small food vendors. This situation results in a relatively high production of used cooking oil. Currently, most of this used cooking oil is disposed of directly into drains or rivers, which can cause environmental pollution, especially if not managed sustainably. Waste management of used coo king oil is a critical issue that can impact environmental health and the operational costs of small businesses that depend on clean premises. This training program aims to empower the community by improving their skills in processing used cooking oil into friendly floor cleaners. This activity is expected to provide an understanding of the dangers of household waste, particularly used cooking oil, while also training participants to process it into products with economic value. Furthermore, this activity aims to help the community start independent businesses based on recycling and environmentally friendly principles. Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Pembersih Lantai Eco -Friendly di Kebon Jeruk. Jakarta Barat Yasmaniar . Husla . Wastu . Fadliah E -ISSN 2747 -1128. Volume 7 Nomor 1. Februari 2026. Halaman 71-78 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. PENDAHULUAN Masalah lingkungan yang diakibatkan oleh limbah minyak jelantah . inyak goreng beka. menjadi perhatian global. Minyak jelantah yang sering kali dibuang langsung ke saluran pembuangan, sungai, atau tanah, memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap li Hal ini dapat menyebabkan penyumbatan saluran air, mencemari air, serta memperburuk kualitas tanah, karena sulit terurai secara alami. Dalam skala besar, minyak jelantah juga dapat merusak ekosistem air dan menimbulkan masalah kesehatan pada manu sia akibat akumulasi racun di lingkungan (Setiawan. , 2. Di Indonesia, tingkat penggunaan minyak goreng yang tinggi, baik di rumah tangga maupun industri makanan, menghasilkan limbah minyak jelantah yang besar setiap harinya. Sayangnya, sebagian besar masyarakat belum memiliki kesadaran atau pengetahuan yang cuk up mengenai cara pengolahan limbah ini dengan benar. Limbah minyak jelantah yang tidak terkelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan menimbulkan bahaya bagi kesehatan, baik langsung maupun tidak langsung (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Meskipun sering dianggap sebagai limbah yang tidak memiliki nilai, minyak jelantah sebenarnya memiliki potensi pemanfaatan yang cukup luas. Selain digunakan sebagai bahan baku biodiesel, minyak jelantah juga dapat diolah menjadi produk -produk rumah tangga sabun dan pembersih lantai ramah lingkungan (Andriani. , 2. Produk -produk ini tidak hanya dapat mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menjadi alternatif pengganti produk berbahan kimia yang sering kali berbahaya bagi kesehatan dan lin gkungan (Dewi. Selain itu, hal ini juga mendukung gerakan keberlanjutan melalui pendekatan daur ulang limbah, dimana limbah yang dihasilkan dapat diolah kembali menjadi produk baru yang bernilai (Siregar, 2. Di samping itu, produk pembersih lantai berbahan dasar minyak jelantah memiliki keunggulan tambahan, yakni lebih aman digunakan di rumah tangga yang memiliki anak atau hewan peliharaan. Produk eco -friendly ini terbukti lebih sedikit menghasilkan resid -anak u kimia dibandingkan pembersih lantai konvensional yang menggunakan bahan kimia agresif, seperti klorin atau ammonia (Nugroho. , 2. Dalam jangka panjang, penggunaan produk berbasis limbah minyak jelantah ini tidak hanya membantu menjaga lingkungan, t etapi juga melindungi kesehatan penggunanya. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan minyak jelantah untuk pembersih lantai eco -friendly, dengan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Pembersih Lantai Eco -Friendly di Kebon Jeruk. Jakarta Barat Yasmaniar . Husla . Wastu . Fadliah E -ISSN 2747 -1128. Volume 7 Nomor 1. Februari 2026. Halaman 71-78 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. mitra utama berupa komunitas warga di Kebon Jeruk. Jakarta Barat yang merupakan daerah padat penduduk, serta memiliki banyak pelaku usaha kecil, seperti industri rumah tangga kuliner dan pedagang makanan kecil. Kondisi ini mengakibatkan produksi minyak jel antah yang cukup Selama ini, sebagian besar minyak jelantah tersebut dibuang langsung ke saluran pembuangan atau sungai, yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama jika tidak ada penanganan yang berkelanjutan. Pengelolaan limbah minyak jelantah ini merupakan masalah penting yang dapat berdampak pada kesehatan lingkungan serta biaya operasional para pelaku usaha kecil yang bergantung pada kebersihan tempat usaha. Pemberdayaan masyarakat dalam memanfaatkan minyak jelantah untuk produk pembersih lantai eco -friendly menjadi solusi yang efektif dalam mengatasi permasalahan ini. Selain memberikan manfaat lingkungan, kegiatan ini juga memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara ekonomi. Melalui pelatihan dan pendampingan yang tepat, masyarakat dapat menghasilkan produk pembersih lantai yang ramah lingkungan dan dapat dipasarkan, sehingga membuka peluang usaha baru. Masyarakat yang diberdayakan dala m hal ini tidak hanya belajar cara mengolah minyak jelantah menjadi produk pembersih lantai, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara lebih bijaksana. Dengan demikian, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga li ngkungan meningkat, sekaligus menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang positif. METODE PELAKSANAAN Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul AuPelatihan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Pembersih Lantai Eco FriendlyAy dilakukan secara sistematis dan terstruktur dengan pendekatan partisipatif, edukatif, serta berbasis praktik langsung. Meto de pelaksanaan ini dirancang untuk menyelesaikan permasalahan mitra melalui kombinasi antara penyuluhan pengetahuan, transfer keterampilan teknis, dan pendampingan berkelanjutan. Tahapan pertama adalah persiapan dan koordinasi awal dengan masyarakat mitra. Pada tahap ini, tim PKM melakukan identifikasi permasalahan di lapangan melalui observasi dan diskusi awal dengan warga dan pengurus RT setempat. Hasil identifikasi ini menjadi d penyusunan materi, modul pelatihan, dan alat asar dalam -bahan yang dibutuhkan. Selain itu, disusun pula rencana teknis pelatihan seperti jadwal kegiatan, daftar peserta, serta pembagian peran antar anggota tim pelaksana. Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Pembersih Lantai Eco -Friendly di Kebon Jeruk. Jakarta Barat Yasmaniar . Husla . Wastu . Fadliah E -ISSN 2747 -1128. Volume 7 Nomor 1. Februari 2026. Halaman 71-78 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Tahapan kedua adalah pelaksanaan kegiatan inti, yang dimulai dengan sesi penyuluhan atau Dalam sesi ini, peserta diberi pemahaman mengenai bahaya pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan, serta diperkenalkan konsep daur ul limbah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan. Selanjutnya adalah sesi demonstrasi dan praktik langsung pembuatan pembersih lantai dari minyak jelantah. Langkah -langkah proses pengolahan yang meliputi penyaringan minyak bekas, pencampuran dengan bahan tambahan . eperti soda kue dan pewangi alam. , peng serta pengemasan sederhana. Setelah itu dilakukan evaluasi hasil dan diskusi, dimana peserta diminta memberikan umpan balik terhadap pelatihan serta mendiskusikan potensi pengembangan lanjutan, baik untuk penggunaan pribadi maupun peluang usaha rum Dalam diskusi ini juga dibahas ide ah tangga. -ide inovatif dari peserta seperti penambahan aroma lokal atau pemanfaatan kemasan bekas. HASIL KEGIATAN Pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul AuPelatihan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Pembersih Lantai Eco -FriendlyAy dilakukan pengolahan minyak jelantah secara sederhana dan ramah lingkungan. Pendekatan ini akan mencakup teknologi tepat guna yang mudah diterapkan oleh masyarakat untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk pembersih lantai yang aman, efektif, dan bernilai Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan minyak jelantah untuk pembersih lantai eco dengan mitra utama berupa komunitas warga di Kebon J eruk. Jakarta Barat. -friendly. Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Pembersih Lantai Eco -Friendly di Kebon Jeruk. Jakarta Barat Yasmaniar . Husla . Wastu . Fadliah E -ISSN 2747 -1128. Volume 7 Nomor 1. Februari 2026. Halaman 71-78 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Gambar 1. Pemberian Pelatihan Kepada Peserta PKM Teknologi sederhana yang digunakan adalah saponifikasi . eaksi kimia minyak dengan soda api untuk membuat sabu. , dimana minyak jelantah diolah menjadi pembersih lantai. Masyarakat dikenalkan dengan alat dan bahan yang diperlukan, seperti soda api, air, minyak Ada juga bahan tambahan seperti cuka, minyak esensial, serta pewarna makanan. Peralatan yang diperlukan di antaranya saringan, wadah besar tahan panas, pen gaduk, serta botol untuk penyimpanan. Minyak jelantah yang telah dikumpulkan disaring untuk menghilangkan kotoran dan sisa Setelah minyak bersih, proses saponifikasi dilakukan. Minyak jelantah dicampur dengan larutan soda api (NaOH) menggunakan alat sederhana seperti wadah tahan panas pengaduk kayu. Peserta juga dihimbau untuk berhati -hati saat melakukan pencampuran, dan disarankan untuk memakai alat pelindung seperti masker dan sarung tangan. Peserta juga diperkenalkan pada penggunaan bahan tambahan alami, seperti cuka untuk menin gkatkan daya bersih dan pewangi alami seperti minyak esensial . emon atau lavende. untuk memberi aroma segar pada pembersih lantai, serta pewarna makanan untuk menambah warna pada sabun. Setelah proses pencampuran dan reaksi kimia selesai, sabun didiamkan 7-14 hari sebelum siap untuk digunakan. terlebih dahulu selama Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Pembersih Lantai Eco -Friendly di Kebon Jeruk. Jakarta Barat Yasmaniar . Husla . Wastu . Fadliah E -ISSN 2747 -1128. Volume 7 Nomor 1. Februari 2026. Halaman 71-78 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Gambar 2. Dokumentasi Kegiatan Bersama Peserta PKM Setelah dilakukan pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama peserta PKM. Peserta pelatihan memperoleh pengetahuan baru tentang dampak negatif pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan. Mereka menjadi lebih sadar akan pentingnya mengelola limbah rumah tangga dengan cara yang ramah lingkungan. Selain itu, peserta juga berhasil menguasai keterampilan teknis dasar dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk pembersih lantai eco -friendly. Melalui praktik langsung, peserta dapat membuat produk secara mandiri, mulai dari penyaringan minyak bekas dan pencampuran bahan tambahan untuk pembuatan pembersih lantai. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul AuPelatihan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Pembersih Lantai Eco -FriendlyAy telah memberikan hasil yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat mitra. Program ini berhasil me ningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang bahaya pembuangan minyak jelantah secara sembarangan serta pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga berbasis Selain itu, masyarakat juga memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah minyak jelantah menjadi produk pembersih lantai ramah lingkungan yang dapat digunakan sendiri ataupun dikembangkan menjadi peluang usaha kecil. Untuk pengembangan ke depan, kegiatan ini direkomendasikan agar direplikasi ke komunitas lain yang memiliki kebutuhan serupa guna memperluas dampak positifnya. Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Minyak Jelantah Sebagai Pembersih Lantai Eco -Friendly di Kebon Jeruk. Jakarta Barat Yasmaniar . Husla . Wastu . Fadliah E -ISSN 2747 -1128. Volume 7 Nomor 1. Februari 2026. Halaman 71-78 Doi: https://dx. org/10. 25105/akal. Pendampingan lanjutan pascapelatihan juga sangat disarankan agar peserta tetap termotivasi dan mampu mengembangkan keterampilan secara mandiri. Selain itu, pelatihan serupa dapat ditingkatkan skalanya dengan memperluas variasi produk turunan dari minyak je lantah, seperti sabun cuci atau lilin alami, guna meningkatkan nilai ekonomis dan daya tarik masyarakat. Kolaborasi dengan lembaga pemerintah atau UMKM lokal juga dapat dilakukan untuk memperkuat aspek keberlanjutan, legalitas produk, serta akses pasar bag i masyarakat. Dengan strategi tersebut, kegiatan PKM ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak luas, baik secara lingkungan maupun sosial -ekonomi. DAFTAR PUSTAKA